(Drabble) Bestfriend

bestfriend

Karena Hyukjae adalah sahabatnya. Dan Minrin akan selalu menjadi sahabatnya untuk membuatnya lebih baik.

Minrin menatap laki-laki itu dengan lekat. Sahabat terbaiknya, seseorang yang sudah dianggapnya kakak dan satu dari sekian banyak orang yang disayanginya. Seseorang yang setengah jam lalu datang mengunjunginya dan memberitahunya bahwa tanggal wajib militernya telah ditetapkan. Lee Hyukjae menoleh ketika merasa mendapat tatapan lekat itu.

“Kenapa?” dia bertanya.

Minrin menggeleng lalu mengalihkan tatapannya. Dia mendesah pelan, bingung harus mengucapkan apa setelah pengakuan sahabatnya itu yang akan segera menjalani wajib militernya. Rasanya masih belum bisa dipercaya. Minrin menghabiskan waktu kanak-kanaknya bersama Hyukjae, sering bertengkar dengannya saat remaja, dan saat keduanya tumbuh dewasa sama-sama menjadikan satu sama lain sebagai tempat mengadu keluh kesah. Bukan sebagai sepasang kekasih. Benar-benar bukan seperti itu. Meskipun dulu keduanya pernah dibingungkan oleh perasaan itu, tapi untuk sekarang ini rasa itu bahkan sudah berubah. Bukan kekasih tapi sahabat. Minrin lebih senang menjadikan pria itu sahabatnya. Lalu tahun demi tahun berlalu dan kini Minrin melihatnya sebagai pria dewasa, yang harus menjalankan kewajibannya. Rasanya benar-benar tidak bisa dipercaya.

“Aku tidak tahu waktu berjalan sangat cepat. Kau tahu, rasanya baru kemarin kau mengajariku naik sepeda. Rasanya baru beberapa hari yang lalu kau mengatakan audisimu diterima SM. Dan rasanya belum lama aku melihatmu debut. Ternyata sudah begitu lama rupanya…,” Minrin berujar. Ingatannya kembali ke masa lalu.

“Aku tahu, tidak bisa dipercaya kan?”

“Tapi aku senang. Sahabatku sudah menjadi pria dewasa sekarang.” Minrin menoleh lalu tersenyum.

Setelah Hyukjae pergi, mungkin kehidupannya akan sedikit lebih sepi. Apalagi tahun depan orang lain yang juga sangat disayangi Minrin juga akan ikut menyusul. Ah…rasanya dua tahun jika dipikirkan sekarang akan terasa sangat lama.

“Aku khawatir akhir-akhir ini. Jika aku kembali dan semua tidak lagi seperti ini, eottoke? Apa yang kuraih, semua yang kuperjuangkan selama 10 tahun…mungkinkah aku masih bisa mendapatkannya setelah aku kembali?”

Minrin memperhatikan wajah Hyukjae. Kekhawatiran itu terlihat jelas di sana. Hyukjae pasti terus memikirkannya akhir-akhir ini, hingga membuat wajahnya begitu sedih seperti itu.

“Mereka akan menunggumu.” Minrin tersenyum memberinya semangat. “seperti yang sudah mereka lakukan untuk yang lain. Mereka pasti akan menunggumu,” ucap Minrin yakin.

“Aku juga berharap seperti itu. Rasanya akan sangat berbeda jika aku tidak bisa melihat cinta mereka lagi,” sahut Hyukjae sedikit terkekeh.

“Hei, Hyukjae-ya….,” panggil Minrin pelan. Hyukjae menoleh setelah itu dan menatapnya.

“Apa?”

“Kau tahu kan bumi ini berputar? Ketika satu sisi terkena matahari, maka akan terang dan disebut siang tapi di saat itu ada sisi lain yang harus puas dengan kegelapan. Tapi bukan berarti gelap akan terus gelap dan terang akan terus terang. Setiap sisi di bumi bergantian mendapat terang dan gelap.”

Hyukjae mengernyit mendengar ucapan Minrin. Dia merasa sedang mendengarkan petuah sekarang. Dan entah apa yang coba Minrin nasehatkan untuknya.

“Begitu juga dengan manusia. Kadang mereka akan di atas, di puncak mendapatkan banyak cahaya dan terpaksa membiarkan yang lain dibawah. Tapi di suatu saat mereka harus puas dibawah sedangkan yang lain di atas. Tapi itu bukan hal yang buruk. Suatu saat nanti orang yang dibawah bisa kembali ke atas, entah dengan jalan seperti apa. Mungkin dengan cara seperti sebelumnya atau mungkin dengan cara lain. Seperti itulah kehidupan.”

Hyukjae masih diam mendengarkan kata-kata itu. Dia tertegun dan sedikit kagum dengan Minrin yang bisa mengatakan hal macam itu.

“Kau takut kehilangan fansmu benarkan? Kau takut mereka meninggalkanmu, kau takut kau dan groupmu tidak lagi seperti dulu. Aku mengerti itu, Hyukjae-ya.”

“Kau membaca pikiranku ya?” Hyukjae tersenyum setelah itu.

Benar. Memang itulah yang ditakutkannya sejak beberapa bulan terakhir.

“Tidak. Karena Ryeowook pernah mengucapkan hal yang sama padaku,” aku Minrin setelah itu. Hyukjae menoleh, mengernyit.

“Benarkah?”

Minrin mengangguk. “Kau tahu, meski kau tidak lagi bisa seperti dulu….masih ada orang yang menyayangi kalian, masih ada yang menikmati karya-karya kalian. Mungkin kalian bukan lagi menjadi nomor satu, tapi bukankah yang terpenting kalian nyaman dan senang menikmati pekerjaan kalian ini?.”

Hyukjae memikirkan hal-hal itu juga akhir-akhir ini. Dan setelah dipikir, dia justru merasa khawatir dan juga bersalah disaat yang bersamaan. Khawatir jika mereka pergi meninggalkannya dan bersalah karena dia merasa belum mengembalikan cinta yang mereka berikan sepenuhnya.

Satu hal yang diinginkannya adalah dia bisa tetap seperti ini, dengan mereka menikmati waktu yang indah bersama-sama. 

Hyukjae mengangguk membenarkan. “Kau benar. Aku lebih bahagai saat bernyanyi seperti itu, melihat fans ikut bernyanyi dan berteriak tanpa memikirkan apakah kami akan menang dan menjadi nomor satu atau tidak.”

“Begitulah seharusnya. Nikmati saja apa yang kalian lakukan. Karena diusia group kalian yang sekarang, menjadi nomor satu bukan lagi prioritas yang harus dikejar mati-matian. Anggap saja itu sebagai bonus. Lagipula harus ada generasi selanjutnya kan? Mereka yang lebih muda juga bekerja keras untuk meraih sukses. Dan aku yakin di luar sana, kau dan groupmu akan tetap dianggap sebagai salah satu group yang sukses membawa Kpop di Asia bahkan dunia.”

Minrin mengakhiri nasehatnya. Hyukjae yang duduk di sebelahnya menoleh lalu mengacak kepalanya. Ternyata tidak hanya dirinya yang tumbuh dewasa, tapi sahabatnya ini juga tumbuh dewasa sampai-sampai menasehatinya seperti itu. Minrin yang tidak terima dengan perlakuan Hyukjae lantas mendelik ke arahnya.

“Jangan mengacak rambutku!” serunya.

“Terimakasih, Minrin-ya. Kau membuatku lebih baik,” balas Hyukjae, mengabaikan Minrin yang sedang menatapnya kesal.

“Tsk….,” Minrin pura-pura mendecakkan lidahnya kesal tapi kemudian tersenyum.

Karena Hyukjae adalah sahabatnya. Dan Minrin akan selalu menjadi sahabatnya untuk membuatnya lebih baik.

“Hei, ngomong-ngomong kau sudah memberitahu Hyehyo tentang tanggal masuk militermu?”

“Belum. Tapi aku akan memberitahunya sendiri.”

“Kau memang harus melakukannya. Tidak lucu jika dia tahu dari berita atau orang lain.”

“Iya, aku tahu. Dan kau harus berjanji mengunjungiku nanti, kau mengerti?”

“Aku sibuk di New York, Hyuk.”

“Tsk….tapi kau pasti sesekali akan pulang ke Korea kan? Saat kau pulang, kau harus mengunjungiku.”

“Kau memaksaku?”

“Ya, aku memaksamu!”

“Baiklah, aku akan melakukannya. Setiap kali aku pulang, aku akan mengunjungimu, membawakan makanan untukmu dan aku juga akan menulis surat untukmu. Bagaimana?”

Hyukjae tersenyum lalu mengangguk. “Terimakasih.”

“Pergilah dan kau harus kembali dalam keadaan sehat. Aku tahu kau bisa melewatinya, Lee Hyukjae….”

CUT

***

Oke anggap ini curahan hati saya… 🙂

Denger-denger si Hyukjae wamil tanggal 25 Agustus ya? Baiklah, Lee Hyukjae cepat atau lambat kau memang harus ke sana kan? Pergilah dan kembali setelah kau selesai.

Dan meski kalian tidak lagi menjadi nomor satu, tapi setidaknya kalian pernah menjadi nomor satu. Apapun itu, aku bahagia ketika melihat kalian menikmati bernyanyi di atas panggung itu. Aku juga menikmati karya kalian, sungguh! Rasanya menyenangkan melihat comeback stage kalian terutama Devil stage. 🙂

Advertisements

3 thoughts on “(Drabble) Bestfriend

  1. Aish kok aku jadi sedih gini bacanya.
    Ini kaya yg bersangkutan ttg wamilnya siwon donghae sama eunhyuk, memvotting suju agar jadi artis internasional lalu apdetan heechul di ig nya.
    Ughh aku suka kata2nya. Iya bagaimana pun juga masih ada yg menanti oppadeul di panggung meski bukan mnjadi yg no 1. Tidak perlu menjadi no satu juga oppadeul selalu menjadi yg no 1 di hati para elf 🙂
    *duhinisihcurhat* kkk like pokonya drabblenya ^^

    • duh curhat juga nggak pa2, hehe…
      iya begitulah, meski tidak menjadi nomor satu tapi bagi elf mereka tetap no 1. 🙂
      Terimakasih sudah ikut curhat *eeh* 😀

  2. Sedih,bkal di tinggal bnyak member tahun ini…
    Semoga abang”dsna bkal sehat”aja dech… nggak usah khwatiriin elf,krna cinta elf selalu ada buat super junior….

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s