(Eunhyo Story) A Reason for Waiting

A reason for waiting

Title : A Reason for Waiting | Cast : Lee Hyukjae, Park Hyehyo

Hening. Keheningan yang tercipta beberapa menit terakhir tak terelakan ketika Lee Hyukjae akhirnya mengungkapkan alasan kedatangannya malam itu. Laki-laki itu dengan sangat santai mengucapkan kata selamat tinggalnya pada Hyehyo. Membuat gadis itu yang sejak tadi mendengarkan secara seksama ucapannya terdiam seketika. Ia hanya memainkan jemarinya di bawah meja, kepalanya sedikit menunduk menatap setangkai bunga hiasan di vas meja mereka dan rasanya begitu berat untuknya mendongak hanya untuk sekedar menatap wajah Hyukjae.

Hyehyo pikir sudah siap. Ia juga berpikir bahwa ini bisa dilewatinya dengan mudah. Tapi ah…ternyata tidak semudah yang dikiranya.

“Hyo…,” panggil Hyukjae pelan, terdengar membujuk untuk mengatakan sesuatu. Tapi seorang Park Hyehyo masih bergeming tidak mengatakan apapun. “Aku sudah pernah mengatakannya, kan? Kau bilang tidak apa-apa. Sikapmu saat itu juga biasa saja. Lantas kenapa sekarang kau diam begini?” tanya Hyukjae lagi, mendesah kecewa.

Entah. Hyehyo juga tidak tahu. Gadis itu tetap diam.

Bulan lalu, Hyukjae memang sudah memperingatkannya akan kemungkinan tanggal wajib militernya yang akan jatuh di bulan September atau Oktober. Hyehyo pikir tidak akan masalah. Dan seperti kata Hyukjae, saat itu Hyehyo memang menerimanya dengan sikap lapang tanpa kekecewaan ataupun kesedihan. Karena Hyehyo memang sadar cepat atau lambat Hyukjae pasti akan pergi juga. Laki-laki itu sudah pasti akan pergi selama dua tahun. Lalu dua hari sebelum berita tentang tanggal wajib militer yang telah ditetapkan muncul, Hyukjae juga sudah memberitahu Hyehyo. Tapi entah kenapa rasanya ada yang aneh dengannya sekarang ini.

“Bisakah kau katakan sesuatu? Hyo….,” Hyukjae merengek hampir frustasi menghadapi sikap diam Hyehyo.

Hyehyo akhirnya mendongak mendengar nada rengekan khas Lee Hyukjae saat merajuk padanya itu. Gadis itu mengangkat tangannya dan meletakkannya di atas meja lalu menarik nafasnya. Seulas senyum terukir dari bibirnya dan senyum itu membuat Hyukjae bernafas lega.

“Kau membuatku takut.” Hyukjae berdecak lemah.

“Maafkan aku…,” sahut Hyehyo kemudian. Gadis itu menatapnya. “Banyak hal yang aku pikirkan. Maaf membuatmu merasa diabaikan dan membuatmu khawatir.”

“Jangan melakukan itu! Kau bisa cerita padaku kalau banyak pikiran, jangan dipendam sendiri, kau mengerti?” tuntut Hyukjae, meyuruh Hyehyo untuk mendengarkan ucapannya. Hyehyo mengangguk kecil dan tersenyum lagi.

Arraso….”

“Apa yang kau pikirkan?” tanya Hyukjae kemudian.

Hyehyo diam sebentar, menatap Hyukjae dengan lekat. “Tentang seperti apa kita setelah kau kembali dari wajib militer nanti,” jawabnya jujur. Hyukjae hampir tergelak untuk tertawa jika saja Hyehyo tidak menatapnya dengan sangat serius seperti itu. Ia terdiam seketika.

“Aku tidak bilang tidak bisa menunggumu. Hanya saja pikiran itu mengangguku akhir-akhir ini.” Hyehyo melanjutkan.

Hyukjae membalas tatapan itu. “Kenapa hampir semua wanita selalu berpikir ‘apa aku bisa menunggunya’ saat kekasihnya pergi untuk wajib militer? Aku kadang tidak mengerti, Hyo.”

Hyehyo tersenyum mendengar pernyataan itu. “Laki-laki juga seperti itu kan? Sulit untuk meninggalkan kekasihnya. Beberapa temanku mengatakan, sangat sulit meninggalkan kekasihnya saat akan wajib militer. Mereka takut kekasihnya akan menyerah untuk menunggu…atau jika sesuatu terjadi, mereka takut tidak bisa kembali.”

“Mungkin karena itu, beberapa dari mereka memutuskan untuk menikah sebelum pergi.” Hyehyo bergumam kecil dan menarik nafasnya.

“Hyo…,”

Hyehyo memutar matanya lalu buru buru mengibaskan tangannya cepat mencoba mengelak begitu sadar ia sudah kelepasan bicara. “Ah tentu saja aku tidak menuntut itu sekarang,” balasnya canggung.

Hyukjae diam-diam memperhatikannya dengan lekat. Sebenarnya ia sendiri memikirkan hal itu. Apalagi saat salah satu teman di groupnya juga melakukan hal yang sama. Saat itu Hyukjae juga terbesit untuk menikah sebelum pergi wajib militer. Sayangnya ia tidak percaya diri mengatakannya pada Hyehyo. Jadi pada akhirnya, ia hanya memberitahu Hyehyo dan  berharap jika gadis itu bersedia menunggunya kembali.

Hyukjae mengulas senyumnya kecil setelah itu, menarik tangan Hyehyo yang bebas di atas meja dan menggenggamnya. “Aku tidak percaya diri mengatakan ini, Hyo… tapi bisakah kau menungguku?” tanya Hyukjae dengan sangat pelan dan juga serius. Hyehyo tak berkedip menatapnya. Sebelumnya ia sudah mendengar pertanyaan itu berulang kali dari laki-laki di depannya ini, tapi entah kenapa pertanyaannya kali ini terasa sangat berbeda.

“Saat aku kembali dan kau masih ingin bersamaku, aku akan datang padamu dan memintamu menikah denganku. Apa kau bersedia?” tanya Hyukjae memastikan untuk kedua kalinya.

Kedua bola mata Hyehyo membulat sedikit seketika itu. Gadis itu benar-benar dibuat tak berkata-kata. Tapi sungguh Hyehyo melihat keseriusan dari sorot mata Hyukjae itu.

Ya..Hyukjae memang serius. Sangat serius dengan ucapannya barusan.

Hyehyo masih terus menatap Hyukjae tidak percaya karena mendapat pengakuan menyentuh seperti tadi. Ia beranjak dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Hyukjae, menyuruh laki-laki itu untuk berdiri. Dan yang selanjutnya dilakukan Hyehyo adalah melingkarkan lengannya di leher Hyukjae kemudian memeluknya. Awalnya Hyukjae tidak merespon dan hanya tercengang sampai akhirnya kata-kata yang keluar dari mulut Hyehyo berhasil membuatnya membalas pelukan itu.

“Hmm..aku akan menunggumu, aku berjanji.”

Hyukjae mengulas senyum lalu mempererat pelukan di pinggang gadis itu. “Terimakasih. Aku janji akan kembali,” ujarnya pelan.

***

For the first time i write about Hyukjae-Hyehyo story. Berhubung mau ditinggal si Hyukjae wamil 2 tahun jadi sekali-kali saya buat cerita tentang mereka. Hyehyo story dan Ryeomin story dan juga Kyuran story itu masih dalam lingkungan cerita yang sama. Cuma mau kasih tau aja sih.. hehe

Oke deh, sampai jumpa di postingan ff berikutnya J

Advertisements

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s