(Kyuran story) Memories

tumblr_lmnaic158a1qbpwzeo1_500

Memories

Cho Kyuhyun – Shin Ranran

 

Kenangan bisa menjadi sesuatu yang dihindari sebagian orang yang ingin melupakan moment tertentu di masa lalu. Kenangan bisa juga menjadi sesuatu yang ingin digali kembali, diingat kembali dan bahkan dihidupkan kembali oleh sebagian orang demi menjaga orang-orang yang ada dalam kenangan itu tetap ada tertanam dalam hati dan pikirannya. Bagi Ranran kenangannya bersama Kyuhyun bisa menjadi keduanya. Dulu ia ingin melupakannya karena sungguh ia tidak ingin mengingatnya lagi dan hidup dalam kenangan membahagiakan namun menyesakkan. Tapi entah kenapa akhir-akhir ini sebagian kecil hati miliknya menginginkan kenangan itu kembali hadir. Ia ingin mengingatnya lagi. Ia ingin mengenang seperti apa ia dan Kyuhyun dulu.

Eonnie melamun?” tegur Minrin ketika Ranran kedapatan memandang keluar jendela dengan hampa. Ranran menoleh sebentar ke arah dongsaengnya itu lalu hanya tersenyum tipis sembari menggeleng.

“Kau sudah siap? Kajja kita berangkat,” ajaknya kemudian. Ia pun segera bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan mendahului Minrin. Ia sempat menoleh sebentar ke arah jendela yang basah karena air hujan itu seakan merasa enggan untuk meninggalkan tempat yang tadi sempat membawanya pada kenangan masa lalu.

Sementara itu Minrin tengah memperhatikan punggung Ranran dan hanya bisa mendesah pelan setelahnya. Ia pun segera bergegas menyusul Ranran.

Ini bukan kali pertamanya Minrin mendapati Shin Ranran seperti itu. Terhitung sejak seminggu bisa dibilang Ranran semakin sering melamun. Saat tidak ada yang dikerjakannya gadis itu akan memandang keluar ke arah jendela atau kalau tidak duduk berdiam diri dengan pikiran entah seperti apa. Karena itulah ia berinisiatif mengajak gadis itu berjalan-jalan keluar. Mungkin saja dengan begitu bisa mengurangi beban pikirannya –yang Minrin sendiri tidak tahu beban apakah itu-

Keduanya sampai di mana sebuah mobil berwarna putih milik Ranran terpakir. Gadis itu berjalan ke arah belakang mobil dan melemparkan kunci mobilnya

“Kau yang mengendarai, aku duduk di belakang,” ucapnya

Hari ini mereka berencana untuk sedikit refreshing dengan berjalan-jalan. Sebenarnya Minrin yang mengusulkan acara hari ini mengingat ia sedikit tidak tahan terlalu sering melihat Ranran melamun. Minrin hanya mengangguk saat menangkap kunci mobil yang dilemparkan Ranran padanya.

Sepanjang perjalanan yang tidak terlalu lama itu Minrin kembali mendapati Ranran hanya menghabiskan waktunya dengan melempar pandang ke luar jendela. Sebenarnya apa yang tengah dipikirkannya? Minrin kembali mendesah dengan pelan.

“Lusa Heechul oppa berulang tahun, dia meminta kita datang untuk memberi ucapan selamat. Tsk… dia benar-benar tidak berubah, benarkan? Aku pikir wajib militer akan mengurangi sifat narsis dan percaya dirinya itu,” ucap Minrin kemudian berusaha mengajak bicara Ranran. Ia terkekeh lalu melirik ke arah Ranran melalui kaca spion di atasnya.

“Benarkah?” tanya Ranran singkat.

“Hmm… Kita pergi bersama-sama ya?” tawar Minrin bersemangat ketika akhirnya mendapatkan perhatian Ranran. Ranran sendiri hanya tersenyum sekilas lalu tanpa menjawab apapun ia sudah memalingkan wajahnya ke samping.

Hampir saja Minrin berdecak keras melihatnya tapi yang bisa dilakukannya hanya menghela nafas dengan pelan. “Haruskah kita sekalian membelikannya hadiah?” tanya Minrin lagi.

Sekali lagi Ranran menoleh dan melihat ke arah Minrin. “Hmm… kurasa itu ide yang bagus,” jawabnya lagi-lagi dengan singkat.

“Baiklah kalau begitu, menurutmu apa yang harus kita berikan? Aku tidak terlalu baik memilih hadiah. Tahun ini saja aku sama sekali tidak memberi Ryeowook hadiah ulang tahun,” sahut Minrin lalu tersenyum. Sekali lagi ia melirik ke arah Ranran. Dan tanpa disangkanya Ranran tengah menatapnya lekat.

W..waegure?” tanyanya tiba-tiba menjadi gugup karena ditatap seperti itu.

Ranran hanya tersenyum lalu pertanyaan itu pun muncul dari bibirnya.“Hey, Minrin-ya apa kau bahagia bersamanya?”

Minrin hampir saja terlonjak dan berteriak saat mendengar pertanyaan itu hingga harus menginjak rem dengan mendadak di lampu merah. “Eiyy, kenapa menanyakan itu?” sungutnya lalu mendecak dengan pelan.

Diam-diam Ranran justru tersenyum lagi melihat Minrin yang mendadak menjadi salah tingkah seperti itu.

Aniyo, aku hanya bertanya. Bukankah dua orang yang saling mencintai ketika bersama akan bahagia, benarkan?” jawabnya retoris dan kembali melihat ke luar.

“Aahh… udara hari ini sangat menyejukkan, benarkan?” tanyanya kemudian. Kedua tangannya menyilang di depan dada dan matanya menatap dengan berbinar ke jalanan yang dilaluinya.

Minrin hanya bisa memperhatikannya dengan beribu tanda tanya di kepalanya. Sebentar-sebentar sikap Ranran menjadi sangat murung, lalu mendadak menjadi penuh semangat seperti sekarang. Kenapa dengannya?

***

Myongdong, salah satu daerah yang menjadi tempat tujuan untuk berjalan-jalan atau berbelanja tidak pernah sepi dengan pengunjung. Tempat itu jugalah yang mejadi tujuan Randan dan Minrin. Setelah menemukan tempat parkir, mereka pun berjalan di jalan dimana orang-orang, penjual tumpah ruah. Jalanan itu masih saja sangat ramai meskipun hujan kembali menguyur dengan rintik-rintik.

Ranran berjalan dengan mengeratkan mantel hitam yang dikenakannya. Matanya tidak henti-hentinya menari kesana-kemari memperhatikan hal-hal menarik di kanan-kirinya. Seakan-akan ia kembali lagi ke masa itu. Ia pun tersenyum sendiri.

Dulu ia dan Kyuhyun pernah menghabiskan waktu bersama di tempat ini. Tanpa sedikitpun mempedulikan bahwa berkencan di tempat umum seperti ini akan menimbulkan skandal. Tidak ada penyamaran yang berlebihan saat itu. Kyuhyun hanya mengenakan jaket dan sebuah kaca mata. Sedangkan Ranran dengan percaya diri membiarkan rambutnya tergerai dan sama sekali tidak mengenakan kacamata. Mereka berdua berjalan-jalan di jalanan ini, saling bergandengan tangan dan tertawa bersama. Mereka beruntung karena setelah itu sama sekali tidak ada berita yang aneh-aneh seperti ‘Super Junior Kyuhyun tertangkap sedang berjalan-jalan di Myongdeong bersama seorang gadis’. Entah semua orang yang ada di tempat ini tidak menyadarinya atau hanya berpura-pura tidak tahu, tapi kenyatannya mereka benar-benar beruntung.

Langkah kakinya terhenti saat melihat sebuah toko kecil di ujung jalan. Dulu ia pernah berada di toko itu bersama Kyuhyun. Ranran yang memaksanya padahal saat itu Kyuhyun mengajaknya untuk pulang. Tapi dengan sedikit merajuk Ranran menarik lengan Kyuhyun hingga akhirnya pria itu tidak tahan dan hanya mengangguk pasrah. Ranran ingat bagaiman wajah Kyuhyun saat itu. Jika bukan karena janjinya untuk mengajak jalan-jalan Ranran sudah dipastikan Kyuhyun bersikap menyebalkan seperti biasanya.

Di toko itu mereka pernah mendebatkan mana yang lebih baik antara topi berwarna merah dengan motif abstrak yang disukai Ranran ataukah topi pedora yang dipilih Kyuhyun. Perdebatan itu tidak singkat tapi Ranran ingat dengan jelas apa yang dikatakan Kyuhyun hingga akhirnya mengakhiri perdebatan keduanya.

“Terserah kau saja. Mulai sekarang aku akan mengalah padamu,” ucapnya saat itu yang langsung membuat Ranran bersorai girang. Tentu saja ucapan Kyuhyun yang seperti itu semacam mengibarkan bender putih yang berarti membiarkan Ranran menang.

Namun sayangnya seperti itulah sikap Kyuhyun setelahnya. Pria itu lebih banyak mengalah dari Ranran meskipun sebelumnya dia memilih mengajak berdebat telebih dahulu. Tapi setidaknya Kyuhyun selalu memenuhi keinginan Ranran. Dan ada satu keinginan yang sempat Ranran sesalkan karena dikabulkan Kyuhyun dengan mudah. Satu keinginan yang sampai sekarang masih membuat Ranran bertanya-tanya kenapa Kyuhyun dengan mudahnya mengabulkannya.

“Aku ingin berpisah,” Ranran mengucapkan kalimat itu dengan bibir bergetar dan hati menjerit. Ia tidak tahu dari mana kalimat seperti itu bisa keluar dari bibirnya begitu saja. Pasti otaknya benar-benar sedang bergeser hingga kalimat keramat diantara sepasang kekasih seperti ‘berpisah’ diucapkannya dengan tiba-tiba.

Saat itu Ranran tidak berani melihat ke arah Kyuhyun. Ia hanya menunduk dalam diam. Hingga akhirnya ia merasakan rengkuhan tangan Kyuhyun di kepalanya. Pria itu memeluknya lalu kalimat persetejuan mengalir dengan pelan darinya. Ia tidak bertanya kenapa, dan juga tidak mengatakan keengganannya. Kyuhyun hanya memeluknya dan mengatakan kalimat ‘Ya’ sesingkat itu. Saat itu rasanya Ranran ingin roboh seketika. Ada perasaan lega tapi juga rasa kecewa yang bercampur jadi satu dan berkecamuk dalam dadanya.

Sejak saat itu semua tidak lagi sama. Ranran tidak lagi melihat tatapan hangat Kyuhyun untuknya. Pria itu bersikap dingin padanya. Hingga akhinya hari demi hari yang berlalu perlahan melelehkan sikap dingin itu. Sekian kalinya Ranran bertemu lagi dengannya, Kyuhyun sudah mulai menunjukkan sikap ramahnya lagi. Tapi tetap saja pria itu terlihat sangat membatasi dirinya. Ia hanya akan berbicara seperlunya pada Ranran dan memilih untuk segera berlalu dari hadapan Ranran. Menyakitkan memang, tapi mungkin dengan begitu rasa diantara mereka yang sempat ada akan hilang.

“Hei, eonnie melamun lagi?” Minrin menyenggol lengan Ranran dan akhirnya memulihkan kesadarannya. Ranran menoleh dengan cepat lalu tersenyum sambil menggeleng.

“Aku tidak melamun, kajja…,” ajaknya kemudian sambil menarik lengan Minrin.

“Tidak melamun apanya? Eonnie sering melakukannya akhir-akhir ini,” sahut Minrin ingin tahu.

“Aku benar-benar tidak melakukannya. Aku hanya teringat sesuatu tadi. Sudahlah jangan bertanya lagi, kau bilang ingin membelikan Heechul oppa hadiah ulang tahun kan?”

Ranran kembali berjalan dengan pelan. Ia benar-benar tidak melamun, hanya saja ia sedang mencoba mengingatnya. Mengingat semua hal yang pernah dilakukannya bersama Kyuhyuh dan mengingat bahwa pria itu pernah ada di sisinya.

Diam-diam ia tersenyum tipis. Sudah terlalu lama kisah itu ia kubur tapi entah kenapa rasanya masih sangat jelas tertera dalam otaknya. Ia memang bertekad melupakan pria itu, melupakan kisah mereka dan menguburnya tapi ternyata tidak semudah yang ia kira. Hatinya masih menginginkan kenangan itu hidup.

CUT

Kyuran again… aku nggak bisa janjiin cerita2 yang panjang untuk couple ini, mungkin hanya drabble2 kayak gini tapi akan saling berhubungan. untuk ff ini sekian, terima kasih.. ^^ 

Advertisements

2 thoughts on “(Kyuran story) Memories

  1. T______T

    KyuRan jalan-jalan ke Myundeong?
    Beb. Iki cen memories.
    Gaseumi nunmuri tto neoui gieogi
    Han bangul han bangul tto nae gaseume heulleo naerinda TT____TT

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s