(Ryeomin story) Afternoon Talk Time

afternoon talk time

Afternoon Talk Time

Kim Ryeowook – Shin Minrin

 

Sore hari ditemani angin musim gugur dan secangkir kopi panas, siapa yang tidak menginginkan hal itu? Waktu senggang di sela-sela lima hari jam kerja yang padat yang bisa digunakan untuk bersantai, mengobrol bersama teman terlebih orang terkasih. Sangat menyenangkan dan bagi Minrin dia rela bekerja lembur untuk mengejar skripsinya hanya demi mendapatkan saat-saat seperti ini.

Disinilah dia berada, sebuah cafe yang sangat sederhana. Dia nyaris melompat kegirangan ketika Ryeowook memberinya satu tiket pesawat ke Jeju dan memintanya datang ke tempat ini. Tempat yang jauh dari kebisingan.. Tapi ini adalah sebuah tempat yang nyaman dimana Minrin bisa mengagumi lukisan alam kesukaannya. Tempat yang dirahasiakan pria itu dari fans-fans nya sebagai tempat liburan yang diambilnya. Dan tempat yang dijanjikan pria itu untuk menghabiskan waktu bersama dengan gadis yang dicintainya.

Minrin tidak peduli dimanapun pria itu memilih tmpat untuk menghabiskan waktu bersama ini. Karena dia terlanjut terpukau dengan pemandangan di depannya. Warna-warna jingga bertebaran dimana-mana. Daun-daun maple yang berjatuhan membuat jalan setapak kecil di luar sana berubah warna, pun juga di langit dimana warna jingga dari matahari lah yang mendominasi.

Semburat jingga di langit bak lukisan alam itu memang menarik perhatiannya. Sayangnya kekagumannya itu terpaksa terhenti ketika sebuah suara menginterupsinya. Dia menoleh lalu tersenyum ketika melihat satu-satunya pria yang sudah sekitar sejam ditunggunya itu berdiri dan tersenyum hangat kearahnya. Berbeda dengannya yang masih punya setumpuk pekerjaan di rumahnya, namun pria bernama Ryeowook itu  memang tengah mendapatkan jatah liburnya.

Mian, penerbangannya ditunda satu jam.”

Ryeowook menghampiri Minrin lalu melepas jaket yang membungkus tubuhnya.

“Aku juga baru sampai tiga jam yang lalu, berjalan-jalan sebentar lalu kembali ke sini.”

Ryeowook tersenyum, mengelus rambut kekasihnya itu dan mengecup keningnya lembut. Dua bulan mereka tidak saling bertemu dan harus puas menjalani hubungan ini melalui pesan dan telepon. Bukan jarak yang membatasi mereka lagipula Ryeowook sebenarnya masih bisa menjangkau apartement gadisnya itu seperti biasanya, tapi agaknya waktu keduanya yang memang gagal untuk bisa disamakan.

Terhitung sejak Ryeowook sibuk dengan comeback Super Junior, dia hanya sekali bertemu dengan Minrin. Itupun dia harus sedikit memaksakan diri padahal saat itu fisiknya sudah sangat lelah karena jadwal yang benar-benar mencekiknya. Sejak saat itu mereka tidak pernah lagi berjumpa. Ryeowook sibuk dengan kegiatannya, tour dunianya dan juga sedikit masalah yang terjadi di dalam tubuh Super Junior sendiri. Sedangkan Minrin, gadis itu terlampau sibuk dengan skripsinya yang harus diselesaikannya demi bisa wisuda tahun depan.

Lalu baru Kamis kemarin akhirnya Ryeowook meminta untuk bertemu. Ah…bukan bertemu melainkan menghabiskan waktu liburan bersama. Meskipun sebenarnya Minrin sedikit tidak rela meninggalkan skripsinya tapi akhirnya gadis itu mengiyakan, kapan lagi mereka bisa mendapatkan waktu free seperti ini? Lagipula hanya tiga hari setelah itu Minrin akan kembali ke Seoul.

Sebenarnya ini bukan liburan dadakan. Ryeowook pernah menjajikannya saat ulang tahun Minrin bulan April lalu. Meskipun pada akhirnya tujuannya bukan lagi Spain dan Paris tapi Jeju ternyata tidak terlalu buruk.

“Kupikir kau memintaku terbang ke Switzerland,” ujar Minrin membuka percakapan sore itu.

“Karena Leeteuk hyung pergi kesana?”

Minrin mengangguk. Dia memang berpikir Ryeowook akan menghabiskan liburannya bersama membersnya, tapi tidak disangka pria itu justru memilih tempat ini. Sebuah pulau yang indah untuk menghabiskan waktu senggang seperti ini. Pulau Jeju.

“Aku kan sudah mengatakan padamu bahwa liburan ini hanya aku dan kau. Ya…meskipun orang tuaku juga akan kesini lusa.”

“Orang tuamu?” Minrin mengulangi.

“Ya, setelah menghabiskan liburan denganmu aku akan berlibur dengan orang tuaku. Bukankah kau bilang harus kembali besok Minggu?”

Gadis itu mendesah kecewa. “Benar. Sayang sekali aku tidak bisa bertemu mereka.”

“Lain kali kau bisa bertemu dengan mereka.”

Ryeowook tersenyum sesaat. Sekali lagi Minrin hanya mengangguk mengerti. Ryeowook tahu bagaimana keinginan gadis itu untuk bertemu orangtuanya. Meskipun baru sekali Ryeowook mempertemukan mereka, tapi entah bagaimana ketiganya sudah sangat dekat. Mungkin ituah pertanda kalau gadis ini memang ditakdirkan untuknya. Dia memperhatikan gadis di sampingnya itu dengan lekat, mengagumi sosoknya yang mengenakan sweater abu-abu dan juga celana hitam panjang, rambutnya tergerai ke belakang. Dan dia benar-benar cantik.

“Aku merindukanmu.”

Kalimat itu lolos juga akhirnya. Setelah sejak tadi Ryeowook beperang dengan batinnya sendiri antara mengucapkan atau tidak, mengingat Minrin adalah tipe orang yang tidak suka dengan kata-kata berbau romantis seperti itu. Gadis itu mendongak tidak percaya lalu senyum mengejek terukir darinya.

“Wah, kau mengagetkanku. Bukankah kita sudah sepakat tidak akan mengucapkan kalimat seperti itu?”

Giliran Ryeowook yang mendengus kesal. Kesepakatan sepihak lebih tepatnya, mengingat Ryeowook tidak pernah mengiyakan.

“Aku bilang tidak akan sering-sering, lagipula aku tahu kalimat seperti itu terdengar menggelikan untukmu, iya kan?

Minrin tersenyum sedikit menahan tawanya. Ya..kalimat itu memang menggelikan untuknya. Bukan berarti dia tidak merindukan prianya itu. Jujur saja dia juga sangat merindukannya. Tapi gengsinya terlalu tinggi untuk mengakui hal-hal seperti itu. Dia tidak suka mendengar kalimat rindu apalagi cinta. Dia lebih suka tindakan dari pada ucapan. Lagipula hanya dengan melihat tindakan dan usaha Ryeowook menemuinya atau hal-hal kecil lainnya sudah bisa memberi Minrin penjelasan bahwa Ryeowook merindukannya dan juga mencintainya.

“Kau itu gadis yang aneh. Semua pasangan selalu memuji pasangannya dan juga mengucapkan hal-hal seperti itu tapi kau justru menolaknya. Aku sampai sekarang masih tidak mengerti kenapa aku bisa bertahan denganmu.”

Minrin berdecak kecil lalu menyipitkan matanya. “Cih, aku tahu kau tidak akan bisa lepas dari pesonaku. Bagaimana ya…Shin Minrin memang telah memerangkap Kim Ryeowook dalam pesonanya,” ucapnya berlebihan yang langsung membuat Ryeowook tidak tahan mendengarnya.

Yaa, kemanhae…kau bahkan lebih mengerikan. Berhenti mengucapkan hal-hal menggelikan seperti itu.”

Minrin tertawa keras membuat Ryeowook hanya bisa menggelengkan kepalanya maklum. Dia gadis aneh dan juga unik, tapi dialah gadis yang disukai Ryeowook itu.

“Tapi kenapa kau memilih tempat ini?” tanya Minrin kemudian setelah menghentikan tawanya yang sedikit berlebihan.

“Eunhyuk yang merekomendasikan. Belum lama ini dia pergi ke Jeju bersama Donghae dan Leeteuk hyung. Dia bilang tempat ini sangat bagus dan jauh dari kebisingan. Fans juga tidak akan menyangka seorang Kim Ryeowook mengajak kekasihnya ke tempat ini.” Ryeowook tekekeh pelan

“Aku menyukainya,” ucap Minrin.

Adalah sebuah cafe bernama Mrs Lee Cafe yang terletak di pinggir kota. Tempatnya memang tidak terlalu ramai, karena itulah Ryeowook memilih tempat ini. Dia sebisa mungkin harus menghindari fans-fans nya. Meskipun mereka juga tidak akan melarang jika Ryeowook mempunyai kekasih, tapi Ryeowook tidak tega jika harus membuat mereka kecewa nantinya. Baginya fans adalah orang-orang yang telah memberinya kesempatan untuk tetap bisa berdiri di panggung dan bernyanyi. Rasa terima kasih pun sepertinya tidak akan cukup untuk mereka. Jadi dia berusaha untuk membuat mereka senang.

“Apa fansmu tidak akan curiga?” tanya Minrin lagi.

“Mereka hanya akan bertanya dimana Ryeowook menghabiskan masa liburnya. Meskipun pada akhirnya salah satu dari mereka mengetahui tentang hubungan kita, aku rasa mereka akan merahasiakannya dan tidak akan membeberkannya pada semua orang.”

Itulah yang diketahui Ryeowook. Seseorang di grupnya sudah mengalami hal itu. Dan Ryeowook belajar banyak dari berita yang menimpa rekan satu groupnya itu.

“Apa seperti itu jugakah yang dialami Sungmin oppa?”

Minrin bertanya penasaran. Dia sudah mendengar semuanya dari berita di internet dan juga beberapa fans Super Junior. Dia bahkan awalnya merasa ngeri ketika membaca berbagai reaksi diantara fans terkait berita kencan dan juga pernikahan itu.

Ryeowook mengangguk. “Mereka sudah lama mengetahui hubungan hyung dan Saeun tapi mereka merahasiakannya. Kau tahu apa yang paling fatal bagi seorang idol pria?”

Minrin menggeleng pelan. “Pernikahan dan wajib militer. Dua hal itu bisa membuat karir mereka hancur. Kurasa kami bisa melewati yang kedua tapi untuk yang pertama…aku tidak tahu. Meskipun kami juga menginginkan pernikahan, tapi sebagian dari kami masih memikirkan fans hingga memilih untuk tetap seperti sekarang ini. Paling tidak kami akan menunggu dua atau tiga tahun lagi. Bahkan grup senior seperti Shinhwa saja masih melajang sampai sekarang, benarkan?”

Minrin mengangguk-angguk mengerti. Ya..dia setuju dengan ucapan Ryeowook itu. Karena itulah dia tidak pernah mempermasalahkan jika ketika keluar bersama Ryeowook harus menyamar dan juga berhati-hati. Dia juga tidak masalah jika kenyataannya dia seakan berkencan dengan seseorang ninja dibandingkan dengan pria normal. Tapi itulah lika-liku kehidupan cintanya bersama Ryeowook. Sejak awal mereka memang tidak seperti pasangan kekasih yang lain. Dan entah kenapa Minrin sangat menyukai perannya. Dia belajar berbagi. Berbagi bahwa seorang Kim Ryeowook tidak hanya miliknya seorang tapi juga milik fans-fansnya.

“Jadi permintaanmu yang ingin menikah denganku itu tidak serius ya?” tiba-tiba Minrin ingat dengan ucapan Ryeowook berbulan-bulan yang lalu.

Ryeowook tersenyum lalu terkekeh ketika ingat ucapannya dulu. “Aniyo…aku serius. Tapi aku berpikir lagi setelah apa yang terjadi. Aku tidak ingin menghancurkan semuanya. Meskipun aku tahu tidak semua fans akan menentang, tapi saat ini aku masih ingin terus berkarir bersama hyung-hyung ku.”

Giliran Minrin yang tersenyum. Gadis itu berpura-pura kesal lalu mendengus kecil. “Padahal aku berpikir untuk mempertimbangkannya.”

“Kau bercanda?”

Ryeowook menatap Minrin serius. Dia salah menduga jika Minrin serius dengan ucapannya karena setelah itu Minrin justru terkekeh pelan.

“Tidak juga. Aku sempat mempertimbangkannya. Tapi seperti katamu, ini terlalu riskan untuk kalian, benarkan? Aku mendengar banyak komentar negatif tentang pernikahannya. Aku juga tidak tega kalian harus minta maaf seperti itu, terutama kau,”  ucapnya menunjuk pada tindakan Ryeowook tiga minggu yang lalu.

Minrin menghentikan ucapannya. Dia ingat bagimana Ryeowook meminta maaf lewat siaran sukira. Kekasihnya itu bahkan memaksakan bernyanyi sebuah lagu yang mewakili rasa bersalahanya untuk fans padahal dia sendiri sedang sakit. Saat itu entah kenapa Minrin tidak suka melihatnya dan bahkan sempat menyalahkan tindakan satu orang di group Super Junior itu yang membuat berita besar pertengahan oktober lalu.

“Kau melihatnya?” Ryeowook bertanya memastikan lalu Minrin menangguk lagi.

“Kau tidak perlu melakukan itu kan? Orang yang terlibat langsung saja tidak minta maaf, kenapa harus orang lain yang meminta maaf? Itu sangat menjengkelkan untukku.”

Ryeowook tersenyum seakan tidak masalah. Pria itu kelewat baik menurut Minrin. Bagaimana bisa dia melakukan itu? Melihatnya saja membuat Minrin tidak tega.

“Aku hanya merasa tidak enak dengan fans. Bagaimanapun juga aku bisa menjadi orang yang menyakiti mereka suatu saat nanti.”

Minrin mendengus lagi tapi tidak mengatakan apapun. Gadis itu hanya berdecak kecil lalu mengalihkan tatapannya pada cangkir kopi yang belum disentuhnya itu. Dia menyesap minuman hangat itu dan seketika itu rasa nyaman mengalir di kerongkongannya.

“Tidak perlu begitu juga, lagipula itu bukan salahmu kan? Entah kenapa aku terlalu yakin kau tidak akan membuat fansmu kecewa, kecuali yeah…kita tertangkap dispact saat berkencan dan terpaksa mengakuinya, benarkan?”

Ryeowook terkekeh kecil tapi menyetujui ucapan Minrin barusan. Itulah kenapa dia selalu berhati-hati. Tidak sering dia mengajak Minrin keluar untuk berjalan-jalan kecuali saat Ryeowook nekat membawa Minrin untuk memlih cincin hadiah ulang tahun ketika itu. Keduanya lebih banyak menghabiskan waktu di apartement gadis itu atau di dorm Super Junior saat Minrin datang berkunjung. Yah…hanya sebatas itu. Selebihnya mereka hanya akan saling bertukar pesan atau berbicara banyak hal di group chat bersama member Super Junior lainnya. Lagipula keduanya memang tidak pernah bunyak waktu yang banyak untuk saling bertemu. Dan bagi Minrin itu semua sudah cukup.

“Jika dispact mendapatkan foto kencan kita, kurasa mereka tidak akan begitu saja merilisnya. Tapi kau benar. Mian…,” ucap Ryeowook menyesal kemudian, bahwa dia tidak pernah bisa memberikan sesuatu yang berarti untuk gadisnya itu.

“Kau minta maaf karena tidak bisa berkencan bebas seperti pasangan lain?” Minrin meyakinkan lalu diikuti anggukan kepala oleh Ryeowook. Gadis itu lantas tertawa lagi.

“Itu tidak lucu, Minrin-ya…”

“Memang tidak lucu,” Minrin menyahut masih dengan tawanya. “tapi kita memang tidak seperti pasangan-pasangan itu kan? Kita berdua tahu bekencan di tempat romantis, saling melempar kalimat cinta bukanlah gaya kita selama ini. Terkadang kau memang agak berlebihan saat lama tidak bertemu denganku, seperti kalimat rindu tadi…atau aku yang juga kadang bisa bertingkah sangat menggelikan. Tapi semua itu hanya bisa dihitung dengan jari. Lagipula aku lebih suka kita menghabiskan waktu seperti ini, mengobrol banyak hal denganmu dan bersantai.”

Ryeowook tersenyum dan mengangguk lagi. Benar sekali. Rasanya lebih menyenangkan ketika dia bisa bertukar pikiran dengan gadis ini, bercerita banyak hal dengannya. Kadang Ryeowook memang akan bersikap romantis, seperti kejutan pagi hari untuk Minrin saat ulang tahun april lalu, atau saat Ryeowook memberikan bunga untuknya, atau kalimat-kalimat manis nan menggelikan yang kadang akan terlontar. Tapi itu semua memang bisa dihitung dengan jari. Selebihnya mereka hanya akan terjebak dalam ruang tengah apartement Minrin, bercerita banyak hal, menonton drama dan kadang dibumbui sedikit perdebatan. Ya…sesederhana itulah pertemuan mereka selama ini. Dan sayangnya Ryeowook tidak pernah bosan menjalaninya. Minrin sudah seperti mood booster untuknya yang bisa mengubah moodnya yang semula buruk kembali normal.

“Hmm….kurasa kita memang pasangan yang aneh. Donghae hampir setiap hari meluangkan waktu bertemu kekasihnya, dan Eunhyuk…kau tidak akan menyangka kalau sahabatmu itu sangat romantis.”

“Aku tahu, kadang aku tidak mengerti kenapa dia bisa seperti itu, menggelikan sekali.”

“Dan Hyehyo menyukainya…”

Minrin tekekeh membenarkan. “ya…itu benar sekali.”

Keduanya tertawa bersama setelah itu, menyadari bahwa mungkin mereka bedualah satu-satunya pasangan yang berbeda di antara pasangan lainnya.

“Ingin mencoba yang lain? Gaya berkencan yang lebih romantis…” Minrin menawarkan.

Ryeowook yang sekali mendengar itu langsung mengernyit. “Eiiyy, jangan bercanda, aku tahu kau tidak punya pikiran seperti itu.”

“Aku serius. Coba kau pikir hal romantis apa yang pernah kita lakukan selama ini?”

Ryeowook berpikir sebentar. Ciuman dan pelukan, dia rasa dua hal itu tidak masuk kriteria. Mereka sering melakukannya dan bukankah pasangan yang lainnya juga demikian?

“Saat ulang tahunmu…” Ryeowook menjawab.

“Ya…kau membuatnya tampak romantis pada awalnya dan tentu saja hadiah cincin itu menjadi puncaknya, tapi bukankah akhirnya kita berakhir mengobrol lagi seperti ini?”

Ryeowook menarik nafasnya dan sekali lagi mengangguk. “Atau saat kita menghabiskan waktu bersama di atap apartement, ekspresimu saat itu benar-benar sedih dan pelukanmu…astaga aku bahkan masih ingat bagaimana kau memelukku sangat erat,” Ryeowook tersenyum menyindir setelahnya, mengingatkan Minrin saat rencana mengerjai Ryeowook justru berbalik ke arahnya.

“Kau keteraluan saat itu, yang benar saja…! kau pikir gadis mana yang tidak akan sedih, eh?” Minrin mendengus kesal. “Kurasa yang satu itu bisa masuk kriteria. Tapi tetap saja itu semua hanya hal-hal tak terduga yang kita lakukan dan siapa sangka berakhir manis.”

“Lalu?” Ryeowook bertanya melanjutkan.

“Kenapa kita tidak mencoba yang lain? Berjalan-jalan di luar, bergandengan tangan, melihat sunset… ahh bukankah itu romantis?” Minrin menatap dengan mata berbinar, sesuatu yang sangat jarang ditunjukannya.

“Kau mulai bertingkah aneh.”

“Oh…ayolah, ini liburan yang tidak akan datang dua kali. Hanya tiga hari, Ryeowook-ah…coba kau pikir kapan lagi kau akan punya waktu free untuk melakukan hal-hal seperti ini? Dan aku juga tidak akan janji bisa menerima ajakanmu lagi.”

Ryeowook berdecak kecil lalu menggelengkan kepalanya. Minrin terus tersenyum lalu beranjak dari tempat duduknya, mengambil tasnya dan mengulurkan tangannya di depan Ryeowook.

Kajja...”

Pria itu menghela nafasnya pasrah lalu menyambut uluran tangan itu. Tangannya meraih mantelnya kemudian  mengikuti gadis itu keluar dari kedai minuman itu.

“Bukankah mengajakmu liburan seperti ini sudah termasuk romantis?”

“Aku tahu, tapi sama saja kalau kita hanya mengobrol seperti tadi.”

“Tsk, aku rasa ada yang aneh denganmu hari ini. Kau yakin tidak apa-apa?”

“Aku tidak aneh! aku hanya butuh hiburan saat ini.”

Tsk...Kuere..kuere arraso…”

 ***

CUT

 

Ryeomin story again guys…. awalnya mau bikin lanjutan dari cerita ulang tahun Minrin, yang liburan bareng itu…tapi sepertinya keberadaan Ryeowook sedang tidak terdeteksi dimana. Aku pikir dia liburan bareng Leeteuk ke swiss tapi sepertinya tidak ya…? jadi aku bingung mau pilih setting mana, makanya nama Jeju muncul hehe… ini juga gara-gara lagunya Kyuhyun yang enak banget buat didengerin. Kesannya manis aja…waktu sore hari di musim gugur menghabiskan waktu bersama J

Aku lagi nggak pengen buat yang ribet-ribet. Dan ff ini isinya cuma obrolan mereka aja setelah 2 bulan nan nggak ketemu. Banyak moment terlewatkan yang sebenarnya pengen aku buatin ff termasuk berita si sungmin dan juga permintaan maaf Ryeowook di sukira tapi aku nggak punya waktu buat nulis disamping juga rasa males dan sebel lihat si sungmin, jadinya aku jadiin satu di sini. ^^ semoga ini tidak membosankan dan terima kasih buat yang baca ff ini. Jangan lupa komentar kalian.. bye..

Advertisements

3 thoughts on “(Ryeomin story) Afternoon Talk Time

  1. Ehmm tadi rada nyindir Sungmin ya?? Tapi gk papalah. Aq jg agk sebel sama dia…
    .
    Bagian akhirnya buat senyum2 sendiri deh. Jd pengen ke Jeju 😀
    Ah ya, tadi di bagian awalnya ada sdikit typo . Tapi keseluruhan cerita bgus kok. Aq suka 🙂

  2. Liburan romantic ya ?? Semoga kalian bisa mewujudkannya ya… Tanpa perdebatan. hahaha…
    Baca scene Sungmin, jadi flashback kan -_-
    overall keren eonn…

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s