(Special Project) Hello

Hello

Title : Hello | Cast : Kim Ryeowook, Shin Minrin, Cho Kyuhyun | Genre : Romance | Length : Oneshoot (3661 words) | Rating : PG-15 | Author : Whin

You are beautiful,

more than the stars of the sky and this rose

***

Satu hal yang dibenci Ryeowook adalah diganggu saat sedang tidur nyenyak. Terutama saat ia jatuh tidur karena habis minum banyak seperti sekarang ini. Siapapun yang membangunkannya benar-benar keteraluan dan tanpa ampun sumpah serapah akan dilayangkannya. Cho Kyuhyun yang pagi itu mendapat jatah amukan Ryeowook.

Oh ya, sahabatnya itu memang keteraluan.

“Pergilah, kau benar-benar mengganggu,” erangnya kesal saat dilihatnya dari ekor matanya Kyuhyun sedang menarik kasar selimutnya.

Ryeowook melirik jam digital di mejanya, pukul dua siang. Lalu ia menatap Kyuhyun tidak terima, setelah lemparan bantal untuk mengusirnya tadi meleset dan berakhir di dekat lemari pakaiannya. Kedua matanya benar-benar terasa berat, kepalanya pusing karena alkohol yang semalam diteguknya sampai pagi bersama Kyuhyun. Dan sialnya makhluk satu itu sepertinya terlihat baik-baik saja meskipun berbotol botol diminumnya. Lihatlah bagaimana Kyuhyun memamerkan senyum lebarnya. Kesialan Ryeowook bertambah karena entah bagaimana caranya Kyuhyun bisa menerobos ke dalam kamarnya. Seingatnya ia tidak pernah membagi password apartementnya pada Kyuhyun dan ia juga masih bertanya-tanya bagaimana Kyuhyun bisa masuk ke dalam apartementnya.

Sialan.

“Aku tunggu di luar. Dan pakalilah sesuatu yang formal dan rapi. Kau akan menyesal jika tidak pergi,” katanya sambil memamerkan senyumannya yang terkadang harus Ryeowook akui sangat menyebalkan sebagai seorang sahabat.

Kyuhyun sudah keluar dari kamar itu, menyisakan Ryeowook yang terduduk di tempat tidurnya sembari mengacak rambutnya kesal. Jika saja semalam ia tidak mengajak Kyuhyun minum dan jika saja ia tidak bicara soal gadis yang baru saja menghancurkan harga dirinya serta perasaannya, sudah pasti pria itu tidak akan memaksanya untuk keluar hari ini. Ya, jika saja Ryeowook yang tengah mabuk tidak mengiyakan ajakan Kyuhyun untuk bertemu teman lamanya, sudah pasti ia masih bisa tidur dengan nyenyak sekarang ini.

“Kenapa kau harus mengajakku? Jika kau berusaha menjodohkanku dengannya, lupakan saja karena sampai sekarang aku belum tertarik pada gadis manapun.” Ryeowook berujar ketika dia keluar dan mendapati Kyuhyun melihat ke arahnya dengan senyum anehnya itu.

“Ayolah, jangan katakan kau masih memikirkan Lee Yeonhe.”

“Jangan bicarakan dia lagi.” Ryeowook langsung menyela cepat, lantas berjalan lebih dulu meninggalkan Kyuhyun yang terkekeh.

Karena pada dasarnya gadis bernama Lee Yeonhe itu yang membuat Ryeowook mabuk semalam. Gadis itu yang melukai harga dirinya dan juga perasaannya. Dan meskipun Ryeowook benar-benar membencinya sekarang, bukan berarti ia akan dengan mudah tertarik dengan gadis lain saat ini. Jadi, lebih baik Kyuhyun benar-benar tidak mencoba melakukan perjodohan lagi antara dirinya dan juga teman-teman wanitanya.

***

Memenuhi ajakan Kyuhyun benar-benar ide yang buruk. Ryeowook pikir ia hanya akan dibawa untuk bertemu satu teman lamanya bukan sekumpulan teman-teman lamanya. Acara ini bahkan terlihat seperti sebuah reuni SMA yang dihadirinya beberapa bulan lalu yang mempertemukannya dengan Lee Yeonhe. Sudahlah, lupakan saja tentang gadis itu.

Ia menoleh ke arah Kyuhyun yang berdiri di sampingnya yang sepertinya tengah sibuk menyapa teman-temannya melalui lambaian tangan. Demi Tuhan, sebenarnya apa yang dipikirkan Cho Kyuhyun ini dengan mengajaknya? Ryeowook bahkan tidak satu sekolah dengan Kyuhyun saat SMA dan ia jelas tidak mengenal satupun dari mereka. Dan dimana-diamana datang ke acara reuni biasanya membawa kekasih atau kalau sudah menikah ya isteri. Lalu apa? Kyuhyun sedang mencoba menjadikan dirinya pasangannya di acara reuni ini?

Sialan, kau Cho Kyuhyun!

“Kupikir hanya satu orang kenapa kau justru mengajakku ke acara reuni sekolahmu? Apa yang coba kau rencanakan, ha?” bisik Ryeowook saat mereka berdua duduk menghadap beberapa teman-teman Kyuhyun yang hanyut dalam pembicaraan.

“Tidak ada, hanya mencoba membantumu terhibur.” Kyuhyun menyahut santai. Dia tersenyum pada seorang gadis yang menyapanya. Sedangkan Ryeowook hanya mendengus mendengarnya.

Dilihat dari segi mana ajakan Kyuhyun ini bisa membantunya terhibur? Yang terjadi justru semakin membuat Ryeowook kesal. Bukan hanya karena ia merasa asing tapi acara reuni ini justru membuatnya mengingat Lee Yeonhe. Bagaimanapun hubungan keduanya dimulai dari acara reuni dan berakhir di acara serupa. Dan sekarang Kyuhyun ingin dia terhibur di acara reuni? Benar-benar tak berperasaan.

“Aku akan keluar. Beritahu aku kalau kau sudah selesai.” Ryeowook memutuskan.

“Setidaknya makan dan minumlah dulu. Atau kau ingin kukenalkan dengan salah satu dari mereka? Yang berambut pendek misalnya saja? Dia gadis populer saat SMA.” Kyuhyun menarik lengan Ryeowook cepat lalu lewat matanya dia menunjuk seorang gadis yang tengah mencuri-curi pandang ke arah mereka berdua.

“Tidak terimakasih.” Ryeowook menyahut pendek.

Sekilas, ia melihat gadis itu tersenyum ke arahnya sekarang. Tidak cantik, pikirnya. Lalu ia pun berniat melangkah pergi lagi tapi seseorang telah kembali menyahut menyuruhnya untuk duduk. Pada akhirnya ia hanya bisa mendesah lemah, tidak punya pilihan  lagi selain tetap duduk, karena setelah itu salah satu teman Kyuhyun yang namanya sudah dilupakan Ryeowook tiba-tiba mengajaknya bicara.

Pembicaraan seputar pekerjaan dan gadis yang sekarang dikencani. Kedua topic itu menjadi bahan bicara yang menarik di saat reuni. Dan Ryeowook baru saja terseret dalam pembicaraan itu meskipun dia sama sekali tidak tahu siapa pria di depannya yang kini tengah bicara padanya.

“Apa kau ingat Ran?” dia bertanya yang ditujukan pada Kyuhyun.  Ryeowook melirik sekilas pada sahabatnya itu yang entah bagaimana ekspresinya langsung berubah sedikit tegang.

“E-oh, aku ingat. Kudengar dia sudah bertunangan.” Jawaban yang diberikan Kyuhyun terdengar gugup. Ini pertama kalinya Ryeowook melihatnya seperti itu. Selama ini Cho Kyuhyun tidak pernah terlihat serius menjalin hubungan dengan seorang gadis. Seingat Ryeowook, sahabatnya itu juga tidak pernah menunjukkan ekspresi gugup saat ditanyai tentang seorang gadis seperti sekarang ini.

“Jadi, siapa itu Ran? Mantan kekasihmu?” tanyanya sambil terkekeh mengejek. Kyuhyun langsung mendelik kesal ke arahnya.

“Bukan. Hanya seseorang yang pernah kusukai.” Kyuhyun tentu saja langsung mengelaknya.

“Sepertinya bukan hanya pernah kau sukai tapi masih kau sukai.” Ryeowook melarat cepat saat melihat ekspresi Kyuhyun yang langsung berubah lagi. Lihatlah, seorang Cho Kyuhyun yang langsung berwajah tegang karena nama seorang gadis yang pernah singgah di hidupnya menjadi bahan pembicaraan.

“Cho Kyuhyun sepertinya memang belum melupakannya. Aku ingat kau terus mengejar-ngejarnya bahkan sampai lulus SMA. Dan terakhir kudengar kau bergabung di L.Ti  karena gadis itu bekerja di sana, benarkan?”

Demi Tuhan Ryeowook ingin tertawa sekarang mendengar penuturan temannya Kyuhyun itu. Seorang Cho Kyuhyun yang terkenal suka bermain dengan gadis-gadis di club ternyata jauh cinta pada teman SMA nya hingga sekarang.

“Beritahu aku, apa dia ada di sini sekarang?” tanya Ryeowook pada temannya Kyuhyun itu. Pria berambut ikal hitam itu tertawa pelan, ikut tebawa untuk mengejek Kyuhyun habis-habisan.

“Ah… aku baru ingat dia juga datang. Kurasa sedikit terlambat. Ah… itu dia. Kau lihat, gadis yang memakai dress putih selutut, yang berambut coklat panjang. Dia Shin Ranran, gadis yang membuat Kyuhyun jatuh cinta.”

Tepat saat itu dua orang gadis berdiri di ambang pintu yang seketika itu menarik perhatian beberapa orang di ruangan ini. Hampir semuanya termasuk Ryeowook dan Kyuhyun yang langsung menegakkan badannya begitu melihat dua orang makhluk lain jenis itu. Kyuhyun jelas memperhatikan gadis berdress putih selutut dengan rambut coklat panjang tergarai yang namanya sejak tadi disebut-sebut. Ya benar Shin Ranran. Meski gadis itu sudah bertunangan, tetap saja Kyuhyun tidak bisa mengelak kalau hatinya baru saja mendesir aneh begitu melihat senyum cantik itu.

Lain halnya dengan Ryeowook yang sepertinya lebih tertarik dengan gadis yang satunya. Gadis yang berdiri di sebelah kiri agak belakang dari Ranran. Gadis yang dengan gerakan pelan baru saja menyelipkan anak-anak rambutnya ke belakang telinga. Dan percayalah, hal itu benar-benar membuat Ryeowook langsung merasa aneh. Seolah-olah perhatiannya terpusat padanya. Seakan ada medan magnet yang sangat kuat di sekitarnya yang membuat Ryeowook tertarik ke arahnya.

“Dia cantik. Siapa namanya?” ia berbisik pelan ke arah Kyuhyun. Pandangannya tanpa sadar masih terarah pada kedua gadis yang baru saja datang itu yang sekarang baru saja berjalan menuju sebuah kursi kosong tidak jauh dari kursinya dan Kyuhyun.

“Sudah kubilang Shin Ranran, tunangan bosku.”

“Bukan dia bodoh, maksudku yang datang bersamanya.” Ryeowook menoleh ke arah Kyuhyun yang seketika itu langsung membuat Kyuhyun mengernyit heran. Kim Ryeowook baru saja tertarik pada seorang gadis dan itu benar-benar diluar dugaan Kyuhyun. Coba Kyuhyun ingat siapa yang tadi menolak untuk berhubungan dengan gadis baru selepas perpisahannya dengan Yeonhe?

“Ah… yang berbaju kuning?” Kyuhyun menyipitkan matanya, menahan tawa.

“Ya, dia yang berbaju kuning.” Dan sepertinya Ryeowook tidak sadar jika Kyuhyun, sahabatnya yang duduk di sampingnya itu tengah memperhatikan kelakuannya dengan aneh.

Di dalam otak Kyuhyun sekarang ini pasti sedang menari-nari banyak kosakata yang akan dilontarkannya untuk membalas ejekan sahabatnya itu. Senyum gelinya tertahan.

“Wah, kukira kau menolak tertarik dengan gadis manapun setelah Yeonhe.”

Tepat saat itulah, Ryeowook menyadari apa yang baru saja dilakukannya. Dia menoleh lagi ke arah Kyuhyun kali ini dengan ekspresi datar untuk menyembunyikan ketertarikannya tadi.

“Apa aku mengatakan hal itu?”

“Tidak. Kau hanya menyuruhku untuk berhenti menjodohkanmu dengan teman-teman wanitaku.” Kyuhyun meralat cepat. Senyumnya mengembang geli sekali lagi. Pria yang tadi berbicara dengan mereka ikut terkekeh mendengar pembicaraan itu.

“Aku tidak tahu siapa dia. Sepertinya tidak satu sekolah dengan kita, benarkan?”

“Benar, aku tidak ingat gadis itu ada di sekolah yang sama denganku.” Kyuhyun mengangguk-angguk setuju. Mereka bertiga kembali memperhatikan dua orang gadis itu sekali lagi.

Perhatian yang langsung terhenti begitu seseorang berteriak agar semua orang melihat ke arahnya. Tapi tidak dengan perhatian Ryeowook yang sedetik pun belum bisa dialihkan dari gadis berbaju kuning itu. Secara keseluruhan diam-diam ia masih mencuri pandang ke arahnya, bahkan selama acara reuni itu yang jujur saja tidak lagi diingat Ryeowook apa yang mereka lakukan, Ryeowook lebih memilih memperhatikannya. Duduk nyaman di kursinya, bersama minumannya dengan pandangan yang diam-diam diarahkan ke gadis berbaju kuning itu. Situasi berubah tidak lagi seburuk yang dipikirkannya tadi.

Senyumnya mengembang kecil begitu menyadari kebodohannya yang dengan mudahnya langsung tertarik dengan gadis itu. Ryeowook mengabaikan Kyuhyun yang mengajaknya untuk ikut turun ke lantai bawah. Sekali lagi ia memilih mencari tahu apa yang gadis tak bernama itu lakukan. Hampir tiga puluh menit dan Ryeowook masih melihatnya duduk di tempat semula. Dua kali Ranran datang menghampirinya, mengajaknya untuk turun ke lantai bawah tapi di tolaknya dan Ryeowook akan menerka-nerka apa yang tengah dipikirkannya hingga terlihat tak menyukai situasi di tempat ini.

Ryeowook memutuskan mengampirinya saat lantai dua hanya tersisa beberapa orang yang mengobrol, sementara yang lainnya telah turun ke bawah dan melakukan semacam game di sana. Dia terlihat memainkan ponselnya saat Ryeowook berpura-pura duduk tanpa disengaja.

“Tidak turun ke bawah?” tanyanya menyapa mencoba untuk akrab. Siapa yang menyangka gadis itu menggerakan bola matanya ke arah Ryeowook, dan senyum tipis mencibir menghiasi bibirnya yang dipoles lipstick merah natural.

“Apa kau sedang mencoba merayuku?” tanyanya.

Skak mat.

Ryeowook sempat berpikir, apa kemampuannya mendekati seorang wanita telah hilang karena Lee Yeonhe? Ah… benar-benar sial. Jika saja perempuan itu tidak mempermalukan Ryeowook di acara reuni dan bertingkah menjengkelkan, Ryeowook masih dikenal sebagai seseorang yang dengan mudah menaklukkan hati seorang wanita.

Senyumnya mengembang terkesan dipaksakan. “Tidak. Aku hanya penasaran kenapa kau duduk sendirian di sini.”

“Oh, benarkah? Kalau begitu kenapa kau memperhatikanku sejak tadi? Kau tertarik padaku?”

Ya aku tertarik padamu.

Demi Tuhan, Ryeowook ingin menjawab begitu tapi untung saja mulutnya tidak asal bicara sekarang ini. Selebihnya, ia kembali tersenyum tidak menjawab. Ryeowook justru menatap gadis itu lebih lekat. Dilihat lebih dekat, dia justru lebih cantk. Sikapnya mungkin sedikit tak ramah, berbeda jauh dengan Lee Yeonhe dulu saat Ryeowook dekati. Tapi justru hal itulah yang membuat gadis ini semakin menarik. Rambut hitam kecoklatannya diikat ke belakang, memperlihatkan tulang rahangnya yang jika dilihat dari arah Ryeowook sangat mempesona. Wajahnya sama seperti tipe wajah gadis lainnya, tidak ada yang terlalu istimewa. Make up dan semua asesoris yang dikenakannya juga bisa digunakan gadis lainnya. Pakaiannya juga tidak lebih bagus dari Ranran atau gadis yang duduk di sebelah kanan dengan dress merah mengetat tubuhnya. Gadis di samping Ryeowook bahkan hanya mengenakan rok hitam pendek yang mengembang di bagian bawah dan blous warna putih kekuningan. Secara keseluruhan tidak ada kelebihan berarti dibandingkan yang lain, tapi entah apa yang membuat Ryeowook seakan tertarik kea rah medan magnetnya.

Kedua matanya. Ya benar… kedua mata itu yang terlihat berbeda dibandingkan yang lain. Coklat dan berani. Sama sekali tidak terlihat keraguan ataupun ketakutan yang terpancar di sana. Dia bahkan terlihat tak acuh dengan adanya Ryeowook disampingnya. Bulu mata yang lentik tanpa tambahan dan hanya dihias dengan eyeliner meruncing di bagian ujung yang membuatnya punya tatapan tegas. Sulit dibaca.

“Kau belum menjawab pertanyaanku.”

Kedua bola mata itu bergerak perlahan. Tanpa Ryeowook sadari ia bahkan sudah berhadap-hadapan dengan wajah gadis itu. “Jika aku mengatakan tertarik padamu, apa kau akan merasa tidak enak?” tanyanya begitu saja dengan focus mata yang seakan terkunci dengan milik gadis itu.

Alis sebelah kananya terangkat sedikit. Pasti dia sedang merasa terkejut dan berusaha keras untuk menunjukkan keterkejutannya itu. Ingin rasanya Ryeowook tersenyum, tapi yang terjadi adalah ia hanya diam menatap sosok di depannya itu. Untuk beberapa saat dan seakan ia tahu seperti itulah rasanya jatuh cinta pada pandangan pertama. Seolah waktu berhenti, seolah tidak ada yang lain dan saat menyadarinya, rasanya hanya ingin kesempatan itu tidak akan berakhir begitu saja.

Tiga detik berlalu hingga akhirnya gadis itu seolah berhasil menguasai dirinya kembali. “Jika aku menjawab tidak, apa yang akan kau lakukan?” tanyanya.

“Jika memang begitu, kurasa aku ingin merayumu sekarang ini,” katanya.

Kedua pasang mata itu masih saling menatap satu sama lain, seolah membaca lawan bicaranya, seolah mengamati gerak-gerik wajahnya dan seolah saling berkomunikasi.

“Aku lebih suka memulainya dengan perkenalan.” Gadis itu tersenyum untuk pertama kalinya dan rasanya Ryeowook benar-benar dibuat tidak bernafas hanya karena melihat senyuman itu. Senyum yang juga membuat kedua mata itu ikut tersenyum, yang berarti membuat keseluruhan wajahnya memancarkan hal lain yang lebih menarik.

Cantik, sangat cantik dan bahkan lebih cantik dari jutaan bintang yang menghiasi langit gelap malam ini. Lebih cantik dari setangkai bunga mawar merah di atas meja itu.

Ryeowook berdehem tanpa sadar hanya untuk menghilangkan debaran kuat yang tiba-tiba dirasakannya. Dia ikut tersenyum lalu kontak mata itu pun terputus seiring gerakan gadis itu yang mengalihkan tatapannya ke depan.

“Hai, aku Kim Ryeowook” Ryeowook mengulurkan tangannya di depan gadis itu masih dengan senyumnya yang semakin lebar. Kepercayaan dirinya sedikit terangkat sejak gadis itu memberinya kesempatan untuk bergerak selangkah lebih maju.

Dan diluar dugaan gadis itu ikut tersenyum, sedikit geli mungkin saja. Tapi hal itu menambah  lagi nilai kepercayaan diri yang sejak tadi dikumpulkan Ryeowook. Dia menyambut uluran tangan itu. “Shin Minrin, senang berkenalan denganmu Kim Ryeowook-ssi.”

Lalu keduanya tertawa tanpa sadar. Menertawakan tingkah keduanya yang mungkin terlihat aneh, bagi mereka pun perkenalan itu sangat aneh tapi membekas. Minrin mengakuinya, kalau alasasannya bersikap seperti tadi adalah karena dia juga ingin tahu dan berkenalan dengan pria yang sejak tadi mencuri pandang ke arahnya.

“Jadi, kau juga orang asing di sini?” Ryeowook memulai.

“Ya. Ranran menyeretku untuk menemaninya. Dan kau?” Minrin menoleh dan untuk pertama kalinya mereka merasa obrolan yang akan mereka jalani akan terasa lebih hangat dan bersahabat daripada sebelumnya.

“Kyuhyun memaksaku. Percayalah, mereka berdua akan menjadi pasangan yang menarik jika disatukan.” Ryeowook terkekeh begitu juga dengan Minrin.

“Sepertinya kau juga tidak satu almamater dengan mereka.”

“Tidak. Aku hanya kebetulan bersahabat dengan Kyuhyun saat masuk kuliah.” Ryeowook menjawab.

“Ranran adalah calon adik iparku.” Kali ini Minrin yang menjawab yang benar-benar sukses membuat Ryeowook menoleh ke arahnya, sedikit terkejut.

“Jadi, kau dan atasan Kyuhyun di tempatnya kerja…..”

“Bersaudara. Ya, itu benar. Dunia sempit bukan?”

Ryeowook terdiam dengan wajah datar karena terkejut. Dan sesaat terlintas di pikirannya. Apa yang akan Kyuhyun katakan jika dia tahu sahabatnya mendekati kakak dari rivalnya mendapatkan Ranran? Ya Tuhan….

“Maaf kalau begitu. Aku hanya berpikir kalau Kyuhyun dan Ranran….” Sekali lagi Ryeowook bahkan tidak menyelesaikan ucapannya, tapi Minrin sudah terlanjur tersenyum, nyaris terkekeh.

“Tidak masalah. Aku tidak peduli. Dia sahabatku, dan percayalah dia juga tidak ingin menikah muda. Adikku terlalu posesif padanya sampai nekat melamarnya.” Minrin menggeleng-gelengkan kepalanya, seakan menumpahkan kekesalan hatinya dan juga ketidaksukaannya karena fakta bahwa sahabatnya adalah calon adik iparnya.

“Aku penasaran bagaimana reaksinya jika tahu ada orang yang menyukai tunangannya.” Ryeowook mengulas senyum, bukan membayangkan bagaimana reaksi adik dari gadis di sampingnya, tapi membayangkan reaksi Kyuhyun.

Minrin menoleh sebentar, memperhatikan Ryeowook yang kini sibuk dengan minuman di gelasnya. Gadis itu ikut mengulas senyum. “Kau bilang ingin merayuku tapi kenapa kita justru membicarakan orang lain di sini?” tanyanya.

Ryeowook nyaris tersedak. Oh bukan, ia sudah tersedak sebenarnya tapi beruntung langsung bisa menguasai dirinya. Bola matanya bergerak, memperhatikan Minrin yang tengah memasang senyum manisnya. Sesaat Ryeowook lupa. Bagaimana bisa gadis ini bersikap begitu frontal? Sangat berbeda dan Ryeowook menyukainya. Jika kebanyakan gadis akan tersipu malu saat didekati seorang pria, tapi perkecualian untuk Minrin. Dia benar-benar lihai menyembunyikan perasaannya. Ryeowook bahkan merasa sangat kesal karena tidak bisa membaca ekspresi Minrin mengenai dirinya.

Dan apa ia sudah mengatakan kalau kedua mata cokelat yang terlihat berani itu menjadi daya tariknya? Ya, karena pancaran di setiap inchi kedua matanya berhasil menutupi perasaan yang sebenarnya yang tengah dirasakan Minrin.

“Biasanya aku memulai dengan perkenalan, obrolan dan rayuan lalu jika ada kesempatan kita akan bertemu lagi. Saat itu jika berutung kita bisa berbagi pelukan dan mungkin juga ciuman.”

“Kau membuatku tidak bisa mengatakan apapun sekarang ini. Apa aku terlihat menyedihkan?” Ryeowook bertanya, setelah berhasil menguasi dirinya sepenuhnya agar tak terlihat begitu memalukan.

“Tidak. Kau cukup berani sebenarnya. Jadi, kita akan sampai pada tahap yang mana?”

Kedua mata itu kembali menatap Ryeowook, menariknya dengan medan magnet yang diciptakannya. Dan seakan semua energi yang dipancarkannya memang ada untuk Ryeowook, ia pun tidak bisa menolaknya selain terpaku dan terikat dengan tatapan mematikan itu.

“Bagaimana jika aku ingin melakukannya sampai tahap terakhir?” tantangnya. Sedikitpun Ryeowook tidak melepaskan tatapannya. Bibirnya menarik garis senyum tipis saat dilihatnya pupil mata di depannya membulat sedikit.

Benar, gadis itu terkejut dan untuk sesaat Ryeowook merasa menang karena berhasil membaca apa yang mungkin dipikirkan Minrin tentangnya.

“Kenapa? Kau tidak suka?”

“Kau mungkin akan menyesal.” Lalu bibirnya ikut menarik senyum seakan menantang Ryeowook.

“Aku akan menyesal jika tidak melakukannya.” Ryeowook menyahut dengan nada serius dan sekali lagi berhasil membuat pertahanan Minrin sedikit runtuh.

“Kau sangat menarik, Kim Ryeowook-ssi.”

“Dan kau sudah membuatku tertarik sejak tadi.”

Ryeowook tidak tahu harus mendeskripsikan bagaimana perasaannya akan pertemuan tak sengajanya dengan Minrin. Apa kau pernah bertemu dengan seseorang secara tidak sengaja, dan tepat saat itu kau merasa bahwa kau telah bertemu dengan orang yang tepat? Ya, seperti itulah yang Ryeowook rasakan. Ia tidak tahu darimana pemikiran itu berasal. Tapi ia hanya merasa bahwa pertemuannya dengan Minrin saat ini adalah sebuah pertemuan yang memang ditakdirkan. Ia bahkan berpikir, jika saat ini ia tidak bertemu Minrin mungkin saja di lain waktu di tempat yang berbeda ia tetap akan bertemu dengannya.

***

Kyuhyun melemparkan satu kaleng beer pada Ryeowook sesaat setelah ia mendudukan diirnya di atas sofa putih di apartement sahabatnya itu. Ryeowook memperhatikan Kyuhyun sebentar kemudian perhatiannya terarah pada gadis yang baru saja ikut duduk di samping Kyuhyun.

Pemandangan yang tidak pernah dibayangkan Ryeowook sebelumnya. Dua minggu yang lalu, ia juga tidak membayangkan hal ini terjadi meskipun saat itu sepasang makhluk di depannya ini bertemu. Dan entah sampai pada tahap keberapa keduanya berjalan saat itu. Bagian perkenalan mungkin bisa diabaikannya karena Ryeowook tahu Kyuhyun sudah sangat mengenal gadis di sampingnya itu sejak sekolah menengah. Dan entah apa yang terjadi sampai akhirnya semua hal tentang keduanya langsung berubah seratus delapan puluh derajat hanya dalam waktu dua minggu.

“Aku masih penasaran, bagaimana kau bisa mendapatkannya semudah itu?” tanyanya pada Kyuhyun. Sahabatnya itu hanya tersenyum lebar sambil merangkulkan lengannya di sekitar pundak gadis di sampingnya.

“Tidak ada cara khusus. Aku menyebutnya sebuah takdir” Senyum Kyuhyun semakin lebar membuat Ryeowook benar-benar tidak tahan.

“Cih, sejak kapan kau percaya takdir, ha?”

Ryeowook menggelengkan kepalanya, mencibir. Kyuhyun sudah tidak waras, pikirnya. Tapi mungkin dia benar. Sebuah takdir. Bagi Kyuhyun pertemuannya kembali dengan Ranran dua minggu lalu pastilah juga takdir. Dan takdir juga yang berbicara kenapa Ranran dan adik dari Shin Minrin tidak lagi berjodoh. Lalu lihatlah mereka berdua terlihat bahagia dengan takdir yang berbicara pada keduanya.

“Takdir atau bukan, jika saat itu Kyuhyun tidak menyelamatkanku malam itu, aku rasa aku juga tidak tertarik mengenalnya lagi.” Ranran menyahut setelah itu membuat Kyuhyun terkekeh.

Ryeowook ingat cerita Kyuhyun yang mengatakan kalau kedekatannya dengan Ranran terjalin kembali karena dia menyelamatkan gadis itu dari amukan tunangannya yang posesif. Terdengar seperti sebuah perselingkuhan pada awalnya, tapi Ryeowook tahu jika Ranran memang tidak ingin menikah muda dan sepertinya gadis itu juga tidak menyukai tunangannya. Minrin tidak mengatakan bagian itu, tapi melihat Ranran yang langsung menerima keberadaan Kyuhyun menjawab semuanya.

“Dan bagaimana denganmu, Ryeowook-ssi?” tanya Ranran kemudian.

Ryeowook tahu betul maksud pertanyaan itu. Pertanyaan itu hanya menyangkut satu orang. Satu orang yang terikat takdir dengan Ryeowook dua minggu yang lalu. Ranran terus saja menanyakan hal itu berulang kali. Tentang keseriusan Ryeowook pada sahabat gadis itu yang bernama Shin Minrin.

“Apa yang ingin kau ketahui, ha?” Ryeowook menahan diri agar tidak tersenyum mendengar pertanyaan itu.

“Semuanya. Hubungan kalian, sudah sampai mana? Aku mendengar dia berbicara serius dengan ayahnya,” sahut Ranran penasaran. Kyuhyun yang duduk di sampingnya juga ikut memasang wajah penasaran. Ryeowook tidak menjawab dan memilih meneguk isi kalengnya.

Jika awalnya Ryeowook tidak menyukai cara Kyuhyun yang menyeretnya ke dalam acara reuni sekolahnya, maka sekarang ia akan sangat berterimakasih pada sahabatnya itu. Alasannya tentu saja terkait benang merah yang kini terhubung antara jarinya dan juga jari Minrin.

Raut wajah Kyuhyun dan Ranran tampak kecewa karena Ryeowook masih enggan berbagi tentang kisahnya. Apalagi saat terdengar suara bel yang seketika itu membuat Ryeowook pergi meninggalkan keduanya.

Pertemuan di waktu dan tempat yang tidak pernah kau pikirkan sebelumnya. Tapi pertemuan itu berubah menjadi sangat berarti. Mungkin itu yang bisa digambarkan tentang keadaannya dengan Minrin. Dimulai dari perkenalan dan berakhir dengan berbagi sebuah ciuman. Seperti yang Ryeowook katakan pada Minrin bahwa ia tidak menyesal melakukannya. Karena apapun tentang gadis itu indah. Karena apapun tentangnya membuat Ryeowook tersenyum.

Seperti sekarang ini dimana Ryeowook langsung menyambut gadis itu dengan senyuman. Senyuman yang dibalas senyuman. Sampai detik ini mata coklat yang sekarang ikut tersenyum itu masih kesukaan Ryeowook. Tapi secara keseluruhan, semua yang ada di dalam Minrin juga berubah menjadi kesukaannya. Kesemuanya itu yang selalu membuat Ryeowook candu untuk bertemu dengannya lagi dan lagi.

Tangannya terulur meraih tubuhnya, mendekapnya sebentar seraya membisikkan kalimat manis di telinga Minrin yang membuat gadis itu langsung terkekeh. Dia melepaskan pelukan itu, tersenyum lagi sebelum menautkan jari-jarinya diantara jari-jari gadisnya lalu mengajaknya untuk masuk ke dalam, menemui Kyuhyun dan Ranran yang mungkin masih penasaran dengan jawaban dari pertanyaan mereka.

“Kami akan segera menikah. Itu jawaban dari pertanyaanmu, Ran-ssi.” Ryeowook berujar sambil tersenyum begitupula Minrin yang berdiri di sampingnya.

***

FIN

Maaf telat update, seharusnya tadi malam. Gara-gara semalem ketiduran sampai pagi hehehe….

Oke, ceritanya mungkin tidak sama persis dengan isi lagu. Aku hanya ambil bagian kata Hello yang aku artikan sebagai sebuah perjumpaan, lalu cantik/indah, kata yang banyak muncul di lagu yang aku artikan sebagai perjumpaan pertama yang membuat Kim Ryeowook jatuh cinta pada Minrin.

So, what do you think? Silahkan tinggalkan komentar kalian. Terimakasih ^^

Advertisements

9 thoughts on “(Special Project) Hello

  1. Kyaaaaa manisnyaaa 😍
    aku selalu suka sama karakter mereka.
    sukaaaabngt sma ff nya 😍😊
    d tnggu next postnya eon 😉

  2. wah~ sweet bgt… udh lgsg aja si oppa! iyalah.. palgi udh takdir kok! :v gk berenti senyum2 gaje… sma ketawa2 hahaha… “Kyuhyun sedang mencoba menjadikan dirinya pasanan di acara reuni ini?” palgi di bagian ini :v tengs bg kyu… berkat kamu ryeowook kem temu jodohnya…^^ whah~ minrin frontal bgt :v ya apapun itu makin lope2 sma ryeomin! ❤ semangat terus ya eonni author… oya, sya boleh request? eonni author… oh, gk usahlah.. ini masukan aja. entar klo ryeomin udh nikah eonni… honeymoon.a di lombok aja ya^^ soal.a kan oppa blg dia mau kesana klo dh nikah.. hehe 😀

  3. Hello 그대 그래 그대!! ㅋㅋㅋㅋㅋ
    Yeyyyy akhirnya special project dari album tlp lanjut lagi hahahhaa
    Ah so sweet banget deh yg ini hihi jalan ceritanya juga baru jadi fresh😂 berterima kasihlah pada kyuhyun muahahahahha
    Baru ketemu 2 minggu udah langsung mau married😍 hahahaha
    Keep writing 👍
    Ditunggu judul selanjutnya buat special project! Plus secret guard plus horde plus the wedding plus plus plus😂😂😂👍👍👍

    1. iya dong lanjut…
      2 minggu langsung nikah, satu hari kenal langsung dijadikan pacar, iti si ryeowook sukses banget move on nya… haha
      butuh energi ekstra buat lanjut semua ffnya, tapi terimakasih yaa sudah memberi dukungan 🙂

      1. HAHAHAHAHA hebat move on super kilat, mantannya langsung nyesel dah 2 minggu kemudian udah nikah aja si ryeowook xD /claps/

        authornim hwaiting ‘—‘)9

  4. Ahhh sweat bget,,,,,krakter mrka makin gemisin
    Makin gak sabar nunggu moment ryeomin nikah,,,,
    Hahaha,,,,,,
    Next update na nya selalu d nanti

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s