(Drabble) Hug

couple-cry-dont-cry-here-Favim.com-1653289

Terkadang saat menangis kau lebih senang dia memelukmu dibandingkan memberondongmu dengan pertanyaan tentang alasan dibalik tangismu. 

Ryeowook mengulurkan tangannya untuk membuka pintu di depannya. Setelah sekitar dua menit dia menunggu si empunya apartement membukakan pintu untuknya dan tidak ada respon satu pun, maka Ryeowook terpaksa memasukkan password apartement yang sudah dihafalnya luar kepala. Apartement mewah itu terlihat sepi dan juga sangat rapi. Tidak ada tanda-tanda adanya penghuni di dalamnya. Biasanya Ryeowook akan mendapati Minrin di ruang tengah sedang membaca novel atau menonton drama di hari minggu seperti sekarang ini. Tapi entah dimana gadis itu berada sekarang.

Ryeowook berjalan menuju dapur, siapa tahu gadis itu sedang bereksperimen suatu resep yang di dapatnya dari internet. Tapi ternyata Dapur juga sama sepinya dengan ruang tengah. Ryeowook bahkan ragu Minrin menjamah dapurnya sejak terakhir kali Ryeowook melihatnya dua hari yang lalu. Dia pun beranjak menuju salah satu ruangan yang selalu menjadi favourite Minrin, ruangan dengan dua rak penuh buku-buku miliknya. Lagi-lagi Ryeowook tidak menemukan siapapun di ruangan itu.

Dia hampir menyerah sampai akhirnya memutuskan untuk meneleponnya. Dering panggilan terdengar dari luar jendela di belakang Ryeowook. Seketika itu Ryeowook menoleh ke belakang. Jendela kaca lebar bak pintu itu terbuka sedikit. Ryeowook menghela nafasnya lega lalu berjalan pelan ke sana.

Apartement itu memang memiliki sebuah balkon kecil yang mengarah langsung ke arah Namsan. Terkadang Minrin memang menghabiskan waktunya di tempat itu. Sekarang Ryeowook mendapatinya tengah duduk bersila di lantai dengan tatapan menengadah ke langit di depannya. Secangkir kopi latte yang masih panas dan ponsel yang tadi dibiarkannya menyala saat Ryeowook meneleponnya berada di sampingnya. Ryeowook terdiam ketika melihatnya. Bukan kebiasaan gadis itu melamun di pagi hari seperti sekarang ini. Dia bahkan tidak mengangkat teleponnya, tidak menyadari kehadiran Ryeowook dan yang paling aneh adalah ekspresi wajahnya yang terlihat sedih.

“Apa yang kau lakukan di tempat ini? Di luar sangat dingin, ayo masuk!” Ryeowook memutuskan menegurnya. Akhirnya Minrin menoleh. Untuk sepersekian detik Ryeowook tertegun saat mengetahui gadis itu seperti habis menangis. Matanya masih berkaca dan Ryeowook masih bisa melihat bekas air mata di pipinya. Ryeowook ingin bertanya tapi di urungkannya ketika Minrin buru-buru bangkit dari tempat duduknya, menghapus air mata yang sempat membahsahi pipinya lalu tersenyum.

“Kau datang?” tanyanya seolah-olah kehadiran Ryeowook adalah sesuatu yang tidak disangkanya.

Ryeowook diam masih memperhatikannya. “Waegure?” tanyanya.

Minrin menggeleng cepat lalu tersenyum lagi. “Tidak! Tidak ada apa-apa. Aku hanya mencari udara segar sambil menikmati kopi. Kau mau kopi? Akan kubuatkan,” ucapnya lalu buru-buru masuk dan pergi ke dapur. Dia bahkan tidak memberi kesempatan untuk Ryeowook mengucapkan apapun. Sikapnya yang sangat ingin menghindarinya justru semakin membuat Ryeowook penasaran.

Apa dia sedang menyembunyikan sesuatu dari Ryeowook?

Tidak lama setelah itu Minrin kembali dengan secangkir kopi di tangannya. Ryeowook menerimanya masih dengan tatapan penasaran yang mengarah padanya. Tapi lagi-lagi Minrin seperti menghindar bertatap muka lebih lama dengan Ryeowook. Gadis itu pun kembali duduk di tempatnya semula. Ryeowook mengikutinya.

“Melamun di pagi hari itu tidak baik. Daripada melihatmu melamun aku lebih senang melihatmu yang sedang menonton drama meski itu artinya kau pasti akan mengabaikanku,” Ryeowook terkekeh sambil melirik ke arah Minrin. Niatnya untuk membuat gadis itu ikut menoleh gagal saat Minrin hanya menyunggingkan senyuman dengan pandangan yang kembali ke langit.

Seperti ada yang sedang dipikirkannya, sesuatu yang mengganggunya dan membuatnya menjadi gadis melankolis secara tiba-tiba. Tapi Ryeowook benar-benar tidak tahu hal apa yang mungkin membuat kekasihnya menjadi seperti ini. Dia berbeda dari terakhir kali Ryeowook melihatnya.

“Apa yang terjadi?” Ryeowook tidak tahan untuk bertanya. Dia pun menoleh penuh ke samping. Dilihatnya Minrin menoleh sebentar tapi langsung menghindari tatapannya lagi sambil menggeleng. Sesaat Ryeowook sempat melihat kedua mata cantik itu yang kembali menahan diri untuk tidak mengeluarkan air matanya.

Ryeowook sedikit frustasi tapi memilih diam. Dihelanya nafas dengan pendek dan dia pun ikut memandang ke arah langit yang terbentang di depan mereka. Apa menariknya langit hingga membuat Minrin begitu betah menatapnya?

Ryeowook kembali ingin bertanya ketika dirasakannya seseorang menjatuhkan kepalanya di pundaknya. Dia menoleh dan mendapati kepala Minrin berada di atas pundaknya. Ryeowook bahkan bisa mencium harum strawberry dari shampoo yang digunakan Minrin.

Minrin tidak mengucapkan apapun, dia hanya bersender pada Ryeowook lalu diam-diam terisak. Ryeowook terkejut ketika samar-sama suara isak tangis yang berusaha ditahan itu justru terdengar semakin menyedihkan.

Apa dia sedang menangis sekarang?

Ada apa dengannya?

Pertanyaan-pertanyaan mulai mengganggunya tapi Ryeowook menahan diri untuk tidak bertanya. Apapun alasan Minrin menangis, pastilah itu sesuatu yang sangat menyakitkan untuknya. Ryeowook tidak pernah melihat gadis ini menangis atau sebenarnya Minrin memang tidak pernah menunjukkan pada Ryeowook saat sedang ingin menangis. Entahlah…

Sikapnya yang seperti ini sejak Ryeowook mendapatinya duduk sendirian di balkon membuat Ryeowook memilih membiarkannya menangis tanpa diganggu.

Entah sudah berapa menit berlalu sejak Minrin bersender di pundaknya. Pundaknya merasa pegal sekarang tapi Ryeowook mengabaikannya. Perlahan isakan itu terhenti.

“Maafkan aku,” ucap Minrin kemudian. Gadis itu terdengar menarik nafasnya dengan panjang dan menghelanya dengan cepat. Tangannya terulur untuk menghapus air mata. Sedangkan Ryeowook memilih membiarkannya.

Sebaliknya Ryeowook memilih merentangkan tangan kanannya dan mendekap gadis itu. Entah apa yang membuatnya bersedih dan menangis seperti sekarang ini, Ryeowook pikir lebih baik untuk tidak bertanya. Minrin akan bercerita jika ingin, Ryeowook yakin itu. Lagipula orang yang sedang menangis tidak akan suka jika terus mendapat pertanyaan tentang alasannya menangis. Dia lebih membutuhkan sandaran, seseorang yang menemaninya. Meskipun orang itu tidak mengucapkan apapun.

Ryeowook semakin erat memeluknya. Semakin erat pelukan itu semakin dirasakannya Minrin kembali terisak dalam pelukannya. Ryeowook masih membiarkannya, seakan-akan menyuruhnya untuk terus menangis sampai beban yang dirasakannya hilang. Seolah-olah mengatakan pada Minrin bahwa gadis itu bisa menangis sepuasnya dalam pelukannya. Dan satu-satunya yang akan Ryeowook lakukan ketika gadis itu menangis adalah menemaninya, tidak peduli Minrin akan mengatakan alasan  kenapa menangis atau tidak.

 FIN

Hi, sudah lama saya tidak berbagi kisah tentang Ryeomin k k k.
Tapi ini bukan kelanjutan Ryeomin ya… cuma pakai cast mereka aja. 😀
Ryeomin stories and Secret Guard coming soon!!
Sejak terakhir publish ff, saya sibuk persiapan buat sidang KTI dan Alhamdulillah kemarin saya sudah melewatinya. 🙂

Dan sekarang saya rindu buat nulis lagi. Sedang diusahakan buat meneruskan Secret Guard, semoga bisa cepet publish deh…

Terimakasih buat readernim semuanya yang sudah menyempatkan datang, membaca dan bahkan meninggalkan komentar. Maaf ya…akhir-akhir ini saya tidak bisa balas satu persatu komentar kalian. Tapi saya selalu membaca semuanya. Semua itu seperti tambahan semangat buat terus menulis. Thank you ^^

Advertisements

7 thoughts on “(Drabble) Hug

  1. aaa ff nya ngena banget, kadang tuh emang sebel banget kalo udah ada di situasi kaya gitu, orang-orang bukannya nenangin malah bawel nanyain kenap a sih kenapa sih hehehe….
    great fanfict!
    next story di tunggu yaaa
    keep writing! ^^

  2. Punya pacar kayak Ryeowook enak ya,, Pengertian. Jadi iri sama Minrin :3
    .
    Ngomong2 Minrin nangis karna apa? Kepo deh :3

  3. Ahh andai punya pacar kaya ryeowook. Nenangin minrin pas lagi nangis. Ugh bikin jealous
    Skrg kebanyakan cowo itu risih kalau liat cewenya nangis :v
    Ini kereen ffnya.
    Aku nggu ff ff yg lainnya yaaa ^^

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s