‘Her’ for Tae

tae

Taehyung yang tidak pernah bicara soal takdir tiba-tiba mengatakan dia menemukan gadis yang menjadi takdirnya.

Baru dua bulan yang lalu Taehyung mulai mendekati seorang gadis jurusan seni sebelah. Alasannya apa juga tidak diketahui dengan pasti oleh sahabat-sahabatnya, karena Kim Taehyung bukanlah orang yang biasa begitu. Dia itu bisa menjadi single lama dan tidak peduli punya pacar atau tidak. Karena itulah awalnya Jimin dan Jungkook merasa heran, bahkan Yoongi yang kadang tak peduli pun ikut terusik.

Tidak ada yang tahu bagaimana akhir pendekatan itu tapi yang jelas dia tidak lagi menunjukkan existensinya sesering sebelumnya di jurusan sebelah itu sejak seminggu yang lalu. Dan hal itu justru membuat teman-temannya yang semula heran menjadi khawatir. Jimin berasumsi jika sahabatnya itu pasti sudah ditolak. Tapi Jungkook membela jika mungkin saja Taehyung sendiri yang memutuskan berhenti. Dan yah, si termuda itu memang benar setelah dua hari kemudian keduanya melihat bagaimana Taehyung berjalan mengekor si ketua kelas dengan setumpuk laporan mahasiswa.

Taehyung hanya sekali pacaran dan dia tidak pernah mendekati gadis manapun sejak diputuskan pacarnya sebelum masuk kuliah tiga tahun yang lalu. Dan sekarang melihatnya mendekati dua gadis yang berbeda dalam rentang waktu dua bulan tentu suatu hal yang akan membuat teman-temannya terutama Jimin bertanya-tanya.

“Kau sudah bosan sendiri tanpa pasangan?” Itu Yoongi yang bertanya ketika mereka berempat minus Namjoon, Seokjin dan Hoseok sedang berkumpul di salah satu meja kantin usai kelas mereka berakhir. Yang ditanya hanya senyam senyum lebar sambil mengaduk-aduk ice coffenya, membuat Jungkook geram dan memilih merebutnya.

“Song Inna maksud kalian?” Taehyung memberikan saja ice coffenya direbut anggota termuda itu. Toh, suasana hatinya sedang baik, dia sedang ingin menjadi orang baik sekarang. Tatapannya melihat Jungkook seakan  memberinya ijin untuk menghabiskan minumannya, kemudian pada Yoongi sambil terkekeh dan terakhir pada Jimin.

“Melihatmu seperti ini, aku jadi mengkhawatirkanmu.” Jimin berujar, “iya Song Inna dan juga gadis sebelumnya. Tapi aku lebih penasaran kenapa kau jadi mengekor si ketua kelas itu kemanapun.”

Si ketua kelas jelas tipe gadis yang dingin, seratus delapan puluh derajat berbanding terbalik dengan tipe gadis yang disukai sahabatnya itu. Terlebih lagi Song Inna tidak terlihat tertarik pada pria manapun. Gadis itu menolak semua yang mendekatinya. Jadi kenapa Taehyung bisa tertarik padanya?

“Kau tau, ini bukan soal aku mendapatkan pacar atau tidak tapi ini mengenai aku menemukan orang yang benar-benar menjadi takdirku atau tidak.”

Jungkook melongo dan Jimin ingin tertawa keras, hanya Yoongi yang masih bisa tenang menjaga sikap sebagai reaksi atas pernyataan Taehyung barusan. Jika Seokjin atau Hoseok ada di sini, mereka berdua yang mungkin akan pertama kali memberikan rekasi cepat dengan pertanyaan yang bersahutan. Namjoon mungkin akan mengangguk-angguk, berusaha mengerti dan memberi dukungan.

Demi apapun apa ini sisi Taehyung yang belum pernah mereka lihat sebelumnya? Dia terlihat berpikir jauh, maksudnya ini terdengar sahabatnya itu serius mencari orang yang benar-benar tepat untuknya, yang akan dijadikan teman hidup sampai tua.  Jadi Jimin menahan tawanya, menggantinya dengan senyum lebar demi menunjukkan dukungannya pada sang sahabat. “Masuk akal.”

“Aku tidak tahu. Aku hanya merasa kami cocok. Kau tahu kan perasaannya… hmmm, aku mengobrol dengannya dua minggu yang lalu soal lukisan di lobi kampus dan aku merasa dia orang yang tepat.”

“Itu sangat manis. Lain kali kau bertemu gadis lain di pameran lukisan membicarakan Van Gogh dan kau akan merasa dia orang yang tepat.” Jungkook menyambar bak kereta yang langsung diikuti Jimin yang akhirnya tertawa. Si termuda itu tidak merasa bersalah sama sekali dan justru memilih menikmati camilan di depannya. Beruntung memang karena Taehyung sedang berhati gembira sejak tadi.

“Kau juga seperti itu, Jeon. Kau tidak ingat pernah bilang ingin bertemu gadis yang sekali bertemu kau akan tahu dia takdirmu?” entah maksud Yoongi membela Taehyung atau karena ingin meledek si termuda tapi jelas hal itu membuat Jimin kembali tertawa dengan keras, hingga membuat beberapa orang yang duduk tidak jauh dari mereka melayangkan pandangannya. Seokjin bisa jadi memperparah suara tawa di group mereka jika saja tidak diminta menjadi pembimbing skill lab adik tingkatnya.

Tapi serius, Apa sih sebenarnya yang merasuki otaknya? Taehyung itu seperti Jungkook setelah menonton film Your name. Yoongi tahu betul itu. Pikirannya sedikit teracuni. Dan Jimin sendiri tak terlalu percaya perasaan seperti yang dideskripsikan Taehyung tadi dan dia juga tidak tahu perasaan macam apa itu.

Bibir Taehyung hanya terus mengembang lebar karena tersenyum mendengar celotehan teman-temannya. Mereka terbiasa saling mengejek seperti ini, jadi Taehyung maklum. Guruan itu juga belum sempat dibalas Taehyung karena setelah itu panggilan si ketua kelas dari lantai atas menahannya. Dia melambai ke arah gadis itu, tersenyum makin lebar macam orang kasmaran dan Jimin yang sudah berhasil menghentikan tawanya hanya menggelengkan kepala pelan sambil meraih cup kopinya.

“Kalian mungkin tidak mengerti.” Dia kembali bersuara. “Karena pertama, Yoongi tidak terlihat tertarik dengan Sera saat kalian pertama kali berkencan. Jujur padaku, kau mengiyakan jadi pacarnya agar dia berhenti mengganggu hidupmu kan?”

Yoongi terdiam sebentar, menatap Taehyung seakan bertanya darimana kau tahu? dan tentu saja Taehyung hanya mengedikkan bahunya singkat. Menahan diri untuk tidak membocorkan lebih banyak rahasia, meskipun itu bukan lagi rahasia bagi Jimin dan Jungkook “Tentu saja Yoongi tidak akan tahu. Dan Kau, Jeon. Kau juga mungkin tidak mengerti karena kau hanya tertarik pada Lisa. Siapa sih gadis yang ada dihidupmu kalau bukan Lisa?”

“Jangan bicara soal Lisa, Jungkook bisa menangis di sini nanti. Aku tidak mau repot.”  Jimin memprotes.

“Tapi mereka berbaikan lagi kan?” Yoongi menimpali.

“Kau bercanda?”

“Benar. Dua hari yang lalu.” Taehyung membenarkan.

Jungkook yang sejak tadi diam memilih tetap diam demi tetap merasa aman, terutama karena tatapan tidak terima dari Jimin yang langsung terarah padanya. Oh ya, Jungkook lupa tidak memberitahu hal itu pada Jimin, orang yang sudah sangat direpotinya semenjak insiden diputuskan Lisa.

Si termuda hanya mengulas senyum tidak mengatakan apapun dan itu semakin membuat Jimin ingin rasanya memukul kepalanya. Tolong, siapapun jangan ingatkan Jimin bagaimana dia menggendong Jungkook yang sedang mabuk di punggungnya dari tempat parkiran ke apartementnya setelah Lisa memutuskannya. Jimin merasa dikhianati, sungguh. Saat itu yang lain memilih pulang dan menyerahkan Jungkook yang tengah mabuk padanya dan tidak ada yang tahu bagaimana menderitanya Jimin malam itu

“Wah, lain kali aku harus melarangmu minum sampai mabuk, Jeon.” Jimin merasa sangat kesal, meraih cup coffe nya lagi dan meminumnya cepat.

“Dan Jimin, kau mungkin tidak paham karena…. yah, Lain kali kau harus berhenti memutuskan mengencani gadis lain begitu saja hanya karena gadis yang kau anggap takdirmu memilih pria lain” Jimin nyaris tersedak kopinya dengan ucapan Taehyung yang tiba-tiba itu dan melihat sahabatnya itu tersenyum tanpa dosa sementara di sisi seberangnya Jungkook akhirnya mengeluarkan suara tawanya, dan Yoongi yang menganggap hal itu lucu pada akhirnya hanya ikut berusaha menahan tawa.

“Kalau ternyata Song Inna ditakdirkan untuk orang lain, aku harap kau bisa berpikir rasional kalau dia bukan takdirmu. Itu yang kulakukan sebenarnya” Jimin membalas.

“Yah, tapi bukan berarti pilihannya adalah berkencan dengan sahabatnya dan diam-diam memperhatikannya.” Dan pernyataan yang membuat Jimin pada posisi skak mat itu semakin membuat Jungkook tertawa keras, Yoongi yang sejak tadi berusaha untuk tidak tertawa keras akhirnya menyerah.

Taehyung mengedikkan bahunya, senang karena berhasil membuat Jimin terdiam karena kalah. Dia bisa melihat gerak bibir sahabatnya itu yang mengumpat padanya tepat ketika Inna semakin mendekat. Taehyung hanya tersenyum geli melihatnya. “Aku pergi. Sampai jumpa nanti.”

“Ya, pergilah. Terimakasih nasehatnya.” Jimin berteriak lalu mengangkat tangannya memberi tanda untuk pergi, dan menghilangkan tawa ejekan Taehyung yang membuatnya sakit kepala. Sementara si termuda baru bisa berhenti tertawa saat Taehyung sudah agak menjauh.

“Dia benar-benar lebih baik darimu, Jim.” Yoongi menambahi membuat Jimin semakin kesal. Tapi meskipun dia kesal itu, Jimin tidak bisa marah pada mereka. Bagaimana ya.. karena mereka berenam tahu betul kehidupan Jimin termasuk kisah cintanya dengan dua orang gadis yang satu SMA dengannya.

“Aku akan puas mengejeknya kalau Inna tidak mau jadi pacarnya,” ujarnya.

Jimin kembali memperhatikannya lagi dari jauh. Kim Taehyung berjalan di samping Inna, membicarakan sesuatu dan sepertinya pikirannya ikut teracuni. Mereka terlihat cocok tapi siapa sih orang di dunia ini yang bisa melihat orang yang berjalan di sampingmu adalah takdirmu? Dasar Kim Taehyung!

***

  1. Hi, it took me too long to update again and yes, i cant keep my promise. Please forgive me for rarely update and for changing story character now. As what i said before that i wouldn’t not only write about SJ fanfic but i want to write anything i want. And yes, BTS is one of my source inspiration now. I think i’ll write about them for now, but of course it depend of my mood.  Please forgive me.
  2. Just like Ryeo-Min story there would be another continuing short story. It can be Taehyung or Jungkook or other members (still, i haven’t decided yet). They will be paired or not, still i also haven’t decided it. Just let it flow, i don’t know where i will take the story. 😀 one thing for sure, every short story about BTS will take in the same era, related each other.
  3. Thank you for reading and still supporting me. I really miss you…

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s