-Series- Regret (7)

Regret

Title : Regret (7)

Fight of Love (1)   Terbagi (2)   The Road (3)   Still You, Baby! (4)   A Mistake (5)

 One Side Love (6)

Gadis itu banyak disukai teman-temannya di tempat kerja. Beberapa pelanggan tempat makan mereka juga mengenalnya sebagai gadis yang baik, ramah dan sabar. Tapi tidak semua orang melihat sikap menyenangkan cukup pantas dijadikan alasan untuk disukai. Karena ada pula yang tidak menyukainya. Seperti itulah kehidupan. Hey, dia bukan gadis sempurna dalam cerita-cerita. Wajar dan juga bukan kesalahan karena dibenci orang lain. Masalahnnya adalah kebencian itu datang dari orang yang seharusnya dihormati. Seseorang yang memiliki peran penting lahirnya laki-laki yang dicintainya saat ini.

Semua pelayan di cafe  ini tentu saja sudah tahu tentang kisah cintanya itu. Mereka juga tahu alasan dibalik kebencian yang tak masuk akal itu. Hanya karena dia pelayan yang menyukai bangsawan, bukanlah alasan yang mampu diterima logikanya dan mungkin beberapa teman kerjanya. Apa dua orang itu tidak pernah jatuh cinta? Memikirkannya justru membuatnya ingin melayangkan umpatan serapah pada dua orang yang berjasa dalam hidup kekasihnya itu

Tapi dia membiarkannya dan memang berniat tidak akan memprotes lagi takdirnya yang menyedihkan itu. Dia juga tidak peduli apakah laki-laki itu punya keberanian untuk memperjuangkannya. Toh, pada akhirnya cerita seperti ini sudah bisa ditebak seperti apa. Dan dia bertaruh hanya 10 persen akhir bahagia dari ceritanya. Lagipula dia juga tidak percaya akhir bahagia. Semua tokoh berakhir bahagia hanyalah di cerita.

Dia hanya sedikit menyesal.

Jika ada hal lain yang dibencinya di dunia ini tentu hal itu adalah penyesalan. Rasa-rasanya dia merasa terlalu sering merasakannya. Entah karena dia yang tidak berpikir panajng sebelum bertindak ataukah Tuhan memang menghukumnya demikian. Tapi yang jelas hidupnya seakan-akan terus dipenuhi penderitaan. Dia menyesal mengenal Lee Hyukjae, laki-laki yang dicintainya yang membuatnya harus dibenci oleh orang tua laki-laki itu. Tapi dia juga menyesal telah menyakitinya.

Dua minggu… ah tidak sepertinya sudah nyaris satu bulan Minrin tidak bertemu dengannya lagi. Sejak malam itu, Hyukjae tidak pernah lagi menampakkan diri di hadapannya. Laki-laki itu menghilang begitu saja. Dan entah kenapa Minrin juga tidak berusaha menghubunginya. Mungkin karena terlalu bersalah. Karena ternyata kesalahannya malam itu terlalu menyakiti laki-laki itu.

Minrin tidak tahu kata maaf yang sempat diucapkan Hyukjae saat itu akan menjadi yang terakhir diantara keduanya. Laki-laki itu melakukannya dengan sangat baik. Caranya pergi dengan satu kata itu ternyata mampu membuatnya menyesal. Dan rasa penyesalan itu lebih menyakitkan untuknya.

Lalu dua hari lalu berita yang mengejutkannya muncul dan menjadi bahan pembicaraan masyarakat. Berita tentang pernikahan laki-laki itu dengan seorang gadis bernama Park Hyehyo, gadis muda yang sangat cantik dan juga seorang bangsawan. Minrin hanya mampu menatap artikel bergambar foto pertunangan mereka dalam diam saat itu. Air matanya ingin meluncur bebas tapi alih-alih menangis dia justru mengatai dirinya sendiri sebagai wanita tolol, bodoh yang membiarkan kisahnya bersama Hyukjae berjalan terlalu jauh padahal dia tahu akhirnya akan seperti ini.

Dia benar selama ini. Kisah ini tidak akan berakhir bahagia. Apa dia sakit hati? Oh ayolah gadis mana yang tidak sakit hati saat melihat laki-laki yang dicintainya menikah dengan gadis lain? Minrin juga tidak sebodoh itu dengan berpura-pura baik-baik saja. Seharian dia hanya bicara seperlunya. Dia langsung pulang begitu jam kerjanya berakhir. Dan di flat kecil yang disewanya dia menumpahkan tangisnya.

Dia menyesal mengenal Lee Hyukjae dan dia menyesal telah menyakitinya.

.

..

….

…..

A Few Days Later

Pernikahan itu berlangsung beberapa jam lagi. Tuxedo hitam, gaun pengantin, bahkan dekorasi hall semuanya sudah siap. 1200 undangan juga telah disebar. Semuanya hanya tinggal menunggu saatnya tiba. Lalu upacara pernikahan yang megah itu akan diselenggarakan. Pernikahan milik Lee Hyukjae bahkan lebih megah dibandingkan milik adiknya bulan lalu.

Seharusnya Lee Hyukjae bahagia. Bukankah itu yang harusnya dirasakan calon pengantin? Ya…tapi tidak dengannya. Masih ada yang mengganjal dalam dirinya. Keputusannya. Apa dia telah memutuskan hal yang benar? Meskipun dia tidak lagi berusaha mendorong jauh Park Hyehyo, dia juga tidak berusaha lagi menghindarinya tapi bukan berarti gadis itu telah sepenuhnya mengambil hatinya. Karena nyatanya sosok Shin Minrin tidak semudah itu dilupakannya.

Ah…bahkan Hyukjae sekarang merindukan gadis yang membuatnya patah hati itu.

Mungkin dia hanya terlalu sakit hati dengan Minrin hingga akhirnya menerima Park Hyehyo. Tapi sungguh Hyukjae tidak berniat menyakiti Hyehyo dengan pernikahan ini. Dia tidak ingin menyesal telah membuat Hyehyo menjalani pernikahan dengan hanya perasaan sepihak.

Hyukjae mengatur nafasnya sebelum akhirnya berjalan menuju altar penikahan. Semua orang memperhatikannya dan dia tidak mungkin lari saat ini. Dia tidak yakin dengan pernikahan ini tapi bukan berarti dia akan melarikan diri dan membuat orang tuanya menanggung malu. Dia menyingkirkan jauh-jauh pemikiran yang sejak tadi mengganggunya begitu lagu pernikahan dimainkan. Lalu di depan sana, Park Hyehyo berjalan ke arahnya menyelusuri karpet merah dengan didampingi ayahnya.

Hyukjae tersenyum. Semoga ini bukan sebuah kesalahan dalam hidupnya. Dia membungkuk di depan calon ayah mertuanya lalu mengambil alih tangan Hyehyo yang kini melingkar di lengannya.

Keduanya mengucapkan janji suci itu bergantian. Tidak ada keraguan dalam nada suara Hyukjae. Ya….karena dia juga tidak ingin menyesal. Sebuah ciuman yang lembut mendarat di bibir Hyehyo setelah acara penyematan cincin. Gadis itu juga tersenyum.

“Hyukjae-ssi, jangan menyesal,” ucapnya lirih.

Hyukjae balas menatap gadis yang kini telah menjadi isterinya itu. Biasanya dia akan membalas setiap ucapan gadis itu dengan nada dingin dan tidak suka tapi tidak untuk kali ini.

“Kuharap kau yang tidak akan menyesal, kau tahu maksudku,” balasnya tak kalah lirih meminimalisir tamu undangan mendengar pembicaraan keduanya.

Senyum di bibir Hyehyo yang semula merekah meredup seketika. Gadis itu sadar sepenuhnya dan sangat mengerti maksud ucapan Hyukjae. Laki-laki di depannya ini belum menerima kehadirannya. Meskipun Hyukjae menyetujui pernikahan ini, tapi di hatinya hanya ada satu nama gadis. Dan Hyehyo ragu sampai kapan gadis itu akan terus bersemayam dalam hati suaminya.

Seakan-akan Hyukjae menyadari kekhawatirannya, laki-laki itu menggenggam tangannya lembut. Gadis itu tersadar untuk tidak menumpahkan air matanya sekarang juga mengingat ratusan pasang mata tengah melihat ke arah mereka.

Lalu keduanya tersenyum sambil membungkuk di depan semua tamu undangan yang telah datang.

“Aku tidak akan menyesal dan aku akan membuatmu menatap ke arahku, Lee Hyukjae-ssi.”

.

..

…..

“Hai, gadis pelayan!” seseorang menyapa Minrin malam itu begitu dia keluar dari cafe tempatnya bekerja.

Seorang laki-laki dengan senyumnya yang lebar yang selama berminggu-minggu ini menggantikan posisi Hyukjae datang menghampirinya. Minrin menoleh, tersenyum tak kalah lebar sebelum menghampirinya.

Wae?”

Minrin menggeleng dan tanpa mengatakan apapun dia berjalan pelan dengan laki-laki itu di sampingnya.

Selama ini Minrin pikir, laki-laki yang berjalan di sampingnya inilah yang membuat hatinya terbagi. Ternyata dia salah. Kebaikannya lah yang membuatnya jatuh dalam pesonanya. Minrin sangat berterima kasih padanya. Laki-laki inilah yang membelanya di depan ibunya Hyukjae kala itu. Dia yang mengantarnya pulang saat Hyukjae terpaksa tinggal saat pernikahan Donghae. Dia juga lah yang menemaninya disaat Hyukjae pergi. Dan Minrin tidak sadar diam-diam membagi hatinya pada laki-laki ini hingga kesalahan itu terjadi. Tapi sungguh lebih dari setengah hatinya masih milik Hyukjae. Meski begitu dia berterimakasih pada laki-laki ini karena meringankan rasa sakit hati itu.

Kim Ryeowook. Meskipun kehadirannya tidak bisa menggantikan Hyukjae, tapi Minrin senang dia ada di sini bersamanya.

 “Kau menyesal? Soal kekasihmu itu.”

Pertanyaan itu terlontar dan membuat Minrin menoleh. Dia tersenyum simpul, menarik nafasnya dalam dan menghelanya cepat.

“Ya, tentu saja aku menyesal karena aku mencintainya,” jawabnya tanpa ragu.

.

..

….

…..

Pertama kali Ryeowook melihat gadis itu adalah di sebuah cafe tidak jauh dari kantornya. Saat itu Ryeowook ingin makan siang, dan pertunjukan drama itu tersaji di depan matanya tepat setelah dia memasuki cafe yang tak terlalu besar itu. Seorang wanita berumur sekitar 40 tahunan menjadi pusat perhatian saat itu. Bukan karena penampilannya yang sangat berkelas dengan celana kain hitam lebar dan blazer biru cerah lengkap dengan tas bermerknya yang menjadikannya pusat perhatian. Melainkan perilakunya pada salah satu pelayan di cafe itu yang menurut Ryeowook benar-benar tidak beretika. Segelas jus tomat yang masih penuh sukses menghujani kepala gadis berambut coklat itu. Tidak sampai di situ, umpatan-umpatan kasar juga sempurna menjadikannya bahan tontonan.

Ryeowook tercengang sesaat menyaksikan adegan itu. Si gadis diam saja dan si wanita terlihat belum puas.

“Dasar, perempuan rendahan! Aku sudah mengatakannya padamu untuk tidak mendekatinya lagi. Apa yang kau inginkan? Uang?”

Ucapan menyakitkan itu sepertinya nyaris membuat pertahanan si gadis runtuh. Ryeowook menjadi kasihan padanya. Dia tidak tahu ini tentang apa, tapi menurutnya wanita itu benar-benar sudah keteraluan.

Harta kadang membutakan seseorang. Dan Ryeowook bersyukur dia tidak pernah diajarkan seperti itu meski ayahnya punya harta untuk tujuh turunan. Wanita itu memang seorang bangsawan tapi perilakunya benar-benar menyedihkan. Dia terlihat seperti seorang wanita bar-bar penagih hutang. Dan dua bodyguard yang sempat dilihat Ryeowook di depan pasti juga bawahannya.

“Aku benar-benar akan melakukan sesuatu yang tidak pernah kau bayangkan jika kau sampai mendekatinya lagi. Kau dengar itu?”

“Aku tidak melakukan kesalahan apapun dan maaf jika aku tidak akan menuruti kata-kata anda,” ucapnya.

Ryeowook tertawa pelan mengagumi keberanian gadis itu. Sayangnya ucapannya justru makin menyulut emosi si wanita. Sebelah tangan wanita itu mengepal dan sebelahnya lagi terangkat hendak menampar gadis berambut coklat tadi. Ryeowook yang benar-benar mulai kasihan padanya bergerak maju menahannya. Si wanita terlihat terkejut dan juga tidak terima saat Ryeowook dengan kuat menahan tangannya.

“Jeongsohamnida, tapi perilaku anda benar-benar mengganggu pengunjung cafe ini. Bisakah anda mengentikannya? Anda tidak lebih dari seorang wanita rendahan di mata mereka dibandingkan Nona ini,” ucap Ryeowook membela.

Si wanita melotot kaget dan juga tersinggung lalu dengan kasar menyentakkan tangannya. Dia sempat melihat ke arah Ryeowook dengan tajam sebelum melayangkan tatapan mematikannya pada gadis itu. Lalu dia pun pergi.

Itulah pertama kali Ryeowook bertemu dengannya. Namanya Shin Minrin. Ryeowook ingat bagaimana Minrin menahan tangisnya agar tidak pecah di depan wanita tak beretika itu. Dadanya naik turun menahan rasa sakit dan juga takut yang jadi satu. Tapi Ryeowook menyadari ternyata betapa tangguhnya gadis itu.

Belakangan dia baru mengetahui alasan kenapa dia mendapat perlakukan seperti itu dari wanita itu. Kekasihnya adalah pewaris L.Te Group bernama Lee Hyukjae. Entah bagaiman mereka bisa saling mengenal tapi itulah kenyataannya. Dan hubungan itulah yang menyebabkannya berada dalam situasi seperti itu. Beberapa kali Ryeowook melihat Hyukjae mengunjunginya di cafe dan membuat gadis itu sangat bahagia. Tapi tidak jarang pula gadis itu berjalan pulang dengan menangis.

Semakin lama memperhatikannya, semakin membuat Ryeowook bersimpati padanya. Lalu entah bagaimana dia masuk ke dalam hubungan mereka itu. Katakanlah dia laki-laki brengsek yang ingin merebut kekasih orang lain, tapi sungguh dia bukan satu-satunya yang bersalah dalam cerita ini. Ryeowook benar-benar tidak tahu jika saat itu hubungan mereka merenggang karena rencana pertunangan Hyukjae dengan seorang gadis. Dan satu-satunya kesalahan adalah memanfaatkan kondisi itu untuk mendekati Minrin.

Semua berjalan baik-baik saja. Ryeowook yang semakin rajin mengunjungi gadis itu ternyata diterima dengan tangan terbuka. Perlahan hubungan itu menjadi serius. Dan kesalahan Minrin lah karena menerima Ryeowook, menjadikannya pelarian dari Hyukjae yang mulai menghilang.

Lalu Hyukjae kembali, membuat mereka bertiga terjebak dalam situasi tidak mengenakan. Dan bodohnya Ryeowook tidak ingin berhenti di dekat gadis itu. Dan akhirnya berita pernikahan itu mengakhiri kisah rumit mereka bertiga.

Entah bagaimana ini akan berakhir, tapi Ryeowook masih menghuni posisinya di sisi Minrin. Meski Ryeowook tahu hati gadis itu masih milik Hyukjae. Gadis itu menyembunyikan dengan sangat apik perasaannya yang terluka dan membuat Ryeowook kagum. Bahkan hingga di hari pernikahan Hyukjae, Minrin masih tersenyum.

Minrin bilang menyesal karena mencintai Hyukjae. Tapi Ryeowook tahu tidak ada yang bisa dilakukan gadis itu. Hyukjae menjalani kehidupannya sekarang entah dengan perasaan apa, dan itupun yang harus dijalani Minrin.

Satu-satunya yang Ryeowook inginkan adalah tetap berada di sampingnya, meski tidak bisa memiliki hatinya. Karena Ryeowook tidak menyesal telah mengenalnya.

 ***

CUT

Oke, ini judul terakhir dari series ini. Menggantung? Well, Tidak semua cerita akan berakhir bahagia bukan?

Kalau nanti kepikiran buat ngelanjutin, mungkin akan fokus ke Eunhyo couple saja atau Ryeomin couple. Thanks for all of you who have read my stories. ^^

 

Advertisements

4 thoughts on “-Series- Regret (7)

  1. Woh…ryeowook sm minrin blm bersatu y?ak kira minrin udh mulae suka sm wook.dtunggu next chalnya yak…ow ea..secret guardnya dtunggu yak…hehee…gomawo.

  2. aku baru baca ff ini dan maaf baru comen di chap ini hehe.
    aku reader baru. annyeong 🙂
    aku suka ceritanya karakter ryeowook di ff ini juga aku suka banget.
    eoh bener ya ryeowook secara ngga langsung jadi orang ketiga diantara hyukmin. tapi aku lebih ingin minrin sama ryeowook di banding sama hyukjae :3
    aku penasaran sama kelanjutannya. aku tnggu ya ffnya 🙂

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s