(FF Series) Secret Guard Part 5

Secret Guard part 5

Tittle    : Secret Guard Part 5

Author : Whin (@elizeminrin)

Cast     : Shin Minrin, Kim Ryeowook, Cho Kyuhyun, Shin Ranran

Genre  : Action, Romance, Revenge

Length : Chapter (5991 words)

Rating : PG 15

Disclaimer: This story is just Fan fiction, Super Junior members is not mine. I just have the story and artwork. Please, don’t copy paste. It inspired by a movie called Abduction.

***

Kang Minhyuk, pria tinggi dan juga tampan yang banyak diidolakan semua gadis di kampus Dongguk. Dia juga sangat kaya, keluarganya adalah pemilik perusahaan G.J group yang hampir memiliki seluruh Korea. Properti dan aset perusahaan itu tidak main-main. G.J group bisa dibilang pemegang kendali perekonomian Korea. Sedikit saja masalah finansial dalam perusahaan raksasa terjadi, sudah bisa membuat para pelakon bisnis di Korea tidak berkutik. Sebagian mungkin akan gulung tikar.

Otaknya sangat cerdas, sama cerdasnya dengan Kyuhyun yang notabennya setahun lebih senior darinya. Dua tahun yang lalu pria itu mengalahkan Kyuhyun dalam pemilihan pria paling tampan di Dongguk University, gelar yang sejak dua tahun dipegang Kyuhyun. Pesonanya benar-benar tidak bisa diabaikan. Jika kau tidak mengenalnya dengan baik, maka kau akan memilik kesan dingin dari pria itu. Sama dinginnya dengan Kyuhyun. Pria itu tidak pernah terlihat berlama-lama berbicara pada seseorang dan lebih banyak menghabiskan waktunya sendirian. Tapi sikapnya itulah yang justru membuatnya tampak sangat keren.

Minhyuk berhasil mengalahkan pesona Kyuhyun. Hampir setengah gadis di Dongguk mengakuinya. Ya…tentu saja, karena sekarang Cho Kyuhyun bukan lagi pria single yang bisa diperebutkan. Ada singa betina yang selalu berada disampingnya, membuat gadis-gadis lain waspada jika berinteraksi dengan Kyuhyun jika tidak ingin mendapat amukan Ranran.

Akhir-akhir ini gadis-gadis itu lebih banyak bernafsu untuk mendapatkan Minhyuk. Kadang mereka akan dengan sengaja duduk berlama-lama di perpustakan hanya untuk memperhatikannya. Seseorang yang lebih berani, bahkan memberinya pernyataan cinta di depan orang banyak yang tentu saja berakhir memalukan karena Minhyuk langsung menolaknya. Pria itu mengatakan tidak suka pada gadis yang tidak punya rasa malu, pernyataan yang sukses membuat gadis itu menangis. Sedikit keteraluan memang, tapi Minrin menyukai caranya itu. Sangat berkelas meski menyakitkan.

Minrin bisa dibilang gadis beruntung di seluruh Korea. Ketika seluruh gadis di Dongguk bahkan Korea menginginkan Kyuhyun, pria itu justru terlihat dekat dengan Minrin. Dan itu terulang lagi saat Minrin terlihat sedang duduk berdua, berbagi cerita dengan pria tertampan kedua bernama Kang Minhyuk. Membuat gadis-gadis yang menatapnya menelan rasa kecewa untuk kedua kalinya.

Tapi bagi Minrin, bersahabat dengan Kyuhyun dan bisa berdekatan dengan Minhyuk tidak bisa dibilang keberuntungan. Nyaris setiap hari dia harus menerima cibiran dari gadis-gadis menyebalkan itu yang mengatakan bahwa dia adalah gadis perayu. Ya..Tuhan, memikirkannya saja membuatnya sakit kepala. Merayu? Kata itu bahkan tidak masuk dalam kosakatanya untuk mendekati pria. Jangan salahkan dirinya yang memang terlihat cantik meskipun penampilannya yang jauh dari kata feminim dan layak. Dia bukan tipe gadis yang mementingkan bagaimana kesan orang lain terhadap dirinya. Dia akan memakai pakaian yang menurutnya nyaman untuknya, dia bahkan menolak menggunakan make up berlebihan. Kadang dia akan mengumpat, tidak ada lembut-lembutnya sama sekali. Ya…itulah seorang Shin Minrin. Dan siapa menyangka seorang Kang Minhyuk tidak keberatan untuk berjalan berselebalan dengan Minrin.

Minrin agak lupa bagaimana mereka bisa sedekat ini. Seingatnya dia hanya pernah membantu Minhyuk menendang mesin minuman di kantin kampusnya. Ya…hanya itu, dan semua mengalir begitu saja termasuk ajakan berkencan saat itu. Bukan Minrin yang mengajanya tapi pria itu yang melakukannya. Dan tentu saja Minrin menerimanya dengan senang hati. Lalu siang ini, tanpa Minrin duga pria itu kembali menawarkan sebuah kencan yang tentu saja sayang untuk ditolak.

“Kau yakin menolak ajakanku?” tanya Minhyuk siang itu saat untuk kedua kalinya mengajak Minrin berjalan-jalan. Kencan kedua yang terpaksa harus ditolak Minrin.

“Aku minta maaf, tapi aku tidak bisa,” tolak Minrin dengan enggan. Sayang sekali memang dia menolak tawaran menggiurkan itu.

Apa lagi yang bisa dilakukannya? Dia pasti akan mendapat amukan Jongwoon serta Kyuhyun kalau mereka sampai tahu Minrin kabur dari pengawasan Ryeowook.

“Karena pria itu?” tanya Minhyuk tidak terduga begitu matanya menangkap seorang pria yang tadi dilihatnya mengantar Minrin tengah menunggu di dalam mobilnya.

Minrin menoleh, mengikuti arah pandang Minhyuk. Mobil CRV hitam berhenti tidak terlalu jauh dari tempat mereka berdiri seakan sedang menunggu seseorang. Ryeowook yang terlihat duduk dibalik kemudinya memilih diam meski kedua orang itu tengah memperhatikannya. Pria itu lebih suka menatap Minrin tanpa ampun, mengintimidasi persis seperti biasanya. Minrin lantas menghela nafasnya dengan lemah, mengangguk dan berusaha tersenyum pada Minhyuk.

“Aku harus pergi, sampai jumpa…,” ucapnya lalu menyeret kakinya menuju mobil CRV hitam yang berhenti itu.

Benarkan, kisahnya bersama seorang pria tidak seberuntung itu. Bisik-bisik tentang rumor yang menyebar tentang hubungannya dengan Ryeowook makin membuatnya berada dalam situasi yang menyebalkan. Julukan wanita perayu makin melekat pada dirinya dan gadis-gadis itu semakin gencar mengatakannya. Tapi bukan Shin Minrin namanya kalau dia meladeni gadis-gadis sialan itu. Jangan salah mengira kalau dia gadis baik. Dia bisa sangat mengerikan jika meluapkan emosinya. Tapi dia memilih diam, membiarkan gadis-gadis itu mengatainya sebagai gadis tidak tahu malu karena mendekati dua pria sekaligus.

“Aku mengganggu lagi waktu kalian?” pertanyaan Ryeowook berhasil mengalihkan perhatian Minrin dari segerombolan gadis yang tadi sempat memperhatikannya dengan tatapan aneh. Sudah bisa dipastikan gadis-gadis itu sedang membicarakannya sekarang.

Minrin menoleh sebentar pada Ryeowook, memasang seatbeltnya dan membiarkan Ryeowook menjalakankan mobil putih itu.

“Tidak masalah. Aku sudah terbiasa. Kenapa kau lama sekali? Aku nyaris menerima tawaran kencan Minhyuk jika kau tidak datang tadi.” Minrin berujar.

Sudah hampir dua jam dia menunggu Ryeowook dan beruntung orang-orang I.L tidak menggunakan kesempatan itu untuk membunuhnya. Cho Kyuhyun tidak terlihat di dalam kampus begitu juga Ranran. Minrin sudah menduga dua orang itu sedang menikmati waktunya bersama. Jika Kyuhyun itu bukan sahabatnya, sudah pasti dia akan meminta pria itu untuk diberhentikan menjadi agen rahasia yang melindunginya.

“Terjadi sedikit kekacauan. Aku seharusnya tidak meninggalkanmu sendirian tanpa Kyuhyun.”

“I.L melakukan sesuatu lagi?” Minrin sedikit melirik pria di sampingnya itu, sedikit menahan nafas saat Ryeowook kembali memperlihatkan wajah seriusnya seperti waktu itu.

“Bukan sesuatu yang besar, tapi berhasil membuat paman sakit kepala.”

Jinjjayo? Apa sesuatu yang serius?” Pria itu tidak langsung menjawab dan hanya menatap lurus ke jalanan di depannya.

“Seseorang mendatangi apartement Ranran dan mengancam gadis itu.”

Mwo?” dengan cepat Minrin menolehkan kepalanya terkejut ke arah Ryeowook. “Tapi kenapa?”

“Tentu saja target utamanya bukan dia tapi Kyuhyun. Anak buah Kim Donggun pasti sudah tahu kalau Ranran adalah kekasih Kyuhyun, karena itu mereka menggunakannya untuk membuat Kyuhyun menyerah. Mereka tidak bodoh. Mereka pasti tahu menyentuhmu atau bahkan mendapatkanmu adalah sesuatu yang sulit, karena itulah target mereka sekarang adalah melenyapkan agen rahasia yang bertugas menjagamu.”

Minrin terdiam seketika dan sedikit bergidik ngeri. Dia tidak menyangka hal seperti ini akan terjadi dan tentu saja sama sekali tidak terpikir olehnya. Bahkan orang yang tidak ada kaitannya seperti Ranran pun bisa terlibat.

“Itulah kenapa kau tidak melihat mereka seharian ini. Karena itu juga, mulai sekarang tugas Kyuhyun terbagi untuk melindungi Ranran. Dia Kurasa mulai sekarang kau terpaksa menghabiskan waktu lebih lama bersamaku meskipun itu di kampus.” Ryeowook melanjutkan yang tentu saja untuk kali ini sama sekali tidak mendaat protes dari Minrin.

“Lalu mereka dimana?” tanya Minrin kemudian.

“Di rumah Jongwoon hyung. Untuk sementara waktu Ranran berada di sana.”

“Begitu rupanya, syukurlah…dia hanya tinggal sendiri di Seoul dan tentu saja kita tidak bisa melibatkan kedua orang tuanya, bukan?”

***

Ranran masih memegangi  lengannya yang lebam karena terbentur dinding saat pria asing tadi menyergap masuk ke apartementnya. Sampai sekarang dia juga tidak mengerti kenapa orang asing itu bisa masuk apartementnya yang setahunya memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Dan tentu saja Ranran tidak ingin memikirkan bagaiman pria itu bisa membobol password apartementnya dengan mudah. Saat ini dia masih bingung dan juga shock. Dia juga tidak banya bicara ketika Kyuhyun datang lima belas menit kemudian setelah meneleponnya. Kekasihnya itu juga hanya diam selama perjalanan membawanya ke rumah mewah ini. Aksi diam Kyuhyun itu entah kenapa justru membuat Ranran takut. Tidak biasanya pria itu bersikap seperti itu. Kyuhyun bahkan tidak menanyakan bagaimana kondisinya dan langsung menyeretnya keluar dari apartement itu.

Ranran menghentikkan langkah kakinya di belakang Kyuhyun setelah memasuki ruang tamu yang sangat luas itu. Dia melihat punggung Kyuhyun yang berdiri membelakanginya. Sikap pria itu masih belum berubah sejak tadi. Ada sesuatu yang tidak diketahui Ranran. Sudah pasti seperti itu. Tapi Kyuhyun bahkan tidak mulai untuk menjelaskan seperti apa. Kenapa kekasihnya itu membawanya ke rumah milik Jongwoon, pria yang Ranran ketahui sebagai orang baik yang menawarkan tempat tinggal untuk Minrin.

“Kyu….,” panggilnya pelan.

“Untuk sementara kau bisa tinggal di sini. Setelah semua aman, kau bisa kembali ke apartementmu,” sahut Kyuhyun dengan nada dingin. Ini bahkan kali pertama Ranran mendengar Kyuhyun berbicara seperti itu padanya. Pria itu bahkan tidak menatapnya saat bicara. Sikapnya mendadak berubah.

“Kenapa kau memunggungiku? Cho Kyuhyun…” sahut Ranran dengan kesal secara tiba-tiba. Air matanya menggenang di pelupuk matanya.

Dia tidak suka saat Kyuhyun bersikap seperti itu padanya. Dia membutuhkan Kyuhyun yang menenangkannya, memeluknya dan mengucapkan kata-kata bahwa semua akan baik-baik saja. Tapi bukannya membuatnya tenang, pria itu justru bersikap dingin padanya.

Detik berlalu, dan Kyuhyun akhirnya membalikkan tubuhnya menghadap Ranran. Pria itu meskipun berusaha bersikap dingin, tapi terlihat jelas kekhawatiran dari tatapannya.

“Ran-ah, aku tidak bisa melakukan ini lagi. Aku tahu kau pasti akan membenciku, tapi ini yang terbaik.” Ranran mulai mengernyti bingung. Dia tidak tahu, tapi merasa bahwa Kyuhyun sedang berusaha mengucapkan sesuatu yang tidak ingin didengarnya.

Mwo?”

“Kita sampai di sini saja,” jawaban yang tentu saja membuat Ranran menahan nafas serta kedua mata membulat tidak percaya.

Apa yang baru saja didengarnya? Kyuhyun memutuskannya? Disaat seperti ini, pria itu justru mengucapkan kalimat berpisah? Ranran tidak tahu apa yang terjadi, tapi ini benar-benar membuatnya marah, kesal dan juga sedih di saat yang bersamaan. Apa pria itu sedang gila?

“Apa yang baru saja kau katakan?” Ranran bertanya memastikan dengan nada pelan dan juga lirih. Mendadak tenaganya habis saat itu.

“Aku bilang kita sampai sampai disini. Kau tidak mendengarku? Shin Ranran-ssi, aku memintamu untuk menjauh dariku mulai sekarang. Aku tidak ingin mempunyai hubungan apapun lagi denganmu,” ucap Kyuhyun tegas dan juga dingin.

Berbeda dari Ranran yang merasa bahwa tidak ada yang salah dengan hubungan mereka selama ini, tapi Kyuhyun seakan-akan sudah lama ingin mengakhiri ini semua.

W..wae? kenapa? Kita baik-baik saja selama ini tapi kenapa kau….”

“Aku menahannya. Aku berpura-pura hubungan kita baik-baik saja,” potong Kyuhyun cepat bahkan sebelum Ranran menyelesaikan kalimatnya. “Aku tidak menyukai sikapmu yang berlebihan, kau melarang semua gadis dekat-dekat denganku, bersikap posesif dan bahkan terkadang memusuhi mereka. Kau bahkan tidak menyukai Minrin, orang yang kau tahu sudah bersahabat lama denganku. Sikapmu itu benar-benar menjengkelkan.”

Deg

Berton-ton beban seakan-akan menghujaninya. Hatinya sakit dan kedua pipinya sudah basah karena air mata. Ranran bahkan tidak lagi meraskan rasa ngilu di lengannya, satu-satunya perasaan sakit yang dirasakannya adalah rasa menusuk di dalam dadanya. Dia tidak menyadari dan hanya diam ketika akhirnya Kyuhyun berlalu dari hadapannya, meninggalkannya seorang diri di ruangan asing itu.

Adalah Ryeowook dan juga Minrin yang tidak sengaja mendengar permbicaran itu. Mereka memilih berdiri diam dibalik pintu itu dan langsung mengurungkan niat untuk masuk ketika terdengar suara Kyuhyun yang tidak biasanya tengah bicara pada seseorang. Keduanya hanya saling berpandangan, saling melontarkan pertanyaan melalui tatapan mata dan sama sekali tidak mendapatkan jawaban hingga Kyuhyun keluar dari ruangan itu. Pria itu hanya melihat sekilas pada Ryeowook serta Minrin lalu berlalu begitu saja.

Dan diruangan itulah Minrin bisa melihat Shin Ranran berdiri diam dengan tubuh bergetar menahan tangis. Apa yang baru saja sahabatnya itu lakukan pada gadis itu? Minrin memutuskan menghampiri gadis itu.

“Kau…kenapa?” tanyanya pelan sembari berusaha meraih pundak Ranran untuk menenangkannya.

Gadis itu mendongak dan wajahnya sudah basah karena air mata. Tatapanya berubah berkilat marah saat melihat Minrin. Tanpa di duga Minrin, Ranran justru menghentakkan tangannya, membuat Minrin melepaskan pegangan tangannya di pundak Ranran.

“Aktingmu benar-benar buruk. Apa aku melakukan kesalahan padamu hingga kau menyuruh Kyuhun untuk meninggalkanku?” desisnya pelan. “Kau benar-benar orang yang tidak kusangka. Aku bersikap baik padamu selama ini dan ini balasan yang kau berikan padaku? Benar-benar tidak punya rasa terima kasih,” lanjutnya merancau.

Kalimat tuduhan yang terlontar dari Ranran seketika itu membuat Minrin diam. Dan tentu saja Minrin tidak mengerti dengan kalimat tuduhan itu? Sebenarnya apa yang terjadi? Apa kesalahannya pada gadis ini? Belum pertanyaan itu terlontar Ranran sudah berbalik dan bersiap pergi hingga Minrin terpaksa menarik tangannya.

“Tunggu, apa yang kau katakan tadi? Aku tidak menyuruh Kyuhyun meninggalkanmu, kenapa kau bicara seperti itu?”

“Lepaskan tanganmu,” desisnya dingin lalu menyentakkan tangannya dengan kasar sekali lagi.

“Ran…,”

Ranran berhenti sebentar. Detik berikutnya dia berbalik dan tepat saat itu Minrin bisa melihat tatapan kekecewaan dan kesedihan darinya. Rambutnya berantakan dan keringat membanjiri pelipisnya begitu juga air mata yang kini sudah membuat pipinya basah.

 “Aku tidak pernah membencimu. Asal kau tahu saja, semua yang kulakukan untukmu tulus dari hatiku bukan semata-mata kau dan Kyuhyun bersahabat,” ucapnya.

Selanjutnya Ranran kembali berbalik dan benar-benar berlalu meninggalkan Minrin, meinggalkan ruangan itu dan juga meninggalkan rumah mewah itu. Kakinya berlari menjauh dari rumah itu di tengah guyuran hujan rintik-rintik yang kebetulan sekali turun.

***

Kyuhyun tahu dia baru saja membuat kesalahan. Entah darimana kalimat perpisahan itu muncul. Dia sendiri tidak mengerti kenapa bisa sangat gegabah seperti itu. Perasaannya kalut dan tentu saja dia nyaris tidak bisa bernafas saat melihat gadis yang dicintainya itu duduk gemetar dibalik pintu kamarnya. Jika saja dia tidak segera datang, entah apa yang akan dilakukan dua orang pesuruh Kim Donggun itu pada Ranran. Tapi bukannya memberikan ketenangan pada Ranran, Kyuhyun justru mengajaknya berpisah.

Sungguh, Kyuhyun nyaris gila karena mendapatkan serangan mendadak ini. Lebih baik Kim Donggun menyakitinya daripada membuat gadisnya ketakutan seperti itu. Persetan dengan pria itu! Dan setelah semua yang terjadi, satu-satunya yang dipikirkan Kyuhyun untuk membuat gadis itu aman adalah menjauhkannya sejauh mungkin darinya.

Jadi seperti itulah yang dimaksud Ryeowook. Kyuhyun memang tidak pernah berpikir sejauh itu. Dia tidak pernah benar-benar berpikir bahwa Ranran bisa dijadikan umpan oleh Kim Donggun untuk menangkapnya. Selama ini dia sangat yakin Kim Donggun tidak menghetahui identitas asli gadis yang menjadi kekasihnya. Setidaknya Kyuhyun sudah sangat berhati-hati sebelum mereka mengetahuinya.

Berulang kali dia menarik nafasnya, menghelanya dan terus seperti itu sejak meninggalkan Ranran tadi. Jujur saja dia tidak bisa berhadapan dengan gadis itu sekarang. Demi Tuhan, Kyuhyun sudah menyakitinya dan tentu saja melihatnya berlama-lama akan memunculkan sikap lembutnya seperti biasanya. Jadi lebih baik dia memilih pergi daripada membuat rencananya gagal.

Kim Ryeowook, pria itulah yang mendapati Kyuhyun tengah duduk di dalam mobil dengan kepala menelungkup di bagian kemudi. Tanpa mengatakan apapun, Ryeowook membuka pintu itu, duduk di jok samping dan kembali menutup pintu itu. Cho Kyuhyun, jelas butuh nasihat. Itulah yang dipikirkannya. Ryeowook sendiri tidak ingin menerka-nerka alasan dibalik keputusan Kyuhyun mengakhiri hubungannya dengan Ranran. Setahunya, Shin Ranran adalah satu-satunya gadis yang membuat Kyuhyun bertekuk lutut tak berdaya. Rekan kerjanya itu amat mencintai gadis itu. Jadi, tidak mungkin Kyuhyun melepaskannya hanya karena alasan yang tadi diutarakannya. Jika ini mengenai pembicaran mereka beberapa waktu yang lalu, maka Ryeowook merasa bahwa dirinyalah yang ikut andil dalam keputusan yang diambil Kyuhyun barusan.

“Kau benar-benar kekanak-kanakan. Apa menurutmu dia akan menjauhimu?” Ryeowook melirik sebentar ke samping, dan sedikit pun Kyuhyun belum mengubah posisinya.

Cho Kyuhyun, pria yang mempunyai sejuta pesona di depan para gadis nyatanya tidak lebih dari seorang pria biasa yang bisa terlihat sangat menyedihkan hanya karena cinta. Sejenius apapun pria itu, tapi ternyata dia tetap saja tidak terlalu pintar menghadapai wanita. Bukan berarti Ryeowook lebih baik, hanya saja sikap Kyuhyun kali ini benar-benar sangat kekanak-kanakkan.

“Aku tidak pernah tahu mereka bisa mengetahui identitasnya, mereka bahkan mengetahui tempat tinggalnya.” Kyuhyun mendesah lemah, mengangkat kepalanya untuk pertama kalinya dan memandang lurus ke depan. Butir-butir hujan kecil sudah memenuhi kaca depan mobil itu.

“Kau lupa orang dibalik itu semua Kim Donggun? Pria itu bahkan berhasil membunuh dua agen NIS, hampir mencelakai Minrin dan kau masih berpikir menemukan gadis itu hal sulit bagi mereka?” Ryeowook bertanya mencibir, sedikit mengejek kinerja otak pria disebelahnya yang mendadak kehilangan kejeniusannya.

“Aku pernah memperingatkanmu sebelumnya tentang ini. Aku benar-benar tidak bercanda, Kyu. Musuh bisa sangat mengerikan dan kau bisa sangat tidak berdaya jika mereka menggunakan orang-orang yang kita cintai sebagai senjata.”

Kyuhyun untuk pertama kalinya menoleh ke samping, memperhatikan Ryeowook yang kini tengah sibuk memperhatikan rintik-rintik hujan itu. Ryeowook jelas orang yang paling mengerti mengenai masalah seperti ini. Dan Kyuhyun tidak akan meremehkan rekannya itu.

“Tapi aku tidak menyuruhmu untuk berpisah darinya. Aku hanya menyuruhmu untuk berhati-hati.” Ryeowook melanjutkan.

“Bagaimana dengannya?” Kyuhyun bertanya. Pria itu menoleh dan dilihatnya Kim Ryeowook hanya tersenyum tipis, mengerti dengan pertanyaan yang diajukan Kyuhyun barusan.

“Dia tahu siapa aku, dia tahu pekerjaanku dan dia memilih untuk tetap bersamaku. Kau juga seharusnya memberitahu Ranran. Jika dia ingin bertahan, dia pasti akan bertahan tapi jika tidak, dia sendiri yang akan pergi meninggalkanmu. Ini semua soal pilihan, Kyu.” Ryeowook mengakhiri ucapannya lalu menepuk pundak Kyuhyun pelan.

Pria itu lantas keluar dari mobil itu, berjalan cepat masuk ke dalam rumah dan membiarkan Kyuhyun dengan pikirannya sendiri. Tidak berselang lama setelah Ryeowook menghilang dari pandangannya, kini Kyuhyun disajikan dengan pemandangan seorang gadis yang tadi menjadi topik pembicaraan mereka yang terlihat berlari keluar dengan tergesa-gesa. Untuk sepersekian detik Kyuhyun hanya diam terpaku memperhatikan Shin Ranran yang kini berusaha menerobos hujan yang makin deras.

“Dasar gadis bodoh,” gumamnya pelan. Hatinya mendadak sakit melihat gadis yang dicintainya itu.

Satu-satunya hal yang paling tidak ingin dilihat Kyuhyun adalah gadis itu yang tengah merasa sedih dan sakit atau tersakiti. Demi Tuhan, Kyuhyun tidak akan rela melihat orang lain menyakiti gadisnya itu. Membuat gadis itu menjauh dari Kyuhyun mungkin akan membuatnya aman dari orang-orang anggota I.L tapi bukan berarti membuatnya senang. Kyuhyun tahu, sangat tahu bagaimana perasaan gadis itu padanya. Meskipun terkadang, dia sadikit sangat menjengkelkan apalagi jika tengah mencemburui gadis-gadis yang berusaha mendekati Kyuhyun tapi gadis itu lah yang diinginkan Kyuhyun berada di sampingnya.

Hujan makin deras ketika Ranran terlihat benar-benar keluar dari halaman rumah itu. Hingga akhirnya Kyuhyun pun memutuskan turun dari mobilnya, berlari mengikuti gadis itu.

***

Ranran tahu ada yang salah. Tidak mungkin dia diputuskan begitu saja hanya karena ketidaksukaan Kyuhyun pada sikapnya yang kadang memang berlebihan jika menanggapi gadis-gadis yang berusaha mendekati kekasihnya itu. Dan soal Minrin, dulu Ranran memang agak membencinya tapi seiring berjalannya waktu gadis itu sudah seperti teman terdekatnya. Dia tidak pernah merasa mempunyai teman yang begitu perhatian seperti Minrin. Meskipun mereka berdua jarang sekali terlihat bersikap akrab dan cenderung berdebat terutama saat Kyuhyun memberi perhatian pada Minrin. Tapi Ranran tahu sahabat kekasihnya itu adalah pendukung nomor satu hubungannya dengan Kyuhyun. Minrin yang kerap kali menasehati Kyuhyun untuk tidak terlalu meladeni gadis-gadis yang menyukainya dan lebih memperhatikan Ranran. Minrin juga yang dulu membantu mereka meluruskan kesalahpahaman yang pernah terjadi.

Setelah semua itu, tentu saja Ranran tidak membenci gadis itu. Semua hal yang Ranran lakukan untuk Minrin tulus dari hatinya termasuk saat meluangkan waktunya untuk menemani Minrin ketika masa berkabung atau saat Ranran rajin mengunjunginya hanya untuk meminjaminya catatan kuliah agar Minrin bisa ikut ujian. Semua itu dilakukannya atas dasar kemauannya sendiri bukan karena Minrin adalah sahabat Kyuhyun.

Ranran mungkin tidak pernah memberitahu Kyuhyun. Dia masih cenderung bersikap menyebalkan pada Minrin, tapi itu hanya karena egonya saja. Tapi mustahil jika Kyuhyun tidak melihat kebaikannya itu. Pria itu mengenal Ranran dengan baik. Jadi, sungguh tidak masuk akal jika Kyuhyun memutuskannya hanya karena masalah sepele seperti itu.

Ranran tahu ada sesuatu yang ditutupi Kyuhyun. Lagipula terlalu aneh jika orang-orang yang berhasil masuk ke apartementnya hanyalah pencuri biasa. Apartementnya memiliki tingkat keamanan tinggi dan mustahil ditembus pencuri atau perampok kelas teri. Dan sikap Kyuhyun yang mendadak berubah setelah kejadian itu mau tidak mau membuat Ranran makin berpikir bahwa ini bukan suatu kebetulan.

Langkahnya berhenti saat dirasa sudah sangat jauh meninggalkan rumah tadi. Tubuhnya sudah basah karena guyuran hujan dan sedikit lebih lama lagi dia kehujanana esok hari sudah pasti dia akan terkena demam. Dan sekarang dia tidak tahu harus kemana, rasanya masih sangat menyedihkan mengingat ucapan Kyuhyun tadi.

Nappeun…,” makinya pelan. Berulang kali dia menarik nafas dalam, menghembuskannya dengan perlahan dan begitu seterusnya setiap kali rasa sakit dirasakannya di dalam dadanya.

Sebuah mobil hitam dari arah belakang yang tiba-tiba berhenti di sampingnya yang akhirnya berhasil mengalihkan fokusnya. Dua orang pria berjas rapi keluar dari mobil itu dan langsung menarik lengan gadis itu di kedua sisinya.

“Siapa kalian?” teriak Ranran panik, dia meronta menolak untuk dibawa masuk. “Lepaskan aku!”

Kedua pria itu terus memaksa Ranran, membuat gadis itu makin meronta untuk dilepaskan. Ingatannya melayang saat dua orang pria dengan pakaian serupa menerobos masuk ke dalam apartementnya dan melakukan hal serupa.

Di tengah-tengah kepanikan itulah, seseorang datang mencengkeram pundak salah satu pria itu dan memukulnya, menyentakkan ke belakang dan beralih menendang pria satunya. Seorang pria yang berada di balik kemudi mobil itu ikut keluar dan membantu dua rekannya, tapi Cho Kyuhyun terlalu lincah untuk menghindari pukulannya. Sebaliknya, pria ketiga itu dipukul mundur oleh Kyuhyun saat berhasil menarik lengannya dan menguncinya ke belakang. Untuk kedua kalinya Kyuhyun menendang dua pria lain secara bergantian lalu menghempaskan tubuh pria ketiga kearah dua rekannya, baru setelah itulah dia menarik tangan Ranran dan mengajakknya kabur sementara ketiga pria itu masih berjibaku di jalan.

Ranran diam dan hanya menurut. Dia memperhatikan sebentar tangan kanannya yang kini digenggam erat oleh Kyuhyun.

***

Kyuhyun menghentikkan langkahnya setelah berlari jauh. Lalu seketika itu dia langsung melepaskan genggaman tangannya dan meredam kekhawatirannya kuat-kuat. Jika saja dia tidak memutuskan untuk mengikuti Ranran, entah apa yang akan terjadi. Ya Tuhan…dia nyaris membuat kesalahan kedua.

“Aku menyuruhmu tinggal, kenapa kau pergi?” tanyanya setelah beberapa saat hanya diam. Dia berbalik dan melihat Ranran yang sedang menatap kearahnya.

Gadis itu menghela nafasnya pendek lalu beranjak untuk melangkah pergi ketika dengan cepat Kyuhyun menahannya dan menarik pergelangann tangannya. Ranran berhenti. Dia lantas memasang wajah tidak bersahabat yang seketika itu memebuat Kyuhyun terdiam.

“Aku benar-benar tidak mengerti denganmu. Kkaa…Kyojo!! aku tidak ingin melihatmu!” teriaknya. Ranran dengan keras mendorong Kyuhyun dan berlari menjauh membuat Kyuhyun makin diam dan tidak bergerak.

Beruntung Kyuhyun menemukan kembali kesadarannya lalu dengan cepat mengejar gadis itu, menarik kepalanya dan mendekapnya dari belakang.

Ranran terhenyak. Gadis itu yang kini giliran diam tidak berkutik. Kedua matanya yang semula basah membulat terkejut dengan perlakuan Kyuhyun yang tiba-tiba diterimanya. Dia bisa merasakan hembusan hangat nafas pria itu yang menyapu kepalanya dan dadanya yang naik turun menahan perasaan yang entah seperti apa.

“Kumohon jangan menyuruhku pergi.” Kyuhyun berbisik lemah. Tangan kirinya terangkat memeluk tubuh Ranran.

Ranran sendiri hanya terus diam. Jantungnya seakan berhenti berdetak. Dia tidak mengerti, benar-benar tidak emngerti.

“Kau berhutang penjelasan padaku,” ucap Ranran akhirnya. Gadis itu lantas berbalik dan memeluk Kyuhyun dengan erat.

Apapun penjelasan yang akan Kyuhyun berikan nantinya, Ranran akan mendengarkan. Demi Tuhan dia sangat ketakutan sejak tadi dan rasanya dia kembali menemukan ketenangan saat Kyuhyun memeluknya seperti ini.

***

Hari-hari berlalu tanpa terasa dan sudah hampir enam bulan Minrin tinggal di rumah Jongwoon. Dia mulai terbiasa dengan kondisi dirinya yang merupakan orang nomor satu yang diinginkan Kim Dongguk. Dia terbiasa diikuti orang asing beberapa kali termasuk saat dia nyaris terjebak oleh permintaan seseorang yang mengaku sebagai salah satu temannya untuk bertemu. Terbiasa berada dalam situasi terancam dan hidup dari kejaran orang-orang yang menginginkannya. Dia juga sudah membiasakan diri dengan kehadiran Kim Ryeowook disekitarnya. Entahlah tapi akhir-akhir ini mereka berdua seperti seorang teman.

Setelah apa yang terjadi pada Ranran, Kyuhyun terlihat lebih memperhatikan gadisnya itu. Meskipun sampai detik ini Kyuhyun sama sekali belum memberitahukan tentang identitas aslinya. Lebih tepatnya Kyuhyun masih menutup rapat tentang I.L dan semua hal yang berhubungan dengan organisasi itu. Sementara itu Kim Jongwoon terlampau sibuk dengan perusahannya dan mau tidak mau hanya pada seorang Kim Ryeowook lah, Minrin mempercayakan keselamatannya. Minrin tidak keberatan. Apa lagi yang bisa dilakukannya?

Minrin selalu terlihat bersama Ryeowook. Rumour yang beredar tentang hubungan mereka pun bukan lagi hal yang luar biasa. Telinga Minrin sudah benar-benar kebal menerima gosip itu. Tentu saja karena sampai sekarang pun, dia masih terlihat beberapa kali bersama Minhyuk menikmati makan siang di kantin. Seperti siang itu, saat Minrin datang ke kampus untuk menyelesaikan beberapa hal, Minhyuk datang menghampirinya dan mengajaknya untuk makan siang bersama.

“Pesta perpisahan hari minggu ini, kau akan datang?” Minhyuk bertanya ketika mereka berdua duduk berhadapan di kantin yang mulai sepi itu.

Sebuah pesta perpisahan yang diadakan club science memang rutin dilakukan setiap akhir semester. Tentu saja Minrin bukan anggota yang aktif di club itu. Jika bukan karena alasan Kang Minhyuk yang juga berada di klub itu serta paksaan Cho Kyuhyun, jangan kira Minrin mau bergabung. Setiap hari dia menghadapi hal-ha berbau science dan kenapa dia harus menghadapi hal serupa di luar kelas? Seharusnya dia ikut klub pecinta alam atau olahraga untuk bersenang-senang. Rasa kagum dan sukanya pada seorang Kang Minhyuk yang pada akhirnya membulatkan tekad masuk ke dalam klub yang sama sekali tidak menarik untuknya itu

“Aku tidak tahu. Aku tidak pernah tertarik pada sesuatu seperti itu. Lagipula…” Minrin menghentikkan ucapannya lalu mendesah pelan.

“Aku tahu. Kakakmu tidak akan mengijinkan.” Minhyuk menambahi dan balasannya Minrin hanya tersenyum.

Ya tentu saja Kim Jongwoon tidak akan mengijinkannya. Minrin sudah tahu jawaban pria itu tanpa perlu repot-repot bertanya. Meskipun Jongwoon bukanlah kakak kandungnya, tapi sikapnya yang overprotectif itu bahkan melebihi ibunya dulu, Han Eonji. Minrin mengerti dan tentu saja sikap Jongwoon yang seperti itu hanyalah untuk melindunginya dari orang-orang I.L. Lagipula pesta itu akan dilakukan di salah satu klub malam yang disewa. Tempat umum yang bisa jadi menjadi tempat kemunculan I.L secara tiba-tiba.

“Kau bisa mengajaknya. Jika dia terlalu khawatir melepasmu pergi sendiri,” ujar Minhyuk memberi usul yang langsung membuat Minrin terkekeh.

“Maksudmu mengajak Jongwoon oppa? Yang benar saja…dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Lagipula aku tidak akan pergi dengan pria beristri sepertinya.”

Kini giliran Minhyuk yang tertawa pelan. Pria itu memperhatikan Minrin sebentar tanpa diketahui gadis itu. “Apa aku perlu meminta ijin langsung padanya?” tanyanya tiba-tiba yang sukses membuat Minrin melebarkan kedua bola matanya.

Nde?”

“Haruskah aku menemui kakakmu itu dan meminta ijin padanya?”

Minrin jelas tidak siap dengan pertanyaan macam itu. Kang Minhyuk seakan-akan sedang berusaha bertanya apakah dia bisa meminta ijin pada Kim Jongwoon untuk mengencani adik nonbiologisnya itu. Minrin mengerjap cepat beberapa kali lalu tertawa. Tawa yang hambar tentu saja karena Kang Minhyuk masih saja menatapnya dengan serius.

“Kau bercanda? Jongwoon oppa tetap tidak akan menginjinkannya,” sahutnya disela-sela tawa yang masih saja dipaksakannya.

“Kenapa? Kurasa dia terlalu berlebihan. Kau sudah dewasa dan kau bahkan sudah bisa masuk ke club malam tanpa kakakmu itu.”

Tawa Minrin berhenti dan dia mendadak diam lalu menarik nafasnya. Ada banyak hal yang sepertinya harus dijaganya rapat-rapat. Dan tentu saja Minrin tidak akan begitu saja menceritakan kronologi kejadian yang menimpanya pada Kang Minhyuk hingga membuat seorang Kim Jongwoon begitu protektif padanya.

“Minhyuk-ssi, aku akan mengusahakan untuk datang tapi tidak apa-apa kan kalau aku mengajak seseorang?”

Minhyuk mendongak lalu mengernyit. “Kurasa Kyuhyun tidak akan datang, jadi aku akan mengajak orang lain. Apa kau keberatan?”

Minhyuk tidak langsung menjawab. Pria itu jelas-jelas sedang berpikir. Jika orang yang dimaksud Minrin adalah pria yang setiap hari mengantar-jemputnya entah kenapa Minhyuk sedikit tidak suka. Tapi tentu saja bukan ketidaksukaan secara frontal yang diperlihatkan Minhyuk. Dia tidak punya pilihan, maka dari itu dia pun mengangguk setuju.

***

Tidak ada pilihan lain. Itulah yang dimiliki Minrin saat akhirnya menyetujui keinginan Minhyuk untuk datang. Dan tentu saja dia tidak akan datang sendiri. Sejak pertama kali Minrin mengutarakan keinginanya itu, Jongwoon bahkan sudah terlihat akan melontarkan penolakan, tapi buru-buru Minrin mengatakan akan mengajak seseorang yang pasti bisa menjaganya.

Dan Kim Ryeowook adalah orang yang dimaksudnya. Entahlah…Minrin pasti sudah gila karena meminta pria itu untuk menemaninya datang ke pesta perpisahan clubnya. Jelas-jelas Minrin selalu tidak nyaman saat pria itu mengawalnya mirip seorang bodyguard sepanjang koridor menuju kelasnya, dan sekarang dia bahkan dengan entengnya menyuruh pria itu mengawalnya dalam sebuah pesta bersama teman-temannya.

Lagi-lagi Minrin seakan tidak punya jalan keluar lainnya saat Ryeowook dengan santainya mengiyakan permintaannya itu. Tentu saja pria dingin itu sama sekali tidak akan menolak karena ini termasuk pekerjaan yang harus dilakukannya. Pria itu seperti tidak ada pekerjaan lain selain mengantar Minrin di pagi hari dan menjemputnya di siang atau sore hari. Selebihnya Ryeowook lebih banyak menghabiskan waktu di ruang pribadinya atau mengunjungi NIS.

“Aku sudah mengatakan pada Jongwoon oppa untuk tidak bersikap berlebihan. NIS tidak akan mengirim agennya untuk mengamankan klub itu bukan?” Minrin bertanya seiring kemunculannya dari lantai dua.

Rok pendek berwarna peach di atas lutut dan blouse putih serta high heels berwarna senada menjadi penampilannya malam itu. Rambutnya tergerai dan wangi coklat yang manis menguar dari tubuhnya ketika berjalan menghampiri Ryeowook yang tengah menunggunya. Penampilannya benar-benar berbeda dari biasanya dan sedikit berlebihan untuk orang yang akan menghadiri pesta di sebuah klub di mana mereka hanya akan berakhir mabuk. Tapi jelas Ryeowook hampir tidak berkedip ketika melihatnya. Ini bahkan untuk pertama kalinya Ryeowook melihat Minrin membiarkan rambut coklatnya tergerai seperti itu.

“Jangan katakan pamanmu mengirim orang-orangnya ke sana,” katanya kemudian saat menuruni anak tangga terakhir.

Ryeowook buru-buru berdehem kecil lalu mengalihkan tatapannya yang semula lekat menatap ke arah makhluk Tuhan yang malam ini agak sedikit membuatnya tergoda itu.

“Paman bukan orang seperti itu, lagipula agen-agen itu terlalu sibuk hanya untuk mengawasi tempatmu berpesta,” Ryeowook menimpali, berusaha bersikap seperti biasanya.

Dia nyaris bertingkah konyol dan memalukan hanya karena melihat penampilan Minrin yang menurutnya berbeda.

“Baiklah, kalau begitu ayo pergi!” Minrin berjalan lebih dulu, melewati Ryeowook yang sialnya kembali membuat wangi coklat yang manis itu kembali membuat Ryeowook hampir bertingkah memalukan.

***

Musik yang berdetum sangat keras itulah yang pertama kali menyambut Ryeowook di tempat itu. Sebuah club malam yang terlihat sangat berkelas. Ryeowook tidak heran kenapa klub elit berlantai dua inilah yang menjadi tempat Minrin serta teman-temannya mengadakan pesta, karena dia sudah menduga bahwa orang dibalik penyelenggaraan acara ini adalah Kang Minhyuk. Ryeowook sudah mendengarnya dari Kyuhyun bahwa pria bermarga Kang itu bahkan pemilik klub ini. Anak chaebol dengan kekayaan yang berlimpah. Tentu saja sama sekali tidak membuat Ryeowook heran.

Lantai kedua club itu dibangun mengintari lantai bawah dimana terdapat meja bartender yang melingkar di tengah dengan ruang kosong di sekelilingnya. Dari lantai dua itulah pengunjung VIP bisa menyaksikan kondisi di lantai dansa dengan hirup pikuknya manusia yang tengah menari mengikti musik dj yang dimainkan. Kelebihan dari lantai dua adalah kaca yang melapisinya. Dari dalam bisa melihat keadaan luar tetapi dari luar mustahil akan terlihat apa yang terjadi di seluruh ruangan di lantai dua itu.

Sangat mengesankan. Ryeowook mengakui kepintaran pria bernama Kang Minhyuk itu karena membuat tempat seperti ini. Ryeowook bahkan tidak yakin di dalam ruangan lantai dua itu tidak ada yang mengawasi keadaan sekarang ini. Ya..asal orang itu bukanlah salah satu anggota I.L karena bagaimanapun juga ini sangat menyulitkan Ryeowook untuk mengawasi keadaan lantai dua itu.

Kedua matanya masih mengawasi termasuk kondisi lantai bawah yang mulai penuh dengan teman-teman Minrin sampai akhirnya dia menangkap sosok pria asing bertopi yang berjarak lima langkah darinya. Posisinya membelakangi dan membuat Ryeowook tidak punya kesempatan untuk melihat wajahnya. Pria itu berbicara sebentar pada seorang laki-laki muda di depannya, lalu dengan cepat dia menaiki tangga menuju lantai dua. Lagi-lagi Ryeowook tidak sempat melihat wajahnya karena kondisinya yang gelap. Dia berniat mengikutinya ketika dirasakannya seseorang menarik tangannya.

“Yaa, kau mau pergi kemana?” Minrin, satu-satunya orang yang menarik tangannya itu menatapnya miring.

“Apa kau ingin aku terus berada di dekatmu? Tsk…kau biasanya bahkan selalu mengusirku,” cibir Ryeowook pelan dengan nada dinginnya yang menusuk. Minrin lantas melepaskan tangannya lalu menghela nafasnya pendek.

“Kau bersenang-senang saja dengan pria itu. Aku akan tetap di sini, mengawasi keadaan,” lanjut Ryeowook. Dia kemudian berjalan menjauh lebih tepatnya menuju anak tangga dimana pria asing tadi pergi.

Sementara itu Minrin yang masih berdiri di tempatnya semula hanya mendengus kesal. Tapi dia juga tidak punya pilihan apapun. Sampai akhirnya Kang Minhyuk yang membuatnya bergerak dari tempat itu. Minhyuk terlihat tersenyum lalu berjalan ke arahnya. Penampilannya sangat berkarisma dengan jas hitam dan kemeja berwarna putih. Dia terlihat seperti seorang pengusaha muda. Minrin balas tersenyum.

Minrin tahu pesta seperti ini tidak akan jauh-jauh dari permainan konyol yang menggelikan. Dia sempat menolak saat Minhyuk mengajaknya untuk bergabung dengan beberapa orang yang tengah memainkan permainan paling konyol dan selalu dihindari Minrin. Entahlah, sejak dulu Minrin selalu tidak beruntung jika bermain seperti ini. Seperti botol wine yang diputar dan jika botol itu berhenti berputar saat menunjukmu, maka orang lain akan memberikan tantangan. Beberapa tantangan mungkin terlihat sangat biasa, misalnya saja meminum satu gelas besar bir atau menyuruhmu untuk mengaku karena menyukai seseorang. Tantangan yang lain mungkin lebih parah, seperti bertahan untuk tidak membalas ciuman dari pasanganmu. Minrin pernah sekali terpaksa menghabiskan dua gelas besar bir tahun lalu dan membuat Kyuhyun harus mengantarnya pulang dalam kondisi yang mabuk berat.

Lalu kali ini entah keberuntungan memang tidak berpihak padanya ataukan karena seseorang sengaja mengarahkan mulut botol itu padanya. Minrin mendesah lemah saat menyadari gilirannya yang kini akan mendapat tantangan. Matanya menatap satu persatu ketujuh teman-temannya yang seperti merencanakan sesuatu padanya.

“Aku tahu kalian merencanakan sesuatu. Baiklah, katakan apa yang harus aku lakukan?” tanya Minrin pasrah. Dua orang gadis di depannya yang bernama Searin dan Heekyung saling melempar senyum.

“Minrin-ya, aku lihat kau datang bersama pria itu lagi,” ucap Heekyung memulai, Minrin sudah menaikkan alisnya sebelah dan cukup yakin dua orang temannya itu tengah merencanakan sesuatu yang jelas akan mempermalukannya.

“Bagaimana dengan memberinya sebuah ciuman?” lanjut Searin.

“Mwo?”

Benar seperti dugaannya, dua gadis berwajah manis itu tidak semanis perkiraannya. Ya Tuhan tega sekali mereka berdua memberinya tantangan seperti ini. Minrin menciut di tempatnya dan jelas dia yakin tidak akan bisa melakukannya. Sementara dilihatnya semua orang yang ikut dalam permainan konyol itu mengangguk bersemangat.

“Aku setuju. Bukankah dia pacarmu? Kurasa ini bukan tantangan sulit untukmu.”

“Ah….benar, bagaimana dengan french kiss? Kurasa kalau kecupan biasa tidak menantang untuk mereka.”

“Ah…iya itu benar.”

Satu persatu suara-suara dukungan untuk Searin dan Heekyung menggema di telinga Minrin, membuatnya menatap pasang mata itu dengan horor.

“Yaa, bagaimana aku melakukannya di tempat umum eh? lagipula dia itu bukan pacarku!” teriak Minrin memprotes tapi sayangnya teman-temannya sema sekali tidak menerima protesnya itu.

“Aissh, tidak ada penolakan.”

Ya..ampun mereka menjengkelkan sekali.  Minrin kembali menatap mereka memohon, dia bahkan menatap Minhyuk, satu-satunya orang yang tetap diam sejak tadi. Pria itu juga seakan tidak punya rencana apapun untuk menyelematkan Minrin. Sesuatu yang membuat Minrin menatap kesal padanya.

Satu helaan nafas pasrah yang keluar darinya lah yang pada akhirnya membuat Minrin mengalah. Dia sempat bersorai penuh kemenangan saat tidak melihat Ryeowook di manapun. Tapi tidak berselang lama, karena setelahnya dewi keberuntungan benar-benar tidak berpihak padanya. Pria itu entah darimana tiba-tiba muncul dan hanya berjarak beberapa langkah dari meja mereka. Entah sejak kapan Ryeowook berdiri di sana, di tempat pertama kali keduanya berpisah. Tempat yang agak jauh dari hiruk pikuk manusia yang berada tidak jauh dari anak tangga menuju lantai dua. Adalah Searin yang menyuruh Minrin berdiri dan menghampiri Ryeowook. Minrin sempat melayangkan tatapan menyipitnya pada temannya itu sebelum dengan pasrah melangkahkan kakinya yang berat. Dia sempat melirik Minhyuk yang lagi-lagi hanya diam dengan ekspresinya yang sarat ketidaksukaan.

Dia hanya perlu mendatangi Ryeowook dan menciumnya. Tidak perlu mengatakan apapun dan setelah itu langsung pergi dari hadapannya. Ya..itulah yang direncanakan Minrin. Tapi.. Ya Tuhan…bagaimana bisa dia menciumnya secara tiba-tiba padahal setelah ini mereka masih akan terjebak di dalam mobil yang sama dan rumah yang sama.

Langkah kakinya yang semua lambat berubah cepat. Sesaat Minrin bisa melihat Ryeowook juga tengah melihat ke arahnya. Lalu tanpa mengatakan apapun, Minrin mengalungkan kedua lengannya di leher pria itu dan mencium bibirnya. Tidak ada respon apapun dari Ryeowook, persis seperti yang diperkirakan Minrin. Untuk sesaat Minrin bahkan merasakan tubuh pria itu yang sedikit menegang karena terkejut dengan tindakannya.

Lalu entah apa yang terjadi dan apa yang Ryeowook pikirkan karena setelahnya Minrin justru merasakan tangan pria itu yang menarik punggungnya mendekat. Dia bahkan memiringka kepalanya untuk membalas ciuman itu. Giliran Minrin yang terkejut, tapi gadis itu tetap tidak bergerak dan terus menutup matanya hingga perasaannya hanyut entah kemana saat lumatan lembut menyentuh bibirnya berulang kali. Jantungnya yang berdebar keras seakan bukan halangan untuknya keluar dari situasi itu. Dia bahkan lupa jika ciuman ini hanyalah sebuah tantangan dan begitu banyak orang yang mungkin tengah memperhatikannya. Minrin menyukai saat Ryeowook terkesan menjaga irama dan tidak terburu-buru. Meskipun ini sangat gila dan Minrin harusnya segera sadar kalau perlu mendorong pria itu jauh-jauh darinya. Tapi entah apa yang dipikirkannya karena dia menyukainya.

***

CUT

Seperti janjiku kemarin, hari ini aku posting secret guard part 5 nya. Jangan lupa tinggalkan komentar kalian ^^

Maaf lama nunggunya dan terimakasih

Advertisements

10 thoughts on “(FF Series) Secret Guard Part 5

  1. Yeee….akhirnya update jg….hihihi…ak ska bgt ma frta ini.knapa skrg I.L malah ngancem ran2?Trs pria asing bertopi td?kliatannya chap depan mkin seru nih…pengen ada adegan actionnya….hihihi…pngn liat wook ngelindungin minrin.dtunggu sgera y nexy chapnya.gomawo.

  2. Sukaaa !! >_< Aishh adegan terakhir bikin senyum2 sendiri..
    Yg awalnya terpaksa jadi menikmati (?) *bahasa apaan ini?*
    Setelah ciuman itu kira-kira apa yg terjadi sama mereka?? Saling jatuh cintakah? Arghh penasaran!
    Ditunggu kelanjutannya 🙂
    tetap semangat ^^

  3. aaaa keluar juga !!! ,, kenapa adegan kyu dan ranran jadi sesuatu yng mengena dihati ya ? :D, adegan terakhirnya wahh buat senyum” gimana gitu << hahahahaha ,,
    #Lanjut eonn ,, semangat, masih setia kok nungguinnya 😀

  4. akhir nya update juga.. huwaa keren deh tuh yg adegan terakhir nya. ckck emg dasar wook ppa pervert ya.. *jewerWook
    minrin ryeowook moment nya masih kurang atuh*mendadaksunda xD

    banyakin wookrin moment yah di chap depan, keep writing 😀

  5. demi apa iini ff keren bnget. aku reader baru dan mian baru comen di chap iini 🙂
    selain ceritanya menarik, cast nya juga bias aku semua 😀
    duuh itu adegan terakhir bikin senyum2 gajelas haha romantis deh pokoknya moment ryeominnya.
    suka bnget sama karakter wook yg kaya di ff ini.
    aku tnggu bnget deh kelanjutannya. semangat ya nulisnya ^^
    kalau bisa apdet kilat hehe

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s