The Horde [1. Mission]

The horde

Title : 1. Mission | Cast : Kim Ryeowook, Shin Minrin, Lee Hyukjae, Cho Kyuhyun | Genre : Action, Romance, Friendship | Rating : PG 15 | Author : Whin

***

“Lantai tiga, ruangan sebelah kiri pintu ke dua.” Hyukjae meluncur dengan cepat menaiki anak tangga. Tanpa suara dan nyaris tak akan terdengar oleh siapapun, meskipun saat ini sudah tengah malam.

“Kau sudah mengamankan cctv nya?”

“Sudah. Masuk saja dan ambil barangnya.” Suara dari alat kecil yang melekat di telingnya berbunyi dengan suara jengkel. Pertanyaannya mungkin menjadi satu dari sekian banyak alasan yang membuat laki-laki pemilik suara itu kesal sekarang. Oh ya….Hyukjae hampir lupa kalau tadi ia mencuri pizza yang dipesannya.

Hyukjae mengambil jarum dari sakunya, mengotak-atik sebentar lubang kunci di depannya. Hanya dengan sekali coba, pintu itu terbuka. Ia masuk dengan santai. Satu cctv di sebelah kiri merekam ke arahnya, tapi tentu saja gambarnya sekarang ini tidak akan sampai pada bagian keamanan gedung ini. Dia melambai pada kamera itu lalu tersenyum. “Cho, kau tahu apa yang kubenci darimu?” tanyanya. Ia berkacak pinggang, menyelusuri ruangan itu dengan matanya. Mencari tempat yang kemungkinan besar menjadi tempat penyimpanan barang yang sedang dicarinya.

“Jangan memulai, Jae. Satu-satunya yang kubenci adalah kau selalu mencuri makananku.”

Hyukjae tertawa pelan. Tatapannya berhenti pada sebuah lukisan besar. Mungkin salah satu lukisan dari pelukis terkenal. Siapapun itu tidak penting bagi Hyukjae. Lagipula, ia tidak tahu soal seni. Jadi baginya lukisan itu hanya tampak seperti coret-coretan cat yang tak berbentuk. Ia pun berjalan mendekati lukisan itu, mengambilnya dan meletakkannya di bawah.

“Aku juga membencimu karena kau tidak pernah membagi makananmu denganku. Dan juga… kenapa harus aku yang selalu kebagian tugas menyelinap, sementara dua orang itu menunggu diluar? Hah… pasangan itu kadang membuatku jengkel.” Ia menggerutu sebentar. Tidak lama karena setelah itu ia melihat sebuah brankas kecil di balik lukisan tadi lalu akhirnya tersenyum puas.

“Karena kau biasa melakukannya.”

“Bagaimana dengannya? Nathan juga pernah menyelinap di kantor pribadi Presiden Perancis sebelumnya. Dan Minrin…dia bahkan membuat hidung penjaga Perusahaan Jeguk patah karena pukulannya dua minggu yang lalu.”

Hyukjae mengambil peralatannya untuk membuka brankas itu. Tidak lebih dari tiga menit, ia berhasil membuka brankas itu. Hanya ada satu amplop coklat dan sebuah flashdisk berwarna hitam yang ada di dalamnya. Orang-orang berduit itu senang sekali menyimpan barang dalam brankas. Apa mereka tidak tahu pencuri jaman sekarang bisa dengan mudah mengambilnya? Ya..pencuri macam dirinya dan ketiga temannya.

“Berhentilah memprotes, Jae. Kau ahli dalam hal ini.”

“Aku anggap itu pujian.”

Hyukjae menutup lagi brankas itu setelah mengambil flashdisk hitam itu. Memasang kembali lukisan pada tempatnya. Lalu dengan santai berjalan keluar.

“Yaa, kau lama sekali. Cepat keluar!” Kali ini suara wanita yang bergema di telinga Hyukjae. Membuatnya nyaris mencopot benda putih transparan itu dari telinganya dan melemparnya.

“Dia benar-benar..!” gerutunya pelan.

Beruntung sekali saat Hyukjae membicarakannya dan juga kekasihnya itu, tidak satu pun dari mereka berdua menghidupkan alat komunikasi. Jika salah satu mendengar, terutama Minrin entah akan seperti apa telinganya sekarang.

“Aku keluar sekarang. Di mana kalian?” Hyukjae menuruni tangga darurat. Membuka pintu belakang dan menyelinap pergi menembus gelapnya malam di jalan kecil itu.

“Tunggu di depan cafe Eebay.”

Hyukjae mengerti lalu berjalan dengan sangat santai di jalanan itu. Kedua tangannya tersembunyi di balik jaket kulitnya, kepalanya tertutup topi. Belum mencapai cafe Eebay, ia sudah melihat sebuah mobil CVR hitam berhenti di depannya. Lalu tanpa melihat siapa si pengemudi, Hyukjae langsung membuka pintu belakang mobil dan masuk ke dalam.

“Seseorang mengikuti kita. Jadi kita jalan-jalan sebentar sebelum pulang,” ujar laki-laki yang duduk di depan kemudi. Dia menambah kecepatan mobilnya membelah jalanan besar kota Seoul.

Tidak ada protes dari Hyukjae. Paling-paling dua detektif yang berambisi menangkap mereka yang sekarang mengejarnya. Tiga tahun dan tak sekalipun detektif itu berhasil menyentuh mereka.

“Aku mau tidur.”

“Kau tidak mencoba menyelinap ke club malam dan mengencani salah satu wanita di sana?” satu-satunya wanita yang ada di mobil itu berujar mengejak. Hyukjae yang sekarang sudah bersender rendah dengan melipat tangan di depan dada hanya melayangkan tatapannya sebentar.

“Dan meninggalkan kalian untuk berkencan? Tidak. Aku lebih senang di sini, menjadi pengganggu,” dengusnya.

Minrin, satu-satunya wanita itu hanya tertawa pelan. Ratusan kali sudah Lee Hyukjae selalu mengatakan itu. Menjadi pengganggu diantara dirinya dan laki-laki di sampingnya. Kata itu ambigu sebenarnya. Apa Hyukjae menyukainya? Hingga dia selalu melontarkan protesnya tiap kali melihat Minrin sedang berduaan dengan kekasihnya? Lucu sekali.

Yaa, Jae berhentilah menyukaiku…”

“Aku tidak menyukaimu. Aku pasti sudah tidak waras jika melakukannya. Lagipula dia akan membunuhku jika aku berani menyentuhmu,” Hyukjae menunjuk laki-laki di samping Minrin dengan matanya. Laki-laki itu hanya tersenyum biasa. Ia memang sudah biasa mendengarnya.

Aisssh, bisakah kalian tidak meributkan hal itu lagi?” suara Cho Kyuhyun menggema di telinga ketiganya seketika itu.

“Yaa, Cho…kurasa kita harus merekrut dua wanita lagi dalam kelompok ini.”

“Untuk apa?”

“Untuk menjadi partner ku dan juga partner mu di depan komputer. Lama-lama aku bisa gila jika mereka berdua terus menunjukkan kemesraan di depan kita.” Hyukjae menyahut, melayangkan tatapan ejekannya pada pasangan yang duduk di depannya yang diyakininya selesai bersenang-senang tadi sementara Hyukjae harus bekerja mencuri data. Kedua orang itu justru hanya tertawa.

Tidak pernah ada yang serius dengan obrolan mereka berempat selama ini kecuali masalah pekerjaan. Mereka menganggap biasa. Lagipula nyaris sepuluh tahun mereka bersahabat. Sejak keempatnya di sekolah menengah atas, hingga dibangku kuliah dan berlanjut menjadi rekan kerja dalam kelompok pesuruh gelap ini. Jadi, bisa dibilang mereka terlalu mengenal baik  satu sama lain. Terlalu mengenal dan hampir tidak pernah ada rahasia diantara mereka berempat. Kecuali fakta bahwa salah satu dari mereka yang bernama Nathan atau biasa disapa Ryeowook menyimpan rasa pada Minrin sejak SMA. Jika bukan karena keteledorannya yang sering mencuri pandang, Hyukjae tidak akan mengetahuinya. Dan siapa yang menyangka wanita itu juga menyukainya –mencintainya- lebih dari dua sahabatnya yang lain. Jadi, sejak keduanya menjalin hubungan, obrolan macam tadi sudah sangat sering terjadi. Lebih banyak Hyukjae dan Kyuhyun yang menggerutu tidak terima tiap kali keduanya berduaan di salah satu sudut rumah mereka.

“Aku kadang memikirkan untuk mencari rekan yang bisa membantuku di sini. Kurasa idemu tidak buruk, Jae.”

“Hei..hei tidak ada rekan lain. Tidak!. Aku menolak,” tolak Minrin dengan tegas.

“Kurasa mereka sedang takut tidak akan mendapatkan wanita yang bisa dikencani.”

“Jika bukan karena Minrin menerimamu. Kau juga sama seperti kita, Wook. Kau, hanya beruntung karena wanita gila itu mau menerima cintamu.”

“Siapa yang kau maksud gila? Aku?”

“Dia tidak gila, Jae.” Ryeowook menyela

“Apa kau tidak lihat dia itu aneh? Dia satu-satunya wanita di kelompok ini tapi tidak pernah bersahabat dengan dapur. Kau ingat terakhir kali dia membuat kare untuk makan malam? Dia memasukkan kimchi dan telur di dalamnya. Dasar aneh…aneh dan juga gila.” Minrin langsung menatap horor ke arah Hyukjae.

Selain alasan yang disebutkan Hyukjae, julukan wanita aneh dan gila itu melekat pada Minrin karena kebiasaannya yang suka sekali menyimpan makanan di dalam almari es mereka hingga berbulan-bulan. Jika makanan itu tidak mengeluarkan bau busuk, percayalah tidak akan ada yang tahu dia menyimpannya di sana. Dia juga penggila drama, apalagi sejak mereka kembali ke Korea setahun yang lalu. Dia bisa menghabiskan waktu seharian di depan laptop hanya untuk menonton drama. Kadang menangis tanpa sebab, tertawa terpingkal-pingkal seperti orang gila, dan lebih parah dia juga pernah memelototi laptopnya karena saking bencinya pada tokoh di drama itu.

“Kurasa aku setuju denganmu, Jae. Dia berhutang satu laptop padaku minggu lalu,” tukas Kyuhyun ikutan.

“Apa?” sungut Minrin tidak terima, setelah berulang kali mendapat ejekan dari teman-temannya.

Ah..ya…laptop Kyuhyun juga pernah dibantingnya hingga rusak hanya karena dia benci pada salah satu tokoh di drama.

Di depan kemudi itu, Ryeowook hanya tertawa pelan mendengarkan percakapan ketiga temannya. Kyuhyun dan Hyukjae tidak ada habisnya membully Minrin. Dan pemandangan itu sudah sangat biasa bagi Ryeowook. Jujur saja, ia justru terhibur.

Mobil yang mereka tumpangi memasuki sebuah gang kecil, menghindar dari kejaran mobil detektif tadi. Di ujung gang itu akan bertemu dengan jalan raya dan tepat di samping jalan raya itu, ada sebuah gedung tua tak terpakai yang menjadi markas mereka. Ryeowook membelokkan mobilnya ke arah gedung dan langsung menuju area parkir yang sekarang terlihat seperti gudang yang menyeramkan.

Percayalah, jika dilihat dari luar gedung itu hanyalah tempat kosong terbengkalai yang tampak menyeramkan. Tapi siapa yang mengira jika di tempat yang dijahui orang-orang karena cerita angkernya itu justru menjadi markas sekaligus tempat tinggal empat orang yang menyebut diri mereka pesuruh dan pencuri gelap. Bahkan polisi dan detektif akan kesulitan menemukan persembunyian mereka.

“Kerja bagus teman-teman.” Kyuhyun menyambut ketiganya begitu mereka masuk ke dalam sebuah ruangan di lantai empat yang di desain seperti sebuah rumah.

“Apa yang akan kita lakukan dengan benda ini?” Hyukjae melempar flashdisk yang baru saja dicurinya pada Kyuhyun. Setelah itu ia berjalan menuju sofa dengan satu televisi led layar datar besar di depannya. Ryeowook dan Minrin bergabung dengannya.

“Apa lagi? Kita serahkan bendanya, kita terima bayarannya,” sahut Minrin sambil memukul Hyukjae untuk bergeser.

“Tempat pertemuan sudah di tetapkan?” tanya Ryeowook.

“Stasiun Seoul. Loker no 6. Kita taruh barangnya di sana.” Kyuhyun menjawab sambil mengecek isi flashdisk itu. “Tugas selesai.” Laki-laki itu bergumam sendiri.

“Tidak ada tugas lain? Bulan ini kita baru dapat dua klien. Aku tidak akan bisa membeli Penthouse jika pemasukan kita berkurang.”

“Ada.” Kyuhyun menjawab pertanyaan Hyukjae itu lalu memutar kursinya dan tersenyum pada ketiga temannya.

“Tugas macam apa? Mencuri data lagi?” Hyukjae bertanya malas sembari menggoyang-goyangkan kakinya di atas meja. Tapi senyum lebar Kyuhyun mengisyaratkan hal lain.

Hal lain yang bagi Kyuhyun adalah sebuah tantangan tapi bagi Hyukjae terkadang sebuah penyiksaan.

“Bukan. Melindungi puteri Presiden,” jawab Kyuhyun masih dengan senyum yang mengembang di bibirnya, seakan ia baru saja memberi kabar gembira pada teman-temannya.

“Puteri Presiden?” Ryeowook meneggakkan tubuhnya, begitu juga Hyukjae dan Minrin yang langsung tertarik.

“Eoh…Han Eun Ji. Dan kalian tahu, Presiden sendiri yang mengirimkan email pada kita. Bisa kubilang ini perintah langsung dari Presiden kita.”

“Wah..daebag!”

“Berapa bayarannya?” Binar di mata Hyukjae sama sekali tidak bisa ditutupi lagi sekarang. Seorang presiden menyuruh pesuruh gelap, ilegal yang selalu menjadi incaran polisi dan detektif seperti mereka sudah pasti bayarannya tidak akan sedikit.

“500 juta.”

 “500 juta dibagi empat, berarti aku cuma dapat tidak lebih dari 150 juta. Aah..itu terlalu sedikit. 150 juta hanya untuk seorang puteri presiden. Bahkan ketua geng mafia berani membayar lebih dari itu hanya untuk membantunya menyelundupkan heroin.”

Kyuhyun tertawa pelan mendengar Hyukjae yang kembali memperhitungkan harga sewa jasa mereka dalam bulan ini. “500 juta untuk masing-masing dari kita, Jae.”

Mwo? Kau serius?” Minrin mendorong Hyukjae yang hendak berdiri dan membuatnya terjatuh saat mendengar penjelasan Kyuhyun.

“Ya..tentu saja. Bagaimana? Terima?”

“Aku tentu saja akan menerimanya,” jawab Minrin bersemangat tanpa banyak berpikir. Ryeowook hanya tersenyum. Dan Hyukjae tentu saja satu-satunya anggota yang bermimpi membeli Penthouse di Afrika selatan akan sangat setuju dengan tawaran menggiurkan itu.

“Terima!” sahutnya lebih semangat.

Kyuhyun tersenyum puas setelah itu ketika melihat ketiga rekannya itu setuju. Karena ia bekerja di balik layar sementara Ryeowook, Hyukjae dan Minrin yang harus turun ke lapangan, maka ia tidak bisa memutuskan sendiri setiap permintaan klien yang masuk.

“Ini akan sangat menyenangkan. Aku akan segera memprosesnya dan menanyakan tugas pertama,” ujarnya kemudian.

“Menurutmu apa yang membuat presiden meminta kita melindungi anaknya? Apa jejeran pasukan keamanan tidak cukup? Aneh sekali rasanya seorang presiden menyuruh orang seperti kita yang bahkan bisa dibilang musuh negara.” Ryeowook bergumam setelah itu.

Ia menjadi satu-satunya yang memikirkan hal itu karena Minrin serta Hyukjae sudah melompat-lompat kegirangan dan berceloteh tentang uang 500 juta yang akan mereka terima. Dasar gila. Kekanak-kanakan dan juga aneh. Itulah yang ada dipikiran Ryeowook. Oh bukan mereka berdua, hanya Hyukjae tentu saja dan sungguh disayangkan sahabatnya itu menularkan kegilaan itu pada kekasihnya.

“Entahlah. Apapun itu, selama mereka membayar, kita tidak perlu bertanya dan jalankan saja tugasnya.” Kyuhyun menyahut ucapan itu sembari terus mengetikkan sesuatu di keyboardnya, berkonsentrasi penuh di layar komputer datarnya.

“Ini dia…dia baru saja mengirimkan email. Ada sebuah jamuan makan malam dengan para duta besar akhir pekan ini. Han Eun Ji akan berada di sana dan kita diminta untuk mengawasi keadaan dari jauh. Terutama orang-orang yang akan datang bersama CEO perusahaan global G.I.O.”

Minrin dan Hyukjae berhenti melompat-lompat seketika itu, Ryeowook langsung menoleh ke arah Kyuhyun. “Apa? Jadi maksudnya CEO itu yang mungkin akan berbuat sesuatu?” tanya Ryeowook.

“Mungkin saja. Aku akan mencari tahu siapa CEO itu. Dan sebagai permulaan kenapa kalian tidak datang ke tempat acara dan melakukan sesuatu agar aku bisa meretas cctv di sana?” Kyuhyun mengusulkan.

“Itu bisa diatasi Cho, Hyukjae bisa melakukannya dalam sekali jalan.”

***

CUT

Maaf banget saya lama tidak menyapa di sini. Beberapa hal menjadi penyebab, tapi tentu saja aya  tidak akan menceritakan penyebab itu.

Daan….sesuai yang kemarin saya bilang, kalau saya lagi bikin dua cerita baru disamping nyelesaiin secret guard. Ini cerita yang pertama. Rencananya series yang saya beri judul The Horde ini akan ada beberapa chap … entah berapa, masih dipikirin. :p  yang tiap chap nya punya judul sendiri, dan tiap chap itu nyeritain aksi mereka. Dan tentu saja akan ada konflik di antara mereka. Cinta dan persahabatan. Ah..iya gara-gara nonton Healer, muncullah ide buat cerita ini.

Cerita kedua…hmm, haruskah saya posting segera? Tunggu respon kalian dulu deh. Spoiler aja kalau ceritanya soal married life Ryeo-Min.

Dan Secret Guard, yah…lagi-lagi saya harus meminta kalian untuk menunggu. Tapi terimakasih banyak buat semua yang sudah baca ff di blog ini. Thanks and i love you guys….

See you next post ^^

Advertisements

18 thoughts on “The Horde [1. Mission]

  1. Iyaaa lama bnget ga apdet tapi akhirnya ini apdet juga 😀
    Ah sneng banget ryeomin dsni udah pacaran. Eoh mngkin ini ff kaya series yg waktu itu ya yg short, tiap jdul beda tapi ttp nyambung. Yasudaaah aku tnggu pokoknya semua ff ff nya yaaa 🙂 fighting^^9

  2. Uwaaahhh akhirnya ada new ff update T^T #bahagia
    Ini kayaknya bakal jadi ff yg keren bgt setelah secret guard♡♡ Ditunggu kelanjutannya dan juga secret guard ^^ fighting!!!

  3. Aduh, nggak tahu deh mau komen apa. Bagus soalnya ffnya 😀
    Tetep semangat buat ngelanjutin ff2-nya terutama yg secret guard. Jangan bikin readers mu ini tambah penasaran author
    kekeke~~

  4. Iyaaa lama bnget ga apdet tapi akhirnya ini apdet juga 😀
    Ah sneng banget ryeomin dsni udah pacaran. Eoh mngkin ini ff kaya series yg waktu itu ya yg short, tiap jdul beda tapi ttp nyambung. Yasudaaah aku tnggu pokoknya semua ff ff nya yaaaaa 🙂 fighting^^9

  5. Aduh, nggak tahu mau ngomong apalagi. Bagus sih ffnya 😀
    Tetep semangat aja buat nglanjutin ff2-nya. Terutama yg secret guard. Jangan buat readers mu ini makin penasaran author~~

  6. Buat semua cerita eonni pokoknya 2 jempol deh. Keren (y)
    Cerita yang ini bagus, kalo di secret guard mereka jadi orang2 yang ngelindungin negara tapi disini mereka kaya jadi musuh negara. Penasaran sama kelanjutannya. Kenapa mereka gitu, dan niatnya buat kejahatan apa nggak. Pokoknya ini juga harus lanjut eonn hehehe
    Dan soal cerita kedua yang merried life aku tungguin banget eonn. Bakal jadi couple yang bagaimanakah ryeomin itu, sweet couple apa absurd couple hahaha
    Pokoknya dipost juga eonn *maksabanget
    Fighting eonni!!!

  7. Keren deh! Kayak nya seru, Ryeomin juga udh jadian disana.. kocak banget moment mereka berempat.. 😀 xD

    Btw secret guard,the key of her heart sma ff baru nya di update ya.. fighting 🙂

    apalagi married life gak sabar nunggu nya:) ditunggu prolog nya 🙂

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s