(Special Project) The Little Prince

CaLeGSGUkAILvr6

Title : The Little Prince | Casts : Kim Ryeowook | Genre : Friendship | Lenght : Ficlet | Rating : PG 15 | Author : Whin

This boy said that the hardest thing is to get other person’s heart.

***

Ia baru saja melemparkan kaleng beer yang kedua kalinya ke tempat sampah sebelahnya. Menghela nafas keras sekali lagi dan kemudian kembali mengambil satu kaleng baru dari kantong plastik sebelahnya. Meminumnya dengan sangat keteraluan karena tempatnya sekarang berada adalah sebuah taman, dimana banyak keluarga serta anak-anak mereka bermain menghabiskan waktu sore hari.

Musim semi telah datang membawa banyak kegembiraan bagi semua orang di taman itu, tapi tidak bagi laki-laki itu. Dan ia akan dengan sangat senang hati menyalahkan gadis yang baru saja memutuskannya kemarin hingga membuatnya seperti orang gila. Yakinlah, beberapa remaja yang kebetulan lewat di depannya tadi pasti berpikir kalau dirinya adalah Ahjussi yang sudah tak waras. Siapa yang akan minum di tempat umum seperti ini?

Ryeowook tidak peduli. Peduli apa mereka dengan kehidupan pribadinya?

Ia baru saja menghabiskan satu kaleng lagi lalu melemparkannya bekas kaleng ke dalam tempat sampah. Untungnya ia bukan orang yang mudah mabuk, hingga tiga kaleng sama sekali tidak berefek apapun untuknya.

Ahjussi!!” lalu suara pekikan anak kecil itu menarik perhatiannya.

Ryeowook menoleh ke samping, mendapati anak laki-laki yang mungkin berusia 8-10 tahun berdiri di dekat tempat sampah yang tadi. Ekspresinya kesal tapi juga menggemaskan di saat yang bersamaan.

Wae?” sahut Ryeowook santai.

“Kau tidak boleh membuang sampah sembarangan.” tukasnya menggunakan banmal dengan sangat berani sembari mengangakt kaleng beer yang tadi dilempar Ryeowook yang ternyata meleset. “Apa yang Ahjussi lakukan di sini?” tanyanya lagi.

Dasar tidak punya sopan santun.

“Menikmati sore hari sama seperti yang lain dan anak kecil bersikaplah sopan pada orang yang lebih tua. Kau tidak bisa bicara banmal pada orang yang lebih tua. ” Ryeowook berdecak lemah, bermaksud mengabaikan anak kecil yang mengganggunya. Tapi sepertinya semakin disuruh pergi, anak itu semakin penasaran.

Jeongsohamnida.” Anak itu membungkuk cepat meminta maaf, tapi tidak langsung pergi melainkan mengajukan pertanyaan lain pada Ryeowook yang sungguh sedikit membuatnya kesal. “Aku hanya tak mengerti kenapa semua orang dewasa harus bersikap aneh. Aku memperhatikanmu sejak tadi, Ahjussi. Itu… kaleng keempat yang kau minum sejak tadi,” katanya sambil menunjuk kaleng beer keempat yang baru saja dikeluarkan Ryeowook. “Kenapa orang dewasa sangat suka minum itu?” tanyanya.

Ryeowook mengernyit samar lalu terkekeh pelan mendengar pertanyaan anak kecil itu. “Kau ingin tahu kenapa?”

“Hmm… ayahku juga sering melakukannya sampai dia bersikap seperti orang yang aneh  saat berteriak pada ibuku.”

Ryeowook tersenyum samar. Entahlah kenapa… ia hanya ingin tersenyum saja mendengar penuturan anak kecil itu. Lupakan soal rasa kesal tadi, karena Ryeowook juga tak mengerti kenapa ia tidak jadi memarahi anak itu. “Kemarilah….,” katanya kemudian mengulurkan tangannya untuk menyuruh anak kecil itu untuk duduk di sebelahnya.

“Siapa namamu?”

“Cha Dongsun,” jawabnya.

“Dongsun-ah….,” panggil Ryeowook lembut sembari menatap wajah anak itu yang kini tengah mendongak menatapnya. “Mereka melakukan itu karena mereka hanya ingin melupakan sebentar masalah mereka.”

“Kenapa harus dilupakan? Apa itu seperti masalah matematika? Kalau begitu seharusnya diselesaikan bukan dilupakan,” sahutnya lagi yang sekali lagi membuat Ryeowook hanya terkekeh.

 “Apa semua orang dewasa seperti itu? Apa Ahjussi melakukannya karena ingin melupakan sesuatu?” tanyanya lagi.

Ryeowook menggeleng. Tapi kemudian temenung sejenak, memikirkan sesuatu. Memang tidak semua orang dewasa seperti itu. Ia hanya salah satu diantaranya. Seseorang yang berusaha melupakan apa yang terjadi karena sebuah  tindakan yang orang dewasa bilang sebagai keegoisan.

“Tidak semua orang dewasa seperti itu. Dan kau benar aku melakukan hal ini karena ingin melupakan sesuatu.”

“Ayahku melakukannya mungkin karena dia ingin melupakan kalau dia pernah berteriak marah pada ibuku. Aku tahu dia menyesal melakukannya, karena ayahku menyayangi ibuku,” katanya. Ucapan yang kembali membuat Ryeowook menarik senyuman.

Ryeowook memang terganggu dengan kehadiran anak itu tapi siapa yang menyangka Cha Dongsun berhasil menjadi teman mnegobrol untuknya.

“Apa yang ingin Ahjussi lupakan?”

“Hmm…. seorang teman yang istimewa.” Ryeowook menjawab. Tatapannya masih ke depan, ke arah kursi taman di seberang sana yang tiba-tiba membuatnya teringat pada gadis yang pernah menjadi kekasihnya. Memikirnya terus menerus ternyata berefek buruk bagi Ryeowook, karena ia baru saja menyadari kalau ia merindukan teman istimewa-nya.

“Ah… aku tahu. Ahjussi.…, kau baru putus dengan pacarmu, benarkan?” celetuknya kemudian dengan sangat polos. Ryeowook hampir saja memarahinya, tapi melihatnya yang mengangguk-angguk menggemaskan benar-benar mengurungkan niatnya. Apa yang dipikirkan anak kecil soal hubungan kekasih? Sepertinya Ryeowook tak perlu memusingkan hal itu. Cha Dongsun juga hanya anak kecil yang tidak akan mengejeknya karena baru saja diputuskan pacarnya.

“Aku memang masih anak-anak dan aku tidak tahu apa yang orang dewasa pikirkan tentang hubungan kekasih. Tapi saat aku melihat ayahku memarahi ibuku, dia akan berubah menjadi aneh karena minum-minum, dia juga akan bicara tak jelas kalau dia menyesal melakukannya. Aku pikir karena ayahku sangat menyayangi ibuku. Dia tidak bermaksud seperti itu.”

“Saat ibuku tidak tahan dengan kelakuan ayahku, dia pernah membawaku pergi dari rumah dan menginap di rumah bibi selama satu minggu. Tapi saat itu aku akan melihat ibuku menjadi sedih. Di setiap malam dia akan terbangun dan mengecek ponselnya. Dia juga selalu bergumam sendiri bertanya bagaimana keadaan ayah. Apa dia baik-baik saja ditinggal pergi?Apa dia makan teratur? Dan saat itu aku tahu meskipun ibuku terkadang membenci sikap ayahku, dia juga mengkhawatirkan kondisi ayah.”

Ryeowook terdiam mendengar cerita itu. Entah bagaimana hubunga keluarga Cha Dongsun. Anak itu mungkin nyaris berakhir menjadi anak yang broken home karena  hubungan orangtuanya yang tak harmonis. Tapi sepertinya, jika hal itu terjadi Cha Dongsun punya pikiran yang cukup dewasa untuk mengerti bahwa ayah dan ibunya tidak pernah saling membenci.

“Kenapa kau bisa berpikir begitu?” Ryeowook bertanya kemudian. Ia sudah melupakan kaleng beernya yang keempat yang baru saja dimasukkannya kembali ke dalam kantong plastik.

“Karena ibuku bilang kalau ayahku istimewa. Meskipun dia sama seperti laki-laki lainnya tapi bagi ibuku ayah spesial. Dia juga bilang kalau waktu yang terbuang karena meninggalkan ayah justru membuat kehadiran ayah sangat penting untuk kami. Sejak saat itu aku tidak pernah khawatir lagi jika mereka sering bertengkar.”

“Ibumu pasti orang yang baik.”

“Aku tahu. Dia suka membacakanku buku cerita sejak umurku 5 tahun dan dia selalu mengaitkan cerita buku itu dengan kehidupannya bersama ayah.”

“Benarkah?”

“Hmm… dan kurasa Ahjussi… kau juga harus membacanya. Eorin wangja. Aku sangat suka ceritanya. Aku menyukai saat eorin wangja berteman dengan rubah. Mereka berteman baik meskipun mereka adalah orang asing. Ibuku bilang karena eorin wangja bisa mengambil hati rubah dan begitu juga sebaliknya. Ibu bilang hal yang paling sulit ketika berteman adalah mengambil hati orang lain. Karena itu ibuku menyuruhku untuk menjadi anak yang baik dan membuat orang yang kutemui senang, dengan begitu aku akan punya banyak teman.”

Ryeowook tersenyum lagi. Siapapun wanita yang telah melahirkan dan membesarkan Cha Dongsun, Ryeowook berani menjamin kalau wanita itu adalah orang yang sangat baik dan juga cerdas. Jika tidak, mana mungkin anak seusia Cha Dongsun bisa punya pemikiran yang sangat dewasa, yang bahkan tidak dipunyai orang dewasa lainnya.

“Kau ingin tahu bagian yang paling disukai ibuku tentang cerita eorin wangja?”

“Ya, apa yang disukainya?”

“Saat eorin wangja menyadari kalau mawar yang ditinggalkannya sangat istimewa. Katanya, itu mengingatkan ibu pada ayah.”

“Jadi, eorin wangja punya kekasih?”

“Teman. Ibuku bilang temannya. Teman yang istimewa yang berbeda dari mawar-mawar lain yang tumbuh di bumi.”

“Ah… teman.  Lalu jika mawar itu istimewa kenapa dia meninggalnya?”

“Karena mereka berdua terlalu muda dan tidak sadar jika keduanya telah saling mengambil hati masing-masing. Mereka saling menyayangi dan eorin wangja baru menyadari betapa istimewanya mawar itu setelah bertemu rubah.

 “Menarik sekali.” Ryeowook menyahut.

Jujur saja ia belum pernah membaca cerita yang dimaksud Cha Dongsun. Tapi entah kenapa semua itu justru mengingatkanya pada gadisnya dulu. Ryeowook berpikir gadis itu istimewa sebelum akhirnya dia mulai egois dan akhirnya kalimat keramat bernama putus keluar begitu saja dari mulutnya. Bodohnya Ryeowook mengiyakan. Lalu keduanya berpisah dan Ryeowook baru menyadarinya sekarang, saat gadis itu tak bisa dijangkaunya kalau ternyata gadis itu memang benar-benar istimewa untuknya. Sama seperti yang diceritakan Cha Dongsun tentang eorin wangja dan mawarnya.

Matahari hampir tenggelam di ufuk barat menyisakan semburat jingga di langit ketika Cha hendak bicara lagi. Sudah berapa lama dia mengobrol dengan Dongsun? Waktu benar-benar berlalu begitu cepat.

“Dongsun-ah…, Cha Dongsun!” Dan teriakan seorang wanita yang memanggil Dongsun adalah satu-satunya hal yang membuat Dongsun tidak jadi melanjutkan cerita. Teriakan wanita itu juga menjadi akhir dari obrolan mereka.

Dongsun menoleh, melambai pada seorang wanita yang tengah berlari kecil ke arahnya. Ryeowook melihat wanita itu yang masih berpakaian formal, mungkin baru saja pulang dari tempat kerja.

Eomma…!”

“Kau disitu? Kenapa tidak pulang ke rumah, hmm?”

“Aku hanya jalan-jalan sebentar.”

Aigoo…. kau pasti rindu pergi ke luar rumah bukan? Ayo, kita pulang. Akhir pekan ini ayahmu berjanji untuk mengajakmu jalan-jalan.”

Dongsun mengangguk bersemangat dengan wajah berbinar begitu mendengar ucapan ibunya tadi. Diam-diam Ryeowook juga hanya tersenyum melihatnya.

“Tunggu, eomma,” katanya cepat sesaat sebelum ibunya kembali mengajaknya pulang. “Aku ingin mengatakan sesuatu pada Ahjussi ini,” katanya.

Ryeowook terkekeh mendengarnya. Dia belum terlalu tua untuk dipanggil ahjussi tapi sepertinya sejak tadi ia sama sekali tidak sadar dan tidak kesal karena Dongsun berulang kali memanggilnya ahjussi.

Ahjussi, aku tidak tahu kenapa kau ingin melupakan teman istimewamu itu. Tapi sebelum kau menyesal karena melupakannya dan meninggalkannya, temui lah dia karena sepertinya kau terlihat sangat kesepian. Mungkin dia adalah mawar yang istimewa bagimu,” katanya sambil tersenyum lebar. Dongsun membungkuk memberi hormat sebelum berbalik dan berjalan menjauh. Hanya beberapa langkah karena setelah itu Ryeowook memanggilnya.

“Cha Dongsun!”

Dia menoleh lagi begitu pun ibunya yang berjalan di sampingnya. “Terimakasih. Kau teman yang istimewa yang berhasil mengambil hatiku.”

Dia menatap ibunya sebentar sebelum berlari kecil ke arah Ryeowook. Dia mengambil sebuah buku bersampul cokelat dari dalam tasnya dan menyerahkannya pada Ryeowook.

“Hadiah untukmu karena ahjussi bersedia menjadi temanku. Jika pacarmu juga sudah mengambil hatimu, maka dia juga istimewa,” katanya.

Dongsun tersenyum semakin lebar. Tidak ada yang kebahagian yang disembunyikan anak itu, semua terpancar jelas dari ekpresi wajahnya, binaran tatapan matanya dan bibirnya yang tersenyum. Dia melambaikan tangannya.

“Sampai jumpa Ahjussi, semoga kau beruntung!” teriaknya lagi tak kalah bersemangat. Ibunya juga hanya bisa tersenyum melihat kelakuan anaknya itu.

Ryeowook baru menyadarinya sekarang. Bukan hanya karena ucapan Dongsun atau cerita anak itu tentang hubungan orangtuanya, tapi Ryeowook memang baru menyadarinya sendiri. Bahwa pertengkarannya kemarin dengan gadis istimewanya memang kekanak-kanakan. Dan Dongsun benar, gadis itu telah mengambil hatinya sejak dulu sampai sekarang. Mungkin dia sama seperti gadis-gadis lainnya yang pencemburu, yang kadang menyebalkan karena terlalu mengatur, dan juga sama seperti lainnya yang kadang sulit dimengerti. Tapi bagi Ryeowook gadis itu berbeda dari semua gadis yang ditemuinya. Karena Ryeowook merasa bahagia ketika bersamanya. Karena gadis itu istimewa.

Dia menatap buku pemberian Dongsun. Tulisan The Little Prince tercetak jelas di covernya. Ryeowook tersenyum melihatnnya sampai akhirnya ponselnya bergetar saat ia baru saja akan beranjak berdiri. Satu nama yang sejak tadi dipikirkannya tertera di layar itu, membuatnya menarik garis senyuman di bibirnya.

Yeobseo….,”

Dan ia tidak akan berpikir banyak lagi untuk mengangkat panggilan itu. Karena jika gadis itu tidak menghubunginya pun, Ryeowook sendiri yang akan melakukannya.

“Minrin-ya…,” panggilnya pelan saat hanya terdengar isakan tertahan di seberang sana. Suara tangis yang entah bagaimana Ryeowook bisa mengartikan bahwa gadis itu baru saja menyesali ucapan perpisahaannya kemarin.

“Saat itu aku….”

“Aku tahu. Aku juga minta maaf. Di mana kau? Aku akan kesana dan menemuimu. Aku tidak ingin bertindak bodoh dengan menuruti egoku sekarang ini,” katanya memotong dengan cepat.

Gadis itu mungkin bersalah. Ryeowook mungkin juga bersalah. Tapi kau tidak akan bisa mengesampingkan fakta bahwa mereka telah menyadari kesalahan itu dan meminta kesempatan kedua.

***

END

Long time no see….!!!

Ini judul pertama dari project ff ku tahun 2016. Dari judulnya pasti tahu kan ya project macam apa ini? hahaha…. iyes, saya berniat buat bikin ff sesuai judul lagu di album The Little Prince. Kalau dibilang songfict sih kayaknya bukan, karena isinya juga nggak sesuai lagu… hehe. Tapi entah untuk judul yang lainnya nanti. Yang jelas saya berusaha mengambil inti cerita di dalam lagu dan dituangkan ke dalam tulisan ff.  Jadi, maaf kalau cerita yang ini agak maksa. T.t…

Lalu untuk masalah yang kemarin, kami berdua sudah bicara secara pribadi dan sudah saling memaafkan. Semoga kejadian yang sama tidak akan terulang lagi. Terimakasih untuk dukungan kalian semua.

Dan yang terakhir, soal album The Little Prince. Let’s give our support and our love for Ryeowook and his first solo album. 🙂  Hindari fanwar yaa… entah sama siapapun. Mari memberi dukungan dengan cara yang benar.

Hmm… udah, kayaknya gitu aja. Terimakasih sekali lagi and i love you… byeee….

Jangan lupa komentarnya 🙂

 

 

Advertisements

5 thoughts on “(Special Project) The Little Prince

  1. Yeay project dari album berarti total 6 ff dong?? Hahahaha😂😂😂
    Ah ini genrenya berbeda sekali dan sangat jarang ada but it’s really nice! ! Emang dasarnya buku little prince bagus banget jadi ambil quotes/ inti ceritanya pun tetep bagus😭😭
    Di tunggu next ff /whisper secret guard/ 😂😂 haha gak deh ff apa aja aku terima kok lanjutannya≧∇≦ keep writing!!

    • iyaa…. 6 ff, semoga bisa saya selesaikan. *harus* haha…
      Yup, The Little Prince is a great story t.t, sampai baca berulang…
      Terimakasih, banyak list ff menunggu di publish 🙂

  2. waaaah project dri albumnya ryeong? ini baru 1 brrti masih ada 5 ff 😊
    Aah karna aku blm pernah baca bukunya akujadi gatau isinya. tpi krna ff ini aku jadi tau inti dari crita di bku the little prince hehe. dan ini nice banget
    nextpost secret guard ya hehehe eh ngga deh ff apa aja aku tnggu pokonya 😁😁

  3. 어린왕자♡
    lagunya sendiri bercerita tentang oppa yg ngobrol sama 어린왕자 kan ㅋㅋㅋㅋ
    ceritanya bagus♡
    keep writing another good stories for our oppa ㅅㅅ

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s