The Horde [2. The President’s Daughter]

The horde

Title : 2. The President’s Daughter | Cast : Lee Hyukjae, Shin Minrin, Kim Ryeowook, Cho Kyuhyun, Han Eunji. | Genre : Action, Friendship, Romance | Rating : PG 15 | Author : Whin

***

Misi kali ini adalah menyelamatkan puteri presiden. Haruskah ini disebut suatu kehormatan atau bencana?  Bagi Hyukjae, ia seperti terseret dalam drama kehidupan gadis muda anak orang nomor satu di Korea Selatan.

***

Sebuah pesta mewah yang terpaksa dihadirinya menjadi hadiah ulang tahun terburuk untuk Eunji. Lebih buruk dari pada duduk tenang di kediamanannya dengan pelayan yang menyajikan kue ulang tahun setinggi lima puluh senti tahun lalu. Entah apa yang ada dipikiran ayahnya kemarin sore hingga mencetuskan ide konyol ini. Eunji tidak pernah suka terlibat dengan kegiatan politik yang ayahnya lakukan.

“Duduk tenang dan dengarkan. Kau hanya perlu melakukan hal itu.” Kata-kata ayahnya teringang di kepalanya saat di mobil tadi. Membuat Eunji memaksakan diri tersenyum ketika lampu sorot dan kamera mengarah padanya. Tepuk tangan menyambutnya begitu ia berdiri untuk memperkenalkan diri.

Apa yang menarik dari hidupnya yang bagai puteri kerajaan? Kemewahan? Kedudukan? Ya, Eunji menyukai semua itu. Tapi tidak dengan menjadi pusat perhatian. Ia tidak suka jepretan kamera yang mengambil gambarnya. Ia tidak suka saat semua orang memandanginya yang berakhir mengagumi atau bahkan berakhir menghujat. Dan yang paling penting, ia tidak suka keramaian.Tapi semua itu harus rela diterimanya sejak tiga tahun yang lalu, sejak ayahnya terpilih menjadi orang nomor satu negeri ini.

Tidak banyak yang dilakukan Eunji pada acara malam itu. Ia hanya perlu tersenyum, berdiri di panggung itu dan mengucapkan dua tiga patah kata yang tadi disiapkan sekretaris ayahnya. Mudah. Ia menggumamkan kata itu dalam hatinya sebelum berdiri dan melangkah maju. Ia baru seperempat jalan ketika tiba-tiba keadaan menjadi gelap. Entah apa yang terjadi. Suara-suara riuh orang yang panik menggema di pikiran Eunji. Dadanya mendadak sesak. Ia kesulitan bernafas. Keringat dingin mulai membanjiri tubuhnya. Ia hampir saja terjatuh jika saja tangan kanannya tidak berhasil meraih pegangan. Kedua matanya mengerjap-ngerjap mencari penerangan tapi gagal. Gelap di mana-mana dan ia bisa saja pingsan saat itu juga jika saja seseorang tidak memegangi lengannya dengan kuat, menahan tubuhnya yang benar-benar hampir ambruk dan membawanya pergi

Ia tidak ingat dengan jelas. Eunji hanya ingat seseorang membawanya dari kegelapan yang tak lebih dari tiga menit itu lalu mendapati dirinya terduduk di sebuah lorong gedung pertemuan dengan penerangan yang membuat nafasnya kembali setelah itu. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri mencari si penyelamat yang tadi membawanya keluar dari kematian mendadak akibat shock dan trauma. Tapi tidak ada seorangpun kecuali seorang pria berkacamata bulat yang kini berjalan ke arahnya.

“Kau tidak apa-apa?” tanyanya.

Eunji berjengit kaget. Cepat-cepat ia berdiri lalu refleks memundurkan dirinya hingga menyentuh dinding di belakangnya sebagai bentuk pertahanan diri. Lee Hyukjae, si laki-laki berkacamata dengan mantel cokelat panjang yang membalut tubuhnya berdiri memperhatikannya dengan hati-hati. Eunji bukannya tidak tahu itu. Ia justru dibuat ketakutan sekarang dengan tatapan itu.

“Minumlah, ini bisa mengurangi rasa takutmu,” ujarnya kemudian sambil mengulurkan satu botol air tawar pada Eunji. Gadis itu tidak menerimanya dan memilih tetap pada posisi semula dengan waspada. Hyukjae hanya tersenyum seakan mengerti bahwa Eunji tidak percaya padanya. Lalu akhirnya ia pun memilih meletakkan botol minuman itu di lantai sebelum berbalik pergi.

“T-tungu!”

Ucapan Eunji membuatnya berhenti dan memabalikkan tubuh. Tatapan matanya tidak lepas sedikit pun pada Eunji. “Kau ingin bertanya, apa aku yang membawamu keluar?” tanyanya memastikan, membuat Eunji menelan ludahnya sendiri karena takut.

“Kau….” Tenggorokannya mendadak tercekat seketika itu. “Bukan kau?” tanya Eunji setelah susah payah membuat suaranya keluar.

“Kita lihat, apa memang aku yang melakukannya.” Hyukjae tersenyum sekali lagi sebelum akhirnya pergi dari hadapan Eunji.

Botol minuman itu masih utuh di tempatnya ketika Hyukjae menghilang di ujung lorong. Han Eunji hanya menatapnya, bingung. Tidak lama, karena setelah itu beberapa orang pengawal datang menghampirinya dengan tergopoh-gopoh.

***

Hyukjae berjalan cepat setelah mengganti pakaiannya menjadi jas formal. Ia pun menyelinap kembali ke dalam acara lalu duduk tenang sambil mengamati dengan hati-hati setiap orang terutama laki-laki muda yang duduk di meja depan bersama jajaran para menteri. Laki-laki tinggi yang punya tubuh berotot yang fotonya diperlihatkan Kyuhyun kemarin sebagai petinggi G.I.O. Meskipun Hyukjae yakin, ia bisa membuat laki-laki itu jatuh tersungkur dalam duel tapi mengingat para pengawal yang senantiasa menjaganya, mengurungkan niat Hyukjae untuk mendekat dan sedikit membuat kekacauan dengan CEO itu.

“Jangan macam-macam, Jae. Aku tahu apa yang kau pikirkan.” Suara Minrin menjadi yang pertama memprotes ide konyol yang tadi sempat terlintas di otaknya. Hyukjae menoleh ke arah Minrin yang duduk dengan gaun hitam pendek yang membalut tubuhnya. Menebak-nebak melalui tatapannya tentang dari mana Minrin bisa tahu isi otaknya hanya lewat tatapan sesaat.

“Kau tahu, aku biasanya malas berurusan dengan laki-laki seperti Kim Jongwoon itu, tapi setelah aku tahu dia mencoba membunuh Eunji… aku rasa aku mulai tertarik untuk memukul wajahnya itu.”

“Jae, ingatlah kita tidak akan melukai siapapun malam ini.” Kyuhyun ikut bersuara.

Hyukjae berdecak singkat. “Tentu saja. Jangan khawatir….” Ia menoleh ke arah tempat duduk Eunji lagi. Gadis itu awalnya masih duduk tenang setelah insiden mati lampu tadi namun kini dia tiba-tiba berdiri dan berjalan keluar. Membuat Hyukjae terheran melihat sikapnya itu. Menduga jika orang-orang yang tadi sengaja membuat lampu mati kembali datang untuk mencelakai gadis itu, Hyukjae pun berinisiatif mengikutinya. Sedetik kemudian ia pun ikut beranjak dari tempat duduknya dan menyelinap keluar untuk mengikutinya.

“Ryeowook-ah, kau mendengarku?” tanyanya.

“Aku sedang sibuk di sini. Kenapa?”

Hyukjae mendengus. Sepertinya rekannya itu tengah berada di suatu tempat sekarang ini. Mungkin saja sedang di tempat parkir VIP, menggunakan kesempatan untuk memasang alat peretas di mobil sang CEO. Hyukjae tidak terlalu menghiraukannya lalu kembali berjalan dengan pelan menyelusuri lorong, mengikuti Eunji yang tadi berbelok di tikungan.

“Baiklah, biar aku saja. Kurasa ada yang sedang dipikirkan gadis itu sekarang.”

Hyukjae sedikit mengernyit ketika ternyata Eunji turun menggunakan tangga darurat. “Apa yang sebenarnya dilakukannya?” gumamnya sendiri.

“Jae, kau di mana? Eunji tiba-tiba menghilang lagi. Aissh, kemana gadis itu pergi?”

“Sepertinya dia berusaha kabur dari pesta ini,” sahut Hyukjae yang masih memperhatikan Eunji yang keluar dari pintu darurat belakang. Dia berjalan cepat dan Hyukjae pun mengikutinya.

“Jae…?”

Yaa, Lee Hyukjae kau mendengarku?”

Hyukjae tidak menghiraukan pertanyaan Minrin dan tetap fokus pada Eunji yang sekarang berjalan menuju halte bus. “Awasi saja si CEO itu… aku akan mengawasi Eunji.” Setelah itu Hyukjae mematikan alat komunikasi di telinganya.

Han Eunji berjalan dengan pelan dan tatapan mata yang tak berkonsentrasi. Sesampainya di kursi tunggu halte, gadis itu mengeluarkan ponselnya. Entah apa yang dipikirannya tapi Hyukjae melihat tangan gadis itu mencengkeram kuat ponselnya lalu membuangnya begitu saja.

“Ada apa dengannya?”

Bus datang beberapa saat kemudian. Dia berjalan masuk, begitu juga Hyukjae yang langsung menunju kursi paling belakang. Gadis itu seperti tidak menyadari keberadaan Hyukjae, meskipun keduanya sudah bertemu tadi.

Saat di pemberhentian pertama dan kedua terlihat gadis itu yang masih duduk diam dengan tatapan matanya yang sedikit aneh. Dia seperti orang linglung yang tidak punya tujuan. Baru lah di pemberhentian ketiga, gadis itu turun. Hyukjae tetap mengikutinya dari belakang.

Dering di ponsel Hyukjae membuatnya berhenti sejenak. Setelah mengambil benda putih canggih dari saku jasnya tanpa melihat siapa si penelepon, ia pun kembali berjalan mengikuti gadis itu.

Oppa….,” sambutan manja dari seorang gadis menyadarkan Hyukjae yang terkejut setelah itu. Ia melihat sekilas ponselnya. Dan nama seorang gadis yang tempo hari berkencan dengannya tertera di sana. Umpatan sial nyaris keluar dari mulutnya seketika itu.

E..eoh Haejin-ah, wae?”

“Haejin? Siapa Haejin? Aku Sooyi…” Hyukjae mengernyit lalu menurunkan ponselnya lagi. Nama Haejin tertera di sana. Lalu bagaimana bisa berganti menjadi Sooyi? Dia pasti salah memberi nama kemarin saat dikirimi pesan.

“Oh… Sooyi…. Kenapa?”

Oppa tidak datang ke club lagi. Apa Oppa sibuk?”

Ekspresi Hyukjae berubah malas setelah itu. Sambil menghela nafasnya, ia pun berujar cepat, “eoh… Oppa sedang sibuk sekarang. Hubungi nanti saja, eumm?” Lalu mematikannya dengan cepat.

“Merepotkan…,” gumamnnya agak kesal.

Bagi Hyukjae gadis-gadis itu hanyalah teman bermain. Jangan salah paham. Dia sama sekali bukan pria brengsek yang akan meniduri mereka sesuka hati. Hyukjae hanya akan menemui beberapa di antara mereka di akhir pekan atau saat ia selesai menjalankan pekerjaannya. Berkencan atau menemani minum di club. Beberapa pernah diciumnya tentu saja tapi tidak satupun yang berniat dibawanya ke atas ranjang.

Di depannya Eunji masih berjalan tanpa tujuan yang jelas. Sebuah mobil melaju cepat di jalan lalu berhenti. Lima orang pria keluar dari sana. Hyukjae yang langsung sadar ada yang tidak beres langsung bersembunyi di balik dinding dan mengamati dari jauh. Han Eunji berbelok di gang kecil yang kemudian diikuti kelima pria itu. Mengambil langkah cepat, Hyukjae pun berbalik mencari jalan pintas dengan menaiki tangga menuju atap gedung. Ia sedikit terlambat saat melihat Eunji dihadang tiga pria lain di depannya.

“Lihat, dia bahkan sudah ketakutan. Kenapa berpikir kabur kalau takut? Dasar…,” dengusnya heran ketika melihat Eunji mundur selangkah demi selangkah ke belakang hingga membentur dinding. Hyukjae melompat turun dari atap, menginjakkan kakinya dengan sangat tepat di sebuah balkon kecil. Sama sekali tidak menimbulkan suara, ia pun kembali melompat turun. Begitu ia berada di belakang pria yang tadi menghadang, ia terlihat hanya mengawasi dari jarak yang agak jauh, bersembunyi dan terus mengamati Eunji yang kini dikepung delapan orang pria asing.

“Hei, Minrin-ya. Apa di sana baik-baik saja?” tanya Hyukjae kemudian setelah menghidupkan alat kemunikasinya lagi.

“Di mana kau? Kau menemukan Eun Ji?”

“Tentu saja…,” jawab Hyukjae santai. Ia masih mengamati dari balik dinding. “Apa ada yang tahu kenapa gadis itu tiba-tiba kabur seperti ini? Sikapnya aneh sekali.”

“Dia punya banyak trauma. Sejak ibunya meninggal dan ia pernah hampir dibunuh, ia sering aneh, terutama ketika ketakutan.” Kyuhyun menjawab setelah sebelumnya mencari tahu lewat jaringannya. “Dia punya fobia gelap karena itu dia sesak nafas saat mati lampu. Dia juga trauma dengan kekerasan, karena masa lalunya. Dan yang terpenting hubungan dengan ayahnya tidak terlalu baik. Mungkin itulah yang membuatnya pergi.”

“Wah, kau tahu banyak Cho?” puji Hyukjae.

“Tentu saja. Kau baru tahu seberapa kuat jaringanku untuk mencari informasi rahasia keluarga presiden itu?

Hyukjae terkekeh pelan. “Aah… benar-benar merepotkan. Baiklah, katakan pada seseorang di sana untuk menjemputnya. Aku akan membereskan di sini,” ucapnya kemudian melangkah maju.

Tangannya menarik pundak pria yang berdiri paling belakang lalu memberinya satu hadiah tinju di wajahnya. Ia memberi tendangan tepat sasaran di bagian perut pada pria yang berusaha membalas perbuatannya tadi. Ia melompat ke atas sebuah bok sampah, melayangkan tendangannya ke arah wajah pria yang lainnya. Sebuah pukulan didapatkannya di wajah kirinya. Ia meringis dan mengumpat kesal sebelum membalas perlakuan itu.

Eunji berdiri ketakutan menempel pada dinding. Hyukjae yang melihatnya lalu menarik tangannya dan merangkulnya setelah berhasil memberi pelajaran pada masing laki-laki tadi. Sirine mobil polisi terdengar setelah itu yang membuat kedelapan orang itu bergeges pergi.

“Cho, kau yang menelepon polisi?” hardik Hyukjae setengah berlari setelah mengungsikan Eunji menjauh dari tempat tadi. Gadis itu diam ketakutan dengan tangan yang gemetar.

“Tentu saja tidak. Kenapa? Apa ada polisi?”

Aissh, jika polisi melihatku bisa bahaya untuk kita.”

Tentu saja mereka tidak boleh berurusan dengan polisi, sebisa mungkin tidak berurusan meski mereka menyamar sekalipun.

Hyukjae mendudukan Eunji di sebuah kursi halte. “Kau akan baik-baik saja sekarang. Pengawalmu akan tiba sebentar lagi,” ujarnya. Gadis itu hanya mendongak lemah dengan tatapan ketakutan yang masih tersisa.

“Kau…. kau menyematkanku?” tanyanya lirih.

“Ah… ya kenapa aku terus menyelamatkanmu sejak tadi?” gumam Hyukjae lebih pada dirinya sendiri.

Menyelamatkan dua kali tanpa membuatnya seperti aksi penyelamatan misterius yang biasanya dilakukan Hyukjae. Gadis ini bahkan sudah melihat wajahnya dua kali. Jika Minrin tahu, gadis itu pasti akan mengamuk. Karena biasanya mereka bertiga selalu bekerja tanpa mengungkapkan identitas termasuk wajah.

“Terimakasih,” gumam Eunji pelan.

Hyukjae melihatnya sebentar. Oh ya… dia baru sadar kalau ternyata Han Eunji sangat cantik. Wajahnya khas orang korea, yang entah melakukan operasi plastik atau tidak. Tapi dia benar-benar cantik. Perpaduan wajah cantik alami Yoona SNSD dan Jessica Jung. Hyukjae terkesiap sebentar begitu menyadari ia baru saja terpukau melihat rupa gadis yang duduk di depannya ini.

Ia pun melangkah pergi tanpa disadari Eunji, menghilang dengan cepat di gang yang tadi dilewatinya. Tidak lama setelah itu, mobil hitam mewah beiringan datang dan berhenti di depan Eunji. Seorang pengawal turun dan mendekatinya.

Sementara itu di sisi jalan ujung gang yang lain, sebuah mobil berhenti di depan Hyukjae. Setelah memastikan Eunji aman bersama para pengawalnya, ia pun masuk ke dalam mobil yang menjemputnya.

“Apa yang terjadi?” Ryeowook bertanya begitu Hyukjae menyenderkan punggungnya di kursi belakang.

“Aku tidak tahu. Biasanya kita tidak berurusan dengan alasan dibalik klien kita memberi kita tugas, tapi aku penasaran dengan alasan presiden mempekerjakan kita diam-diam untuk melindungi gadis itu.”

“Apa yang kau bicarakan, ha?”

“Maksudku, kalian tidak ingin tahu kenapa seorang CEO perusahaan global ingin melukai gadis yang punya banyak trauma sepertinya?” Hyukjae melihat ke arah Minrin yang duduk di depannya.

“Kau tidak pernah berpikir seperti ini sebelumnya, Jae. Berhentilah berpikir aneh. Apa kau bersimpati padanya sekarang?” Ryeowook menegurnya membuat Hyukjae sedikit mendengus.

Minrin tersenyum hampir menertawakannya begitu menoleh ke belakang. Gadis itu terkejut sesaat saat melihat luka lebam di wajah Hyukjae. “Yaa, ada apa dengan wajahmu?” tanyanya tidak percaya.

“Hanya pukulan kecil.”

“Kau tidak pernah kena pukul selama ini,” nada terkejut itu berubah khawatir.

“Kau baik-baik saja?”

“Hmm….” Hyukjae mengangguk menghentikkan kekhawatiran Minrin padanya.

Ryeowook yang tadinya fokus dengan jalanan menoleh sebentar ke arah Minrin dan melihat Hyukjae tengah menatap ke arah gadis itu dari kaca di atasnya. Sebuah tatapan yang selalu diberikan Hyukjae setiap kali Minrin merasakan kekhawatiran padanya. Dulu, saat Hyukjae hampir tertangkap polisi, Minrin juga sangat khawatir dan Hyukjae akan memberikan tatapan itu untuk menyuruhnya tenang.

“Aku tidak pernah kena pukul sebelumnya, rasanya benar-benar luar biasa.”

“Apa yang luar biasa? Ya Tuhan… jika tulang rahangmu patah, itu baru yang namanya luar biasa,” Minrin membalas mengejek.

Tapi bukan ejekan yang biasanya dilakukan dua orang yang selalu bertengkar tapi bagi Ryeowook itu terdengar seperti bentuk perhatian.

“Kau benar-benar kejam.”

“Oh ya… aku juga penasaran kenapa sangat kejam padamu, Jae.” Minrin tersenyum bukannya mengejek kali ini.

Ryeowook melihatnya, menyadarinya bahwa hubungan Minrin-Hyukjae tidak hanya sekedar rekan kerja selama lebih dari lima tahun.

***

“Kurasa pengawalnya yang menghubungi polisi tadi setelah aku memberitahu keadaannya pada Presiden.” Kyuhyun memutar kursinya menghadap ketiga temannya yang sekarang duduk di sofa.

“Brengsek. Apa mereka tidak percaya pada kita? Kau sudah memberitahunya kan? Tidak boleh ada polisi yang terlibat.” Hyukjae melempar kaleng beernya ke dalam tempat sampah dengan sedikit kesal setelah mengetahui siapa orang yang tadi hampir membuatnya ketahuan oleh polisi. Ia pun merebahkan punggungnya lalu menghela nafasnya.

“Kurasa presiden memang memberikan tugas ini secara rahasia, tanpa sepengetahuan pihak keamanan istana dan orang-orang di sekitarnya.” Ryeowook mengutarakan isi pikirannya yang memang selalu dalam. Di antara mereka berempat Ryeowook lah yang selalu memiliki analisis-analisis yang tepat kenapa sesuatu bisa terjadi.

“Lagipula….,” Ryeowook menoleh pada Hyukjae dengan serius. “Apa yang kau lakukan dengan menyelamatkannya tanpa penyamaran. Dia melihat wajahmu dua kali.” katanya tidak habis pikir.

“Aku tidak sengaja melakukannya. Tidak perlu khawatir, dia juga tidak ingat aku yang membawanya keluar dari kegelapan. Dia juga tidak curiga saat aku menyelamatkannya tadi.”

“Bagaimana kalau dia teringat dan tiba-tiba penasaran?” Minrin bersuara dengan kesal.

“Pikirkan saja itu nanti. Jadi apa yang akan kita lakukan selanjutnya? Maksudku, apa maksudnya melindungi Eunji diam-diam berarti dia menyuruh kita mengikuti gadis itu kemanapun dia pergi? Ya Tuhan, merepotkan sekali!”

“Tenang saja, kita hanya akan dipanggil kalau dia butuh bantuan kita saja. Sementara menunggu tugas kedua, kurasa kita bisa mengambil tugas lainnya,” ujar Kyuhyun kemudian. Senyumnya melebar tiap kali mendapatkan email dari klien mereka. Dan selalu seperti itu sampai-sampai Hyukjae, Minrin, dan Ryeowook sudah bisa menebaknya.

“Apa dan berapa bayarannya?” Hyukjae langsung mengajukan pertanyaan itu. pertanyaan yang sama tiap kali Kyuhyun mengumumkan ada tugas baru untuk mereka.

“Menjemput dan mengamankan seorang peneliti asal China. Pesawatnya mendarat besok jam 10 di Incheon. Dimungkinkan ada pihak lawan yang ingin mengeksekusi Yanmei begitu sampai di Korea. Jadi, jemput dia dan bawa dengan selamat menemui presdir Hanjae group.”

“Wah… apa dia orang yang membawa hasil penelitian lagi yang diincar banyak orang? Seperti orang Rusia waktu itu?” Ryeowook melipat tangannya di depan sambil bergumam.

“Entahlah… mungkin saja.”

Yaa, kurasa kita harus berhenti mempertanyakan kenapa mereka membutuhkan jasa kita. Yang perlu dilakukan hanyalah menjalankan tugas dan terima bayarannya. Alasan mereka bukanlah urusan kita.” Minrin bersuara menghentikkan diskusi antara Kyuhyun dan Ryeowook. Gadis itu selalu menjadi satu-satunya orang yang mengingatkan prinsip kelompok ini dalam bekerja.

Pertama tentu saja tidak boleh mengungkapkan identitas asli, sebisa mungkin tidak membuat pihak polisi terlibat. Kedua, apapun bisa mereka lakukan kecuali aksi membunuh, sesekali boleh melukai tapi jangan sampai membuat cacat fisik permanen apalagi menghilangkan nyawa. Ketiga, dilarang mencampuri urusan klien. Singkatnya, Jika pekerjaan itu bukan membunuh mereka akan melakukannya lalu terima bayarannya. Ya sesingkat itu.

“Kurasa Minrin benar. Jadi, bagaimana rencananya?” Hyukjae ikut berdehem sambil menegakkan tubuhnya.

“Kali ini aku akan menyuruh mereka berdua yang pergi. Kau sudah banyak bekerja satu bulan ini, Jae.”

Lee Hyukjae mendengus sambil menatap Kyuhyun tidak percaya dengan senang. Mungkin ia harus sering-sering mengeluh pada Kyuhyun agar tugasnya lebih ringan. Tidak bisa dipungkiri memang kalau dia agen lapangan terbaik diantara mereka berempat hingga membuatnya bekerja lebih banyak.

“Baiklah, aku akan ambil libur kalau begitu. Haejin meneleponku tadi.” Ia beranjak dari tempat duduknya, menempuk pundak Ryeowook pelan lalu berlalu pergi.

Yaa, jangan bermain-main dengan wanita di club itu lagi!” teriak Minrin setelah itu.

Hyukjae hanya melambaikan tangannya santai dan keluar dari pintu. Sementara itu Ryeowook diam-diam memperhatikan kekasihnya, Shin Minrin yang wajahnya berubah kesal tiap kali Lee Hyukjae melakukan hobinya ke club malam.

Ah ya… mereka berdua tidak hanya sebatas rekan kerja lebih dari 5 tahun. Hyukjae bahkan sudah lama mengenal Minrin dibandingkan Ryeowook sendiri. Kenapa Ryeowook jadi cemburu melihatnya?

***

CUT

Karena lagi suka ngelanjutin The Horde jadinya cepet publish deh… who is waiting for this? Terimakasih buat respon kalian di part pertama kemarin, saya senang sekali 🙂

Mau tanya, kalian lebih suka ff genre action kayak gini apa romance macam bittersweet? Cuma pengen tahu aja sih, tidak ada salahnya kan bikin cerita yang bisa nyenengin reader. Hehe…

Satu pertanyaan lagi, buat postingan selanjutnya silahkan pilih, The Horde judul ketiga, The Wedding part 2, Secret Guard part 10 apa The Key to Her Heart part terakhir? Karena saya terlalu banyak utang ff, jadinya bingung gimana mau nyelesaiinnya. Kalau ada masukan dari kalian, saya usahakan untuk menyelesaikan pilihan kalian itu.

Yah… baiklah, cukup di sini. Terimakasih sekali lagi. Don’t copy paste my story include idea or anything in this story. Please, leave your comment and see you.. ^^

Advertisements

12 thoughts on “The Horde [2. The President’s Daughter]

  1. Suka sm cerita action…suka bgt secret guard.dtunggu secret guardnya yak…klo bs segera..hehee…trs update yg actikn lg yg laen….pkoke paling sneng klo crtanya ttg ryeowook dn genrenya action..hehee..gomawo.

  2. Disini chap ini lbh bnyak crta eunhyuknya ya. Dan eunhyuk berhasil bikin ryeowook cmbru di chap ini.
    Ah aku sih suka dua-duanya, action dan romance kkk kalau bisa yg genrenya action+romance juga.
    Lanjut yg Secret guard dlu aja ya udh pnsaran soalnya sma kelanjutannya 😀 setelah itu the key to her heart, lalu the horde ketiga, lalu the wedding XD
    Aku tnggu ff ff yg lainnya …smoga cpet di publish ^^

  3. Suka genre action-romance 😀 ~
    Kalau disuruh pilih, Secret Guard dulu dong yg dilanjut. Udah penasaran sama nasib Ryeowook di ff itu.

  4. Huaaa horde new chapter!!! Aku selama castmya ryeowook mah suka suka aja👍 wkwk gabung action and romance sih karena gak bisa milih >v<

    Nextnya secret guard part 10 juseyoo!! Itu udah lama banget dan ditunggu kelanjutannya /penasaraaaan/ haha yg kedua wedding part 2, key to heart baru deh horde

    Ditunggu ya kelanjutan semua ffnya hoho seneng banget ada new update di sini❤❤ fighting!!

  5. Wahhh wahhhh ada apa antara Hyukjae dan Minrin ? Kenapa Ryeowook mendadak cemburu ? *hanya eonni yang tau kkkkk
    Kalo ditanya suka romance apa action, jujur aku lebih suka romance karena konfliknya terkesan ringan. Tapi kalo buat ff eonni,aku suka action yang didalemnya ada romance 😀
    Tapi romance di action diperbanyak gitu bisa eonn hahaha
    Btw, untuk mau lanjut, lanjutin yang secret guard dulu dong eonn. Penasaran soalnya 😀

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s