The Horde [3. Trapped]

The Horde 2

Title : 3. Trapped | Cast : Kim Ryeowook, Shin Minrin, Lee Hyukjae, Cho Kyuhyun | Genre : Action, Romance, Friendship | Rating : PG-15 | Author : Whin

***

“Yanmei  itu… apa dia perempuan?” Minrin membenahi kaca mata hitamnya dan mengikat rambutnya menjadi satu. Ia sedang berada di lantai dua bandara Incheon, mengamati situasi dengan teliti.

“Aku akan mengirimkan fotonya padamu,” ucap Kyuhyun. Dua detik kemudian ponselnya berbunyi dan satu pesan dari Kyuhyun masuk. Minrin membukanya, mengamati sebentar rupa seorang wanita mudah berambut pendek yang bernama Yenmei. Lalu ia kembali memasukan ponsel itu ke dalam saku mantelnya sebelum mendesah pelan.

Ia mengamati lagi keadaan bandara termasuk memperhatikan Ryeowook yang duduk di kursi tunggu sambil tersenyum sendiri. “Aku tidak tahu kenapa tugas kali ini begitu berbeda. Apa karena hanya kita berdua yang melakukannya?” tanyanya.

“Hmm… entahlah. Karena kau sudah lama tidak melakukan ini semenjak kejadian itu.” Ryeowook menjawab menunjuk pada kejadian tiga tahun yang lalu di Perancis saat Minrin hampir saja membuat nyawa klien mereka melayang di tangan musuh. Sejak saat itu, ia selalu menolak jika di suruh turun ke lapangan langsung.

“Ya…  mungkin saja.” Ia bergumam sendiri

Yaa, kalian ke sana bukan untuk pacaran. Bisakah kalian fokus?” Kyuhyun menginterupsi keduanya, ketika pembicaraan itu terdengar menjurus pada pembicaraa nostalgia antara kedua orang itu. Yang jujur saja sedikit membuat Kyuhyun menggeleng pelan karena kesal.

Minrin tekekeh pelan sebelum akhirnya melihat ke arah kanan Ryeowook, di mana terlihat seorang laki-laki mencurigakan sedang duduk sambil memegang ponsel. Tidak hanya satu tapi ada beberapa termasuk satu di ujung kursi yang ditempati Ryeowook dan dua orang yang berdiri tidak jauh dari pintu keluar bagi penumpang pesawat. Sejauh ini Minrin melihat ada lima orang yang bersikap mencurigakan.

“Kau melihat mereka?” tanya Minrin. Suara berdehem mengiyakan terdengar dari Ryeowook.

Ryeowook juga menyadari hal itu bahwa ada beberapa orang yang diturunkan oleh pihak lain yang sepertinya akan membuat misi mereka gagal jika tidak segera diatasi. Satu pria di ujung kanan sepertinya mencurigai Ryeowook karena sejak tadi berusaha memperhatikannya.

“Cho, kita punya sedikit masalah. Siapapun yang ingin Yenmei mati, mereka sudah mengirimkan orang ke sini.” Ryeowook mengambil ponselnya dan berpura-pura berbicara di telepon.

“Mereka bukan wajah baru. Tenang saja… satu orang yang duduk di kursi adalah mantan narapidana yang baru saja keluar. Dua orang yang di dekat pintu, mereka berdua adalah gangster yang juga sering keluar masuk penjara. Satunya yang berambut aneh juga sama saja. Satu-satunya yang harus diwaspadai adalah yang ada di sebelah kananmu. Dia salah satu pembunuh bayaran yang sudah lama menjadi buronan polisi.”

Ryeowook menoleh sekilas ke arah laki-laki pendek dengan kepala yang sedikit lebih kecil itu. “Jadi, mereka berencana menghabisi Yenmei begitu dia keluar dari bandara?” ia kemudian berdiri, kembali berpura-pura bicara sambil melihat ke arah pintu keluar. Penerbangan dari Beijing baru saja mendarat dan sekarang para penumpang keluar. Ryeowook mengamati para penumpang yang keluar satu persatu, begitu juga seorang laki-laki yang tadi dicurigainya.

“Ya, kurasa. Lakukan saja seperti biasanya. Itu bukan hal sulit bagi kalian, bukan?” tanya Kyuhyun memastikan dengan sangat santai.

Tedengar suara Minrin yang mendengus pelan dan Kyuhyun yang menanggapinya dengan tertawa. Lalu Ryeowook yang hanya bisa menghela nafas pendek mendengar semua itu. Baik, tugas ini memang bukan hal baru bagi mereka. Dalam tiga bulan terakhir ini mereka bahkan sudah delapan kali mendapat tugas serupa.

“Minrin-ya, kau bisa mengalihkan perhatian mereka sementara aku membawa Yenmei?” tanya Ryeowook kemudian begitu ia melihat seorang wanita berambut pendek keluar dari bandara. Ia pun memasukkan ponselnya ke dalam saku, lalu berjalan menghampirinya sambil melambaikan tangan.

Minrin yang sudah berada di lantai satu bergegas berlari, menabrakkan dirinya dengan sengaja pada seorang wanita keturunan china yang sepertinya tengah kesal luar biasa sejak keluar dari pintu tadi.

“Apa yang kau lakukan?” pekik wanita itu tidak terima dalam bahasa mandarin. Minrin membentuk senyum miring sekilas. Lalu beranjak berdiri, memasang wajah marah di depan wanita tadi dan menantangnya.

Aissh, benar-benar merepotkan! Ahjumma, kopermu itu menghalangi jalanku!” Minrin ikut berteriak dengan bahasa korea sambil menunjuk koper hitam besar yang dibawa wanita tadi.

“Apa? Wah… kau pikir aku tidak tahu perkataanmu?”

Keributan kecil berawal dari percecokan itu menarik banyak perhatian orang di bandara. Termasuk keempat orang yang mencurigakan tadi yang gagal fokus seketika karena keributan yang dibuat Minrin. Dua orang petugas keamanan bahkan harus berlari untuk melerai. Kesempatan itu digunakan Ryeowook untuk menghampiri Yenmei yang berdiri bingung.

“Yenmei?” tanyanya. Wanita itu menoleh, lalu mengangguk ragu.

“Aku dari Hanjae group. Maaf soal keributan yang terjadi,” ucapnya dalam bahasa mandarin yang akhirnya membuat wanita itu tersenyum lega.

“Syukurlah. Kukira aku akan mendapat masalah begitu mendarat. Apa aku bisa bertemu dengan presdir dari Hanjae?”

“Ya, sebaiknya kita segera keluar dari sini,” ajaknya kemudian. Yenmei mengangguk lalu mereka pun berjalan keluar sementara Minrin masih membuat semua orang menaruh perhatian pada keributannya.

Hanya seorang laki-laki yang tadi disebut Kyuhyun sebagai pembunuh bayaran yang tidak teralihkan sedikit pun fokusnya. Ryeowook menyadarinya saat laki-laki itu melihat ke arahnya. Ia pun pelan-pelan mengubah posisinya di belakang Yenmei.

“Cho, bisa kau cari tahu berapa banyak orang yang dikirimkan untuk membunuh wanita itu?” tanyanya. “Cari tahu, apa Yenmei bisa keluar dari bandara tanpa diketahui orang-orang itu. Minrin akan menunggunya di depan.”

“Baiklah….” Kyuhyun mengerti lalu mulai mencari melalui komputernya.

Seperti biasanya, mereka selalu meretas cctv di tempat yang menjadi sasaran seperti di bandara ini, karena itu lah Kyuhyun bisa melihat keadaan di bandara yang terpasang cctv.

“Ya, kurasa hanya mereka yang di dalam. Tapi di luar ada satu mobil yang dijaga dua orang.”

Ryeowook mengerti. Ia pun berjalan maju, menyamakan langkah dengan Yenmei. “Bisa kau keluar sendiri? Ada sesuatu yang harus aku lakukan. Jangan khawatir, temanku sudah menunggu di luar,” katanya. Yenmei terlihat ragu namun akhirnya mengangguk mengerti.

“Minrin-ya, kau di mana? Yenmei menuju keluar. Jemput dia dan bawa pergi. Sekarang!” ucap Ryeowook yang langsung disahuti Minrin.

Mwo? Aissh, kau gila? Mereka sedang berusaha menyeretku di sini!” teriak Minrin tertahan.

“Lakukan seperti biasanya.” Ryeowook menyahut santai.

Entah bagaimana gadis itu keluar dari keributan yang dibuatnya. Oh ya… Minrin pandai dalam hal itu seperti biasanya. Jadi, Ryeowook tidak terlalu khawatir. Paling-paling, ia langsung kabur begitu saja, sama seperti waktu di Jepang saat ia tertangkap pihak keamanan bandara karena keributan yang dibuatnya.

Sementara itu Ryeowook berbalik, menghadapi laki-laki yang tingginya bahkan tak mencapai dirinya. Tapi tinggi badan bukanlah ukuran siapa yang menjadi terkuat dan tercepat, karena kenyataannya laki-laki itu mempunyai gerakan tangan yang sangat cepat. Jika saja Ryeowook tidak waspada, mata pisau yang dibawa laki-laki itu sudah pasti melukai perut kirinya, menyebabkan perdarahan hebat dan mungkin saja akan merobek hatinya juga. Beruntung sekali Ryeowook cukup pandai menguasai ilmu bela diri seperti Wing Chun asal China. Dia juga pernah belajar Systema hingga membuatnya tahu tempat-tempat vital yang bisa melemahkan musuh. Ya… tentu saja tidak seprofesional para pasukan elit Rusia, tapi setidaknya ia berhasil memukul bagian siku dan pinggangnya, membuat laki-laki itu jatuh. Sementara orang itu sibuk mengembalikan kondisi tubuhya, Ryeowook buru-buru berlari menjauh dan keluar dari bandara.

Di pintu keluar bandara, Minrin sudah menunggu sambil tersenyum begitu melihat Yenmei keluar menarik kopernya. Nafanya terengah-engah dan percayalah Ryeowook benar-benar harus bertanggung jawab karena membuatnya berlari dan melakukan hal gila di dalam tadi.

“Yenmei, silahkan masuk. Aku rekan Sungjoon, pria yang kau temui di dalam tadi.” Ia membuka pintunya dengan berdiri menutupi Yenmi dari pandangan dua orang laki-laki berjas yang menunggu di mobil tidak jauh dari sana.

“Terimakasih,” ucapnya langsung masuk ke dalam.

Minrin menunggu beberapa saat, sebelum akhirnya Ryeowook keluar sambil berlari. “Ayo, pergi!” Ia langsung memutari mobil dan duduk di depan kemudi. Minrin seperti biasa akan duduk di sampingnya.

Ryeowook pun langsung tancap gas. Sekilas ia melihat dua orang laki-laki berjas yang berdiri setia di dekat mobilnya dengan mengawasi tengah menatap ke arahnya, sebelum akhirnya mereka berdua ikut bergerak mengikuti.

“Bagiamana kau bisa keluar?” tanya Ryeowook kemudian, tidak sadar jika di dalam mobil itu ada Yenmei. Oh ya… gadis China itu juga pasti tidak akan mengerti ucapannya.

“Bukan masalah. Kau kenal siapa aku. Tapi percayalah, jika kau melakukan hal itu lagi aku benar-benar aku membuat perhitungan padamu,” sahut Minrin dengan suara tak terputus. Ryeowook meliriknya, tersenyum sendiri.

“Aku penasaran apa yang sudah kau lakukan hingga bisa meloloskan diri.”

“Menyogoknya dengan tiket konser SNSD dan sedikit memohon,” katanya cepat.

Ryeowook menolehnya tak percaya. “Kau bercanda?”

“Tidak pernah disaat bertugas, sayang. Lagipula tiket itu untuk Hyukjae sebenarnya tapi sudahlah… dia juga tak pernah tertarik dengan SNSD.”

 Memang tidak bisa dipercaya. Minrin juga tidak percaya melakukannya, terutama bagian dia yang memohon. Sialan. Hanya beberapa orang yang bisa membuatnya memohon, Ryeowook salah satunya. Tapi sudahlah. Ada baiknya juga dulu waktu SMP dia dipaksa ikut pertunjukan teater. Kemampuan aktingnya jadi terasah dengan baik.

“Tentu saja. Membayangkan kau terakhir kali kabur dari pihak kemanan bandara membuatkuu yakin kau bisa melakukannya.”

“Apa itu pujian?” Minrin menoleh sambil tersenyum.

“Hmm…pujian sekaligus ungkapan betapa aku mengagumimu.”

Yaa, aku tidak tahu tapi mulutmu berubah sangat manis padaku akhir-akhir ini. Kenapa? Kau menginginkan sesuatu?”

“Pelukan dan ciuman seperti biasanya?” tawarnya yang langsung membuat Minrin memukul lengannya ringan.

“Kau benar-benar…, jika Hyukjae mendengarnya, dia pasti akan melakukan apapun untuk mengganggu kita.”

“Kecuali jika dia sedang bersama teman kencannya sekarang ini.” Ryeowook menyahut. Diam-diam berdoa jika ucapannya itu memang benar.

Keduanya tertawa, seakan-akan mereka hanya berdua dan itu terdengar menggelikan untuk Kyuhyun yang terpaksa mendengar semua pembicaraan itu sejak tadi. Bukan yang pertama kalinya karena Kyuhyun sudah sangat sering mendengar pembicaraan seperti itu. Mereka sudah berkencan nyaris empat tahun dan masih saja bersikap seperti lovely dovey couple. Menjijikan.

“Dan, aku yang akan menggantikan Hyukjae mengganggu acara kalian. Apa yang sebenarnya kalian biacarakan, Hah?” Kyuhyun berteriak keras setelah itu membuat Ryeowook dan Minrin memejamkan matanya kaget karena suara memekakan di telinga mereka.

“Apa kalian tidak sadar di belakang kalian ada Yenmei? dia pasti berpikir kalian gila sekarang ini.” Ryeowook dan Minrin berpandangan sebentar, tersadar sesaat sedang di mana dan bersama siapa mereka berdua dan tentu saja langsung merasa canggung.

Ryeowook langsung mematikan alat komunikasinya tanpa mengatakan apapun begitu juga Minrin. Bagaimana bisa mereka melupakan Yenmei?

“Maafkan kami, mengabaikanmu Yenmei.” Ryeowook meminta maaf kemudian dengan bahasa China. Yenmei yang sejak tadi hanya memperhatikan hanya tersenyum mengangguk.

“Tidak apa-apa. Apa kalian berkencan?” tanyanya

Sikap mereka tadi pasti memunculkan pertanyaan itu di kepala Yenmei. Minrin menoleh pada Ryeowook sebentar lalu tersenyum pada Yenmei. “Kami hanya sedang mengenal lebih dekat satu sama lain,” jawabnya ambigu. Yenmei tersenyum maklum dan tidak bertanya lebih jauh lagi.

Ryeowook berdehem pelan setelah itu. “Presdir akan menemuimu di sebuah restoran Jepang. Ke sanalah kami akan membawamu.”

“Terimakasih. Kupikir aku tidak akan selamat untuk bertemu Presdir Hanjae.”

Keduanya hanya tersenyum. Tidak lama setelah itu mobil yang mereka kendarai berhenti di pinggir jalan, tidak jauh dari sebuah bangunan klasik Jepang yang menjadi tempat pertemuan Yenmei dengan Presdir Hanjae.

Yenmei baru saja akan keluar ketika akhirnya wanita itu menghentikkan gerakannya membuka pintu mobil begitu menyadari tidak satupun dari Ryeowook maupun Minrin yang berniat turun bersamanya.

“Kalian tidak turun?”

“Kami masih ada pekerjaan di kantor. Lagipula tugas kami hanyalah menjemput dan mengantarmu kemari,” jawab Minrin santai tanpa membuat Yenmei curiga jika mereka berdua sama sekali tidak bekerja di Hanjae.

Yenmei mengangguk lagi dan tersenyum tapi Minrin jelas melihat kekhawatiran di wajahnya. Entah sudah berapa lama ia terus menerima ancaman pembunuhan hingga membuatnya begitu takut. Begitu Yenmei turun, Minrin terus memperhatikannya dari balik kaca mobil.

“Kenapa?”

“Tidak ada apa-apa. Ayo, pergi!” ajaknya kemudian, menghiraukan apa yang tadi mengganggu pikirannya.

Tepat ketika Ryeowook hendak menekan pedal gas, terdengar suara letusan tembakan dari arah bangunan yang tadi dimasuki Yenmei. Keduanya pun hanya saling bertatapan dengan bingung.

“Apa yang terjadi? Haruskah kita masuk dan melihat?” tanya Minrin mulai panik. Itulah yang sejak tadi mengganggu pikirannya. Wajah Yenmei begitu ketakutan saat akan turun, seakan dia berjalan memasuki sarang harimau yang selama ini mengejarnya.

Ryeowook menahan gerakan tangan Minrin yang hendak membuka sealtbelt nya. Di depannya sebuah mobil hitam berhenti agak jauh dari mereka berdua. “Jangan, kita bisa dalam masalah jika terlibat di dalam sana.”

“Tapi, kau tidak dengar tadi? Bagaimana jika mereka melukai Yenmei?”

Ryeowook terlihat bingung. Apa yang Minrin katakan benar. Tapi di depan mereka ada mobil detektif yang tiga tahun terakhir terus menerus mengikuti mereka. Jika mereka keluar, mereka akan tertangkap tapi jika membiarkan, bagaimana jika Yenmei benar-benar dalam masalah?

“Baiklah, aku akan keluar,” kata Ryeowook akhirnya menyerah. Dia mengambil topi dan jaketnya lalu memakainya.

“Aku ikut denganmu.”

“Tidak. Kau di sini,” tolak Ryeowook dengan tegas. Ia memegang pundak Minrin kuat dan memaksanya. “Jika dalam sepuluh menit aku tidak keluar, segera pergi dari sini.”

“Lalu bagaimana denganmu? Mana bisa aku membiarkanmu menghadapi mereka sendirian, ha?”

“Hei, kau percaya padaku?” Ryeowook bertanya dengan menatap Minrin, memaksanya untuk berkata iya seperti biasanya. Lagipula ini bukan situasi genting pertama yang mereka alami, harusnya sudah terbiasa. Tapi Minrin merasa ada yang aneh.

Minrin tidak menjawab dan Ryeowook tidak punya waktu menunggu jawabannya. Ia hanya mengecup bibir gadis itu cepat sebelum akhirnya turun dan berjalan cepat ke dalam bangunan itu.

“Sepuluh menit, kau mengerti?” Ryeowook mengucapkan hal itu sekali lagi begitu menghidupkan alat komunikasinya.

Alat komunikasi yang secara langsung juga tersambung pada Kyuhyun itu akhirnya membuat Kyuhyun mendengar ucapan Ryeowook dengan jelas.

“Apa yang terjadi? Kenapa kau keluar dari mobilmu?” cercanya saat melihat gambar Ryeowook di layar komputernya berjalan menuju ke arah sebuah bangunan.

“Ada yang tidak beres. Aku akan mengeceknya,” sahut Ryeowook begitu saja.

Yaa…!”

Ryeowook sama sekali tidak menghirukan teriakan Kyuhyun dan terus berjalan. Tidak peduli jika Kyuhyun tengah mengomel padanya, Ryeowook tetap masuk ke dalam. Halaman bangunan mirip rumah Jepang tempo dulu itu sepi. Ryeowook masuk ke dalam rumah itu dengan hati-hati. Kedua matanya menyipit saat melihat bercak darah tercecer di lantai kayu. Ceceran darah yang berasal dari tubuh Yenmei yang kini tergeletak tak bernyawa di sebuah ruangan. Ia tertegun sebentar sebelum akhirnya dari arah belakang ia mendengar tarikan pelatuk pistol dengan sangat pelan yang sepertinya diarahkan padanya. Ryeowook menahan nafasnya seketika itu.

Ini jebakan, pikirnya. Siapapun yang meminta bantuan untuk menjemput Yenmei dan membawa wanita itu sepertinya telah menjebaknya untuk masuk ke dalam sini.

Sial.

“Kau orangnya, bukan? Si pesuruh gelap,” katanya.

Ryeowook diam membeku seketika itu, sama sekali tidak berbalik karena akan berakibat terbongkarnya identitas aslinya. “Apa yang kau bicarakan, ha?” tanyanya berpura-pura. Di belakangnya, orang dengan pistol di tangannya itu maju selangkah membuat Ryeowook langsung waspada.

“Benar. Itu benar kau… iya kan? Wanita itu benar-benar umpan yang sangat berguna. Lihat, bagaimana kau datang untuk memastikan bahwa klien mu tidak terbunuh.” Orang itu tertawa pelan atas kemenangannya yang berhasil membuat Ryeowook melangkahkan kakinya menuju jebakan ini.

Ryeowook benar-benar paham jika ini semua adalah jebakan. Pertanyaannya adalah kenapa mereka melakukannya? Pastilah ada yang diinginkannya. Apapun itu, ia harus segera meloloskan diri atau pistol itu akan menembus kepalanya.

Satu kesempatan yang dimilikinya adalah ketika ia berhasil melumpuhkan gerakan orang itu tapi ia harus menunggu saat yang tepat agar bisa menarik tangannya dan menendang ulu hatinya. Itu pun jika kesempatannya datang.

Benar-benar sial.

“Ada yang bicara denganmu. Tentang sebuah misi yang kuyakin tidak akan mudah untuk ditolak,” katanya memberitahu yang seketika itu memang langsung membuat Ryeowook memasang telinganya baik-baik.

“Aku tidak bertemu seseorang dengan cara seperti ini,” jawabnya. Orang itu yang adalah seorang pria tinggi dengan rambut hitam pendek terkekeh pelan mendengarnya karena merasa diremehkan.

“Ya tentu saja. Kau hanya menerima perintah melalui email yang dikirim. Cara itu memang lebih mudah, tapi bos kami ingin bertemu langsung denganmu.”

Bos? Siapa orang itu yang harus susah payah menjebaknya datang ke tempat ini hanya untuk bertemu langsung. Mungkinkah Presdir Hanjae Group?

“G.I.O kau pernah mendengar itu bukan?”

Ryeowook mengernyitkan dahinya pelan. Nama itu tentu saja tidak asing baginya. Salah satu pihak yang harus diwaspadai ketika menerima perintah mengawasi dan menyelamatkan puteri presiden. Dan sekarang perusahaan global itu ingin bertemu dengannya dan meminta bantuan. Sangat menarik bukan? Tapi Ryeowook justru merasa neraka sebentar lagi menghampirinya dan ketiga temannya. Bagaimana bisa mereka menerima tawaran dari pihak lawan yang ingin mencelakai kliennya?

“Apa yang kalian inginkan?” Ryeowook bersuara setelah sekian lama dengan nada rendahnya.

“Pertama bertemu dengan Presdir Kim baru setelah itu kau akan tau,” jawabnya yang tentu saja membuat Ryeowook langsung menahan umpatannya karena merasa dipermainkan dan dijebak.

Tidak ada jawaban lagi dari Ryeowook. Dia sama sekali tidak punya pilihan. Kesempatan untuk melarikan diri nyatanya sudah sangat tipis dan hampir tidak ada. Satu gerakan yang dibuatnya akan berakibat satu tarikan pelatuk dan seketika itu satu peluru akan menghampirinya.

“Aku akan bicara dengannya tapi aku menolak untuk bertemu dengannya,” saran Ryeowook pada akhirnya. Setidaknya itu cara teraman yang dipikirkannya. Mereka tidak akan melihat wajahnya, tapi mereka akan mendapatkan apa yang mereka inginkan.

“Baiklah.”

Tidak lama setelah itu satu ponsel yang telah tersambung dengan orang yang dipanggil Presdir Kim itu meluncur di lantai ke arahnya. Ryeowook mengambilnya dan langsung menempelkannya di telinganya.

“Kupikir mudah tapi ternyata tidak. Kau cukup cerdas dengan tidak mengungkapkan identitasmu sampa detik ini. Kau dan teman-temanmu, benar-benar sulit untuk dilacak dan dicari tahu.” Suara laki-laki yang terkesan meremehkan sekaligus sombong terdengar membuat Ryeowook langsung menahan dirinya untuk tidak membalasnya dengan segala bentuk umpatan dari kebun binatang.

“Apa yang kau inginkan?” tanyanya langsung pada titik permasalahan. Jujur saja ia bukan orang yang suka berbosa-basi dan lebih baik pria sombong itu segera mengatakan apa maunya.

“Memberimu sebuah penawaran,” katanya.

Hening sesaat.

“Bawa Han Eun Ji padaku dan aku akan membayarmu tiga kali lipat dari harga yang Presiden bayarkan.”

Ryeowook mengernyit setelah itu. Benar dugaannya bahwa neraka benar-benar datang pada mereka berempat sekarang ini. Hal seperti ini belum pernah terjadi. Seakan-akan mereka berada di tengah-tengah dua kubu yang berseteru dan mereka dipaksa untuk berada di pihak masing-masing kubu. Dalam pertempuran apapun, hal seperti ini tidak terjadi kecuali pihak yang berada di tengah-tengah adalah seorang pengkhianat.

“Aku menolaknya,” kata Ryeowook memutuskan tanpa banyak pikir. Ia cukup sadar ini akan menyebabkan masalah besar nantinya jadi lebih baik mundur sebelum masalah besar menghampiri.

“Aku tahu aku tidak punya sesuatu yang bisa memaksamu untuk menerima tawaran ini. Sayang sekali….”

“Kau memang tidak memilikinya.”

“Ah… Tunggu dulu. Bagaimana dengan menyerahkan kalian ke detektif  itu? mereka ada diluar sekarang. Kurasa kau akan memikirkannya jika begitu, benar kan?”

Brengsek!

“Apa yang kau bicarakan?”

“Aku bisa saja membuatmu menjadi tersangka pembunuhan Yenmei. Kau tidak sadar sedang di mana sekarang? Dengan siapa dan apa yang baru saja terjadi di sana?” tawa laki-laki menggema di telinga Ryeowook, membuatnya ingin menghajar wajahnya andai bertemu. Tangan kirinya mengepal menahan amarah.

Kyuhyun bilang G.I.O adalah perusahaan global yang sangat berkuasa. Kekayaanya benar-benar tidak bisa dibayangkan. Anak perusahannya tersebar di Perancis, Amerika, Kanada, Afrika Selatan, China, India, Austalia dan masih banyak lagi. Menjadikan perusahaan itu menjadi perusahaan global yang ditakuti bahkan melebihi perusahaan milik Bill Gate dengan microsoft nya. G.I.O menguasai banyak aspek termasuk teknologi, properti, entertaiment, makanan, dan transportasi. Mereka bahkan dibalik pembanguan bengkel pesawat terbang terbesar yang pernah ada. Petinggi dunia selalu berpikir ulang jika membuat masalah dengannya. Dan sekarang Ryeowook lah yang tanpa sadar membuat masalah dengan menolak tawarannya.

Apa yang bisa diperbuat pria biasa yang tidak punya pekerjaan bahkan kekuasan, yang hidupnya pun selalu dikejar dua detektif? Si pesuruh gelap yang jika salah langkah bisa langsung membuatnya berakhir di penjara dalam jangka waktu yang lama. Jadi, sebenarnya bukanlah masalah besar bagi G.I.O untuk membuat Ryeowook sebagai tersangka dan juga membawanya ke depan polisi.

“Aku tidak menyuruhmu untuk membunuh gadis itu. Aku hanya memintamu untuk membawanya padaku, seperti yang kau lakukan pada Yenmei,” terangnya lagi.

Apa maksudnya itu? jadi, misi membawa Yenmei menemui presdir Hanjae juga jebakan? Mereka berpura-pura menyuruhnya untuk mengamankan Yenmei untuk bertemu dengan Presdir Hanjae, tapi sebenarnya mereka menyuruhnya untuk membawa Yenmei agar bisa dibunuh. Dan kasus itulah yang pada akhirnya digunakan untuk menjebak Ryeowook. Sialan!

“Lagipula, aku tahu informasi rahasia tentang kalian termasuk markas yang kalian gunakan,” lanjutnya lagi. “Jika kalian masih menolak, maka aku akan membongkar semua kejahatan yang pernah kalian lakukan. Termasuk pembunuhan Yenmei. Atau yang lebih buruk menghancurkan kalian satu persatu.”

Tidak ada jalan pintas.

Ryeowook tahu tidak ada jalan keluar yang sesuai dengan pikirannya. Ia dan ketiga temannya tetap tidak bisa menolak. Kalaupun ada jalan keluar, pastilah akan ada yang terluka. Jalan tikus yang biasanya tidak akan semudah itu untuk dicari. Karena yang dihadapinya adalah G.I.O

***

CUT

Remember The Horde? Maaf beberapa kali update tapi nggak update soal secret guard. Banyak alasan dan salah satunya karena saya lagi mikir ending yang tepat. Hehe….

Well, aku tahu kalian sedang bergembira dengan teasers The Little Prince. Sama, aku juga lagi exited banget sama The Little Prince. The teaser look so artistic, isn’t it?

Oke, kalau begitu terimakasih dan tolong hargai tulisan saya dengan berkomentar ^^. See you…

Advertisements

7 thoughts on “The Horde [3. Trapped]

  1. Yaampun ryeowook -_-
    semoga ryeowook ga knpa2 deh ckup di secret guard dia dipukulin, kena tembak XD kkk
    Aku jga lagi sneng. Image teaser solo album nya keren banget masaaaa ♡ jadi ga sabar nggu rilis albumnya 🙂
    Okee di tnggu nextpostnya. Semoga next post ff secret guard ya hehe keep writing and fighting ^^9

  2. Seru nih ak sll suka crta yg bergenre action dn main pairnya ryeowook…hehe..trmsk secret guard.udh penasara akut sm endingngya.dtunggu crta axtion slnjutnya y..jgn lp main pairnya ttp ryeowook.hehe..gonawo

  3. Huohuhohuohuoooooooo the horde new chapter!! Ryeowook kenapa sih selalu berada di situasi genting😂 kirain mau digebukim lagi tau hiksss :”((
    Seru seru aku tunggu kelanjutannya:D yang the wedding juga❤ semangat author!!
    Yeay wook solo sudah semakin dekat \o/

    1. yah… kenapa saya selalu taruh itu orang di situasi genting yak? *sighs* tapi nggak digebukan kok… wkwk.
      thank you and yeyy!! The Little Prince 🙂

  4. dah lama gk berkunjung
    dah bnyak ja ff bru
    sweat bget sih ryeomin story lnjut dong
    ma the wedding jg la kepo bgt
    cos q lbh suka yg romance
    pa lg kn lagu the little prince berbau ballad tentang cinta

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s