(Ryeomin Story) It’s Alright

tumblr_myqssjJcYM1t4urfuo1_500

Title : It’s Alright  | Cast : Kim Ryeowook, Shin Minrin

***

Kelihatannya mereka akan merayakan tahun baru terpisah lagi. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Ryeowook kembali mengecek ponselnya tepat ketika jam menujukkan 23.56. Beberapa menit sebelum memasuki tahun baru. Menghela nafasnya perlahan dia pun meletakkan kembali benda itu di atas meja. Ya setidaknya ia akan merayakan tahun baru bersama staff di sukira.

Tidak terlalu buruk dan ia juga sudah biasa merayakan tahun baru tanpa gadis itu. New York jelas belum merayakan tahun baru dan entah apa yang dilakukan gadis kesayangannya itu sekarang ini. Ryeowook berniat menghubunginya ketika selesai siaran, namun niat itu gagal ketika ponselnya lebih dulu berdering. Satu nama yang tadi ingin dihubungi Ryeowook tertera di layarnya. Sambil menahan senyum dan rasa bahagia ia pun bergegas menggeser tombol recieve.

“Happy new year!!” teriak Minrin begitu suara Ryeowook menyambut panggilan teleponnya.

“Ya. Happy New Year untuk beberapa jam ke depan.” Ryeowook terkekeh menunjuk bahwa Minrin belum merayakan tahun barunya di benua seberang itu.

“Untuk siapa? Aku?”

“Tentu saja untukmu, siapa lagi?” Ryeowook menyahut sambil berjalan menuju mobilnya terparkir.

“Siapa bilang? Aku sudah merayakannya sekarang. Di sini, di mobil dan menunggu seseorang yang bahkan tidak sadar sedang ditunggu.”

“Benarkah? Memangnya kau di mana?” Ryeowook kembali tertawa pelan. Minrin pasti bercanda dengannya sekarang. Seperti biasanya.

“Di sini.”

Tepat saat itu Ryeowook melihat seseorang berdiri di samping mobilnya yang terparkir dan orang itu adalah Minrin yang melambai ke arahnya sambil tersenyum. Tidak bisa dipercaya. Untuk kesekian kalinya kehadiran Minrin membuat Ryeowook terkejut. Berapa kali gadis itu melakukannya? Dua? Tiga? Ya ampun, dia benar-benar….

Biasanya Ryeowook akan protes kenapa Minrin tidak memberitahunya jika akan pulang. Atau ia akan menahan rasa kesalnya sampai akhirnya Minrin minta maaf dengan sendirinya. Ya… selalu seperti itu. Tapi perkecualian untuk hari ini.

Tidak ada nada protes yang keluar dari mulutnya. Tidak ada raut wajah kesal begitupun helaan nafas keras. Karena Ryeowook langsung memasukkan ponselnya ke dalam saku  dan berjalan menghampiri Minrin yang masih berdiri sambil memamerkan senyum kemenangannya. Tidak ada aba-aba dan tanpa mengatakan apapun, Ryeowook menarik gadis itu dalam pelukannya. Pelukan yang erat, ia bahkan sampai menenggelamkan kepalanya di leher gadis itu, menghirup wangi tubuhnya untuk sekedar melepas semua rasa kesepiannya. Tidak peduli jika mereka masih berada di basement parkir dan besar kemungkinan fans atau lebih buruk wartawan akan melihat dan mengambil gambarnya. Masa bodoh dengan itu semua.

“Kau merindukanku? Atau merasa bersalah padaku?” tanya Minrin kemudian tanpa sedikitpun berusaha melepaskan diri. Gadis itu terlihat baik dan tak ingin protes. Tangan kanannya bahkan tanpa disuruh sudah menarik leher pria kesayangannya itu, membalas pelukan iu dengan hangat.

“Aku tidak tahu. Bisa keduanya tapi bisa juga bukan karena itu.” Ryeowook menyahut setelah beberapa saat. Sampai akhirnya ia melepaskan pelukan itu. Kedua matanya menghunjan penuh ke dalam kedua mata cantik di depannya. Tangannya menangkup wajah gadis kesayangannya itu dan untuk sesaat ia hanya menikmati pemandangan itu.

Ia merindukan gadis itu. Merindukan merayakan tahun baru bersamanya dan merindukan semua hal tentangnya. Dan ia juga merasa bersalah. Bersalah karena membiarkan gadis itu pergi disaat mereka sedang bertengkar. Tapi semua baik-baik saja sekarang. Satu hal yang sangat disyukurinya.

Ryeowook baru saja akan mendekatkan wajahnya dan meraih bibir gadis itu tapi Minrin dengan cepat menahannya. “Kita tidak akan melakukan itu di sini. Kau tidak ingin tahun baru dibuka dengan berita tentang kita bukan?” guraunya.

“Aku tidak akan melepaskanmu, kau tahu itu.” Ryeowook tersenyum menanggapi gurauan itu lalu menyuruh Minrin untuk masuk ke dalam mobilnya.

***

“Kau tidak bertanya kenapa tiba-tiba aku sudah ada di Korea?” Minrin bertanya memecah keheningan saat mobil mereka melaju di jalanan kota Seoul. Entah kemana Ryeowook akan membawanya, Minrin menurut saja. Lagipula sudah dua tahun mereka tak merayakan tahun baru bersama-sama.

“Apa biasanya kau akan memberiku penjelasan?”

Minrin menoleh dan mendecak sambil tersenyum. Apa yang Ryeowook katakan memang benar. Ia memang tidak pernah mengatakan alasannya selama ini. Tiga kali ia pulang ke Korea dan tak sekalipun memberitahu Ryeowook sebelumnya.

“Maafkan aku. Aku hanya ingin memberi kejutan,” balasnya sambil tersenyum. Giliran Ryeowook yang berdecak mendengarnya.

“Kejutan yang sama sebanyak tiga kali. Aku bahkan tak lagi terkejut sekarang.” Pria itu tertawa pelan.

“Tapi kau senang aku pulang, iya kan?”

Ryeowook menoleh sekilas dan menatapnya sambil tersenyum. “Mana mungkin aku tidak senang tunanganku pulang dan merayakan tahun baru  bersama. Ya meskipun aku tidak suka caramu datang. Lain kali, kau harus memberitahuku kalau akan pulang dan berhenti muncul tiba-tiba di depanku.”

Arraso… arraso.”

Perjalanan itu tidak lama karena beberapa menit setelah itu Ryeowook menghentikkan mobilnya dan mengajak Minrin berjalan melewati jejeran rumah tradisional. Jalanan menanjak dan sepi. Tempat ini mengingatkan Minrin dengan Hyukjae. Sahabatnya itu pernah mengajaknya ke tempat seperti ini. Sebuah daerah dengan rumah-rumah tradisional.

Mereka berhenti di sebuah bukit. Di belakangnya berjejer menurun rumah-rumah tradisional dan di belakangnya terbentang pemandangan kota Seoul dengan kerlap-kerlip lampunya. Kembang Api masih terlihat menyala di beberapa titik dan dari tempat ini terlihat begitu kecil.

“Aku tidak menyiapkan pertunjukkan kembang api jadi kita tidak akan melihatnya dari sini.” Ryeowook berujar sembari menarik Minrin untuk berdiri di depannya lalu ia pun memeluk gadis itu dari belakang.

“Semua yang di sana sudah cukup indah,” katanya.

“Apa yang kau inginkan di tahun baru?” tanya Ryeowook kemudian.

Minrin terlihat tersenyum sebentar sebelum menyenderkan punggunya pada pria itu. “Menjadi diriku yang baru, melihat dirimu yang baru. Menikah denganmu dan melihatmu masuk militer,” jawabnya.

“Yaa…. kenapa membahas militer ha?”

“Kenapa? Aku harus membiasakan diri dengan hal itu.” Minrin menyahut cepat. Gadis itu kembali tersenyum sebelum diam-diam menarik nafasnya panjang.

“Kau akan baik-baik saja, kan?”

“Aku tidak tahu. Menurutmu?”

“Aku hanya mengkhawatirkan kebiasaanmu.” Ryeowook menjawab.

“Tentang aku yang mudah tertarik dengan pria lain?”

“Ya… tentang itu.”

Dan Minrin hanya tersenyum mendengarnya. Ya… ia memang sedikit keteraluan tapi Ryeowook seharusnya tahu betul kepada siapa hatinya telah memilih.

“Kau bilang ingin menikah sebelum wajib militer. Lalu apa lagi yang kau khawatirkan, ha?”

“Aku juga tidak tahu.” Ditariknya nafas dengan panjang dan Minrin bisa merasakan kalau Ryeowook tengah mempererat pelukannya. “Ya… kita akan menikah di tahun ini,” gumamnya kemudian. Minrin kembali tersenyum membenarkan.

“Jadi berhentilah mengkhawatirkan hal-hal itu.”

Hening untuk beberapa saat dan keduanya seperti nyaman dengan keheningan itu. Udara dingin terasa menusuk tapi terasa berkurang bagi Minrin karena pelukan Ryeowook untuknya.

“Semua akan baik-baik saja kan?”

Entah apa yang dipikirkan Ryeowook tapi sepertinya pria itu terlihat begitu banyak menyimpan kekhawatiran. Minrin pun mengangguk mengiyakan. “Ya… semua akan baik-baik saja. Pernikahan, wajib militer, pekerjaanmu dan juga pekerjaanku. Semua akan baik-baik saja,” katanya menenangkan.

“Aku tahu. Beritahu aku jika kau merasa tidak baik-baik saja.”

“Hmm… apa ini masih tentang wajib militer?”

“Ya, masih tentang itu.”

Minrin menahan senyumnya lalu ia pun melepaskan pelukan itu, terakhir ia membalikkan tubuhnya dan  menangkup wajah pria itu dengan kedua tangannya. Melihat ke dalam matanya yang sepertinya tengah berusaha menyembunyikan semua kekhawatirannya.

“Baiklah, saat kau akan pergi nanti aku janji tidak akan berpura-pura kuat. Kalau aku bersedih dan sampai menangis, aku akan menunjukkannya padamu. Tapi hanya padamu, oke?” Minrin pun menarik nafasnya perlahan. Rasanya sudah begitu aneh tapi ia akan berpura-pura tersenyum untuk hari ini.

“Masih ada waktu sebelum hari itu, jadi jangan mengkhawatirkan apapun dan mari kita menjalani semuanya dengan baik dan tersenyum. Bukankah tahun baru selalu penuh dengan semangat baru?” ia tersenyum dan Ryeowook membalasnya.

Arraso…..”

“Ya, tersenyum seperti itu. Kau tahu, melihatmu seperti itu aku jadi ingin melakukan sesuatu padamu.” Sorot mata Minrin berubah jenaka dan Ryeowook benar-benar mengantisipasi apa yang dimaksudnya itu.

“Melakukan apa?”

“Aku akan memberimu hadiah.” Minrin melanjutkan. Sementara raut wajah Ryeowook sudah berubah penasaran.

“Hadiah untuk apa?”

“Untuk kekasihku yang tahun ini akan memasuki usia 30,” jawabnya sambil tersenyum. Bagi Ryeowook senyuman itu setengahnya merupakan ejekan, setengahnya lagi senyuman tulusnya.

“Tssk, Aku masih di akhir usia 20,” ralatnya tak terima.

Minrin tidak menjawab dan hanya tersenyum. Selebihnya ia mendekatkan wajah Ryeowook dengan wajahnya dan meraih bibirnya. Menciumnya lama. Ia bahkan sampai harus memeluk lehernya untuk lebih dekat.

“Apa itu yang kau maksud hadiah?” tanya Ryeowook sedikit tak percaya dengan apa yang baru saja dilakukan Minrin. Tak benar-benar terkejut, karena gadis itu sudah sering seperti tadi. Yang membuat Ryeowook tak percaya adalah gadis itu berani melakukannya di tempat seperti ini. Bagaimana kalau orang lain melihat? Ya Tuhan….

Minrin sedikit menjauhkan kepalanya, menatap pria itu dan tersenyum sebelum mengangguk mengiyakan. “Shirro?”

Ani. Joa….,” katanya lagi lalu balas menarik pinggang Minrin lebih dekat dan memberikan ciuman serupa untuk Minrin. Tidak… tidak sama. Karena jika Ryeowook yang menciumnya, pria itu yang akan memegang kendali dan Minrin hanya bisa mengikuti sesuai irama saja.

***

CUT

Happy New Year!! Iya aku tahu ini sudah telat.. -_-

Sorry for long update, i know you guys wait for another ff… i mean that ff. Baik, aku tidak akan memberikan pembelaan apa-apa karena belum dipostingnya part terakhir itu ff, karena memang belum selesai *sighs*

I will post it… don’t worry, I’m working on it now.

And who did go to KRY concert? You must had a great new year. congratulation… 🙂

Sayangnya, aku belum punya kesempatan buat nonton. So, i will wait for another chance. Jujur, aku termakan janjinya si ryeowook yang katanya mau datang lagi, nyambangin surabaya dan lombok. Aah… he’s cute.

And of course i was so surprise he sang Noah song…. dan melihatnya yang seperti itu, ryeowook stan mana yang nggak bangga coba? Yeah, i proud of you!

Ya sudah…. selamat beraktifitas lagi, yang kerja… yang sekolah, semangat! ^^

Advertisements

6 thoughts on “(Ryeomin Story) It’s Alright

  1. Woa.. jjang!! Sweet moment~~😄
    Ryeowook nyanyi separuh aku bikin saya senyum lebar~~ oppa jjangg!! Ryeowookie oppa the best~~ hehee.. thanks for update~~

  2. Kyaaaaa manis banget ini pasangan.
    eumm aku selalu seneng baca ff2 dsni. Soalnya bbrpa diambil dari kenyataan seorang kim ryeowook. Sebelum taun baru ryeowook kan sensitif bngt klw ngomongin soal usianya wkwk XD
    Oh dan soal KRY konser kmren. Duhh bner2 deh dibuat takjub sama suaranya ryeowook. Daebak!!
    Okee aku tnggu ff secret guard dan ff ff lainnya yaa

    • Hehe… sengaja aja sih sebenarnya beberapa diambil dari cerita asli kehidupan Kim Ryeowook. terimakasih yaa :)..
      and yes, suara si abang emang bener-bener bikin leleh hati elf 🙂

  3. Minrin,ryeowook nya tak pinjem dulu ya😁..
    Masih teriang iang di kepala dia nyanyi separuh aku.. aaah potek hati ku bang😂

    • eeh… eh… tapi kembalikan lho ya…
      k.k.k.k 😀
      sama, saya juga masih terngiang suaranya!! huuurr, falling love with him again pokoknya

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s