The Horde [5. They Want to Destroy Us]

The Horde 2

Title : 5. They Want to Destroy Us | Casts : Kim Ryeowook, Shin Minrin, Lee Hyukjae, Cho Kyuhyun | Genre : Action, Friendship, Romance | Rating : PG- 16 | Author : Whin

***

“Sialan!”

Hyukjae menendang tempat sampah dengan keras hingga isinya keluar semua. Kaleng beer menggelinding dan berhenti tepat di ujung kaki Minrin yang hanya berdiri diam sejak tadi. Tidak ada yang lebih buruk dari pada polisi bagi mereka berempat. Dan sekarang Ryeowook tertangkap entah bagaimana bisa.

Sejak kejadian semalam, Ryeowook memang tidak kembali. Minrin pikir pria itu sedang berpikir seperti yang dikatakan Hyukjae, namun berita pagi tadi benar-benar membuatnya terkejut setengah mati. Berita tentang kematian seorang peneliti dari China yang dibunuh oleh pembunuh bayaran di sebuah restoran Jepang. Sketsa wajah pembunuh yang mirip dengan Ryeowook terpampang di layar televisi. Beberapa jam kemudian, berita terbaru dirilis bahwa pembunuh Yenmei telah tertangkap. Dia menyerahkan dirinya pada polisi.

Sesuatu yang benar-benar tidak masuk akal. Menyerahkan diri? Itu gila.

Kyuhyun sedang duduk di kursinya, memperhatikan layar komputernya yang memperlihatkan posisi Ryeowook di salah satu ruangan di kantor kepolisian Seoul. Beruntung bagi mereka bertiga karena Ryeowook tidak mematikan alat pelacak di jam tangannya, hingga membuat Kyuhyun berhasil menemukan posisinya setelah kejadian di gang di mana pria itu terlibat perkelahian dengan Hyukjae.

“Aku tahu terjadi sesuatu padanya sejak kembali kemarin. Lalu sekarang bagaimana?” Minrin menatap Hyukjae dan Kyuhyun bergantian dengan bingung.

“Dia mengatakan sesuatu kemarin. Tentang G.I.O. ..” Hyukjae berujar setelah menenangkan emosinya.

Minrin menatap Kyuhyun. “Kau tahu sesuatu, bukan?” tanyanya menunjuk pada pertengkaran Ryeowook dan Kyuhyun sebelumnya. Tentang sebuah jebakan untuk membunuh Yenmei. Lagipula hanya Kyuhyun satu-satunya yang mengetahui jika klien yang meminta mereka menjemput dan mengamankan Yenmei adalah pihak G.I.O.

“Apa yang kutahu?” tanyanya.

“Tentang G.I.O, tentang kematian Yenmei….”

“Bukankah sudah kubilang mereka yang membunuh wanita itu bukan kita.”

Kyuhyun menjawab dengan tenang sementara raut wajah Minrin berubah kesal dan marah setelah itu.

“Kau benar-benar brengsek, Cho!” desis Minrin tak terduga. Dia tidak mengerti kenapa Kyuhyun masih bersikap biasa seperti itu. Bukankah Kyuhyun tahu sesuatu yang tidak diberitahukannya pada yang lain?

“Apa yang kalian bicarakan?” Hyukjae menatap Minrin bergantian pada Kyuhyun.

“Tanyakan itu padanya.” Setelah mengatakan itu, Minrin menyambar mantel hitamnya dan juga kunci mobil. “Aku akan menyelamatkannya. Bagaimanapun caranya.” Ia melayangkan tatapan marahnya pada Kyuhyun lalu berlalu pergi.

Yaa…!!”

Hyukjae berteriak memanggilnya tapi tidak dipedulikannya. Dan itu membuatnya semakin frustasi. Apa yang sebenarnya terjadi? Kali ini ia menatap Kyuhyun, meminta penjelasan.

“Katakan, Cho! Apa yang kau ketahui?” tanyanya mendesak.

Kyuhyun bergeming sesaat dengan fokus pada komputernya. Titik posisi Minrin terlihat di layarnya, bergerak cepat menuju bangunan yang sudah diprediksi Kyuhyun sebelumnya.

“Jae, tenanglah…. jika kita semua tidak bisa mengendalikan emosi, kita benar-benar akan kehilangan Ryeowook dan mungkin juga Minrin,” katanya pelan.

Hyukjae berkacak pinggang, menarik nafas dan menghembuskannya dengan cepat, berusaha untuk meredam emosinya sekali lagi. Semua yang terjadi benar-benar membuat mereka tidak mampu berpikir tenang sekarang ini. Tentu saja, kehancuran di depan mata. Jika Ryeowook ditangkap mungkin ceritanya akan lain, karena mereka bisa menyelamatkannya bagaimana pun caranya. Tapi yang terjadi adalah teman mereka itu menyerahkan dirinya dengan sukarela sebagai pembunuh bayaran. Hal gila macam apa itu?

“Lalu apa rencanamu?”

“Kemarin, saat kalian berusaha menyelamatkan Eunji aku melihat Ryeowook berada dalam mobil CEO Kim Jongwoon dari G.I.O,” ujarnya. “Aku terus penasaran bahkan sampai sekarang. Sampai akhirnya berita pagi tadi muncul dan sekarang kita melihat dia menyerahkan dirinya.”

Hyukjae terdiam sesaat, berpikir. Ryeowook memang mengatakan sesuatu padanya kemarin malam sebelum akhirnya mereka bertengkar hebat. Tentang kehancuran mereka jika tidak menyerahkan Eunji. Gadis itu tetap akan dibunuh oleh G.I.O

“Tunggu dulu…. dia mengatakan padaku untuk menyerahkan Eunji pada G.I.O. Dia juga bilang kita akan akan hancur jika tidak melakukannya.”

Kyuhyun langsung mengernyit terdiam. Satu persatu rangkain kejadian hari ini seperti berputar di depan matanya sampai akhirnya satu email masuk tertara di layar komputernya.

Terimakasih karena membawa Yenmei dengan selamat. Ada satu tugas lagi yang kuinginkan dari kalian. Han Eunji, puteri Presiden Korea Selatan, tolong bawa dia dengan selamat padaku. Bayarannya bisa kunaikan dua kali lipat dibandingkan yang kemarin.

Aku terkesan dengan aksi kalian kemarin, tapi kurasa untuk tugas yang satu ini akan sedikit membuat kalian tidak nyaman. Jika kalian tidak bisa atau menolak, maka nasib kalian akan sama sepertinya atau mungkin lebih buruk. Itu sebuah penawaran untuk kalian.

G.I.O

“Apa dia baru saja mengancam kita?” Hyukjae yang ikut membaca di belakang Kyuhyun bertanya tidak percaya.

“Ancaman yang juga dilayangkan pada Ryeowook sebelumnya.” Kyuhyun bergumam. Kini dia mengerti kenapa Ryeowook menyerahkan diri. Dan kenapa dia begitu marah saat mengetahui tugas menjemput Yenmei adalah sebuah jebakan semata. Dan kenapa dia sangat marah karena Kyuhyun tidak memberitahunya jika orang yang menyuruh mengamankan Yenmei adalah pihak G.I.O. Itu karena G.I.O berusaha membuat nasib mereka berempat di tangannya dan membuat mereka menuruti semua perintahnya termasuk membawa Eunji dengan ‘selamat’

Tatapan Kyuhyun terhenti pada satu titik di layarnya yang merupakan titik yang melambangkan posisi Minrin. Satu titik lain tidak jauh dari sana adalah salah satu mobil milik pengawal Kim Jongwoon yang pernah dipasangi pelacak oleh Ryeowook. Dua titik itu berdekatan, membuat Kyuhyun langsung berusaha menghubungi Minrin tapi gagal karena gadis itu mematikan alat komunikasinya.

“Jae, cepat cari Minrin. Dia berada dalam bahaya sekarang,” perintahnya.

Mwo?”

“G.I.O atau apapun itu… mereka berusaha menyelakai Minrin. Cepatlah ke sana!”

Ikut melihat layar yang akhirnya memperlihatkan dua titik itu bertemu di kawasan sekita kantor kepolisian, Hyukjae pun tidak bertanya lagi dan langsung berlari keluar. Mengambil motor hitam yang sudah lama tak dipakainya dan langsung mengendarainya dengan kecepatan tinggi. Sementara itu Kyuhyun terus mencoba menghubungi Minrin baik melalui alat komunikasi buatan mereka ataupun ponsel. Tapi sayangnya gadis itu mematikan keduanya, membuat Kyuhyun mengerang frustasi.

***

Minrin terdiam di dalam mobilnya, menatap bangunan di depannya sambil berpikir. Memikirkan cara bagaimana dia bisa menyelamatkan Ryeowook dan membawanya keluar dari sana. Meskipun ia sendiri belum paham dengan yang terjadi sampai-sampai Ryeowook dengan bodohnya menyerahkan diri, tapi bagi Minrin pria itu harus diselamatkan sekarang ini.

“Mereka benar-benar berhutang penjelasan padaku,” gerutunya. Ia mengambil topi lalu keluar dari mobilnya.

Saat ia baru saja akan mealangkah seseorang memukul pundaknya dengan keras dan membuatnya terjauh. “Arrghhh…..”

Beruntung ia tidak kehilangan kesadaran. Saat ia menoleh ke belakang, seorang pria berpakaian hitam berdiri di depannya dengan satu jarum yang tersembunyi di balik tangannya. Pertanda buruk, pikirnya. Meskipun pandangannya agak kabur, tapi Minrin tidak salah kira jika jarum itu mengandung semacam cairan. Entah cairan yang akan membunuhnya ataukah cairan yang akan membuatnya pingsan. Keduanya jelas bukan sesuatu yang bagus.

Dia mencoba berdiri, mengerahkan tenaganya untuk  menyingkirkan jarum itu dari tangan pria di depannya tapi gagal. Pukulan di punggung dan pundaknya memberinya efek buruk. Sosok Hyukjae datang dengan motornya setelah itu. Entah bagaimana tapi Hyukjae berhasil menghajar pria itu membuatnya menjatuhkan jarum di tangannya. Hyukjae terus menyerangnya dengan pukulan bertubi-tubi meskipun pria itu sudah terjatuh menahan sakit.

“Hentikan, Jae! Kau bisa membunuhnya,” seru Minrin akhirnya sambil menahan lengan Hyukjae yang tadinya bergerak maju untuk kembali menghajar pria itu.

“Sialan…! apa yang kau lakukan, ha?” teriaknya marah pada pria yang kini berlari menjauh itu.

“Biarkan, ayo pergi sebelum ada yang datang.” Minrin menarik Hyukjae lagi dan menyuruhnya kembali ke motor hitamnya. Sementara dirinya berusaha masuk ke dalam mobil dan segera pergi dari tempat itu.

***

“Kau tidak apa-apa?” Hyukjae menoleh memperhatikan Minrin yang duduk diam di sampingnya.

Sungai Han di malam hari benar-benar tempat persembunyian yang tepat. Tidak ada seorang pun di tempat itu. Banyak orang yang sudah meninggalkan area sepi itu dan beralih ke area yang lebih ramai yang mmeang sudah disediakan pemerintah.

“Ya. Aku tidak apa-apa,” jawabnya lemah.

Semua benar-benar terjadi sangat cepat dan membingungkan. Bahkan Minrin sediri sampai sekarang masih belum mengerti dengan apa yang terjadi.

“Kenapa Ryeowook melakukannya? Apa dia sudah gila?”

“Aku rasa sesuatu telah terjadi. Jika tidak pria itu tidak akan mencoba mencelakaimu.” Hyukjae meremas kuat jarum berisi cairan aneh yang tadi terjatuh. Dia sendiri juga bingung.

“Kita harus ke kantor polisi, Jae.”

“Apa yang ingin kau lakukan di sana, ha? Membawanya kabur? Itu hal gila yang tidak akan kubiarkan. Dia tersangka pembunuhan yang menyerahkan diri, apa kau lupa? Itu bahkan lebih buruk dibandingkan tertangkap.”

“Lalu, kau punya rencana lain?” gadis itu menyela cepat, frustasi. “Aissh..sialan!!!” teriaknya. Rasa-rasanya memang sulit mencari jalan keluar untuk menyelamatkan Ryeowook.

“Kita harus kembali. Kurasa Kyuhyun tahu sesuatu.” Hyukjae beranjak dari tempat duduknya yang juga diikuti Minrin dengan lemah.

Ya tentu saja Kyuhyun tahu sesuatu yang tidak diketahui Hyukjae. Minrin menggumam pelan namun tak berusaha menyela ucapan Hyukjae.

***

Cho Kyuhyun tentu saja sudah menyelidiki sesuatu melalui jaringannya. Pria itu menggunakan kemampuan hackernya yang sangat mengagumkan untuk menembus pertahanan jaringan kepolisian dan mencuri informasi di sana. Video saat Ryeowook diinterograsi, itulah yang dicarinya. Mungkin saja ia bisa menemukan petunjuk di sana.

Ya, dia sudah bersikap gegabah sebelumnya dan tak banyak berpikir panjang saat menerima perintah G.I.O. Tapi tidak mungkin Ryeowook juga bertindak gegabah seperti sekarang ini dengan menyerahkan dirinya sebagai pembunuh. Mengingat bagaimana Ryeowook bertindak selama ini yang selalu memperhitungkan semua kemungkinanya. Pria itu tidak akan sebodoh ini kecuali sesuatu yang akhirnya memaksanya. Seperti itulah Kim Ryeowook yang dikenal Kyuhyun.

Hyukjae dan Minrin kembali saat Kyuhyun sedang mempelajari video yang baru saja di dapatkannya.

“Bagaimana kau bisa berpikir kalau Minrin dalam bahaya?” Hyukjae bertanya sambil melemparkan jarum berisi cairan yang tadi digunakan pria asing ke atas meja Kyuhyun.

“Aku tidak tahu apa itu. Tapi dari baunya mirip arsen yang bisa membunuh.”

Kyuhyun mengamati benda itu lalu beralih pada Minrin yang menatapnya marah. “Kau mengenali orang yang menyerangmu?” tanyanya.

“Tidak. Aku tak tahu. Mereka bukan orang yang sering mengikuti Eunji, jika itu yang kau tanyakan,” jawabnya lalu menarik satu kursi kosong dan duduk di sana, mengamati Kyuhyun dan juga komputernya.

“Aku sedang mempelajarinya. Kurasa kau bisa melihatnya juga,” ujarnya kemudian lalu menyuruh Hyukjae dan Minrin melihat ke arah layar komputernya.

Video itu di ambil di ruang interograsi. Terlihat Ryeowook yang duduk dengan dua orang detektif yang mengajukan banyak pertanyaan padanya.

“Jadi, apa motif mu membunuh wanita itu? apa ada orang lain dibalik itu semua?”

“Ya. Ada seseorang tapi aku tidak tahu siapa. Aku hanya menerima perintah dari pesan yang mereka kirimkan.” Ryeowook menjawabnya dengan tenang.

“Kau tidak pernah melihat orang itu?”

“Ya. Aku tidak tahu siapa dia.”

“Apa kau bekerja sendiri? Atau ada rekan lain yang membantumu?” detektif berkacamata yang tadinya diam dan mendengarkan akhirnya mengajuka pertanyaan. Kedua matanya menatap curiga.

“Dia detektif yang selalu mengejar kita,” ujar Kyuhyun masih dengan terus memperhatikan video tersebut.

Hyukjae mengangguk membenarkan. Dia juga pernah melihat detektif itu sebelumnya. Dan Minrin tentu saja hafal dengan wajah sang detektif. Puluhan kali ia dan Ryeowook bermain kejar-kejaran dengan detektif itu.

“Dia berada di sana saat Yenmei terbunuh,” ujar Minrin. Ia ingat saat itu ada mobil mencurigakan di depan mobilnya saat Ryeowook masuk. “Mungkin saja dia melihat Ryeowook masuk ke dalam restoran jepang. Jika seperti itu, apa yang dikatakan Ryeowook akan menjadi sebuah kebenaran untuk mereka.”

“Ya, aku bekerja sendiri.” Ryeowook menjawab.

“Aku melihatmu keluar dari sebuah mobil saat di restoran itu. Lalu setelah itu mobil itu pergi. Sudah pasti ada yang mengendarainya. Siapa dia? Rekanmu dalam kelompok?” tanya detektif itu yang seakan menunjuk bahwa Ryeowook adalah salah satu si pesuruh gelap yang selama ini diiincar pihak berwajib.

Ryeowook mengangkat wajahnya, melihat ke arah kamera. Seakan menyadari jika video yang merekam dirinya ini akan dilihat oleh ketiga temannya.

“Orang itu hanyalah seorang sopir bayaran. Dan jika yang kau maksud adalah kelompok ilegal yang menerima perintah dari orang-orang tertentu, kurasa kau sudah salah. Aku memang pernah berada dalam kelompok itu tapi aku sudah lama tidak bekerja bersama mereka lagi.”

“Kenapa dia mengatakan hal itu?” Hyukjae bertanya tak paham.

“Dia sedang berusaha menyelamatkan kita. Sudah pasti dia berusaha membuat kita tak terlibat,” jawab Kyuhyun setelah berulang kali memikirkan alasannya. Benar, Ryeowook tak sebodoh itu. Jika begitu, sudah pasti ada orang lain yang memaksanya.

Perusahaan global G.I.O

“Kenapa kau menyerahkan dirimu? Jika kau melakukan hal ini, kau benar-benar akan sulit untuk bebas.”

“Karena aku menyadari kesalahanku. Dan agar tidak membuat kesalahan lain yang sama serta membahayakan orang lain lagi, aku melakukan hal ini. Mereka bisa terancam. Karena itu aku melakukannya.”

Minrin mengernyitkan dahinya begitu juga Hyukjae tapi Kyuhyun masih bersikap tenang sambil memperhatikan layar kompter.

“Dia berusaha menyelamatkan kita. Sepertinya G.I.O yang telah memaksanya untuk menyerahkan diri. G.I.O menginginkan Eunji, dan kalian tahu bahwa yang memberi kita tugas mengamankan Yenmei adalah mereka. Mereka ingin mengendalikan kita untuk menyerahkan Eunji dengan menjebak Ryeowook.”

“Pria yang menyerangku juga suruhan mereka?” Minrin menolehkan kepalanya sambil meremas kedua tangannya, menahan amarah. Kyuhyun mengangguk lagi.

“Jadi, kita harus memikirkan cara untuk melepaskan diri.”

“Aku menolak jika caranya dengan menyerahkan Eunji. Itu sama saja kita mengingkari perjanjian kita pada Presiden.” Kyuhyun menoleh pada Hyukjae yang baru saja menyela pembicaraannya.

“Bagiku lebih baik menyerahkan gadis itu daripada melihat Ryeowook di dalam penjara seumur hidup,” sahut Minrin tak kalah serius.

“Dan membiarkannya dibunuh?” Hyukjae menyela lagi tidak terima. “Tidak, aku tidak akan membiarkannya.”

“Lalu kau ingin Ryeowook tetap di penjara?” Minrin sudah nyaris berteriak.

Kyuhun diam, memperhatikan kedua temannya itu sambil menghela nafasnya. G.I.O  benar-benar sudah menghancurkan kelompoknya, dan mungkin juga persahabatannya.

***

CUT

Semoga masih ingat cerita ini ya, kalau lupa boleh dicek lagi part sebelumnya, hehehe….

Well, I’m trying so hard to continue The Horde, The Wedding and Secret Guard. So, sampai jumpa lagi. Udah itu aja, saya tidak tahu harus ngomong apa lagi. ^^

 

Advertisements

4 thoughts on “The Horde [5. They Want to Destroy Us]

  1. Yessss akhirnya ada update-an lagi..
    Sebenernya sedikit lupa sih sama ceritanya, jadi harus baca dari awal lagi..
    Gomawo eonn karena masih melanjutkan menulis ff.. keep writing ya eon💪💪😇

  2. Finally update lagi 😊 kangen banget sama ff Ryeomin, dan entah kenapa kayak nya singkat banget ya wkwk cepet banget nemu tulisan tbc nya.. semangat ya.. ditunggu the wedding, the horde sm secret guard nya ☺

  3. Horee akhirnya diupdate lagi walaupun agak lupa lupa inget😂 tapi pas sambil baca mulai inget lagi sama part sebelumnya. Ditunggu yaaa next ff apalagi secret guard udah setahun aja sejak part terakhir😢

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s