(Ryeomin Story) Discussion

NW

Title : Discussion

***

Dorm terlihat semakin sepi akhir-akhir ini karena ditinggal pergi hampir semua penghuninya. Hanya ada Ryeowook serta Heechul yang masih tersisa pagi itu. Keduanya memilih duduk di ruang tengah, menghabiskan waktu dengan menonton televisi sembari menunggu jemputan manager. Ryeowook sendiri punya jadwal latihan musical siang ini, recording sebagai MC di acara terbarunya di sore hari dan menjadi Dj Sukira malam harinya. Sedangkan Heechul sendiri satu-satunya anggota yang punya banyak waktu free hari ini. Dia bilang akan bersenang-senang dengan teman-temannya sore nanti. Sekarang baru jam 9 pagi dan keduanya memanfaatkan waktu yang hanya tersisa sedikit sebelum pergi itu dengan mengobrol.

Acara mengobrol yang tidak terduga dan sebenarnya Ryeowook agak sedikit menghindar untuk berbicara dengan Heechul. Bukan karena mereka tidak akrab, mereka sangat akrab. Heechul bahkan sangat sering memberi nasehat pada Ryeowook, memperhatikan dongsaengnya itu kelewat baik pun begitu pula sebaliknya. Siapa lagi yang akan memasakkan Heechul makanan kalau bukan Ryeowook? Member tertua itu sangat sering membuat Ryewook menuruti permintaannya yang seenaknya itu. Meskipun Ryeowook sendiri tidak pernah keberatan. Permasalahannya adalah akhir-akhir ini Heechul terlalu sering bertanya mengenai Minrin pada Ryeowook, membuat pria itu malas untuk menanggapi.

Shin Minrin, mendengar nama itu saja untuk kali ini membuat Ryeowook tidak tahu harus berbuat seperti apa. Pertemuan terakhir keduanya beberapa hari yang lalu terbilang tidak terlalu baik. Mereka bahkan nyaris bertengkar. Dan entah kenapa Kim Heechul terus  saja bertanya bagaimana hubungan Ryeowook-Minrin. Seakan-akan Heechul adalah peramal yang bisa membaca hubungan kedua orang itu.

Seperti pagi menjelang siang hari itu. Ryeowook baru saja kembali dari dapur dengan sekaleng softdrink saat Heechul melontarkan pertanyaannya.

“Minrin tidak pernah lagi datang kemari. Kau melarangnya datang ya? Kalian baik-baik saja kan?” tanya Heechul tiba-tiba.

Ryeowook melirik sebentar, diam-diam menghela nafasnya lalu duduk di sofa. “Dia sibuk,” jawabnya singkat. Sangat-sangat singkat hingga membuat Heechul terpaksa mengalihkan perhatiannya dari acara yang ditontonnya.

Mwoeyo? Kau menjawab seakan-akan kalian sedang bertengkar,” sahut Heechul kemudian, menatap Ryeowook curiga dan juga penasaran.

Aniyo, kami baik-baik saja. Dia hanya terlalu sibuk akhir-akhir ini,” ucap Ryeowook buru-buru.

“Benarkah?” tatapan Heechul belum lepas. Pria tertua kedua di dorm itu masih menuntut jawaban lebih dari Ryeowook. Jawaban yang mungkin bisa menghilangkan rasa penasarannya. “Kuharap rumor itu tidak benar.” Heechul kembali memfokuskan dirinya pada acara berita di televisi, mengabaikan Ryeowook yang tanpa sepengetahuannya tengah memasang wajah serius.

“Rumor? Rumor tentang apa?”

“Aku seharusnya berhenti membuka internet dan mencari-cari rumor yang beredar,” gumam Heechul tidak jelas, masih tetap menonton berita yang sekarang tengah menampilkan kesuksesan perusahaan G.M dalam mengembangkan dunia hiburan.

“G.M… mereka bahkan bisa membeli semua saham yang dimiliki Lee Sooman, menjadikan S.M dibawah kendali mereka. Aku tidak tahu kekasihmu itu sangat kaya.” Heechul mulai berbicara lagi.

Ryeowook kini ikut menonton berita itu. Berita itu kini memperlihatkan gedung perkantoran tinggi dan juga gambar seorang laki-laki berumur yang terlihat sangat berwibawa dengan stelan jas hitamnya. Ryeowook baru tiga sampai lima kali bertemu dengan laki-laki itu, Shin Taewoo tapi kesan sederhana yang ditangkap Ryeowook saat pertama kali bertemu tidak pernah dilupakannya. Pria itu terlihat berwibawa tapi sederhana. Ya…dia juga tidak pernah menyangka dengan kekayaan yang dimiliki keluarga Minrin. Semua juga tidak akan menyangka bukan, kalau anak pemilik perusahaan besar itu adalah Shin Minrin, gadis biasa yang dikenal sebagai seorang model yang debut dari perusahaan managemen yang tidak terlalu besar. Asetnya sangat banyak. Tidak hanya film dan drama, perusahaan itu juga memproduksi brand fashion sendiri, dan bahkan punya peran penting dalam pembangunan pariwisata di Korea sejak Hallyu Wave dikenal luas.

“Dan rumor yang beredar dia akan mulai ikut membantu ayahnya mengurusi perusahaan itu.” Heechul menoleh, menatap Ryeowook seakan bertanya tentang kebenaran rumor itu. “Kau bilang sebentar lagi dia akan lulus bukan? Yah..kurasa kemungkinan itu ada. Dia anak pertama. Siwon juga mulai ikut terlibat di perusahaan ayahnya meski tidak turun langsung. Anak itu hanya membantu karena relasinya yang baik dengan banyak orang penting.” Heechul sedikit terkekeh lalu kembali menatap Ryeowook.

“Apa dia tidak mengatakan apapun soal kemungkinan itu?”

Kedua alis Ryeowook terangkat pelan. Dia menggeleng. Semua itu bukan lagi kemungkinan tapi sudah mendekati kenyataan. Ryeowook menghela nafasnya lemah lalu meletakkan kaleng softdrinksnya yang masih tersisa banyak dia atas meja.

“Entahlah, dia jarang cerita soal kemungkinan bekerja di perusahaan itu. Lagipula dia calon dokter, Hyung,” jawab Ryeowook berbohong.

Ryeowook jelas tidak bisa menceritakan rencana gadis itu begitu saja. Rencana yang jujur saja belum bisa diterima Ryeowook sampai saat ini. Bukan hanya mulai ikut bekerja di sana, gadis itu bahkan diberi kepercayaan penuh mengurus anak cabang brand fashion di New  York. Tinggal dan menetap di sana selama waktu yang belum bisa ditentukan berapa lama.

“Ya…dia itu sedikit aneh. Debut sebagai artis dan model tapi mengambil kuliah kedokteran. Ckckc….” Heechul menggelengkan kepalanya pelan.

Tapi tidak dengan Ryeowook. Memang aneh dan mengherankan tapi Ryeowook tahu betul alasan gadis itu mengambil pendidikan sebagai seorang dokter yang tentu saja tidak mudah. Minrin tidak pernah tega melihat orang yang mengalami kesulitan. Dia ingin menolong orang-orang itu. Meskipun dia bisa saja menggunakan uang miliknya untuk membuat mereka yang tidak mampu berobat dengan gratis. Tapi keinginnaya adalah terjun langsung menolong orang-orang itu. Impiannya ingin mendirikan rumah sakit yang dikhususkan untuk orang-orang yang tidak mampu dan juga gelandangan. Sangat mulai bukan?

“Darimana Hyung tahu tentang rumor itu?” tanya Ryeowook kemudian.

“Oh…aku membacanya dari postingan fansnya. Mereka bahkan mengatakan cepat atau lambat akan muncul berita tentang itu semua. Entahlah, aku tidak tahu. Kau saja yang sering bertemu dengannya tidak tahu menahu soal ini, bagaimana bisa fans itu bisa tahu? Ah…tapi itu mungkin saja. Fans bisa sangat mengerikan bukan saat mencari informasi tentang idolanya? Aigoo…” Heechul kembali menggeleng pelan.

Ryeowook kembali diam. Dan cepat atau lambat berita itu mungkin saja akan tersebar. Jika seperti ini Ryeowook benar-benar tidak punya pilihan selain melepaskan gadis itu. Entahlah, ini memang terlalu awal tapi setidaknya Ryeowook harus mempersiapkan kemungkinan terburuk.

Dia sebenarnya bukan pria yang pesimis, tapi untuk masalah yang satu ini jelas Ryeowook tidak bisa berbuat banyak. Keputusan itu ada di tangan Minrin dan ayahnya. Satu-satunya yang harus Ryeowook lakukan adalah bicara pada gadis itu. Mencoba meluruskan sesuatu atau mungkin memastikan sesuatu.

Hyung, Apa kau masih berhubungan dengan si gadis Taiwan itu?” tanya Ryeowook kemudian. Pertanyaan yang diluar pembicaraan semula hingga membuat Heechul kembali mengalihkan fokusnya untuk kedua kalinya dari berita di televisi.

“Gadis Taiwan? Puff?”

Ryeowook mengangguk. Sementara Heechul langsung tertawa pelan. Guo Xue, partner nya di We Got Married tahun lalu. “Wae? Aku selalu berteman baik dengan semua orang termasuk dengannya.”

“Aku hanya penasaran bagaimana menurutmu jika kau berkencan dengan seseorang yang bahkan tidak tinggal di Korea.” Ryeowook beralih mengambil kembali softdrinknya dan meminumnya.

“Eiiy, kau bicara apa? Minrin hanya mulai bekerja di perusahaan bukannya pergi dari Korea. Aigoo, berhenti khawatir seperti itu!” Heechul mengacak kepala Ryeowook, memperlakuan pria itu seperti adik kecilnya.

“Apa menurutmu hubungan jarak jauh itu tidak apa-apa?” tanya Ryeowook lagi dan membuat Heechul berdecak kecil.

“Ada apa denganmu, ha? Gadis itu akan pergi jauh?” tanya Heechul setengah frustasi mendengar pertanyaan Ryeowook yang seperti bola berputar itu.

“Aku hanya bertanya, Hyung. Jika itu terjadi…ani ..maksudku seandainya kau seperti itu, apa yang akan Hyung lakukan?”

Heechul tertawa membuat Ryeowook diam-diam menghela nafasnya panjang. Sepertinya tidak ada gunanya meminta saran pada Kim Heechul, begitulah pikirnya.

“Kalau aku lebih baik berpisah. Untuk apa memiliki hubungan dengan seseorang yang bahkan tidak bisa ditemui,” jawab Heechul setelah berhasil menghentikkan tawanya yang meledak. “Cepat atau lambat juga akan putus. Itu sama saja mempertahankan sesuatu yang sudah pasti tidak bisa dipertahankan. Kau tahu maksudku?”

Ryeowook diam dan sedikit menggeleng. “Long distance relationship. Kau tahu, aku sempat berpikir untuk berkencan dengan Puff secara real tapi aku mengurungkannya. Itu tidak akan berhasil. Dia di Taiwan dan aku di sini. Hubungan seperti itu tidak semudah yang diperlihatkan di film-film. Aku tidak tahu apa yang dilakukannya di sana dan dia juga tidak tahu apa yang aku lakukan di sini. Meskipun saling percaya, tapi itu semua omong kosong. Cepat atau lambat dia akan berada dalam fase melupakanku begitu juga denganku. Memang bukan melupakan sepenuhnya tapi hubungan jarak jauh jelas memberi celah untuk sebuah perselingkuhan. Untuk menjalin sebuah hubungan, cinta saja tidak cukup, Wook.” Heechul mengakhiri nasehatnya dengan menepuk pundak Ryeowook pelan.

Ryeowook terdiam. Seperti itukah?

Dalam sebuah hubungan cinta memang tidak cukup. Ryeowook sendiri tidak bisa menjamin dirinya bisa bertahan atau menahan diri tidak tertarik dengan yang lain, bagaimana dia bisa menjamin Minrin juga bisa setia? Ryeowook bukannya tidak percaya dan meragukan gadis itu tapi hidup ini tidak ada yang tahu seperti apa. Realistis saja, bahwa ucapan Heechul tadi ada benarnya.

Sekarang orang itu yang kau cintai, tapi jika dia pergi bukankah akan ada kesempatan orang lain bisa menggantikan kehadirannya?

***

CUT

Tidak ada Ryeowook-Minrin moment padahal katanya Ryeomin Story.. lol.

Okay, ini lanjutan Ryeomin story kemarin. Entah…aku bingung, kok ceritanya jadi kayak gini ya? T.t hubungan mereka diujung tanduk … 😦

Baiklah, silahkan tinggalkan komentar. Ada punya ide mau diapaiin itu orang berdua, silahkan berbagi dengan saya .. 🙂

Terimakasih

Advertisements

11 thoughts on “(Ryeomin Story) Discussion

  1. Wookie galau y?hehee….msh bingung dg keputusan yg d ambil minrin…ckckck..smg ha minrin batalin rncananya k New York.dtunggu lanjutannya..dtunggu jg secret guardnya..hehe….gomawo.

  2. yahh kok jdi kayak gini, knp wook jdi ragu sama minrin semoga Ja dia gak ngikutin saran ny chulpa..

    oke ini kelanjutan yg kemarin kah?? secret guard nya update please *puppyeyes

  3. Eonnie aku suka ceritanya.. please jangan buat ryeowook pisah nde~
    Aku tunggu ff secret guard, series, dan 8 stories 8 love 8 heartnya… cepet dilanjutkan eonne, aku suka semua ff eonnie😉 fighting😉😊

  4. Yah eonni dibikin bener” di ujung tanduk nih hubungan mereka… Haish… Jangan berakhir ya…
    Terlanjur suku sama nih couple. Hihihi…
    ok eonni, keep writing and fighting 🙂

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s