(Kyuran story) Closer

closer

Closer

Cho Kyuhyun – Shin Ranran

You’d better read other Kyuran story

[I Love Him]   [Let You Go]   [Missing You -Kyuran side-]   [Memories]

***

Suasana lantai atas Heestory café terbilang tidak terlalu ramai untuk ukuran sebuah pesta yang diadakan oleh seseorang yang punya banyak teman seperti Kim Heechul. Hanya sekitar lima belas orang yang berada di ruangan tak terlalu lebar itu. Jumlah yang seharusnya mampu membuat ruangan itu penuh sesak, tapi nyatanya ruangan itu justru terlihat sangat lengang karena ditinggal sebagian penghuninya. Beberapa diantara mereka termasuk Sungmin, Shindong, dan Kangin sudah turun ke lantai bawah, entah apa yang dilakukan mereka di sana. Beberapa yang lain yang kebetulan datang bersama pasangannya terlihat sudah mencari tempat sendiri untuk menghabiskan waktu berdua. Sisanya sedang berkumpul, membentuk lingkaran dan memainkan semacam permainan sebagai hadiah untuk Heechul. Tapi pria berulang tahun itu nyatanya sama sekali belum mendapat jackpot sama sekali dalam permainan penuh rencana konyol yang diatur Eunhyuk dan Donghae.

Dan permainan penuh muslihat itu adalah salah satu alasan untuk seorang gadis memilih menyendiri di sisi lain ruangan itu. Sejak pesta ini baru seperempat jalan dia sudah menghindari semua orang yang lebih banyak bercanda hari ini. Gadis itu bertekad tidak akan terlibat dalam permainan-permainan konyol itu, meski Minrin satu-satunya orang yang berhasil menariknya kemari memaksanya untuk ikut serta. Minrin memang berhasil membawanya dalam pesta ini dan membuatnya terjebak dalam satu ruangan dengan seorang pria yang tidak diharapkan untuk ditemuinya, tapi Minrin tidak akan dibiarkannya menarik dirinya dalam permainan yang mungkin saja akan membuatnya dalam situasi sulit seperti waktu itu. Sial sekali rasanya jika memikirkan kejadian satu tahun yang lalu.

Gadis itu, Shin Ranran memang sudah melupakannya. Melupakan Cho Kyuhyun tentu saja. Tapi hal-hal lain akhir-akhir ini mendesak masuk dalam pikirannya. Dan hal-hal lain itu selalu berkaitan dengan Cho Kyuhyun. Semacam teringat dengan masa lalu, dan Ranran seperti…hmm…yeah merindukan kebersamaannya dengan pria itu.

Suara derap kaki terdengar pelan masuk dalam indra pendengarannya saat sekali lagi lamuannya membawanya dalam kisah masa lalu itu. Ranran menoleh ke belakang dan entah apa yang seang Tuhan rencanakan hingga pria itu –Cho Kyuhyun- berdiri di sana dengan canggung.

Kedua tangan Kyuhyun terlihat membawa dua buah softdrink. Dan Ranran bisa melihat pegangan pria itu di dua buah minnuman kalengnya mengerat tiba-tiba. Kyuhyun balas menatap Ranran dalam diam. Pria itu berdiri kaku di tempatnya saat Ranran tidak kunjung mengatakan apapun. Dan inilah yang dihindari Ranran sejak tadi, bertatap muka dengan Kyuhyun secara langsung tanpa ada orang ketiga. Ranran sudah menduga suasana canggung seperti ini akan terjadi, meskipun selama berbulan-bulan ini mereka sudah mampu mengatasinya. Tapi tetap saja siapa yang menginginkan bertatap muka langsung dengan mantan kekasihmu yang sepertinya masih kau cintai?

Kyuhyun berdehem pelan dan mengangkat softdrinknya setelah sekian detik keduanya diam, mencoba menawarkan salah satu minuman miliknya pada Ranran yang sama sekali tidak mendapat respon sedikitpun dari Ranran. Gadis itu hanya tersenyum ramah dan lebih memilih diam. Kyuhyun juga tidak berbicara apapun setelahnya. Ranran pikir pria itu akan segera pergi dari hadapannya, tapi tidak disangkanya Kyuhyun justru menghampirinya, menarik satu kursi kosong di sebelah Ranran dan duduk di sana.

“Tidak bergabung dengan yang lain?” tanyanya mencoba akrab. Tangannya membuka minuman kaleng itu dan terdengar bunyi desis pelan dari soda minuman itu.

Aniyo, Aku tidak suka permainan seperti itu,” jawab Ranran cepat. Ia menoleh ke samping dan kini dengan jelas dia melihat wajah Kyuhyun. Ia harus mengakui Cho Kyuhyun masih tampan seperti dulu meski hanya dilihat dari samping. “Kau sendiri?” tanyanya.

“Aku sedang tidak ingin bermain. Hyung, selalu merencanakan sesuatu dibalik permainan yang dibuatnya,” jawabnya tenang. Sangat tenang dibandingkan sikap gugupnya saat tertangkap basah sedang berdiri di belakang Ranran.

Ranran mengangguk. Ya, dia sudah terlalu paham dengan jalan pikiran dua orang bernama Donghae dan Eunhyuk itu. Jadi sepertinya Cho Kyuhyun juga sedang menghindari hal-hal yang juga dihindari Ranran. Sebuah kebetulan yang sangat tidak menyenangkan karena nyatanya mereka justru terjebak duduk berdua di salah satu sisi ruangan ini, menikmati udara malam dari balik jendela.

Kyuhyun kembali diam dan meminum softdrinknya ketika lagi-lagi Ranran mencuri pandang ke arahnya. Pria itu terlihat benar-benar mempesona dalam caranya meminum minuman kaleng itu. Kyuhyun memang tampan. Dia memiliki sorot mata yang terkadang tajam tapi itu yang membuatnya tampak keren. Ranran harus mengakui bahwa wajah tampan milik Kyuhyun adalah salah satu yang disukainya. Kedua bola mata Ranran semakin lekat menatap sosok di sampingnya itu. Tindakannya itu tentu saja akan membuatnya sangat canggung jika saja Kyuhyun mempergokinya. Dan sialnya keberuntungan sedang tidak berpihak padanya. Kyuhyun menoleh tepat setelah menghabiskan sepertiga isi minumannya. Pria itu mendapati Ranran masih menatap kearahnya dalam diam.

Waeyo?” tanyanya mencoba kembali tenang.

Dan sangat sial bagi Kyuhyun karena tatapan Ranran barusan ternyata memunculkan perasaan lain dalam dirinya. Perasaan lamanya pada gadis itu. Pria itu sempat gugup sebelum menguasai dirinya kembali.

Ranran sendiri sudah kembali menegakkan tubuhnya sejak Kyuhyun mendapatinya mencuri pandang. Gadis itu menghela nafasnya diam-diam setelah menggeleng pelan.

“Sebaiknya aku pergi, Minrin pasti mencariku.” Ranran mendadak berdiri setelah yakin pembicaraannya dengan Kyuhyun akan terasa semakin canggung setelah ini. Gadis itu sudah bersiap melangkah saat dengan tiba-tiba Kyuhyun menahan pergelangan tangannya. Pria itu mendongak lalu kepalanya dengan pelan menunjuk gadis lain yang dimaksud Ranran sedang menikmati waktunya bersama kekasihnya.

“Kau masih berpikir dia akan mencarimu padahal di tempat ini dia bisa menghabiskan waktunya bersama Ryeowook?” ucapnya mengejek kebodohan Ranran yang sayangnya benar. Ranran mengikuti arah tunjuk Kyuhyun dan melihat Shin Minrin memang sedang bersama Ryeowook. Ranran hampir saja menjadi bodoh karena berencana mengganggu dua orang itu. Dia pun menghela nafas lemah sekali lagi.

“Kenapa tidak duduk di sini saja? Sudah lama kita tidak seperti ini, kan?” sekali lagi Kyuhyun mengucapkan sesuatu yang membuat Ranran menoleh ke arahnya. Jantungnya mendadak berdebar tidak karuan. Gadis itu lantas mengernyitkan dahinya pelan tapi akhirnya tidak punya pilihan selain kembali duduk.

Meskipun jika dipikir-pikir ini seperti dejavu. Mereka menghabiskan waktu bersama seperti ini, duduk berdua menikmati hal-hal disekitar mereka, bukankah ini sama persis saat mereka masih berhubungan?

Ranran menegakkan tubuhnya dan berusaha sebaik mungkin tidak menunjukkan kegugupan hatinya. Ya…hatinaya sangat gugup secara tiba-tiba tanpa dikontrolnya. Setelah beberapa hari yang lalu Minrin mengatakan bahwa dirinya terlalu sering melamun, dan tentu saja lamuannya selalu saja tentang Kyuhyun, kini tanpa diduga sebelumnya dia bisa duduk berdua bersama Cho Kyuhyun. Sebuah keajaiban Ranran tidak melontarkan kalimat rindu yang beberapa hari yang lalu memenuhi pikirannya.

“Bagaimana kau dengannya?” Kyuhyun membuka pembicaraan setelah sekian lama mereka hanya diam. Ranran tidak menoleh kali ini dan tetap focus pada pemandangan jendela besar yang memperlihatkan nuansa gelap lingkungan sekitar Heestory cafe. Meskipun begitu Ranran sangat yakin siapa yang dimaksud Kyuhyun itu.

Seorang pria yang menjadi alasan untuk Ranran sedikit berpaling dari Kyuhyun. Ralat! Bukan sedikit berpaling tapi sepertinya pria itu memang telah menarik Ranran menjauh dari pesona Kyuhyun yang selama ini mengganggu pikirannya. Sedikit terasa aneh karena pembicaraan tentang pria itu baru kali ini diangkat Kyuhyun setelah sekian lama Ranran berpisah dari Kyuhyun.

“Baik, tentu saja baik.” Ranran menjawabnya dengan gugup.

Hening kemudian. Kyuhyun kembali sibuk dengan minuman kalengnya, sementara Ranran lagi-lagi berusaha mengalihkan perhatiannya pada gelapnya malam di depannya jika tidak ingin Kyuhyun mempergokinya sedang mencuri pandang sekali lagi.

“Kau sendiri? Apa kau baik-baik saja?” Kyuhyun melanjutkan. Kali ini Ranran tidak tahan untuk tidak menoleh lagi dan melihat Kyuhyun juga ikut menoleh ke arahnya.

Ya ampun, kenapa kepalanya menjadi sangat rajin menoleh setiap kali Kyuhyun mengucapkan sesuatu?

“Ya..aku baik, sangat baik,” jawabnya pelan.

“Sudah sangat lama sejak kita duduk seperti ini….” Dan sekali lagi mereka berdua terjebak dalam situasi saling memandang dalam diam.

Suara bising orang-orang di belakang mereka yang sedang bermain game, nyatanya tidak mengganggu mereka dalam posisi ini. Suasana di sekitar mereka mendadak hening, dan jika ini adalah sebuah adegan drama, mungkin saja suara lembut alunan music piano atau gitar akan menjadi background scene ini. Entah pendengaran Ranran yang salah atau memang sebenarnya memang ada suara petikan gitar yang mengalun pelan di telinganya? Gadis itu mengerjapkan matanya cepat lalu buru-buru mengalihkan tatapannya dari Kyuhyun. Dia memalingkan wajahnya ke samping.

Ya…sudah sangat lama. Ranran bahkan merasa asing duduk berdampingan seperti ini dengan Kyuhyun. Padahal jika mereka berdua masih seperti dulu, bisa dipastikan keduanya tidak akan bertahan lama duduk berdampingan tanpa ada pertengkaran kecil yang mewarnai.

Kyuhyun ikut memalingkan wajahnya. Ekspresinya mendadak menunjukkan kekecewaan yang tentu saja tidak ditangkap Ranran. Kekecewaan karena moment sepersekian detik untuk menatap gadis yang pernah dicintainya… ah bukan yang benar ‘masih dicintainya’  itu harus berakhir.

“Aku memikirkan sesuatu akhir-akhir ini,” gumamnya pelan. kedua matanya melirik ke arah Ranran yang masih bergeming dalam duduknya lalu diam-diam dia tersenyum tipis. “Tentang..bagaimana jika semua dimulai lagi dari awal.” Dan ucapan lanjutan itu lantas membuat Ranran seperti terkena sebuah pukulan yang menohok hatinya. Gadis itu menoleh sebentar dan menunggu Kyuhyun kembali bicara.

“Tapi..tentu saja itu tidak terjadi.” Kyuhyun menunduk pelan dan demi Tuhan Ranran melihat ekspresi kecewa di sana. Nada suaranya juga terdengar sangat kecewa.

Apa ini? kenapa rasanya sangat aneh saat mendengar Kyuhyun mengatakan itu semua? Dan Ranran bahkan sedikit kecewa saat Kyuhyun mengatakan ketidakmungkinan memulai semuanya kembali.

Perlahan Kyuhyun menoleh lagi kea rah Ranran. Pria itu lantas tersenyum. Untuk kali pertama sejak sekian bulan, Ranran kembali bisa melihat senyum tulus itu lagi dari Kyuhyun. Pria itu ternyata memiliki sebuah senyuman yang manis. Sikapnya tidak terlalu menyebalkan lagi. Atau ini karena mereka berdua pernah terlibat dalam suatu hubungan yang terpaksa diakhiri? Entahlah…tapi yang jelas Kyuhyun sekarang yang duduk di samping Ranran terlihat berbeda dari Kyuhyun dulu yang setiap waktu hanya bisa mengajak Ranran dalam perdebatan tidak penting.

“Bahkan jika itu terjadi, tetap saja tidak akan sama dengan yang dulu. Tidak ada yang tahu tentang hati setiap orang, bukan? Dia bisa berubah sewaktu-waktu, tanpa bisa dimengerti.”

Ranran terhenyak. Iya, semua yang dikatakan Kyuhyun benar. Tidak ada yang tahu tentang hati seseorang. Bahkan Ranran sendiri tidak bisa mengerti tentang hatinya. Seperti yang Kyuhyun katakan, dia bisa berubah kapan-pun. Dan Ranran salah satu yang mengalaminya.

Kali ini Ranran melihat Kyuhyun yang terdiam justru sedang tersenyum ke arahnya. Pria itu menyalurkan lagi tatapan hangatnya dan sekali lagi Ranran terperangkap di dalamnya. Ranran baru menyadari jika sejak tadi Kyuhyun yang selalu bicara, sementara dirinya hanya mendengarkan atau hanya menjawab sekedarnya. Dan itu membuat Ranran ingin mengatakan sesuatu juga mengenai pemikirannya tentang memulai kembali apa yang pernah terjadi. Lalu senyum kecil dari bibir Kyuhyun kembali menyadarkan mata Ranran yang masih lekat menatap pria itu.

“Sedikit aneh kita bisa duduk seperti ini tanpa ada perdebatan atau pertengkaran seperti dulu.” Kyuhyun kembali berucap lalu terkekeh pelan. suasana hening yang tadi tercipta karena terbuai dalam tatapan masing-masing mendadak cair. Ranran ikut terkekeh kecil dan mengangguk setelahnya.

“Ya, kau benar. Aku tidak menyangka kita berlama-lama seperti ini tanpa ada perdebatan.”

“Hmm… dan aku menyukainya,” sahut Kyuhyun pelan yang sekali lagi membuat Ranran terhenyak.

Cho Kyuhyun kali ini benar-benar sulit ditebak. Sejak tadi ucapannya selalu membingungkan Ranran. Apa lagi maksudnya kali ini?

“Kenapa?” tanya Ranran memberanikan diri.

“Karena rasanya aku ingin mengulang lagi semuanya, ireohke…. jika ini adalah kesempatan kedua, aku ingin menjamin kita tidak akan terlibat dalam pertengkaran seperti dulu,” akunya dengan jujur yang semakin membuat Ranran tidak mengerti. Gadis itu sudah seperti tersudutkan.

O..oppa,” bibir Ranran tanpa diduganya menggumamkan panggilan itu untuk pertama kalinya. Dan ia melihat wajah Kyuhyun yang seperti menahan tawa mendengar panggilannya itu.

“Termasuk kau memanggilku Oppa. Terdengar sangat menyenangkan, tapi jujur saja aku merindukan panggilan menyebalkanmu itu. Cho Kyuhyuh!” sahut Kyuhyun menirukan nada suara Ranran yang dulu selalu dipakainya setiap kali memanggilnya.

Ranran mendadak diam. Cho Kyuhyun baru saja mengakui satu hal, bahwa dia juga merindukan kebersamaan mereka dulu seperti Ranran merindukannya.

“Tapi itu tidak mungkin, aku….”

“Aku tahu itu,” potong Kyuhyun cepat yang kembali membuat Ranran diam. Pria itu menoleh lagi lalu tersenyum. Dan tanpa Ranran bisa mencegahnya Kyuhyun sudah beranjak dari tempat duduknya. Dia masih tersenyum tapi Ranran melihat Kyuhyun sedang menyembunyikan ekspresinya yang berbeda jauh dari senyuman itu. Ranran tidak ingin menebak-nebak kenapa ekspresinya berubah menjadi lebih kecewa dari sebelumnya meskipun ia ingin mengetahuinya.

“Sebaiknya aku pergi, kurasa tadi Changmin bilang ingin mengatakan sesuatu padaku,” ujarnya kemudian. Kyuhyun mengambil kaleng bekas softdrinknya dan meninggalkan satu botol di meja itu  lalu segera berlalu dari hadapan Ranran yang hanya mampu memandanginya dalam diam.

Banyak hal yang ingin Ranran ketahui tentangnya yang sekarang. Entah hanya perasaannya ataukan pria itu memang sedang dalam kondisi seperti dirinya, -merindukan kebersamaan yang dulu- Dan dari semua perkatakaan Kyuhyun tadi, Ranran sebenarnya bisa menarik kesimpulan bahwa mungkin saja Cho Kyuhyun masih menyimpan perasaan untuknya entah seberapa kecil perasaan itu, tapi jelas masih ada.

Tatapannya berubah hampa menatap softdrink yang ditinggalkan Kyuhyun untuknya. Ranran memandang minuman kaleng itu lalu bibirnya tanpa mampu dikontrolnya berhasil menarik garis senyum.

 

***

CUT

Another story from Kyuran. Sampai sekarang hanya bisa bikin drabble2 kayak gini untuk Kyuran, karena jujur saya masih tidak tahu bagaimana akhir hubungan mereka nantinya, sementara si Ranran sendiri masih sangat terpikat pada pria lain itu. Hehe

Don’t forget to leave your comment ^^

Advertisements

2 thoughts on “(Kyuran story) Closer

  1. JINJJA IGE MWOYAAAA!!!!
    AAAAAAAAAAAAAAAaaaaaa

    ini membuat galau T.T
    Aku sudah memutuskan move on dari Kyuhyun beb,karna aku rasa ia terlalu banyak tertarik dengan gadis lain. Dan gosip-gosipnya dengan yang lain akhir-akhir ini.
    Hmm…aku hanya mencari yang aman saja beb. Bukankah sebelum dia mengkhianatimu lebih baik kau mengkhianatinya duluan? #lupakan,inisalah

    Aku sedang dalam masa transisi dadi bingung.
    Tapi…ffmu iki….kenapa membuatku dadi teringat lagi?! T.T

    1. hahaha 😀 i’m sorry if this story just remain you again…
      cuma lagi pengen nulis soal Kyuran aja… one of my favorite couple in my blog except ryeomin of course ^^

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s