(Ryeomin story) Kiss Kiss

kiss kiss 2Title     : Kiss Kiss

Cast     : Kim Ryeowook, Shin Minrin

Genre  : Romance

Length : Drabble (1607 words)

Rating : PG 16+

Warning : No Children!

No more jealous,

Just say the truth

 

 

03-11-14

“Kotjimma..” Minrin mendesis pelan seiring suara Ryeowook yang membela dirinya sendiri. Mata gadis itu menyipit menatap kekasihnya itu.

“Kau tidak percaya?”

Minrin mengangkat kedua bahunya. Bagaimana bisa percaya kalau ia sendiri melihat scene menjengkelkan itu. “Tentu saja tidak. Aku tahu kau bohong, iya kan?” tebak Minrin lagi, matanya menatap menyeilidik, berharap Ryeowook menyerah dan berhenti berbohong padanya. Tapi sepertinya pria ini terlalu yakin Minrin tidak melihat langsung scene itu.

“Chakkaman..” Ryeowook menghentikan kecurigaan Minrin dan beralih menghadap penuh pada gadisnya itu. “Kenapa tiba-tiba kau menanyakan itu?” Tanyanya curiga.

Minrin mendesah dan melempar mukanya ke samping. “Tentu saja aku ingin kebenaran dari ucapanmu di sukira kemarin.” kesalnya

Ryeowook mengernyit. Ia memutar otaknya sebentar kemudian langsung tersadar kenapa masalah ‘ciuman selain dengan gadisnya itu’ menjadi bahan pembicaraan yang diangkat Minrin. Kemarin malam di siaran sukira, ia mengatakan bahwa ia tidak benar-benar mencium Luna atau Choa di musical HSM pada dua DBSK. “Kau cemburu lagi?” tebak Ryeowook asal yang langsung mendapat dengusan kesal kedua kalinya dari Minrin.

“Aniyo…hanya penasaran”

“Eiyy kotjimma!!”

“Ani.. aku tidak bohong, kau yang berbohong padaku bahkan pada pendengar sukira.” Minrin menyahut cepat dan menggembungkan pipinya. Sayangnya tindakan itu justru membuat Ryeowook terkekeh pelan.

“Kau hanya menonton musicalku satu kali dan bagaimana mungkin kau menyimpulkan bahwa aku mencium mereka, euhmm?”

“Aku melihatnya, Ryeonggu!! Kau dan Choa.. aisshh ini membuatku jengkel lagi”  Minrin mendecak sedikit gemas.

Sementara itu Ryeowook justru kembali mengernyit, berpura-pura tidak mengerti. Lalu sesuatu lagi-lagi terlintas di otaknya. “Eiyy, seolma..” ia menggantungkan kalimatnya, merasa tidak yakin bahwa Minrin mungkin saja diam-diam datang ke musicalnya tanpa sepengetahuannya.

“Kuere, aku menontonnya. Aissh ini menjengkelkan. You put your thumb between the lips, but you did it for real with Choa and maybe with Luna too, am i right?”

Ryeowook terkekeh lagi menanggapi ocehan Minrin. Apa gadis ini cemburu seperti yang dipikirkannya? Aigoo, begitu saja harus marah-marah. Ya.. ini memang masalah yang agak sensitive, mengingat Minrin itu kadang bisa sangat cemburu. Gadisnya itu tidak akan suka jika ada gadis lain yang menyentuh kekasihnya, meskipun itu hanya pekerjaan sekalipun. Dia kadang overprotective, menyebalkan memang, tapi Ryeowook menyukainya.

Ryeowook mendesah “Aigoo, ini pertama kalinya kau complain sejak kejadian di super show 4”

Minrin menggerutu lagi. Menjengkelkan sekali bicara masalah seperti ini pada pria seperti Ryeowook yang kadang tidak peka pada wanita. Bukan masalah tidak suka melihat Ryeowook berciuman dengan gadis lain. Sungguh, Minrin sudah biasa dengan hal itu, apalagi sebelumnya sudah ada gadis lain yang bahkan berani meraba-raba absnya, sexy dance dengannya. Dan baginya mencium gadis lain yang hanya’touch the lips’ bukanlah masalah yang besar. Ia memang tidak suka ada gadis lain yang menyentuh prianya ini tapi kali ini yang tidak disukainya adalah ketika Ryeowook tidak mengatakan itu dengan jujur dan bahkan terkesan menutupinya.

“Aku tidak komplain, hanya tidak suka karena kau harus berbohong padaku soal itu. Memangnya kau sangat takut aku akan marah padamu kalau tahu tentang ciuman itu? Issh, itu bahkan tidak ada apa-apanya untukku.”

Ryeowook diam mendadak. Perlahan Ia mengulas senyum tipis lalu menyadari bahwa ia memang sedikit membuat kesalahan. Ya.. diakuinya bahwa ia melakukan salah satu ciuman itu secara real, tapi ia tidak bermaksud berbohong, hanya ingin menjaga perasaan Minrin. Ia tahu Minrin tidak akan suka mengetahinya, dan mungkin saja dia bisa sangat marah. Lagipula emosi gadis itu tidak akan begitu saja diungkapkan. Kadang ia akan mendiamkan Ryeowook, berdiam diri, bersikap ketus dan dingin dan sulit dimengerti.

“Baiklah sepertinya aku harus mengakuinya.” Ryeowook menghela nafasnya mengalah. Diangkatnya kedua bahunya lalu beralih menatap Minrin. Ia sudah bersiap menerima amarah gadis itu seperti waktu ss4 kemarin, tapi yang dilihatnya hanya eskpresi datar. Eskpresi itu salah satu yang tidak disukai Ryeowook, karena ia akan sulit menebak bagaimana perasaannya.  “Kau benar-benar tidak masalah soal itu? Maksudku kau tidak cemburu atau mungkin sangat marah melihatku mencium gadis lain?” tanya Ryeowook kemudian.

Dan gadis itu menggeleng dengan cepat sebagai jawabannya. “Itu hanya sebatas pekerjaan, aku mengerti. Ya.. meskipun awalnya sangat menjengkelkan melihat bibir gadis lain menyentuh bibirmu, tapi rasa cemburu itu bukan lagi gaya pacaran kita, benarkan?”

Ryeowook hampir tidak percaya Minrin mengatakan itu. Apa benar dia Shin Minrin, gadisnya yang biasanya bisa sangat pencemburu.

“Aku hanya tidak suka dibohongi dan kau tentu lebih tahu tentang itu. Dibandingkan cemburu aku lebih tidak suka dibohongi. Lagipula kita hampir berpisah hanya karena rasa cemburu. Aku belajar banyak saat itu. Kau wajar cemburu saat melihatku lebih akrab dengan pria lain, dan aku juga wajar cemburu saat melihatmu mencium gadis lain. Tapi sepertinya cemburu itu hanya emosi sesaat yang sangat menyebalkan. Tapi bukan sesuatu yang harus membuat kita berpisah. Jadi aku memutuskan untuk tidak terlalu cemburu lagi sekarang. Masalahnya adalah kau berbohong padaku soal itu dan aku tidak suka.”

Minrin bicara panjang lebar lalu diikuti seulas senyum lembut dari bibirnya dan Ryeowook seketika itu kagum dengan pemikiran gadis itu. Bukankah dia semakin dewasa sekarang?

Semua yang dikatakan Minrin benar. Cemburu hanya membuat beberapa orang melakukan kesalahan. Dan Ryeowook adalah salah satu yang pernah melakukan kesalahan karena perasaan cemburu. Tangannya kemudian terangkat membelai sebelah wajah Minrin, matanya menatap tepat mata gadisnya itu lalu perlahan tatapan itu turun ke bibirnya yang tipis dan kadang selalu menggodanya. Tidak lama sebelum akhirnya wajah gadis itu ditariknya lebih dekat dan kemudian dijangkaunya bibir itu dengan bibirnya. Ryeowook mengecup bibir itu lama seakan menyalurkan semua perasaan sayang dan kagumnya pada gadis ini. Ia lega sudah mengatakan dengan jujur dan juga mengetahui Minrin tidak marah mengetahuinya. Gadisnya ini sudah mulai berubah dalam hal pemikiran.

Minrin menutup matanya  saat dirasakan Ryeowook bergerak melumat bibirnya pelan dengan bibirnya. Untuk sesaat perasaan itu muncul lagi, perasaan bahwa Minrin adalah pemilik pria ini. Tidak peduli berapa banyak kali Ryeowook mencium gadis lain, tapi sejak awal pria ini miliknya begitu juga bibirnya yang semanis strawberry terus saja memberinya ciuman yang memabukan ini. Ah.. apa dia memang habis makan strawberry?

“Kau tahu berciuman denganmu itu lebih menyenangkan dari pada mencium gadis lain.” Ungkap Ryeowook sembari terkekeh pelan. Posisi mereka memang masih sangat dekat dan bahkan Minrin masih bisa merasakan hembusan nafas lembut dari prianya itu. “Kau juga harus memberitahuku jika kau diharuskan mencium pria lain.”

Minrin tersenyum dan mengangguk. “Meskipun aku tidak yakin akan bermain peran sepertimu yang mengharuskanku melakukan scene seperti itu.” Entah apa yang ada di pikirannya tapi kedua tangannya bergerak melingkar di sekitar leher Ryeowook lalu ia tersenyum lagi. “Tapi jika itu terjadi kau harus menghapus ciuman pria itu, hmm? Karena aku tidak suka ada pria lain yang menciumku selain kekasihku sendiri.”

Ryeowook tekekeh lagi. Sebelah tangannya masih memegang tengkuk gadisnya tanpa sedikitpun berniat menjauhkan wajahnya dari depan wajah Minrin. “Bagaimana dengan gadis yang menciumku?” tanya Ryeowook.

“Aku juga akan menghapusnya.” Jawabnya cepat secepat gerakan bibirnya yang kali ini menjangkau bibir prianya. Mengecupnya lembut di bagian ujung hingga akhirnya Ryeowook memiringkan kepalanya dan dengan leluasa memperdalam ciuman mereka.

Minrin hampir kehabisan nafas saat ciuman itu berubah menuntut, menekan dan sedikit kasar. Tapi sebuah tangan masih kuat menahan tengkuknya hingga membuatnya sulit menjauhkan kepalanya. Tangannya mencengkeram kuat kemeja Ryeowook. Ia jelas sudah kehabisan nafas tapi entah kenapa ia sendiri enggan menghentikan ciuman ini. Terlalu memabukkan dan menggodanya. Minrin membalas ciuman itu pelan sekedar meninggalkan jejak bibirnya di sana dan menghapus bibir gadis lain yang pernah dicium Ryeowook sebelumnya. Ya.. meskipun sudah sebulan lebih berlalu, tapi rasanya Minrin masih tidak rela. Dan ciuman ini anggap saja sebagai bentuk balas dendam atas ketidakrelaannya. Karena bibir ini miliknya.

Ryeowook sedikit menjauhkan wajahnya, memberi ruang untuk Minrin menghirup udara sebanyak-banyaknya sebelum akhirnya kembali melumat bibir itu sekali lagi. Kali ini tidak lagi menuntut dan kasar. Lumatan itu berubah menjadi lumatan-lumatan kecil dan Minrin bisa merasakan keengganan Ryeowook untuk melepaskan bibirnya, hingga akhirnya dengan perlahan Ryeowook menyudahi ciuman mereka tanpa berniat menjauhkan wajahnya sedikitpun.

“Berjanji padaku satu hal.” Ujar Ryeowook kemudian.

“Mwotte?”

“Jika aku ingin memukul pria lain yang menciummu, kau harus menghentikanku. Karena aku tidak suka milikku di sentuh orang lain.” Lanjutnya. Mendadak ia memikirkan hal itu. Bagaimana reaksinya nanti jika benar ada pria lain yang diharuskan mencium gadisnya? Demi apapun ia tidak akan rela.

“Arraso. Kau juga harus menghentikanku jika aku ingin menghampiri gadis-gadis itu dan menjambak rambutnya.”  Minrin membalas setengah tertawa kecil, mengingat hal itu tidak mungkin dilakukannya.

Ryeowook mengangguk lalu perlahan menjauhkan kepalanya, berusaha meredam lagi keinginannya untuk melumat bibir itu sekali lagi. Benar-benar gila. Bagaimana mungkin ia begitu ingin mencium kekasihnya itu? Ya apapun itu, setidaknya ia lebih senang mencium Minrin dibandingkan gadis lain. Dan jelas sekali ia tidak akan suka melihat pria lain menyentuh bibir itusSeperti Minrin yang tidak suka melihatnya menyentuhkan bibirnya di bibir gadis lain. Karena bibir itu miliknya. Tapi paling tidak rasa tidak suka itu tidak akan berubah menjadi perasaan cemburu yang berlebihan.

“Dilarang cemburu karena pekerjaan mulai sekarang.” Ryeowook berujar lagi dan langsung diikuti anggukan dari Minrin.

“Bicara jujur dan memberitahuku sebelumnya jika kau harus mencium gadis lain lagi.” Minrin menambahi lalu Ryeowook juga balas mengangguk.

“Yakso?”

“Yakso..”

CUT

Huft…. -_-

Tidak tahu ff macam apa lagi yang aku buat ini. Aigoo.. super aneh dan errrhhhhh !! itu pertama kalinya bikin scene kayak begitu, dan tahu diri aku nggak pandai bikin kayak gitu. Lol

Sejujurnya agak kurang suka waktu ryeowook bilang soal ciuman itu di sukira beberapa hari yang lalu. Aku rasa dia agak sedikit bohong soal itu. Di awal2 penampilan HSM dia emang nggak bener-bener mencium lawan mainnya itu, tapi pd akhirnya ia memang menyentuhkan bibirnya di bibir Choa kalau nggk Luna );

Tapi ..tapi saya rela sih #eeh .. nggk cemburu malah seneng 😀 sudah lama pengen lihat ryeowook nyium yeoja #plaaak ^^

Oke sampai jumpa di bittersweet 6 ya.. yang suka silahkan tinggalkan komentar kalian ^^

Advertisements

7 thoughts on “(Ryeomin story) Kiss Kiss

  1. woahhh…kiss-kiss-kiss…
    so bloody hot ryeowookie ^^
    omo yeppa, adikmu sangat hebat berciuman…mengikuti dirimu YEPPA!! :v -_-
    ok, balik kekomentar ..
    pertama – FF ini bagus, kedua FF ini bagus banget, ketiga FF ini sangat bagus sekali .. aishh komen apa ini.
    ryeowook aish kamu pecemburu sekali, masa main pukul aja … jadi karena ini toh minrin marah-2x sama kamu, heheh..kiss scene yah, padahal asli mau liat kiss scene Luna ma ryeoggu ^^ .. *dtampar Minrin 😛
    ok segitu aja komen-nya..
    Yakso mau baca lagi .. lanjut …

  2. ryeowook, kamu!! o_o hahaha karena ff ini akhirnya aku nemu blog ini, entah bagaimana kerja google-nim ㅋㅋ 고마워 google xD ryeowook kamu main kisseu kisseu aja /plak/

    tapi aku suka banget ryeowook kissing scene muahahahaha terlihat keren 😉
    kyaaa banyak sekali ff ryeowok di sini, I’m dying x_x bingung harus mulai baca dari mana haha aku suka ff ryeomin soalnya ngingetin aku sama ff dulu yg suka aku buat (buat aja gak di publish :D)

    aku menunggu karya karyamu yg lain author-nim ^^ fighting!

    • *Crying* ;( thank you ya…
      saking pengennya lihat si ryeowook kisseu …yah kesampain sih di musicalnya HSM tapi kurang.. haha 😀
      .
      aku pernah baca ff kamu yang tentang ryeowook jadi dj trus jatuh cinta sama pendengar setianya itu… really i like it. dipublish aja ffnya yg lain, yakin aku bakalan baca… 🙂
      ..
      fighting juga buatmu ^^

  3. entah ini kebetulan atau apa? pokok.a, aku seneng bgt nemu blog yg isinya ttg ryeowook oppa semua >_< (mian eooni author, bru skrg sya sempet komen. pdhl nemuin.a bln 2 lalu.. josunghamnida) hahaha… minrin.a cemburu tpi, ia ngebantah pdhl jelas bgt keliatan, mirip temen sebangku aku :v iyalah! siapa jga yg gk cemburu klo org yg disyg apalagi pcr atau apapun itu… ciuman sma org laen. waktu HSM ini yg kissscene.a oppa, aku jga *gksngaja* ngeliat. rasa.a… WHOOSH #sakit haha :') jdi curhat. yesungdahla~ apapun ff eonni author.. saya selalu SUKA ^^

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s