(Fanfiction) You Belong to Me

you belong to me 1

Title                 : You Belong to Me

Author             : Whin (@elizeminrin)

Cast                 : Kim Ryeowook, Shin Minrin

Genre              : Romance, Comedy

Rating             : 16

Length             : Oneshoot (2587 words)

Disclaimer       : I just have the story and artwork. Ryeowook and Heechul milik Tuhan, orang tua mereka, Super Junior dan ELF.

Ini sedikit melanjutkan yang break up ya

Sa-rang-hae-yo Kim Hee-chul ❤   *abaikan yg ini*

 

Incheon, August 30 2013

21.00 KST

 

Mobil CRV berwarna putih itu terlihat melaju dengan kecepatan sedang di jalanan menuju kota Seoul. Sudah hampir satu jam, namun dua orang yang berada di dalamnya masih nyaman dengan suasana diam yang sejak tadi tercipta. Baik Ryeowook maupun Minrin sama sekali tidak berinisiatif membuka percakapan sejak mobil yang mereka kendarai meninggalkan Incheon.

Ryeowook melirik Minrin yang duduk tenang di kursi sampingnya. Sesekali gadis itu menghela nafas dan melempar pandang ke luar jendela. Ekspresinya masih menunjukkan rasa kesal. Yah.. Ryeowook mengerti alasan perubahan raut wajah itu. Siapa sangka ibunya yang super cerewet itu akan menceritakan masa lalu Ryeowook pada Minrin, terlebih lagi tentang gadis yang dulu pernah disukai Ryeowook selama 4 tahun lebih.

Dan bukannya takut, Ryeowook justru merasa terhibur dengan wajah yang sedang kesal itu. “Masih marah?” tanyanya, tanpa sedikitpun melepas pandang pada jalanan di depannya. Sesaat Ia hanya mendengar dengusan kecil dari Minrin. Diam-diam Ryeowook tertawa kecil melihatnya.

Ini memang bukan pertama kalinya Minrin cemburu. Tapi entah kenapa Ryeowook selalu menyukai gadisnya yang sedang cemburu seperti itu. Lucu, menggemaskan, meski kadang membuat frustasi.

“Aku tidak marah. Dan jangan berpikir aku seperti ini karena cerita ibumu tadi. Sama sekali tidak.” Sahut Minrin dengan sangat yakin dan bahkan menekankan di setiap kata yang diucapkannya.

Ryeowook tertawa pelan sebelum Minrin akhirnya melayangkan pandangan menikam ke arahnya. Astaga. “Kuere..aku tahu.” balas Ryeowook cepat. Sepertinya gadis di sampingnya itu sedang tidak dalam mood yang baik. Jadi mencairkan suasana dengan pembicaraan candaan sepertinya bukan ide yang bagus.

Dilihatnya sekarang Minrin kembali melempar pandang ke luar jendela. Ryeowook mengamatinya sesaat ketika mobil yang mereka tumpangi berhenti di lampu merah. Sebenarnya apa yang dipikirkannya? Kalau bukan tentang masalah tadi lalu apa?

“Lampunya sudah hijau. Kau tidak mau jalan?” Ryeowook tersadar dan tersenyum. Ia pun kembali melajukkan mobil itu menuju dormnya di Seoul.

                       

 

Super Junior’s Dorm

21.45 KST

 

Ryeowook tidak bercanda saat melajukan mobilnya menuju dorm Super Junior dan bukannya mengantar Minrin kembali ke apartementnya. Alasannya hanya satu, gadis itu bersikeras ingin mengunjungi dorm super junior sebentar. Dan di sinilah mereka sekarang berada.

Jujur saja keinginan Minrin itu sedikit membuat Ryeowook curiga. Apa yang akan dilakukannya? bertemu Eunhyuk lagi? oh ayolah, masalah itu memang sudah berlalu, dan Ryeowook tidak lagi mempermasalahkan seberapa sering Minrin menemui Eunhyuk. Tapi sepertinya untuk kali ini adalah perkecualian. Bukan karena Eunhyuk melainkan Hyungnya yang baru saja kembali dari wajib militernya.

Minrin berjalan dengan tenang di samping Ryeowook. Ekspresinya masih saja seperti tadi. Sulit dijelaskan. Entah gadisnya itu sedang marah atau apa, Ryeowook sendiri tidak mengerti. Semoga saja kekhawatirannya seja tadi tidak terjadi.

Mereka sampai di depan pintu dorm. Begitu Ryeowook memasukkan password dorm Super Junior di lantai 12 itu, Minrin pun lebih dulu masuk ke dalam. Sepertinya bukan Eunhyuk alasan Minrin ingin mampir. Jika itu tentang Eunhyuk, Minrin pasti sudah mengajak Ryeowook di lantai 11 dan bukannya di lantai 12. Oke, sekarang Ryeowook benar-benar mencurigainya.

Tidak butuh waktu lama sebelum akhirnya kecurigaan Ryeowook benar-benar terbukti. Dilihatnya Heechul keluar dari kamarnya dan mendadak Minrin yang berdiri di sampingnya langsung tersenyum penuh semangat.

“Heechul Oppa~~!!” serunya.

“Oh..Minrin-ya..~!!”

Dan yang terjadi setelah itu adalah Minrin yang berlari ke arah Heechul dan memeluknya. Sedangkan Heechul sendiri balas memeluk Minrin, bahkan hampir membuat tubuh gadis itu-yang memang lebih kecil- terangkat.

Oppa, lama tidak berjumpa.”

“eoh.. bogoshipoo, Minrin-ya~!”

Nado, oppa..”

Kedua orang itu semakin erat berpelukan, hingga tidak terlalu peduli dengan Ryeowook yang mengernyitkan dahinya tidak mengerti.  Sepertinya apa yang sejak tadi dia pikirkan memang benar. Minrin sengaja ingin datang ke dormnya hanya untuk bertemu Kim Heechul.

Dasar, Shin Minrin~!!

Ryeowook mendengus kesal. Seharusnya Ia tahu isi pikiran gadis itu. Tentu saja, hanya ada tiga alasan kenapa Minrin mau mampir di dormnya. Pertama, karena Ryeowook yang memintanya. kedua, Dia ingin bertemu dengan Eunhyuk. Dan ketiga adalah karena dia ingin bertemu dengan idolanya, Kim Heechul.

Oke, sekarang Ia sendiri yang merasa cemburu. Sial. Entah untuk kesekian kalinya Ryeowook terus mengumpat kesal. Bukan kebiasaannya, tapi selalu seperti ini setiap kali melihat gadis itu terlalu dekat dengan namja lain.

“Kau terlihat berbeda sekarang.” Heechul berujar sembari mengacak kepala Minrin, yang tentu saja langsung membuat Ryeowook menatap waspada.

Oppa juga terlihat lebih keren sekarang.” Puji Minrin. Gadis itu tersenyum. Benar-benar tersenyum manis sekali. Berbeda dengan senyum yang sering diberikannya untuk Ryeowook.

Tunggu dulu, kenapa gadis itu mendadak penuh senyuman begitu? Padahal sejak tadi dia selalu memasang muka masam. Ahh.. ternyata seorang Kim Heechul selalu berhasil menciptakan mood baik untuk Minrin.

Kalau dipikir-pikir sebenarnya kekasihnya itu siapa, Ryeowook atau Heechul? Kenapa dia selalu bersikap manis pada Heechul tapi jarang sekali bersikap seperti itu pada Ryeowook?

“Yak, Kau tidak ingin pulang? Ini sudah malam, Nona.” Ryeowook berujar, bermaksud menghentikan dua orang itu bertingkah lebih jauh yang akhirnya akan membuat Ryeowook tidak suka.  Tapi sayangnya tindakan Ryeowook itu hanya ditanggapi tolehan kepala singkat dari Minrin.

“Sebentar lagi, eoh..?” Sekali lagi Minrin menghiraukan Ryeowook dan lebih banyak fokus pada pembicaraan dengan Heechul.

Entah apa yang mereka bicarakan, Ryeowook memilih tidak mau tahu. Ia duduk agak jauh dari mereka dan mulai memainkan ponselnya.

Kim Heechul, hyungnya itu adalah satu-satunya orang di Super Junior yang membuat Minrin berdecak kagum. Meskipun dia juga kadang menunjukkan kekagumannya pada Ryeowook, Yesung, Kyuhyun atau Eunhyuk. Tapi baginya tidak ada yang lebih spesial dari Kim Heechul. Kadang Ryeowook penasaran, jangan-jangan sebelum dia mengenal dirinya, Minrin lebih dulu menyukai hyungnya itu.

“Ah.. aku hampir lupa. Kenapa Kau bisa datang bersama Ryeowook?” Tanya Heechul kemudian yang sukses membuat Ryeowook menghentikan aktivitasnya.

Ryeowook menyipitkan matanya, memandang ke arah Heechul. Memangnya kenapa kalau dia datang bersama Minrin? apa itu masalah? atau jangan-jangan hyungnya itu lupa hubungan seperti apa yang dimiliki dongsaeng kesayangannya itu dengan salah satu membernya? Sepertinya wajib militer agak  membuatnya sedikit kehilangan ingatan.

“Kami baru kembali dari Incheon, dan dia memaksa untuk datang ke dorm.” ujar Ryeowook santai. Ia melirik Minrin yang hanya bisa tersenyum.

“Incheon? Kalian sedang berencana untuk menikah?” tanya Heechul kemudian.

A..Aniya..” dengan cepat Minrin merespon.

Diam-diam Ryeowook tersenyum. Benar-benar menggelikan. Apalagi melihat raut wajah Minrin yang mendadak berubah menjadi merah. “Tidak Hyung. Kami hanya mengunjungi eomma.” Ryeowook menambahkan, sebelum tercipta kesalahpahaman yang lainnya. Ia tidak mau mengambil risiko. lagi pula Ia tahu hyungnya itu seperti apa. Bisa saja Heechul akan mengatakan yang tidak-tidak pada member lainnya.

“Ah..kukira kalian akan menikah. Kim Ryeowook, kalau Kau ingin menikah dengannya, Kau harus minta ijin dariku.”

Mwo? minta ijin? Memangnya  apa hubungannya denganmu, Hyung?”

“Karena dia dongsaeng kesayanganku. Tidak mungkin aku menyerahkannya padamu begitu saja. Aah.. seandainya saja Minrin tidak lebih dulu menyukaimu olehmu, aku sudah menjadikan dia yeojachinguku” celetuk Heechul santai.

Hyung~~!!”

Minrin tertawa keras begitu mendengar ucapan Heechul barusan. Dan raut wajah Ryeowook yang berubah semakin membuatnya tidak tahan untuk tertawa.

Aigoo..uri Ryeowook-ah tidak usah marah. Aku hanya bercanda.” Heechul ikut tertawa.

“Kau tahu, kau lucu sekali.” celetuk Minrin.

Memangnya apa yang lucu? Ryeowook mendengus kesal. Ia hanya tidak bisa menerima gadis itu pergi lagi dari hidupnya. Cukup masa-masa itu dilaluinya, dan Ryeowook tidak ingin mengulanginya lagi.

“Apanya yang lucu?”

“Tentu saja dirimu. Aku tahu kau sangat menyukaiku, tapi responmu tadi berlebihan.” Sekali lagi Minrin tertawa.

Berlebihan? Oke, Ia memang berlebihan. Tapi wajarlah Ryeowook bersikap seperti itu. Tidak ada yang bisa menebak isi kepala hyungnya itu. Mungkin saja Heechul serius dengan ucapannya

Aigoo, kalian membuatku iri saja. Keumanhae..! aishh, membuat mood ku buruk saja. Kalian berdua pergilah.!!” Heechul memotong cepat pertengkaran kecil antara Minrin dan Ryeowook. Orang itu berkacak pinggang dan menggelengkan kepalanya.

“Sebaiknya Kau antar Minrin pulang. Kita bertemu lagi besok, Minrin-ya” Heechul sekali lagi mengacak puncak kepala Minrin dan tersenyum padanya.

Ryeowook masih menatap kedua orang itu curiga dan waspada. Salah satu hyung beradarah AB itu memang tidak tanggung-tanggung dalam berinteraksi dengan yeoja. Tidak peduli siapa, tidak peduli sudah punya kekasih dan bahkan kekasihnya ada di sini, ia akan tetap melakukannya. Memeluknya, mengacak kepalanya dengan sangat santai.

                       

Keduanya kembali diam. Ryeowook memilih fokus pada jalanan, sementara Minrin sibuk dengan ponselnya. Dilihatnya gadis itu beberapa kali tertawa kecil. Sepertinya dia sedang berkirim pesan dengan Heechul.

“Kau bisa tidak berhenti memainkan ponselmu?” Ryeowook bertanya tanpa sedikitpun melepaskan pandangan dari jalanan di depan.

Minrin menoleh dan menatap Ryeowook dari samping. “Waey? Jangan katakan Kau cemburu lagi hanya karena aku berkirim pesan dengan Heechul oppa.”

Ck.. Cemburu mwoya?

“Aku tidak cemburu.”

“Pandai sekali berbohong. Kata itu tertera jelas di atas kepalamu” Minrin mendengus kecil.

Ryeowook menghentikan mobilnya di lampu merah. Ia beralih menatap Minrin dan menghela nafasnya. Tidakkan gadis ini mengerti? Astaga. “Kau kan bisa bertemu dengannya besok. Jadi berhentilah mengiriminya pesan. Aku yakin Heechul hyung sudah tidur sekarang.”

“Ck..” Minrin mendengus. “Arraso..” Ia pun mengembalikan ponselnya ke dalam tas dan beralih menatap ke depan begitu mobil kembali berjalan dengan pelan. Ia tidak ingin berdebat sekarang.

                       

Minrin’s Apartement

22.30 PM

Mereka sampai di apartement Minrin ketika jam sudah menunnjukkan pukul setengah sebelas malam. Dan lagi-lagi keduanya masih diam sejak tadi sebelum akhirnya Minrin memutuskan bertanya

 “Ada apa denganmu?”

Ia melirik Ryeowook yang duduk di sofa dengan tenang. Ekspresinya menunjukkan bahwa dia sedang berpikir. Minrin berjalan menuju meja makan dan meletakkan gelas sisa air minumnya.

“Masih marah?” tanya Minrin lagi, dengan nada pelan persis seperti cara Ryeowook bertanya padanya tadi.

Ryeowook menoleh dan menatapnya. “Tidak. Aku hanya sedang berpikir.” ujarnya.

“Ishh..  Kau tidak memendam rasa cemburu kan?” Minrin bertanya menyelidik.

Ia bukannya tidak tahu Ryeowook tidak terlalu suka melihatnya terlalu dekat dengan Heechul. Apalagi tadi Ia sudah mengabaikan kekasihnya itu hanya demi berbicara pada Heechul.

Wae? Memangnya kenapa kalau aku cemburu?” tanya Ryeowook tidak sabar.

Minrin balas menatap Ryeowook dan menghela nafas. “Kau menakutkan kalau cemburu.” ujarnya pelan.

Masih sangat jelas dalam ingatan Minrin bagaimana sikap Ryeowook yang mendadak berubah beberapa bulan yang lalu ketika dia cemburu pada Eunhyuk, dan bahkan memutuskannya. Ya.. meski kalau dipikir itu lucu, tapi tidak bagi Ryeowook. Minrin juga sadar sebenarnya wajar saja Ryeowook bersikap seperti itu. Toh, saat itu ia memang sudah keteraluan.

Wae? Kau takut aku memutuskanmu lagi?” tanya Ryeowook menggoda Minrin dan gadis itu menanggapinya dengan dengusan pelan.

Aniya. Aku cukup tahu Kau tidak akan melakukannya lagi.”

Sejujurnya apa yang Ryeowook katakan itu benar. Tidak. Tidak boleh terjadi lagi. Sudah cukup masa-masa tanpa Ryeowook dilewatinya, dan Ia tidak ingin mengulanginya.

“Kau benar. Aku tidak mungkin melakukannya lagi. Memangnya aku bodoh melepaskan yeoja unik sepertimu?,”

Minrin tersenyum, Ia pun berjalan mendekati balkon apartementnya dan berdiri di sana. Memandang keluar kota Seoul yang masih terang meski sudah larut malam.

Diam kemudian.

“Minrin-ya, Bagaimana kalau kita menikah saja?” celetuk Ryeowook yang sukses membuat Minrin menoleh dengan mata membulat sempurna.

M..mwo?” pekiknya terkejut.

Telinganya tidak salah dengar kan tadi? Iya benar itu yang dikatakan Ryeowook. Menikah.

“Kita menikah saja.” ulang Ryeowook.

Tersadar dari keterkejutan sesaat, Minrin mengerjapkan matanya beberapa kali. “Jangan bercanda.” Ujar Minrin.

Ryeowook pasti sudah gila, pikir Minrin. Apa yang ada dipikirannya hingga kalimat itu meluncur bebas dari bibirnya? Menikah? Oh Tuhan, sadarkan dia.

“Aku tidak bercanda. Entah itu sekarang ataupun nanti, aku pasti akan melakukannya, menikah denganmu. Memangnya kau tidak mau?” tanya Ryeowook lagi. Kali ini dia menoleh ke arah Minrin yang masih memasang ekspresi terkejut.

Minrin terdiam. Menikah? Ya.. Ia memang kadang membayangkan itu, tapi tidak secepat ini. Ia belum siap.

“Tidak.” ujar Minrin jelas.

Mwo?” Sekarang giliran Ryeowook yang terkejut. “Wae? Kau tidak ingin?”

Aniya..maksudku, Tidak sekarang, Ryeowook-ah.” Jelas Minrin cepat.

“Kenapa?”

Kenapa? Oh ayolah.. memangnya menikah semudah itu? Ia belum siap. Sama sekali belum. Masih banyak hal yang ingin Minrin lakukan sebelum menapaki fase itu. Oh Tuhan..

“Memangnya Kau sangat ingin menikah denganku?” Minrin balik bertanya. “Maksudku aku mungkin saja tidak bisa menjadi isteri yang baik. Aku tidak bisa memasak. Aku keras kepala, dan aku juga tidak pandai mengurus rumah. Lagipula aku tidak cantik. Kau mungkin akan menyesal nanti.” ujarnya berapi-rapi.

Ia menatap Ryeowook menunggu responnya. Tapi laki-laki itu hanya tersenyum santai. Sedetik kemudian dia berdiri dan berjalan mendekati Minrin. Dan dirasakannya detak jantungnya mendadak tidak beres sekarang.

“Aku tahu. Tapi apa yang bisa aku lakukan? Aku hanya menginginkanmu.” ujar Ryeowook pelan. Ucapan itu sukses membuat Minrin diam tercekat, jantungnya bekerja terlalu cepat dan dirasakannya panas yang menjalar di sekitar leher serta kepalanya. Apalagi melihat tatapan Ryeowook yang menatapnya dalam namun lembut. Tuhan, selamatkanlah dirinya sekarang juga.

“Dengarkan aku baik-baik Minrin-ya. Kau memang tidak cantik seperti IU, Kau memang kurang pandai memasak seperti Nimi. Kau tidak feminim seperti Sungyeon. Kau jarang bersikap manis, kadang Kau ceroboh dan keras kepala. hmm.. Satu lagi.. Kau juga tidak seksi seperti Hyuna.”

Minrin mengernyitkan dahinya mendengar kalimat terakhir itu. “Tapi Kau sempurna dengan caramu. Aku menyukai semua yang ada dalam dirimu.” Ryeowook kembali tersenyum, dan itu membuat Minrin diam mematung.

Oh Tuhan, selamatkan jantungnya. Minrin menahan nafasnya begitu Ryeowook semakin mendekat ke arahnya. Ingin rasanya Ia mundur satu langkah, jika saja tangan kiri Ryeowook tidak melingkar di pinggangnya. Dirasakannya tangan kanan namja itu sudah bergerak membelai pipinya.

Entah apa yang terjadi selanjutnya karena Minrin refleks begitu saja menutup matanya begitu jarak wajahnya dan  Ryeowook hanya tersisa beberapa senti saja. Sebuah sentuhan lembut menyapu bibirnya.  Bukan ciuman yang dalam tapi cukup membuat kinerja syaraf-syaraf gadis itu terganggu.

Kuere, jika kau tidak mau menjawab.” Ryeowook menjauhkan kepalanya ketika selesai menyentuhkan bibirnya di bibir gadis itu.

Dan lagi-lagi Minrin hanya bisa mengerjapkan matanya beberapa kali. Antara bingung dan juga tidak percaya. Dihelanya nafas lega, dan buru-buru melepaskan diri dari pelukan Ryeowook. Ia mundur satu langkah.

“Kau benar-benar membuatku kaget.” Serunya kesal dengan tindakan Ryeowook yang hampir saja membuat jantungnya kurang bisa bekerja dengan baik.

“Aku tidak bercanda. Tapi aku tidak akan memaksamu. Gwaenchana, aku hanya tidak ingin melepaskanmu lagi.” Ujar Ryeowook berapi-rapi. Beberapa kali Minrin melihat namja itu menghela nafasnya, antara kecewa dan juga ketidakmengertian.

Dan selanjutnya Minrin tersenyum. Ia tahu sudah beberapa kali hubungan selama tiga tahun ini hampir berakhir. Ada kalanya Minrin yang menjadi sangat bosan, sedikit berpaling dan tidak lagi memikirkan perasaan Ryeowook. Atau kadang kala Ryeowook yang merasa sangat ingin melepaskan gadis itu ketika Minrin hampir terlepas dari genggamannya. Kadang dia juga bisa sangat menyakiti gadis itu. Tapi selalu ada yang membuat mereka kembali. Sebuah kesetiaan, rasa saling membutuhkan, saling terbiasa satu sama lain dan juga kerinduan yang pada akhirnya membuat mereka kembali bersama.

Mungkin bukan dalam sebuah ikatan pernikahan tapi setidaknya mereka tahu bahwa mereka saling melengkapi saat ini. Entah sekarang, lusa, atau setahun lagi, jika memang ditakdirkan bersama, pernikahan itu pasti akan terjadi. Karena takdir selalu berbicara.

“My heart has been belonging to you. So, don’t worry that I will leave you, cause it never happen” Minrin tersenyum lagi. Ia berjalan lagi maju satu langkah, melingkarkan kedua tangannya di leher Ryeowook dan memeluknya.

Ryeowook membalas pelukan itu dan diam-diam tersenyum. “Hmm, terima kasih karena pelukannya, tapi aku tidak mengerti dengan ucapanmu barusan.” Ujarnya pelan, yang langsung membuat Minrin melepaskan pelukannya. Ia menatap Ryeowook gemas.

Astaga, butuh keberanian untuknya mengucapkan kalimat itu, dan Ryeowook bahkan tidak mengerti dengan ucapannya? Berapa lama namja ini bergaul dengan Henry? Seharusnya paling tidak kalimat seperti itu bisa Ryeowook mengerti artinya seperti apa. Minrin menghela nafasnya menahan rasa kesal.

“Tanyakan saja pada si mata sipit Henry, kalau begitu.” Lalu secepat kilat Minrin berbalik, menjauh dan berlari kea rah dapur.

“Yaa, Shin Minrin..”

“Jangan memprotes karena aku tidak akan memberitahumu dua kali.” Teriak Minrin yang sudah mencapai dapur.

Kuere,  nado saranghaeyo, Shin Minrin.” Balas Ryeowook

Lalu diam-diam sebuah senyum terukir di bibir mereka berdua.

Benar. Jika itu takdir, mereka berdua pun tidak akan bisa mengubahnya.

CUT

Saya datang lagi dengan kisah couple favouritku. Cerita dibalik ff ini, sebenarnya mau nulis ff tentang comebacknya Heechul, my first bias, my first boy in Super Junior yang membuatku tertarik :D, pengennya bikin Ryeowook cemburu, tapi ujung2nya malah ga jelas.

Oke, abaikan tulisan saya yang gaje kalau nggak suka. Bagi yang suka, silahkan di komentari. Terima kasih sudah membaca ^^

Sampai jumpa di post an berikutnya.

Advertisements

6 thoughts on “(Fanfiction) You Belong to Me

  1. So sweet 😉 ff dah bagus thor kata2 nya jg enak mudah d mengerti hanya ada kata2 yg spasinya aga jauh jd cara pembacaannya kadang tidak sama 🙂

  2. Oh myyyyyy, selalu bikin perut geli kalau baca kisah mereka :3 mereka manis :3 sering2 keluarin FF oneshoot yah, bisa jadi moodbuster kalau lg bete wkwkwk lanjutkaaaaan!! ^^

  3. Haloo salah kenal
    Wah baru nemu ni couple n sweet bnget hehe
    q byangin minrin it q ahh betapa bahagia ny jd pacar ryeowook hehe
    bwt lg yg kyk gini dong tp tetep ni couple yaya ff ryeowook langka bnget..
    Semangat!

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s