(Ryeomin Story) Take Care Yourself

Kim Ryeowook – Shin Minrin

Acara fan-meeting itu sudah berakhir sekitar satu jam yang lalu. Tapi acara berakhir tidak berarti membuat Ryeowook merasa senang. Wajahnya bahkan semakin ditekuk ketika kembali ke backstage tadi. Sungmin yang sejak tadi memang lebih banyak memperhatikannya hanya menggeleng pelan, dan sama sekali tidak mengerti dengan sikapnya itu. Selama acara wajahnya terlihat tidak bersemangat, tidak seperti biasanya. Seperti orang harus memikul beban berat di punggungnya, wajahnya murung dan tidak banyak bicara.

“Hey, ada apa denganmu?” tegur Sungmin akhirnya. Lengannya menyikut pelan lengan Ryeowook duduk persis di sampingnya.

Van mobil tidak terlalu bising seperti biasanya. Kyuhyun terlihat berusaha memejamkan matanya di jok belakang, sedangkan Donghae masih saja sibuk mengupdate IG nya tentang kemungkinan comeback mereka, memberikan harapan yang tentu saja membuat fans senang luar biasa. Dan dari 6 orang yang ada di dalam mobil termasuk Sungmin, Donghae, Kyuhyun, Eunhyuk, dan Shindong hanya Ryeowook lah yang sejak tadi melempar pandangannya ke luar jendela. Tatapn pria itu terlihat hampa.

“Kau ada masalah lagi dengan gadis itu?” tanya Sungmin lagi karena pertanyaannya dihiraukan begitu saja oleh Ryeowook.

Sekedar informasi saja, bagi Sungmin melihat Ryeowook seperti sekarang itu hanya ada dua kemungkinan, pertama dia memang sedang lelah dan kedua sedang ada sesuatu hal yang mengganggu pikirannya. Tapi mengingat Ryeowook itu akan kembali ceria seperti biasanya ketika bertemu fans meskipun dia lelah sekalipun, jadi kemungkinan pertama tidak akan masuk ke dalam list. Satu-satunya yang masuk akal adalah ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. Dan entah mendapat kesimpulan dari mana, tapi Sungmin menduga ini ada hubungannya dengan gadis itu.

“Ryeowook-ah,” panggil Sungmin lagi. Kali ini Ryeowook menoleh pelan dan menyahut dengan deheman singkat membuat Sungmin hampir kehilangan kesabaran karena diacuhkan sejak tadi.

Wae?”

“Aku tanya kau ada masalah lagi dengan Minrin?” Sungmin mengulangi pertanyaannya lagi yang kemudian ditanggapi Ryeowook dengan gelengan kepala.

Aniyo, kami baik-baik saja,” sahutnya dan kembali mengalihkan perhatiannya kea rah luar jendela.

Sungmin mendecak kecil lalu memilih diam dan membiarkan Ryeowook dengan lamuannya itu. Meskipun sebenarnya Sungmin sangat ingin tahu, tapi seperti biasanya dongsaengnya itu akan cerita padanya jika dia ingin.

Sebenarnya bukan ada masalah dengan Minrin. Hubungan mereka bahkan bisa dibilang lebih baik dari sebelumnya selama satu minggu ini. Ryeowook bahkan tidak menyangka mereka tidak perlu meributkan hal-hal kecil lagi ketika bertemu sejak incident kejutan ulang tahun yang gagal minggu lalu. Bisa dibilang gadis itu lebih menjaga sikapnya. Dan sayangnya dia juga menjadi agak sibuk akhir-akhir ini. Bukan berarti biasanya tidak sibuk, tapi satu minggu ini dia tidak mau ditemui. Alasannya ingin focus belajar untuk ujian. Ryeowook tidak mempermasalahkannya, tapi ia menjadi sangat khawatir saat Ranran mengatakan gadis itu sebenarnya sedang sakit. Itulah kenapa sejak tadi ia terlihat tidak bersemangat, bahkan terkesan murung.

Mobil itu akhirnya memasuki areal parkir dorm dan berhenti dengan sempurna. Semua member sudah turun kecuali Ryeowook yang memilih turun paling akhir. Ia berjalan paling belakang sembari mengecek ponselnya. Pesannya tidak dibalas satupun oleh Minrin, membuatnya berdecak.

Hyung, aku pinjam mobilmu!” serunya tiba-tiba pada sang manager yang memang berjalan di depannya.

Wae? kau mau pergi kemana lagi?” tanyanya berpura-pura tidak tahu. Padahal Ryeowook tahu betul managernya itu sangat mengerti. Tanpa menunggu jawaban dari Ryeowook, manager Hyung itu langsung menyerahkan kunci mobilnya. “Jangan pulang malam-malam..,” perintahnya.

Arraso,” sahut Ryeowook sambil melesat pergi menuju mobil CRV putih yang terparkir tidak jauh.

***

Ruangan itu terlihat berantakan. Berlembar-lembar kertas terlihat berceceran di lantai. Sebuah buku tebal berjudul Microbiology terbuka di atas meja dengan laptop yang masih menyala di sampingnya. Tidak hanya itu, makanan ringan juga memenuhi meja itu, menambah kesan berantakan ruangan itu. Ryeowook diam sebentar memperhatikan kondisi ruangan yang sudah seperti gudang itu. Ia berjalan mendekat, lalu mengambil selembar kertas yang tepat berada di ujung kakinya.

Terdengar suara sendok yang bersentuhan dengan gelas kaca secara tidak teratur dari dapur kemudian tidak berselang lama giliran suara panci yang jatuh yang diikuti teriakan serta umpatan-umpatan tidak jelas dari seorang gadis. Ryeowook pun menghela nafasnya lalu berjalan menuju dapur. Dan betapa terkejutnya ia ketika melihat dapur itu juga sama berantakannya dengan ruang tengah tadi.

Bekas bungkus ramen tercecer di meja. Tidak hanya itu, potongan-potongan sayuran yang tidak jelas bentuknya juga memenuhi meja. Ryeowook hanya menggeleng dengan pelan. Seharusnya ia sudah bisa menduga apa yang akan dilakukan gadis ini.  Memasak. Yah…beberapa hari terakhir Minrin memang bersikeras untuk belajar memasak. Dia bahkan menolak untuk sarapan di dorm dBrinds dan memilih memasak sendiri sarapannya. Sebuah peningkatan memang, tapi jika akhinrnya akan membaut dapur dan apartement gadis ini seperti kapal pecah, sepertinya harus ada yang mengawasi bagaimana gadis ini memasak.

Ryeowook berjalan mendekat, lalu mulai membersihkan sisa-sisa bahan makanan di meja. Tidak ada keterkejutan dari wajah gadis itu. Minrin hanya menoleh sebentar ketika mendapati seseorang memasuki dapurnya, tapi kemudian kembali focus pada isi panci yang disebutnya sup rumput laut itu, lalu mengaduknya dengan pelan.

“Kenapa memaksakan diri lagi? Kau kan bisa order makanan,” ucap Ryeowook kemudian.

“Aku hanya ingin mencoba. Nimi eonnie dari kemarin mengatakan sup buatanku terlihat seperti bubur, jadi aku ingin mencoba membuatnya lagi,” sahut Minrin cuek. Tangannya masih sibuk mengaduk sup itu dalam diam. Hingga akhirnya sebuah tangan dirasakannya mengacak samping kepalanya dengan lembut.

“Bukankah kau sedang sakit? Dan kau juga sedang ujian. Teruskan saja perkerjanmu, biarkan aku yang meneruskan ini,” Ryeowook menarik lengan Minrin dengan pelan dan menyuruhnya menyingkir. Minrin hanya diam lalu merasa mendapatkan bantuan yang memang diharapkannya, ia pun mengangguk lantas melepas apron yang dikenakannya.

“Baiklah, cepat selesaikan itu aku sudah sangat lapar,” ucapnya sambil tersenyum. Sebelum Ryeowook membalas ucapannya itu, Minrin sudah melesat keluar.

Pekerjaannya memang menumpuk satu minggu ini. Dan sialnya disaat semua tugas harus dikumpul minggu ini, ia harus kena demam. Belum lagi ujian akhir yang harus dihadapinya. Bisa dibilang ia ingin menghilangkan minggu ini dari hidupnya.

Minrin sudah duduk di depan laptopnya, sesekali membuka buka bertema kesehatan di sampingnya untuk sekedar mencari bahan referensi ketika akhirnya Ryeowook kembali ke ruangan itu. Pria itu berjalan mendekat dan memilih duduk di salah satu sofa tanpa sedikitpun berniat mengganggu gadis itu. Rasa lelah dan penat menghiasi wajah Minrin. Dan Ryeowook tahu bagaimana frustasinya Minrin menghadapi ujiannya. Satu-satunya yang membuat Ryeowook kagum adalah disaat kondisinya yang masih sakit, Minrin masih saja bersikeras untuk memasak sendiri makan malamnya padahal lihat saja tugasnya masih butuh perhatiannya.

“Kau bilang sudah lapar, makan dulu setelah itu belajar lagi.” Ryeowook akhirnya berdehem pelan. Minrin terlihat hanya membenarkan kaca matanya lalu menguap.

Ryeowook tahu gadis itu sangat lelah. Dan ia sangat kasihan juga khawatir padanya. Bagaiman jika gadis itu jatuh sakit lagi?

“Jangan terlalu memforsir energimu, kau terlihat sangat lelah,” ucap Ryeowook kemudian. Minrin terlihat melepaskan lagi kaca matanya dan mengalihkan perhatiannya dari laptop ke Ryeowook. Gadis itu tersenyum kecil.

“Mau bagaimana lagi?” sahutnya sambil mengedikkan bahunya, seakan-akan tidak ada pilihan selain melakukannya. Well, Ryeowook juga tidak akan berani melarangnya. Gadis itu menaruh perhatian yang sangat tinggi pada pendidikannya.

“Setidaknya kau juga butuh istirahat. Kalau jatuh sakit seperti kemarin bagaimana? Perhatikan juga kesehatanmu,” ucap Ryeowook mulai berceramah dan itu membuat Minrin berpura-pura tidak suka.

“Iya, aku tahu….” Minrin menyahut tidak peduli. Padahal sejujurnya ia sangat tersanjung dengan perhatian pria itu. Ryeowook mendadak menjadi orang kedua selain ibunya yang selalu mengingatkannya untuk tidak  lupa makan, jaga kesehatan dan jangan terlalu lelah bekerja. Yah hal-hal seperti itu. Kadang terdengar sangat cerewet tapi Minrin toh bersyukur, karena setidaknya ada orang lain yang memperhatikannya.

“Kau juga,” sahut Minrin cepat. “Setelah ini kau pasti akan sangat sibuk, benar kan? Jangan lupa jaga kesehatanmu, kan tidak lucu kalau main vocal Super Junior sakit saat comeback kalian,” lanjutnya sambil tersenyum.

“Hey, kau mendoakanku seperti itu?” sungut Ryeowook pura-pura kesal yang langsung disambut kekehan ringan milik Minrin.

“Tentu saja tidak. Sudahlah, ayo makan..!” ajak Minrin kemudian. Ia sudah berdiri dan berjalan mendekat ke Ryeowook, mengulurkan tangannya yang langsung disambut Ryeowook.

Memberinya perhatian, mengkhawatirkannya dan selalu mengingatkannya. Ryeowook bahkan akan terus melakukannya, karena kenyataannya Shin Minrin itu adalah orang yang sangat tidak peduli dengan kondisi tubuhnya sendiri. Minrin hanya akan pergi ke ruamh sakit saat tubuhnya benar-benar tidak sanggup menahan rasa sakit, dan akan benar-benar istirahat saat ia memang tidak kuat atau ada orang lain yang memaksanya. Dan Ryeowook mendadak memegang peran penting dalam hal memaksa itu. Bukankah gadis itu beruntung ada dirinya yang bersedia melakukan itu semua?

 CUT

Cuma mau ngasih selingan aja :), gara-gara kemarin lihat foto Ryeowook yang kelihatan bad mood banget waktu di acara fanmeeting.

Advertisements

3 thoughts on “(Ryeomin Story) Take Care Yourself

  1. bener banget .. aku juga liat foto2 sma video waktu fanmeet kmaren .. ryeowook mukanya ditekuk trus pdahal yg lain ekspresinya seneng2 ja kyaknya.. lyat ekspresi ryeowook bgitu jdi brtanya2 knapa sma dia ..

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s