(FF Series) Secret Guard Part 8

secret guard 6

Tittle : Secret Guard Part 8 | Author : Whin (@elizeminrin) | Cast : Shin Minrin, Kim Ryeowook, Cho Kyuhyun, Kim Jongwoon, Shin Ranran, Han Sungyoung | Genre   : Action, Romance, Revenge | Length : Chapter (4933 words)  | Rating: PG 15 | Disclaimer: This story is just Fan fiction, Super Junior members is not mine. I just have the story plot and artwork. Please, don’t copy paste it. It’s Inspired by a movie called Abduction and some Kdrama

***

Dulu ayahnya pernah bekerja di Kementerian Pertahanan. Kemampuan terbaiknya adalah dalam menciptakan berbagai program komputer yang sangat berguna untuk kementerian itu. Kemampuan itulah yang sepertinya menurun pada Kyuhyun saat ini. Lima tahun yang lalu ayahnya diundang dalam sebuah Konferensi di China sebagai salah satu perwakilan Korea Selatan. Dan di situlah semua berawal, alasan yang membuat Kyuhyun berada dalam situasi saat ini.

Pihak utara sangat lihai dalam mencari orang yang akan dijadikan –dipaksa lebih tepatnya- berada di pihaknya. Mereka sudah sangat lama mengamati ayah Kyuhyun terutama karena pria itu sedang mengembangkan program perentas password. Lalu kejadian itu terjadi. Saat kedua orang tuanya masih di China, seseorang datang dan menangkapnya. Dan mereka tidak pernah kembali sampai sekarang. Awalnya Kyuhyun mengira bahwa orang tuanya memperpanjang masa tinggal di China karena suatu alasan, hingga dua bulan setelah itu Kyuhyun baru menyadarinya bahwa kedua orang tuanya tidak pernah bisa kembali ke Korea. Mereka tidak pernah dikirim untuk tinggal lebih lama di China oleh pemerintah. Tidak ada satupun yang mengatakan hal itu padanya. Pemerintah terutama pihak Kementerian tidak bisa menjelaskan penyebab yang sebenarnya. Mereka justru terkesan menutupi fakta bahwa salah satu orangnya telah hilang saat menjalanan tugas di China. Belakangan Kyuhyun juga baru tahu bahwa tidak sekalipun pihak Selatan berhasil berkomunikasi dengan orang tuanya.

Itulah kenapa Kyuhyun bergabung dengan NIS saat Kim Ilsung memberinya penawaran. Kyuhyun ingin mencari tahu dimana orang tuanya, kalau perlu membalas dendam pada orang yang telah menangkap mereka. Entah apa alasan Kim Ilsung memasukkan Kyuhyun yang baru berusia 21 tahun ketika itu dalam NIS. Beberapa bulan setelah bergabung Kyuhyun baru tahu bahwa alasan Kim Ilsung adalah karena Kyuhyun kenal baik dengan Minrin. Lalu semua benar-benar berjalan seperti keinginan Kim Ilsung. Dia berperan sebagai agen yang harus menjaga keselamatan gadis itu.

Seiring berjalannya waktu satu persatu kenyataan hadir dihadapannya termasuk siapa orang dibalik penangkapan kedua orangtuanya. Orang itu dan juga orang yang sangat ingin ditangkap NIS adalah orang yang sama. Kim Donggun, pria itu tiba-tiba muncul di depannya di suatu hari, menangkap Kyuhyun dan mengancamnya. Dia menyuruh Kyuhyun untuk menjadi mata-mata di negaranya sendiri dan memberikan informasi apapun pada Kim Donggun.  Pria asal selatan yang akhirnya berpihak pada utara itu sangat tahu kelemahan Kyuhyun. Dia mengancam akan membunuh orang tuanya jika Kyuhyun tidak bersedia melakukan apa yang diinginkannya.

“Kau akan segera bertemu dengannya jika kau bersedia melakukan apa yang kuminta.” Saat itu Kim Donggun mengucapkannya dengan nada dingin dan mengancam, membuat Kyuhyun yang berdiri di depannya dengan tangan yang sedikit gemetar memegang pistol diam tak berkutik.

“Bagaimana aku tahu orang tuaku di tempat yang aman dan kalian tidak menyakitinya?”

Kyuhyun masih ingat bagaimana wajah Kim Donggun yang tersenyum menyerengai begitu mendengar pertanyaan yang diajukannya. Kim Donggun lantas menelepon seseorang dan menyerahkan ponselnya pada Kyuhyun, membuktikan pada Kyuhyun bahwa dia tidak akan mengingkari janjinya. Dan saat itulah Kyuhyun menyadari bahwa kedua orang tuanya masih hidup. Suara ayahnya terdengar biasa tapi Kyuhyun bisa mendengar suara khawatir dan takut dari ibunya. Entah dimana mereka sekarang, bisa saja di China atau bisa saja di Utara. Tapi Kyuhyun sangat lega saat itu -saat mendengar suara ayah ibunya lagi-.

Jika semua yang terjadi hanyalah karena I.L yang dipimpin Kim Donggun  ingin mencari data rahasia yang juga sedang dicari NIS, maka semua itu salah. Masalahnya tidak sesederhana itu. Apa yang terjadi tidak hanya antara Kim Donggun yang berkhianat pada Korea selatan, tapi masalah itu juga berhubungan dengan utara. Masalah dua negara yang tidak pernah habis. Satu rumpun, satu budaya dan bahkan dulu bersaudara tapi keduanya memiliki perbedaan yang tidak bisa disingkirkan begitu saja.

Entah apa yang direncanakan utara sekarang ini untuk selatan atau apa yang sekarang selatan rencanakan untuk utara. Semua itu pada akhirnya hanyalah karena keegoisan, tidak ingin mengalah dan menolak menerima perbedaan. Rasa benci diantara keduanya mungkin sudah mengakar hingga apapun bisa dilakukan untuk menghancurkan salah satu jika ada kesempatan. Jika bukan karena perjanjian genjatan senjata, mungkin sampai sekarang perang masih berlangsung.

Tetapi perjanjian genjatan senjata bukanlah akhir dari perseteruan. Mereka -utara dan selatan- justru menyimpan kecurigaan satu sama lain hingga sangat suka sekali mengirim mata-mata untuk mencari informasi. Terkadang mereka juga tidak segan untuk memaksa salah seorang warga di negara lawan untuk bekerja sama. Kim Donggun dan ayah Kyuhyun mungkin salah satunya. Keduanya seperti korban. Bedanya ayah Kyuhyun memilih untuk setia pada negaranya, sedangkan Kim Donggun memilih untuk tidak memihak salah satu.

Sejak diberi label pengkhianat negara dan harus bersiap menerima hukuman begitu data penting bukti keterlibatannya dalam kejadian bertahun-tahun yang lalu didapatkan NIS, Kim Donggun memang seakan-akan berpihak pada utara. Dia menjadi informan bagi utara tapi tidak ada yang tahu kepada siapa pria itu setia.

Apa yang membuat Kim Donggun berada di pihak utara dan bersedia mencari informasi untuk mereka, semua itu pasti hanyalah untuk menyelamatkan dirinya sendiri dan mendapat perlindungan. Karena ada petinggi utara yang melindunginya, maka Kim Donggun bisa bebas berkeliaran di China, mendirikan perusahaan disana atau bahkan mungkin di utara, tempat dimana dia akan disambut seperti keluarga. Selama dia mematuhi perintah utara, dia akan selamat. Sejak awal dia sudah dicap pengkhianat oleh negaranya sendiri, dan dia sama sekali tidak punya pilihan. Tapi sungguh baik selatan ataupun utara sama sekali tidak akan menduga apa yang sebenarnya Kim Donggun pikirkan dan rencakan. Terkadang pria itu seperti bertindak sendiri. Kyuhyun beberapa kali penasaran apakah setiap perintah yang diberikan Kim Donggun itu perintah dari orang di atasnya ataukah perintah pribadi. Termasuk perintah untuk mencari tahu tentang data rahasia yang juga sedang dicari NIS. Utara sepertinya tidak terlalu ambil pusing mengenai data itu. Lagipula pemberontakan dan kejadian 20 tahun yang lalu yang sebenarnya melibatkan utara akan sangat sulit untuk diungkap, mengingat bukti yang ada hanya berkaitan dengan orang-orang di NIS yang membelot. Tapi selama dua tahun menjadi informan paksaan Kim Donggun, Kyuhyun sedikit banyak mengenal perilaku Kim Donggun. Pria itu memang dingin, beringas, kejam, melakukan apapun agar keinginanya tercapai dan tentu saja mengerikan tapi Kyuhyun harus akui dia juga orang yang cerdas.

Pada akhirnya Kyuhyun memang benar-benar tidak bisa menolak apalagi melepaskan diri dari jeratan Kim Donggun. Pria itu punya sesuatu yang menjadi kelemahan Kyuhyun, jika tidak menuruti permintaannya. Orang tuanya.

***

Ranran duduk diam di sofa berwarna putih itu. Kedua matanya menatap lekat ke arah Kyuhyun yang kini terlihat menutup wajahnya dengan telapak tangan, terlihat bingung sekaligus frustasi.

Tidak ada yang bisa Ranran katakan. Hanya dengan melihat Kyuhyun saja, sudah cukup memberi jawab atas pertanyaan yang sejak tadi ingin diutarakannya. Kekasihnya itu pasti sedang dihadapkan pada pilihan yang sangat sulit.

Tangan kirinya terulur untuk menepuk pundak Kyuhyun pelan. “Apa yang akan kau lakukan sekarang?” tanyanya pelan.

Kyuhyun menurunkan tangannya lalu menoleh pada Ranran. Dia masih diam sembari menghela nafasnya pendek.

“Aku harus tahu kenapa Kim Donggun mengganti tagetnya.”

“Kim Ryeowook? Orang seperti apa dia sebenarnya?” Ranran bertanya.

Ini kali pertama untuk Ranran berbicara dengan sangat serius. Dia sadar, bukan saatnya untuk bercanda atau memperlihatkan sikapnya yang kadang terlihat menyebalkan dengan banyak menggerutu. Satu hal yang ingin dilakukannya adalah membantu Kyuhyun.

“Entahlah, aku juga tidak tahu. Aku tidak terlalu mengenalnya sebaik Jongwoon.” Kedua mata Kyuhyun mendadak terlihat fokus. Dia diam sebentar, berpikir.

Kim Jongwoon? Kenapa tidak terpikir olehnya untuk mencari tahu soal Ryeowook dari Jongwoon?

“Mungkin saja Ryeowook mengetahui sesuatu yang ingin didapatkan Kim Donggun.” Ranran berspekulasi. Kyuhyun lantas menloeh ke arahnya, seakan baru saja mendapatkan  jawaban yang selama ini dicarinya.

“Kau benar. Kenapa aku tidak terpikirkan itu selama ini?”

“Maksudmu?”

Kyuhyun tersenyum lega lalu menatap Ranran. Gadis itu dulunya kadang menyebalkan tapi di saat seperti sekarang ini, dia bisa dijadikan teman diskusi yang menyenangkan sekaligus banyak membantu.

“Pertama aku akan menyelesaikan program pemecah password yang sedang kukembangkan. Lalu setelah itu, aku akan tahu apa yang sebenarya Ryeowook selidiki akhir-akhir ini.”

“Aku tidak mengerti.” Ranran menggelengkan kepalanya pelan.

“Kim Donggun menginginkan sebuah data rahasia. Menurutnya data itu bisa didapatkannya jika dia bisa menjadikan Minrin alat untuk membuat si pembawa data datang padanya. Data rahasia itu adalah satu-satunya bukti kuat tentang kejadian pembeorantakan 20 tahun yang lalu. Bisa saja Ryeowook sudah mendapatkan data itu dan memintaku untuk membantu memecahkan kode passwordnya. Yang aku tidak mengerti, jika memang benar begitu kenapa dia harus menyembunyikannya dari NIS?”

“Dia mungkin punya alasan. Atau mungkin saja apa yang diselidikinya tidak berkaitan dengan data itu.”

“Tidak.” Kyuhyun menyela cepat. Kedua matanya tetap fokus. “Tidak mungkin Kim Donggun tiba-tiba menyuruhku mengawasi Ryeowook jika bukan karena data itu. Aku tidak yakin tapi kurasa Ryeowook mengetahui sesuatu tentang data itu.”

“Dan alat penyadap yang harus dipasang itu, apa kau benar-benar akan memasangnya?”

Kyuhyun kembali diam. Ekspresinya yang semula senang berubah seketika. Detik berikutnya dia mengangguk yakin.

“Jika aku tidak melakukannya, Kim Donggun pasti akan melakukan sesuatu pada orang tuaku. Semua tidak akan berakhir hanya karena aku menolaknya.”

***

Ryeowook mengetukkan jarinya di atas meja kayu. Di depannya ada sebuah laptop yang dibiarkannya menyala memperlihatan perintah untuk memasukkan password. Dia sangat penasaran sebenarnya apa isi hardisk itu tapi sudah beberapa hari berlalu sejak Ryeowook meminta Kyuhyun membantunya, dan pria itu belum menghubunginya sampai sekarang. Dia menghela nafasnya lemah. Tepat saat itulah pintu di depannya diketuk pelan lalu kepala Minrin menyumbul begitu saja dari balik pintu, membuat Ryeowook meneggakkan badan.

“Kau tidak ikut sarapan.” Minrin berjalan masuk bahkan tanpa dipersilahkan dan begitu saja menutup pintu di belakangnya.

“Ah…ada yang harus aku kerjakan.” Ryeowook menjawab lalu cepat-cepat menutup laptopnya. “Untuk apa kau ke sini?” tanyanya kemudian.

“Aku hanya penasaran apa yang sedang kau lakukan sampai melewatkan sarapan. Tadi malam kau juga tidak ikut makan malam. Oh..ya Jongwoon oppa ingin bicara padamu.”

“Baiklah, aku akan menemuinya setelah pekerjaanku selesai,” sahut Ryeowook cepat berharap Minrin segera keluar dari rungan itu.

“Tsk..pekerjaan apanya? Aku lihat kau tadi hanya menatap laptopmu saja. Sudahlah, cepat keluar! Tidak baik terus menerus mengurung diri di sini.” Minrin keluar begitu menyelesaikan kalimatnya.

Ryeowook menatap punggung gadis itu sebentar sampai pintu kembali tertutup. Dia sedikit berdecak lalu menyimpan hardisk itu ke dalam laci mejanya dan bergegas keluar.

Jongwoon menunggunya di meja makan. Dua cangkir kopi tersedia di depannya. Mungkin Sungyeon membuatkan itu untuk Jongwoon dan juga dirinya. Ryeowook berjalan mendekati Jongwoon lalu menarik tempat duduk kosong di samping. Jongwoon yang melihatnya hanya tersenyum sembari menyodorkan satu cangkir kopi itu untuk Ryeowook.

“Kau sibuk?” tanyanya.

Ryeowook menyentuh cangkit berwarna coklat itu dan merasakan panas di kulit tangannya. “Ya..ada beberapa hal yang harus aku kerjakan.”

“Tentang apa?” Jongwoon kembali bertanya, seakan menyelidik. Ryeowook yang hendak mencicip kopi itu berhenti sejenak. Dia kembali meletakkan cangkirnya lalu mendongak, memperhatikan tatapan Jongwoon yang sepertinya penasaran akan sesuatu.

“Tentang mata-mata utara yang dulu pernah menyerahkan diri.” Ryeowook menjawab sekenanya, berharap Jongwoon tidak akan bertanya lebih banyak lagi.

Jongwoon menatapnya lagi sedikit tidak puas tapi memilih untuk tidak meanjutkan pertanyaanya. Pria itu mengambil cangkir kopinya dan menyruput cairan hitam di dalamnya itu. “Aku sudah menyelidiki tentang keterlibatan Kang Jisuk dan juga Kang Minhyuk.”

Hyung menyelidiki mereka? Lalu?”

“Kang Jisuk ternyata sudah berteman sangat lama dengan Kim Donggun. Aku berhasil menemui Kim Donggun berkat Kang Jisuk. Tapi dia mengatakan bahwa apa yang terjadi di Midnight club sama sekali tidak ada kaitannya dengan Kang Jisuk.”

“Kau menemuinya?” tanya Ryeowook tidak percaya. Kedua matanya bahkan membulat ketika mendengar penuturan temannya itu.

Jongwoon mengangguk. “Aku sudah lama mengusahakan untuk bisa bertemu dengannya. Dan  Kang Jisuk benar-benar bisa diandalkan. Awalnya aku pikir bisa menemukan tempat persembunyiannya tapi dia menyuruhku datang di sebuah gedung perkantoran milik cabang perusahaannya.”

“Lalu? Hyung percaya dengan ucapannya?” tanya Ryeowook sedikit menahan rasa emosinya ketika mengetahui bahwa Jongwoon pernah bertemu Kim Donggun. Ah… sejak dulu Ryeowook sangat ingin bertemu dengan si pembunuh orang tuanya itu.

Jongwoon menggeleng pelan. “Aku tidak percaya sepenuhnya. Tapi kurasa dia memang punya seseorang, informan yang akan memberikan informasi apapun mengenai apa yang kita lakukan. Hanya saja aku tidak terlalu yakin orang itu Kang Jisuk. Maksudku Kang Jisuk tidak akan semudah itu mendapatkan informasi tentang kegiatan NIS.”

“Aku juga berpikir seperti itu. Lagipula tidak mungkin Kim Donggun bisa mengetahui dimana Minrin jika bukan karena informasi orang lain,” ucap Ryeowook sependapat.

Dan entah kenapa dia sudah mencurigai seseorang akhir-akhir ini. Seseorang yang benar-benar tidak disangka Ryeowook dan dia berharap dugaannya itu salah. Tentu saja orang itu bukan Kang Jisuk ataupun Kang Minhyuk. Seperti yang Jongwoon katakan, dua orang itu sama sekali tidak berkoneksi dengan NIS.

“Apa ada orang lain yang kau beritahu kalau Minrin akan datang ke Midnight club?”

“Kyuhyun jelas tahu karena dia juga berteman dengan Minhyuk. Tapi kurasa tidak mungkin orang itu Kyuhyun. Aku mengatakan pada paman kalau aku akan pergi kesana untuk menemani Minrin.” Ryeowook menjawab pelan.

“Kim Ilsung juga tidak mungkin. Dia sudah bekerja keras untuk kasus ini,” ucap Jongwoon menambahkan.

Ryeowook menatapnya sebentar ketika Jongwoon menyrput kopinya lagi. Sayangnya Ryeowook sepertinya tidak sependapat dengan Jongwoon. Ryeowook berpikir ada yang sedang disembunyikan pamannya. Apalagi melihat kesungguhan untuk mencari data itu padahal seperti yang pernah Ryeowook katakan, NIS bisa saja menangkap Kim Donggun sekarang ini meski data itu belum ditemukan.

“Ah..Kyuhyun mengatakan padaku kalau kau meminta bantuannya untuk memecahkan password. Password tentang apa? Apa tentang kasus mata-mata yang tadi kau bilang?” Jongwoon mengalihkan permbicaraan setelah itu. Ryeowook yang sedang tidak fokus mendongak sekali lagi.

“Ya, begitulah…,” jawabnya lagi-lagi berbohong.

Ryeowook tidak bermaksud berbohong. Ia hanya ingin memastikan sebelum memberitahu NIS.

***

Penantian Ryeowook menunggu kabar dari Kyuhyun berakhir ketika pria itu datang menemuinya esok harinya. Dia tidak datang sendiri tapi bersama Ranran. Ryeowook yang melihat kedatangan keduanya dari lantai dua hanya memperhatikannya saja. Kyuhyun melihatnya seakan mengerti, lalu pria itu berbicara pada Minrin dan juga Ranran baru setelah itu dia naik ke lantai dua.

“Kau sudah menyelesaikannya?” tanya Ryeowook begitu Kyuhyun berada di depannya. Senyumnya tersungging karena senang.

“Sudah kubilang kau beruntung punya teman sepertiku,” ucapnya. Ryeowook mengerti lalu mengajaknya masuk ke ruangan yang selalu menjadi ruang pribadinya.

Kyuhyun mengamati ruangan itu dengan seksama seperti tengah mencari sesuatu. Dia diam-diam menarik nafasnya dalam. Dia harus melakukannya. Tidak ada cara lain lagi selain menuruti ucapan Kim Donggun untuk saat ini.

“Jadi bagaimana? Apa aku bisa langsung menggunakannya?” tanya Ryeowook yang ternyata sudah duduk di kursinya. Kyuhyun menghentikkan kegiatannya lalu tersenyum.

“Kurasa aku harus membantumu melakukannya. Program ini belum sempurna, jadi mungkin kau akan kesulitan jika melakukannya sendiri.”

Ryeowook agak ragu mendengarnya. Apa yang harus dilakukannya? apa dia harus mengatakan pada Kyuhyun tentang kemungkinan hardisk yang dimilikinya adalah data itu?

Dihelanya nafas dengan cepat lalu Ryeowook pun mengangguk. “Baiklah, lakukan saja,” perintahnya.

Kyuhyun diam-diam tersenyum lega. Satu rencananya berhasil. Setelah ini dia hanya perlu memasang alat penyadap di ruangan ini.

Kyuhyun terlihat mengotak-atik program di laptopnya. Deretan huruf dan angka muncul cepat di layar berwarna hitam itu. Ryeowook yang berdiri di sampingnya memperhatikan dengan menahan nafas. Beberapa detik kemudian deretan angka dalam persen muncul mulai dari 0 dan terus naik. Ryeowook semakin menahan nafas begitu juga Kyuhyun yang sejak tadi diam.

Di tengah-tengah jalan tiba-tiba muncul peringatan yang menandakan bahwa pembukaan password gagal. Baik Kyuhyun maupun Ryeowook langsung menghela nafas tidak senang. Keduanya saling bertatapan sebentar. Kyuhyun terlihat merasa bersalah.

“Maafkan aku. Aku terlalu terburu-buru menyerahkannya padamu. Kurasa masih perlu perbaikan lagi,” ucapnya.

Ryeowook memilih tetap diam. Dia berjalan menjauh dan duduk di kursi kosong di depan Kyuhyun. Ekspresinya terlihat berpikir yang sejenak membuat Kyuhyun memperhatikannya.

“Aku akan segera memperbaikinya.”

“Baiklah, lakukan saja apa yang menurutmu bisa dilakukan untuk memperbaikinya. Aku akan menunggunya. Meskipun begitu, aku benar-benar meminta padamu untuk segera menyelesaikannya. Isi hardisk itu sama pentingnya dengan data yang sedang kita cari.”

Kyuhyun memperhatikan Ryeowook lalu mengangguk mengerti. “Hyung, tentang Kim Donggun, aku dengar dia yang membuat orantuamu terbunuh. Apa karena alasan itu kau bergabung kembali?” Kyuhyun bertanya hati-hati.

Ryeowook yang duduk bersandar mengalihkan perhatiannya pada Kyuhyun. Dia menatapnya sebentar. Hanya sedikit orang yang tahu tentang kematian orang tuanya. Dan setahunya Kyuhyun tidak termasuk dalam sedikit orang itu. Mungkin Jongwoon atau pamannya yang bercerita padanya. Dia menghela nafas pendek sebelum menjawab.

“Satu-satunya yang ingin kulakukan adalah membuatnya membayar atas apa yang telah dilakukannya,” jawabnya dengan nada benci yang terselip di setiap katanya.

Kyuhyun memperhatikannya lagi. Apa yang Ryeowook rasakan mungkin sama dengan yang Kyuhyun rasakan sekarang ini.

“Apa mereka juga salah satu agen yang mengamankan data itu?” tanya Kyuhyun lagi yang kali ini membuat Ryeowook menoleh penasaran dengan apa yang sebenarnya ingin diucapkan Kyuhyun. Pria itu menatapnya menyelidik tapi kemudian dia memalingkan wajahnya lagi.

“Ya…karena bertugas mengamankan data itu, mereka justru terbunuh.”

Kyuhyun mengangguk. “Lalu…apa mungkin mereka meninggalkan petunjuk? Maksudku….mungkin saja mereka meninggalkan petunjuk dimana data itu sebenarnya berada. Kita hanya tahu Shin Taewoo yang membawanya tapi kita tidak pernah memastikan itu. Mungkin saja data itu tidak berada di tangan Shin Taewoo sekarang ini,” Kyuhyun melanjutkan. Diam-diam dia memperhatikan perubahan ekspresi Ryeowook.

“Kenapa kau tiba-tiba bertanya soal itu?” Ryeowook menyahut sedikit tidak suka tapi kemudian dia menambahkan, “aku tidak tahu, Kyuhyun-ah. Meskipun mereka meninggalkannya, kurasa bukan ditujukan untukku.”

“Ah..ya itu benar. Aku hanya penasaran saja,” Kyuhyun buru-buru menambahkan.

Ryeowook menoleh, memerhatikan Kyuhyun sebentar yang tengah memberesi peralatannya. Apa Kyuhyun sedang mencurigainya karena memintanya membantu membuka password hardisk itu?

***

“Pergi kemana saja kau selama ini? Aku jarang bertemu denganmu akhir-akhir ini,” tanya Minrin yang tengah mengobrol dengan Ranran. Sudah sekitar satu minggu lebih dia tidak melihat Ranran dan juga Kyuhyun. Entah apa dilakukan sahabatnya itu.

“Aku sibuk bekerja. Wae? Kau merindukanku sekarang?” Ranran menyahut percaya diri seperti biasanya, membuat Minrin mendecakkan lidahnya.

Aigoo…. percaya diri sekali kau! Aku hanya penasaran. Kalian mengadakan perjalanan bersama atau melakukan sesuatu yang menyenangkan tanpa memberitahuku?”

Ranran mengulas senyum mengejek lalu berkata, “sejak kapan aku harus memberitahumu apa yang kulakukan? Kau bukan babysitternya Kyuhyun apalagi aku.”

“Aku juga tidak ingin melakukannya,” sahut Minrin cepat merasa geli sendiri membayangkan hal itu.

Sudah lama mereka tidak mengobrol seperti itu. Ranran lupa kapan terakhir kali mereka seperti ini. Sejak dia mengetahui siapa Minrin dan apa yang sebenarnya terjadi padanya, hingga dirinya sendiri ikut terbawa-bawa, banyak hal yang dipikirkan Ranran. Terutama dia memikirkan Kyuhyun. Pria itu berada dalam situasi sulit sekarang ini. Dan kedatangannya hari ini bersama Kyuhyun adalah untuk menjalankan perintah Kim Donggun.

Seperti apa yang dikatakan Kyuhyun, menolak perintah Kim Donggun tidak akan menyelesaikan masalah tapi justru akan menimbulkan masalah baru.

Ranran menoleh ke lantai dua. Apa Kyuhyun berhasil? Dia lantas tersenyum senang untuk menyembunyikan rasa cemasnya lalu kembali menggoda Minrin. “Bagaimana hubunganmu dengan pria itu?” tanyanya.

“Siapa yang kau maksud?”

“Kim Ryeowook tentu saja. Kau dekat dengannya kan sekarang? Heekyung mengatakan padaku kalau kalian berciuman di pesta perpisahan club science.”

Mwo!?” Minrin menoleh kaget, tapi gadis itu benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa malunya. Ranran tertawa lepas setelah itu.

Tssk…lihatlah wajahmu memerah! Jadi itu benar ya? Woaah…kau membuatku terkejut. Berapa lama kalian kenal? Kurasa belum lama dan kau sudah sampai ditahap berciuman?”

“Itu bukan seperti itu… itu hanya bagian dari game!” tegas Minrin. Tapi Ranran sepertinya tidak percaya dan terus tertawa.

“Ya..mau itu game atau bukan tapi kalian tetap berciuman kan? Aku penasaran kapan dia akan mengajakmu berkencan.”

“Dia tidak akan melakukannya..” sahut Minrin ketus. Karena Ryeowook sepertinya tidak menyukainya. Ada atau tidaknya ciuman itu, Ryeowook tetap bersikap menyebalkan. Dan sikapnya yang seperti itu selalu membuat Minrin kesal. Jadi pikiran berkencan macam itu sama sekali tidak ada dalam benak keduaya.

Tepat ketika itu, Kyuhyun serta Ryeowook turun dari lantai dua. Minrin yang melihatnya langsung memalingkan wajahnya begitu saja. Sementara Ranran menatap Kyuhyun seakan bertanya. Kyuhyun sendiri mengerti dan menatapnya mengangguk. Seakan juga mengerti Ranran langsung mengubah topik pembicaraan.

“Baiklah, karena kalian berdua sudah selesai. Bagaimana kalau kita makan siang bersama?” usulnya sambil mengeluarkan kotak makanan dari tas jinjing yang tadi dibawanya.

“Kau membuat itu? apa kita akan pergi piknik?” tanya Minrin heran.

“Kenapa? Ya tentu saja untuk makan siang bersama kalian. Ibuku yang memasak. Kyuhyun bilang sangat suka masakan ibuku, karena itu dia membuatkan ini. Karena Kyuhyun bilang akan datang kemari, jadi kenapa aku tidak membawakan sekalian untuk kalian berdua,” jelasnya panjang lebar.

Kyuhyun tersenyum begitu juga Minrin. Keduanya langsung mengambil kotak masing-masing. Hanya Ryeowook yang masih berdiri menatap ketiganya dan juga kotak terakhir yang seharusnya menjadi jatahnya.

“Kenapa? Kau tidak ingin makan?” sahut Minrin yang melihat kelakukan pria itu.

Kuere, kemarilah! Kita makan bersama. Kita memang tidak pernah saling bertemu dan menyapa sebelumnya. Tapi kau adalah temannya Kyuhyun jadi aku juga menganggapmu teman.” Ranran menambahkan. Dia berdiri dan mengambil kotak makan satunya lalu menyerahkannya pada Ryeowook.

Ryeowook menerimanya. “Terimakasih,” ucapnya. Ranran membalasnya dengan tersenyum. Minrin yang duduk di samping Ranran berdecak singkat. Kim Ryeowook tidak pernah mengucapkan terimakasih. Aneh sekali rasanya dia mengucapkan kata-kata itu.

Keempatnya duduk bersama dan menikmati nasi kotak yang dibawa Ranran. Tidak ada yang aneh, hanya Kyuhyun yang sedikit gelisah. Beberapa kali dia bertatap muka dengan Ranran seakan-akan sedang berbicara sesuatu. Hingga akhirnya pria itu tiba-tiba merasa kehilangan ponselnya.

“Dimana ponselku? Apa ada yang melihatnya?” tanyanya kebingungan sambil mencari benda persegi miliknya itu.

“Apa ketinggalan di mobil?” tanya Ranran.

“Tidak. Aku yakin membawanya masuk.”

“Tsk….kau ceroboh sekali, Kyu.” Minrin mencemooh.

“Mungkin ketinggalan di ruangan tadi,” ujar Ryeowook yang langsung membuat Kyuhyun berhenti mencari.

“Ah…benar. Aku meletakkannya di meja tadi. Baiklah aku akan mengambilnya dulu.” Dia pun langsung bergegas naik ke lantai dua lagi. Minrin hanya menggelengkan kepalanya pelan. Ryeowook memilih diam tidak ambil pusing. Dan Ranran menatap kekasihnya itu dengan cemas, berharap bahwa rencana mereka berhasil.

“Kenapa dia lama sekali? Apa belum ketemu? Sebaiknya aku membantunya mencari.” Minrin yang sejak tadi merasa heran karena Kyuhyun belum kembali, beranjak berdiri tapi Ranran langsung mencegahnya.

“Biarkan saja. Dia yang ceroboh, biar dicari sendiri,” ucapnya.

Tapi sepertinya Minrin tetap penasaran kenapa mengambil ponsel butuh waktu selama ini. Tepat ketika dia ingin menyusulnya untuk kedua kalinya, Kyuhyun terlihat turun dari lantai dua. Dia tersenyum pada Minrin serta Ryeowook dan menatap Ranran penuh arti.

***

“Kau sudah memasangnya?” tanya Ranran begitu keduanya berpamitan pulang.

Di detik-detik sebelum Kyuhyun kembali Minrin sempat bertanya kenapa Kyuhyun lama sekali dan Ranran hampir kebingungan menjawab pertanyaan itu. Tapi akhirnya Kyuhyun kembali tepat ketika Minrin berinisiatif untuk menyusulnya.

“Ya. Sekarang yang bisa kita lakukan adalah menunggu.” Kyuhyun menjawab dengan tangan sibuk mengotak-atik laptopnya.

Jadi dengan alat penyadap yang telah dipasang, mereka berdua bisa mendengar pembicaraan yang mungkin Ryeowook lakukan di ruangan itu. Kyuhyun juga memasang kamera tersembunyi di sana. Sebenarnya soal kamera itu adalah inisiatifnya sendiri. Kim Donggun tidak memberi perintah memasang kamera tersembunyi. Kyuhyun bilang, dia penasaran dengan apa yang sebenarnya Ryewook lakukan, termasuk tentang data itu. Dia juga berhasil memasang alat penyadap di ponsel Ryeowook yang kebetulan sekali juga tertinggal di sana. Bisa dibilang Kyuhyun sangat beruntung bisa melakukan semua itu dalam sekali jalan.

“Apa kita akan terus mengawasinya? Tiba-tiba saja aku merasa seperti seorang mata-mata sekarang,” gumam Ranran pelan. Dia memang tidak pernah menyangka akan terlibat sejauh ini.

Tiba-tiba ponsel Kyuhyun berbunyi. Kyuhyun meliriknya. Bukan panggilan untuknya, tapi panggilan untuk Ryeowook. Ya..karena software penyadap yang tadi di instal di ponsel Ryeowook, sekarang Kyuhyun bisa mendengarkan langsung apa yang Ryewook dan si penelepon bicarakan.

“Apa aku bisa mengetahui siapa yang menggunakan fasilitas loker di stasiun Seoul?”

“Kami tidak bisa memberikan data detailnya tapi hanya sebatas berapa lama loker itu digunakan untuk menyimpan barang.”

“Baiklah, aku ingin tahu tentang loker nomor 54. Aku mengambil barang di sana satu minggu yang lalu. Sudah berapa lama barang yang kuambil disimpan di sana?”

“Tunggu sebentar.”

Si penerima telepon diam sebentar, begitu juga suara Ryeowook. Kyuhyun yang mendengarnya  menahan nafas. Ada apa dengan loker di stasiun Seoul?

“Loker itu digunakan selama satu minggu sebelum barang yang disimpan diambil satu minggu yang lalu,” suara wanita dari operator kembali terdegar.

“Apa aku tidak bisa tahu siapa yang menggunakan loker itu?”

“Mohon maaf tapi kami tidak membagikan informasi mengenai identitas pengguna, kecuali jika orang itu sudah mewakilkan orang lain yang akan mengambil barangnya, maka kami bisa berbagi informasi pada orang tersebut. Apa anda benar-benar orang yang mengambil barang itu?”

“Ya, aku Kim Ryeowook. Dia memberiku password loker itu dan menyuruhku mengambil barang di sana.”

“Ah ya….orang yang mennggunakan loker itu Shin Taewoo-ssi.”

“Apa? Shin Taewoo?”

Ne, Shin Taewoo.”

Suara Ryeowook terdengar sangat terkejut. Begitupun Kyuhyun yang seperti tidak percaya dengan percakapan yang baru saja didengarnya itu. Shin Taewoo meninggalkan sesuatu untuk Ryeowook?

Sambungan itu berakhir begitu Ryeowook mengucapkan terimakasih. Kyuhyun meletakkan ponselnya di dashboard dengan lemah. Ranran yang melihatnya hanya bisa menatapnya dengan penasaran.

“Apa yang dibicarakannya?”

“Persis yang sudah kuduga selama ini. Ryeowook mengetahui sesuatu tentang data itu.” Kyuhyun mencengkeram kemudinya dengan kuat. Apa yang harus dilakukannya sekarang?

“Kalau begitu target Kim Donggun benar-benar Ryeowook? Apa kau akan memberitahunya?” Ranran bertanya seakan merasakan kebingungan yang tengah dirasakan Kyuhyun.

Menjadi target Kim Donggun bukan hanya menjadi korban penyadapan untuk mencari informasi. Karena ini menyangkut data penting yang sangat diinginkan Kim Donggun, nyawa Ryeowook pun bisa tercancam. Dan mengingat kekejian pria itu selama ini, Kyuhyun bahkan tidak tahu harus menghentikannya seperti apa.

“Dia pasti sudah tahu,” ujar Kyuhyun lemah. Tepat saat itu ponselnya kembali berdering kali ini dari nomor yang disembunyikan yang menghubunginya.

Kyuhyun sudah tahu siapa yang meneleponnya itu. Dia menatap sekilas ke arah Ranran sebelum akhirnya menerima panggilan itu.

“Aku memberimu kesempatan Cho Kyuhyun-ssi. Dan kau menyembunyikan tentang hal itu dariku.” Suara Kim Donggun terdengar mengancam membuat Kyuhyun diam.

“Aku juga baru tahu tentang hal itu,” elak Kyuhyun.

“Bawa barang itu padaku! Atau aku yang akan melakukan dengan caraku sendiri,” perintah Kim Donggun dengan suaranya yang khas mengancam dan juga berat.

Setelah itu panggilan terputus bahkan sebelum Kyuhyun berbicara lagi.  Dia menghela nafasnya begitu ponselnya mati.

Apa yang harus dilakukannya sekarang? Bagaimana dia bisa mendapatkan barang itu?

***

Ryeowook menarik nafasnya pelan dan menghembuskannya dengan perlahan pula. Nafasnya terlihat baik-baik saja, tapi jantungnya berdetak cepat setelah mengetahui kenyataan siapa yang menyimpan hardisk itu di loker stasiun Seoul.

Shin Taewoo. Pria itu ada di Korea sekarang ini. Jadi, dia juga lah yang menulis password dan memasukkannya di kotak yang dikubur Ryeowook serta ayahnya. Tapi kenapa? Kenapa harus di kotak itu? Satu hal yang bisa dipikirkan Ryeowook adalah karena Shin Taewoo tidak berniat memberitahu pihak NIS secara langsung tentang data itu. Jika seperti itu, bukankah justru menunjukkan bahwa Shin Taewoo ingin Ryeowook yang menemukan data itu?

Ponselnya tiba-tiba berbunyi, menyadarkan Ryeowook yang masih diam berpikir. Dia melirik ke arah ponsel itu. Nomor yang menelepon sengaja disembunyikan oleh si penelepon, membuat Ryeowook mengernyit.

Ne, yeobseo.”

“Kau sepertinya sudah tahu. Aku senang kau tidak bertindak gegabah.” Suara itu terdengar asing di telinga Ryeowook. Dia belum pernah mendengar suara orang itu sebelumnya. Tapi orang itu terdengar sudah sangat kenal dengannya.

Ryeowook tidak bertanya siapa, dia memilih diam dan menunggu orang itu kembali bicara.

“Ayahmu dan pamanmu sepertinya mendidikmu dengan baik. Soal barang yang kutitipkan padamu….” Ryeowook menahan nafas seketika itu. Jantungnya berdetak hebat.

Apa orang ini Shin Taewoo?

“Aku menyerahkannya padamu, Nathan. Sekarang semua berada di tanganmu. Apa kau ingin menggunakan data itu dengan bijak atau melenyapkannya. Jangan bertanya, karena kau akan tahu saat kau mengetahui isi hardisk itu.”

Ryeowook tetap tidak bersuara. Lidahnya kelu dan dia sendiri tidak tahu harus berkata apa. Terlalu banyak pertanyaan yang berputar di kepalanya tapi tidak sanggup diucapkannya.

“Jaga dirimu. Aku akan menghubugimu lagi jika ada yang ingin kusampaikan.” Lalu setelah itu sambungan terputus.

Ryeowook termangu sesaat menatap ponselnya. Dia pun berniat menghubungi kembali nomor itu tapi ternyata sudah tidak aktif.

***

Sementara itu Shin Minrin tengah dilanda keraguan. Gadis itu hanya menatap ponselnya diam dengan berbagai hal di pikirannya. Beberapa menit yang lalu Kang Minhyuk menghubunginya dan meminta untuk bertemu. Minrin berpikir mungkin dia ingin mendengar jawabannya terkait ungkapan perasaan pria itu beberapa waktu yang lalu. Dan bodohnya Minrin mengiyakan, padahal dia sendiri tidak tahu harus mengatakan apa.

Ah….lagipula dia mungkin tidak dibolehkan pergi sendiri. Lalu bagaimana?

Tepat ketika dia akan naik ke lantai dua, dia melihat Ryeowook tengah turun dengan terburu-buru.

“Kau mau pergi keluar?” tanya Minrin menghentikan tapi sepertinya tidak benar-benar membuat Ryeowook berhenti untuk menjawab pertanyaan itu.

“Aku harus pergi ke suatu tempat. Kau tetaplah dirumah,” pesan Ryeowook sambil lalu, mengabaikan Minrin yang hanya terus menatapnya.

“Sebenarnya aku juga akan pergi. Jadi….,” belum sempat Minrin menyelesaikan kata-katanya, Ryeowook sudah menghilang dari balik pintu. “Yaa,!!” teriaknya kesal.

Minrin tidak punya pilihan selain pergi sendiri. Itu bukan salahnya. Dia sudah mencoba mengatakan pada Ryeowook dan awalnya menyuruhnya mengantarnya. Tapi sudahlah, dia bisa pergi sendiri. Lagipula Ryeowook bisa mengetahui lokasinya dari GPS.

Setengan jam kemudian Minrin sudah berada di sebuah cafe tidak jauh dari kampusnya. Cafe yang sama yang sering didatanginya bersama Minhyuk. Tempat itu tidak ramai, hanya ada tiga orang. Dua orang duduk bersama, dan satu orang yang lain adalah Minhyuk sendiri. Pria itu melambai ketika melihat ke arahnya. Minrin tersenyum tipis. Mungkin akan lebih baik jika bersikap biasa saja dan seakan tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Tapi sayangnya dia tetap saja tidak bersikap biasa-biasa saja. Dia bingung harus mengatakan apa.

Di lima belas pertama, dia bahkan hanya mengaduk-aduk cangkir kopinya sambil menanggapi pertanyaan Minhyuk dengan agak canggung.

“Kau tidak apa-apa?” tanya Minhyuk yang menyadari perubahan sikap itu. Minrin yang biasanya banyak tertawa dan tersenyum tiba-tiba saja menjadi pendiam.

“Ya, aku tidak apa-apa,” jawab Minrin meyakinkan.

Minhyuk tersenyum berbeda. Entah apa yang dipikirkannya, tapi tiba-tiba tangannya terulur meraih tangan Minrin yang berada di atas meja. Minrin mendongak sembari menarik tangannya refleks.

Mian….,” Minhyuk berujar.

Minrin tidak menjawab dan memilih menatap cangkir kopinya lagi. “Aku tidak suka melihatmu seperti ini, Minrin-ya.” Minhyuk menatap Minrin kecewa. Dia mendesah lalu melanjutkan ucapannya. “Baiklah, aku akan jujur…. tujuanku meminta bertemu adalah karena aku ingin tahu jawabanmu.”

Kali ini Minrin mendongak tapi hanya sebentar. Setelah itu dia lebih memilih menatap ke arah  meja atau apapun yang ada di atas meja itu.

“Aku menyukaimu, Minrin-ya. Kau mau berkencan denganku?”

Kalimat itu akhirnya di dengar Minrin. Sial. Kenapa Minhyuk benar-benar mengatakan kalimat macam itu?

Minrin masih diam. Dia berpikir dan berharap ada yang menyelematakannya lagi. Tapi dia akan terlihat seperti pengecut yang terus menghindar jika seperti itu.

“Minhyuk-ah, aku….,”

Di seberang cafe itu ada sebuah mobil putih yang berhenti. Si pengemudi mobil terlihat memperhatikan dua orang yang tengah berbicara di cafe itu. Minrin serta Minhyuk jelas tidak menyadarinya jika sorot mata orang itu berubah kesal –tidak suka-.

***

CUT

Sebagai permintaan maaf karena lama update aku kasih secret guard part 8 sekarang. Padahal sebenarnya masih pengen ditunda… hehe. Baiklah, silahkan tinggalkan komentar dan terimakasih sudah membaca. See you next post! ^^

Advertisements

8 thoughts on “(FF Series) Secret Guard Part 8

  1. Huwaaaaa!!! Apa sih isi dari data itu,, semua di bikin repot,,
    Eonni jangan lama lama eonn penasaran benget sama kelanjutan series yang ini (>_<) 😣😆😆

  2. Aku bacanya dag dig dug loh.
    Ini makin ribet banget ceritanya, makin seru.
    Aku kasian sama ryeowook. Yaampuun kyu tega bangeeet 😥
    gabisa coment apa apa lagi pokonya di tnggu banget chap selanjutnya. Penasaran banget soalnya sama ini cerita 😀

  3. Senam jantung bc part ini..g bs bayangin gmn kelanjutannya. Ngeri…tp seruu. Dtunggu segera lanjutannya..paling sng sm verita action sperti ini..jgn lama2 yak..hehee..gomawo.

  4. Aduh nunggu lanjutannya lama banget yaaaa huhuuu…
    Penasaran data itu apa sih?
    Seneng banget deh sama karakter ryeong disini.
    Btw, Kyuhyun ga bakal jahatin ryeong kan? Aduh gatau lagi ff ini complicated menurut akuu..
    Lanjutannya jangan lamaa-lamaaa yaaaaa hehe

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s