(Ryeomin story) My Handsome Boy

RW

Kim Ryeowook – Shin Minrin

Teriakan kencang terasa sangat memekakan telinga hingga membuat Ryeowook tidak jadi menuangkan isi minuman ke dalam gelasnya. Hanya ada satu orang yang mungkin berteriak seperti itu dan orang itu pastilan Minrin. Kadang Ryeowook tidak mengerti kenapa gadis itu seperti memiliki kepribadian ganda. Biasanya Minrin akan memasang wajah dingin dan datar bahkan terkesan cuek, tapi siapa yang menyangka kalau ternyata gadis itu sama seperti gadis-gadis lainnya yang bisa berteriak sesuak hati jika melihat sesuatu yang menarik perhatiannya. Misalnya saja melihat pria lain yang lebih keren. Untuk yang satu itu terkadang membuat Ryeowook kesal sendiri. Meskipun Ryeowook sendiri tidak melarangnya, tapi pria mana di dunia ini yang senang jika melihat gadisnya lebih tertarik pada pria lain yang lebih tampan?

Ryeowook menghampiri Minrin yang masih setia bersama ponselnya sejak ditinggalkannya lima belas menit yang lalu. Dia berdehem pelan berusaha menarik perhatian Minrin yang tetap focus pada layar ponselnya.

“Apa yang kau lihat?” tegur Ryeowook akhirnya.

Minrin mendongak dan terlihat sedang menahan senyumnya. “Aniyo, bukan apa-apa.” Dia pun segera mematikan aplikasi yang sedang dibukanya dan meletakkan ponselnya di atas meja. Lalu membirakan saja Ryeowook duduk di sampingnya.

“Kau tahu sudah berapa kali aku melihatmu seperti ini? kurasa aku terlalu mengenalmu dan jangan salahkankan aku jika tebakanku benar.”

“Jadi menurutmu apa yang tadi aku lakukan?” tanya Minrin menantang. Ryeowook diam sebentar terlihat berpikir lalu menyipitkan matanya.

“Pria mana lagi sekarang? Oh..ayolah Minrin-ya sudah kubilang aku terlalu mengenalmu. Pertama kau hanya akan berteriak seperti itu jika drama kesukaanmu tidak sesuai dengan yang kau harapkan dan kedua ketika kau melihat actor tampan yang kau gilai. Apa aku salah?”

Minrin tersenyum dan mengedikkan bahunya ringan. Ryeowook memang terlalu mengenalnya dengan sangat baik tapi sayangnya bukan kedua alasan itulah yang membuat Minrin seperti tadi. Alasannya berteriak adalah pria itu, Kim Ryeowook.

“Kau melupakan satu hal soal diriku. Ada hal lain yang bisa membuatku lebih antusias dari pada yang kulakukan tadi.”

Ryeowook mengernyitkan dahinya sebentar. “Apa?”

“Kau,” jawab Minrin yakin. Sekali lagi Ryeowook mengernyit tapi tidak berselang lama, karena setelahnya dia terkekeh pelan.

“Aku?”

“Benar. Kau, pria yang selalu berhasil membuatku lebih girang dibandingkan tadi. Kau tidak percaya?”

Kali ini Ryeowook yang berusaha sangat keras menahan senyumnya agar tidak terlihat sangat senang. Hey, kalimat itu baru kali ini di dengarnya dari seorang Shin Minrin. Siapa yang menyangka kekasihnya itu akan sangat jujur begitu? Ya…meskipun Ryeowook sebenarnya tidak terlalu terkejut mengetahui fakta yang satu itu. Shin Minrin , gadis itu terlalu kuat terikat pesona seorang Kim Ryeowook. Jika bukan karena itu, kenapa Minrin mau bertahan bersama Ryeowook padahal jelas gadis itu mengidolakan pria tampan lainnya?

Kegembiraannya tidak bertahan lama karena setelahnya Minrin justru melayangkan tatapan penuh pada Ryeowook. Gadis itu sedang memperhatikannya seakan-akan Ryeowook adalah satu-satunya obyek yang mampu ditangkap indera penglihatannya.

“Baiklah, kau mulai membuatku takut,” ujar Ryeowook lalu menjauhkan dirinya dari Minrin. Setiap kali Minrin bersikap seperti itu, gadis itu bisa berubah sangat agresif. Ini benar-benar serius. Beberapa hari yang lalu Ryeowook terjebak dalam pesonanya yang tentu saja gagal untuk ditolak. Dan kali ini Ryeowook berharap tidak akan terjebak untuk kedua kalinya.

Minrin tersenyum bahkan hampir terkekeh tapi segera menahan dirinya. “Kau tidak penasaran bagian mana dari dirimu yang membuatku berteriak seperti tadi? Atau yang membuatku seperti gadis gila yang bersikap agresif?”

“Tidak. Aku tidak ingin tahu dan berhentilah menatapku seperti itu. Kau benar-bena membuatku takut.”

Gelak tawa terdengar keras dari Minrin. Gadis itu sudah tertawa terbahak-bahak saat melihat ekspresi bingung dan juga takut milik Ryeowook. Ryeowook mendesis kesal. Ini kali pertamanya dia menjadi bahan candaan gadis itu hingga seperti ini.

Minrin menggeser tubuhnya mendekat dan merangkulkan tangannya di pundak Ryeowook lalu mulai menatapnya dengan lekat dalam diam. Ryeowook yang diam di tempatnya hanya bisa menahan nafasnya. Sekali lagi gadis ini membuat gerakan, jangan salahkan Ryeowook kalau kejadian beberapa waktu yang lalu di ruangan ini akan terulang lagi.

“T..ti..dak Minrin-ya, kumohon, hentikan!” Ryeowook melepaskan rangkulan tangan Minrin.

Dan tanpa disangka gadis itu justru tersenyum geli dan berniat menggoda Ryeowook lagi, tapi kemudian dia mengurungkannya karena dia sendiri yakin tindakannya bisa saja berakhir seperti beberapa hari yang lalu. Jangan ingatkan soal itu, karena Minrin benar-benar tidak ingin mengingatnya. Sangat memalukan.

 “Kau benar-benar lucu, setelah kuperhatikan kau memang tidak beda jauh dengan foto itu. Sangat lucu,” ungkapnya lalu kembali duduk di tempatnya semula.

Ryeowook yang melihat itu hanya bisa mengernyit bingung. Foto apa lagi yang sedang dimaksud itu? Minrin mengambil kembali ponselnya lalu setelah mengotak-atik sebentar, dia pun memperlihat sebuah foto pada Ryeowook. Foto Ryeowook saat masih kecil.

rw

little rw

“Kau benar-benar sangat lucu, benarkan? Ah…kyeopta!”

Yaa, dari mana kau dapat foto ini?” teriak Ryeowook keras lalu merampas ponsel Minrin begitu saja dan memperhatikan baik-baik foto itu. Bukan foto saat SMP dimana Ryeowook terlihat lebih gemuk seperti yang sudah tersebar di dunia maya selama ini. Tapi foto ini diambil bahkan saat usia Ryeowook belum menginjak 5 tahun.

“Dari salah satu teman. Kurasa seseorang mengunggahnya di internet. Bukan hanya kau saja, tapi member lainnya juga. Foto member Super Junior saat bayi benar-benar sangat lucu,”

Aissh, kenapa mereka harus mengunggah foto seperti ini?” Ryeowook mengerang kesal.

“Kenapa harus marah? Kau tidak berbeda jauh dari dulu sampai sekarang, ya..meskipun saat kau SMP kau sempat kelebihan berat badan,” Minrin terkekeh lalu menjulurkan lidahnya berusaha mengejek Ryeowook yang sudah dongkol sejak tadi.

“Ya…sangat lucu, teruslah tertawa Shin Minrin.”

Bukannya berhenti Minrin benar-benar terus tertawa. “Kau itu masih mending dibandingkan Kyuhyun. Aku bahkan tidak mengenalinya kalau itu dia. Kyuhyun saat masih kecil berbeda jauh dari sekarang. Dan…Heechul oppa, aku pikir dia tidak ada di foto ini,” Minrin menunjuk foto Kyuhyun bergantian dengan Heechul lalu kembali tertawa.

“Jadi, karena foto ini yang membuatmu berteriak tadi?” tanya Ryeowook kemudian tanpa sedikitpun berusaha membuat Minrin berhenti tertawa.

“Ya. Lalu aku melihat foto-fotomu sejak 9 tahun terakhir dan aku tahu kau memang tidak selalu tampan,” Minrin tertawa lagi dan melirik Ryeowook yang sudah kembali dibuat kesal.

Aissh, Jinjja.. berhentilah tertawa!”

Minrin masih belum bisa menghentikan tawanya sampai akhirnya kedua matanya melihat ekspresi Ryeowook yang benar-benar terlihat sangat kesal. Barulah setelah itu Minrin menghentikan tawanya. “Baiklah…baiklah…mianhae,” ujarnya.

“Kenapa harus foto ini? dari mana mereka mendapatkan ini semua? Aissh… benar-benar rmenjengkelkan,” keluh Ryeowook lagi ketika kembali memperhatikan foto di ponsel itu.

Wae? bukankah kalian sangat lucu?”

“Kau tidak melihatnya? Ini benar-benar memalukan.”

“Tapi bagiku tidak. Kalian lucu dan menggemaskan saat kecil dan sekarang…” Minrin menghentikan kalimatnya lalu mendongak menatap Ryeowook. Dia tersenyum pada Ryeowook lalu dengan sangat cepat mengecup pipi pria itu. Ryeowook hanya melongo dibuatnya.

“Kalian semua sangat tampan terutama Lee Donghae dan Choi Siwon yang sama sekali tidak berubah sejak kecil, tapi Kau…adalah satu-satunya diantara mereka yang menarik perhatianku,” lanjutnya sangat serius hingga rasanya diruangan itu hanya terdengar suara Minrin dan juga detak jantung mereka berdua.

Ryeowook tersenyum. “Manis sekali kau mau mengatakan hal seperti itu.”

“Aku tahu ini menjijikan, anggap saja kau tidak pernah mendengarnya dariku,” balas Minrin sembari menghela nafasnya lemah karena baru saja melakukan hal paling menggelikan dalam hidupnya sekali lagi.

“Bagaimana bisa aku melakukan itu? Kau mengatakannya dengan sangat serius untuk pertama kalinya.”

Minrin mendesis kecil lalu mengubah posisi duduknya menghadap ke depan. Dia harus menyembunyikan wajahnya yang sudah merah karena mengatakan hal-hal seperti tadi dan bahkan bersikap sangat agresif sekali lagi.

“Terima kasih karena mau bertahan,” ucap Ryeowook kemudian yang akhirnya membuat Minrin menoleh. Pria itu tersenyum hangat pada Minrin.

“Terima kasih juga kau masih mau bersabar menghadapiku.”

Jika Minrin adalah orang yang tepat untuk mengurutkan ketampanan member Super Junior, maka dia akan memilih Kim Ryeowook di nomor pertama dan Lee Hyukjae di nomor kedua. Meskipun semua orang menganggap dua orang itu pantas menduduki posisi akhir, tapi bagi Minrin dua orang itulah juaranya. Lee Donghae mungkin sangat tampan begitu pun Choi Siwon atau Cho Kyuhyun atau bahkan kadang-kadang Lee Sungmin dan Kim Heechul juga demikian, tapi ketika sudah menyangkut hati orang-orang tampan seperti Song Jongki atau Lee Seunggi pun bisa Minrin singkirkan begitu saja.

 ***

Saya kembali dengan drabble lainnya dari Ryeomin. Sepertinya saya harus minta maaf duluan sebelum banyak yang bertanya kapan after story bittersweet dipublish. Oke, bulan ini saya benar-benar sedang tertekan menghadapi tugas akhir untuk cari judul KTI jadi mohon maaf kalau ff yg saya janjikan belum bisa dipublish. Sebagai permintaan maaf saya kasih ff ini semoga bisa mengobati kekecewaan reader. Hehe.. satu lagi bonus pict buat kalian biar tersenyum 😀

Super Junior’s photo when they’re child. They’re cute, right? ^^

 baby SJ

Hayo, tebak itu siapa saja? k k k 😀 

Jangan lupa komentar kalian ya… Thank you 🙂

 

Advertisements

2 thoughts on “(Ryeomin story) My Handsome Boy

  1. Aigooo Bner2 kyeopta dah mreka wktu kcil ..
    Oke tetep d’tunggu kok authornim ^^
    Smangat bwat tgas akhirnya ..
    Sama2 lagi krjain tgas akhir jg jdi ikut ngerasain ..

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s