Airport

tumblr_mnkhqik5nw1rs8w78o1_500

Title : Airport  | Cast : Ryeowook, Minrin

***

Kata orang bandara itu bisa menjadi sebagai tempat perjumpaan sekaligus perpisahan. Minrin bukan orang yang sering datang ke tempat ini. Jadi, sebenarnya dia tidak terlalu paham apa maksudnya. Tapi saat ini dia tahu dengan pasti akan menjadi tempat seperti apakah bandara untuknya. Sebuah perpisahan.

Lima belas menit berlalu sejak dia dan Ryeowook duduk di kursi tunggu. Tidak ada percakapan yang terjadi di antara keduanya. Mereka hanya duduk berdekatan dengan tangan yang saling terpaut. Genggaman tangan yang Minrin artikan sebagai bentuk usaha untuk menenangkan hatinya yang mendadak tidak karuan. Dia tahu semakin lama dia menggenggam tangan laki-laki ini, semakin berat pula dia akan melepaskannya. Tapi biarlah seperti ini, sampai detik terakhir sebelum Ryeowook pergi meninggalkannya.

Beberapa orang berlalu lalang di depan mereka. Rombongan orang baru saja keluar dari terminal. Sebuah pemandangan menarik perhatian Minrin setelah itu. Seorang wanita yang baru saja tiba terlihat berjalan cepat lalu mendapat pelukan selamat datang dari seorang laki-laki yang Minrin asumsikan sebagai kekasihnya. Itu mungkin yang dimaksud sebagai bandara adalah tempat perjumpaan.

Minrin ikut tersenyum secara tidak sengaja melihat pemandangan itu lalu diikuti remasan yang semakin kuat di tangannya. Dia menoleh dan mendapati Ryeowook juga sedang melihat perjumpaan sepasang kekasih tadi. Entah apa yang laki-laki di sampingnya ini pikirkan. Mungkin hatinya juga sama kacaunya dengan miliknya.

“Aku tidak ingin membuat hari ini terlihat menyedihkan untuk kita berdua,” katanya kemudian. Minrin sekali lagi mengulas senyum tipisnya. Dia meletakkan tangan satunya di atas punggung tangan Ryeowook yang masih menggenggam tangannya.

“Aku juga tidak mau terlihat menyedihkan.” Minrin menjawab pelan.

Keduanya kembali diam setelah itu. Tidak ada percakapan apapun sampai sepuluh menit kemudian. Waktu mereka sudah habis dan Ryeowook harus segera masuk. Minrin ikut berdiri saat Ryeowook baru saja akan pergi. Rasanya begitu berat melepaskan genggaman tangan itu. Kepalanya menunduk lalu menarik nafasnya perlahan.

“Kenapa?” Minrin tidak menjawab, kepalanya masih menunduk. Tidak punya cukup keberanian untuk melihat wajah Ryeowook. Dia khawatir akan menumpahkan air matanya. Jadi dia memilih terus menunduk.

“Aku akan baik-baik saja. Dan…. Kau sendiri bilang akan baik-baik saja bukan?”

“Aku pikir begitu.” Minrin menarik lagi nafasnya lalu mengangkat kepalanya. Kedua matanya sudah berkaca.

Pemandangan yang tidak pernah disangka Ryeowook. Minrin jarang menunjukkan air matanya. Jadi ini benar-benar membuat hatinya seperti diremas kuat. Tangannya dengan cepat terulur menarik kepala Minrn dan memeluknya.

“Aku pasti akan kembali. Jadi, bisakah kau tetap baik-baik saja sampai aku kembali?” Ryeowook mempererat pelukan itu dan pertahanan Minrin baru saja runtuh. Gadis itu terisak kecil, menenggelamkan wajahnya di pundak Ryeowook lalu mengangguk kecil.

Dia melepaskan pelukan itu, memegangi ujung jaket yang dikenakan Ryeowook dan menatapnya. “Seharusnya aku tidak membuat hari ini terlihat menyedihkan.”

Ryeowook tidak mengatakan apapun dan hanya menjulurkan jarinya untuk menghapus air mata Minrin yang tidak lagi terbendung. Terakhir laki-laki itu mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir Minrin lembut.

“Aku pergi,” katanya. Ryeowook mundur satu langkah, memberi ruang untuk Minrin dan memperhatikanna sejenak. Lalu setelah merasa gadis itu akan baik-baik saja, dia pun berbalik dan berjalan menjauh.

Minrin masih memperhatikannya, bahkan sampai Ryeowook tidak lagi terlihat di depannya. Gadis itu masih berdiri di sana, mencengkeram kuat tali tasnya sembari menguasai diri agar tidak menangis. Dia pikir akan baik-baik saja tapi perpisahannya dengan laki-laki itu ternyata berdampak sangat buruk untuknya.

Dia menarik nafasnya sekali lagi, kali ini lebih panjang. Kedua matanya masih terasa berair, tapi tidak terlalu menghalanginya untuk memperhatikan suasanya sekitarnya. Suasana bandara, tempat yang orang bilang sebagai tempat perjumpaan dan perpisahaan. Dia berpisah dengan laki-laki itu di sini. Jadi, nanti tempat ini mungkin juga akan menjadi tempat perjumpaannya dengan laki-laki itu, Kim Ryeowook.

****

Long time no post… rasanya kangen juga kembali ke blog dan menulis. Itu tulisan yang sebenarnya mau aku post saat Ryeowook mulai wamil tapi nggak sempet dan baru sempet di post sekarang.

Lama nggak nulis dan rasanya agak kaku, jadi sebenarnya aku masih merasa aneh dengan tulisanku itu. Tapi karena sudah sangat lama nggk posting, jadi alhasil tulisan itu aku post. Maaf kalau tidak suka.

Sebenarnya aku punya beberapa cerita yang pengen aku post termasuk kelanjutan ff yg dulu, tapi karena aku masih ngerasa tulisanku kaku banget setelah nggk nulis sekian lama, jadi masih berulang kali dibaca ulang diedit ulang lagi dan lagi… Aku akan share kalau sudah selesai.

Termakasih untuk kalian yang masih nunggu tulisanku dan bersedia baca tulisanku lagi. Sampai jumpa lagi… 🙂

 

 

 

Advertisements

4 thoughts on “Airport

  1. Akhirnya eonnie muncul juga setelah sekian lama.. apakah masih terkena writer block?? Semoga aja udah nggak..😇😇
    Ditunggu kelanjutan secret guard, the wedding, the horde, dan ryeomin story yaa eonn…
    Keep writing yaa eon.. fighting💪💪

  2. Ahhhh Wook belum juga sebulan udah kangen
    Dan q jga dah kangen banget ma ryeomin ff
    Ayo dong update ryeomin
    Btw makasih masih menulis ff Wook

  3. Akhirnya baca ff eonni author lagi… Setelah sekian lama.. Aaaaa kangen sama ryeomin, sama authornya juga 🙂 ditunggu ya eonni author next ffnya 😘😄

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s