In The Corner of My Room

tumblr_o2t7xe2l551spnyg9o1_500

In the corner of my room

Di sudut ruang itu aku mulai berpikir. Tentang hidupku yang harus aku akui sedikit aku benci. Sudut ruang yang aku namai sebagai area ternyaman dari segala tempat di dunia ini. Aku menghabiskan waktuku di sana, bersedih sampai menangis atau bahkan tertawa sendiri hingga semua orang di rumah tak lagi merasa heran. Dan di sana jugalah semua pemikiran tentang hidupku yang menyedihkan sering kalinya bermula.

Baik, aku merasa sama sekali tidak berproduksi dengan baik selama hidupku. Aku tahu setiap detik yang kubuang terasa percuma dan sia-sia. Tidak menghasilkan dan jika dipikir sungguh betapa menyedihkannya hidupku. Apa yang diharapkan dari menghabiskan hampir seluruh waktumu di sudut ruangan, ha?

Pathetic!

Para orang tua menyuruhku bekerja, mencari banyak uang dengan begitu hidupmu akan lebih baik. Tapi aku mendengar beberapa orang yang bicara tentang mimpi, tentang sesuatu yang membuat mereka senang saat melakukannya. Mereka juga bercerita bagaimana perasaan mereka yang meletup-letup saat berhasil meraih mimpi itu atau bercerita saat-saat terjal yang harus dilalui demi mimpi itu. Kadang aku ingin seperti itu.

Apa uang adalah satu-satunya yang membuat bahagia? Apa kita tidak boleh merasa bahagia dengan melakukan apa yang kita inginkan? Aku juga ingin punya sesuatu yang akan membuatku senang saat aku melakukannya.

Aku melakukan apa yang mereka suruh. Tapi aku tidak menyukainya.

Aku ingin melakukan sesuatu yang akan membuatku bahagia. Tapi masalahnya adalah aku tidak tahu harus melakukan apa. Aku tidak punya mimpi besar selama ini. Tidak ada yang menyuruhku begitu.

Tidak punya mimpi apalagi tujuan. Lalu membiarkan semuanya mengalir begitu saja. Terlalu percaya diri mengikuti arus padahal tahu sendiri arus itu tidak selamanya akan menuju tempat yang indah. Padahal sudah tahu rencana macam itu mustahil berhasil tapi tetap saja diikuti. Sudah menyedihkan sekarang justru memperlihatkan kebodohan.

Itu sebabnya aku seperti merasa tersesat sekarang. Kau tahu kan seperti berada di labirin. Ada banyak jalan, tapi tidak tahu jalan mana yang akan membantumu keluar dari labirin. Lalu hanya bisa berlari ke sana ke mari, berharap menemukan jalan keluar.

Di sudut kamar ini, aku kembali berpikir. Mungkin aku bisa keluar dari labirin itu jika aku tahu apa yang ingin aku lakukan, tujuan yang ingin kuraih dan mungkin aku bisa berpegang pada mimpku untuk menunjukkan jalan keluar.

Jadi, aku bangkit dari tempat dudukku. Berjalan menuju satu-satunya cermin di sana dan bertanya sambil menatap wajahku sendiri. Mungkin saja kali ini aku bisa menemukan jawabannya.

 “Apa kau masih punya mimpi? Apa yang sebenarnya ingin kau lakukan?”

Tapi sekali lagi aku hanya tersenyum, menatap ke arah kedua mataku, dan tiba-tiba saja air mataku sudah menetes lagi. Aku tidak tahu jawabannya. Aku benar-benar tidak tahu.

Di sudut ruang itu aku berteriak, “Siapapun, tolong beritahu aku apa yang harus aku lakukan.”

***

Random post. aku tidak tahu menyebut ini apa… lol
Cuma mau sekalian ngasih tahu sih, kalau mulai sekarang aku tidak hanya posting ff Super Junior atau ff Ryeowook saja tapi juga tulisan-tulisanku yang lain. I want to write better than before, karena itu mungkin akan ada cerita orignal (bukan ff), bisa juga ff tapi bukan dg cast Super Junior. Terserah aku mau posting apa. Intinya adalah aku tidak mau menulis hanya karena Super Junior ataupun Ryeowook. Meskipun mereka adalah inspirasi besar yang membuatku berani menulis.

Thank you….

Advertisements

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s