(FF Series) Secret Guard Part 10

secret guard 5a

Tittle : Secret Guard Part 10 | Author           : Whin (@elizeminrin) | Cast : Shin Minrin, Kim Ryeowook, Cho Kyuhyun, Kim Jongwoon, Shin Ranran, Han Sungyoung | Genre   : Action, Romance, Revenge | Length : Chapter (7317 words)  | Rating: PG 17 | Disclaimer: This story is just Fan fiction, Super Junior members is not mine. I just have the story plot and artwork. Please, don’t copy paste it. It’s Inspired by a movie called Abduction and some Kdrama

***

Minrin menunggu dengan gelisah. Saat ia menyadari Ryeowook tidak datang menjemputnya dan bahkan tidak bisa dihubungi, Jongwoon tiba-tiba datang padanya dan mengatakan bahwa terjadi sesuatu pada Ryeowook. Ia benar-benar nyaris terjatuh karena shock ketika diberitahu bahwa Ryeowook berada di rumah sakit dan terluka parah. Lalu ia pun langsung mencari taksi dan bergegas menuju rumah sakit.

Lorong rumah sakit sepi dan hanya ada Kim Ilsung, Kim Jongwoon, Sungyoung serta Cho Kyuhyun yang penuh noda darah di kemejanya.  Minrin menahan nafasnya, bersiap mendengar apapun yang akan mereka katakan. Namun ia justru mendapat pelukan dari Sungyoung yang tak kalah khawatirnya dengan dirinya yang membuatnya semakin panik dan juga takut.

“Apa yang terjadi?” tanyanya lirih.

“Ia ditusuk oleh salah satu orang I.L ketika bersama Kyuhyun. Sepertinya dia kehilangan banyak darah,” ucap Jongwoon pelan yang terdengar seperti petir bagi Minrin.

“Kenapa bisa terjadi?” ia menatap Sungyoung, bergantian dengan Jongwoon dan juga Kyuhyun. Tapi ketiganya hanya diam.

“Kami masih menyelidikinya. Untung saja tadi tim dari NIS cepat datang begitu Kyuhyun memberitahu kedatangan I.L.” Kim Ilsung menjawab.

Minrin menghembuskan nafasnya perlahan lalu melepas pelukan Sungyoung. “Dia tidak apa-apa kan?” tanyanya lagi.

“Operasinya sedang berjalan. Kita berdoa, semoga dia baik-baik saja.” Kali ini Jongwoon yang menjawab.

Hampir satu setengah jam mereka menunggu. Satu setengah jam yang nyaris membuat Minrin gila karena ketakutan. Kedua tangannya saling mengatup dengan gemetar. Detak jantung yang terus berdegup menahan cemas. Berulang kali ia melihat ke arah pintu ruang operasi yang masih saja tertutup. Di sampingnya, Sungyoung senantiasa memeluk pundaknya memberi kekuatan kalau-kalau ia jatuh pingsan tiba-tiba. Hingga akhirnya lampu di atas pintu ruang operasi mati lalu seorang dokter keluar dan menghampiri Kim Ilsung.

“Beruntung dia segera di bawa kemari. Kondisinya tidak apa-apa dan dia akan segera dipindahkan ke kamar inap,” ucap dokter itu memberitahu.

“Terimakasih.” Kim Ilsung membungkuk berterimakasih. Minrin langsung menghela nafas lega setelah itu.

Satu jam setelah operasi, yang Minrin lihat sekarang ini adalah sosok Kim Ryeowook yang terbaring di atas tempat tidur rumah sakit dengan selang infus yang terpasang dan alat deteksi detak jantung yang berbunyi teratur. Melihatnya yang diam seperti itu membuat Minrin ingin menangis. Sosok yang dingin yang selalu membuatnya kesal sekarang bahkan terabaring lemah dengan kedua mata yang menutup.

“Kau tidak apa-apa?” Sungyoung menepuk pundaknya ringan saat ia masih berdiri di depan pintu dan hanya memperhatikannya dari luar.

“Menurutmu bagaimana aku bisa baik-baik saja jika dia dalam keadaan seperti itu?” tanyanya sakartis. Sungyoung mengerti dan menepuk-nepuk pundaknya lagi dengan pelan.

“Dia akan baik-baik saja, percayalah… lebih baik sekarang kita pulang dulu. Kau harus istirahat. Biar oppa yang menjaganya.” Sungyoung merangkul pundaknya pelan. Minrin hanya menoleh padanya ingin menolak tapi melihat Jongwoon yang berdiri tidak jauh dari mereka menganggukkan kepalanya, membuat Minrin tidak punya pilihan selain mengiyakan.

***

“Cho Kyuhyun-ssi, apa kau yakin tidak ada yang mengikutimu akhir-akhir ini?” seorang wanita dari bagian penyidikan menanyainya sekarang. Karena kejadian yang terjadi pada Ryeowook, maka Kyuhyun harus berada di tempat sempit ini untuk diinterogasi.

“Ya. Aku yakin,” jawabnya.

Tidak ada yang bisa dilakukannya selain menjalani aturan yang berlaku. Interogasi ini adalah bagian dari aturan itu. Meskipun ia anggota NIS sekalipun, ia tidak bisa menghindar. Ini biasa dilakukan saat sebuah operasi penangkapan gagal atau hal-hal tidak terduga terjadi seperti yang Ryeowook alami. Untuk mencegah ada penyusup dalam NIS sekaligus untuk memastikan kesetiaan anggota, maka hal ini biasa dilakukan.

“Lalu apa yang sedang kalian lakukan di sana?” Wanita itu menghentikkan gerakan jarinya di atas keyboard laptop lalu mengangkat kepalanya. “Di sebuah tempat yang ilegal?” dia menghentikkan ucapannya.

“Aku tidak tahu jika itu ilegal. Tapi semua di sana membantuku menjalankan tugasku selama ini. Dan aku hanya menunjukkannya pada Kim Ryeowook. Kau tahu kan, apa yang sedang tim kami kerjakan? Pencarian data yang berisi bukti kejadian 20 tahun yang lalu.”

“Kalian menemukan data itu?”

“Ya, tapi kami belum berhasil membukanya.” Kyuhyun kembali menjawab dengan sangat tenang. Alat deteksi kebohongan yang terpasang di lengannya akan berbunyi jika ia tidak tenang dan bersikap biasa.

“Dimana data itu?”

“Aku tidak akan mengatakannya karena itu bagian dari tugas dari ketua tim.”

“Tapi ketua tim menyuruhku untuk mengorek informasi darimu.” Gadis itu bersikeras.

“Kami sedang berusaha membukanya dan akan segera diserahkan pada Kim Ilsung begitu berhasil dibuka.”

“Apa kata-katamu bisa dipercaya?”

“Ya. Kau bisa bisa mempercayainya.”

Terlihat gadis itu menahan dirinya dengan kembali menutup mulutnya saat ingin bicara. Kyuhyun tahu gadis itu ingin tahu lebih banyak tapi Kyuhyun tak bisa memberitahu lebih banyak daripada yang dikatakannya.

“Baiklah….” Wanita itu menarik nafasnya, seperti kehilangan celah untuk menyudutkan Kyuhyun. Dilihat dari sisi manapun, Kyuhyun sangat tenang dan tak terlihat mencoba berbohong. “Menurut anggota yang ke sana, ada sekitar dua mobil yang membawa orang-orang I.L. Dengan jumlah seperti itu, bagaimana kau bisa memanggil bantuan?” tanyanya lagi.

“Aku segera memanggil bantuan saat aku tahu ada yang datang.”

“Kenapa? Mungkin saja itu temanmu yang datang. Isanghe…. apa kalian tengah melakukan sesuatu? Hmm…semacam kegiatan peretasan untuk membuka data itu?”

Hampir Kyuhyun terjabak dengan pertanyaan itu. Ia mengulas senyumnya. “Bukankah kita dilatih untuk selalu waspada? Lagipula aku tidak punya teman, Daeyoung-ssi. Jadi….” Kyuhyun melepaskan ikatan di lengannya. “Bisa kita akhiri ini sekarang? Aku sangat sibuk.”

Gadis itu hanya menatap tidak percaya sambil mendengus tapi tidak mengatakan apapun. Karena sejak Kyuhyun mengatakan ‘kau bisa mempercayainya’ interogasi yang dilakukannya telah berakhir. Kyuhyun pun berdiri dan tersenyum pada wanita bernama Daeyoung itu. lalu dia berlalu pergi begitu saja meninggalkan Daeyoung yang melihatnya sambil berdecak kesal. “Sial. Jika bukan karena dia tampan, aku tidak akan melepaskannya begitu saja.”

Yaa, Shin Daeyoung….dia sudah punya pacar.” Suara menggema di ruangan itu dari speaker membuat wanita itu kembali berdecak.

“Ya tentu saja. Ah… kasihan sekali Ryeowook sunbenim. Jujur saja aku juga tidak percaya Kyuhyun sunbenim melakukan itu. Tidak mungkin.” Gadis itu meyakinkan. Alasan  utama interograsi ini dilakukan adalah karena beberapa pihak berpikir kalau Kyuhyun bekerja sama dengan Kim Donggun hingga akhirnya Ryeowook terluka. Tapi tentu saja itu sulit dipercaya.

Tapi sejujurnya Cho Kyuhyun telah berbohong. Dia telah membohongi semua orang dengan sikapnya itu. Padahal sekali lagi ia mengkhianati NIS.  Sayangnya tak seorang pun yang sepertinya menaruh curiga padanya.

Kyuhyun sengaja melakukannya. Atau sebenarnya, ia dan Kim Donggun sudah merencanakan ini semua.  Dan sayangnya Kim Donggun tak tahu jika Kyuhyun telah menukar hardisk yang asli dengan hardisk kosong yang telah dipersipakannya.

***

Ryeowook tersadar di hari kedua ia berada di rumah sakit. Adalah Minrin yang saat itu menungguinya dan tentu saja melihat kedua kelopak mata itu membuka dengan perlahan membuat Minrin senang luar biasa.

“Kau sudah sadar?” tanyanya lega. Minrin baru saja akan beranjak menekan tombol di dekat tempat tidur Ryeowook untuk memanggil perawat dan dokter, tapi tangannya terhenti ketika Ryeowook berhasil menahan gerakannya.

“Berapa lama aku tak sadarkan diri?” tanya Ryeowook sambil berusaha untuk duduk yang langsung membuat Minrin mencegahnya dengan cepat.

“Tidurlah saja. Kau baru saja dioperasi, pingsan selama lebih dari 24 jam dan jahitanmu bisa saja terbuka jika kau bergerak,” protes Minrin dengan tegas.

Tidak bisa dipercaya setelah membuat semua orang cemas karena kejadian yang menimpanya, Ryeowook masih saja bersikap seperti itu. Seakan-akan luka yang didapatkannya adalah luka biasa. Apa dia tidak tahu betapa Minrin sangat khawatir padanya?

Minrin kembali menekan tombol untuk memanggil dokter begitu dilihatnya Ryeowook tidak berniat memprotesnya. Seorang Dokter datang tidak lama setelah itu dan memeriksa keadaan Ryeowook.

“Dia akan baik-baik saja sekarang. Setelah kondisinya lebih stabil dia bisa pulang,” ucap dokter itu yang membuat Minrin menarik nafas lega luar biasa.

Gamsahamnida.” Minrin membungkuk berterima kasih. Setelah dokter itu pergi, ia kembali melayangkan tatapannya pada Ryeowook yang terbaring menatap langit-langit kamar seperti tengah memikirkan sesuatu.

“Syukurlah, kau baik-baik saja.” Minrin tersenyum lalu berjalan mendekat ke arahnya. “Bagaimana perasaanmu? Ada yang sakit? Atau kau membutuhkan sesuatu? Katakan saja jika kau butuh sesuatu.”

Ryeowook menoleh setelah itu. “Apa yang sudah terjadi?” tanyanya.

“Kau tertusuk saat bersama Kyuhyun. Kau tidak ingat itu?” Minrin balik bertanya sedikit panik. Tidak mungkin kan hanya karena tertusuk Ryeowook tiba-tiba hilang ingatan?

“Aku tahu itu. Apa yang terjadi setelah itu? Di mana Kyuhyun?” Ryeowook bertanya lagi.

Minrin menghela nafas sedikit lega. Sejak kemarin ia begitu panik dan khawatir dan sampai sekarang ia masih merasakan itu. “Dia baik-baik saja. Beruntung sekali Kyuhyun bisa mencari bantuan dan mereka datang tepat waktu. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padamu jika Kyuhyun tidak segera memanggil NIS.”

“Lalu data itu? apa mereka mendapatkannya?” tanyanya lagi, yang sedikit membuat Minrin tidak habis pikir. Ia mendengarnya dari Jongwoon bahwa data itu sudah ditemukan Ryeowook serta Kyuhyun. Karena data itulah, I.L melakukan hal ini pada Ryeowook.

“Aku tidak tahu.” Minrin menggeleng dengan lemah. Tidak bisakah Ryeowook memikirkan kondisi dirinya sendiri sekarang ini? Dari pada memikirkan hal lain yang tadinya mengancam keselamatannya.

“Berikan ponselku, aku harus menanyakan langsung pada Kyuhyun,” katanya kemudian.

Minrin menolak. Gadis itu hanya menatapnya. “Bisakah kau tidak memikirkan hal itu untuk sekarang? Kau masih sakit, Ryeowook-ssi,” tekannya.

“Aku bilang berikan ponselku sekarang!” Ryeowook bersikeras.

“Tidak! Kyuhyun dan Jongwoon oppa akan mengatasi hal itu. Satu-satunya hal yang perlu kau lakukan adalah beristirahat. Kau mengerti?”

“Minrin-ya….!”

Air mata Minrin menggenang tiba-tiba seiring rasa sakit yang mendera dadanya. Ia ketakutan tadi dan juga khawatir. Lalu bagaimana bisa Ryeowook bersikap seperti itu? Apa dia tidak tahu betapa takutnya Minrin jika Ryeowook tidak pernah membuka matanya lagi?

Ryeowook melihatnya lalu Minrin pun buru-buru mendongak ke atas untuk menghalau bulir-bulir air mata sialan itu. “Minrin-ya….” Ryeowook memanggilnya lagi kali ini dengan nada yang dipelankan.

Minrin tidak menjawab. Gadis itu menghapus air matanya dengan kasar, lalu menatap lagi ke arah Ryeowook yang kini juga menatapnya dengan wajahnya yang masih pucat. Wajahnya saja begitu pucat dan bagaimana bisa dia memikirkan hal lain selain kesehatannya?

“Aku tidak akan mengijinkanmu bekerja termasuk menghubungi Kyuhyun untuk menanyakan hal tadi. Paling tidak sampai kondisimu lebih stabil dan boleh pulang, Kau mengerti?” ucap Minrin tegas. Gadis itu menghela nafasnya lalu berbalik untuk pergi tapi tangannya ditahan oleh Ryeowook. Cengkeraman di pergelangannya tidak sekuat biasanya tapi cukup membuat Minrin berbalik lagi.

“Maafkan aku,” kata Ryeowook akhirnya.

“Sialan kau… kau benar-benar menyebalkan,” gerutunya dengan wajah yang cemberut dan juga khawatir.

“Apa aku membuatmu khawatir?”

Minrin diam, menatapnya.“Aku tidak akan memaafkanmu jika sampai terluka untuk kedua kalinya,” balasnya. Ryeowook tersenyum kecil lalu mengangguk.

Tentu saja yang diinginkan gadis itu adalah satu kata bahwa Ryeowook baik-baik saja. Bukannya mengkhawatirkan hal lain seperti data itu.

“Aku akan memberitahu Jongwoon oppa kalau kau sudah sadar,” ucapnya kemudian sebelum akhirnya berjalan keluar dari kamar itu.

***

Kyuhyun mengunjungi Ryeowook esok harinya. Pria itu sedang duduk di atas tempat tidurnya bersama Minrin yang senantiasa menemaninya sejak semalam. Gadis itu benar-benar keras kepala dan menolak pulang sampai akhirnya Jongwoon menyerah dan membiarkan saja gadis itu tidur di rumah sakit. Jika saja Kyuhyun tidak datang, mungkin saja Minrin masih memaksakan diri menemani Ryeowook sepanjang waktu.

“Kyuhyun-ah, bagaimana bisa kau baru datang sekarang, ha?” decaknya berpura-pura kesal begitu melihat wajah Kyuhyun yang tersenyum canggung di ambang pintu.

Melihat Kyuhyun yang datang seharusnya Ryeowook senang, karena ia tak perlu lagi susah payah mendesak Minrin untuk diijinkan menghubungi Kyuhyun membahas. Tapi yang dilakukannya hanyalah menatap curiga ke arah pria tinggi itu.

“Aku ada banyak urusan di NIS.” Kyuhyun menjawab pertanyaan Minrin tadi sebelum berjalan masuk dan berdiri di sampingnya. Masih dengan Ryeowook yang menatapnya diam.

Hening untuk sejenak. Minrin bahkan harus menoleh ke arah Ryeowook seakan bertanya kenapa dia hanya diam saja. “E..eoh tentu saja kau sibuk. Kalau begitu aku akan keluar cari minum.” Minrin pun memutuskan untuk meninggalkan mereka berdua.

“Kau butuh sesuatu?” tanyanya pada Ryeowook.

“Tidak ada.”

“Hmm.. baiklah, sampai nanti.”

Banyak yang dipikirkan Ryeowook sejak semalam. Tentang kenapa anak buah Kim Donggun bisa mengetahui gudang itu. Satu pertanyaan yang paling mendasar yang belum juga mendapatkan jawabannya. Jujur, ia memikirkan banyak kemungkinan salah satunya tentu saja keterlibatan Cho Kyuhyun sendiri. Tidak mungkin pengkhianat dalam NIS adalah Kyuhyun, informan yang selalu memberikan informasi apapun pada Kim Donggun. Itu hal yang tergila yang dipikirkannya. Untuk apa Kyuhyun melakukannya? Pria itu cukup setia pada NIS jika alasannya bergabung adalah karena Minrin.

“Bagaimana dengan data itu?” tanya Ryeowook akhirnya setelah Minrin meninggalkan keduanya.

“Masih aman di tanganku,” jawabnya yang seketika itu membuat Ryeowook lega. Kyuhyun mengambil hardiskt berbentuk persegi empat yang sejak tadi dibawanya dan menyerahkannya pada Ryeowook. “Akan lebih baik jika kau yang menyimpannya,” katanya.

Ryeowook menatapnya sesaat. Benar kan Kyuhyun tak sebrengsek yang tadi dipikirkannya. Jika ia memang terlibat lantas untuk apa ia memberikan hardisk itu pada Ryeowook sekarang ini?

“Mereka sedang menyelidiki kejadian kemarin?”

“Ya. Semuanya sedang bekerja keras sekarang ini,” jawabnya pendek. Sejenak Ryeowook kembali memperhatikannya. Urung menanyakan berbagai pertanyaan yang sejak kemarin terus mengganggunya.

“Baiklah aku mengrti. Untuk sekarang aku akan menganggap ini semua sebuah kebetulan semata.”

Ucapan yang terdengar menyindir yang langsung disadari Kyuhyun. Pria itu diam memperhatikan Ryeowook. Apa mungkin Ryeowook sudah mencurigainya? Ya… itu sangat mungkin terjadi. Tapi Kyuhyun memilih diam.

“Kalau begitu aku pergi. Kau harus banyak istirahat,” katanya untuk pamit yang langsung dibiarkan Ryeowook.

Sejenak Ryeowook kembali memperhatikan hardisk yang sekarang sudah berada di tangannya. Banyak rahasia dalam hardisk ini dan ia akan mengungkapkannya.

***

Kyuhyun bersandar di jok mobilnya yang masih berhenti. Tak lama setelah itu sebuah mobil masuk ke area parkir dan berhenti tepat di depan mobilnya, menghalanginya untuk keluar. Dia tahu siapa pemilik mobil itu.

Seorang pria berjaket keluar lalu menghampiri mobilnya, berdiri di samping pintu dan Kyuhyun tak punya pilihan selain membuka jendelanya.

“Keluar. Dia ingin bertemu denganmu,” katanya memerintah. Kyuhyun sudah menduganya kalau Kim Donggun akan mencarinya. Setelah kejadian kemarin Kyuhyun memang sempat kabur dan membuat mereka kesulitan untuk melacaknya.

Kyuhyun menurut. Sama sekali tak melawan, ia pun membuka pintu mobilnya dan berjalan menuju mobil hitam yang masih menyala itu. Kim Donggun sudah ada di dalam sana, menatap ke depan.

“Aku hampir menemui gadis itu jika kau tak bisa kutemukan. Bersyukurlah, karena gadismu itu dan juga orangtuamu masih selamat sampai sekarang. Tapi itu tidak akan terjadi jika sekali lagi kau mengabaikan perintahku dan berbuat sesuka hati. Kau mengerti?”

Tak perlu bertanya, karena Kyuhyun mengerti betul apa yang tengah dibicarakan Kim Donggun padanya. Rencana untuk merebut data itu dari Ryeowook gagal karena Kyuhyun tak menuruti perintah Kim Donggun. Lalu menghilangnya Kyuhyun menjadi alasan tambahan untuk Kim Donggun merasa berang padanya. Dan Kyuhyun tahu betul, kali ini ia tidak akan bisa melepaskan diri seperti sebelumnya. Karena Kim Donggun akan terus mengawasinya.

“Lepaskan orangtuaku.”

Tawa Kim Donggun pecah mendengar permintaan Kyuhyun. Tapi tak lama karena setelah itu dia menarik pistol dari balik jaketnya dan mengarahkannya pada Kyuhyun. Satu tangan yang lain berhasil mencekik leher Kyuhyun. Kedua matanya menatap tajam tanpa ampun. Kyuhyun tak berontak meski tenggorokannya tercekat kekurangan oksigen.

“Aku bekejra sesuai kesepakatan, Cho Kyuhyun. Kau membawa data itu aku lepaskan orangtuamu. Kau pikir aku akan melepaskan orangtuanya setelah kau bekerja sama padaku untuk melukai Nathan? Itu tak ada dalam kesepakatan.”

Kata-kata tajam penuh ancaman. Kyuhyun tahu Kim Donggun sebentar lagi akan menyuruhnya untuk melakukan hal lain lagi untuk mengambil data itu.

“Kau tak ada dalam list orang-orang yang terlibat pemberontakkan dalam data itu. Jadi kenapa kau sangat menginginkannya?” tanya Kyuhyun dengan susah payah. Kim Donggon melonggarkan cekikannya namun tak menurunkan pistol yang mengarah ke samping kepala Kyuhyun.

“Bukan urusanmu, Cho. Sekarang yang perlu kau lakukan adalah bekerja sama denganku. Kau mengerti?”

Setelah mengatakan itu pintu mobil dibuka dari luar. Seorang pria yang tadi menghampirinya berdiri di samping mobil, menyuruh Kyuhyun untuk keluar.

***

Kondisi Ryeowook semakin membaik di hari berikutnya dan diperbolehkan untuk pulang. Tentu saja Minrin ada di sana untuk menjemputnya. Meskipun Jongwoon telah melarangnya dan menyuruhnya untuk tetap di rumah, gadis itu menolak dan bersikeras pergi.

“Jangan salahkan aku. Dia benar-benar keras kepala,” ucap Jongwoon ketika Ryeowook melihat Minrin ada di depannya.

Sudah jelas Ryeowook menyuruh gadis itu di rumah dan Ryeowook sendiri secara pribadi menyuruh Jongwoon untuk tidak memperbolehkan Minrin keluar rumah. Alasannya karena Minrin berhari-hari menemani Ryeowook di rumah sakit dan gadis itu perlu istirahat.

“Memangnya kenapa kalau akau pergi? Lagipula data itu sudah ditemukan kan? Kim Donggun tak akan mencariku untuk merebutnya.” Minrin tersenyum bangga sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

“Dasar keras kepala.”

“Sepertinya kau tidak akan mendengarkan kami lagi,” ujar Ryeowook sambil mengenakan mantelnya.

“Hmm… tidak juga. Aku masih akan mendengarkanmu,” katanya yang sukses membuat Ryeowook menoleh ke arahnya begitu juga Jongwoon yang terlihat terkejut.

“Aku terus penasaran tapi sepertinya benar kalau kalian menjalin hubungan sekarang ini.”

Minrin hanya tersenyum sama sekali tak keberatan tapi berbeda dengan Ryeowook yang langsung diam karena salah tingkah.

“Ah… Ryeowook-ah, Kim Ilsung ingin bertemu denganmu. Kurasa tentang data itu. sebaiknya kau segera menyerahkannya pada mereka.” Jongwoon berucap mengalihkan pembicaraan yang membuat Ryeowook menarik nafas lega sekaligus mengangguk.

“Aku akan memeriksanya dulu. Apa benar hardisk ini berisi data itu.”

Jongwoon mengangguk mengerti lalu mengajak mereka berdua untuk segera pulang ke rumah.

***

Ryeowook ingat masih ada satu folder yang belum terbuka dalam hardisk itu dan ia berniat untuk mencari tahu. Mungkin ada sesuatu yang penting di dalam folder itu. Itulah kenapa Ryeowook mengatakan akan mengeceknya lebih dulu sebelum menyerahkannya pada pamannya. Lagipula kata-kata Shin Taewoo dulu benar-benar aneh jika dipikirkan. Seakan-akan Ryeowook diberi pilihan untuk menyerahkannya pada NIS ataukah tidak.

Folder itu tak terkunci dan bisa dibuka dengan sangat mudah. Deretan nama memenuhi isi folder itu lengkap dengan data diri dan juga informasi jumlah uang dimiliknya. Satu nama diketahui Ryeowook sebagai orang yang menerima dana ilegal dari utara yang beberapa tahun lalu mendapatkan hukuman.  Itu berarti mereka semua adalah orang yang terlibat dalam kasus serupa. Dan sebagian besar adalah orang-orang yang juga tercatat dalam pengkhianatan negara. Meskipun beberapa dari mereka telah diketahui meninggal, yang lainnya masih dalam pengejaran seperti Kim Donggun dan sisanya adalah orang-orang yang bekerja dalam NIS yang selama ini sama sekali tak terbukti bersalah. Nama yang menarik perhatian Ryeowook paling besar adalah Kim Ilsung, pamannya.

“Bagaimana bisa? Paman….?”

Bibirnya berucap pelan tak percaya dengan fakta yang dilihatnya ini. Tenggorokannya tercekat hebat dan seluruh tubuhnya mendadak lemas seketika. Pamannya adalah orang yang mendapatkan dana ilegal dari utara dan dia kemungkinan juga terlibat dalam kejahatan  puluhan tahun lalu itu. Tapi kenapa?

Dia menjatuhkan tangannya yang tadinya menunmpu di atas meja dengan lemas, memandang tak percaya sekali lagi pada layar laptopnya. Itulah kenapa pamannya begitu menginginkan data ini didapatkan sebelum mengadili Kim Donggun? Karena dia mungkin saja ingin menghilangkan namanya dan beberapa temannya dalam NIS agar tak terseret hukum.

Begitu banyak pertanyaan yang ada dipikiran Ryeowook yang nyaris membuatnya tak sanggup untuk memikirkannya. Mungkinkah ayahnya tahu? Apa semua orang yang mengamankan data ini tahu keterlibatan Kim Ilsung dan beberapa petinggi NIS?

Lalu apa yang harus dilakukannya? menyerahkan data ini pada NIS, membuat Kim Donggun diadili tapi harus menerima orang lain yang berada dalam kedudukan tinggi NIS bebas hukum? Tapi jika Ryeowook tak menyerahkannya, semua kejahatan mereka tak akan terungkap.

Jadi, inilah yang dimaksud Shin Taewoo.

***

“Kau mendapatkan data itu? aku tahu kau menyuruh Kyuhyun untuk membuat Ryeowook datang ke gudang itu. Jadi, di mana data itu?”

Kim Donggun tersenyum menyerangai sambil memegang erat ponselnya. “Kenapa aku harus memberitahumu apa aku mendapatkannya atau tidak?”

“Kita sudah sepakat. Aku akan membagi informasi padamu begitupun denganmu. Kau lupa?”

“Tidak… tidak. Aku tidak lupa.” Kim Donggun terkekeh pelan. “Aku hanya tak percaya padamu. Kau akan mennyeretku ke pengadilan tapi menghapus namamu jika kau mendapatkan data itu, benar kan? Jadi kenapa kau tidak membiarakan aku saja yang mengambil data itu dan menyimpannya? Dengan begitu kau dan teman-temanmu di sana tak perlu khawatir akan dipecat dan diseret ke pengadilan. Tentu saja kalian tidak akan suka di cap sebagai seorang pengkhianat negara, bukan?”

Percakapan itu terhenti sejenak, masih dengan Kim Donggun yang menyerangai. “Ah… ya aku lupa, jika kau tidak mendapatkan data itu dan membuatku serta anak buahku di adili, kau pun akan mendapat masalah besar.” Dia melajutkan.

Seseorang diseberang telepon diam kehilangan kata-kata dan ditanggapi dengan kekehan khas milik Kim Donggun, sebelum akhirnya Kim Donggun menutup sepihak sambungan telepon itu.

Tatapannya berubah tajam dan dingin seiring rasa marah dalam dirinya yang berkobar karena gagal mendapatkan data itu. Bagaimanapun caranya dia akan mendapatkan data itu. Apapun akan dilakukannya termasuk membunuh seperti dulu.

“Cari anak Shin Taewoo dan bawa dia padaku. Kita tidak bisa mendapatkan data itu, maka kita akan membuat Nathan dan Kyuhyun datang membawa data itu padaku.”

Pria dengan bekas sayatan yang setia padanya bertahun-tahun mengangguk mengerti lalu pergi meninggalkan Kim Donggun yang tersenyum menyerangai.

***

Sementara Ryeowook masih belum juga memutuskan. Dia berdiri menghadap jendela dan menatap lurus ke depan. Semua pertanyaan-pertanyaan yang tadi dipikirkannya belum juga berhasil dijawabnya. Sampai akhirnya suara pintu yang dibuka menghentikkanya untuk berpikir. Ia menoleh dan mendapati Minrin berdiri di sana sambil menyilangkan tangannya.

Gadis itu tersenyum ke arahnya. “Kau sudah terlihat lebih baik sekarang,” ujarnya sebelum berjalan masuk.

Ryeowook memperhatikannya yang berjalan masuk dan akhirnya berdiri di belakang Ryeowook. Sejenak ia bahkan lupa tentang hubungannya dengan Minrin yang… menjadi lebih baik. Ia tersenyum sendiri tanpa sadar ketika melihat wajah gadis itu. Semacam memberinya ketenangan dan menyembuhkannya dari rasa lelah di pikirannya.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Ryeowook sambil berjalan menghampirinya.

“Karena aku merindukanmu, karena itu aku datang kemari. Untuk melihatmu…,” sahutnya dengan percaya diri.

Ryeowook tidak mengatakan apapun. Ia hanya diam sesaat, menatapnya lekat lalu tanpa disangka justru menariknya dalam pelukannya. Biarlah seperti ini sebentar saja. Ia hanya ingin menata hati dan pikirannya setelah fakta mengejutkan yang baru saja diterimanya.

Rasanya seperti dikhianati. Ya seperti itulah. Dikhianati oleh orang yang paling dekat dengannya, yang paling dihormatinya dan orang yang diam-diam disayanginya selama nyaris dua puluh tahun ini.

Kenapa harus orang itu? kenapa harus Kim Ilsung?

Ryeowook semakin menenggelamkan wajahnya di pundak Minrin dan memeluknya erat. Seakan dengan begitu ia tidak akan lagi merasa sakit hati karena kebohongan pamannya selama ini. Bagaimana bisa pamannya melakukan hal itu? Selama ini Ryeowook sangat menghormatinya, menganggapnya sebagai orang tua dan tentu saja jauh di dalam hatinya menyayangi pria tua itu. Kim Ilsung adalah sosok yang penyayang dan Ryeowook beruntung karena pamannya bersedia merawatnya dan tidak menelantarkannya di panti asuhan sewaktu orangtuanya meninggal. Kim Ilsung mengajarkannya banyak hal dan pria itu juga sangat mengerti saat Ryeowook begitu ingin membalas kematian orangtuanya. Dan tanpa Ryeowook sadari Kim Ilsung bahkan tak ada bedanya dengan Kim Donggun.

Minrin mulai merasa aneh saat dirasakannya Ryeowook hanya diam dan terus memeluknya. “Kau kenapa? Kau baik-baik saja?”

“Sebentar saja. Hanya sebentar….,” ujar Ryeowook lirih yang kembali menikmati pelukan itu. Minrin tak mengerti, namun tak mencoba bertanya lagi dan hanya menepukkan tangannya berulang kali di punggung Ryeowook.

“Ini pertama kalinya. Kupikir kau masih akan menganggapku orang asing.” Minrin tersenyum menggumamkan kalimat itu. Rasanya begitu membahagiakan saat Ryeowook perlahan menjadikannya bahan sandaran seperti ini. Meskipun ia sendiri tak tahu apa yang telah terjadi dengannya.

Tidak lama setelah itu, Ryeowook melepaskan pelukan itu. Kedua tangannya menumpu di kedua pundak Minrin dan menatapnya. Jika ia tidak sedang dalam keadaan bingung, sudah pasti ia akan menanggapi ucapan gadis ini dengan baik. Namun sepertinya Ryeowook seperti kehilangan konsentrasi dan hanya menanggapinya dengan kernyitan samar di dahinya.

“Aku senang kalau kau akhirnya mau membuka diri untuk orang lain. Ya… kau memang tak mengatakan padaku kenapa, tapi membiarkanku tahu bahwa kau sedang seperti ini membuatku senang.” Minrin kembali tersenyum. Ryeowook pun segera melepaskan kedua tangannya.

“Apa yang kau  ketahui sedang terjadi padaku?” tanyanya.

“Bukankah aku sudah bilang aku tidak tahu. Tapi kedua matamu menggambarkan kalau kau sedang memikirkan sesuatu. Sesuatu yang sepertinya membebanimu. Jadi, ingin berbagi? Itu bisa meringankan bebannya,” tawarnya.

Ryeowook tak langsung menjawab dan hanya berjalan duduk di sofa yang diikuti Minrin. “Ini tentang pamanku,” katanya memulai.

Entah kenapa Ryeowook tiba-tiba mengatakan hal itu. Dia hanya berpikir kalau ia harus menceritakan pada Minrin. Mungkin benar kata Minrin bahwa sekarang Ryeowook mulai terbuka pada orang lain terlebih lagi pada gadis ini.

“Pamanmu, berarti Ahjussi yang ada NIS itu… Kim Ilsung benar kan?” Ryeowook mengangguk kecil. “Ada apa dengannya?”

“Dia menyembunyikan sesuatu. Suatu hal yang tidak boleh kuketahui atau bahkan tak boleh diketahui orang lain.”

“Setiap orang punya rahasia. Dia mungkin juga punya sesuatu yang tidak ingin kau tahu.” Minrin menimpali.

Ryeowook menoleh, sesaat merasa tak perlu meneruskan pembicaraan ini karena sepertinya Minrin tak akan menangkap maksudnya. Pikiran Minrin memang terlalu sederhana dan sepertinya tak akan paham dengan ucapan Ryeowook barusan.

“Kau… apa kau tidak marah pada kedua orangtua angkatmu yang menyembunyikan kebenaran siapa mereka dan siapa orangtua kandungmu?” tanya Ryeowook kemudian.

Baru setelah itu, Minrin tak lagi menjawab dengan sederhana. “Itu… soal itu tentu saja aku sempat marah dan juga kecewa. Tapi kau juga tahu saat itu aku bahkan tak punya kesempatan untuk meluapkan rasa marah dan kecewaku.”

Gadis itu mendengus kecil lalu menoleh ke arah Ryeowook. “Yaa, lagipula apa hubungannya dengan pamanmu?”

Dia mendecak lagi dan Ryeowook hanya memperhatikannya. Sampai akhirnya Minrin menghela nafasnya pelan. “Meski aku marah dan kecewa tapi aku sangat berterimakasih pada mereka, karena mereka bersedia menjadi orangtuaku,” gumamnya lirih. “Aku sangat bahagia menjadi anak mereka dan bahkan sampai tidak menyangka jika mereka bukanlah orangtua kandungku. Aku mencoba mengerti kenapa mereka melakukannya dan aku sama sekali tidak marah lagi sekarang.”

Ryeowook terdiam sebentar, mengerti betul apa yang dirasakan Minrin. Entah kenapa tapi mereka berdua seakan punya banyak kesamaan. Sama-sama dibohongi, sama-sama merasa sakit karena ditinggalkan. Dan orang tua mereka sama-sama meninggal karena Kim Donggun. Bedanya, Minrin masih melanjutkan hidupnya seperti sedia kala. Dia tetap menjadi gadis periang yang keras kepala dan tidak memikirkan banyak hal yang menganggu hidupnya. Namun Ryeowook berubah menjadi sosok dingin dan menolak memiliki hubungan dekat dengan siapapun. Jika diingat hanya Kim Ilsung lah yang dekat dengannya, mungkin juga Jongwoon tapi jelas Kim ilsung lebih banyak berada di samping Ryeowook selama ini.

“Pamanku terlibat kejadian puluhan tahun yang lalu.”

M-mwo?” Minrin menoleh tak percaya.

“Ya. Dia sama saja dengan Kim Donggun.” Ryeowook berucap lagi dengan tenang dan bahkan tanpa ekspresi yang mampu dibaca. Dia menoleh ke arah Minrin yang sedang menatap tak mengerti ke arahnya. “Jika seperti itu, apa kau masih berpikir untuk tidak marah dan kecewa padanya?” tanyanya.

Kini Minrin yang dibuat terdiam. Mencerna baik-baik informasi yang baru saja di dapatkannya. Sulit dipercaya dan rasanya tak mungkin. Itulah yang pertama kali dipikirkannya. Tapi melihat ekspresi Ryeowook yang tak seperti biasanya membuatnya segera membuang jauh apa yang tadi dipikirkannya.

“Ryeowook-ah….” Setelah diam dan akhirnya itulah yang mampu diucapkan Minrin. “Aku tahu apa yang kau rasakan,” lanjutnya.

“Setidaknya sampai akhir Shin Jaeseok dan Han Eonji tetaplah orang baik meski mereka telah berbohong padamu.” Ryeowook berujar.

“Paman Kim juga orang baik. Jika dia bukan orang baik, dia tidak akan merawatmu sampai sekarang. Dan dia mungkin akan bertindak kejam sama seperti Kim Donggun.”

Ya… setidaknya Ryeowook masih memikirkan kebaikan hati paman angkatnya itu. Dia mengangguk, merangkul pundak Minrin dan memeluknya. Entah kenapa… tapi ia merasa sangat tenang saat memeluk gadis ini. Seakan kekhawatirannya hilang menguap bersama udara.

“Sangat menyakitkan mengetahui orang yang kita sayangi berkhianat. Dan rasanya begitu menyedihkan karena kita tidak tahu seperti apa sebenarnya orang yang kita sayangi itu.”

“Aku tidak tahu seperti apa, karena ayah dan ibuku sepertinya tidak melakukan hal itu. Tapi aku setuju kalau rasanya menyedihkan tidak tahu menahu tentang seseorang yang kita sayangi.” Minrin berujar.

Ryeowook mengernyit lalu melepaskan rangkulannya dan mengangkat kepala Minrin untuk dilihatnya. “Apa soal ayahmu?” tanyanya kemudian. Ryeowook berpikir pasti itulah yang tadi dimaksud Minrin.

“Aku sama sekali tidak tahu tentangnya dan kupikir akan lebih baik jika aku memang tak tahu soalnya atau aku mungkin akan menjadi sangat marah padanya kalau bertemu,” jawabnya setelah menarik nafas panjang dan gadis itu berhasil menyelesaikan kalimatnya dalam satu tarikan nafas, membuat Ryeowook tercengang sesaat. Dia pasti sudah menyipakan kata-kata itu sejak lama dan jika sewaktu-waktu ada yang menanyakan dia pasti yakin bisa menjawabnya. Tapi yang dilihat Ryeowook justru ekspresi sedih yang berusaha disembunyikannya.

“Aku pernah berbicara dengannya sekali,” ujarnya kemudian.

“Benarkah? Kapan?” Minrin menoleh penasaran dan bersemangat, namun dengan cepat ia menggeleng cepat. “Ah.. tidak tidak… jangan beritahu aku. Aku akan berpura-pura tidak mendengar apapun soalnya,” lanjutnya cepat.

Ryeowook masih memperhatikannya. Dan dalam kacamatanya, Minrin sedang berusaha menahan diri untuk tidak mencari tahu soal ayahnya karena ia pastilah merasa sangat sedih setelah mengetahui ayahnya pergi meninggalkannya pada orang tua angkatnya. Yang tentu saja bagi sebagian orang akan meliha itu sebagai tindakan pengecut. Dan sebenarnya wajar jika Minrin juga merasa seperti itu.

“Aku akan membantumu jika kau ingin bertemu dengannya,” kata Ryeowook kemudian. Ia pikir Minrin sendiri yang akan memutuskan apakah ia ingin bertemu dengan ayah kandungnya ataukah tidak. Dan Ryeowook sama sekali tidak akan memaksanya, lagipula ia sendiri juga tidak tahu di mana Shin Taewoo berada sekarang ini.

Gadis itu menghela nafasnya keras, mengangguk-angguk lalu menoleh ke arah Ryeowook. “Aku akan memberitahumu jika ingin. Sekarang masalahnya adalah, apa yang akan kau lakukan tentang data itu dan pamanmu? NIS lebih baik tahu soal ini.”

“Aku tahu. Tapi menyerahkan langsung pada NIS kurasa bukanlah pilihan yang tepat.”

“Kenapa begitu?”

“Karena tidak hanya pamanku yang terlibat tapi juga beberapa petinggi NIS lainnya termasuk mereka yang sudah pensiun ada dalam daftar dalam data ini. Tentu saja mereka juga menginginkan data ini. Jika tidak untuk apa mereka susah payah melindungimu dan mencari data ini selama bertahun-tahun?”

“Ya Tuhan…. maksudmu mereka juga ingin melenyapkannya seperti Kim Donggun?” pekik Minrin tertahan. “Bagaimana bisa? Yaa, itu tidak boleh terjadi. Aku ingin Kim Donggun membayar semua yang telah dilakukannya pada kedua orangtuaku, orangtuamu dan ibu kandungku. Kau harus mengungkap mereka semua.” Nafas gadis itu naik turun menahan marah dan kekesalan hatinya. Ryeowook mengerti itu. “Ah… tunggu, lalu bagaimana dengan pamanmu?” tanyanya kemudian begitu menyadari apa yang sejak awal menjadi topik pembicaraan mereka.

“Aku akan mengungkapkannya. Aku harus melakukannya,” katanya yakin.

***

Yang kemudian Ryeowook lakukan adalah menemui Kim Ilsung, pamannya. Pria itu berhasil dlihatnya di arena berlatih tembak lewat kaca yang membatasinya. Ini mengingatkan Ryeowook saat pertama kali bertemu Kim Ilsung tepat setelah dirinya kembali dari Amerika. Tidak ada dua asistennya yang biasanya selalu menemani karena yang terlihat sekarang ini adalah Kim Ilsung sendirian dengan satu pistol di tangan, penutup telinga dan juga kacamata. Bunyi letupan dari pistolnya menggema tapi tak terlalu di dengar Ryeowook karena ruangan yang kedap suara. Setelah menunggu beberapa saat dan hanya memperhatikan Ryeowook pun memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan itu

“Nathan, bagaimana kabarmu, Nak?” panggilan itu digunakannya lagi setelah sekian lama dan Ryeowook sudah pernah mengingatkannya untuk tidak menggunakan panggilan itu. Namun untuk kali ini Ryeowook merasa panggilan itu mengisyaratkan hal lain.

“Aku datang untuk memastikan satu hal dan menanyakan satu hal. Aku akan lanngsung pergi jika kau mau menjawabnya,” katanya langsung ke topik pembicaraan.

Kim Ilsung menurunkan pistolnya dan melepas penutup telinganya lalu menoleh ke arah Ryeowook, memperhatikan sebentar keponakannya itu lalu berjalan untuk meletakkan semua peralatan menembaknya di atas sebuah meja.

“Katakan, apa yang ingin kau pastikan dan apa yang ingin kau tanyakan?”

“Apa orangtuaku mengetahui bahwa paman terlibat dalam kejadian pemberontakan puluhan tahun itu? Kenapa paman merawatku setelah kematian mereka?” Ryeowook bertanya dengan nada tenang, seakan-akan mereka berdua memang sedang terlibat dalam sebuah pembicaraan seperti biasanya.

Kedua bola mata Kim Ilsung membulat sedikit dan sempat dilihat Ryeowook namun dengan cepat Kim Ilsung berhasil mengendalikan dirinya. Dia membalasnya tersenyum.

“Kenapa? Apa kau menemukan sesuatu?”

“Jangan mencoba mengelak karena aku tidak sedang mencoba terlibat pembicaraan hangat dengan paman.” Ryeowook menyela cepat bahkan sebelum Kim Ilsung berhasil meraih pundak Ryeowook untuk ditepuk seperti biasanya.

“Ryeowook-ah….” dan panggilannya berubah serius.

“Aku akan mengungkapkan semuanya, dan itu berarti aku juga akan membuat paman menerima hukumannya.”

Kim Ilsung tersenyum lagi sembari menatap Ryeowook yang kini menyelipkan kemarahan dan kekecewaan dalam tatapan yang diarahkan padanya.

“Apa kau senang karena bisa membalas dendam pada Kim Donggun?” tanyanya.

“Tidak juga, karena aku lebih senang jika hukum di negara ini bisa ditgakkan untuk siapapun tidak memandang kedudukan dan kekuasaan. Aku akan melakukannya meski aku berkhianat pada paman dan juga kepada mereka yang kedudukannya berada di atasku yang terlibat dalam pemberontakan itu.”

Lagi Kim Ilsung hanya diam menatapnya namun Ryeowook mengabaikannya. Tekadnya sudah bulat dan ini adalah satu-satunya cara agar semua orang yang pernah menjadi korban dalam kejahatan itu akan tenang. Dan termasuk kematian orang-orang yang berjuang karena data itu akan berarti.

Setelah mengatakan hal itu Ryeowook pun mengambil langkah untuk segera pergi, namun suara Kim Ilsung berhasil menghentikkan langkahnya.

“Kau benar-benar seperti ayahmu, Nathan. Dan kurasa jika mereka hidup, mereka akan sangat membanggakanmu.”

Ryeowook tidak berbalik dan terus berjalan. Sementara itu Kim Ilsung berdiri memperhatikannya. Tidak ada raut wajah marah dan kesal. Dia memang tidak percaya dan juga terkejut karena Ryeowook mengetahui rencananya. Tapi anak itu benar-benar keras kepala. Dan Kim Ilsung pikir, ia juga tidak akan berhasil mengubah keputusan Ryeowook untuk menyelamatkannya.

Kemungkinan untuknya hanyalah dua yaitu jatuh dan mendapatkan hukuman saat Ryeowook mengungkapkan isi data itu atau terselamatkan saat kakaknya, Kim Donggun berhasil merebutnya dari Ryeowook. Keduanya sama saja untuk Kim Ilsung. Karena jika ia tidak berhasil mengungkapkan isinya, ia juga akan mendapat masalah dari orang yang berada di atasnya.

***

Minrin tengah berdiri di sebuah halte untuk menemui Kyuhyun. Karena data itu sudah ditemukan dan sebentar lagi masalah akan terselesaikan, jadi ia merasa tak perlu lagi pergi dengan pengawalan Ryeowook, atau Jongwoon atau Kyuhyun. Lagipula Ryeowook dan Jongwoon tengah sibuk tadi dan Minrin sama sekali tak ingin mengganggu. Karena ia juga sudah lama tidak bertemu Kyuhyun dan sahabatnya itu harus tahu apa yang telah terjadi antara dirinya dengan Ryeowook. Ya… karena itulan Minrin mengajaknya bertemu.

Bus yang ditunggu datang lima menit kemudian. Ia pun bergegas naik dan duduk di bangku kosong. Perjalanan tidak terlalu lama, hanya sekitar lima belas menit dan ia pun sampai di pemberhentian tujuannya. Di seberang jalan itu ada sebuah cafe dan di sanalah ia akan bertemu Kyuhyun.

Minrin bahkan bisa melihat Kyuhyun yang duduk di dekat jendela sedang memperhatikannya. Saat ia hendak berjalan sebuah mobil tiba-tiba berhenti di depannya. Seorang pria berjaket hitam keluar dan Minrin melihat wajahnya dengan sangat jelas. Pria yang punya bekas sayatan yang dulu pernah hampir mencelakainya. Dia mundur, ketakutan tapi tak bisa berlari karena kejadiannya sangat cepat. Pria itu dengan kuat menangkap tubuhnya dan memasukannya ke dalam mobil. Meronta dan berteriak tak lagi bisa dilakukan Minrin karena ia tiba-tiba pingsan setelah menghirup sesatu yang menyengat hidungnya dan membuat kepalanya pusing.

***

Kyuhyun langsung berdiri dengan panik saat tahu apa yang terjadi. Tak peru banyak berpikir karena kyuhyun juga tahu siapa yang baru saja membawa Minrin pergi.

“Brengsek…!” umpatnya lalu bergegas belari keluar, berusaha mengejar mobil yang membawa Minrin namun gagal. Lalu ia pun kembali untuk mengambil mobilnya dan kemudian mengejarnya.

Dengan sedikit panik ia menghubungi Jongwoon tapi tak bisa dihubungi. Lalu ia menghubungi Ryeowook dan ia juga harus menunggu sampai panggilannya di jawab. Mobil yang dikejarnya berbelok dan Kyuhyun pun memacu mobil miliknya kencang mengikuti dari belakang.

“Kyuhyun-ah…, kenapa?”

Hyung, mereka membawa Minrin.”

“Apa?”

Dan Kyuhyun bisa mendengar nada kepanikan dari Ryeowook yang kembali bertanya padanya. “Aku sedang mengejarnya. Kau bisa melacak keberadaanku lewat GPS dan cepatlah kemari.”

Setelah itu panggilan terputus. Lebih tepatnya Ryeowook yang memutuskan. Sementara Kyuhyun masih fokus mengejar mobil milik Kim Donggun itu. Benar-benar brengsek! Seharusnya ia tahu Kim Donggun merencanakan sesuatu. Pria itu tidak akan diam begitu saja setelah tahu rencana kemarin gagal karena Kyuhyun. Seorang Kim Donggun akan mencari jalan lain untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Dan cara yang dipikirkannya adalah dengan menangkap Minrin.

Sialan!

***

Minrin tidak tahu kemana ia dibawa pergi. Dia menemukan kesadarannya namun sama sekali tak tahu siapa orang yang duduk di sampingnya dan ada di mana sekarang ini. Kedua matanya ditutup kain, mulutnya disumpal dengan kain yang membuatnya tak bisa berteriak. Sementara  tali melilit tubuhnya kuat. Dalam kondisi yang seperti itu ia sama sekali tidak bisa berbuat apapun. Ia hanya mencoba mendengarkan sekililingnya. Mobil yang ditumpanginya melaju kencang. Tak terdengar suara mobil lain yang mendahului ataupun berpapasan, dan itu berarti ia telah dibawa jauh keluar dari keramainan. Jalanan yang dilaluinya agak bergelombang setelah itu. Mungkin berada di pinggiran kota. Itulah yang mampu dipikirkan Minrin.

Sekitar sepuluh menit, mobil bergerak lebih pelan setelah berbelok lalu berhenti. Pintu mobil terdengar dibuka dan seseorang menariknya keluar. Ia dibawa ke suatu tempat dan ia sama sekali tak memberikan perlawanan yang besar karena ia tahu hal itu sama saja. Ia hanya berharap Kyuhyun menyadari ia tidak datang dan berusaha mencarinya.

Rasa takut menyelimutinya saat ia berada di sebuah tempat yang terasa lembab. Bau besi berkarat tercium kuat. Ia didorong dengan sedikit keras lalu seseorang melepaskan ikatan tali di tubuhnya. Tapi mereka tidak benar-benar melepaskannya, karena setelah itu mereka kembali mengikat kedua tangannya di balik tiang besi. Lalu setelah itu entah apa yang terjadi. Minrin hanya mendengar langkah orang yang tadi berada di sekitarnya menjauh darinya.

***

Ryeowook memacu mobilnya semakin kencang di jalan besar yang membawanya keluar dari perbatasa kota. Sebuah panggilan masuk di ponselnya dan dengan cepat ia langsung memasang earphone nya, berharap bahwa yang menghubunginya adalah Kyuhyun. Tapi ternyata bukan.

“Nathan Kim….” keningnya mengernyit heran mendengar suara yang asing untuknya. Jelas bukan pamannya, meski orang itu juga sering memanggilnya dengan sebutan Nathan. “Mungkin kau panik sekarang ini, tapi aku memang harus mengatakan kalau gadis ini ada bersamaku sekarang ini.”

Dengan cepat Ryeowook membanting setir dan menghentikkan mobilnya. Lebih baik berhenti daripada ia mengemudi dengan kemarahan dalam dirinya karena suara Kim Donggun ini. Pria itu benar-benar brengsek.

“Di mana dia?” tanyanya tak sabaran.

“Aku akan memberitahumu asal kau bersedia bekerja sama.” Ryeowook memutar otaknya. Satu-satunya hal yang selama ini diinginkan Kim Donggun adalah data itu. Jadi, kemungkinan besar alasannya membawa Minrin adalah karena data itu.

“Sepertinya kau sudah tahu apa yang kumaksud. Ya benar… data itu.” suara santai di seberang sana benar-benar membuat Ryeowook berang dan marah.

“Apa yang kau inginkan, ha? Menyuruhku membawa data itu padamu?” tanya Ryeowook sinis mencoba untuk bermain dengan emosi Kim Donggun. Ia harus memikirkan cara untuk menyelamatkan Minrin tanpa harus menyerahkan data itu.

“Ya… tentu saja.”

“Kau tidak akan pernah mendapatkannya.”

“Aaaarrghhhhhh…..!!!!” dan yang di dengar Ryeowook justru jeritan Minrin yang terasa memilukan telinga dan hatinya. Sialan, apa yang dilakukannya pada Minrin?

“Dia akan lebih menjerit kesakitan jika kau tidak membawa data itu padaku,” kata Kim Donggun lalu panggilan itu terputus.

Dan Ryeowook benar-benar dibuat tak berdaya sekarang. Ia memukul keras kemudinya sambil menahan sumpah serapahnya untuk Kim Donggun. Lalu dengan cepat ia kembali melajukan mobilnya lebih cepat.

***

Kyuhyun tiba di depan sebuah gudang besi tua tempat orang-orang Kim Donggun membawa Minrin. Ia bergegas keluar dan berlari ke dalam namun dua orang bawahan Kim Donggun langsung menghalanginya.

“Minggir!” desisnya menahan marah, tapi dua orang itu sama sekali tak menurut. Sampai akhirnya pria dengan bekas sayatan yang menjadi orang kepercayaan Kim Donggun keluar dan menyuruh kedua orang pria tadi melepaskan barikadenya.

“Lepaskan dia! Apa yang kalian rencanakan, ha?”

“Bukankah kau sudah diberitahu untuk bekerja sama dengan kami? Jangan mencoba membuat kesalahan seperti kemarin karena Kim Donggun tidak akan memaafkannya, kau mengerti?”

“Brengsek kau…!” Kyuhyun nyaris menarik pria itu dan menghajarnya namun segera dihalangi dua orang lainnya.

“Simpan tenagamu. Pukulanmu lebih berguna di dalam nanti. Yang perlu kau lakukan adalah bekerja sama atau ayah dan ibumu tidak akan kau temui lagi.”

***

Ryeowook menemukan tempat di mana Kim Donggun membawa Minrin. Mobil Kyuhyun terlihat terparkir di luar dan itu berarti dia sudah sampai lebih dulu. Ryeowook berharap mereka berdua baik-baik saja sekarang.  Ia sudah menyipakan semuanya termasuk satu pistol yang tersembunyi di balik jaketnya. Gudang besi tua yang ada di depannya itu nampak sepi namun bukan berarti Ryeowook bisa masuk begitu saja.

Namun tak ada jalan lain lagi kecuali ia menerobos masuk. Saat ia berada di dalam dan mencium bau besi berkarat, ia melihat Minrin yang terikat dengan sebuah tiang. Kedua matanya di tutup, mulutnya disumpal kain. Rasanya begitu menyakitkan melihat gadis itu berdiri tak berdaya seperti itu, membuat Ryeowook langsung menghampirinya.

Keadaan sangat gelap dan tidak ada siapapun di sana. Ryeowook hampir mencapai tempat Minrin diikat saat tiba-tiba seorang pria yang sudah dikenal Ryeowook muncul dari sebelah kanan gudang yang gelap diikuti banyak orang di belakangnya. Ryeowook pun langsung menghentikkan langkahnya. Ia tak bisa berpikir dengan jernih, yang dipikirkannya hanyalah bagaimana menyelamatkan Minrin. Lalu ia pun mengambil sebatang kayu di dekatnya dan memukul seorang pria yang mendatanginya. Tidak ada pilihan selain melawan mereka. Satu lawan lima atau mungkin lebih, Ryeowook tak menghitung. Dia memukul mereka dengan membabi buta, menghindar dengan lincah, hampir merogoh pistolnya dan seseorang berhasil menghentikkannya dan pistol itu terlempar entah ke mana. Ryeowook tak peduli, ia terus bertarung memukul orang-orang itu sembari berusaha mendekat ke arah Minrin. Tapi pria dengan bekas sayatan yang dikenal Ryeowook terlihat tersenyum menyerangi dan lebih dulu menghampiri Minrin, membuka penutup matanya dan Ryeowook bisa melihat gadis itu begitu bingung dan ketakutan. Saat matanya bertemu pandang dengannya, Ryeowook bisa melihat dia hampir menangis.

Sebuah pisau kecil yang diletakkan pria bersayat di dekat leher Minrin menjadi satu-satunya hal yang membuat Ryeowook sangat panik dan itu membuatnya kehilangan konsentrasi. Beberapa orang yang tadi dilawannya kini berbalik melumpuhkannya. Ia mendapat pukulan di wajah dan perutnya, seseorang juga memukul punggungnya keras dengan sebuah kayu. Ia terduduk namun berusaha bangkit meski darah keluar merembes dari sudut bibirnya. Ia hanya mendengar Minrin yang mencoba berteriak untuk menghentikkan saat ia kembali mendapat pukulan bertubi-tubi.

“Cukup Hentikan.” Lalu suara pria bersayat terdengar menyuruh anak buahnya berhenti. Ryeowook mencoba bangkit berdiri, namun anak buahnya tak membiarkannya dan tetap membuatnya terduduk dengan kedua lutut menumpu di lantai yang keras. Nafasnya menderu dan tubuhnya terasa sakit tapi semua itu dihiraukannya.

Tak lama setelah itu, orang lain meuncul di balik ruang yang gelap. Dan orang itu adalah Kim Donggun. Tapi adanya Kyuhyun yang berjalan bersama pria itu justru lebih menarik perhatian Ryeowook.

Bagiaman bisa, Cho Kyuhyun?

“Kyuhyun-ah….?” Ryeowook memanggilnya tak mengerti. Untuk apa Cho Kyuhyun berada di belakang Kim Donggun. Apa pria itu sebenarnya berada di pihak Kim Donggun selama ini?

“Bawakan data itu, Cho!” perintah Kim Donggun dan Kyuhyun pun berjalan menghampiri Ryeowook. Kyuhyun menarik Ryeowook untuk berdiri dengan kasar dan yang dilakukan Ryeowook hanyalah menatap tak percaya sekaligus kecewa pada Kyuhyun.

“Kau… benar-benar brengsek Kyu!” desisnya.

“Maafkan aku, Hyung….” hanya itu yang dikatakan Kyuhyun dan ia pun menjalankan perintah Kim Donggun untuk mencari data di saku mantel Ryeowook, namun Ryeowook yang sudah dibuat marah akhirnya memukul Kyuhyun hingga mundur beberapa langkah.

Kim Donggun tertawa di tempatnya menyaksikan itu. Ryeowook menoleh dan menatap Kim Donggun dengan  marah. “Kau tidak akan mendapatkan data itu.”

 “Kurasa kau tidak memberiku pilihan.” Kim Donggun tersenyum lalu menoleh ke arah pria bersayat dan pria itu pun langsung menggoreskan pisaunya di leher Minrin membuat gadis itu menrintih kesakitan. Hanya dipermukaan tak benar-benar menembus nadinya namun tetap saja hal itu kembali membuat Ryeowook  kalap. Ia hendak menerjang pria itu dan menghentikkannya tapi Kyuhyun dengan cepat menghentikkannya.

“Kau bahkan akan membiarkan sahabatmu mati di tangan mereka?” Ryeowook menatap Kyuhyun tajam dan kemarahan benar-benar menguasainya sekarang ini. Kyuhyun hanya diam dan pria lain akhirnya menarik Ryeowook ke belakang. Sekarang dua pria bahkan memeganginya agar tak berbuat seenaknya.

“Berikan data itu, atau gadis itu akan mati,” ucap Kim Donggun dengan ekspresi puas.

Ryeowook diam, melihat ke arah Kim Donggun yang tersenyum menyerangai penuh kemenangan. Dan Ryeowook bersumpah akan membuat pria itu mendapatkan balasannya. Namun ia kembali melihat ke arah Minrin yang menatapnya dengan linangan air mata dan darah di lehernya yang kini merembes turun di kemejanya. Rasanya begitu ngilu melihat gadis yang dicintainya berada dalam keadaan seperti itu. Dan Ryeowook juga pernah bersumpah untuk tidak akan membuat gadis yang dicintainya berada dalam bahaya. Ia tak akan membiarkan Minrin seperti Jihye.

Lalu ia pun menyerah. “Lepaskan dia dan aku akan memberikannya,” katanya lemah. Ryeowook masih sempat melihat Minrin yang menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju, namun Ryeowook lebih tidak terima jika gadis itu terluka.

Ryeowook menggerakan kedua tangannya minta dilepaskan dan kedua pria yang memeganginya menurut setelah Kim Donggun memberinya isyarat demikian. Ryeowook pun mengambil hardisk berisi data itu yang kebetulan memang dibawanya dari saku mantel bagian dalam lalu menyerahkannya pada Kyuhyun.

Minrin masih terlihat menggeleng menolak tapi tak bisa melakukan apapun saat Kyuhyun membawa data itu ke hadapan Kim Donggun. “Cek isinya. Aku harus memastikan hardisk itu benar-benar berisi data itu,” katanya.

Kyuhyun mengerti lalu berjalan untuk mengambil laptop dan memeriksa hardisk yang tadi diserahkan Ryeowook. “Benar. Ini hardisknya. Data itu ada di dalam hardisk ini,” katanya membenarkan, bahkan pria bawahan Kim Donggun juga memastikan.

Kim Donggun mengangguk puas dan mengangguk-angguk. Tapi bukannya melepaskan Minrin seperti janjinya, dia justru memberi isyarat anak buahnya untuk memukul Ryeowook dan menghabisinya. Sementara pria bersayat bersiap membawa Minrin pergi. Gadis itu meronta-ronta kuat saat melihat tbuh Ryeowook ambruk setelah menerima pukulan bertubi-tubi.

***

CUT

Pengen publish sesuatu sejak kemarin-kemarin tapi karena sudah janji bakal publish secret guard jadi saya menahan diri dan berusaha menyelesaikan ff ini. Panjang seperti biasanya, biar kalian puas… hehe…

Sekedar info, part 11 akan menjadi ending secret guard dan akan kuusahakan bisa dipublish sebelum 2016. Jadi, sembari menunggu secret guard part 11 ff mana yang ingin dipublish kelanjutannya? The Horde atau The Wedding?

Oke deh, sekian… terimakasih sudah menunggu. Terimakasih…terimakasih banyak sudah bersedia membaca dan berkomentar. Sampai jumpa di post-an berikutnya. 🙂

Advertisements

9 thoughts on “(FF Series) Secret Guard Part 10

  1. Yuhuuuuuuu akhirnya ini dilanjut…
    Wahhhh makin seru nih, ternyata kim donggun sama kim ilsung saudaraan. Berarto juga saudaraan sama appanya ryeowook ya eonn ?
    Dan soal kyuhyun, duhh kyu berada diposisi kamu menyulitkan sekali ya.
    Penasaran sama endingnya eonn. Postingan nantinya bakal ending nih eonn, pengennya ada romance ryeomin. Tapi ungkap kebenaran dulu deh eonn kkkkk….
    Btw ini aku komen pertama kan ya hahaha *ketawa bangga*

  2. wah makin seru
    smoga part end beneran sblum 2016.mga ja kim ilsung lbih milih bntu wook drpada ka2k na
    q pengen the wedding dulu cos masih benar 2 nasarn ma kisah mereka.

  3. Kalau baca ff ini tuh berasa di ajak ke dimensi kehidupannya ryeowook ikut ngerasain bgaimana rsanya jadi kim ryeowook. Dan ini bner2 nguras perasaan aku. Ughh daebak
    Perasaan aku jadi nano-nano kalau baca ff ini.
    Euum rasanya pasti sakit dikhianati sma org yg disayangi.
    Ah lanjut deh pokonya aku tunggu yaaa.
    Oh iya yg di publish the wedding dulu yaaa. Aku pnsaran sma kelanjutannya
    Okee keep writing ^^9

  4. Akhirnya update juga HUAAAAAヽ(´∀`)ノ kalau baca secret guard emosinya berasa naik turun kayak roller coaster ;;; this is like one of the coolest fic ever! ╥﹏╥
    Aduh kasian banget ryeowook, chapter kemaren ditusuk sekarang di gebukin /peluk/ si kyuhyun ini aduh gimana ya serba salah jadi dia :”
    10 JEMPOL buat authornim !!! Yaahh next chapter endingnya 😦 ditunggu yaaa /selipin romance dikit yaa hoho/ #plak
    Nextnya aku pilih the wedding deh😊😊 penasaran sama pasutri yg perang dingin itu

  5. Kesenengan banget ff ini dilanjut. Pas banget menemani perjalanan outing class huhuuuuu 😊😊😊😊
    Ceritanya makin seru banget.
    Gregetan.
    Bacanya deg degan banget pas scene terakhir,inget ff shillacsw juga yang genre nya sama kaya giniii..
    Huuu next asap yaaaa
    Ditunggu banget
    Keep writing😘😘😘

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s