(Fanfiction) The Choosen Princess Part 3 : Soulmate

the choosen princess 2

Title                 :The Choosen Princess Part 3 : Soulmate

Author           : Han Yerin (@Luluk_chan)

Cast                 : Will revealed later *too many cast will be present in this story*

Genre              : AU, fantasy, friendship, romance, action(?)

Rated              : PG 17+

Length            : chaptered

Disclaimer   : Semua cast yang hadir milik Tuhan, tak terkecuali baik BB / GB / maupun OC yang bakalan muncul, keseluruhan ide ff ini imajinasi milik author^^

*notes                : Di publish juga di soohafanfics.wordpress.com (wp pribadi)

***

Halo semuanya, saya kembali dengan fanfic absurd ini. Dan apa ini??wkwkwk…ratingnya naik dan kalian akan segera mengetahuinya setelah membacanya. Hohoho

~Story Begin~

 

Tanpa disadari oleh para manusia, dunia yang mereka ketahui selalu diselimuti cahaya di pagi hari dan disinari cahaya rembulan di malam hari ternyata mempunyai sisi gelap tersendiri. Jauh di masa lalu, sejarah kelam pernah terjadi, dimana manusia juga tidak menyadarinya. Dunia yang mereka tempati sejak dulu terbagi dua….

Dunia atas………

dan

……Dunia kegelapan

 

***

 

Tokyo, Jepang

Seorang namja berambut silver grey tampak berjalan terhuyung-huyung di dalam kegelapan hutan. Pandangan matanya tampak kosong, seakan tak memiliki tujuan samasekali di hadapannya.

Jauh di dalam hutan, berdiri kastil nan megah tanpa diketahui manusia lainnya. Letak kastil itu begitu tersembunyi, sulit untuk ditemukan oleh para manusia sekalipun. Bahkan terdapat selubung tipis kasat mata yang mengelilingi kastil tersebut. Hanya makhluk-makhluk tertentu yang dapat menemukan dan menembus selubung yang mengelilingi kastil tersebut.

Namja berambut silver grey itu tampak menuju arah kastil tersebut berada. Bahkan namja itu telah menembus selubung kasat mata yang mengelilingi kastil tersebut.

Ya. Namja itu bukanlah manusia biasa. Ia adalah seorang vampire, salah satu penghuni kastil megah tersebut.

Choi Junhong. Zelo.

Namja bernama Choi Junhong atau yang biasa disapa Zelo itu berdiri tepat di depan pintu kastil tersebut. Ia menatap pintu tersebut dengan pandangan kosong. Tak lama pintu kastil tersebut terbuka, menampakkan dua sosok yang ia kenal.

“Zelo-ya, apa yang terjadi? Kenapa kau cepat sekali kembali kemari?” salah seorang dari kedua namja yang berdiri di hadapan Zelo bertanya dengan wajah bingung menatap kedatangan Zelo. Ia melangkah mendekati Zelo. –Moon Jongup–

“Jongup-ah, berhenti. Jangan dekati Zelo,” seru namja satunya yang berdiri disamping Jongup. Ia menelisik keadaan Zelo. ‘Ada yang aneh dengannya,’ batin namja itu begitu menelisik tatapan mata Zelo. –Yoo Youngjae–

“Tapi hyung…”

“Kubilang jangan dekati Zelo, Jongup-ah. Ada yang aneh dengannya. Biar kulihat dulu. Kau tentu masih ingat prosedur yang ditetapkan yang mulia bukan?”

Jongup terdiam, sedangkan Youngjae melangkah dengan pelan mendekati Zelo. Zelo tampak tak menyadari keberadaan Youngjae yang mendekatinya, padahal Zelo adalah tipe vampire yang sangat peka.

Belum sempat Youngjae menyentuh Zelo, tubuh Zelo terlebih dahulu telah ambruk ke tanah.

“Zelo-ya!”

***

 

Seoul, Korea Selatan

Keadaan di dalam mobil itu benar-benar sunyi tanpa ada sebuah pembicaraan. Dua insan yang berada di dalam mobil itu terlihat diam, seperti sedang sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

Ranran yang sedari tadi tampak mencuri pandang kearah Kyuhyun terlihat tidak nyaman dengan kesunyian diantara mereka. Ranran sadar betul jika Kyuhyun orang yang dingin, tapi itu membuatnya tak nyaman. Ingin rasanya ia mengobrol dengan namja disampingnya itu, tapi ia tak tahu harus memulainya bagaimana.

“Kyuhyun-ssi, sebaiknya kau mengantarku kembali ke kampus saja. Aku akan meminta knight-ku untuk menjemputku.” lirih Ranran. Ia akhirnya membuka percakapan, karena sedari tadi ia merasa kalau Kyuhyun merasa terganggu dengan keberadaannya dan itu membuat Ranran tak enak hati.

“Eoh? Kwaenchana. Aku sudah janji mengantarmu sampai ke mansionmu Ranran-ssi.” balas Kyuhyun dengan datar.

“Tapi…”

“Kwaenchana. Aku akan mengantarmu sampai mansion. Lebih baik kau mengabari knight­-mu Ranran-ssi, agar dia tak khawatir.” potong Kyuhyun. Entah kenapa dia merasa ada yang perlu ia bicarakan dengan yeoja yang berada dalam satu mobil dengannya itu.

“Mmmm…Ranran-ssi, apa kau mengenal yeoja yang tadi berada di cafe? Sepertinya kalian semua mengenalnya.” tanya Kyuhyun hati-hati. Sedari tadi sosok yeoja yang dikiranya adalah Soorin mengganggu pikirannya. Entah kenapa ia yakin jika itu adalah Soorin.

‘Deg’

Perasaan sakit itu muncul lagi menyerang setiap sudut hati Ranran. Mendadak lidahnya kelu ingin menjelaskan sosok yeoja yang membuat keheningan di café tadi.

“Dia Kim Sungrin, satu angkatan denganku dan yang lain di jurusan musik, dia mengambil kelas musik klasik, dan hoobae yang sering mendapatkan proyek bersama Sungmin oppa dan Donghae oppa. Kudengar dia juga terlibat proyek dengan Yesung oppa.” jelas Ranran tanpa menatap Kyuhyun.

“Kim Sungrin?” lirih Kyuhyun. Walaupun lirih, Ranran masih bisa mendengar lirihan itu.

“Ne. kenapa kau menanyakannya Kyuhyun-ssi?” tanya Ranran. Sekuat tenaga ia menahan perasaan sesak yang mengganggunya.

“Aniya. Dia mirip seseorang. Kamsahamnida infonya Ranran-ssi.” ucap Kyuhyun pelan. Ranran hanya menganggukkan kepalanya. Perkataan Kyuhyun membuatnya teringat percakapannya beberapa hari yang lalu bersama Sungyeon.

Flashback

Sore itu, Ranran dan Sungyeon bertemu di sebuah café. Sudah barang tentu Ranran ingin membicarakan seseorang. Sesosok namja yang ia yakini adalah takdirnya. Sungyeon selalu sabar mendengarkan keluh kesah Ranran tentang namja itu, yang tak lain adalah Kyuhyun.

Akan tetapi Sungyeon teringat sesuatu. Sebuah cerita kelam yang diceritakan Nimi. Cerita kelam yang pernah menimpa Klan Lee, klan tunangannya, Sungmin. Ia tak pernah tau jika tunangannya itu memiliki sosok yeodongsaeng yang begitu dijaga oleh keluarganya.

“Ranran eonni, kau tau kalau Klan Lee dulunya memiliki seorang putri?” tanya Sungyeon. Ranran tampak terkejut.

“Benarkah itu?”

“Ne. itulah yang dikatakan Nimi eonni padaku beberapa waktu yang lalu.”

“Tapi kenapa putri Klan Lee tak pernah tampak?”

“Kau pasti tau tragedy pertempuran Klan antara Klan Lee dan Klan Kim kan eonni? Putri Klan Lee kabarnya menjadi penyebab pertempuran itu, tapi tidak ada yang tau bagaimana bisa putri kecil Klan Lee bisa menjadi penyebab pertempuran itu.”

“Lalu?”

“Putri Klan Lee ikut lenyap dalam pertempuran itu walaupun tak ada saksi kecuali ketiga putra Klan Lee yang berada di tempat kejadian saat itu. Dan ternyata putri Klan Lee itu juga merupakan calon tunangan dari Siwon oppa dan Kyuhyun oppa. Bahkan mereka berdua tampaknya sangat mencintai putri Klan Lee tersebut.”

Ranran tampak terkejut begitu mengetahui kenyataan masa lalu. Kenyataan yang menghantamnya dengan telak. Kenyataan jika Kyuhyun pernah hampir memiliki seorang tunangan yang akan bersanding dengannya dan juga kenyatan jika Kyuhyun amat mencintai calon tunangannya itu.

“Eonni, kwaenchanayo?” Sungyeon menatap Ranran khawatir. Ia sadar ia telah membuat sahabatnya itu bersedih.

“Nan kwaenchana”

End flashback

Entah bagaimana, terbersit dalam pikiran Ranran jika sosok putri Klan Lee memiliki kesamaan dengan Kim Sungrin hingga sosok Kim Sungrin mengganggu Kyuhyun.

Dan itu juga mengganggunya.

***

Kai dan Sehun masih terdiam di dekat Amour Café. Mereka baru saja mengikuti jejak aura yang dikiranya aura milik Luhan, hyung kesayangan Sehun. Tentu saja mereka senang karena segera dapat mengikuti aura Luhan, yang sebenarnya merupakan aura soulmate Luhan, satu-satunya orang yang bisa mengendalikan kekuatan istimewa Luhan.

Luhan memang terlahir dengan kekuatan istimewa, namun kekuatan itu tidak sesempurna yang diharapkan. Karena suatu kejadian di masa lalu, membuat kekuatan istimewa milik Luhan terpecah dan Luhan hanya memiliki setengah dari kekuatan istimewanya itu sekarang.

Pecahan kekuatan istimewa Luhan diyakini merasuk ke tubuh seseorang yang akan menjadi soulmate-nya. Satu-satunya orang yang akan bisa menstabilkan kekuatan Luhan yang kadang tak terkontrol. Terlebih saat ini, entah kenapa kekuatan isitimewa itu terlihat melemahkan keadaan Luhan.

Akhir-akhir ini, Luhan terlihat cepat lelah bahkan hanya dengan menggunakan sedikit kekuatannya. Hal itu juga diperparah dengan setiap kali mereka melakukan ritual transferisasi kekuatan di kuil pohon kehidupan, Luhan akan langsung tumbang, seakan kekuatannya terkuras habis pada saat ritual itu.

Para guardian lainnya tampak mengkhawatirkan keadaan Luhan yang terus memburuk. Akhirnya mereka mencari solusi, dan satu-satunya solusi adalah Luhan harus segera menemukan soulmate-nya dan bertukar darah. Ya. Para guardian tak beda jauh dari vampire, hanya saja mereka memiliki keistimewaan tersendiri sehingga membedakan antara guardian dan vampire.

Sebenarnya Luhan sudah menemukan soulmate-nya dan bertukar darah dengan gadis takdirnya itu. Namun, kejadian lima belas tahun yang lalu di dunia kegelapan membuat Luhan kehilangan sosok soulmate-nya. Dan sekarang mereka berusaha mencari reinkarnasi dari sosok soulmate Luhan.

Kembali ke Kai dan Sehun. Mereka terdiam karena tidak menyangka jika pemilik aura itu berada diantara purebloods yang saat itu sedang berkumpul di Amour Café. Mereka juga menyadari jika ada manusia yang juga berada disana, namun mereka berdua mengira jika pemilik aura itu berada diantara purebloods itu.

Tentu saja Kai dan Sehun terkejut jika memang soulmate Luhan adalah salah satu dari purebloods itu. Karena itu akan mengingatkan mereka akan sosok soulmate Luhan sebelumnya yang juga berasal dari kalangan purebloods.

“Hyung, aku memikirkan apa yang aku pikirkan?” Tanya Sehun pelan.

“Apa?”

“Kenapa kita selalu berputar dalam lingkup para purebloods ini? Haruskah kita melaporkannya kepada leader, hyung?”

“Sebaiknya kita kembali ke reverse dimension dan melaporkannya terlebih dahulu pada leader. Kita tak tahu yang mana yang memiliki aura Luhan hyung dengan jelas.” tegas Kai. Akhirnya keduanya pun mengilang bagaikan asap hitam yang mengabur bersama hembusan angin sore itu.

***

Yesung memandang lurus kedepan. Dalam dekapannya terlihat seorang yeoja yang meringkuk dengan nyaman dalam pelukan hangat Yesung. Yeoja itu tak lain adalah Han Sungyoung, tunangan Yesung. Sungyoung sadar jika tunangannya itu sedang tidak fokus. Memang tubuhnya berada disana, tapi tidak dengan pikiran namja itu.

“Oppa, apa yang sedang kau pikirkan?” dengan pelan Sungyoung bertanya pada Yesung. Seolah ingin mengembalikan fokus itu di mata namja nya.

“Eobseo…aniya…”

“Geotjimal. Aku tau ada yang sedang kau pikirkan oppa. Apa kau memikirkan dongsaengmu lagi oppa?”

“Aniya…keunyang…ada sesuatu yang memang aku pikirkan dan itu bukan apa-apa. Mianhae jika selama ini kau kesepian. Ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan Youngie.” Yesung menatap dalam mata Sungyoung. Sesaat menyiratkan betapa menyesalnya ia telah mengabaikan Sungyoung beberapa waktu yang lalu.

“Kwaenchana. Selama kau tak melupakanku itu tak masalah oppa.” Sungyoung kembali membenamkan wajahnya di dada bidang yesung. Sesekali ia mengendus leher Yesung, menikmati feromon yang menguar dari tubuh Yesung yang selalu membuatnya merasa ketagihan.

Beberapa menit yang lalu pun ia baru saja bertukar darah dengan Yesung, dan itu benar-benar melegakan dahaganya yang selalu tak bisa ditahan jika ia sedang bersama Yesung. Baginya darah Yesung sudah seperti narkoba, begitu pula bagi Yesung.

Yesung semakin mengeratkan pelukannya pada Sungyoung. Ia pun menarik wajah Sungyoung dari lehernya, sehingga kini keduanya saling berhadap-hadapan. Yesung menatap dalam ke dalam mata Sungyoung, hingga akhirnya tatapan matanya itu beralih ke bibir mungil Sungyoung.

Dikecupnya singkat bibir mungil itu, Sungyoung tampak menikmatinya, hingga akhirnya Yesung menenggelamkan wajahnya di leher Sungyoung, menikmati feromon yang menguar dari tubuh Sungyoung. Sungyoung mengalungkan kedua lengannya di leher Yesung, memeluk erat leher namja itu.

Tanpa sepengetahuan Sungyoung, Yesung memandang keluar dengan tatapan tajam dibalik tubuh Sungyoung. Sebuah rencana terbersit dalam pikiran Yesung. Rencana yang selama ini memang ia butuhkan.

‘Maafkan aku, Young. Bersabarlah.’

***

Seorang yeoja tampak menyiapkan berbagai macam hidangan di meja makan. Walaupun ia bukan manusia, tapi terkadang ia juga menikmati makanan manusia itu. Sesekali ia menatap jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya, seakan menunggu seseorang.

Tanpa ia sadari, seorang namja memandangnya dengan penuh kasih sayang. Namja itu bergerak pelan menuju yeoja nya. Perlahan ia mengalungkan kedua lengannya di bahu yeojanya dari belakang. Seolah terbiasa dengan perlakuan mendadak itu, sang yeoja hanya tersenyum tipis.

“Kau sudah pulang oppa?” tanya yeoja itu, yang tak lain adalah Shin Minrin. Ia mengelus pelan lengan namja itu yang melingkar disekitar bahunya.

“Hummm. Mianhae membuatmu kerepotan begini chagi.” Namja itu semakin menenggelamkan kepalanya di cekungan leher Minrin. Menikmati feromon yang menguar kuat dari leher tunangannya itu. Ia bahkan sedikit menggeram menahan gairah nafsunya untuk melepaskan dahaganya yang tiba-tiba saja terasa membakar kerongkonannya begitu menghirup feromon tunangannya.

“Ahhhhh….Wookie oppa…”

Desahan kecil yang keluar dari bibir tunangannya seakan membangkitkan gairah namja itu, Ryeowook. Dengan ia cepat memutar tubuh Minrin hinnga mereka saling berhadap-hadapan sekarang.

Ryeowook menatap lekat mata Minrin. Minrin tersipu malu mendapati tatapan memuja dari Ryeowook. Hingga akhirnya entah siapa yang memulai, kedua bibir itu saling menempel, bahkan Ryeowook melumat lembut bibir mungil Minrin. Lumatan-lumatan yang diberikan Ryeowook membuat Minrin terbuai. Hingga akhirnya…

“Ya! Hyung! Apa yang kau lakukan? Aishh…Kau menodai mata polos kekasihku.”

Sebuah suara menghentikan adegan mesra itu. Ryeowook menggeram kesal karena ia lupa jika dongsaengnya baru saja pulang dari Jepang.

“Kau mengganggu Sunggyu-ya.” desis Ryeowook tertahan. Minrin yang merasa tertangkap basah, tersipu malu, pipinya memerah dan itu semakin membuat Ryeowook menginginkan Minrin.

“Ya..ya..ya..Terserah kau hyung. Tapi lain kali carilah tempat yang lebih privat jika kalian ingin melakukannya. Ya! Minrin-ah. Sejak kapan hyungku jadi se-pervert ini. Aigoo…” ujar Sunggyu sembari melepaskan kedua tangannya yang sengaja ia letakknya di depan mata kekasihnya, seolah melindungi mata kekasihnya untuk tak melihat adegan yang baru saja terjadi di ruang makan itu.

‘Blushhh’

Wajah Minrin memerah karena ucapan Sunggyu. Ia juga tak tahu sejak kapan Wookie-nya jadi seperti itu. Ryeowook yang mendengar ocehan tak jelas Sunggyu hanya melengos tak peduli.

“Ya! Hyung! Kau hampir menodai mata kekasihku.” Ujar Sunggyu kesal melihat sikap acuh hyungnya itu.

“Apa peduliku.” acuh Ryeowook. Kedua yeoja yang berada disana tampak melongo melihat perdebatan kecil Kim bersaudara itu.

Ryeowook mulai melangkah kearah kursi dimana biasanya ia duduk saat makan. Tepat saat melewati tubuh Minrin, Ryeowook mencondongkan tubuhnya tepat di telinga Minrin.

“Malam ini aku menginginkanmu chagi.”

Wajah Minrin memerah kembali setelah mendengar bisikan menggoda itu. Ia tahu betul maksud dari tunangannya.

Bertukar darah.

Karena ia juga menginginkan hal yang sama.

“Hana-ya, kuharap kau tetap polos.” entah maksud Sunggyu apa, karena kekasihnya itu hanya menatapnya bingung.

***

Ketiga namja bermarga Lee itu, namun berbeda tingkatan, terlihat merana karena tak mendapatkan apa yang mereka inginkan. Ya. Mereka menginginkan bertukar darah dengan pasangan mereka masing-masing, karena hanya dengan darah dari takdir mereka lah rasa dahaga itu terpuaskan dengan sangat.

Ini semua dimulai dengan Hyehyo, tunangan Lee Hyukjae yang biasa disapa Eunhyuk menggiring kedua saudarinya dengan cepat ke dalam mobil. Tentu saja hal itu ia lakukan untuk menghindari acara bertukar darah itu.

Sebenarnya Sungmin bisa saja mendapatkan darah tunangannya itu dengan gampang, karena yeojanya itu terlalu polos sehingga lebih sering menurut daripada memberontak. Tak seperti kedua saudarinya, Hyehyo dan Chanchan. Namun sayang, Sungmin terlambat selangkah karena Sungyeon sudah lebih dulu digiring masuk ke dalam mobil oleh saudarinya.

Hanya tinggal satu cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, yaitu menyelinap ke dalam kamar yeoja mereka masing-masing saat malam hari. Itupun jika yeoja mereka tidak memasang pelindung di kamar mereka.

Tapi lagi-lagi, Sungmin mendapat kesempatan besar untuk menyelinap karena seingatnya kekasihnya itu tak pernah memasang pelindung sehingga memudahkannya keluar-masuk ke dalam kamar yeojanya.

Tinggal Eunhyuk dan Donghae yang merana. Dahaga mereka harus segera dituntaskan karena jika tidak maka itu benar-benar menyiksa mereka.

Hal ini sudah biasa bagi kaum vampire jika mereka bertemu dengan takdir mereka, maka mereka akan merasa saling tertarik dan rasa ‘lapar’ yang begitu menuntut untuk segera memuaskan dahaga mereka. Bahkan terkadang rasa ‘lapar’ itu bisa saja berubah ke arah lain seiring gejolak nafsu yang mereka rasakan.

 Dan dengan bertukar darah bersama takdir mereka pula lah mereka dapat menambah energi mereka.

***

Meja makan itu terlihat penuh dengan makanan. Seorang namja nampak sedang menata gelas dan piring yang akan digunakan untuk makan malam. Dari arah dapur terlihat namja yang lebih tinggi dari namja sebelumnya membawa mangkuk besar berisi sup ayam kesukaan sepupu kesayangannya.

“Henry-ya, dimana Kibum dan Sungrin? Mereka tak membantumu?” tanya namja tinggi itu – Zhoumi.

“Kibum hyung sedang mandi hyung. Kalau Sungrin aku tak tahu hyung. Sedari tadi dia bahkan belum keluar dari kamarnya.”

Mendadak zhoumi merasa khawatir dengan Sungrin begitu mengetahui jika sepupunya itu belum keluar juga dari kamarnya. Biasanya Sungrin sudah berada di depan TV sebelum jam makan malam menonton acara kesukaan yeoja itu.

Dari arah ruang santai, Kibum masuk ke ruang makan. Ia bingung mendapati wajah khawatir hyungnya.

“Zhoumi hyung, kwaenchanayo? Ada apa?” tanya Kibum.

Zhoumi dengan cepat menghampiri Kibum dan mengguncang pelan bahu sepupunya itu.

“Kau menyimpan kunci cadangan kamar Sungrin kan? Dimana kunci itu?” ujar Zhoumi memburu. Kibum segera mengeluarkan serentengan kunci dari salah satu laci yang berada di lemari bufet dekat ruang makan. Kemudian ia memilih sebuah kunci dan menyerahkannya pada Zhoumi.

“Sebenarnya ada apa Zhoumi hyung? Apakah sesuatu terjadi pada Sungrin?” mendadak Kibum ikut mengkhawatirkan keadaan Sungrin.

“Sebaiknya kalian mengikutiku.” ujar Zhoumi cepat.

Akhirnya ketiga namja itu bergegas menaiki lantai dua menuju kamar Sungrin.

***

Yeoja itu masih terlelap dalam tidurnya. Ia bahkan tak sadar jika sedari tadi ia tertidur di depan pintu kamarnya. Ia tampak menikmati tidur panjangnya, seolah-olah ia mendapatkan mimpi yang indah.

Yeoja itu, Sungrin, belum sadarkan diri sejak ia memasuki kamarnya dan terjatuh pingsan begitu saja. Rasa sakit yang mendera kepalanya seakan memaksa ia menarik ingatan-ingatan-nya yang hilang saat ia berusia lima tahun.

Kini, Sungrin sedang mengarungi mimpinya yang terasa nyata baginya. Hanya saja mimpi-mimpi itu pernah ia dapatkan dalam tidur malamnya, berupa potongan-potongan mimpi, dimana dalam mimpi itu tampak seorang gadis kecil yang terlihat mirip dengan dirinya saat ia masih kecil.

Gadis kecil dalam mimpinya itu terlihat bahagia walau terkurung dalam sebuah ruangan. Gadis kecil itu memiliki orang tua dan tiga orang oppa yang sangat menyayanginya. Tapi entah kenapa Sungrin merasa ia memang pernah mengalami hal itu, padahal yang ia tahu ia hanya memiliki seorang oppa dan kedua orang tua nya sudah meninggal sejak ia masih bayi. Itulah yang dikatakan Zhoumi.

Semakin lama, ia semakin memasuki alam bawah sadarnya. Menikmati mimpi-mimpi yang menurutnya bahagia itu tanpa tahu bagaimana akhir dari mimpinya itu.

***

Ketiga namja itu telah sampai di depan kamar Sungrin. Zhoumi mencoba memutar knop pintu kamar Sungrin, dan sesuai dugaannya pintu itu terkunci. Dengan tidak sabar, Zhoumi memasukkan sebuah kunci yang dirasa kunci kamar Sungrin  ke dalam lubang kunci.

Pintu kamar Sungrin menjeblak terbuka dengan cepat. Ketiga pasang mata itu terkejut melihat Sungrin yang tak sadarkan diri di depan pintu kamarnya. Dengan cepat Kibum mengangkat tubuh Sungrin dan meletakkannya di ranjang queen size nya.

Zhoumi dengan cepat menyuruh Henry untuk segera menghubungi dokter pribadi keluarga mereka. Hingga akhirnya hanya menyisakan Kibum dan Zhoumi di kamar Sungrin.

Selagi Kibum sibuk memeriksa keadaan Sungrin yang terlihat memucat, Zhoumi perlahan-lahan mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Sebuah kota beludru berwarna biru safir ia keluarkan dari saku celananya.

Kotak beludru itu tampak seperti sebuah kotak perhiasan. Perlahan ia membuka kotak itu dan ia tersentak kecil melihat pendaran sinar berwarna biru yang mencuat keluar dari kotak itu.

Dengan cepat ia menutup kotak itu kembali agar tidak membuat Kibum curiga dengan pendaran warna yang keluar dari kotak itu. Ia sedikit menjauh dari Kibum. Dibukanya kembali kotak itu tanpa sepengetahuan Kibum. Diraihnya untaian kalung yang ada didalam kotak itu. Sebuah bandul yang terbuat dari permata bening yang kini memancarkan sinar berwarna biru menjadi objek utama matanya.

Perlahan pendaran cahaya berwarna biru yang keluar dari permata itu menghilang. Namun keanehan terjadi lagi. Permata yang sebelumnya bening itu kini berubah agak sedikit berwarna biru jika diteliti dengan baik. Bahkan tampak sebuah ukiran lambang yang masih tipis di dalamnya. Zhoumi akhirnya memutuskan untuk mengembalikan kalung itu ke dalam kotaknya.

Kini ia menatap cemas kearah Kibum dan Sungrin. Tiba-tiba saja perasaan kalut menghampirinya.

‘Apakah ini sudah saatnya? Apa segel itu mulai memudar?’ batin Zhoumi dalam hati.

Tak lama kemudian Henry kembali lagi ke ruangan Sungrin bersama seorang dokter. Zhoumi selintas menyapa sang dokter dan memilih meninggalkan kamar Sungrin. Henry menyadari keanehan hyung-nya itu. Tapi ia urungkan untuk bertanya, toh nanti ia juga akan mengetahuinya.

Zhoumi ternyata kembali ke kamarnya. Ia meraih sebuah ponsel yang berada di atas meja dekat tempat tidurnya. Kini ia tampak sibuk mencari nama dalam daftar kontak panggilannya. Hingga akhirnya ia mendekatkan ponselnya itu ke telinganya.

***

Kai dan Sehun telah tiba di reverse dimension, tempat tinggal mereka. Keduanya langsung ber-teleport menuju kastil utara, dimana Luhan tinggal.

Para penghuni kastil utara terkejut dengan kemunculan Kai dan Sehun yang tiba-tiba di kastil mereka. Tak hanya penghuni kastil utara, penghuni kastil selatan pun tampak terkejut karena tengah berkumpul di kastil utara.

“Ya! Kai-ya! Tak bisakah kau datang secara normal melalui pintu? Aish kau mengejutkanku,” salah seorang guardian yang dikenal sebagai moodmaker guardian tampak mendumel kesal melihat kedatangan Kai yang tiba-tiba. Baginya, kekuatan teleport seperti milik Kai hanya akan membuat orang lain memiliki penyakit jantung.

Kai hanya melirik sekilas pada sosok yang menegurnya tadi.

“Lalu? Kau juga tidak akan mati hanya karena aku yang muncul tiba-tiba Baekhyun hyung.” dengan datarnya Kai melewati Baekhyun begitu saja. Hampir saja Baekhyun memukul kepala Kai jika saja ia tak ditahan Chanyeol.

“Sudahlah Baekhyun-ah. Kau seperti tak tau saja Kai bagaimana.”

“Aish…Bocah itu selalu saja begitu.” decak Baekhyun kesal.

Sehun yang berada tak jauh dari mereka berdua lewat begitu saja menuju tangga yang menghubungkan lantai dua di kastil itu. Baekhyun dan Chanyeol melongo hebat karena lagi-lagi salah satu maknae mereka acuh melewati mereka begitu saja.

“Ya! Sehunnie! Kau tak menyapa kami hah?” panggil Baekhyun dengan kesal.

Sehun berhenti melangkah menaiki tangga. Ia berbalik dan memandang sekilas kedua hyungnya yang berada di ujung tangga. Hanya sekilas, dan selebihnya ia melangkah kembali menuju lantai dua tanpa mengucapkan sesuatu pada kedua hyungnya yang berisik itu.

“Ya! Maknae!” teriak Baekhyun dan Chanyeol berbarengan.

Guardian lain yang sedari tadi melihat adegan antara maknae mereka dan moodmaker mereka hanya bisa menggelengkan kepala. Mereka sudah maklum dengan sikap kurang ajar maknae mereka, kecuali satu maknae mereka yang saat ini terlihat mengerutkan wajahnya. Satu-satunya maknae yang memang layaknya bertingkah maknae.

“Tidak ada gunanya kalian berdua meneriaki mereka, Baekhyun-ah, Chanyeollie.” tegur seorang guardian yang sedari tadi sibuk dengan makanannya.

Baekhyun tampak kesal dan mempoutkan bibirnya. Sedangkan Chanyeol tampak biasa saja, tidak menunjukkan sedikitpun kekesalannya. Benar-benar bagaikan dua sisi – Baekhyun dan Chanyeol – .

Kai masih dengan wajah datarnya lebih memilih duduk di dekat Dio, satu-satunya hyung yang bisa membuatnya menjadi seorang penurut. Dio merasakan akan ada sesuatu yang akan diminta maknae mereka itu.

“Apa yang kau inginkan Kai?” tanya Dio acuh.

“Kau benar-benar mengerti aku hyung. Buatkan aku makanan hyung,” pinta Kai manja. Dio bangkit dari duduknya dan melangkah menuju bagian belakang kastil. Kai yang melihat hyung kesayangannya beranjak pergi mulai mengikutinya dari belakang.

Suho, baru saja keluar dari sebuah kamar di lantai dua segera meneriaki Kai yang meninggalkan ruang tengah.

“Kai! Bagaimana tugas yang aku berikan?” seru Suho dari lantai dua.

Kai yang merasa terpanggil mendongak ke atas dan melihat hyungnya yang merupakan wakil leader mereka.

“Tanyakan pada Sehun, hyung. Sebentar lagi ia ada di sebelahmu.” jawab Kai malas. Tanpa menunggu jawaban Suho, Kai langsung meninggalkan ruangan itu. Suho hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya tak habis pikir dengan kelakuan para maknae mereka.

Sehun yang sudah tiba di lantai dua segera menghampiri Suho yang berada di depan pintu kamar seseorang yang ingin ditemui Sehun.

“Suho hyung, bagaimana keadaan Luhan hyung? Apa dia sudah sadar?” cecar Sehun dengan tidak sabar.

Tiba-tiba saja pintu kamar itu terbuka dan keluarlah sosok yang sedari tadi Sehun cari. Di belakang sosok itu, tampak sosok guardian lain yang terlihat polos.

“Eoh? Sehunnie? Kau disini? Bukankah kau sedang di dunia manusia?” tanya sosok yang dicari Sehun. Ia terkejut melihat Sehun yang cepat kembali.

“Hyu-hyung. Kau sudah pulih? Tapi bagaimana bisa?” Sehun tergagap melihat Luhan yang terlihat pulih kembali. Ini seperti bukan biasanya. Paling tidak pemulihan Luhan bisa berlangsung selama dua hari.

“Seperti yang kau lihat Sehunnie. Aku sudah pulih. Sepertinya ini karena kau sudah menemukannya bukan?” jawab Luhan tenang. Tanpa disadari yang lain, ada seringai tipis yang menghiasi wajah Luhan. Suho dan Sehun mendadak terdiam merasakan aura Luhan yang berubah. Ini seperti bukan Luhan.

“Ini benar-benar diluar dugaan Luhan hyung dapat pulih dengan cepat.” Ucap guardian berwajah polos di belakang Luhan.

“Ini semua juga berkat dirimu Lay yang sejak tadi terus mentransfer tenaga ke tubuhku.” balas Luhan seraya tersenyum tipis kepada Lay.

Sehun seakan teringat sesosok yeoja manusia yang tadi ia lihat di café diantara kerumunan purebloods. Yeoja itu samar-samar terlihat pucat dan setelah kepergian yeoja itu disusul para purebloods, aura Luhan juga menghilang.

“Lalu apa yang ingin kau sampaikan, Sehunnie?” tanya Luhan memiringkan kepalanya kearah Sehun. Sehun tampak bingung menjawab pertanyaan Luhan. Tanpa ia sadari, Luhan sedari tadi sudah ‘membaca’ Sehun, bahkan sebelum ia memutuskan keluar dari ruangannya. Dan hal terakhir yang dipikirkan Sehun membuatnya tertarik sekaligus penasaran.

“Luhan hyung, sepertinya biarkan Sehun memberikan laporannya terlebih dahulu padaku. Nanti akan kusampaikan padamu hyung.” Suho berusaha membantu Sehun setelah melihat raut wajah Sehun yang terlihat bingung.

Luhan hanya menganggukkan kepalanya dan melangkah pelan menuju anak tangga yang dilewati Sehun tadi, disusul Lay yang berada di belakangnya.

“Jadi, Sehun, apa yang kau dapatkan?

***

Zhoumi baru saja menghubungi Hangeng, satu-satuya orang yang mengetahui rahasia yang selama ini ia jaga dan simpan untuk dirinya sendiri. Kini beban pikirannya bertambah mengingat perkataan terakhir Hangeng sebelum akhirnya sambungan telepon terputus.

‘Jika kalung itu sudah menunjukkan tanda-tandanya, berarti kita harus semakin waspada Zhoumi. Waktunya semakin dekat dan perubahan itu pasti akan segera tampak dan membuatnya tersiksa. Apalagi Kibum. Secepatnya aku dan anggota yang lain segera ke Seoul begitu masalah disini selesai. Kau harus meningkatkan penjagaanmu Zhoumi-ya. Banyak pihak yang akan mengincarnya jika mereka menyadari keberadaannya.’

Zhoumi sadar tidak mungkin ia selamanya menyimpan rahasia masa lalu. Apalagi tanda-tanda kebangkitan sudah muncul. Mau tak mau ia harus semakin waspada.

Tanpa disadarinya, kakinya membawanya kembali ke kamar Sungrin. Dilihatnya Kibum yang membelai wajah Sungrin dengan lembut. Zhoumi hanya menghela napas pelan melihat adegan itu.

‘Apa yang terjadi jika kau mengetahui kenyataan, Kibum?’ batin Zhoumi dalam hati.

~TBC~

*lap keringet*

Astaga…apa itu tadi???huwaaaaa…

Yah karena fanfic ini bercerita tentang vampire, kedepannya mungkin bakal ada scene yang lebih parah dari ini dan kemungkinan bakal aku password untuk mencegah hal yang tak diinginkan…hohoho

Minta passwordnya gampang kok, tinggal mention aku di twitter aku dengan nyebutin id saat kalian comment fanfic aku. Jika kalian punya whatsapp aku, kalian kalian bisa menyapa aku di whatsapp.

Dan maaf atas keterlambatan update fanfic ini. Aku uda mau masuk tahun terakhir kuliah jadi jadwalku bener-bener padet dan susah buat nyela waktu nerusin fanfic tapi aku usahain bakal update terus…hehehe

Jangan lupa comment ya 

See you next chapter 

Advertisements

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s