(Ryeomin Story) 3 Minutes and You’ll See . . .

3 minutes and you'll see 2

3 Minutes, and You’ll See…

Kim Ryeowook – Shin Minrin

***

Venue Marine Messe Fukuoka sudah penuh dengan penonton. Tempat itu tidak terlalu besar layaknya tempat yang bisa digunakan untuk konser Super Junior. Tapi tetap saja, keramaian sebelum dimulainya konser sangat terasa. Obrolan-obrolan para gadis di kanan dan kiri Minrin tak sedikit menarik perhatiannya. Bahkan untuk sesaat, Minrin mendengarkan seorang gadis yang menunjukkan kegembiraannya yang sangat berlebihan karena menonton konser ini.

Sebuah lagu berbahasa jepang yang Minrin ingat berjudul Promise You mengalun, memberi sedikit hiburan sebelum konser benar-benar dimulai. Sebenarnya Minrin sama sekali tidak berniat untuk datang ke pertunjukan konser KRY ini. Dia hanya ingin berkunjung ke Jepang sebelum ke Korea. Lalu entah kenapa tiba-tiba saja dia terpikirkan untuk mengejutkan Ryeowook di konsernya. Dan benar-benar di detik terakhir, akhirnya dia bisa mendapatkan tiket konser hari kedua. Dan di sinilah Minrin berada sekarang.

Menghadiri konser seorang diri memang sedikit tidak menyenangkan, terlebih karena tidak ada seorang pun yang dikenalnya di kanan kirinya. Meskipun dia bisa saja bersikap sok akrab dengan gadis berambut pendek di kanannya, tapi Minrin takut tindakannya itu justru akan menarik perhatian. Apa kata mereka jika dia ketahuan menghadiri konser Super Junior KRY?

Ya, meskipun dia kini tidak terlalu populer di kalangan netizen. Tapi bukankah bertindak hati-hati itu lebih baik dibandingkan membuat kesalahan sampai menyulut api?

Minrin memilih diam dan sembari menunggu konser dimulai dia pun memainkan ponselnya sebentar. Awalnya dia berniat memberi kabar pada tiga orang yang hari ini akan menjadi pusat perhatian seluruh penonton di tempat ini. Tapi niat itu batal ketika akhirnya lagu berhenti diputar dan lampu mulai padam. Layar di depannya pun mulai menampilkan sebuah video.

Semoga saja dia tidak akan jatuh tertidur selama konser nanti, pikirnya. Minrin benar-benar sudah mengantisipasi kalau-kalau dia akan merasa bosan di tengah-tengah konser. Ya, meskipun Yesung, Kyuhyun dan Ryeowook sendiri memiliki suara yang sangat indah, tapi tiga jam mendengarkan lagu ballad bukanlah kebiasaan Minrin. Dia biasanya mendengarkan lagu-lagu bertempo slow itu dua jam nonstop jika tak bisa tidur.

Semua berjalan baik-baik saja selama satu jam pertama. Minrin bahkan terlihat menikmatinya walaupun terkadang dia juga dilanda kebosanan. Tapi semua benar-benar berjalan sangat baik. Dia tidak mengantuk dan bahkan menyimak dengan baik percakapan ketiga pria di atas panggung itu. Sampai akhirnya sebuah lagu yang asing ditelinganya dimainkan bersamaan kemunculan seseorang di panggung dengan wig dan pita besar di atas kepalanya. Lalu teriakan-teriakan tak tertahankan para penonton mulai menggema.

Ryeowook berdiri di panggung utama, mengenakan dress berwarna pink hitam lengkap dengan assesoris di tangannya. Tingkahnya berubah seketika dari seorang pria menjadi seperti seorang perempuan yang lucu. Melihatnya saja membuat Minrin ingin melemparnya dengan sesuatu. Hanya Minrin yang shock dan tidak habis pikir melihat penampilan solo Ryeowook di atas panggung itu sementara semua orang di arena konser terlihat sangat terhibur.

Minrin bahkan perlu memincingkan matanya untuk melihat sesuatu yang menggantung melingkar di rok yang dikenakan Ryeowook. “Apa itu permen?” gumamnya.

“Ryeowook oppa!”

Oppa yeppo-yo..”

Kawaii!!”

Kyary Pamyu Pamyu?”

Oh my God, he’s really something.”

Dan masih banyak komentar-komentar lain yang sempat di dengar Minrin. Mungkin hanya dirinya yang tidak tahan melihat penampilan itu.

“Cantik apanya? Itu menggelikan,” desis Minrin pelan sembari menghela nafasnya pendek.

Entah berapa menit Ryeowook bernyanyi, tapi bagi Minrin sudah terlalu lama. Matanya bahkan sudah mulai tidak kuat melihat pria itu menari-nari seperti seorang perempuan di konser balladnya.

“Kim Ryeowook, Neo Jinjja!” Minrin kembali mendesis pelan.

***

Begitu Ryeowook selesai menampilkan Kyary Pamyu Pamyu miliknya, Minrin sudah bergegas keluar dari arena konser.

“Apa dia sudah gila? Ya Tuhan…,”

Kakinya berjalan tak sabaran menuju bagian backstage. Tindakannya ini mungkin akan sangat mengganggu jalannya konser, tapi Minrin benar-benar tidak tahan untuk tidak menemuinya. Yang benar saja! Apa pria itu yang akan dinikahinya nanti?

Kepalanya terasa berdenyut jika memikirkannya. Bukan sekali dua kali tapi sudah berkali-kali. Jika aksi crossdressing yang sebelumnya tidak terlalu membuat Minrin murka tapi tidak untuk yang satu ini. Lebih baik dia sexy dance dengan Yoon Hyelim daripada bertingkah seperti tadi.

Seorang security menghadangnya ketika berusaha mengejar si pria berdress permen yang berhasil dilihat Minrin sedang berlari terburu-buru.

“Kau tidak boleh masuk!” tegas pria yang menghadangnya

“Aku mengenal seseorang di sana, hanya sebentar saja,” sahut Minrin tak mau kalah.

“Tidak bisa!”

Minrin berdecak tidak terima. “Just a moment, okay! I will go after that,” ucapnya memohon. Si pria security masih tidak memperbolehkannya.

“Oh, Minrin? ” Seorang wanita berambut pendek melambai padanya.

Dan sungguh kedatangan wanita yang melambai padanya benar-benar sebuah keberuntungan untuk Minrin. .

“Jinhee eonnie!” Minrin balas melambai sambil tersenyum lega. Dia menatap ke arah si security sebentar sebelum akhirnya berlari menemui wanita yang dipanggilnya Jinhee itu.

“Tidak apa-apa. Dia mengenal dekat salah satu dari mereka bertiga,” jelas Jinhee pada si security yang tidak puas karena Minrin akhirnya berhasil menerobos pertahanannya.

“Apa yang kau lakukan di sini? Bukankah kau di New York?” tanya Jinhee dengan kedua alis bertaut heran.

Jinhee adalah salah satu stylist di Super Junior. Minrin mengenalnya dua tahun yang lalu saat menonton konser Super Show di Seoul. Jinhee mungkin satu dari sedikit orang yang tahu siapa Minrin sebenarnya.

“Ada yang harus aku lakukan di Korea dan aku menyempatkan untuk mampir ke Jepang,” jelasnya

Jinhee memincingkan matanya sebentar lalu tersenyum. “Kau sengaja datang untuk melihatnya kan?” goda wanita yang sudah dikenal Minrin lama itu.

“Aniyo!” sahut Minrin cepat.

Ya, dia memang bukan sengaja datang.

“Tsk, kalian berdua benar-benar! Lalu untuk apa kau kemari?” Jinhee bertanya lagi, yang sedikit mmebuat Minrin tidak bisa menjawab.

Iya, untuk apa dia datang kemari? Ke backstage mereka pula padahal dia sendiri bukannya sengaja untuk datang.

“Tapi apa aku bisa bertemu dengannya? Hanya sebentar saja.” Minrin menoleh sedikit memohon.

Kuere. Di ruang make up. Kau melihat penampilannya tadi kan? Aigoo...dia masih saja seperti itu.”

“Ya, dan itu benar-benar menjijikan,” desis Minrin kesal. “Baiklah aku kesana! Sampai nanti…,” ucapnya kemudian dia berjalan cepat ke arah dimana Ryeowook tadi berlari. Jinhee mengangguk dan tersenyum.

Orang-orang terlihat sibuk dan Minrin bersyukur, karena tidak akan ada yang bertanya-tanya kenapa ada orang asing bisa masuk kemari. Dia bisa saja diseret keluar jika mereka mengira dia adalah fans yang nekat mendatangi backstage untuk bertemu artis.

Ruang make up yang ditunjukkan Jinhee lumayan luas. Terlihat tiga orang make up artist di sana. Dan satu orang pria yang sejak tadi dicari Minrin. Ryeowook sudah terlihat berganti pakaian. Dia sudah berubah jadi pria lagi ternyata.

Tidak perlu susah payah untuk Minrin menyapanya, karena Ryeowook sudah menoleh ke arahnya begitu Minrin menutup pintu ruangan itu. Kedua bola mata pria itu membelala tak percaya takkala melihat Minrin berdiri, menatapnya dengan kekesalan yang siap ditumpahkannya..

Yaa, Kau…kau kenapa bisa ada di sini?” tanyanya tidak percaya dengan kedua matanya yang terus menatap ke arah Minrin dari atas ke bawah. Benar-benar memastikan bahwa apa yang dilihatnya ini bukan khayalan.

Bagaimana bisa gadis itu ada di sini? Minrin tidak mengatakan apa-apa sebelumnya. Gadis itu bahkan mengatakan tidak bisa menemui Ryeowook untuk merayakan ulang tahunnya akhir pekan ini. Jadi kenapa dia bisa ada di sini?

“Terkejut? Sama seperti kau membuatku terkejut dengan perubahanmu menjadi Kyary Pamyu Pamyu,” balas Minrin tidak terlalu bersahabat.

Ryeowook mengernyit sebentar lalu menyadari perubahan sikap Minrin yang sepertinya tengah menahan sesuatu yang sangat ingin diluapkannya. Jelas bukan kerinduan, dari tatapannya saja Ryeowook sudah menduga jika gadis itu tidak sedang dalam mood yang bagus.

“Itu…aku bisa menjelaskannya….”

Ryeowook membalasnya cepat sebelum Minrin semakin salah paham padanya. Dia ingin mendebatnya tapi seseorang masuk dan menyuruhnya untuk segera kembali ke atas panggung yang seketika itu mengurungkan niatnya. Ryeowook tidak punya pilihan selain mengiyakan. Dia menatap Minrin lagi sebelum keluar.

“Kita bicara nanti,” ucapnya terburu-buru.

Minrin diam dengan tangan berisilang di depan dada dan membiarkan Ryeowook pergi. Begitu Ryeowook keluar, dua orang wanita di depannya menatapnya heran sekarang. Minrin merasa seharusnya dia tidak datang ke tempat ini. Lalu dia pun hanya bisa tersenyum dengan kikuk.

Anyeonghaeseo,” sapanya.

Si wanita berambut panjang membungkuk kecil dan tersenyum. “Kau temannya?” tanyanya.

Minrin tidak punya pilihan selain menggangguk. “Ne, Jeongsohamnida,” katanya  bersalah.

Gwaenchana. Ini bukan pertama kalinya mereka mengajak teman datang ke mari. Tapi aku sepertinya tidak asing denganmu.”

“Yaa, kau tidak tahu siapa dia?” si wanita satunya menyenggol lengan temannya.

“Siapa?”

“Shin Minrin. Dia salah satu model majalah dan juga member sebuah girlgroup.”

Jinjja? Maksudmu kekasihnya Kim Ryeowook? Gadis yang pernah dibicarakan Jinhee eonnie?”

Minrin hanya bisa tersenyum kikuk sembari menyelipkan rambutnya ke belakang sama kikuknya. Si gadis berambut panjang yang sepertinya lebih tua dari Minrin itu menoleh lagi ke arahnya dan mengamatinya sebentar sebelum akhirnya tersenyum lagi.

“Ah…Jeongsohamnida. Terlalu banyak wanita disekitar mereka, jadi aku tidak pernah hafal siapa saja,” ucapnya merasa bersalah. Minrin hanya membalasnya dengan tersenyum.

Ya…tentu saja banyak wanita di sekitar para pria itu, sampai-sampai mereka punya ide untuk crossdressing di setiap konser.

Kuerom, kau bisa menunggu di sini jika kau mau.”

Minrin mengangguk. “Gamsahamnida.”

Lalu kedua wanita itu kembali sibuk dengan pekerjaannya, membiarkan Minrin yang memilih duduk di salah satu sofa. Tidak sampai 20 menit dia menunggu, seseorang kembali masuk ke dalam ruangan. Cho Kyuhyun terlihat berjalan dan menemukan Minrin duduk sembari menatapnya. Di belakangnya, Ryeowook juga berjalan dengan tergesa-gesa. Minrin tahu kedatangannya seperti sebuah kejutan tak mengenakan untuk Ryeowook. Dia sama sekali tidak bisa membayangkan jika selama di atas panggung tadi Ryeowook dibuat tidak berkonsentrasi karena kedatangannya yang sangat mendadak. Minrin jadi kasihan padanya.

“Oh, Minrin-ya? Kau ada di sini?” Kyuhyun yang pertama melihatnya langsung berteriak terkejut. Setahu Kyuhyun Minrin masih di New York, dan bagaimana bisa gadis itu ada di sini? Di Jepang? Di Fukuoka? Lebih tepatnya menghadari konser KRY?

Minrin beranjak dan berjalan mendekati Cho Kyuhyun lalu mengangguk. “Annyeong, lama tidak berjumpa?” balasnya tersenyum.

“Bagaimana bisa? Ryeowook bilang….”

“Kejutan. Aku sengaja datang.”

“Untuk melihatnya sebagai perempuan?” goda Kyuhyun yang seketika itu membuat Ryeowook berdecak. Minrin terkekeh pelan.

“Darimana dia dapat ide itu? sebenarnya itu sedikit menghilangkan kepercayaan diriku, kau tahu kan?”

Yaa, apa maksudmu?” Ryeowook yang semula hanya mendengarkan dua orang itu langsung menyela tidak terima.

Baik Kyuhyun maupun Minrin langsung tertawa. “Aku sudah bilang kan padamu? Berhati-hatilah jika kau ingin berdandan seperti perempuan. Selain Minrin akan kecewa, kau membuat orang diluar sana berpikir kau punya kelainan.” Kyuhyun terkekeh.

“Jika aku tidak melakukannya, konser ini akan sangat membosankan.”

“Tapi tidak perlu dengan crossdressing seperti itu. Cukup Heechul hyung yang terobsesi mengalahkan kecantikan perempuan,” Kyuhyun menyahut sambil terus terkekeh, menahan tawa.

Minrin mengangguk setuju. “Dan kau membuatku benar-benar sakit kepala,” tambahnya.

“Kau tidak menyukainya?” tanya Ryeowook pada Minrin. Gadis itu dengan cepat langsung menggeleng.

Eoh! Big No! Itu menjengkelkan dan juga menyebalkan.”

Tsk…kau tidak pernah protes sebelumnya,” Ryeowook tidak mau kalah. Sedangkan Kyuhyun yang sudah berhasil untuk tidak tertawa, memilih duduk, membiarkan pasangan itu berdebat sesuai keinginan. Tidak terlalu buruk juga melihat pasangan yang lama tidak berjumpa bertengkar seperti itu. Kyuhyun rasa itu bisa sedikit jadi hiburan sembari menunggu solo stage Yesung selesai.

“Karena bisanya kau ternistakan bersama teman-teman satu groupmu, tapi hari ini kau menghancurkan imagemu sendiri,” tutur Minrin kesal.

Tidakkah Ryeowook mengerti? Mungkin baginya ini semacam fan service, membuat fans senang, gembira. Dan mungkin baginya tidak masalah fans akan membully nya karena aksi crossdressing itu tapi bagi orang lain yang bukan fans akan melihatnya dengan cara yang berbeda.

Tanpa berpakaian dan berpenampilan seperti perempuan saja, ada laki-laki yang tertarik padanya. Jadi kalau dia berpenampilan seperti perempuan dan bertingkah cute, apa yang akan dipikirkan laki-laki yang tertarik itu? Damn

Memikirkan hal itu saja membuat Minrin makin sakit kepala.

Ryeowook menghela nafasnya merasa kalah berdebat. Ini pertama kalinya Minrin memprotes penampilannya. Entah apa yang dipikirkan gadis itu sampa-sampai bisa datang ke konser KRY, menerobos masuk ke ruang make up dan meluapkan ketidaksukaannya. Dia bahkan belum menjelaskan kenapa bisa berada di Jepang dan bukannya di New York.

“Kau datang untuk mengatakan itu?” tanya Ryeowook tidak puas.

“Ya, seharusnya aku tidak datang ke konser ini.”

Belum sempat Ryeowook menjawab, seseorang kembali masuk dan mengingatkan Kyuhyun serta Ryeowook untuk bersiap kembali ke stage karena sepertinya penampilan solo Yesung sudah berakhir. Kyuhyun sudah beranjak, menepuk Ryeowook untuk segera keluar. Tapi pria itu masih berdiri di depan Minrin dengan ekspresi berbeda. Sangat serius.

“Kau tunggu disini sepuluh menit dan aku akan kembali,” ucapnya menekankan seperti tidak menerima penolakan. Lalu setelah itu dia pun menyusul Kyuhyun.

Minrin yang masih berdiri hanya mendecakkan lidahnya pelan lalu kembali duduk di sofa belakangnya. Entah apa maksudnya itu, tapi Minrin memilih mengikuti permintaannya.

Benar-benar sepuluh menit, Ryeowook kembali ke ruangan itu dengan sedikit terengah. Dia mungkin habis berlari. Tanpa banyak bicara dia menarik lengan Minrin dan menyuruhnya untuk ikut. Ada sebuah ruangan lain di dalam ruang itu dan ke sanalah Ryeowook membawanya. Minrin sudah memprotesnya ketika Ryeowook menutup pintu di belakangnya begitu mereka masuk.

Yaa, apa yang kau lakukan?”

Ryeowook tidak mengatakan apapun, dan hanya mengambil ponsel milik Minrin yang semula digenggamnya. Entah apa yang dilakukannya. Ekspresinya sangat berbeda, liar dan juga tidak biasanya. Detik berikutnya dia menunjukkan layar ponsel itu yang sudah tertera angka 3 di sana lalu meletakkan ponsel itu begitu saja di sebuah meja sampingnya.

“Saat ini Kyuhyun sedang bernyanyi solo. 3 menit dan aku akan menunjukkan padamu siapa yang kalian sebut perempuan,” ucapnya tegas dan juga bernada rendah.

Minrin terdiam. Dia berusaha sangat keras menelan ludahnya sendiri. Apa maksudnya itu? Jujur saja ini sedikit membuatnya ketakutan. Tapi dia tidak boleh  menunjukkan sikap waspadanya. Ini bukan caranya. Lalu setelah menarik nafas, dia pun mengangkat kepalanya sedikit lebih tinggi dan menatap Ryeowook.

“Apa? Apa yang akan kau lakukan?” tantangnya.

“Menurutmu?”

Tsk…ini mengingatkanku dengan Moves Like Jagger mu.” Minrin berusaha tenang dan terkekeh.

Minrin kehilangan fokusnya ketika Ryeowook dengan seenaknya menariknya lebih dekat. Jaraknya terlalu dekat dan Minrin sendiri tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Dia hanya mampu mengerjapkan matanya beberapa kali dengan diam. Meski bukan sekali dua kali dia bisa melihat Ryeowook sedekat ini tapi ini benar-benar bukan waktu yang tepat. Apa yang coba dilakukannya?

“Jadi kau lebih menyukai Kim Ryeowook dengan Moves Like Jagger, ya?” Pria itu tersenyum dan Minrin sudah menahan nafas. Tubuhnya mendadak terasa panas. Dalam hati dia mengumpat dan ingin mendorong pria di depannya itu jauh-jauh, tapi gagal. Tangannya terkunci dan Ryeowook sepertinya tidak akan membiarkannya lolos dengan mudah.

Tanpa mengatakan apapun Ryeowook mendorong Minrin ke dinding di belakangnya. Tangannya masih berada di pinggangnya dan jujur saja Minrin sudah tahu Ryeowook akan berbuat apa sekarang ini. Yang tidak bisa dibayangkannya adalah melihat Ryeowook seperti ini ditengah-tengah acara konsernya. Detik berikutnya tangan kanan pria itu sudah menarik tengkuk Minrin dan menciumnya bibirnya dengan sedikit kasar. Ryeowook benar-benar tidak memberi celah sedikitpun untuk Minrin mempersiapkan diri menerima serangan tiba-tiba itu. Minrin bahkan hanya bisa memejamkan matanya rapat-rapat, mencengkeram jaket yang dikenakan Ryeowook erat dan membiarkan bibir pria itu menari-nari di atas bibirnya.

Ponsel yang semula di letakkan Ryeowook di atas sebuah kursi sudah menunjukkan angka 01.15 dan detik di ponsel itu terus berjalan. Hanya untuk Minrin sekedar menghirup udara pun Ryeowook sepertinya tidak mengijinkannya. Hingga akhirnya untuk sekitar sedetik, Ryeowook menurunkan temponya, menjauhkan sedikit wajahnya, memberi kesempatan Minrin untuk bernafas. Tapi tidak lama, karena setelah itu dia kembali melumatnya, kali ini lebih lembut seperti biasa yang dilakukannya. Untuk yang satu ini Minrin terbuai dan dia pun mengikuti irama yang dibuatnya itu. Saling memberi dan menerima, begitu seterusnya. Bahkan Minrin sudah mengalungkan lengannya di leher pria itu.

00.40 detik. Keduanya masih di posisi semula. Hingga akhirnya Ryeowook hanya memberinya kecupan-kecupan ringan sebelum melepaskannya. Minrin membuka matanya perlahan, nafasnya sedikit tidak beraturan. Dan pria di depannya hanya menatapnya dengan tersenyum.

“Jangan mengatakan hal itu lagi, mengerti? Itu membuatku sakit kepala,” ucapnya pelan.

Minrin menurunkan tangannya dan memilih tidak membalas tatapan itu. Ryeowook kembali mengambil ponsel yang diletakkannya di atas meja. Hanya tertinggal 10 detik, dia pun mengembalikannya pada Minrin. Terakhir pria itu merapikan rambut Minrin yang sedikit berantakkan sebelum akhirnya pergi meninggalkannya dengan senyum puas di bibirnya.

Dia berhenti sebentar ketika hendak membuka knop pintu lalu menoleh ke arah Minrin. “Ah..Minrin-ya, terima kasih sudah datang,” ucapnya lalu berlalu pergi.

Minrin menghela nafasnya, mendongak dan menatap punggungnya. Merasa dibodohi dan dijahili karena sikap Ryeowook itu.

Ya Tuhan, beruntung sekali tidak ada orang masuk tadi. Sedikit lama, Minrin masih berdiam diri di dalam ruangan itu sebelum akhirnya ikut keluar. Dua orang wanita yang tadi dilihatnya hanya menolehkan kepalanya sebentar, tersenyum dan bersikap biasa. Minrin balas tersenyum dan bernafas lega.

“Kau akan kembali?” tanya salah satu diantara mereka.

Minrin menghentikkan langkah kakinya dan mengangguk. “Ya, kurasa aku akan melanjutkan menonton di sana,” jawabnya lalu membungkuk singkat sebelum keluar dari ruangan itu.

***

Yesung berjalan di sebelah Ryeowook menuju panggung. Pria itu melirik ke arah Ryeowook dan menatapnya heran. Ryeowook mengernyit dibuatnya.

Hyung, waegure?” tanyanya

“Apa kau belum membersihkan lipstickmu dari tadi?” tanyanya menunjuk bibir Ryeowook yang sedikit memerah.

Ryeowook terbelalak sedikit kaget namun hanya terkekeh sambil mengusapnya dengan ibu jari. “Tidak, seseorang yang melakukan ini,” jawabnya lalu berlalu pergi meninggalkan Yesung yang bertanya-tanya sendiri.

Lihat siapa yang menang kali ini Minrin-ya?

Ryeowook terus tersenyum ketika kembali ke atas panggung.

***

CUT

Awalnya aku mau bikin ff oneshoot special buat ulang tahun si abang, tapi maaf saya gagal menyelesaikannya. Jadi anggap aja ini special for Ryeowook birthday. Nanti kalau ffnya sudah selesai akan saya share.

Komentar sangat dibutuhkan, jika tidak suka boleh tidak dibaca ^^

Sampai Jumpa…

Advertisements

11 thoughts on “(Ryeomin Story) 3 Minutes and You’ll See . . .

  1. Gg tau mau ngomong apa dibalik wjah imut itu ternyata,, ternyataa,, !!! 😨 keren,, !! Di tunggu eonn ff nya,,

  2. Kyaaa demi apa ini kereeen.
    Iya bener mungkin aku jga salah seorang yg shock liat crossdressing ryeowook do jepang kemaren. Ga kuat aku liatnya bikin sakit mata, sakit ati juga 😦
    Doooh tapi aku udh gabisa ngomong apa2 lagi kalau ryeowook udh kek gitu. So cool and so manly.
    Move likes jaggernya udh sukses bikin dia sexy, dan crossdressing kemaren bner2 hancurin imagenya -_-
    Aaah pokonya ini keren. Semua ffmu keren2 ^^
    Aku tggu ff fg yg lainnya ^^

  3. Arghhh Ryeowook , ternyata kau juga bisa seperti itu >_<
    Udah ah, gitu aja.. Nggak tahu mau ngomong apalagi soalnya, hehehe…

  4. mau ryeowook di moves like jagger atau pun yg jdi perempuan,semua nya bkin panas dingin kesel nano nano dech…

  5. Minrin aja gak habits berpikiran seperti itu. bagaimana Saya yang membaca ? kkkk…
    Seneng bgt tuh ryeowook kekasihnya bisa datang. hehehe…

  6. awwww… maratonku sudah selesai, tapi komentarku ketinggalan ㅋㅋㅋㅋ 미안해용
    meskipun dari semua member 슈주 kyuhyun yg paling dikenal sebagai good kisser, tapi namanya juga laki-laki kalau berurusan dg ciuman ya pasti sama saja ㅡ.ㅡ
    히히히히히히히히히히
    ^^v

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s