(Fanfiction) 8 Stories 8 Loves 8 Hearts Part 5 : The Accident

cover 8 slh

Title : The Accident

Cast :

Kim Ryeowook & Shin Minrin (Ryeomin)

Cho Kyuhyun & Shin Ranran (Kyuran)

Lee Donghae & Park Chany (Haechan)

Lee Sungmin & Park Sungyeon (Minyeon)

Kim Jongwoon & Han Sungyoung (Yeyoung)

Lee Hyukjae & Park Hyehyo (Eunhye)

Park Jungsoo & Han Nimi (Teukmi)

Choi Siwon & Ahn Ahra (Wonra)

Genre : Romance, Friendship, Family, Revenge

Length : 6833 words (Chapter)

Rating : 15

Author : d’Roseed (@elizeminrin)

Disclaimer :

Super Junior milik Tuhan, orang tua mereka, dan ELF ^^.  

Note : Terinspirasi dari drama Nice Guy dan sepertinya makin kesini malah jadi Nice Guy versiku ^^

 

 

I really Love you

But I know that I shouldn’t feel it

So, what should I do?

Seorang pelayan perempuan di rumah keluarga Shin terlihat berlari menuruni tangga dengan tergesa-gesa.Nafasnya sedikit memburu, lalu pelayan itu pun membungkukkan badannya tepat di depan tuan besarnya, Shin Taewoo

 “Dia tidak ada dikamarnya.” Katanya melaporkan. Laporan yang sukses membuat Shin Taewoo mengubah raut wajahnya menahan amarahnya.

Tidak ada yang lebih menggemparkan bagi Shin Taewoo kecuali mendengar puterinya yang tiba-tiba menghilang di hari pernikahannya. Matanya membelalak tidak percaya. Seharusnya ia sudah bisa mengantisipasi hal ini. Seharusnya ia bertindak cepat begitu Minrin menyatakan ketidak-inginannya menikah dengan Kyuhyun dan justru jatuh cinta pada pria bernama Kim Ryeowook.

 “Aku sudah menghubungi Chany, tapi Minrin juga tidak menginap di sana. Pengacara Lee juga tidak tahu dimana keberadaannya.” Ranran yang baru bergabung ikut melapor pada ayahnya.

Dan Air muka Shin Taewoo kembali berubah marah. Untuk kali ini tindakan Shin Minrin benar-benar membuatnya murka.

Aboji, apa yang harus kita lakukan? Upacara pernikahan tinggal satu jam lagi. Bagaimana kita menemukan Minrin?”

Pria paruh baya itu berusaha mengatur nafasnya yang tiba-tiba berderu karena emosi. Dia memejamkan matanya sebentar sebelum berujar dengan pelan “Kuere, jika itu memang maunya.”ucap Shin Taewoo penuh penekanan di setiap katanya. Ia beralih pada Kim Jongwoon , salah seorang yang selama ini sangat dipercayainya. “Pengacara Kim, tarik semua fasilitas milik Direktur Shin Minrin. Mulai sekarang jangan biarkan dia masuk ke Shin’s Group. Sekarang dan seterusnya dia bukan lagi Direktur di Shin’s Group. “

Aboji..” Ranran membulatkan matanya tidak percaya, ia memprotes ucapan ayahnya itu. Sungguh tidak bisa dipercaya ayahnya akan berbuat tega seperti itu.

Ne, algeseumnida..” sementara Kim Jongwoon langsung membungkukkan badannya begitu menerima perintah dari atasannya.

 “Dan juga.. orang bernama Kim Ryeowook, bereskan dia!”

Ne,..”

“Aboji!”

Ia tidak mau tahu. Gadis itu memang puteri kandungnya, dan ia baru saja membuat ayahnya menanggung malu atas perbuatannya. Tidak ada pilihan lain, kecuali sedikit memberinya hukuman. Jika memang ini kemauan gadis itu, maka Shin Taewoo akan melakukannya. Dia tidak mau menikah, maka hari ini memang tidak akan ada pernikahan. Tapi sebagai gantinya, dia harus melepaskan jabatannya sebagai Direktur, yang itu berarti dia diusir dari perusahaan dengan tidak terhormat.

8 stories 8 love 8 hearts

Ryeowook’s Apartement

09.00 AM

“Pernikahan pewaris utama group Shin dan juga perusahaan Cho baru saja dibatalkan. Tidak ada pernyataan resmi dari kedua pihak mengenai pembatalan pernikahan yang secara tiba-tiba. Namun, dipastikan dengan kegagalan ini saham kedua perusahaan akan tetap mengalami kenaikan di minggu ini.”

“Sebelumnya berita yang beredar mengatakan bahwa dengan adanya pernikahan ini, Shin Minrin lah yang akan menduduki posisi tertinggi di Shin Group. Tapi dengan kejadian ini banyak pengamat yang memprediksikan kakak perempuannya yang baru saja ditemukan, Shin Ranran yang akan menggantikan Presdir Shin Taewoo.”

Ryeowook segera mematikan berita headline news yang baru saja ditayangkan. Dihelanya nafas dengan sangat keras, sementara ia sendiri kembali memikirkan ucapan Minrin tadi malam. Gadis itu tidak bercanda dengan ucapannya. Saat ini gadis itu masih tidur di kamarnya dan tanpa dia ketahui perbuatannya semalam telah menyebabkan kehebohan di Korea.

Dasar gadis bodoh, bagaimana mungkin gadis itu tiba-tiba datang ke apartement Ryeowook dan mengatakan semua itu? Dan jika sudah seperti ini apa yang harus Ryeowook lakukan sekarang?

“Akhirnya hari ini terjadi.” Suara seorang gadis menginterupsi pikiran Ryeowook. Ia menoleh ke belakang dan mendapati gadis yang baru saja menjadi pemberitaan di televisi sedang berdiri dengan tangan terlipat di dadanya.

Penampilannya terlihat lebih baik dibandingkan dengan semalam. Meskipun kaos serta celana olahraga yang dipakainya terlihat agak kebesaran, tapi itu lebih baik dari pada pakaiannya semalam yang basah.

“Kau sudah bangun?” Ryeowook menyapanya dan dibalas Minrin dengan senyum kecil. Gadis itu mengangguk lalu berjalan mendekat, duduk di samping Ryeowook.

“Hmm..” dia bergumam lalu tersenyum. “Aku sudah membuat kekacauan. Dan kurasa kau juga akan dalam masalah, bagaimana menurutmu?” dia menoleh ke arah Ryeowook, lagi-lagi tersenyum padanya.

“Kau sudah membawaku dalam kekacauan ini sejak awal, Minrin-ya.” Sahut Ryeowook dan tanpa disadarinya matanya bertemu dengan gadis itu. Menyelami kedalaman mata di depannya, dan Ryeowook menyadari sepasang mata itu sedang menunjukkan rasa sakit dan rasa tertekan yang luar biasa hebat.

Kali ini bukan Shin Minrin yang angkuh, arogan, dan sombong melainkan seorang gadis yang sedang mencoba menyembunyikan rasa sakit di balik sikap tidak pedulinya. Ryeowook tidak bicara banyak mengenai berita tadi, toh gadis ini tetap tidak akan peduli.

Tersadar bahwa mungkin saja Ryeowook akan semakin terbuai dengan sepasang mata milk Minrin, maka ia pun segera mengalihkan pandangannya. “Kau tidak lapar, ayo kita sarapan. Aku sudah membuatkan roti panggang untukmu.” Ujarnya sembari berdiri dari tempat duduknya. Dia berjalan lebih dulu ke arah dapur ketika tiba-tiba dirasakannya sebuah pelukan dari belakang.

Ryeowook menghentikan langkahnya dan melihat tangan gadis itu sudah melingkar di perutnya. “Gomawo, Ryeowook-ssi.”

Diam sejenak hingga akhirnya Ryeowook merasa tidak nyaman dengan tindakan Minrin. Karena itu dengan cepat Ryeowook melepaskan tautan lengan di perutnya. Ia berbalik menghadap Minrin dan memegang kedua pundak gadis itu. Sampai detik ini Ryeowook masih dibuat bingung dengan tindakannya sendiri, ketika membiarkan Minrin masuk dalam kehidupannya lagi. Apa tujuannya saat menerima kedatangan Minrin dan bahkan meminjamkan tempat tidurnya untuk gadis ini?

Diperhatikan lagi wajah di depannya. Wajah yang biasanya angkuh karena kedudukan yang tinggi, wajah yang selalu menunjukkan ekspresi dingin dan sekarang wajah itu justru menampakkan eksprsi pasrah. Begitu tertekankah Minrin dengan pernikahan ini? Benarkah dia menolak pernikahan itu dan memilih datang pada Ryeowook? Pertanyaan yang harus dipastikan jawabannya. Karena entah kenapa Ryeowook merasa akan menyakiti gadis ini jika membiarkannya tetap di sini.

“Aku akan memberimu pilihan, Minrin-ya. Sebelum kau menyesal, pikirkan lagi apa yang kau ucapkan semalam..” ujar Ryeowook pelan, mencoba memberi pengertian dan mungkin juga kesempatan.

Ucapan itu mungkin terdengar seperti sebuah ancaman tapi nyatanya bagi Minrin tidak demikian. Gadis itu menggeleng dengan cepat, bahkan sebelum Ryeowook selesai mengucapkannya.

Aniyo. Aku tidak akan menyesal.” Ucapnya yakin. “Aku tidak akan menyesali keputusanku, Ryeowook-ssi. Bahkan jika aku harus melepaskan statusku sebagai pewaris Shin’s Group.”

Ryeowook memundurkan badannya dan melepaskan cengkeraman di pundak Minrin. Seharusnya ia tahu Minrin akan bicara seperti itu. Gadis ini orang yang keras kepala, dan Ryeowook sudah hafal dengan sifatnya itu. “Kau memang sudah melakukannya. Karena kau sudah mengatakan itu, maka aku tidak akan melepaskanmu.”

Lagi-lagi ucapan itu terdengar mengancam, tapi sayangnya entah karena senang atau memang tidak tahu, Minrin hanya tersenyum senang mendengarnya.

“Kau sudah berjanji, dan jangan sampai kau mengikarinya.” Sekali lagi Minrin memberikan senyuman termanisnya.

Dan sialnya untuk sesaat Ryeowook ikut terbuai dengan senyum itu hingga membuatnya melakukan hal serupa. Ia menarik diri lalu mengajak Minrin menuju meja makan sebelum ia sendiri melakukan hal bodoh. Beruntungnya gadis itu menurut tanpa mencurigai perubahan raut wajah Ryeowook yang –entah sejak kapan menjadi agak konyol- lalu berjalan di belakang Ryeowook.

Seperti yang dikatakan Ryeowook, di atas meja makan sudah tersaji roti panggang lengkap dengan segelas susu di sampingnya. Minrin berhenti sebentar mengamati isi meja makan itu, lalu tersenyum.

Daebag. Aku seorang wanita tapi aku tidak pernah menyiapkan sarapanku sendiri.” Ujarnya kagum.

Sebenarnya kekaguman itu agak berlebihan mengingat Ryeowook memang tinggal sendiri, jadi tidak ada yang salah dengan tindakannya itu. Lagipula banyak laki-laki Korea yang bisa memasak dan mungkin lebih mahir dibandingkan wanita sendiri. Mendadak Minrin menjadi sangat minder, bagaimana mungkin ia yang seorang wanita bisa dibilang tidak pernah memasuki dapur rumahnya?

“Maaf hanya roti panggang, aku belum sempat ke supermarket jadi tidak bisa memberimu sarapan yang lebih dari ini.” Ryeowook menarik sebuah kursi dan memberi isyarat untuk Minrin agar duduk. Gadis itu menurut dan berjalan pelan.

“Kau bahkan bisa memasak. Aku rasa kau lebih baik dariku. Aku bahkan tidak bisa apa-apa di dapur.” Minrin mengambil sepotong roti lalu mengolesinya dengan selai Strawberry di atasnya. “Gomawo..”

Ryeowook tersenyum lalu melakukan hal serupa. “Kau ingin pergi bersama setelah ini?” tanyanya.

Eoddie?”

“Membeli beberapa bahan makanan untuk makan siang kita nanti. Dan kurasa kita bisa pergi ke pantai disore harinya. Sebuah kencan..” ujarnya

Lalu setelah itu Minrin hanya bisa tersenyum dan mengangguk bersemangat. Tidak ada satupun yang dipikirkannya saat ini kecuali kebersamaannya dengan Ryeowook. Ia bahkan melupakan kemungkinan apa yang akan dilakukan ayahnya setelah ini. Padahal jelas-jelas tindakannya semalam akan membuat ayahnya itu naik darah.

“Kau tidak pergi kekantor?” tanya Minrin kemudian.

Pertanyaan yang agaknya bodoh. Jika ia mampu menggunakan otaknya dengan baik, seharusnya ia tahu mungkin saja ayahnya sudah melakukan sesuatu, misalnya saja memecat Ryeowook. Seperti katanya tadi, ia seperti kehilangan kesadaran untuk memikirkan akibat perbuatannya.

“Apa menurutmu aku masih bisa ke kantor? Saat ini kau adalah orang yang paling dicari di perusahaan itu, dan cepat atau lambat aku akan menjadi orang kedua yang akan mereka cari.”

Tepat seperti itu seharusnya ia menduga. Ahh.. kenapa otaknya terlalu lambat untuk berpikir?

 “Ah.. benar. Ayahku pasti sudah bertindak sekarang.” Minrin mengangguk membenarkan. “Apa seharusnya kita pergi saja dari kota ini? Aku yakin mereka akan segera menemukanku di sini.” Keluhnya tiba-tiba.

Dan mendadak Ryeowook mempertanyakan kewarasan gadis ini. Apa yang sebenarnya membuat Minrin tiba-tiba berubah? Dia seakan tidak peduli lagi dengan perusahaan yang dulu diperjuangkannya mati-matia. Bahkan mungkin saja dia juga tidak peduli jika kakaknya yang selalu dipandang sebagai musuh akan merebut tahtanya di perusahaan?. Dan apa katanya tadi? mengajak Ryeowook lari?

“Minrin-ya, apa kau yakin dengan tindakanmu?” tanya Ryeowook sekali lagi memastikan.

Sayangnya Minrin menanggapinya dengan enteng dan dengan cepat ia menggeleng. “Ranran akan menggantikanku. Bukankah aku harus menyerahkan tahta pada pemilik aslinya? Di mana pun anak tertua lah yang selalu mendapat tahta itu, begitu juga dengan Shin’s Group.” Ujarnya.

“Tapi kau yang lebih pantas…”

“Ah.. aku sangat ingin bulgogi, bagaiamana kalau nanti kita memasak bulgogi. Aniya..kau yang memasak dan ajari aku, eotte?” Minrin memotong cepat ucapan Ryeowook.

Ryeowook menghentikan ucapannya begitu menyadari Minin tidak ingin membahas apapun tentang perusahaan. “Kuere,..”

Lalu Minrin kembali tersenyum, bersorai dengan bersemangat. Ia tidak ingin tahu apapun yang terjadi diluar sana, yang mungkin sedang membicarakannya. Dan ia juga tidak bercanda saat mengatakan ingin melepas Shin’s Group. Begitu cintanya ia dengan perusahaan, jika keadaannya sudah seperti ini, mau berbuat apa lagi? Toh, dengan begini ia bisa bersama pria ini. Seorang pria yang sudah lama mencuri perhatiannya.

8 stories 8 love 8 hearts

Cho Family’s House

09.08 AM

Kyuhyun memperhatikan sebentar layar televisi yang menayangkan pembatalan penikahannya tanpa minat. Semua tidak akan menyangka dengan pembatalan ini, kecuali dirinya. Tidak ada yang tidak bisa dilakukan Shin Minrin mengingat sifatnya itu, dan ini salah satunya. Kyuhyun tidak tahu bagaimana Minrin membujuk ayahnya hingga akhirnya Shin Taewoo sendiri yang mengatakan pada keluarganya pagi tadi bahwa pernikahan dibatalkan, tapi yang jelas kedua orang tuanya sempat naik darah tadi. Ya.. orang tua mana yang tidak terkejut pernikahan anaknya batal di hari H?

Tapi tidak mungkin Minrin berhasil membujuk Shin Taewoo, karena setahu Kyuhyun Shin Taewoo selalu menolak setiap tindakan Minrin yang mengarah pada pembatalan pernikahan. Jadi agaknya berita gadis itu yang kabur benar adanya. Dan bukannya Kyuhyun tidak tahu keberadaan gadis itu, ia bahkan sangat yakin dimana gadis itu berada atau lebih tepatnya bersama siapa dia sekarang. Hanya satu jika menyangkut pernikahan, Kim Ryeowook.

“Kyuhyun-ah, nunna boleh masuk?” suara kakak perempuannya yang diiringi suara pintu yang diketok, menjadi satu-satunya alasan untuk Kyuhyun mengalihkan perhatian.

Ne..” ia menyahut dan tidak berselang lama pintu berwarna coklat itu terbuka.

Kyuhyun melirik sebentar ke arah kakak perempuanya sebelum mematikan televisinya. Ia menghela nafasnya dan menoleh lagi ke arah kakaknya.

Neo, gwaenchana?” tanya Ahra khawatir. Ia ikut duduk di samping Kyuhyun dan memperhatikan adiknya dengan seksama, siapa tahu adiknya ini melukai dirinya sendiri setelah pembatalan pernikahan yang tiba-tiba. “Sebenarnya aku sangat khawatir padamu. Kau tahu, pernikahan ini sudah direncanakan begitu lama tapi kejadian ini memang tidak bisa diduga kan? Aku juga tidak mengerti kenapa Minrin tiba-tiba menghilang seperti itu.” Ahra berujar pelan dan ditanggapi Kyuhyun dengan senyum tipisnya.

Nan gwaenchana. Aku bukan orang yang akan bunuh diri gara-gara patah hati, Nunna.” Guraunya dan tanpa diduga-duga langsung mendapat pukulan ringan di lengannya.

“Aku tahu itu. Lagipula kau sebenarnya juga menolak pernikahan ini, kan? Ah ..aku sedikit merasa lega sekarang. Setidaknya adikku akan mendapatkan gadis yang dicintainya dan juga mencintainya.”

Kyuhyun diam. Sebenarnya ia memang menolak pernikahan ini, tapi itu dulu sebelum ia mengenal siapa Shin Minrin. Gadis yang sombong, arogan, keras kepala dan selalu bersikap dingin. Dan siapa yang menyangka gadis itu ternyata memang mampu membuatnya jatuh cinta. Ya..Kyuhyun memang mencintainya. Tapi entah kenapa ia tidak merasa sedih dengan pembatalan pernikahan ini.

“Jujur saja jika kau memang diharuskan menikah dengan salah satu puteri keluarga Shin, aku lebih memilih Shin Ranran. Kau tahu kan, dia itu berbeda sekali dengan Minrin. Lagipula kepribadian gadis itu memang lebih baik dari Minrin.” Sekali lagi Ahra berujar. Kali ini Kyuhyun menolehkan kepalanya.

Mungkin gadis itu yang membuatnya tidak sedih. Mungkin karena ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan Ranran, dan tanpa sadar perasaan sukanya pada Minrin berkurang. Lalu pada akhirnya sama sekali tidak memberi efek patah hati sekalipun saat pernikahannya dengan Minrin batal. Dan untuk kali ini Kyuhyun setuju dengan pemikiran kakaknya. Shin Ranran memang memiliki kepribadian yang beda dengan adiknya.

“Baiklah, kurasa kau memang tidak apa-apa.” Ahra beranjak dari tempat duduknya sebelum memberikan senyuman menyemangati untuk adik laki-lakinya itu. “Aku ingin bertemu lagi dengannya. Kapan-kapan ajak dia main ke rumah lagi.” ujarnya lalu menepuk pundak Kyuhyun ringan

Dan Kyuhyun hanya bisa tersenyum mengangguk menyanggupi permintaan kakaknya untuk mengajak Ranran datang lagi. Ya sejak pertama kali bertemu beberapa hari yang lalu, kakaknya dibuat suka oleh gadis itu.

“Setelah masalah ini selesai, aku akan mengajaknya berkunjung.”

Ahra tersenyum dan hendak membuka knop pintu ketika tiba-tiba ia kembali berhenti. “Ah aku hampir lupa, temanmu Lee Hyukjae kemarin datang. Ponselmu tidak aktif jadi dia hanya meninggalkan pesan. Katanya kau disuruh menemuinya.”

Kyuhyun sekali lagi hanya mengangguk. “Dia datang? Pasti gara-gara gadis itu. Aku akan menemuinya nanti” jawabnya.

“Jangan berbuat macam-macam, jangan minum terlalu banyak.” Pesan Ahra sebelum kembali membuka pintu. Kyuhyun terkekeh dan mengangguk lagi. Ia tahu kakaknya itu mungkin khawatir Kyuhyun akan minum banyak gara-gara penikahannya yang batal.

Arraso.”

Lalu setelah itu Ahra benar-benar pergi dan sekali lagi meninggalkan Kyuhyun sendiri di kamarnya. Pria itu menghela nafasnya, tidak ada gunanya juga ia minum terlalu banyak. Ia bukan pria bodoh yang akan patah hati begitu saja hanya gara-gara Minrin, lalu menyendiri dengan berbotol-botol soju dan membuatnya tampak buruk. Tidak. Ia tidak akan melakukannya. Setidaknya akhir-akhir ini ada gadis yang lebih menarik untuknya, yang terus saja dibicarakan kakaknya sejak tadi.

Ya gadis itu, Shin Ranran. Sejak kapan gadis itu menjadi penghuni di pikiran Kyuhyun? Entahlah..

8 stories 8 love 8 hearts

“Apa yang perlu kita beli?” tanya Minrin bersemangat ketika mereka, -ia dan Ryeowook- berada di supermarket tidak jauh dari apartement Ryeowook.

Sudah sekitra lima belas menit, dan Minrin sangat menikmati waktu bersama Ryeowook. Mereka berdua berjalan bersama seperti ini, bukankah teihat seperti sepasang kekasih? Ya.. meskipun dulu, Minrin juga sering melakukannya bersama Ryeowook. Tapi keadaan sekarang jelas berbeda setelah ungkapan perasaannya semalam dan Ryeowook sama sekali tidak menolaknya.

“Perlu kita beli lobak?” tanyanya lagi. Ia melirik ke arah Ryeowook yang berdiri di sampingnya sambil mendorong troli. Dilihatnya Ryeowook menoleh dan mengangguk. Lalu dengan semangat Minrin mengambil lobak dan memasukkannya ke dalam troli mereka.

Mereka kembali berjalan dengan Ryeowook mendorong troli dan Minrin berjalan di sampingnya. Sesekali ia masih tersenyum kecil ketika menyadari ia bersama Ryeowook saat ini, hanya dengan pria ini dan akan seperti ini sampai nanti.

“Apa yang kau pikirkan? Kenapa tertawa, euhm?” tiba-tiba Ryeowook bertanya dan Minrin langsung mengalihkan mukanya ke samping, menyembunyikan tawanya.

Aniyo. Aku senang bisa berjalan bersamamu seperti ini.” Minrin tersenyum lagi dan kali ini ia berani menatap Ryeowook.

Nado..” ungkap Ryeowook yang langsung melambungkan hati Minrin. Gadis itu bersorai girang dalam hati.

Acara belanja untuk makan siang berlanjut. Sesekali Minrin memberi masukan untuk membeli sesuatu tapi langsung ditolak Ryeowook. Dan itu membuat Minrin pura-pura kesal, tapi tidak berselang lama karena ia akan tersenyum lagi. Apapun jika soal Ryeowook akan membuatnya tersenyum.

Hari sudah agak siang ketika mereka selesai berbelanja. Dua kantong plastik besar ditenteng Ryeowook. Barang-barang yang mereka beli tidak hanya bahan makanan tapi juga beberapa keperluan lain untuk persedian selama satu bulan.

8 stories 8 love 8 hearts

Minrin menatap dalam Ryeowook yang sedang focus dengan peralatan di dapur. Gadis itu tidak henti-hentinya kagum dengan kemampuan memasak Ryeowook. Tidak hanya bisa memasak, Ryeowook bahkan mengerjakan sendiri semua pekerjaan di rumah ini, termasuk berbelanja seperti tadi dan membersihkan rumah. Dia bilang selama bisa dikerjakan sendiri, untuk apa meminta bantuan orang lain.

Astaga Minrin sudah lama mengenal Ryeowook, tapi baru benar-benar dikenalnya saat ini. Ia tidak pernah tahu kehidupan Ryeowook. Dan ia juga baru tahu kalau ternyata Ryeowook tinggal sendiri di apartementnya.

“Kau suka bulgogi?” tanya Ryeowook yang langsung ditanggapi dengan anggukan kepala dengan semangat oleh Minrin. “Joha..”

Ryeowook tersenyum pada Minrin, lalu menyerahkan sebuah wortel padanya beserta pisaunya. Minrin mengernyit sebentar menatap benda orange itu. “Mwoga?” tanyanya.

“Bantu aku memotongnya. Kau bisa melakukannya?”

Minrin mengerjap lalu mengangguk kaku. “Ah… ku..kuere. tentu saja aku bisa.” Dengan sedikit ragu Minrin mengambil wortel dan juga pisaunya. Lalu dengan perlahan ia mulai menggerakan pisau itu, berusaha dengan tekun memotong sebuah wortel.

Tanpa disadarinya Ryeowook yang memperhatikannya hanya tersenyum lagi. Dalam pikirannya, gadis di depannya itu memang benar-benar tidak pernah menyentuh dapur. Yah.. itu wajar dengan statusnya sebagai seorang puteri di rumah mewahnya.

Tiing Tong

Suara bel yang tiba-tiba berbunyi seketika itu menghentikkan aktivitas keduanya. Minrin menatap Ryeowook waspada. Ia khawatir jika orang yang datang ke apartement Ryeowook adalah salah satu suruhan ayahnya, atau bahkan mungkin ayahnya sendiri yang datang dan menyeretnya pulang. Tidak! Ia menggeleng pelan sembari masih menatap Ryeowook, berharap pria itu tidak membukakan pintu untuk orang yang membunyikan bel tadi.

Beberapa kali suara bel berbunyi lagi, lalu tidak berselang lama berubah menjadi gedoran pintu dengan sangat keras.

Doorrr doorrr

Minrin kembali menggeleng pelan meminta pada Ryeowook, tapi agaknya pria itu tidak mempedulikan kekhawatirannya.

“Aku segera kembali..” ujar Ryeowook tanpa diduga Minrin. Gadis itu hendak memprotes tapi Ryeowook sudah keburu berjalan cepat menuju pintu depan.

Lalu ia pun hanya bisa menghela nafasnya pasrah.

Sementara itu suara gedoran pintu terdengar semakin keras. Ryeowook menarik nafasnya lalu menghidupkan layar di dekat pintu, untuk melihat siapa yang datang ke apartementnya seperti itu. Ia juga mengira jika orang itu adalah salah satu suruhan Shin Taewoo, persis yang dikhawatirkan Minrin tapi perkiraannya salah saat melihat seorang gadis yang ternyata berdiri di depan pintu apartementnya.

Dahinya mengernyit heran melihat gadis itu. Gadis yang beberapa hari tidak ditemuinya sejak mempergokinya berciuman dengan seorang pria bernama Choi Siwon. Lalu mendadak rasa tidak nyaman itu menyelimutinya lagi, perasaan kecewanya yang belum bisa dihilangkannya. Perlahan ia membuka pintu itu, yang kemudian memperlihatkan Ahn Ahra yang berdiri di depannya dengan mata berkaca-kaca.

“Ahra-ya…” sapanya pelan.

Tidak ada respon dari Ahra kecuali suara tangisya yang berubah keras begitu melihat Ryeowook. Gadis itu menahan isakannya dan juga rasa sakit di dadanya. Kedua tangannya meremas kuat tasnya, sementara tatapannya menatap kea rah Ryeowook. Keadaannya kacau.

Neo, Waegure?” tanya Ryeowook kemudian saat Ahra tidak juga merespon ucapannya. Sekali lagi Ahra hanya bisa menahan tangisnya. Lalu tanpa Ryeowook duga, gadis itu sudah menghambur ke dalam pelukannya. Melingkarkan tangannya di leher Ryeowook dan memeluknya dengan erat. Tangisnya semakin pecah seketika itu, yang semakin membuat Ryeowook bertanya-tanya.

“Ryeowook-ah, nahn eottoke? Apa yang harus aku lakukan? Dia…benar-benar brengsek!!” ucapnya disela-sela tangisnya yang semakin menjadi.

Perlahan Ryeowook mengangkat tangannya dan membelai punggung gadis itu. Sepertinya ia bisa menduga apa yang sedang terjadi. “Apa maksudmu? Choi Siwon-ssi?” tebak Ryeowook, lalu dirasakannya Ahra mengangguk kuat.

“Aku melihatnya bersama gadis lain.. dan selama ini aku selalu percaya dia tidak akan berselingkuh..” isakan-isakannya mulai berkurang tapi Ryeowook masih bisa merasakan bahwa gadis ini sedang sangat sakit hati.

Bahkan setelah dikecewakan oleh gadis ini, Ryeowook tetap saja kasihan dan ingin menjadi sandaran untuknya. Ia yang bodoh atau karena ia memang masih mencintai Ahra?

Entahlah…

8 stories 8 love 8 hearts

Minrin masih meneruskan kegiatannya di dapur ketika disadarinya Ryeowook belum juga kembali. Ia pun kembali bertanya-tanya kira-kira siapa yang datang sampai harus menggedor pintu seperti tadi. Mungkinkah suruhan ayahnya? Tiba-tiba saja ia merasa sangat khawatir. Bagaimana jika terjadi sesuatu? Bisa saja orang suruhan ayahnya menyakiti Ryeowook.

Andweyo!

 Kemudian dengan cepat ia pun menghentikkan aktivitasnya dan bergegas menyusul Ryeowook.

 “Ryeowook-ssi…!” Langkahnya terhenti begitu juga ucapannya yang menggantung ketika melihat pemandangan di depannya.

Orang itu bukan suruhan ayahnya, dan itu melegakan. Tapi pemandangan di depannya justru membuatnya diam tercekat. Seorang gadis yang dikenal Minrin sebagai salah satu designer Shin’s Group tengah berpelukan dengan Kim Ryeowook. Pelukan yang sangat mesra.

M…mian..” Minrin berucap tidak karuan saat melihat kedua orang di depannya melepaskan pelukan mereka dan menatap terkejut kea rah Minrin.

 “S..sajangnim?” ujar Ahra tidak percaya saat melihat Minrin berada di apartement Ryeowook. “B..bagaimana Anda bisa di sini?”

Minrin tidak menjawab, ia masih menatap Ryeowook sesaat, berharap pria itu mengatakan sesuatu tentang keadaan ini. Tapi pria itu diam. Lalu pandangannya beralih pada Ahra. Tatapan datar yang membuat Ahn Ahra mengernyit heran, agak takut.

Hingga akhirnya Ryeowook pun bereaksi. Pria itu menarik lengan Ahra “Sebaiknya kau pulang Ahra-ya, Aku akan mengantarmu.” Ujarnya setelah beberapa detik mereka diam.

Ahra sontak terkejut dan menoleh, sementara Minrin hanya bisa kembali menatap keduanya datar. Pandangan gadis itu mengikuti Ahra dan Ryeowook hingga dua orang itu menghilang di balik pintu.

Rasanya benar-benar kosong. Entahlah..Minrin tidak mengerti kenapa. Tapi ada sesuatu yang mengganggu di dalam dadanya, rasa menusuk dan itu sakit.

Jadi seperti ini rasanya sakit hati?

“Aku bahkan baru pertama jatuh cinta dan langsug dibuat sakit hati. Ah..hidupmu benar-benar menyedihkan Shin Minrin.” Gumamnya pelan, lalu hanya bisa mendesah dan kembali berjalan dengan pelan menuju dapur.

Pandangan matanya lurus kea rah meja yang masih berantakan. Untuk pertama kalinya pria itu membuatnya bersentuhan dengan dapur, dan sekarang ia ditinggal sendiri di dapur ini. Menyedihkan.

8 stories 8 love 8 hearts

Meja makan yang semula kosong kini penuh dengan hidangan. Bulgogi yang tadinya ragu bisa dibuat Minrin akhirnya tersaji di sana. Masakan pertama yang berhasil di buat Minrin dengan susah payah. Seharusnya ia tersenyum bangga karena berhasil memasak untuk pertama kalinya, tetapi yang ada ia hanya bisa menatap makanan itu tidak bersemangat. Seharusnya makan siang ini akan menjadi makan siang bersama yang menyenangkan jika saja pria itu tidak pergi bersama gadis lain.

“Sialan! Kau benar-benar menyedihkan jika seperti ini, Minrin-ya!!” terus saja kalimat-kalimat itu digumamkan Minrin tidak jelas. Merutuki kebodohannya sendiri yang dilakukannya.

Hingga akhirnya getar ponsel disampingnya menghentikan kegiatannya. Ia menyambar ponsel itu dengan kasar dan langsung mengusap layarnya, tanpa peduli siapa yang sedang menghubunginya.

“Minrin-ya.. dimana kau sekarang? Kau baik-baik saja?”

Suara Sungmin menggema di telinganya, dan bukan menjadi sesuatu yang mengejutkan bagi Minrin.

“Di apartement Ryeowook. Wae?” jawabnya enteng. Ia tahu Sungmin bisa dipercayanya dan tidak akan mengatakan informasi keberadaannya pada ayahnya, ya..meskipun ia sendiri sangsi ayahnya belum mengetahui dimana keberadananya, mengingat kekuasaan yang dimilikinya.

“Ayahmu baru saja memecatmu. Aku tidak mengerti kenapa kau bisa senekat itu! Dan gara-gara perbuatanmu, posisimu dicopot dengan tidak hormat. Para pemegang saham akan segera mengadakan rapat untuk menentukan posisimu. Lebih baik kau minta maaf pada ayahmu sebelum keadaan semakin buruk.”

Gadis itu menatap datar kedepan, tidak ada respon sedikitpun mengenai ucapan Sungmin barusan. Ia sudah bisa menduga akan seperti ini. Dan sekarang ia merasa bodoh karena meninggalkan Shin’s group demi seorang pria yang bahkan belum pasti mencintainya.

Yeobseo..kau mendengarku?”

Ne, aku mendengarmu Oppa.” Sahut Minrin sama datarnya dengan tatapannya yang lurus ke depan.

“Asataga, Minrin-ya kau sadar tidak dengan perbuatanmu itu? Kim Ryeowook…kau tahu orang itu yang hampir menyebabkan kegagalan proyek perusahaan, dan kau memilih pria itu dibandingkan perusahaanmu?”

Sungmin kembali mengoceh. Dan Minrin antara mendengarkan dan juga tidak ucapannya itu. Di satu sisi ia membenarkan ucapan Sungmin. Apa yang sebenarnya dipikirkannya hingga ingin bersama pria yang akan menghancurkan perusahaan? Benar-benar tindakan gila dan gegabah. Tapi di dalam hati kecilnya ia berteriak akan kebahagiannya. Dan menurutnya kebahagiannya adalah bersama pria itu.

Mollayo, oppa..aku juga tidak mengerti dengan diriku.” Ucapannya terdengar pelan.

Lalu tiba-tiba perasaan marah dan juga sakit itu hadir lagi, saat bayangan Ryeowook dan Ahra berpelukan di depannya tadi.

“Kumohon, menjauhlah dari pria itu. Kau tidak tahu siapa dia…”

Ya.. ia memang tidak tahu siapa Ryeowook. Tidak banyak yang ia ketahui tentang pria itu. Lalu kenapa? Memangnya siapa pria itu?

“Dia sengaja melakukannya Minrin-ya. Dia sengaja menghancurkan proyek perusahaan”

Deg

Jantungnya mendadak berdetak cepat secepat aliran darahnya. Mulutnya tertahan untuk berteriak. “M..mwo? apa maksud Oppa?”

“Dia melakukannya untuk balas dendam pada ayahmu…”

Lalu penjelasan-penjelasan meluncur bebas dari Sungmin yang semakin membuat Minrin terhenyak. Pria itu, pria bernama Kim Ryeowook yang disukainya atau bahkan dicintainya ternyata sengaja melakukan ini semua. Dia sengaja ingin menghancurkan Shin’s Group. Dan semua itu karena keinginan pria itu untuk balas dendam pada ayahnya yang telah menghancurkan perusahaan keluarga Kim.

“Balas dendam katamu?” kalimat itu susah payah diucapkan Minrin. Ia tidak percaya.

“Kim Jongwoon juga dibalik ini semua.”

Sesuatu yang awalnya hampa berubah menggemuruh dalam dadanya. Minrin tidak lagi mendengarkan dengan baik-baik ucapan Sungmin, dan tanpa mengatakan apapun, ia menutup teleponnya.

Lalu apa maksud pria itu menerimanya semalam? Apakah juga karena ingin balas dendam? Ucapan-ucapan Ryeowook pagi tadi juga tidak berarti apa-apa kah? Dan ciuman malam itu juga tidak ada artinya sama sekali?

8 stories 8 love 8 hearts

Minrin hanya bisa duduk diam tanpa mampu melakukan apapun. Pikirannya sendiri terlalu penat dan tidak mampu berpikir dengan jernih. Semua kenyataan yang tiba-tiba hadir di depannya membuatnya seperti terkena hantaman benda tumpul besar dan juga runcing secara bersamaan. Di satu sisi menyakitkan tapi di sisi lain juga membuatnya tidak bisa mengontrol emosi.

Tidak masalah jika Ryeowook mengakui perbuatannya itu, karena mungkin Minrin bisa memaafkannya. Sama sekali tidak masalah. Pasti ada jalan keluarnya. Dan jalan keluar yang diharapkannya adalah Ryeowook bisa melupakan masalah apapun yang terjadi diantara orang tua mereka berdua, dan memulai semuanya dari awal. Bahkan tidak masalah jika kenyataannya Ryeowook masih menyukai Ahra, karena Minrin akan membuatnya hanya mencintai dirinya seorang nantinya.

Pertanyaannya adalah, mungkinkah semua sesuai dengan yang diinginkannya?

8 stories 8 love 8 hearts

District Gangnam

Lee Hyukjae’s Apartement

04.00 PM

Lee Hyukjae sedang bermalas-malasan di depan televisi besarnya saat Kyuhyun datang. Pria itu hanya menoleh sedikit tapi kemudian mengabaikan Kyuhyun yang dengan seenaknya masuk tanpa permisi ke apartementnya. Ya.. kemarin ia memang menghubungi Kyuhyun dan memintanya minum bersama untuk melupakan masalahnya. Tapi tidak disangka masalah sahabatnya sekarang lebih buruk dibandingkan masalahnya. Jadi, ia bertekad tidak akan mengoceh tidak jelas tentang gadis bernama Park Hyehyo yang baru saja angkat kaki dari apartementnya beberapa hari yang lalu.

Hyung..!” Kyuhyun menyapa lebih dulu, lalu duduk di sofa samping. Tatapannya menyelidik pada sahabatnya itu.

“Oh..Kyuhyun-ah, kau datang. Apa Ahra menyampaikan pesanku?” jawabnya santai tanpa sedikitpun mengalihkan pandangannya dari depan televisi.

“Eo..Nunna bilang Kau datang kerumahku. Wae? kau ingin cerita apa lagi tentang gadis itu ha?”

Akhirnya setelah sekian detik dalam posisi menatap layar televisi yang menayangkan berita bisnis, Hyukjae pun menolehkan kepalanya ke samping.

“Tidak. Aku tidak akan cerita tentangnya, aku ingin mendengar ceritamu saja. Kenapa dengan pernikahanmu? Gadis itu membatalkannya lagi?” tanya Hyukjae berbalik mulai serius.

Ya..masalahnya dengan Hyehyo tidak penting. Toh Kyuhyun juga tidak perlu tahu. Karena masalahnya dengan Hyehyo sebenarnya hanyalah terletak pada hatinya saja. Entah kenapa tapi jantungnya selalu berdetak cepat setiap kali di dekat Hyehyo, dan mendadak ia mereasa kesepian saat Hyehyo pergi. Ya.. seperti itulah, tanda-tanda jatuh cinta. Hyukjae mengerti itu. Jadi tidak penting lagi, ia bisa mencari tahu sendiri. Tapi soal Kyuhyun? Yah.. ia butuh tahu banyak soal pernikahan sahabatnya ini yang tiba-tiba batal di hari H.

“Apa yang bisa kuharapkan? Minrin gadis yang keras kepala. Aku saja heran kenapa akhirnya dia bisa menerima pernikahan ini.” Kyuhyun terlihat menghela nafasnya. Tapi Hyukjae sama sekali tidak melihat tampang frustasi di sana. Kyuhyun baik-baik saja. Kelewat baik malah untuk ukuran orang yang baru saja gagal menikah tepat di hari H.

“Lalu, apa dia membatalkannya lagi? Kenapa mendadak sekali eh? Astaga…gadis itu benar-benar..!!”

“Dia membatalkannya, dan kembali pada pria yang dicintainya.” Sahut Kyuhyun agak malas. Ia bersender di punggung sofa dengan kedua tangan sebagai tumpuan.

Nuguya? Pria itu?” Kyuhyun mengangguk membenarkan. “Tidak kusangka pesonamu bisa kalah dari pria itu. Memangnya Minrin sama sekali tidak tertarik padamu? Seorang Cho Kyuhyun yang digilai para wanita ..”

“Aisshh, berhentilah mengatakan itu Hyung! Aku tahu aku memang tampan, tapi Minrin satu diantara dua gadis yang sepertinya sulit tertarik padaku.”

Hyukjae mengernyit heran. “Satu diantara dua gadis?” tanyanya

“Eoh.. Shin Ranran dan Shin Minrin.” Jawab Kyuhyun berlebihan.

Mwo? Yaa…!! Kau bercanda? ” Hyukjae tertawa keras mendengar ucapan Kyuhyun yang baginya seperti lelucon di sore hari. Benar-benar gila! “Percaya diri sekali kau, Kyu!”

“Aku tidak bercanda, Hyung!” decaknya kemudian yang langsung membuat Hyukjae menghentikan tawanya.

“Baiklah-baiklah… jadi kenapa kau berpikir begitu?” tanya Hyukjae lagi mulai kembali serius.

“Entahlah.. aku selalu bertengkar setiap kali berhadapan dengan mereka. Tidak Minrin tidak juga Ranran. Tapi diantara keduanya, aku lebih seneng beradu mulut dengan Ranran. Gadis itu lebih sering mengajakmu bercanda, kau tahu kan Hyung….seperti bertengkar tapi tidak benar-benar bertengkar.. yah..seperti itulah.”

Diam-diam Hyukjae menyipitkan matanya dan menatap curiga pada Kyuhyun. “Eiyy seolma..”

Ia menggantungkan kalimatnya dengan nada mengejek yang langsung mendapat tatapan tajam dari Kyuhyun. “Mwo? Apa yang Hyung pikirkan?” sahutnya tidak terima.

“Kau menyukai gadis itu. Aigoo… pantas saja kau tidak terlihat sedih saat pernikahanmu batal.” Ujarnya sambil tertawa pelan.

Tidak lucu. Bagi Kyuhyun memang tidak lucu, tapi justru menyadarkannya. Benarkah seperti itu?

“Apa menurutmu begitu?” Kyuhyun menoleh dan manatap serius.

Diluar dugaan Hyukjae, karena ia berharap Kyuhyun akan berteriak tidak terima seperti biasanya.

“Bagaimana perasaanmu? Apa kau ingin bertemu dengannya? Kau sering memikirkannya? Ya.. perasaan perasaan semacam itu, apa kau merasakannya?” tanya Hyukjae bertubi-tubi yang langsung membuat Kyuhyun berpikir sejenak.

“Entahlah…aku hanya merasa bertengkar dengannya adalah sesuatu yang menarik. Kadang aku bahkan melupakan masalah pernikahan jika bersamanya.” Jawabnya

“Kau menyukainya kalau begitu.”

Mwo?” Kyuhyun menoleh lagi “Bagaimana Hyung seyakin itu?”

“Karena aku juga merasakan hal itu. Kadang aku merindukan bertengkar dengannya. Bukan rasa jengkel tapi rasa bahagia saat bisa bersamanya. Ya.. seperti itulah.”

Kyuhyun menatap  Hyukjae heran. Kedua alisnya mengernyit. Ya memang persis seperti yang Hyukjae katakan. Tapi kenapa dia bisa tahu? “Hyung, kau jatuh cinta pada gadis itu juga? ..Park Hyehyo..” tebaknya.

Hyukjae tersenyum lalu mengangguk. “Kurasa aku memang menyukainya.” Jawabnya sangat yakin.

Daebag

Tidak bisa dipercaya seorang Lee Hyukjae yang Kyuhyun kenal tidak pernah serius menjalin hubungan dengan seorang wanita bisa jatuh cinta. “Seperti kataku, Hyung. Kau dibuat bertekuk lutut olehnya.” Kyuhyun terkekeh mengingat ancamannya pada Hyukjae beberapa minggu yang lalu.

Lalu ia pun menghela nafasnya dan kembali menatap ke layar televisi yang tanpa disadarinya kembali menayangkan pemberitaaan tentang permbatalan pernikahannya. Ini sudah hampir satu hari dan berita itu masih saja menjadi headline. Memangnya begitu pentingkah pernikahan dua perusahaan besar ini? Astaga…

“Jadi kenapa Kau tidak mengatakan padanya?” tanya Kyuhyun kemudian mengabaikan layar televisi yang entah kenapa tidak lagi penting dan menarik.

“Karena gadis itu sudah pergi. Dia tidak lagi tinggal di sini.”

“Benarkah? Jadi karena itu kau ingin menemuiku? Ahh.. aku tahu Hyung pasti patah hati bahkan sebelum mengutarakan perasaanmu, benarkan?” Kyuhyun tersenyum mengejek pada Hyukjae, dan membuat pria itu melemparkan bantal sofa ke arahnya.

“Aisshh, bocah ini! Kau sendiri kenapa tidak mengatakannya pada Ranran? Kurasa jika harus menikah dengan keluarga Shin, kau harus menikahi yeoja yang kau cintai itu, benarkan? Jadi mungkin seperti itulah yang dipikirkan Minrin. Dia hanya ingin bersama orang yang dicintainya.”

Kyuhyun tertegun sesaat. Yah.. mungkin saja seperti itu. Kenyataannya ia sendiri tidak sakit hati sampai depresi hanya karena pernikahannya batal. Bukankah itu sudah menunjukkan bahwa ia tidak menyukai Minrin? Mungkin saat itu ia hanya tertarik pada gadis itu, rasa obsesi karena Minrin adalah gadis angkuh yang bahkan sulit ditaklukkan, karena itulah perasaan yang Kyuhyun kira cinta muncul. Padahal rasa itu hanya rasa mengangumi saja. Sedangkan pada Ranran? Yah..entahlah, sepertinya Kyuhyun harus memastikan perasaannya yang satu itu.

8 stories 8 love 8 hearts

05.00 PM

Di depannya garis pantai membentang luas, dengan ombak kecil yang beberapa kali mengenai kakinya. Minrin menatap lurus ke depan, menembus jauhnya lautan di depannya. Entah apa yang membawanya ke tempat ini. Hanya saja lautan selalu menjadi tempat favouritenya setiap kali ia merasa penat seperti sekarang ini. Beberapa saat setelah mendapat telepon dari Sungmin yang menceritakan siapa itu Kim Ryeowook, yang ada dipikiran gadis itu adalah meluapkan emosinya. Dan menantang bahaya seperti memacu adrenaln selalu menjadi pelariannya. Selalu seperti itu. Itulah kenapa ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi dan berakhir di tempat ini.

Ia ingin menyelesaikannya tapi ia tidak tahu harus bagaimana. Beberapa saat yang lalu ia mengirim pesan pada pria itu untuk datang menemuinya di sini. Ia berpkir utuk mengakhiri semuanya. Tetapi itu pun bukan sesuatu yang diinginkannya. Jika pria itu masih ingin bersamanya, mungkin Minrin akan melupakan masalah di perusahaan dan memaafkannya.

Seseorang terdengar bejalan di belakang Minrin lalu sebuah suara menyapanya “Mian, membuatmu menunggu.” Ucapnya.

Minrin menolehkan kepalanya lalu berdiri begitu melihat pria itu berdiri di depannya. Ia berusaha tersenyum. Tapi ternyata ia tidak sanggup menutupi kemarahannya dengan sebuah senyuman. Dan pada akhirnya senyuman itu terasa dipaksakan dan tidak berasa. Bukan senyum tulus seperti tadi pagi, dan sudah cukup membuat Ryeowook menduga ada sesuatu yang membuat Minrin tiba-tiba berubah.

“Kau sudah makan?” tanyanya yang langsung ditanggapi Minrin dengan gelengan kepala.

“Ada yang ingin kutanyakan padamu Ryeowook-ssi..” ucapnya pelan, mengabaikan pertanyaan yang Ryeowook ajukan padanya.

“Kenapa kau melakukannya? Membocorkan proyek perusahaan pada perusahaan saingan kita. Wae? Kenapa kau melakukannya?”

Suara Minrin terasa bergetar, dan kedua tangannya mengepal di samping tubuhnya. Ia berusaha sebisa mungkin tidak berteriak dan meluapkan kemarahannya saat ini. Yah..meskipun ia sangat ingin melakukannya. Persis seperti ia memarahi bawahannya, tapi tidak untuk sekarang. Ia hanya berharap semoga saja ini tidak seperti yang dikiranya.

Tapi harapan itu sia-sia karena sikap Ryeowook selanjutnya diluar dugaannya. Pria itu tersenyum kecil sedikit menyerangai.

“Kau sudah tahu kalau begitu.” Ujarnya.

M..mwo?”

“Ya..aku yang melakukannya. Dan ini semua karena ayahmu..”

Minrin memundurkan langkahnya ke belakang. Lagi, untuk sekali lagi ia terkena hantaman benda semu yang tepat mengenai dadanya. Ia sudah tahu tentang itu, tapi ternyata rasanya lebih mengecewakan saat Ryeowook yang mengatakannya langsung.

Dan bukannya meluapkan emosinya, seperti berteriak seperti biasanya, Minrin pun hanya bisa memaksakan diri untuk tersenyum. “Kuere… baiklah. Kita bisa menyelesaikan ini. Aku tidak akan menuntutmu karena hampir membuat perusahaan ayahku collaps. Ya..kau tahu aku tidak lagi ada hubungannya dengan Shin’s Group. Jadi kurasa tidak masalah…kita masih bisa bersama..” Minrin berbicara tidak karuan. Antara meredam emosinya dan juga keinginanya bersama pria ini. Ia pun hanya bisa tersenyum sekali lagi.

“Tidak Minrin-ya.. kau salah selama ini.” Ryeowook menyahut cepat bahkan sebelum Minrin menyelesaikan ucapannya.

“Aku bilang tidak akan mempermasalahkannya, Ryeowook-ssi..” Minrin menekankan ucapannya lalu maju satu langkah mendekati pria itu. Tangannya terulur menggenggam tangan Ryeowook, erat. “Kita lupakan masalah itu. Aku bukan lagi direktur Shin’s Group, dan aku sudah diusir dari rumahku sendiri. Jadi mari kita memulai semuanya, hanya kau dan aku..”

Entahlah apa yang ada di pikirannya sekarang ini. Semua terasa berputar-putar dan Minrin tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Ia ingin mengakui tapi di sisi lain ia tidak ingin melakukannya.

Lalu tanpa disadarinya Ryeowook melepaskan tangannya dari genggaman Minrin dan membuat tangannya terasa mengawang di udara.  Ia menatap gadis itu tajam.

“Aku tidak pernah mencintaimu Minrin-ya.”

M…mwo?”

“ Gadis arogan, keras kepala dan sombong. Kau pikir aku menyukai gadis seperti itu? Tidak, kau salah selama ini. Aku hanya ingin menghancurkan ayahmu dan perusahaannya, dan kau adalah senjataku. Aku benar-benar kasihan padamu, Sajangnim.” Ryeowook tersenyum menyerangi. Dan kali ini Minrin melihat jelas kelicikan pria ini yang tidak pernah diduganya.

Ia dimanfaatkan. Benar-benar bodoh!

Sejujurnya ia sudah tahu, tapi ternyata kelicikan pria yang dicintainya ini lebih dari dugaannya selama ini.

“Aku pikir kau gadis yang pintar, tapi ternyata tidak sepintar yang kubayangkan. Kau ingat berapa kali kau mempercayaiku tentang rahasia dan proyek-proyek perusahaan? Ya…kurasa sebanyak itulah aku sudah memanfaatkanmu, Sajangnim..”

Dan hantaman-hantaman itu beberapa kali kembali menghantam dirinya. Minrin mundur lagi satu langkah. Tatapannya membulat tidak percaya. Rasanya lebih menyakitkan dibandingkan melihat pria itu berpelukan dengan Ahra.

“Aku bukan pria baik seperti yang kau kira. Dan yah… kurasa sampai disini saja.”

Sesuatu bening menghalangi penghilatan gadis itu, dan disadarinya ia sudah berkaca-kaca. “Wae?” lirihnya

“Aku sudah pernah memberimu kesempatan, tapi sayangnya kau terlalu bodoh dan justru semakin jatuh cinta padaku.”

Lalu akhirnya cairan itu tidak lagi bisa dibendungnya, hingga akhirnya menetes pelan di pipi kirinya. “Lalu semua hal yang kau lakukan padaku selama ini, ciuman itu, ucapan-ucapanmu semalam..apa itu semua tidak ada artinya?” bibirnya sekali lagi bergetar, menahan tangis dan emosi yang bergejolak dalam dadanya. Ia hanya berharap apa yang baru saja didengarnya adalah kebohongan.

“Aku tidak pernah berniat menjalin hubungan apapun denganmu, Sajangnim..”

Deg

Tapi kemudian ia sadar, Ryeowook tidak sedang berbohong. Pria itu mengatakan yang sejujurnya. Minrin semakin erat menggenggam tangannya, menahan emosinya kuat-kuat. Lalu tanpa bisa dikontrolnya lagi, ia mengangkat tangan itu dan melayangkan tamparan keras di wajah Ryeowook

Plaakk!!

“Aku bodoh karena percaya dan bahkan jatuh cinta pada pria brengsek sepertimu..!!” ucapnya tegas lalu dengan cepat Minrin melangkahkan kakinya, berlalu dari pria itu dan segera pergi menjauh dari tempat itu.

Sementara itu Ryeowook hanya diam mengantar kepergian gadis yang baru saja disakitinya.

Ya…  semua sudah berakhir sekarang.

8 stories 8 love 8 hearts

Mobil itu melaju kencang di jalan tol yang mengarah ke Seoul. 100 km/jam dan semakin naik seiring gadis yang mengendarainya menginjak gasnya lagi. Ia tidak peduli jika mobil polisi yang baru saja dilewatinya akan berbalik arah dan mengejarnya, ia tidak peduli bahkan jika nyawanya akan melayang di jalan ini seiring kecepatan mobilnya yang semakin menggila.

Semakin dalam luka itu terasa sakit, semakin dalam rasa kecewa yang dirasakannya. Untuk perama kalinya ia menyadari betapa menyedihkan hidupnya. Ia Lahir sebagai seorang gadis kaya, yang dididik menjadi penerus Shin’s Group, menjadi wanita kuat yang tidak pantang menyerah dan semua itu terasa sangat tidak adil, saat ia dijatuhkan begitu saja dengan mudahnya hanya karena cinta. Ia hanya ingin bahagia. Apa itu saja tidak bisa didapatkannya? Ia diusir dari rumahnya, ia dipecat dengan tidak terhormat oleh ayahnya sendiri, ia juga dikalahkan oleh kakak perempuannya yang sangat dibencinya, dan sekarang puncaknya adalah saat ia begitu saja dicampakkan oleh pria yang semula dipercayai dan dicintainya. Dan sepertinya mendapat kesialan satu lagi di jalan ini tidak akan masalah.

Air matanya menetes pelan di sudut matanya dan untuk pertama kalinya ia ingat bagaimana rasanya menangis itu. Ya.. karena hari ini untuk pertama kalinya sejak ibunya pergi meninggalkannya dan juga ayahnya, ia kembali ingat caranya menangis.

Sebuah pesan singkat masuk dan berhasil meredam keinginan Minrin untuk memacu mobilnya semakin kencang. Ia menoleh dan mengambil ponsel itu.

Sender : Lee Sungmin

Presdir baru saja meninggal. Kumohon segera pulang.

Mwo?

CIIiiTTTTT!!!

Minrin hampir saja menabrakkan mobilnya di pembatas jalan jika saja tidak menginjak remnya dengan kuat. Matanya membulat terkejut seiring deru nafas yang berlebihan. Dadanya naik turun menahan rasa tidak karuan yang bergejolak.

Aboji…” gumamnya dengan tangan bergetar dan air mata yang kembali menetes.

Tatapannya berubah hampa ke depan. Tidak ada kesialan dan kesedihan yang lebih dibanding berita yang baru saja didengarnya itu. Dan rasa kehilangan itu lebih menyakitkan dibandingkan dibodohi oleh Ryeowook.

Semua salahnya. Salahnya karena ayahnya sekarang meninggal. Salahnya jugalah perusahaan mengalami masalah. Dan semua kesalahannya itu berawal dari jatuh cinta pada pria brengsek itu. Kedua tangannya mencengkeram erat stir mobil sementara kepalanya menunduk dengan air mata yang kembali menetes. Dan entah pikiran darimana, karena selanjutnya Minrin kembali menghidupkan mobilnya, berbalik arah dengan cepat dan memacukannya dengan kecepatan yang lebih gila dibandingkan sebelumnya.

Pria itu… ya..pria itu akan dibawanya ke neraka bersama.

Di depannya sebuah mobil melaju, dan Minrin langsung tersenyum sedikit menyerangi dengan air mata yang kembali menetes ketika melihat mobil yang dikenalnya itu. Lalu dengan cepat ia membanting stir ke kiri. Dan kini mobilnya berhadapan langsung dengan mobil itu.

Silau cahaya di depannya semakin dekat. Ia sudah bersiap. Bersiap untuk mati dan membawa pria itu ke neraka bersamanya. Lalu entah apa yang terjadi, karena selanjutnya ia hanya bisa memejamkan matanya, merasakan benturan keras yang mengenai dada dan kepalanya. Tubuhnya terasa terlempar dengan keras seiring suara dentuman dua benda yang bertubrukan dalam kecepatan yang tinggi.

Hingga suara itu tergantikan dengan suara sirine mobil ambulance yang membelah jalanan kota Seoul.

8 stories 8 love 8 hearts

Jeju Island

Lee Donghae’s House

“Presdir Shin’s Group, Shin Taewoo baru saja menghembuskan nafas terakhirnya. Shin Taewoo sudah mengambil alih kepemimpinan Shin’s Group setelah ayahnya meninggal dan telah menjabat sebagai Presdir selama 30 tahun. Beliau meninggalkan dua orang puteri.

Pria bernama Lee Donghae itu menatap layar televisinya dengan tidak percaya. Pria bernama Shin Taewoo yang selalu menuduh ayahnya bersalah dalam kebakaran itu akhirnya meninggal dunia. Yah.. pada akhinya ketiga orang itu bisa tenang di surga sekarang.

“Kami juga baru saja mendapat berita terbaru bahwa Shin Minrin salah satu puteri almarhum Shin Taewoo mengalami koma karena kecelakaan hebat di jalan tol sore tadi. Mobilnya diketahui berpindah lajur dan menabrak mobil lain. Pengendara lain yang diketahui bernama Kim Ryeowook mengalami luka yang serius.

Donghae berbalik dan mengurungkan niatnya menuju dapur ketika berita mengenai kecelakaan itu didengarnya. Ia hanya bisa menatap tidak percaya berita yang ditayangkan di televisi.

“Apa yang sebenarnya terjadi?” gumamnya.

8 stories 8 love 8 hearts

CUT

Annyeong..^^
ahh tidak tahu tiba-tiba pengen nulis ff yang ini lagi. Sebelumnya saya pernah bilang ff ini ada gara-gara saya ketagihan nonton drama Nice Guy. Jadi agaknya kisah Ryeo-Min di sini emang hampir mirip dengan Maru-Eungi. Dan…kecelakaan itu..yah itu bagian yang saya sukai. Di situlah titik baliknya. Mungkin sudah pada bisa ditebak akan seperti apa akhirnya dengan kisah Ryeo-Min setelah kecelakaan. Tapi sepertinya hanya sebatas itu. Masih ada masalah lain tentang empat keluarga yang belum dijelaskan… yah keluarga Shin, Cho, Kim dan juga Lee.  Dan judul 8 cerita 8 cinta dan 8 hati itu nggak Cuma sekedar judul, karena setelah ini memang akan dikenalkan 8 pasangan dan kisah mereka. Oke, saya akan berhenti ngoceh di sini ^^

Selamat membaca dan menebaknya. Jangan lupa tinggalkan komentar kalian setelah membaca. Komentar kalian adalah semangat buat saya untuk tetap menulis. Terima kasih J

 

Advertisements

2 thoughts on “(Fanfiction) 8 Stories 8 Loves 8 Hearts Part 5 : The Accident

  1. Pingback: (Fanfiction) 8 Stories 8 Loves 8 Hearts Part 6 : New Life | Angelic Voice Room

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s