-Series- Fight of Love (1)

cool-cute-heart-heart-love-love-Favim.com-213391

Title : Fight of Love (1)

 

Pesta itu terasa sangat membosankan sekaligus memuakan. Entah kenapa orang-orang kalangan atas yang berduit banyak itu terlihat menjengkelkan di mata Minrin. Sepengetahuan Minrin mereka hanya berbincang-bincang mengenai bisnis bahkan dalam situasi pesta pertunangan sekalipun. Sesuatu yang entah kenapa agak mengganggunya. Dia, Shin Minrin gadis yang dengan sangat terpaksa datang ke acara ini demi memenuhi undangan sang kekasih sudah menguap beberapa kali ketika suara musik klasik kembali mengayun-ayunkan pikirannya. Gadis-gadis yang berlalu lalang di depannya tidak henti-hentinya melayangkan tatapan mata sinis sekaligus tidak percaya mereka yang tentu saja langsung ditanggapi sikap cuek oleh Minrin.

Sudah sekitar setengah jam sejak Minrin memasuki hall room mewah ini dan terjebak dalam situasi tidak mengenakan karena tidak satupun orang yang dikenalnya. Dia tidak berniat berkeliling untuk mencari sang kekasih dan memilih untuk memperhatikan orang-orang yang dalam pandangannya benar-benar terlihat tidak punya empati sedikitpun terhadap orang asing yang tengah terlihat kebingungan seperti dirinya. Dia bukannya menginginkan sapaan mengejutkan dari para pengusaha kaya itu atau mendapatkan tatapan-tatapan aneh yang menghujaninya, tapi tidakkah satupun diantara mereka yang menyadari keberadaannya? Oh dia lupa bahwa dia bukanlah orang penting di sini. Jika saja orang-orang itu tahu siapa dirinya sebenarnya, mungkin saja tatapan sinis tadi akan berubah seketika. Minrin tersenyum tipis mengingat kemungkinan itu. Sayangnya semua hal yang dipikirkannya itu tidak akan terjadi, karena bagaimana pun juga Lee Hyukjae, putera sulung pendiri L.Te Group sekaligus kakak tertua pria yang malam ini akan bertunangan sama sekali tidak berniat mengumumkan kepada public terkait hubungan asmaranya dengan Minrin.

Minrin tengah memperhatikan seorang gadis berbalut gaun berwarna peach yang bersanding di samping Lee Donghae ketika lagu klasik ketiga dimainkan lagi. Pasangan itu terlihat benar-benar serasi dimatanya. Seandainya saja Minrin berasal dari keluarga terpandang seperti orang-orang itu, mungkin saja pesta pertunangan ini akan lebih dulu menjadi miliknya dan Hyukjae. Tapi apa yang bisa dilakukannya? Dia hanyalah seorang gadis biasa yang beruntung bisa memiliki Lee Hyukjae. Itulah kenapa hubungannya dengan Hyukjae terkesan ditutupi. Dan itulah kenapa pria bernama Lee Donghae yang menjadi adik Hyukjae itu lebih dulu bertunangan dan mungkin juga akan segera melangsungkan pernikahannya.

Satu lagi seorang gadis yang berjalan di depan Minrin dan terang-terangan melayangkan tatapan merendahkan padanya. Minrin sudah bisa menduga hal ini akan terjadi. Gaun selutut yang dibelikan Hyukjae mungkin memang tidak sanggup menutupi siapa dirinya sebenarnya. Dan make up tipis yang tadi dikenakannya memang jauh dari kata mempesona untuk menarik perhatian pria manapun. Mungkin hanya Lee Hyukjae yang dengan mudahnya jatuh dalam pelukannya. Hanya Lee Hyukjae dan juga pria itu. Tatapan Minrin terhenti pada seorang pria berjas yang sedang berbicara pada Donghae dan satu pria lainnya. Pria itu beberapa kali terlihat memperhatikan Minrin. Bukannya terlalu sombong, tapi orang-orang mengatakan meski Minrin tidak bisa menjadi angsa dalam pesta keluarga kaya seperti ini, setidaknya dia masih punya pesona sebagai seorang wanita. Minrin tersenyum pada pria itu dan dibalas dengan senyuman juga. Ini bukan pertemuan pertama mereka. Dan sangat mengejutkan karena Minrin tiba-tiba kembali bertemu lagi dengannya semenjak kejadian tempo hari di tempat kerjanya.

Keduanya masih saling bertatapan dari jauh ketika akhirnya sebuah tepukan lembut mendarat di pundak Minrin. Gadis itu menoleh dan dalam hati berdecak kecil saat moment yang sempat menjungkir balikkan isi perutnya itu terpaksa dihentikan. Lee Hyukjae menatapnya dengan kening berkerut seakan bertanya.  Sedangkan Minrin dengan berat menarik nafas panjangnya sebelum benar-benar mengalihkan perhatiannya dari pria tadi. Kedua matanya kini menatap penuh pada Hyukjae.

“Maaf, aku tidak langsung menemuimu. Paman tua itu masih saja menahanku.”

Minrin mengikuti arah pandang Hyukjae pada seorang laki-laki berumur yang terlihat sangat berwibawa itu. Tuan Lee, ayah Lee Hyukjae itulah yang tadi dipanggil Hyukjae dengan Paman tua.

“Dia ayahmu. Bagaimana bisa kau memanggilnya paman tua?”

“Karena dia tidak menganggapku anak hanya karena menolak permintaan konyolnya untuk menikahi gadis gila itu.”

“Gadis gila?” Minrin terkekeh kecil mengulangi ucapan Hyukjae. Sudah berulang kali Hyukjae mengatakan tentang gadis gila itu. Sebenarnya gadis yang dimaksudnya itu tidak seburuk itu, hanya saja Hyukjae benar-benar tidak suka hingga menyebutnya dengan sebutan menggelikan seperti itu.

“Aku serius. Kenapa kita tidak menikah saja? Maksudku, aku tidak peduli lagi jika mereka akan memandangku sebagai pria yang tidak punya selera tinggi terhadap wanita.”

Minrin mendelik sebentar. “Kau mengakuinya sekarang? Baguslah! Aku kira Lee Hyukjae yang keras kepala ini tidak akan bangun dari kenyataan bahwa kekasihnya yang hanya pelayan ini sama sekali tidak berkelas.”

Hey, aku tidak bilang kau tidak berkelas. Yah…untuk beberapa hal kau memang tidak bisa menyamai wanita-wanita di sana itu,” Hyukjae menunjuk sekumpulan wanita yang tengah mengobrol dengan arah pandanganya. “Tapi kau tidak kalah cantik dari mereka. Kau sexy dan kurasa itu kelebihanmu,” Hyukjae tersenyum menggodanya.

“Apa hanya itu yang kau lihat dariku? Sayang sekali, karena jika hanya itu yang kau lihat aku tidak bisa menjamin akan bertahan disampingmu.” Minrin mengedikkan kedua bahunya lalu dengan ringannya melangkahkan kakinya berlalu dari hadapan Hyukjae.

Minrin berjalan dengan tenang  yang tentu saja diikuti Hyukjae menuju pasangan yang malam ini tengah berbahagia. Setidaknya karena sudah anya, Minrin harus anya selamat pada mereka.

“Kau tidak perlu menemuinya jika Paman tua itu tahu….”

“Kau yang mengundangku kan? Kau bisa melindungiku jika paman tua yang kau maksud itu mengancamku nanti. Lagipula aku sudah datang, rasanya aneh jika tidak memberi selamat pada adikmu.” Minrin memotong cepat ucapan Hyukjae barusan.

Langkahnya berhenti tepat di depan Lee Donghae dan juga gadis beruntung yang akan menjadi isterinya nanti. Minrin memamerkan senyum termanis dan teramahnya lalu mengulurkan tangannya yang langsung disambut Donghae.

Chukkae, Lee Donghae.”

Donghae yang sempat tidak percaya bahwa kekasih kakaknya yang merupakan orang biasa itu akan ke pesta pertunangannya hanya bisa balas tersenyum. Pria itu melirik pada Hyukjae yang berdiri di samping Minrin dan melayangkan tatapan pertanyaan pada kakaknya itu.

“Aku sudah melarangnya, tapi kau tahu sendiri itu tidak berlaku untuk Minrin,” jawab Hyukjae tidak peduli. Karena nyatanya kekasihnya yang ‘orang biasa’ ini memang dilihat dari segi sikap manapun terkesan sedang melakukan perang terbuka dengan ayahnya.

Semula berawal dari satu bulan yang lalu saat tuan Lee mendapati putera sulungnya menjalin hubungan khusus dengan seorang pelayan rendahan. Pria tua itu menemui Minrin secara pribadi di tempat kerjanya dan menyuruhnya untuk menghentikan hubungannya dengan Hyukjae. Dan tentu saja usulan itu ditolak Minrin. Dia merasa sama sekali tidak punya kesalahan karena menyukai pria bernama Lee Hyukjae itu. Karena itulah Minrin tetap melanjutkan hubungan beda kelas itu, tidak peduli jika banyak orang menentangnya. Apa jatuh cinta itu sebuah kesalahan?

Puncak dari semua masalah itu adalah kejadian beberapa hari yang lalu, dimana kali ini Nyonya Lee yang meminta bertemu. Pertemuan dua orang wanita keras kepala dan tentu saja berakhir pada pertengkaran diantara keduanya. Dan disitulah Minrin merasa harga dirinya terinjak-injak saat Nyonya Lee yang katanya beretika itu menuangkan jus tomat di atas kepalanya.

“Ini serius, sampai kapan kalian akan melakukan ini?” pertanyaan Donghae menyadarkan Minrin yang semula diam.

“Tidak perlu khawatir. Aku tidak akan berlama-lama di sini. Kakakmu sepertinya masih terlalu takut dengan paman tua nya, jadi aku akan langsung pergi setelah ini.”

Yaa…,” terdengar decakan singkat tidak terima dari Hyukjae yang sekali lagi ditanggapi ringan oleh Minrin.

“Paman tua?” Donghae mengulangi ucapan Minrin dengan kening berkerut menatap pada Hyukjae. “Maksudmu, ayah?” Hyukjae hanya bisa menghela nafasnya lemah dan tersenyum. Seketika itu jugalah Donghae langsung tertawa tanpa mampu ditahannya.

Yaa, kau keteraluan. Bagaimana bisa kau memanggilnya paman tua?”

“Kau tidak tahu saja kalau ayah sepertinya lebih menyayangimu. Lihat saja berapa lama dia akan bertahan dengan kau sebagai CEO nantinya, bisa-bisa perusahaan hancur dalam waktu satu bulan.” Hyukjae mencibir adiknya itu yang tentu saja tidak bisa diterima oleh Donghae.

Mwo? Aku tidak seburuk itu. Lagipula ayah akan mengembalikan posisimu lagi jika saja kau mau menuruti sarannya. Maksudku Park Hyehyo, bukan gadis gila seperti yang kau bilang,” balas Donghae tidak mau kalah.

“Dan meninggalkan Minrin? Tentu saja tidak,” tolak Hyukjae tegas.

Minrin yang berdiri di samping Hyukjae hanya tersenyum lalu kembali berucap, “Oh Ayolah, apa ini yang setiap hari kalian berdua lakukan? Hyukjae selalu mengeluh bahwa adiknya benar-benar menyebalkan.”

Jinjja? Hey, Minrin-ya, kau belum tahu saja seperti apa kakakku ini. Sangat menyebalkan. Aku bahkan heran kau bisa terjebak dalam pesonanya.” Donghae tersenyum miring pada Minrin yang ditanggapi Minrin dengan dengusan kecil.

“Bukan aku yang terjebak tapi dia yang tidak bisa lepas dariku,” balasnya sambil terkekeh pelan. Wajah Lee Hyukjae sudah berubah kesal sejak dua orang terdekatnya itu sedang membicarakan dirinya.

Yaa~! Hentikan. Kalian berdua benar-benar…!!”

Lalu keduanya hanya tertawa pelan begitu juga tunangan Donghae yang sejak tadi diam pada akhirnya ikut hanyut dalam pertengkaran kecil antar saudara dan seorang gadis yang menurutnya memang berbeda itu.

“Baiklah, kurasa aku harus pergi. Sekali lagi selamat atas pertunangan kalian. Park Chany-ssi, kau beruntung mendapatkan pria ini,” ucap Minrin kemudian.

Gadis itu hanya tersenyum dan mengangguk. Lalu setelah mengucapkan selamat malam, Minrin pun berbalik meninggalkan tiga orang yang kini tengah menatapnya dari belakang. Lee Hyukjae sebenarnya berniat akan mengantar gadis itu pulang. Tapi sepertinya saat ini dia belum bisa terlepas dari ayahnya yang ternyata sejak tadi terus memperhatikannya.

***

Minrin berdiri dengan menahan dingin. Mantelnya tidak cukup tebal untuk melindungi tubuhnya yang sudah menggigil kedinginan. Musim gugur di Korea akhir-akhir ini sama dinginnya seperti musim dingin. Jika tahu begini, lebih baik tadi dia memakai mantel yang lebih tebal. Kedua tangannya terlipat di depan dada untuk mengurangi dinginnya malam yang menembus permukaan kulitnya. Taxi yang ditunggunya belum juga tiba, dan Minrin terpaksa tetap berdiri di luar gedung itu. High heels yang dikenakannya sudah mulai tidak nyaman di kaki, dan rasanya dia benar-benar sangat lelah.

“Kurasa pria yang bersamamu tadi akan mengantarmu pulang.” Suara seorang pria yag menegurnya secara tiba-tiba membuat Minrin menoleh. Pria itu lagi. Minrin tersenyum ringan tanpa bisa dikontrolnya.

“Apa menurutmu seorang pangeran akan mengantarkan Cinderella pulang ke rumahnya? Dalam cerita, Cinderella itu selalu pulang sendiri usai menghadiri pesta kerajaan,” sahut Minrin tenang tanpa sedikitpun menunjukkan keterkejutannya karena mendapati pria itu menghampirinya.

“Tapi pangeran akan mengejarnya bukan? Tapi kurasa itu tidak berlaku untukmu.” Pria itu berjalan mendekat dan berdiri tepat di samping Minrin.

“Kita pernah bertemu sebelumnya. Kau yang membelaku saat wanita tidak beretika itu menyiramkan jusnya di kepalaku, benarkan?” tanya Minrin kemudian memastikan bahwa dia tidak salah. Pria itu memang pria yang waktu itu menolongnya.

Seperti katanya tadi, pertemuan malam ini dengan pria itu bukanlah pertama kalinya untuk Minrin. Pria itu mengangguk dan tersenyum.

 “Aku kira kau tidak ingat soal itu. Aku melihatmu di dalam tadi. Aku tidak menyangka seorang pelayan sepertimu bisa memenangkan hati seorang pangeran seperti Lee Hyukjae itu.”

“Ya..sangat mengejutkan. Aku sendiri bahkan tidak percaya itu. Dari mana kau tahu kalau pria itu kekasihku?”

“Aku melihatnya. Dari cara kalian berinteraksi dan dari caranya menatap ke arahmu.”

Minrin mengangguk-angguk mengagumi kehebatan pria itu yang telah menebak dengan benar hanya berdasarkan penglihatannya saja. Andai saja semua orang di dalam sana mempunyai kemampuan menebak seperti itu, mungkin saja esok hari akan muncul artikel tentang hubungan tersembunyi anak dari pendiri L.Te Group dengan seorang pelayan. Tapi sepertinya Minrin tidak akan menyukainya. Berdiri di tengah-tengah Hall Room dengan tatapan jijik semua orang serta tatapan mengawasi milik Tuan Lee cukup membuatnya lelah. Dan rasa lelahnya kembali harus diuji di tengah udara dingin seperti sekarang ini. Angin tiba-tiba bertiup membuat Minrin mau tidak mau harus mengeratkan lagi mantelnya.

Chubda. Kenapa udara malam ini sangat dingin?, menyebalkan!” gerutunya.

“Kau ingin kuantar pulang?” tanya pria itu tiba-itba.

Minrin menoleh cepat dan untuk pertama kalinya dia mempunyai kesempatan menatap pria itu dalam jarak sedekat ini. Wajahnya tampan dan dari penampilannya, Minrin menduga bahwa pria ini juga salah satu orang berlatar belakang sama seperti Hyukjae, mereka menyebutnya Chaebol –sebutan bagi keluarga konglomerat di Korea-. Mendadak pesona pria itu menjeratnya. Sial. Minrin mengalihkan tatapannya ketika dirasa sudah terlalu lama menatapnya.

“Aku tidak mengenalmu, bagaimana aku percaya kau akan mengantarkanku pulang?” tanya Minrin berbalik tanpa sedikitpun berniat mengalihkan tatapannya sepenuhnya dari pria itu.

“Kau benar-benar tidak percaya pada orang asing yang bahkan telah menelongmu sebelumnya?”

Minrin lalu tersenyum saat akhirnya tawaran itu diterimanya. System otaknya entah sedang bekerja bertolak belakang dari keinginanya atau memang sudah tidak beres sejak bertemu di dalam tadi dengan pria ini, tapi yang jelas dia sangat senang ketika pria itu menawarkan diri untuk mengantarkannya pulang.  Dan dalam perjalanan itulah Minrin mengenal siapa pria itu sebenarnya.

***

Hi, saya kembali bawa sesuatu. Cerita baru lagi? Yah… kurasa hehe 😀 lagi-lagi bawa Ryeowook-Minrin-Hyukjae, tapi ini beda sama bittersweet lho ya…

Cerita series lagi dan saya tahu saya masih banyak utang ngelanjutin ff yg lain, tapi kurasa imaginasi saya sedang bekerja untuk ini. Kali ini saya nggak mau bikin yang panjang-panjang Cuma drabble2. Jadi ff ini itu ff series yag setiap partnya Cuma pendek-pendek, nggak lebih dari 10 halaman, makanya saya optimis bisa segera nyelesaiin in cepet-cepet. Judul per part akan beda-beda, nggak ada main title nya karena saya bingung mau ngasih judul apa hehe 😀 mohon dimaafin. Jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya…

Bye ~~^^

Advertisements

4 thoughts on “-Series- Fight of Love (1)

  1. Udah lama nggak mampir ke sini… eh ternyata udh bnyak aja ff baru.
    Ff ini kelihatannya seru, jd jg lama2 buat lanjutinya! Semangatt 🙂

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s