(FF Series) Secret Guard Part 4

secret guard 4

Tittle    : Secret Guard Part 4

Author : Whin (@elizeminrin)

Cast     : Shin Minrin, Kim Ryeowook, Cho Kyuhyun, Kim Jongwoon. Shin Ranran, Han Sungyoung

Genre  : Action, Romance, Revenge

Length : Chapter ( 5999 words)

Rating : PG 15

Disclaimer: This story is just Fan fiction, Super Junior members is not mine. I just have the story plot and artwork. Please, don’t copy paste it. inspired by a movie called Abduction.

***

Ruangan itu terlihat sangat luas dengan dekorasi yang sangat sederhana namun elegan. Warna putih mendominasi dan itu adalah favorite Minrin. Tapi Minrin seakan tidak punya keinginan sedikitpun untuk mengagumi keindahan ruangan itu. Pikirannya tengah kacau, dia bingung dan juga takut. Sejak Ryeowook membawanya ke tempat ini, Minrin memang tidak mengatakan apapun dan memilih sibuk dengan pikirannya sendiri. Kilasan-kilasan kejadian yang dialaminya kurang dari enam jam itu benar-benar menguras tenaganya. Dia seperti baru saja keluar dari sebuah pertempuran yang nyaris merenggut nyawanya.

Dan sekarang seorang pria seumuran ayahnya datang ke ruangan itu bersama dengan beberapa orang di belakangnya termasuk Ryeowook, Jongwoon, bosnya di Mouse Rabbit dan juga Cho Kyuhyun. Minrin berdiri seketika melihat pria yang paling belakang yang sangat dikenalnya itu. Entah apa yang membuat Kyuhyun berada di sana bersama dua pria asing lainnya. Minrin jelas tidak ingin memikirkan kemungkinan-kemungkinanya lalu refleks menghampiri pria itu dan memeluknya.

“Kyu…”  suaranya tercekat. Tangisnya nyaris pecah. Dia bisa saja membiarkan Kyuhyun meminjaminya pundak untuk menangis. Tapi tidak dilakukannya.  Dia sendiri tidak tahu harus meluapkan emosinya itu seperti apa. Pada akhirnya hanyalah tangisan tertahan yang membuat dadanya sakit.

“Aku tahu. Tenanglah, kau aman di sini. “ Tangan Kyuhyun dengan sigap mengelus kepala sahabatnya itu, memberikan ketenangan padanya karena guncangan hebat yang baru saja didapatkannya.

Minrin tidak ingin memikirkan darimana Kyuhyun tahu. Dia bahkan menolak untuk memikirkan alasan yang tepat kenapa seorang Kim Jongwoon dan juga pria tua tadi datang menemuinya. Kapasitas otaknya seakan-akan mengecil seketika.

Butuh beberapa saat untuk Minrin mengendalikan dirinya. Setelah kondisinya terlihat sedikit lebih baik, Kyuhyun pun mengajak Minrin duduk di sofa itu. Pria berjas abu-abu yang tadi datang pun ikut duduk, begitu juga dengan Jongwoon. Hanya Ryeowook yang tidak ikut duduk. Pria itu memilih menjauh dan menghindar dari pembicaraan yang akan dimulai oleh pamannya. Pembicaraan yang tentu saja akan membuat Minrin sulit menerima. Tapi semua memang tidak bisa lagi ditutupi. Meskipun Ryeowook agak khawatir dengan kondisi Minrin saat mengetahui kenyataann nantinya, tapi rasa khawatir pada gadis itu ditekannya kuat-kuat. Cho Kyuhyun ada disamping gadis itu, dan Ryeowook rasa kehadiran Kyuhyun bisa menenangkannya.

“Aku Kim Ilsung dari National Intelligence Service Korea Selatan.” Pria berjas abu-abu itu memperkenalkan diri. Minrin menyambutnya dengan diam dengan ratusan pertanyaan yang berputar-putar di kepalanya.

Kenapa seorang agen dari NIS harus mengunjunginya?

“Shin Minrin, ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan padamu,” ucap Kim Ilsung memulai. Pria berjas abu-abu itu mengubah posisi duduknya menjadi serius dan membuat Minrin menahan nafasnya. “Aku harap kau bisa mendengarkannya dan kuharap kau bisa menerimanya.”

Apa yang terjadi selanjutnya adalah penjelasan pria bernama Kim Ilsung itu. Minrin ingat ibunya sempat menyebut nama pria itu pada Ryeowook.  Lalu cerita itu mengalir dari pria itu, tentang siapa Minrin dan orang-orang dalam kelompok bernama I.L yang mengejarnya.

“Aku minta maaf karena mengatakan ini, tapi semua memang tidak bisa ditutupi. Kau adalah orang yang paling diinginkan oleh I.L,” ucap Kim Ilsung memulai cerita panjangnya.

Minrin seketika itu mengernyit bingung. Tapi sedetik kemudian otaknya kembali menemukan irama untuk mengaitkan semua kejadian yang baru saja dialaminya. Dia juga ingat dengan penjelasan Ryeowook di mobil tadi mengenai organisasi bernama I.L yang merupakan pihak dibalik peledakan bom di kampusnya.

“I.L adalah organisasi yang dulu dibentuk untuk meluruskan pemerintahan dan berada dibawah kendali NIS. Namun, sangat disayangkan karena pihak asing asal negara tetangga berhasil menyusup ke dalam organisasi itu dan menggunakannya untuk menghancurkan Korea Selatan. Rusia bekerjasama dengan Korea Utara melancarkan perang diam-diam dengan Korea Selatan. Aksi pemberontakan hingga percobaan pembunuhan Presiden Korea Selatan kala itu menjadi puncaknya. Pihak Rusia dan Korea Utara membuat seakan-akan tidak ada campur tangan keduanya dalam kekacauan dalam negeri di Korea Selatan. Krisis ekonomi yang membuat Korea Selatan terpuruk menambah mosi tidak percaya rakyat pada pemerintah. Sejak saat itulah, I.L dibubarkan. Orang-orang yang terlibat dalam percobaan pembunuhan itu masuk dalam daftar pencarian yang harus ditemukan untuk mendapatkan hukuman.”

Kim Ilsung terlihat menarik nafasnya sebentar lalu melanjutkan ceritanya.

“Pimpinannya bernama Kim Donggun dan orang-orang yang terlibat dalam pembunuhan itu menjadi anak buahnya. Mereka mengincar daftar nama yang berhasil kami dapatkan. Sayangnya kami belum sempat mengungkapkan nama-nama itu kepada publik karena data itu lebih dulu menghilang bersama agen kami yang bernama Shin Taewoo. Hingga sekarang NIS dan I.L selalu berebut untuk mendapatkan data yang bahkan belum diketahui keberadaannya.”

Minrin masih diam. Jika memang seperti yang pria bernama Kim Ilsung itu katakan, lalu apa hubungannya dengan dirinya yang adalah gadis biasa yang tidak tahu menahu mengenai semua kejadian yang terjadi bahkan sebelum dirinya dilahirkan.

“Agen itu bernama Shin Taewoo. Masalahnya adalah dia tidak diketahui keberadaannya sampai sekarang. Dia bisa berada dimana saja sekarang ini, menjadi siapa saja yang akan sulit untuk kita kenali. Kim Donggeun percaya, satu-satunya cara membuat pria itu muncul dengan sendirinya adalah dengan memancingnya keluar. Dan Kau adalah umpan mereka.”

Minrin mengernyit tidak mengerti untuk kedua kalinya “Aku? Kenapa aku?” tanyanya untuk pertama kalinya.

“Karena Shin Taewoo adalah ayah kandungmu.”

Kedua bola mata Minrin melebar perlahan. Sesuatu yang entah darimana datangnya berhasil membuat jantungnya seakan berhenti berdeetak.

“Ayah kandungku?” dia mengulangi, berharap bahwa pria berjas itu salah bicara. Lelucon macam apa yang sedang mereka semua lakukan ini? Minrin mengalihkan tatapannya pada Jongwoon, tapi pria itu bahkan tidak mengubah ekspresi seriusnya sejak tadi.

“Benar. Dia ayah kandungmu. Untuk menjamin keselamatanmu, kami berusaha sangat keras menghilangkan jejakmu dan juga memalsukan identitasmu. Karena itulah Han Eonji dan Shin Jaesok berperan sebagai orangtua kandungmu untuk menjagamu…”

Semua benar-benar terasa berputar di atas kepala Minrin, membuatnya pusing.

Chakaman…,” ucap Minrin memotong perkataan Kim Ilsung itu. “Jadi maksudnya I.L menginginkanku untuk membuat ayah kandungku keluar dari persembunyiannya. Lalu mereka bisa mendapatkan data-data itu. Apa seperti itu?”

Kim Ilsung mengangguk pelan. Dan Minrin hanya bisa menatap pria paruh baya itu tidak percaya. “NIS menerjunkan beberapa agen untuk melindungi keselamatanmu. Total ada lima agen yang ditugaskan untuk menjagamu selain mereka berdua. Apa kau tidak penasaran siapa yang lain?” tanya Kim Ilsung kemudian.

Minrin mendongak sebentar, menatap pria paruh baya itu lalu beralih pada Kim Jongwoon yang duduk di sebelah pria itu dan juga pada Kyuhyun yang masih diam di sampingnya.

“Kim Jongwoon, ya…tentu saja dia salah satunya. Aku yakin kau tidak berpikir banyak kan saat Kyuhyun menawarkan pekerjaan part time di Mouse Rabbit?” Minrin mengernyit sebentar. Dia ingat pekerjaan part time itu didapatkannya karena Kyuhyun yang merekomendasikan, dan entah bagaimana sahabatnya itu membuatnya langsung diterima bekerja di sana.

“Aku sendiri yang menghubungi Kyuhyun dan menawarkan pekerjaan sebagai agen rahasia yang menjagamu dan dia setuju. Dia yang membuatmu bekerja di Mouse Rabbit, karena dengan begitu Jongwoon bisa mengawasimu selagi Kyuhyun tidak berada di sekitarmu. Meskipun Jongwoon menjadi sibuk akhir-akhir ini, tapi kurasa dia telah membuat adik laki-lakinya menurut untuk menggantikan posisinya.”

Baiklah sekarang Minrin mengerti. Jadi itulah kenapa Jongwoon sangat perhatian padanya, itu juga lah alasannya kenapa Kim Jongjin melakukan hal serupa. Lalu Cho Kyuhyun, sahabatnya itu bergabung dengan NIS tanpa sepengetahuannya. Ya Tuhan… apa ada rahasia lain yang perlu diketahuinya?

“Agen terakhir, tentu saja Kim Ryeowook. Dia yang bertugas mengawasimu dari jauh dan juga membaca pergerakan Kim Donggeun. Sayang sekali, kita sedikit kecolongan dan membuatku terpaksa menceritakan ini semua.”

Perlahan semua yang Ryeowook katakan di jalan tadi menjadi masuk akal bagi Minrin. Semua yang terjadi padanya sangat mendadak dan tentu saja dia butuh waktu untuk mencerna semua fakta yang baru saja didengarnya.

 “Aku tahu ini mengagetkanmu, tapi kuharap kau bisa mengerti. Mereka bukan orang sembarangan, kami sudah mengejarnya selama bertahun-tahun.”

Orangtuanya bukan orang tua kandungnya. Kyuhyun, sahabatnya itu adalah agen NIS. Dan dia adalah orang yang keberadaannya sangat diinginkan organisasi I.L Jadi, maksudnya selama 22 tahun hidupnya, dia hidup dalam pengejaran orang-orang dari kelompok IL itu? Dan selama 22 tahun juga dia tidak pernah mengenal ayah kandungnya dan juga ibu kandungnya.

“Lalu dimana ayahku..maksudku orang bernama Shin Taewoo itu sekarang? Dan ibuku….” untuk pertama kalinya Minrin kembali berbicara. Sedikit demi sedikit gadis itu mencerna semua informasi yang masuk ke dalam kepalanya. Meskipun semua itu masih terasa berlalu lalang tanpa benang berah yang mampu ditariknya, namun Minrin mencoba untuk memahani.

 “Dia masih dalam pelarian demi menjaga data itu. Kami sudah lama kehilangan kontak dengannya. Ayahmu adalah mata-mata yang sangat hebat, kita semua tidak tahu sedang menjadi apa dia dan ada dimana sekarang ini. Dan soal ibumu….,” Ilsung menghentikkan ucapannya sebentar.

Dia melihat ke arah Kyuhyun yang duduk di samping Minrin. Pria itu menunduk. Tentu saja Kyuhyun sudah tahu mengenai semuanya. Sejak dia bergabung dalam tim 1315, Kyuhyun sudah mengetahui seluk beluk tentang Minrin. Dia juga tahu Han Eonji dan Shin Jaeseok bukan orang tua kandung Minrin.

“Dia meninggal satu tahun setelah kau lahir. Karena itulah ayahmu memutuskan menghilang bersama data itu demi melindungimu. Sejak saat itu kau dibesarkan oleh Han Eonji dan Shin Jaeseok. Bahkan semua surat-surat tentang kelahiranmu dan juga akta telah dipalsukan untuk menyembunyikan identitasmu yang sebenarnya.”

Minrin menunduk. Dadanya sesak sementara matanya menatap lurus ke arah meja kaca di depannya. Dia melihat pantulan wajahnya yang terlihat sangat kacau.

 “Lalu orangtuaku? Dua orang yang menjadi orangtuaku….,” Minrin melanjutkan Dia mendongakkan kepalanya. Pertanyaan itu yang sejak tadi sangat ingin diutarakannya.

Dia sangat ingin tahu kondisi orangtuanya saat ini, lebih tepatnya orangtua yang dianggapnya sebagai orangtua kandungnya selama ini.

Kim Ilsung terlihat menarik nafasnya. Minrin mengernyit heran, lalu menatap Jongwoon dan juga Kyuhyun secara bergantian. Sikap orang-orang itu justru membuatnya merasa takut.

Wae? Apa yang terjadi dengan mereka?” tanyanya.

Kedua matanya mulai memanas bahkan sebelum Ilsung menjawab pertanyaan itu.

“Shin Jaeseok… dia terbunuh saat tiba di bandara pagi tadi.”

Jawaban Kim Ilsung itu seakan seperti sambaran petir yang secara tiba-tiba menyambar di siang hari. Minrin melafalkan kata ketidakpercayaan dari bibirnya. Dia bahkan seakan tidak punya tenaga untuk berteriak. Dibiarkannya genangan di pelupuk matanya saat menyadari ada kekosongan dalam hati yang tiba-tiba menyergapnya.

“Dan Han Eonji… dia juga meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit,” lanjut Ilsung yang semakin menambah mendung duka di hati Minrin.

Gadis itu menatap tidak percaya dengan air mata yang menetes pelan. Sangat menyesakkan. Udara di sekitarnya seakan-akan menipis, membuatnya kesulitan untuk bernafas dan tangis yang tertahan semakin memperburuk kondisinya. Beruntung sekali Kyuhyun yang duduk di sampingnya segera merangkul pundaknya untuk menenangkannya. Dia diam beberapa saat, lalu terisak hebat sambil menutup mulutnya. Kyuhyun makin erat memeluknya.

Kilasan bayangan saat tubuh ibunya menerima tembakan dan bagaimana wanita itu terjatuh seakan-akan berkelabatan di depan matanya, membuat Minrin sendiri tidak sanggup lagi menahan kesedihannya. Dia menumpahkan semuanya. Air mata yang sejak tadi rasanya tidak pernah lelah untuk dikeluarkannya.

Dia ingin menyalahkan seseorang yang telah membuatnya kehilangan orang-orang yang dicintainya. Tapi dia sendiri tidak tahu harus meluapkan rasa marah itu pada siapa. Satu-satunya hal yang bisa dilakukannya hanyalah menangis dan menangis. Pikirannya seakan beku untuk mencerna informasi apapun. Kedua lututnya melemas dan hatinya sakit.  Matanya memejam kuat dan semakin kuat dia melakukanya, semakin sakit rasa di dalam dadanya. Sangat menyesakkan.

***

Pemakaman diselenggarakan dua hari kemudian dengan sangat tenang dan khidmat. Minrin tidak pernah menyangka harus menggunakan hanbok hitam ini dan melepas dua orang yang sangat berarti dalam hidupnya. Tidak ada lagi tangis pagi itu, yang ada hanya rasa lelah. Dia tahu, tangis tidak akan mengembalikan semuanya. Lagipula dia sudah terlalu banyak mengeluarkan air mata selama dua hari ini.

Di sisinya, Kyuhyun masih setia mendampinginya. Untuk kali ini, dia sangat beruntung dengan kehadiran Kyuhyun di sampingnya. Sahabatnya itu menjalankan perannya dengan sangat baik. Minrin tidak tahu apa dia sanggup berdiri sekarang ini jika bukan karena Kyuhyun yang terus memegangi pundaknya. Rasanya dia memang bisa jatuh pingsan sewaktu-waktu. Kim Jongwoon bahkan sempat melarangnya untuk ikut ke pemakaman, tapi Minrin menolak. Dia ingin memberikan penghormatan terakhir untuk orang-orang yang selama ini memberikan kasih sayang layaknya seperti orang tua kandung kepadanya. Dan meskipun Shin Jaeseok dan Han Eonji bukan orang tua kandungnya, tapi bagi Minrin dia tidak punya orang tua lain selain mereka berdua. Lalu setelah kepergian mereka, apa yang harus dilakukannya?

Ia tidak tahu hidupnya akan seperti mimpi buruk. Dua hari yang lalu, Minrin masih sempat berdebat dengan ibunya bahkan dia tidak tahu saat-saat bercanda dengan ayahnya pagi itu akan menjadi pertemuan terakhirnya dengan sang ayah. Semakin dia mengingatnya, semakin membuat sesak dan perih di dalam dadanya. Dia sebatang kara sekarang.

Dirasakannya pelukan kuat di pundaknya. Hanya pria yang kini memeluknya lah tempatnya bergantung. Cho Kyuhyun, ya..hanya sahabatnya itulah yang dipunyai Minrin sekarang.

“Ayo, kita pulang…” ajak Kyuhyun.

Minrin mengangguk dan membiarkan Kyuhyun membawanya pergi dari tempat itu.

Usai upacara pemakaman Minrin kembali ke rumah mewah milik Jongwoon. Rumah itu yang sekarang menjadi tempat tinggalnya. Ya..pria itu menawarkan tempat tinggal untuknya. Minrin tidak punya pilihan, karena memang tidak ada lagi tempat yang bisa dia tuju. Jongwoon, Ryeowook terutama Kyuhyun tidak akan mengijinkan Minrin tinggal sendiri mulai sekarang. Dan akhirnya Min Rin menerima tawaran –lebih tepatnya paksaan- dari bosnya itu. Lagipula dia tidak akan tinggal berdua saja dengan Kim Jong Woon, jika itu yang dikhawatirkannya. Karena siapa yang menyangka kalau pria flamboyan bernama Kim Jongwoon itu ternyata sudah menikah tiga bulan yang lalu. Sebuah fakta yang tidak diketahui Minrin sebelumnya. Mungkin karena itulah Jongjin tidak pernah protes lagi belakangan ini saat Jongwoon mampir ke Mouse Rabbit dan membuat pelanggan wanita membludak.

Selain dirinya, Jongwoon ternyata juga telah meminta secara pribadi kepada Ryeowook untuk tinggal bersama. Dengan sikap dan sifat Ryeowook yang seperti itu, sudah pasti pria itu akan menolak. Tapi entah jurus apa yang digunakan Jongwoon hingga Ryeowook mengiyakan permintaannya. Minrin toh tidak terlalu ambil pusing. Semakin banyak orang-orang NIS di sekelilingnya, akan lebih baik. Dia tidak ingin mati ditangan orang-orang brengsek itu.

Sekembalinya dari pemakaman Minrin terpaksa harus kembali terjebak di ruang tengah rumah mewah itu. Padahal sejak tadi dia sudah sangat ingin bersitirahat, tapi Kim Jongwoon dengan suranya yang penuh penekanan menyuruh Minrin tetap tinggal dan membiarkan Sungyoung mengganti perban di lengan atasnya. Ah.. dia bahkan melupakan tentang luka tembak di lengannya itu.

Minrin tidak punya pilihan dan hanya menurut saat wanita yang menjadi istri Jongwoon itu melepas perban yang tidak lagi berwarna putih. Dia meringis sakit ketika sesuatu yang dingin dari desinfektan menyentuh lengannya yang terluka. Lukanya memang belum kering seratus persen dan kesalahannya karena tidak sering-sering mengganti perbannya selama masa berduka dua hari ini.

Han Sungyoung adalah seorang penulis berita. Minrin juga baru mengetahuinya setelah berbicara banyak hal sore itu. Wanita berpostur tinggi dengan wajah cantik itu terlihat sangat elegan dengan baju berwarna hitam yang melekat di tubuhnya. Tangannya bahkan dengan lihai membalut kembali lengan Minrin dengan perban yang baru. Jika Minrin sedang tidak dalam keadaan berduka seperti ini, sudah dipastikan dia menuntut penjelasan pada Kim Jongwoon tentang pernikahan diam-diamnya. Bagaimana bisa pria yang sudah dianggapnya kakak itu menyembunyikan pernikahannya selama hampir tiga bulan?

 “Chaa…sudah selesai.” Sungyoung meletakkan perban di atas meja lalu tersenyum begitu selesai memasangkan perban baru di lengan Minrin. Sebuah senyuman yang membuatnya tampak lebih cantik. Pasti itulah yang membuat Kim Jongwoon jatuh cinta padanya.

“Terimakasih.”

Sungyoung mengangguk. “Aku akan menyiapkan makan malam. Kau istirahat saja. Aku yakin hari ini sangat melelahkan untukmu.”

Setelah mengatakan itu Sungyoung mengambil peralatan yang tadi digunakannya untuk mengganti perban lalu berjalan pelan meninggalkan Minrin di ruang tengah itu.

Sungyoung wanita yang sangat baik dan ramah. Jongwoon pastilah pria yang sangat beruntung karena berhasil mendapatkannya. Minrin tersenyum melihat punggung wanita itu. Dia mulai berpikir bahwa mungkin orang-orang baik yang sekarang disekitarnya lah yang dikirim Tuhan untuk menggantikan posisi Han Eonji dan Shin Jaeseok. Memikirkan itu saja kembali membuat Minrin ingin menangis.

Ya Tuhan..hidup seperti apa yang akan dijalaninya mulai sekarang?

Sepeninggalnya Sungyoung, bukannya kembali ke kamar Minrin justru memutuskan untuk berjalan ke ruang sebelah. Meskipun kenyataannya tubuhnya memang sangat lelah hari ini, tapi ada seseorang yang sudah dua hari tidak ditemuinya. Seseorang yang telah menyelamatkannya. Aneh sekali, pria itu tiba-tiba menghilang dari pandangannya padahal di pemakaman tadi dia terlihat berdiri di samping Jongwoon.

Rumah itu terlihat sangat sepi ketika Minrin berkeliling. Dan siapa yang menyangka rumah sebesar ini hanya memiliki dua orang pelayan yang bertugas untuk membersihkan rumah. Sedangkan untuk urusan memasak dan dapur, Jongwoon benar-benar membiarkan istrinya yang mengendalikan.

 “Dimana pria itu?” tanya Minrin lirih. Dia tidak tahu kenapa nama itu yang pertama kali muncul setelah badai besar yang memporak-porandakannya dua hari ini. Ya..tentu saja nama pria itu. Bagaimana pun juga Ryeowook adalah orang yang menyelamatkannya. Meskipun pria itu sangat menyebalkan untuk Minrin tapi Minrin berutang terimakasih padanya.

Ia berjalan pelan dan sampailah ia di rungan yang menghadap ke taman belakang. Ruangan yang sama luasnya dengan ruang tamu dengan jendela kaca tinggi dan lebar transparan menembus keluar. Terdapat rak besar berisi buku-buku, sofa putih di bagian tengah dengan karpet berwarna senada yang mengalasinya. Di salah satu sofa di ruangan itulah Minrin melihat Ryeowook tengah duduk diam. Kedua sikunya menumpu di pangkuannya. Pemandangan yang tidak biasa darinya.

“Ryeowook-ssi…” panggil Minrin pelan dan juga ragu.

Ryeowook mendongak lalu menoleh ke arah Minrin. Pria itu lantas berdiri begitu melihat Minrin berdiri beberapa langkah darinya. Perhatiannya lekat menatap Minrin, memastikan bahwa hanya bagian lengan gadis itu saja yang terluka. Paru-parunya menghela nafas lega bahwa gadis itu baik-baik saja. Sangat melegakan karena gadis itu juga tidak larut dalam kesedihan. Bagaimanapun juga Ryeowook mengerti perasaan kehilangan itu. Dia pernah merasakannya dulu.

Jujur saja semua yang terjadi dua hari yang lalu kembali membangkitkan kembali memori buruk dalam dirinya. Menyaksikan kedua orang tua yang tewas di depan matanya. Ryeowook jelas sangat mengetahui dengan sangat baik perasaan kehilangan itu. Apalagi kejadian yang dialami Minrin nyaris sama dengan pengalamannya dulu. Ryeowook ingat, dia hanya mematung di pojok ruangan  dengan tubuh kedua orang tuanya yang tidak lagi bernyawa. Dia sendirian saat itu dan umurnya bahkan baru 7 tahun. Trauma yang mendalam dan butuh bertahun-tahun bagi Ryeowook untuk menerima kenyataan bahwa kedua orang tuanya terbunuh di tangan dingin seorang Kim Donggeun.

Minrin lebih beruntung. Setidaknya Minrin mempunyai Kyuhyun, Jongwoon dan teman-teman disampingnya. Tapi Ryeowook saat itu hanyalah sendiri. Jika bukan karena kebaikan hati Kim Ilsung, mungkin dia sudah berakhir di panti asuhan di Chicago.

“Apa kau baik-baik saja?” tanya Ryeowook memastikan lebih dulu sebelum Minrin berhasil mengutarakan pertanyaan serupa untuknya.

Gadis itu mengangguk pelan. Terlihat sekali olehnya raut wajah khawatir yang diperlihatkan Kim Ryeowook padanya. Minrin tidak tahu seorang Kim Ryeowook punya rasa belas kasihan seperti itu. Padahal biasanya, pria itu selalu membuat kesal Minrin. Hanya beberapa kali mereka saling berinteraksi tapi selama interaksi yang bisa dihitung dengan jari itu, Minrin tidak –belum- bisa menghilangkan image menyebalkan dari diri pria itu.

Dua hari belakangan Minrin memang tidak bertegur sapa dengannya. Sepanjang waktu dia hanya membiarkan Kyuhyun yang berada di sampingnya dan bahkan juga Shin Ranran. Minrin agak ragu dengan ingatannya tapi kekasih Kyuhyun itu memang datang melayat dan juga terus di samping Minrin hingga waktu pemakaman. Selama dua hari itu, Minrin tidak melihat Ryeowook. Pria itu hanya terlihat sekali di rumah duka dan juga saat di pemakaman. Lalu setelah itu, Ryeowook tiba-tiba menghilang dan baru dilihat Minrin di rumah ini tadi siang saat Jongwoon memintanya tinggal.

“Kau sendiri? Apa kau baik-baik saja?” balas Minrin setelah itu. Ryeowook terlihat menarik nafasnya dengan panjang lalu memilih kembali duduk. Minrin ikut duduk di atas sofa putih itu kemudian memperhatikannya.

“Ya…sudah sangat lama memang sejak terakhir kali aku berhadapan dengan musuh seperti kemarin. Tapi lega rasanya aku tidak melakukan kesalahan.” Ryeowook mendongak lagi dan untuk pertama kalinya pria itu menarik senyuman hingga membuat bibirnya terlihat tipis.

Sangat ajaib Kim Ryeowook bisa tersenyum setulus itu. Apalagi dia tersenyum pada Minrin, gadis yang belakangan membuatnya kesal setengah mati dan tidak pernah diijinkan mendekat sedikitpun.

“Terimakasih,” ucap Minrin tiba-tiba.

“Untuk?”

“Karena melindungiku,” sahut Minrin kemudian. “Aku tidak tahu apa yang akan terjadi kalau kau tidak datang menyelamatkanku,” lanjutnya.

Drama pengejaran dalam lorong kampus disertai ancaman peledakan bom, benar-benar situasi sulit untuk Minrin saat itu. Dia bahkan berpikir ajalnya akan segera tiba tapi ternyata Tuhan masih menyayanginya.

“Sebenarnya itu sudah tugasku.” Ryeowook menjawab seperlunya. Seakan-akan sikapnya kembali berubah seperti biasanya. Pria itu kemudian berdiri lalu berjalan meninggalkan Minrin dalam ruangan itu.

“Tsskk…dia masih saja bersikap seperti itu,” gerutu Minrin pelan sepeninggalnya Ryeowook dari ruangan itu.

***

Dua minggu berlalu sejak kejadian itu. Waktu yang terasa singkat itu terlewatkan untuk mengobati luka dalam diri Minrin. Dan beruntung sekali Minrin menemukan kembali irama dalam hidupnya. Dia mungkin akan selalu teringat peristiwa itu, terutama kejadian di dalam rumahnya yang membuatnya kehilangan sosok seorang ibu untuknya, tapi dia sangat beruntung mempunyai orang-orang yang berdiri di sampingnya dan menguatkannya serta keluar dari jeruji kesedihan. Dan anehnya sosok yang berperan penting dalam penyembuhan kesedihan itu adalah Shin Ranran, gadis yang semula selalu bersikap menyebalkan padanya.

Satu minggu setelahnya, kehidupannya kembali normal seakan-akan semua yang pernah dialaminya itu hanyalah mimpi buruk saja. Ranran masih rutin mengunjunginya sepulang kuliah dan bercerita banyak padanya. Sejak kejadian itu, Minrin memang lebih sering absen kuliah mengingat keselamatannya. Jongwoon yang menyuruhnya dan Minrin mengiyakan tanpa banyak protes. Saat ini terlalu beresiko jika Minrin keluar ke tempat umum. Kim Donggeun pasti akan langsung melacaknya.

“Kau tidak bosan di rumah terus?” itulah pertanyaan yang selalu dilontarkan Ranran setiap kali datang berkunjung.

Gadis itu memang tidak mengetahui apapun tentang masalah ini. Minrin menutupi bagian bahwa seseorang tengah mengancam jiwanya dan juga bahwa Kyuhyun bukanlah orang biasa. Entah bagaimana reaksinya jika sampai tahu bahwa kekasihnya itu adalah seorang mata-mata yang ditugaskan untuk melindungi Minrin.

“Aku masih butuh penyembuhan. Jika Jongwoon oppa mengijinkanku pergi, aku baru akan pergi.”

“Kau terlihat lebih sehat dari biasanya. Dan Jongwoon oppa itu bukan kakakmu kan? Dia juga bukan sepupumu. Tapi kenapa dia protectif sekali, eh? Dan kau tinggal bersamanya…ini benar-benar aneh!” Ranran berdecak kecil lalu mengambil gelas orange jusnya dan meminumnya. “Aku benar-benar tidak mengerti. Pokoknya Kau harus kembai ke kampus secepatnya!  Park seosengnim tidak akan membiarkanmu ikut ujian akhir jika kau absen lagi minggu depan,” ucap Ranran dengan sedikit menggerutu. Nada suara yang diselipi rasa perhatian dan juga kekahwatiran. Diam-diam Minrin tersenyum.

“Wah, kau perhatian sekali, Ranran-ssi..” Minrin pura-pura memasang wajah tidak percaya dan itu justru membuat Ranran mendengus kesal.

“Jangan salah paham! Aku sama sekali tidak seperti itu. Aku hanya tidak ingin melihat Kyuhyun terus memikirkan nasibmu,” balasnya dengan ketus persis seperti biasanya. “lagipula, kau bisa ketinggalan kuliah,” tambahnya lirih yang sayangnya sempat didengar Minrin.

Shin Ranran bukan gadis yang jahat. Dia hanya sedikit menyebalkan. Dan sebenarnya Minrin sudah terbiasa menghadapi sikap menyebalkannya itu. Gadis itu hanya terlalu gengsi menunjukkan perhatiannya pada Minrin.

Keunde, soal pria itu…siapa namanya?” Ranran kembali memulai. Matanya melihat ke atas seperti tengah mengingat sesuatu.

Mwo?”

“Ah….Kim Ryeowook,” serunya kemudian setelah berhasil mengingat-ingat.

“Kim Ryeowook?” Minrin mengulangi nama itu, meyakinkan bahwa memang nama pria itulah yang tadi disebut Ranran.

Sepertinya sahabat baiknya yang bernama Cho Kyuhyun itu telah menceritakan sesuatu pada Ranran dan semoga saja bukan sesuatu yang membuatnya kesal.

“Dia pacarmu kan?”

Mwo?” Min Rin menoleh dengan cepat lalu menatap Ranran yang tengah tersenyum nyengir padanya. “Siapa yang mengatakan itu? Cho Kyuhyun?”

“Hei, ini tidak ada hubungannya dengan Kyuhyun. Aku hanya menduga saja,” sergah Ranran cepat. “Baguslah kalau kau sudah punya pacar, itu berarti kau tidak akan mengganggu Kyuhyun lagi.”

“Dia bukan pacarku. Dan aku juga tidak pernah mengganggu Kyuhyun mu,” sahut Minrin sembari menghela nafasnya. Tidak bisa dipercaya Ranran bisa berpikir seperti itu. Lagipula kapan Ranran bertemu dengan Ryeowook?

Sikap gadis itu seakan kembali seperti semula. Tiga minggu yang lalu dia membiarkan Kyuhyun mendampingi Minrin, dan sekarang sifat posesifnya itu kembali muncul. Dan seperti biasanya Minrin harus ekstra sabar menghadapinya.

“Bicara soal pria itu, darimana kau tahu tentang Kim Ryeowook?” tanya Minrin kemudian. Rasa penasaran tidak bisa lagi ditunda. Aneh saja rasanya Ranran mengetahui tentang Ryeowook sementara tidak ada orang lain yang memberitahunya. Kecuali Cho Kyuhyun, sahabatnya itu yang seperti ember bocor yang memberitahu Ranran.

“Satu kampus juga tahu. Saat ancaman bom waktu itu, banyak yang melihat seorang pria menerobos masuk ke dalam gedung padahal sudah dilarang oleh petugas. Dan siapa yang menyangka pria itu nekat masuk untuk menyelamatkanmu?” Ranran melirik Minrin dan mengangguk sekali saat melihat Minrin hendak mengucapkan sesuatu. “Ya..tentu saja semua juga melihat saat kalian keluar bersama dari gedung.”

 “Mwo?”

“Karena aku penasaran, makanya aku bertanya pada Kyuhyun tentang pria itu. Dia bilang namanya Kim Ryeowook. Dan kudengar pria itu yang membuat kencanmu bersama Minhyuk gagal, benarkan? Yaa…ampun aku tidak menyangka ada juga pria yang menyukai gadis sepertimu.”

Minrin lantas mendelik kesal ke arah Ranran. “Aissh, Cho Kyuhyun  benar-benar menyebalkan!”

Sudah dibilang Cho Kyuhyun itu seperti ember bocor berjalan. Semua juga tidak menyangka kan pria itu adalah agen rahasasi? Ya…aneh sekali dia bia menjadi salah satu agen rahasia. Menjaga rahasia kecil saja tidak bisa, tapi tidak disangka pria itu bisa menjaga identitasnya dan juga identitas Minrin yang sebenarnya dengan sangat baik, termasuk dari orang terdekatnya sendiri –Shin Ranran-.

“Yaa, jangan meneriakinya seperti itu!”

“Lihat siapa yang berteriak? Aigoo… aku tidak mengerti kenapa sahabatku itu bisa menyukai gadis yang suka berteriak sepertimu.”

“Yaa, Shin Minrin aku bilang berhenti mengatakan itu!”

Ranran langsung saja memasang wajah tidak bersahabat. Tapi alih-alih tidak suka, Minrin justru tersenyum melihatnya. Gadis yang suka berteriak, pencemburu dan sangat mencintai Cho Kyuhyun. Memikirkan hal itu saja membuat Minrin iri. Sahabatnya itu sungguh beruntung, mempunyai orang yang menyenangkan seperti Ranran di sampingnya.

“Sekali lagi kau mengatakan Kyuhyun menyebalkan atau mengatainya bodoh karena jatuh cinta padaku, akan kupastikan aku tidak akan membantumu lagi. Dengar itu, eh?”

Minrin kembali terkekeh mendengar decakan Ranran barusan. Tidak bisa dipercaya dia berhasil tertawa lagi seperti ini sejak kejadian mengerikan itu.

Keduanya masih saling berdebat kecil. Minrin bahkan beberapa kali harus menghela nafas sabar menghadapi sikap Ranran. Gadis itu tidak hanya membuat Minrin menuruti ucapannya untuk menceritakan kronologi gagalnya kencannya bersama Minhyuk, tapi gadis itu bahkan mendesaknya untuk menceritakan siapa itu Kim Ryeowook.

Dan sebuah kebetulan yang sangat tidak mengenakan karena tepat disaat Minrin menyebut nama pria itu, Kim Ryeowook benar-benar muncul di ruangan itu. Pria itu hanya berlalu begitu saja tanpa memperhatikan keduanya. Minrin sendiri sudah menelan ludahnya dengan susah payah saat tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Dan benar saja, Ranran yang duduk di sampingnya sudah berulang kali menyikut lengannya.

“Yaa, kau bahkan juga tinggal bersamanya?” pekiknya tidak percaya. “Wah, kau benar-benar tidak terduga. Apa Kyuhyun tahu soal ini?”

Minrin tidak punya pilihan selain membiarkan Ranran bertanya tanpa berusaha menyela. Lagipula percuma saja, karena kenyataan di depan mata tidak bisa lagi ditutupi. Tatapan Ranran sudah berubah menyelidik.

“Apa yang kau pikirkan? Aku bukan sedang tinggal berdua dengan seorang pria, jika itu yang kau pikirkan. Lagipula, apapun yang kau pikirkan semua itu salah. Aku di sini tinggal bersama Jongwoon oppa dan istrinya, dan pria yang kau lihat tadi adalah sahabat dekat Jongwoon oppa. Jangan berpikir yang aneh-aneh, mengerti?”

Minrin menekankan dan beruntung sekali Ranran langsung mengangguk. “Baiklah, aku akan diam. Kalau aku bicara mengenai ini, aku yakin Kyuhyun akan sangat marah. Jadi, jangan berpikir aku melakukannya karenamu. Ini karena aku tidak mau Kyuhyun marah padaku.”

“Terserah kau sajalah….”

Tidak peduli, Ranran mengatakan alasannya karena Kyuhyun atau bukan tapi setidaknya Minrin bisa melihat kepedulian gadis itu padanya. Meskipun kepedulian itu tidak langsung ditunjukannya. Setidaknya gadis itu lebih bisa menjaga rahasia dibandingkan Kyuhyun sendiri.

***

“Apa yang kau lakukan?”

Jongwoon bertanya pada Minrin, saat gadis itu terlihat menyendiri di teras belakang rumah mewah itu. Hanya ditemani sebuah sweater tebal berwarna abu-abu yang melekat tubuhnya dan juga segelas coklat panas favoritenya. Perpaduan yang lebih dari cukup bagi Minrin untuk menghangatkan diri. Dia menoleh ke arah Jongwoon, tersenyum menyambut pria yang dipanggilnya oppa itu lalu mempersilahkannya duduk.

Oppa baru pulang?” tanyanya memulai percakapan segera setelah Jongwoon duduk di sampingnya. Pria itu masih mengenakan jasnya dan Minrin menduga kalau Jongwoon pastilah baru saja pulang.

Eoh…” Jongwoon menjawab singkat. “Jadi, apa yang kau lakukan?” pertanyaan itu kembali diutarakannya.

Minrin terlihat menoleh sebentar tapi menunda menjawab dan memilih menyesap coklat panas miliknya lebih dulu. “Mencari udara segar. Sangat membosankan sepanjang hari di dalam rumah.”

Jawaban yang membuat Jongwoon diam sesaat. Pria itu ingat sudah hampir tiga minggu ‘mengurung’ gadis itu di rumah ini, dan memintanya untuk tidak keluar rumah tanpa pengawasan. Dan itu berarti tiga minggu sudah Minrin absen dari kuliahnya. Sungyoung mengatakan, bahwa Shin Ranran datang hampir setiap hari ke rumah ini dan meminta Minrin kembali ke kampus. Ya..agaknya Jongwoon bersikap terlalu protective kali ini.

“Kau ingin berangkat kuliah lagi?” tanyanya kemudian. Minrin lantas menoleh lalu menatapnya seakan-akan Jongwoon baru saja memberikan sebuah kesempatan langka padanya. “Aku dengar Ranran datang memintamu kembali.”

“Oh itu….ya…, dia memang melakukannya. Sungyoung-ssi pasti sudah menceritakannya padamu.”

Jongwoon tersenyum, mengangkat tangannya dan mengelus kepala Minrin pelan. “Kau masih memanggilnya seformal itu?”

“Aku terbiasa memanggilnya seperti itu. Lagipula umurnya hanya beda satu bulan denganku. Masih lebih baik aku tidak meminta kalian mengulang upacara pernikahannya karena tidak mengundangku. Jadi…?” Minrin menggantungkan kalimat lanjutannya, berharap Jongwoon mengubah pembicaraan mereka ke topik semula.

“Apanya?”

“Kuliahku.” Minrin menjawab cepat. Tatapannya benar-benar berharap dan melihat kedua mata yang menatap itu, membuat Jongwoon terkekeh.

“Baiklah, kau bisa kembali kuliah. Kau bisa tidak lulus jika terlalu lama absen,” ucap Jongwoon yang seketika itu membuat kedua mata Minrin melebar tidak percaya.

Jinjja?”

Jongwoon mengangguk. “Tapi dengan syarat.”

“Syarat?”

Sekali lagi Jongwoon mengangguk. “Kim Ryeowook akan pergi bersamamu. Dia akan mengantarkanmu dan menjemputmu. Selain itu di kampus, Kyuhyun akan berada di sekitarmu. Jangan pergi sendirian tanpa salah satu dari mereka, mengerti?”

Rasanya dia berubah menjadi gadis sederhana menjadi seorang gadis luar biasa yang harus dijaga ketat sepanjang waktu. Pewaris perusahaan terbesar di Korea saja tidak butuh pengawal pribadi seperti dirinya. Minrin menghela nafasnya seperti mendesah tapi kemudian seakan tidak punya alasan untuk menolak, dia pun mengangguk kecil.

“Baiklah….”

Lagipula sebelumnya dia memang tidak pernah pergi sendirian tanpa Kyuhyun, dan Kim Ryeowook pria itu mendadak menjadi salah satu orang terdekatnya akhir-akhir ini. Ya…sepertinya tidak akan masalah.

***

Pagi itu menjadi hari pertama bagi Minrin untuk kembali ke tempat kuliahnya. Saat-saat yang memang sudah dinantinya dua pekan terakhir. Akhirnya dia bisa menghirup kembali udara kampus Dongguk yang segar. Meskipun mulai sekarang semua tidak lagi sama seperti dulu, tapi setidaknya Minrin masih meginginkan kehidupannya terlihat normal. Di luar sana mungkin memang ada sekumpulan orang yang berniat mencelakainya, tapi sungguh dia tidak ingin melanjutkan hidupnya dalam bayang-bayang ketakutan itu lagi. Dia bahkan sudah mengatakan tidak akan memberikan nyawanya begitu saja pada pria bernama Kim Donggun itu.

Lagipula dia punya Kyuhyun, sahabatnya itu selalu ada untuknya. Dia juga punya Jongwoon, sosok kakak yang akan selalu memberikan pengawasan ekstra untuknya. Dan juga jangan lupakan Kim Ryeowook, pria yang semula tampak asing untuknya namun berhasil menjadi seseorang yang diharapkan Minrin menjaganya.

Minrin menoleh sebentar ke samping, ke arah pria bernama Ryeowook itu. Jongwoon tidak main-main dengan ucapannya. Dia benar-benar meminta Ryeowook untuk mengantarnya. Dan aneh sekali pria itu mengiyakan tanpa protes, mungkin karena Ryeowook adalah salah satu penjaga rahasia yang ditugaskan NIS. Yah…meskipun awalnya sangat mengesalkan, karena Minrin dibuat bosan selama perjalanan tadi. Pria itu seperti kembali kepada sifat aslinya. Dia bahkan bersikap acuh dan tidak peduli selama perjalanan tadi.  Tapi toh kehadiran pria itu mengurangi rasa khawatir dalam diri Minrin yang merasa terancam oleh sesuatu –seseorang—yang tidak pernah tahu kapan akan membuatnya dalam masalah lagi.

“Aku akan menghubungi Kyuhyun, biar dia yang mengantarmu ke kelas.” Ryeowook sudah menarik ponsel dari saku dalam jasnya dan tampak sibuk dengan benda hitam itu ketika keduanya berdiri di luar gedung perkulihan itu. Pria itu mengatakan harus menemui pamannya, maka tidak bisa mengantar Minrin ke dalam.

“Bagaimana? Kyuhyun tidak mengangkat teleponnya?” tanya Minrin beberapa saat kemudian begitu melihat Ryeowook seperti menahan rasa kesal. Sekali lagi pria itu mencoba menghubungi tapi lagi-lagi berakhir mesin operator yang menjawab bahwa ponsel yang dihubunginya sedang tidak aktif.

“Sudah kuduga, dia pasti sedang bersama Ranran. Aigoo…. yaah, mau bagaimana lagi? Aku bisa…”belum sempat Minrin menyelesaikan ucapannya, Ryeowook sudah kembali berjalan ke arah pintu masuk, membuat Minrin menoleh dengan cepat dengan menahan rasa kesal.

Yaa…!!”

“Mau bagaimana lagi? Kajja… kau bisa terlambat.”

Lagi, untuk kesekian kalinya pria itu memutuskan sendiri membuat Minrin hanya bisa mendengus dengan kesal. Anehnya untuk kesekian kalinya juga Minrin seperti tidak punya pilihan. Dia menurut dan berjalan cepat menyusul pria itu, membiarkan Ryeowook di belakangnya yang terlihat seperti pengawal pribadinya. Berulang kali Minrin harus memasang senyum dan juga wajah tidak peduli ketika mendapat tatapan mata tidak percaya dari mahasiswa yang dilewatinya. Oh..ya tentu saja rumor itu sudah menyebar luas sekarang. Mereka semua pasti berpikir Ryeowook adalah pacarnya, persis seperti yang diceritakan Ranran kemarin.

“Ya ampun, aku bisa gila,” desahnya pelan saat tiba di depan pintu kelasnya. Ryeowook ikut berhenti. Anehnya, pria itu terlihat biasa-biasa saja ketika melihat tatapan mata penuh tanya yang dilayangkan ke arah mereka atau bisik-bisik yang mengatakan bahwa Shin Minrin diantar oleh pacarnya yang kemarin menyelamatkannya. Aksi heroik yang ternyata menjadi trending topic di Dongguk hingga saat ini.

Minrin memutar tubuhnya, saat sekali lagi dia mendengar bisik-bisik tentang dirinya dari seorang gadis yang berjalan masuk ke kelas. Dia menghadap ke Ryeowook dan menatap pria itu.

“Kau bisa pergi, mereka tidak akan berani menyakitiku di ruang kelas saat kuliah. Mereka pasti sudah gila jika berani melakukannya.”

“Sayangnya, mereka memang benar-benar gila. Kau tidak pernah tahu apa yang mereka rencanakan. Jadi aku akan tetap di sini, sampai Kyuhyun datang.”

Mwo?”

Ryeowook tidak menjawab. Pria itu hanya menatap Minrin dengan wajahnya yang tanpa senyum sedikitpun.

Aissh, menyebalkan sekali!” desah Minrin lagi. Gadis itu menghela nafasnya untuk entah yang keberapa kalinya, kemudian menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. “Yaa, saat ini sedang beredar rumor kalau kau adalah pacarku. Ini sangat menjengkelkan, kau tahu?” Minrin berbicara sedikit berbisik lalu mendesah lagi. “Kita sedang menjadi bahan perbincangan sejak kejadian bom waktu itu dan aku benar-benar tidak suka menjadi pusat perhatian. Jadi, lebih baik kau pergi.”

“Kenapa kita harus memikirkan ucapan mereka?” Ryeowook menyahut lalu menoleh ke kanan, ke arah gadis yang sedang berbisik pada temannya namun segera diam begitu mendapat tatapan dingin dari Ryeowook.

“Yaa… apa kau tidak mengerti?” Minrin sudah mendesis kesal. “Aku…”

“Minrin-ya…!” sebuah panggilan keras yang akhirnya membuat Minrin menghentikan keinginanya untuk berteriak di depan Ryeowook.

Keduanya menoleh secara bersamaan. Tidak jauh dari mereka, Kang Minhyuk terlihat berjalan dengan cepat menghampiri keduanya, atau sebenarnya hanya untuk menghampiri Minrin. Tubuh gadis itu entah kenapa sedikit menegang, dan sangat disayangkan karena Ryeowook melihat respon gadis itu yang menjadi sangat konyol saat melihat pria bernama Minhyuk itu.

“Kurasa kau menginginkanku pergi, karena pria itu benarkan?” ucap Ryeowook pelan. Dia ikut menoleh lagi dan melihat Minhyuk tersenyum ke arah Minrin sebelum melayangkan tatapan bingungnya saat mendapati sosok dirinya.

“Kau satu-satunya yang membuat kencanku dengannya gagal, ingat?”  Minrin mendesis pelan dan itu membuat Ryeowook diam-diam tersenyum. Gadis itu lantas balas tersenyum menyambut Minhyuk.

“Aku tidak bermaksud sebenarnya.”

“Tentu saja aku tahu. Kau hanya ingin menyelamatkan nyawaku, benarkan?” ejek Minrin.

Minrin sudah mendengar ceritanya dari Kyuhyun bahwa saat itu ada orang yang ingin membunuhnya. Dan meskipun dia bersyukur karena diselamatkan, tapi tetap saja kenyataan bahwa dia meninggalkan Minhyuk di tempat itu tidak bisa dilupakannya begitu saja. Beberapa hari Minrin bahkan menghindari Minhyuk karena merasa tak enak.

Tidak berselang lama, Minhyuk sudah berdiri di depan Minrin, menatapnya penuh kekhawatiran yang sedetik kemudian berganti menatap Ryeowook penuh tanya.

“Aku pikir kau sudah pindah. Syukurlah, kau kembali masuk. Kau pasti melalui hal-hal yang buruk akhir-akhir ini.”

Perhatian Minhyuk serta merta membuat Minrin tersenyum dan bahkan melupakan bahwa ada pria lain yang juga berdiri di sana. Atau sebenarnya gadis itu tengah bersikap tidak acuh pada Ryeowook. “Ya..terima kasih, Minhyuk-ah.”

Berita tentang Minrin yang kehilangan orang tuanya dalam waktu yang sama memang sudah menyebar. Beruntung sekali NIS berhasil membuat kematian kedua orang tuanya seakan-akan sebuah kecelakaan, dengan begitu Minrin tidak perlu susah payah menjelaskan kronologi yang sebenarnya.

“Aku akan menjemputmu kalau begitu.” Ryeowook menyela pembicaraan keduanya, membuat Minrin maupun Minhyuk mengalihkan perhatiannya pada pria itu. “Hubungi aku jika kau sudah selesai,” lanjutnya pada Minrin sebelum memutuskan meninggalkan Minrin dengan pria bernama Minhyuk itu.

Minrin menatapnya lega sedangkan Minhyuk yang justru menatapnya dengan bingung. “Dia pria yang menyelamatkanmu?” tanyanya memastikan.

“Hmm…dia memang orangnya.”

“Jadi benar, dia pacarmu?” tanya Minhyuk lagi yang langsung membuat Minrin menoleh dengan cepat.

“Kau harus berhenti mendengarkan rumor itu, Kang Minhyuk-ssi. Dia sama sekali bukan pacarku!”

“Benarkah?”

“Ya tentu saja. Seleraku sangat tinggi, dan dia bahkan tidak masuk dalam kriteria.”

“Ah…benarkah?” Minhyuk diam-diam tersenyum mendengarnya. Pria itu terlihat sekali sangat lega.

***

CUT

Maaf sedikit telat postingnya hehe… seharusnya kemarin, tapi ada saja yang bikin nggk fokus buat ngedit.

Jadi, sudah tahu kan inti ceritanya? Yup, seperti itulah. Aneh ya? Tidak masuk akal? Hmm….

Ceritanya masih akan lebih panjang. Nanti juga bakal ketahuan seperti apa. Genrenya aja romance, jadi pasti akan ada romance story tentang Ryeo-Min, dan mungkin juga sedikit cerita cinta Ye-Young sama Kyu-Ran.

Oke, sampai jumpa di part selanjutnya. Jangan lupa tinggalkan komentar kalian ^^

Bye….

Advertisements

10 thoughts on “(FF Series) Secret Guard Part 4

  1. Ahh.. makin ke sini makin seru aja. Di part ini ryeowook gk banyak muncul ya? Masih penasaran sama keberadaan ayahnya minrin. Semoga cepet terungkap, he..he..he. Ditunggu kelanjutannya 🙂

    1. eh iyakah nggk banyak muncul? haha…astaga aku sampai nggk nyadar lol…
      tenang aja, nanti juga akan ada bagiannya kok.. ini baru awal2 cerita ^^
      terimakasih ya..

  2. Gk sabar pingin liat mirin jatuh hati ma ryeonggu
    btw di part minrin tw ltr blkng klrg na
    next part jgn lama ngepost na y
    pupy eyes……

  3. Serruuuuu…..ak br nemu blog ni td pg..hehe..suka bgt ma crta yg mainpairnya wook… trs genre nya crime pulaa…ak sukaaa…hihihi….dtunggu next chapnya yak.penasaran apa yg tjd slnjutnya sm minrin.gomawo.

  4. beneran tuh wook bukan type nya kamu* colek Minrin 😀 ntar jatuh cinta loh.. wkwkwk.. lucu banget deh wook udh kayak body guard nya minrin di kampus.. smpe kemana aja diikutin ckck kayak nya si Minhyuk suka ya ama si Minrin.. next aja deh.. update kilat again ya?? fighting!! 😀

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s