(Ryeomin Story) One Step Forward

jhyy

Title : One Step Forward | Cast : Shin Minrin, Kim Ryeowook

***

Minrin berbicara tentang karir dan kehidupannya sebagai model dan designer. Dalam sebuah wawancara terbaru dengan Elle, gadis cantik yang kini lebih banyak menghabiskan waktunya mengurusi anak perusahaan milik ayahnya yang bergerak di bidang fashion ini menceritakan secara terbuka tentang kehidupannya termasuk karirnya, ambisinya dan kehidupan pribadinya.

K : Lama tidak berjumpa dengan Anda dan bahkan bisa dibilang Anda menjadi sangat jarang tampil di depan publik beberapa tahun terakhir, Apa yang sebenarnya Anda lakukan dan bagaimana aktivitas Anda, aku yakin banyak yang ingin tahu.

Mr : Ya, Hallo semuanya aku Shin Minrin, lama tidak berjumpa. Sejak tidak aktif bersama grup aku memilih untuk melanjutkan sekolah, dan di sela-sela itu aku membantu ayahku di perusahaannya. Ya, bisa kubilang masih sama sibuknya tapi aku sangat menikmatinya.  Aku punya banyak waktu pergi bersama teman-temanku, kami terkadang pergi jalan-jalan dan aku sangat senang. Rasanya seperti menjadi diriku sendiri.

K : Bisa dibilang sekarang Anda lebih bekerja di balik layar. Apakah memang itu keinginan Anda? Aku yakin banyak yang merindukan penampilan Anda di atas panggung.

Mr : Aku tidak pernah menyangka bisa debut sebagai member group dBrinds dan menjadi seorang penyanyi. Meskipun jika boleh jujur, aku tidak pernah bermimpi untuk menjadi penyanyi tapi rasanya benar-benar luar biasa dan aku sangat bersyukur. Aku ingin bisa tampil lagi dan menyapa semua orang bersama teman-temanku tapi kurasa sekarang ini kami berada pada  titik di mana kami diperbolehkan untuk memilih apa yang ingin kami lakukan. Meskipun tidak tampil bersama, tapi kami berusaha untuk selalu menyapa dan menghibur penggemar karena itu ada anggota kami yang akhirnya debut solo, ada yang menjadi mc, ada pula yang bermain musical dan teater dan kalian juga bisa melihat anggota kami di beberapa drama. Dan bagianku… (tertawa) kurasa aku tidak terlalu punya keahlihan khusus untuk menghibur, jadi aku memilih menjadi seorang model dan designer.

K : Aku dengar Anda tidak mengambil sekolah khusus yang berkaitan dengan fashion dan ini sangat menarik sekali karena Anda dikenal sebagai pribadi yang teratur. Bisa Anda ceritakan kenapa model dan designer menjadi pilihan Anda sekarang ini?

Mr : Ya, aku mengambil sekolah di kedokteran saat kuliah. Dan kurasa akan banyak yang menuduhku aneh karena mengungkapkan hal ini (tertawa). Ayahku juga mempertanyakannya, teman-temanku dekatku juga begitu. Aku tidak tahu, aku hanya berpikir aku ingin menyelamatkan orang-orang, lalu begitulah aku mengambil jurusan itu. Dan siapa yang menyangka aku diterima. Aku berpikir kalau aku terlalu banyak diberikan keberuntungan. Tapi karena aku sudah lebih lama di dunia fashion, model dan hiburan dibandingkan di dunia kesehatan sendiri, aku merasa sangat nyaman dengan diriku sekarang tanpa kusadari. Lalu ketika ayahku menawarkan pekerjaan untuk mengurus brand fashion perusahaannya di New York, aku mengambilnya. Dan meskipun sekarang aku lebih banyak bekerja di luar ilmu yang kupelajari, aku ingin tetap mengaplikasikan apa yang ku dapat dibangku kuliah. Karena itu, aku akan melanjutkan sekolahku. Aku sedang mencoba untuk meraih apa yang kuinginkan sekarang ini. Melakukan sesuatu yang ingin kulakukan dan membuatku nyaman. Menjadi seorang dokter kecantikan mungkin tidak terlalu buruk. Aku banyak melihat acara mengenai kecantikan di televisi yang mengundang dokter kecantikan untuk menjadi narasumber dan akhir-akhir ini aku ingin melakukan hal itu juga. Jadi, mungkin di lain kesempatan kalian akan melihatku di televisi sebagai seorang dokter kecantikan.

K : Memiliki wajah cantik, sangat mengetahui tentang dunia fashion dan kesehatan. Aku rasa Anda akan menjadi seseorang yang sangat sukses di bidang itu nantinya. Dan impian Anda yang baru saja Anda ungkapkan, aku dan semua orang berharap bisa segera melihat Shin Minrin yang baru. Kami akan menunggunya.

Mr : Terimakasih. Meskipun aku masih banyak kekurangan tapi aku benar-benar ingin melakukannya. Jadi, mohon berikan dukungan kalian. Aku akan kembali ke layar televisi sebagai aku yang baru.

K : Selama ini tidak banyak yang tahu tentang kehidupan pribadi Anda. Bisa dibilang Anda termasuk orang yang sangat tertutup. Bahkan masyarakat baru mengetahui fakta jika Anda termasuk salah satu puteri dari keluarga konglomerat saat Anda mengumumkan untuk istirahat dari dunia hiburan dan pergi ke Amerika. Apa memang seperti inilah Anda?

Mr : Hmm…. Aku tidak yakin soal itu. Aku sebenarnya orang yang banyak bicara terutama jika bersama orang-orang yang membuatku nyaman. Seseorang mengatakan padaku kalau aku terlihat pendiam, tidak bisa berbaur dan sedikit menakutkan saat pertama kali bertemu denganku, tapi setelah dia mengenalku dia mengatakan kalau aku orang yang menyenangkan (tertawa) yah, kupikir kalimat yang menyuruh kita untuk tidak menilai orang dari penampilan luar memang benar. Akan sangat lebih baik jika kau menilai seseorang secara keseluruhan setelah kau benar-benar mengenalnya, bukankah begitu?

K : Ya, benar sekali. Aku yakin Anda pasti punya banyak teman baik dilingkungan selebritis maupun di luar itu. Bagaimana kehidupan social Anda bersama teman-teman? Kurasa banyak orang yang menunggu untuk mendengar langsung tentang kehidupan pribadi seorang Shin Minrin, mengingat Anda sangat jarang menunjukkannya di depan publik.

Mr : Aku tidak menggunakan SNS karena itu aku jarang menunjukkannya pada kalian. Hmm… aku punya teman-teman yang luar biasa. Aku berteman dengan Jessica eonnie. Aku tidak pernah menunjukkannya tapi kami sering pergi bersama. Kupikir karena kami sama-sama merambah dunia fashion sekarang ini. Kami bertemu di beberapa event dan sebelumnya pun aku sering menyapanya di belakang panggung saat kami tampil di acara yang sama. Aku senang bisa bertukar pikiran dengannya. Dia sangat menyenangkan dan sunbe yang kuhormati.

K : Kudengar Anda juga berteman baik dengan Eunhyuk Super Junior. Bagaimana kalian bisa cocok dan dekat? Banyak yang mengira jika kalian berkencan.

Mr : (tertawa) Eunhyuk-ssi adalah sahabatku sejak kecil. Tidak banyak yang tahu tapi aku sudah mengenalnya dengan sangat baik bahkan sebelum dia debut. Kami berasal dari daerah yang sama dan saat itu umurku 10 tahun saat pertama kali bertemu dengannya. Dia yang mengajariku banyak hal. Dibandingkan menjadi seorang kekasih aku lebih senang dia menjadi kakakku. Karena aku anak pertama, aku selalu iri melihat teman-temanku yang punya kakak dan kehadiran Eunhyuk-ssi mengisi posisi kakak dalam diriku.

K : Seorang kakak? Kalau begitu tipe laki-laki seperti apa yang Anda inginkan sebagai kekasih?

Mr : (berpikir) Hmm…, aku tidak tahu. Saat aku menonton dramanya Song Jongki, aku ingin punya pacar sepertinya. Dia sangat tampan, bukan? aku sangat mengidolakannya(tertawa). Jika diminta memilih tipe laki-laki yang kuinginkan, jujur saja aku akan bingung, karena tipe laki-laki yang aku sukai selalu berubah-ubah.. Aku lebih suka laki-laki yang lebih tua, 4 tahun lebih tua dariku. Aku menyukai laki-laki yang memperhatikanku, yang menegurku jika aku berbuat salah, yang tidak perlu berbohong jika memang merindukanku dan orang yang akan mengajakku diskusi jika kami punya masalah. Hmm… dia juga harus bisa memasak. Ah dan akan lebih menyenangkan jika kami punya hobi yang sama. Tapi terkadang tipe ideal tidak akan lagi dipikirkan beberapa orang begitu bertemu dengan seseorang yang terlanjur dicintainya. Apapun dalam diri orang yang kau cintai akan kau terima begitu saja dan kau tidak mau mempermasalahkannya. Aku rasa aku juga orang yang seperti itu.

K  : Apa sudah ada seseorang seperti itu di samping Anda sekarang ini?

Mr : (tersenyum) Aku tidak yakin. Ada seseorang yang masuk dalam kriteria itu. Tapi mungkin dia juga punya kelemahan. Aku tidak tahu apa dia mau dijadikan kekasih. (tertawa). Aku akan memberitahu kalian jika ada orang seperti itu di sampingku.

K : Baiklah, kami menunggu berita bahagia dari Anda. Terakhir, apa yang ada dipikiran Anda tentang musim semi?

Mr : Musim semi adalah hari yang bahagia. Karena itu yang kurasakan setiap kali musim semi tiba. Meskipun aku lebih suka musim gugur, tapi aku yakin musim semi lebih banyak memberikan kebahagian untuk semua orang. Jadi musim semi adalah hari yang bahagia.

Cantik, berbakat, dan juga pintar. Ketiga kata itu sepertinya sangat cocok diberikan pada Minrin. Banyak hal yang ingin dilakukan dan dia selalu tertantang untuk mencoba sesuatu yang bahkan tidak diinginkannya sebelumnya. Seperti halnya musim semi yang membawa kebahagiaan, Minrin berusaha untuk selalu membawa musim semi untuk setiap orang di sekitarnya. Begitulah kepribadian yang terlihat darinya.

Ryeowook meletakkan majalah di tangannya lalu menolehkan kepalanya ke samping. “Aku tidak tahu kau mau diwawancara. Kapan kau melakukannya?”

“Dua bulan yang lalu. Mereka bilang untuk edisi musim semi.”

“Musim semi adalah hari yang bahagia? Kau tidak sedang memberi mereka clue secara sengaja, kan?”

Ia baru saja selesai membaca artikel khusus tentang Minrin di majalah Elle edisi Maret. Diperhatikannya Minrin yang duduk sejak tadi di sampingnya. Senyumnya tertahan ketika bibir gadis itu sedikit mengerucut sebal.

“Jadi seperti itu tipe laki-laki yang kau sukai? Aku pikir kau akan mendiskripsikan tentangku.”

“Pertama, aku tidak memberi clue. Hmm… ya terserah lah mereka mau menganggapnya bagaimana. Kedua, apa kau ingin aku mengatakan bawah salah satu teman sahabat terbaikku adalah pacarku, begitu?”

Ryeowook tertawa seketika itu. “Tidak, tentu saja tidak. Aku yakin mereka akan semakin bertanya-tanya. Fakta bahwa kau bersahabat baik dengan Eunhyuk Super Junior sudah cukup membuat mereka terkejut.”

“Ya, aku tahu. Dan tentang Jessica eonnie, seharusnya aku tidak menyebut namanya.” Minrin mendesah lemah. Satu bagian kecil yang sedikit membuatnya tak senang. Karena setelah ini akan banyak yang menyangkut pautkan nama mereka berdua, terutama jika berbicara tentang bisnis fashion yang dikelola seorang idol.

“Aku bahkan tidak tahu kau berteman baik dengan Jessica. Apa itu benar? Kau tidak sedang mencoba menggunakan namanya, kan?”

Yaa, kau pikir aku orang seperti itu? Tentu saja tidak. Karena itulah aku bilang seharusnya aku tidak menyebut namanya. Lagipula, hubunganku dan Jessica eonnie tidak seperti Tiffany dan Bora yang sudah dikenal sebagai pasangan sahabat. Mereka pasti berpikir aku memanfaatkannya.”

Ryeowook tersenyum maklum dengan kekhawatiran itu. Karena sosok Shin Minrin yang dikenal banyak orang adalah pribadi yang pendiam yang kehidupannya jarang terekpose orang lain. Bisa dibilang dia juga jarang terkena skandal yang aneh-aneh. Ia bahkan masih tidak percaya Minrin setuju melakukan wawancara itu dan menceritakan secara terbuka tentang dirinya.

“Kau benar-benar hidup dengan banyak kekhawatiran.”

“Ya, dan semakin banyak saat aku jadi kekasihmu. Tidakkah kau merasa kasihan padaku, ha?” Kepalanya menggeleng-geleng sembari mendecakkan lidahnya, membuat Ryeowook hanya bisa terkekeh pelan melihatnya.

“Maaf tapi kurasa sebentar lagi aku harus menambah daftar kekhawatiranmu.” Laki-laki tersenyum kalem yang sekali lagi membuat Minrin mendecakkan lidahnya.

“Ah… benar, soal itu. Jadi apa rencanamu? Aku benar-benar tidak ingin hubungan percintaanku menjadi konsumsi publik saat aku masih terkena skandal perseteruan dengan seorang fans. Ya Tuhan ini sudah tiga minggu tapi mereka masih saja membicarakannya.”

“Yang perlu kau lakukan adalah menjadi gadis baik dan mereka akan melihat image Shin Minrin yang baik pula.” Ryeowook mengacak pelan puncak kepala Minrin tapi tidak benar-benar menghentikkan decakan lidah gadis itu sejak tadi. Ia mendesah lagi, menghela nafasnya keras berulang kali pertanda bahwa semua yang terjadi akhir-akhir ini memang membuatnya frustasi.

Bukan hanya rumor tentang dirinya yang bertengkar dengan seorang fans yang masih jadi perbincangan hangat tapi juga berita pernikahannya yang dirilis perusahaan ayahnya dua minggu lalu yang justru sedikit memperparah keadaan. Dan jika saja ia bisa melompati hari-hari di depan sana, ia akan dengan senang hati melakukannya.

“Beritahu aku, apa yang akan kau lakukan? Jangan katakan kau ingin mengumumkannya saat konser solomu. Itu benar-benar bukan ide yang bagus. Aku tidak ingin dibunuh di tempat itu, jadi hilangkan pikiran seperti itu.”

Ryeowook tertawa pelan, gemas sendiri melihat tingkah gadisnya yang sedikit agak uring-uringan itu. Tawanya berhenti sesaat setelah itu digantikan ekspresi serius di wajahnya. Ekspresi yang tidak ingin bercanda dan Minrin cukup sadar diri jika saatnya mungkin sudah tiba untuk mereka.

“Akan ada pernyataan resmi nanti. Bersiap saja.”

“Kau yang akan melakukannya sendiri?”

Ryeowook menggeleng. “Tidak secara langsung, tapi aku akan meyakinkan fansku,” ucapnya.

Minrin mendesah lagi dengan sedikit lega. Ia memejamkan matanya perlahan, dan sepasang tangan sudah memeluknya dari samping. “Aku mengerti. Lalu bagaimana dengan wajib militermu? Kapan kau akan pergi? Aku tidak mau jika aku tahu dari berita, kau harus memberitahuku langsung,” katanya sambil menyenderkan dagunya di pundak Ryeowook, memiringkan kepalanya sedikit ke sampingnya dan membalas pelukan itu.

“Seharusnya bulan februari.”

“Aku tidak bertanya kapan kau seharusnya pegi. Katakan saja padaku kapan kau mulai menjalani pelatihan?”

Ryeowook tersenyum samar. “Minggu kedua di bulan Juni,” ucapnya perlahan. Detik itu juga, rasanya sedikit kosong untuk Minrin.

“Hmm… benarkah? Kurasa kita akan melewatkan ulang tahunmu kalau begitu.” Ia bergumam pelan, menyembunyikan rasa aneh yang tiba-tiba menyergapnya. Ia tahu dengan pasti perasaan apa itu. Yang tidak dimengertinya adalah, ia yakin sudah menyiapkan dirinya dengan sangat baik berbulan-bulan ini, tapi tetap saja perasaan aneh itu menyergapnya tanpa permisi.

“Kita juga akan melewatkan perjalanan bulan madu kita ke Swizterland.” Ryeowook menambahkan, membuat Minrin tersenyum.

Dan semakin dipikirkan, saatnya memang akan tiba untuk Minrin menerima kenyataan 21 bulan tanpa Ryeowook di depan matanya.

Pelukan itu terlepas saat Minrin dengan cepat menarik tubuhnya untuk bisa menatap wajah kekasihnya itu. “Tidak masalah. Kita bisa liburan ke Jeju atau Nami atau Busan sebelum kau pergi.”

“Apa kau baik-baik saja?” tanya Ryeowook kemudian, mengabaikan dengan sengaja ucapan Minrin barusan. Tangannya bergerak menyentuh pundak gadis itu, mempertahankan keadaan itu untuk sementara agar bisa menatap penuh ke dalam kedua mata yang sedang menyembunyikan sesuatu itu. “Katakan padaku, apa yang kau pikirkan sekarang?”

“Aku tidak tahu.” Ia menggeleng pelan lalu tersenyum lagi.

“Benar begitu? Kau tidak sedih?”

Sekali lagi ia menggeleng. “Kau ingin aku menangis dan kau memelukku?” tukasnya cepat

“Tidak. Aku percaya kau baik-baik saja.” Ryeowook ikut tersenyum. Ia mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir gadis itu cepat.

Senyum jahil tiba-tiba menghiasi bibir gadis itu. “Karena Jongki oppa sudah kembali dari militer, aku yakin aku tidak akan kesepian,” katanya sambil terkekeh puas. Sebaliknya Ryeowook langsung berwajah masam begitu mendengar lagi nama pria favourit Minrin setelah sekian lama.

“O.. ho…, kau menyebut namanya lagi. Ah… benar, tipe laki-laki idealmu… Song Jongki.” Ryeowook berdecak kesal dan tingkahnya itu justru membuat Minrin menahan senyumnya sekuat tenaga. “Seharusnya aku pergi sejak dua tahun yang lalu, jadi aku tidak perlu memikirkan apa yang kau lakukan dengan Song Jongki selama kutinggal.”

Tawanya lepas begitu saja. Menyenangkan bisa menggoda Ryeowook seperti ini. Begini lebih baik, jadi ia tidak perlu susah payah menahan perasaan kosong itu. “Kau melupakan sesuatu. Aku bilang, aku tidak memikirkan tipe ideal lagi ketika bertemu orang yang kucintai,” katanya dengan serius.

Ryeowook menoleh lagi ke arahnya, berpura-pura heran tapi senyum tertahan di bibirnya tidak bisa disembunyikannya lagi. “Berhenti mengatakan kata-kata manis. Aku tidak terbiasa mendengarnya darimu,” katanya dengan serius, seakan-akan ia memang tidak suka mendengarnya.

“Aku baru saja merayumu dan wah… kau bahkan tidak menghargai usahaku.”

Ryeowook terkekeh pelan melihat Minrin yang kembali memasang wajahnya yang kesal. Gadis itu menggemaskan. Dan sepertinya Ryeowook akan sangat merindukan Minrin yang bersikap frontal dan menggemaskan seperti ini. “Aku tersanjung mendengarnya,” sahutnya kemudian dengan tangan kanan menarik tengkuk gadis itu lalu menciumnya lembut. Gerakan yang dilakukan Minrin selanjutnya adalah tidak mau menjadi pihak yang menerima, karena itu ia pun mengalungkan lengannya di leher pria itu, memeluknya dan ikut menggerakan bibirnya.

Beberapa saat berlalu sebelum akhirnya keduanya memutuskan untuk menyudahi ciuman itu. Minrin menatapnya dengan sorot mata yang tidak bisa lagi disembunyikan bahwa kenyataan 21 bulan tanpa Ryeowook akan segera tiba sedikit mempengaruhinya. Ia berusaha tersenyum.

“Aku tidak apa-apa. Jangan mengkhawatirkanku. Khawatirkan saja dirimu sendiri. Kau harus baik-baik saja, aku tahu kau bisa melaluinya. Jika kau merindukanku, pandangi saja fotoku, aku akan memberimu fotoku yang paling cantik. Jika kau kesepian, kau bisa menghibur dirimu dengan melihat langit. Itu bisa menyadarkanmu kalau kau masih di bawah langit yang sama denganku dan yang lainnya. Kau bukan berada di negeri asing atau planet lain. Jika kau merasa tidak sanggup, jadilah kuat dan jangan menangis. Percayalah pada kemampuanmu. Kau bisa melakukan banyak hal selama ini, jadi kau juga harus percaya kau bisa melakukan hal lainnya. Apa kau bisa berjanji padaku?”

Ryeowook mengulas senyum tulusnya. “Kau mengatakannya seakan aku tidak akan sanggup melalui 21 bulan itu.”

“Hanya memberimu semangat. Jadi, bisakah kau berjanji padaku?”

“Aku berjanji padamu,” ucapnya.

***

CUT

Satu langkah ke depan menuju public relationship, satu langkah ke depan menuju hari tanpa Ryeowook. Well, lama tidak berjumpa. Maaf baru bisa update lagi hehe 🙂

Gara-gara aku pernah buat Ryeowook bilang pengen mengumumkan sendiri pernikahannya pada fansnya, sekarang aku sendiri yang bingung mau dibuat cerita bagaimana biar mereka nggk kucing-kucingan sama wartawan lagi. Fiuuh….

Tapi aku benar-benar berterimakasih untuk kalian yang sudah menyumbangkan ide lewat komentar di fanpage. Thank you… ^^

Okelah, tunggu saja apa yang akan dilakukan Ryeowook di cerita selanjutnya.

Advertisements

7 thoughts on “(Ryeomin Story) One Step Forward

  1. Hahhh di poster na minrin cantik banget
    Sepertinya demam dots jongki oppa melanda semua..,..
    Ryeowook ahhhh
    Ahhhh glau gk liat wook yg + imut 2 th
    Ditunggu the wedding
    Makin penasaran lnjut y ryeomin na

    • Haha… jongki oppa adalah pria favourit sejak dulu bagi saya dan juga Minrin. 😀
      2 th tanpa Ryeowook, apapun harus dilewati..
      siip, terimakasih

  2. “Jika kau merasa tidak sanggup, jadilah kuat dan jangan menangis. Percayalah pada kemampuanmu. Kau bisa melakukan banyak hal selama ini, jadi kau juga harus percaya kau bisa melakukan hal lainnya. ”

    Bnyak temen ku gg percaya ryeowook masuk wamil di bagian tentara aktif, susah bnget buat ngeyakinin merek,, kalo ryeowook pasti bisa kok menjalaninya,
    Aku percaya kok ryeowook pasti bisa 😊😊

    • Aku juga salah satu yang percaya dia bisa melewatinya.
      Seberat apapun, dia pasti dan harus melewatinya. Oppa nggak selemah itu kok… keke
      let’s wait him… 🙂

  3. Aku baper kalau udah denger ada kata wamil😂😂😁
    aku masih belum rela kalau ryeong bakal wamil jadi tentara aktif.

  4. wamil ya… cepet deh berangkat wamil, jadi oppa baliknya juga cepet ㅋㅋㅋㅋ
    saya bingung mau komentar apa ㅎㅎㅎㅎㅎ
    masalah pernikahan memang masih sensitif bagi fans. meskipun fans juga berharap yg terbaik untuk 오빠들 tapi pastilah ada sakit hati sedikit. pelan-pelan saja…
    mmm~ mungkin waktunya yg terlalu mepet juga

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s