(Fanfiction) 8 Stories 8 Loves 8 Hearts Part 4 : Love Hate 2

cover 8 slh

Title : Love Hate 2

Cast :

Kim Ryeowook & Shin Minrin (Ryeomin)

Cho Kyuhyun & Shin Ranran (Kyuran)

Lee Donghae & Park Chany (Haechan)

Lee Sungmin & Park Sungyeon (Minyeon)

Kim Jongwoon & Han Sungyoung (Yeyoung)

Lee Hyukjae & Park Hyehyo (Eunhye)

Park Jungsoo & Han Nimi (Teukmi)

Choi Siwon & Ahn Ahra (Wonra)

Genre : Romance, Friendship, Family, Revenge

Length : 6479 words (Chapter)

Rating : 15

Author : d’Roseed (@elizeminrin)

Disclaimer :

Super Junior milik Tuhan, orang tua mereka, dan ELF ^^.  Plot, karakter milik author seorang. So, please don’t copy paste my story.

“Jadi, karena kau putus dengan pacarmu, itu berarti aku bisa mendapatkanmu?”

Minrin tersenyum simpul. Sejenak dia memperhatikan Ryeowook melalui ekor matanya. Entah perasaan apa yang merasukinya, tapi jika boleh jujur Minrin ingin Ryeowook menjawab pertanyaan yang dia lontarkan tadi. Bukan jawaban candaan tapi jawaban yang serius.

Bolehkan dia sedikit berharap Ryeowook akan membuka hatinya dan membiarkan Minrin berada di sampingnya?

“Ku rasa ini sudah terlalu malam. Kau tidak ingin pulang?” Ryeowook menoleh ke arah Minrin, membuat gadis itu sedikit berjengat karena terkejut. Ia agak kecewa, karena kalimat itu yang justru diucapkan Ryeowook.

Pabo. Rutuknya dalam hati. Tentu saja Ryeowook belum akan melakukan itu, atau bahkan tidak akan pernah melakukannya. Minrin menghela nafas dengan sedikit berat. Gadis itu menganggukkan kepalanya “Aku rasa aku akan pulang sekarang. Bagaimana denganmu?”

“Aku akan pulang jika aku ingin pulang.”

Minrin sedikit mengernyitkan dahinya. “Apa itu berarti mungkin kau tidak ingin pulang?” pertanyaan bodoh yang begitu saja meluncur dari bibir Minrin.

Bodoh. Minrin kembali merutuki dirinya. Sementara Ryeowook terlihat menahan tawa sekarang. “Waey? Kau ingin menemaniku?”

Seketika itu suhu panas mengelilingi tekuk dan kepala Minrin. Astaga, apa wajahnya memerah sekarang? Gadis itu menggelengkan kepalanya dengan cepat .”Aniya. Aku yakin kau butuh waktu sendiri menyangkut pacarmu itu.”

Ryeowook kembali tersenyum dan mengangguk mengiyakan. Benar. Dia memang butuh ruang untuk sendiri sekarang ini. Dia memperhatikan Minrin yang sekarang sudah berbalik dan berjalan menjauh.

Seharusnya Ryeowook bisa saja menerima Minrin, menjadikannya kekasih tepat seperti apa yang Jongwoon katakan padanya. Karena Minrin adalah satu-satunya orang yang bisa membantunya dan juga kakaknya untuk mengembalikan semua yang sudah direbut Shin Taewoo dari ayahnya. Seharusnya dia sudah melakukan itu dari dulu, tapi perasaanya tidak bisa menolak, bahwa bukan Minrin yang dia inginkan tapi Ahra. Dia terlalu lemah untuk tidak mengakui perasaannya pada Ahra.

Tapi sekarang situasi berbeda. Ryeowook sama sekali tidak punya harapan mengenai Ahra dan itu berarti perasaannya seharusnya tidak akan menolak kan? Dia bisa melakuka apapun tanpa harus merasa bersalah pada Ahra. Ah..Ahra juga tidak akan peduli lagi.

“Minrin-ya!” panggil Ryeowook tiba-tiba.

“Hmm?” Gadis itu menoleh cepat.

 “Aku punya sesuatu untukmu.” Lanjut Ryeowook. Dia berjalan cepat menuju mobil miliknya.

“Mwoya?”

Laki-laki itu mengabaikan rasa penasaran Minrin dan justru membuka pintu mobil. Bunga tulip putih yang dia beli masih terlihat di salah satu jok depan mobil. Ryeowook mengambil tulip itu dan mengulurkannya pada Minrin.

“Aku membelinya untuk seseorang. Tapi kurasa dia tidak akan menerimanya.”

Minrin kembali tersetak karena terkejut. Wajah gadis itu  mungkin benar-benar sudah berubah merah sekarang ini. Apa dia sedang bermimpi? Beberapa menit yang lalu Ryeowook mengisyaratkan bahwa dia mungkin saja menerima Minrin, dan sekarang dia bahkan mengulurkan bunga untuknya. Bukan bunga sembarangan.

“Kau memberikan itu untukku?” tanya Minrin agak ragu. Ia mengamati raut wajah Ryeowook dan selebihnya hanya bisa membaca keseriusan di sana.

“Kau tidak mau menerimanya?”

Minrin kembali ragu. Apa yang terjadi sekarang ini seperti sebuah pernyataan cinta yang harus segera menerima sebuah jawaban. Tapi jelas tidak seratus persen seperti itu. Perlahan Minrin mengambil bunga tulip tanpa sedikitpun perhatiannya terlepas dari bunga itu.

 “Bunga itu satu-satunya yang bisa aku dapatkan. Ahjumma yang menjual bunga itu mengatakan Tulip melambangkan kesempurnaan cinta, dan orang yang memberi bunga itu …”

“Orang yang memberi bunga itu berarti telah memberikan cintanya yang sempurna untuk kekasihnya.” Minrin menambahkan dengan cepat. Dia mengangkat wajahnya dan menatap Ryeowook, tepat di manic matanya. Entah dari mana ia mempunyai keberanian itu.

Tulip putih adalah lambang kesempurnaan cinta. Ibunya sering mengatakan itu pada Minrin ditambah lagi ibunya juga sangat menyukai tulip. Jadi, Minrin tahu sedikit tentang makna dari tulip yang Ryeowook berikan untuknya.

Apa sekarang harapannya tadi menjadi kenyataan?

 “Kuere..Kau benar.” Ryeowook berkomentar. Dia membalas tatapan Minrin juga tepat di manic mata gadis itu. Sejanak mereka tidak berkedip.

Minrin menyukai ini. Tidak tahu kenapa tapi rasanya saat dia dan Ryeowook bertatapan seperti ini, semua terasa membahagiakan. Dia seperti berada dalam dunia fantasi yang tidak nyata yang hanya ada dirinya dan juga Ryeowook. Bunga-bunga bertebaran, sepertinya mulai memenuhi hatinya. Jantungnya jelas berdetak lebih cepat sekarang, tapi untuk kali ini Minrin menyukai suara degup itu.

“Kau bisa membatalkan pernikahanmu dengan Kyuhyun?”

Minrin membulatkan matanya tidak percaya. Lagi-lagi Ryeowook membuatnya berjengit karena terkejut. Dan sekarang ini ia dibuat lebih terkejut dari sebelumnya. Ia kembali berusaha mencari penjelasan dari penyataan Ryeowook barusan. Tapi nihil. Sementara Ryeowook tetap diam dengan tatapan lembut yang masih mengarah pada Minrin.

Namja itu berjalan mendekati Minrin, membuat mereka berdua hanya berjarak sangat dekat. Minrin bahkan bisa merasakan hembusan nafas lembut milik Ryeowook. Dan jujur saja itu membuatnya sedikit terhuyung. Ini pertama kalinya ia berdiri dalam jarak yang sangat dekat dengannya.

Perlahan Ryeowook mengangkat tangannya dan menangkup wajah Minrin dengan telapaknya, sedikit memaksa gadis itu untuk tetap menatapnya. Seperti tidak punya lagi kekuasaan apapun, Minrin hanya menurut. “Aku serius dengan ucapanku. Bisakah pernikahanmu dibatalkan?” ucapnya pelan. Sekali lagi mata mereka bertemu.

“W..waey? Kenapa kau menjadi seperti ini?” tanya Minrin gugup. Kali ini detak jantung yang berlebihan tidak membuatnya senang.

“Kau mungkin berpikir aku pria jahat yang begitu saja berpaling pada yeoja lain. Tapi aku benar-benar serius dengan ucapanku” Sekali lagi Ryeowook mengatakan hal itu.

Dan yang terjadi selanjutnya adalah Minrin hanya merasakan sentuhan lembut di bibirnya. Tidak tahu kenapa, ia bahkan menutup matanya begitu bibir Ryeowook sekali lagi menyentuh bibirnya dengan pelan.

Ah… semoga dia tidak dikutuk karena berciuman dengan namja lain selain tunangannya sendiri.

8 Stories 8 Love 8 Heart

Flashback

A few days ago,

“Ryeowook-ah..” Panggilan Jongwoon menghentikan langkah Ryeowook yang baru saja keluar dari ruangan Minrin.

“Hyung..”

“Aku benar-benar terkejut dengan kata-kata Shin Minrin tadi. Dia mencintaimu, ini diluar dugaanku. Pantas saja selama ini dia terus menolak menikah dengan Cho Kyuhyun.” Jongwoon berujar. “Jadi bagaimana? Aku yakin kau sudah menemuinya bukan?” lanjutnya, dan Ryeowook menganggukan kepalanya.

Beberapa menit yang lalu Minrin mengatakan bahwa dia mencintai Ryeowook di depan ayahnya sendiri. Dan karena Ryeowook tidak tahu harus mengatakan apa, maka namja itu hanya diam saja.

“eo..aku menemuinya. Dan kurasa dia akan mematuhi kata-kata Presdir kali ini.”

“Hmm… begitu rupanya. Dia lelah mengejarmu? Ahh.. padahal permainan ini lebih menarik jika seekor tikus tidak begitu saja terjebak untuk mendapatkan kejunya. Tapi yang menarik bukan hanya satu tikus tapi dua.”

Ryeowook mengangkat alisnya sebelah, bingung dengan ucapan absurd kakak sepupunya itu.

“Cho Kyuhyun, putra tunggal Paman Cho. Kau tentu tahu dia kan Ryeowook-ah.” Ryeowook terdiam begitu penjelasan yang diluar perkiraannya meluncur begitu saja. Namja itu terhenyak.

“Apa? Kau serius, hyung?”

Paman Cho. Tentu saja Ryeowook ingat dia. Bukan sebatas ingat, tapi Ryewook sangat mengenalnya. Shin Taewoo, Cho Jiwoo dan ayahnya adalah sahabat, setidaknya sebelum dua orang itu menghianati ayahnya.

15 tahun yang lalu perusahaan ayahnya mengalami collapse. Semua itu berawal karena sebuah proyek gabungan tiga perusahaan gagal dan kegagalan itu justru dilimpahkan pada ayahnya. Sebagai seorang sahabat, seharusnya Shin Taewoo dan Cho Jiwoo bisa membantunya. Tapi yang terjadi justru kebalikannya. Tidak satupun dari dua orang itu mau membantunya. Jangankan membantu hanya sekedar bersimpati pun tidak.

 “Aku juga baru tahu tentang itu.” Tangan Jongwoon menepuk pundak Ryeowook pelan.

Ryeowook sedikit menekuk kepalanya. Balas dendam. Satu kata itu seakan terus menerus menyayat pikirannya.

“Kalau aku bisa menghancurkan mereka berdua, aku bisa mengembalikan apa yang seharusnya menjadi milik ayah.” Ujar Ryeowook pelan. Saat ini tidak ada hal lain yang bisa Ryeowook pikirkan kecuali mengembalikan semuanya ke tempat asalnya.

Jongwoon sekali lagi menepuk pundak Ryeowook dan tersenyum. “Kau bisa melakukannya.”

Kali ini Ryeowook mengangkat kepalanya. “Shin Minrin. Gadis itu sangat mencintaimu kan? membatalkan pernikahan Kyuhyun dan Minrin. Dan kau bisa mendapatkan gadis itu. selebihnya kau bisa menggunakan untuk menghancurkan perusahaannya sendiri.” Ucap Jongwoon berapi-rapi.

Ryeowook sedikit tercengang dengan pemikiran yang sedikit jauh dari hyungnya itu. Jadi, maksudnya dia menggunakan Minrin sebagai alat untuk menghancurkan Shin group? Apa itu tidak terlalu keji? Gadis itu tidak tahu apa-apa, lagi pula bagaimana bisa Ryeowook menggunakan kepolosan cinta yang dimiliki Minrin untuk mencapai tujuan pribadinya?

Flahsback End

8 Stories 8 Love 8 Heart

Minrin terus saja menahan senyum di bibirnya. Matanya menerawang di langit-langit kamarnya. Kemudian dia beralih pada bunga tulip putih yang sekarang menghiasi meja di kamarnya itu. Sekali lagi dia tidak bisa menahan senyumnya. Ia terlalu bahagia. Sangat bahagia. Apa yang baru saja dia alami mungkin hal yang paling membahagiakan dalam hidupnya.

Tanpa dia sadari tangannya sekali lagi meraba bibirnya. Ciuman itu masih terasa sampai sekarang. Hangat dan lembut. Ia bahkan masih bisa merasakan detak jantungnya yang berpacu kencang ketika Ryeowook menyentuh bibirnya. Ah..namja itu sudah mengambil ciuman pertamanya. Lagi-lagi Minrin tersenyum.

Ddrt.. ddrt..

Getar ponsel disampingnya berhasil membuat Minrin menghentikan senyumannya. Nama Park Chany yang tertera di layar sekarang sedikit membuatnya mengernyitkan dahi. Untuk apa sekretarisnya itu menelepon malam-malam begini?

“Yeobseo..”

Sajangnim, maaf menganggumu malam-malam begini. Aku hanya mengingatkan besok kau harus ikut denganku.”

“Waeyo?” tanya Minrin santai. Untuk apa sekarang sekretarisnya yang menyuruh-nyuruh dirinya? “Ikut denganmu? Eoddiya?”

Pernikahnmu tinggal tiga hari lagi, Minrin-ya. Kau harus mencoba gaunmu, ingat?” Penjelasan Chany yang singkat itu cukup menyadarkan Minrin sepenuhnya.

Pernikahannya dengan Kyuhyun. Hampir saja dia melupakan hal itu.

“Baiklah, jam 10 pagi kau harus sudah di sini.” Katanya dan langsung memutus sambungan.

Pernikahan. Kyuhyun. Ryeowook. Semua itu sukses membuat kepala Minrin berdenyut. Apa yang harus dia lakukan? Bagaimana dia membatalkan pernikahannya, lagi. Atau bagaimana dia harus menanggapi ucapan Ryeowook tadi?

8 Stories 8 Love 8 Heart

Jeju

09.00 KST

“Kau yakin akan menemuinya?” Kyuhyun melirik Ranran yang duduk di jok sampingnya.

“Hmm..” Ranran mengangguk. Ia menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan. Ia harus melakukan ini, menemui Kakaknya sebelum Presdir yang datang menemuinya secara pribadi. Ranran tidak ingin ketakutannya yang berlebihan kemarin semakin membuatnya tidak tenang.

Kyuhyun memasang sabuk pengamannya dan mengangguk “Baiklah, lagipula aku sudah berjanji padamu.” Ia mulai menstater mobilnya, dan menginjak pedalnya sehingga mobil itu akhirnya berjalan dengan pelan sekarang.

Sesekali Kyuhyun masih melirik ke arah Ranran. Mengawasi gadis itu melalui ekor matanya. Ia hanya sedikit khawatir Ranran akan tiba-tiba mengubah keinginanya untuk bertemu kakak laki-lakinya. Bukan apa-apa, hanya saja entah sejak kapan Kyuhyun ingin membantu gadis di sampingnya ini.

“Kau gugup?” tanya Kyuhyun kemudian.

Ranran mengangguk “Bagaimana kalau dia tidak mau bertemu denganku?” ujarnya.

“Kurasa tidak. Meskipun kau membuatnya kecewa, tapi aku yakin dia tidak akan begitu saja membencimu. Nunna selalu mengatakan itu padaku.”

Ranran menoleh kecil, memperhatikan sejenak wajah Kyuhyun dari samping. “Nunna? Kau punya kakak perempuan?”

“Hmm…”

“Aku yakin sifatnya sangat berbanding terbalik denganmu.”

“Jangan terlalu berharap. Dia itu kadang juga menyebalkan.”

“Setidaknya tidak menyebalkan seperti mu.”

Kyuhyun terkekeh mendengarnya. “Teruslah bicara, dengan begitu kau tidak akan gugup.” Katanya.

Tidak butuh waktu lama untuk Kyuhyun dan Ranran sampai di sebuah rumah yang tidak terlalu kecil tapi juga tidak terlalu besar. Rumah itu terlihat sederhana tapi menarik. Di samping kanan dan kirinya berjejer beberapa tanaman bunga. Sebuah bangku yang terbuat dari kayu terlihat sempurna di halaman kecil rumah itu.

Ranran keluar dari mobil dengan ragu. Kakinya seperti enggan untuk melangkah. Kalau bukan karena Kyuhyun menarik tangannya, mungkin saja Ranran lebih memilih di dalam mobil ini dan mengamati rumah yang pernah ditempatinya dulu.

“Ayolah, dia tidak akan membunuhmu.” Kyu Hyun menepuk pundak gadis itu pelan. Ranran menghentikan kakinya sejenak, namun kemudian terpaksa harus kembali melangkah ketika lagi-lagi Kyuhyun menariknya.

“Chakkamannyo..~!”

“Waeyo?”

“Kita pulang saja. Aku rasa dia tidak di rumah.”

Kyuhyun mengamati rumah itu. Sepi. Tapi bukan berarti tidak ada orang di dalamnya. “yak, jika kau terus bersikap seperti itu. Aku akan meninggalkanmu di sini, eotte?”

“Mwo? Andweyo~!”

“…”

“Eonnie? Ran Eonnie?”

Dan ditengah keributan antara Kyuhyun dan Ranran, seseorang yang sejak tadi berdiri tidak jauh akhirnya membuka suara. Ranran menoleh kea rah sumber suara begitu juga dengan Kyuhyun.

“Yeonie-ya..”

Ranran membulatkan matanya tidak percaya dengan penglihatannya. Tapi kemudian dia berlari menghampiri sahabat lamanya itu.

“Ah.. itu benar kau. Akhirnya Kau kembali.”

Yeonie mengamati Ranran dari atas ke bawah dan sejenak kemudian tatapannya sedikit berubah menjadi tidak enak. Melihat tampilan Ranran yang berbeda jauh dari sebelumnya jelas membuatnya terkejut. Yeoja yang berdiri di depannya sekarang ini bukanlah Shin Ranran yang berpakaian biasa dan tanpa make up. Dia sudah berubah menjadi seorang yeoja yang berpenampilan menarik dengan blus putih dan celana kain serta sepatu berhak yang dikenakannya. Tidak lupa make up tipis yang terkesan natural menghiasi wajahnya.

“Aku hampir tidak mengenalimu tadi. Kenapa baru kembali sekarang? Kau tidak tahu bagaimana Hae oppa mencemaskanmu? Kami semua mencemaskanmu.”

Ranran hanya bisa tersenyum lemah menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang terlontar dari Yeonie. “Mianhae..”

“Sudahlah. Sebaiknya Eonnie menemui Hae oppa. Aku yakin dia sudah sangat khawatir padamu.” Yeonie memotong perkataan Ranran dan langsung menggandeng tangannya, mengajakknya masuk ke rumah sederhana itu.

Hanya dengan memperhatikan rumah itu sudah membuat Ranran ragu untuk melangkah ke dalam. “Yeonie-ya..”

“Ah, Eonnie membawa seseorang?”Yeonie mengabaikan ucapan Ranran dan justru berhenti di depan Kyuhyun. “Annyonghaeseo..”

“Ne, Annyeonghaeseo.” Kyuhyun membalasnya dengan sedikit membungkuk.

“Kau temannya Ran eonnie?”

“Ne. .”

“Kalau begitu ayo masuk. Gamsahamnida sudah mengantar Ran eonnie.”

Kyuhyun mengangguk dan mengikuti di belakangnya. Dia bisa melihat Ranran yang masih ragu. Bukan keraguan tapi ketakutan. Entah apa yang membuatnya begitu takut untuk masuk ke rumah ini.

Di dalam rumah itu sama sederhananya dengan bagian luar. Tapi meskipun sederhana semuanya benar-benar menarik untuk dilihat. Kyuhyun bahkan yakin, pemilik rumah ini memiliki selera interior yang tinggi.

Tidak lama kemudian, seorang laki-laki keluar dari sebuah ruangan ketika gadis bernama Yeonie memanggilnya. Kyuhyun bisa melihat ketakutan yang luar bisa dari Ranran yang berdiri di sampingnya, begitu laki-laki itu berjalan mendekat kea rah mereka. Gadis itu terus saja menundukkan kepalanya.

“ Eonni-ya..” Yeonie yang berjalan paling depan kembali memanggil Ranran.

Ranran terpaksa mengangkat kepalanya, namun tatapannya memilih menghindar dari tatapn laki-laki itu. Kyuhyun yakin namja itu lah yang selalu diceritakan Ranran sebagai kakak tirinya.

“Kau siapa? Apa kau salah satu orang dari Shin Group?” Bukannya menyambut adiknya, Donghae justru mengajukan pertanyaan menyelidik pada Kyuhyun.

“Nde?”
“Oppa, jangan berprasangka buruk dulu.” Cegah Yeonie cepat. Dia mungkin tidak tahu apa-apa, tapi dia cukup tahu kalau Donghae selalu memiliki pikiran negative pada perusahaan Shin Group termasuk orang-orang yang di dalamnya.

“Jeongsohamnida. Aku bukan dari Shin Group. Namaku Cho Kyuhyun, CEO di Cho Corporation.” Kyuhyun memperkenalkan dirinya.

“Ah, jadi kau Cho Kyuhyun?” decak Yeonie kagum. “Aku tahu kau dari beberapa majalah bisnis yang kubaca.” Lanjutnya ketika Kyuhyun menatapnya dengan heran.

“Jadi, sekarang teman-temanmu adalah orang-orang sepertinya?” Donghae beralih bertanya pada Ranran tanpa repot-repot menatapnya.

“Oppa..” Yeonie sedikit menarik lengan kemeja Donghae, menyuruhnya untuk berhenti.

Sementara Ranran tidak bergeming di tempatnya. Hatinya mencelos, terkejut dengan ucapan Donghae padanya. Apa kakaknya itu sedang marah?

“Apa hidupmu menyenangkan? Aku yakin hidupmu menjadi lebih baik sekarang, apalgai statusmu sebagai puteri keluarga Shin yang kaya itu.”

Sekali lagi sebuah pukulan semu tepat mengenai hatinya. Bagaimana mungkin kakaknya mengatakan hal seperti itu?

“Oppa, kemanhae..”

“Gwaenchanayo, yeon-ah.” Ucap Ranran bergetar. Dia menahan hatinya yang tidak kalah bergetar dengan bibirnya. Kali ini dia memberanikan diri menatap Donghae yang berdiri tidak jauh di depannya. “Oppa.. aniya.. haruskah aku memanggimi Lee Donghae-ssi? Kita jelas tidak punya hubungan darah kan?”

Glek..

Sekarang DOnghae yang seperti terkena hantaman benda semu. Dia mendongakkan kepalanya dengan raut terkejut. Jujur saja, dia tidak menyangka Ranran akan mengatakan hal itu padanya. Tapi untungnya dia masih mampu mengendalikan keterkejutannya.

“Kuere, kita memang tidak punya hubungan darah.” Ucap Donghae membenarkan. “Jadi, bukankah tidak seharusnya kau datang ke tempat ini?”

“Mwo?”

“Donghae Oppa.!!” Yeonie berujar pelan.

Diam kemudian. Suasana tegang menyelimuti antara Ranran dan Donghae. Sementara Kyuhyun hanya bisa diam tanpa bisa berpikir apa yang harus dia lakukan. Pemandangan ini adalah pertengkaran antara kakak dan adik. Meskipun tidak bisa seratus persen dikatakan begitu. Kenyataan bahwa mereka berdua bukan saudara kandung tidak bisa dikesampingkan.

“Sepertinya sejak awal keputusanku untuk datang memang salah. Sejujurnya aku hanya ingin meminta maaf, tapi sepertinya itu tidak penting lagi sekarang.”

“Ran eonnie~! Waeyo?”

“Apa Kau bahagia?” tanya Donghae kemudian yang langsung membuat Ranran menatap dengan cara lain. Alisnya saling bertautan dan dia jelas bingung dengan pertanyaan Donghae barusan.

“Apa Kau bahagia hidup di tempat itu?” tanya Donghae mengulai.

Ranran terlihat berpikir sesaat sebelum akhirnya Ia mengangguk “Ne..”

“Kalau begitu jangan datang lagi kemari.”

Mata Ranran mendadak memanas. Apa ia baru saja dilarang datang ke tempat ini? Kenapa rasanya begitu menyesakkan. “Kuere. Meskipun Oppa menyuruhku pergi, aku tetap akan meminta maaf.” Ranran membungkukkan badanya di depan Donghae . “Terima kasih karena sudah menjagaku selama ini. Selamat tinggal.” Ucapnya.

Ia menatap Donghae sebentar sebelum akhirnya mengajak Kyuhyun pergi dari tempat itu. Langkah kakinya terasa berat, terlalu banyak yang ditinggalkannya di tempat ini. Meskipun Donghae memang bukan kakak kandungnya, tapi orang itu lah yang selama ini Ranran anggap sebagai satu-satunya keluarga yang peduli padanya.

Tangisnya pecah ketika ia sudah berada di mobil Kyuhyun.

“Gwaenchanayo?” tanya Kyuhyun memastikan. Ranran mengangguk. Tapi alih-alih menghentikan tangisnya, ia justru semakin keras menangis. “Kuere, menangislah. Itu lebih baik..” ucap Kyuhyun kemudian. Diperhatikannya Ranran dari samping. Tangannya dengan perlahan terangkat dan menepuk pundak gadis itu pelan.

“Donghae oppa satu-satunya orang yang aku tahu sebagai keluargaku. Dia sudah menjagaku selama ini, tapi aku justru pergi meninggalkannya. Hikss.. “

Kyuhyun mengangguk-angguk mengerti dan tangannya tidak lepas menepuk-nepuk pundak Ranran. “Setidaknya Kau sudah meminta maaf padanya.”

Ranran mengangguk. Kyuhyun benar. Setidaknya ia sudah meminta maaf.

8 Stories 8 Love 8 Heart

Seoul

Minrin menghentikan mobilnya di depan sebuah butik. Sesuai permintaan Chany tadi malam, maka jadwalnya hari ini adalah mencoba gaun pengantinnya. Seharusnya ia datang bersama Kyuhyun sekaligus untuk melihat persiapan dari wedding oragnizernya, tapi karena berhubung Kyuhyun masih di Jeju dan baru akan pulang siang ini, maka Minrin terpaksa mengecek persiapan pernikahan itu bersama Chany.

“Shin Minrin-ssi, selamat datang. Mari ikut saya.” Sambut seorang wanita yang langsung membawa Minrin dan juga Chany ke dalam.

Sebuah gaun pengantin bewarna putih polos terlihat terpajang di tengah ruang ganti. Gaun yang simple dengan hanya sedikit hiasan. Sempurna. Benar-benar sesuai criteria yang Minrin berikan.

“Silahkan di coba.”

“Seharusnya orang itu ada di sini dan bukannya di Jeju.” Ujar Minrin pelan.

“Aku yakin Kyuhyun-ssi akan menyukainya,” sahut Chany menimpali.

Minrin menghela nafasnya dan melangkahkan kakinya ke dalam ruang ganti itu. Dan dengan dibantu dua orang asisten, ia pun mencoba gaun pengantinnya. Sebuah gaun yang sebenarnya masih diragukan Minrin akan dipakai atau tidak. Karena bagaimana pun juga ia masih tidak bisa menerima pernikahan ini.

Beberapa menit kemudian, tirau penutup ruang ganti itu dibuka dan memperlihat Minrin berbalut gaun putih tadi. Gaun itu panjang membalut tubuh rampinya dan memperlihatkan kedua pundaknya yang sempurna. Rambutnya digulung keatas, dan membuat lehernya terlihat jenjang.

“Yeppoda, Sajangnim..” komentar Chany.

“Bisa kau ambil foto?”

“Kuere..” Chany kemudian mengeluarkan ponselnya dan memotret Minrin yang berdiri dengan anggun seperti dewi dalam cerita yunani.

“Gomawo Chany-ah, Kirimkan fotonya ke ponselku, ya..”

“Apa Kau berencana mengirimkannya pada Kyuhyun-ssi?” tanya Chany penasaran.

“Bukankah dia berhak melihatnya?” Minrin tersenyum. Ia berjalan menuju kursi dan mengambil ponselnya.

Selesai foto itu di kirim Chany, Minrin pun beralih mengirimkannya pada Kyuhyun.

“Bagaimana kabarmu dan Ryeowook sekarang?” tanya Chany tiba-tiba. “Apa kalian masih saling bertemu? Aku tidak bermaksud apa-apa. Tapi sebaiknya mulai sekarang Kau berhenti memikirkannya. Kau akan menikah tiga hari lagi, Minrin-ya.”

“Aku bertemu dengannya kemarin malam. Dia baru saja putus dengan pacarnya.” Ucap Minrin tersenyum.

“Jinjjayo?”

“Eo.. Tenang saja, mereka putus bukan karena aku.” Ucap Minrin cepat sebelum Chany berpikir hal lain.

“Lalu?”

“Dia menciumku.”

“Mwo?”

Chany membulatkan matanya menatap Minrin. Pendengarannya tidak salah dengar, tapi apa Direkturnya ini memang sudah gila? Apa katanya? Mereka berciuman?

“Yaa, kau bercanda?”

“Dia memintaku untuk membatalkan pernikahan ini.” Jawab Minrin tenang. Padahal ia tahu Chany tengah menatapnya dengan tajam. Minrin meletakkan kembali ponselnya dan sebelum Chany melontarkan kalimat-kalimat penolakan, Minrin sudah kembali masuk ke dalam ruang ganti.

“Neo Michosoe?” teriak Chany dari luar. “Minrin-ya, kumohon jangan membuat masalah lagi. Kau tahu apa yang akan ayahmu lakukan kalau kau membatalkan pernikahan ini.”

“Aku tidak akan membuat masalah, tenang saja.” Sahut Minrin dari dalam.

Tidak berselang lama, Minrin kembali muncul dari balik tirai dengan penampilan sebelumnya, celana kain dan atasan kemeja putih yang dipadukan dengan blezzer hitam.

“Araayo. Tidak usah khawatir. Lagi pula jika aku memutuskan perikahan, masih ada kakakku yang akan menggantikanku.” Ujar Minrin tersenyum menyeringai.

“Shin Ranran maksudmu?”

“Tentu saja dia. Memangnya aku punya kakak selain dia? Pernikahan ini hanyalah sebuah bisnis. Penyatuan dua perusahaan besar, kau tahu kan? Jadi, kalau aku menolak, ayah pasti akan menyuruh Ranran menggantikanku. Lagipula aku sendiri tidak yakin aku akan menjadi Presdir menggantikan ayah. Ditambah lagi Cho Corporation, aku terlalu mencurigai mereka mengenai kegagalan proyek Shin’s Group.”

“Kenapa kau bicara seperti itu?”

“Ayahku itu sedang membuat sebuah pertarungan untuk kami. Kurasa akan menarik jika aku memutuskan pernikahan di hari H lusa.” Lagi-lagi Minrin tersenyum, seakan tidak ada beban dalam pikirannya.

“Kau benar-benar gila, Minrin-ya.”

“Masih tiga hari, dan dalam tiga hari masih banyak yang bisa berubah.” Ujar Minrin santai. Ia mengambil tas coklatnya dan berjalan mendahului Chany.

“Kau tidak berencana kabur dengan Kim Ryeowook, kan?” tanya Chany yang tiba-tiba khawatir pemikiran itulah yang sekarng ini dipikirkan direkturnya.

Minrin menggeleng dan hanya tersenyum. “Aku bukan anak remaja yang akan melakukan hal bodoh seperti itu, Chany-ah..”

“Lalu apa yang akan kau lakukan? Aku tahu kau menolak pernikahan ini, tapi kau tidak mungkin lari di hari pernikahanmu.”

“Aku akan bicara pada ayahku..”

8 Stories 8 Love 8 Heart

 

The Next day

Shin’s Family House

Siang itu, Satu hari sebelum upacara pernikahan. Kyuhyun sudah kembali dari Jeju, begitu pula dengan Ranran. Sedangkan Minrin yang masih sibuk dengan pekerjaannya sebagai Direktur tidak peduli dengan keberadaan Ranran yang sudah berada di rumah ini lagi. Ia selalu menghindari bertatap muka dengan Ranran, dan sebisa mungkin tidak ingin terlibat pembicaraan dengannya. Saat ini menyelesaikan masalah pernikahan lebih penting dibandingkan dengan mengurusi pertarungannya dengan Ranran.

Seperti yang Minrin rencana sebelumnya, maka hari ini dia berencana menemui ayahnya. Satu-satunya jalan agar pernikahan ini tidak terjadi dan Shin’s Group bisa diselamatkan adalah dengan membatalkan pernikahan. Tidak peduli jika ayahnya nanti akan menerima usulannya atau tidak, yang terpenting dia harus mengulur waktu untuk membuktikan kalau Perusahaan Cho lah dibalik kegagalan beberapa proyek Shin’s Group.

“Aboji..”

Sapa Minrin di depan ruangan ayahnya. Ia membuka pintu ruangan itu dan mendapati ayahnya sedang duduk di depan meja kerjanya.

“Kau ingin menyampaikan sesuatu?” laki-laki paruh baya itu menghentikan akivitas membaca beberapa laporan dan mendongakkan kepalanya. Ia menatap sang puteri dan sedetik kemudian ia berjalan menghampiri Minrin. Mengajaknya duduk di sofa ruangan itu.

“Ini tentang pernikahanku dan juga Kyuhyun.” Ucap Minrin memulai.

“Apa ada masalah di persiapan penikahan kalian?”

Minrin menggeleng dan tersenyum datar. “Aku masih tidak bisa menerima perjodohan ini, Aboji. Kau bilang ini demi kebaikanku tapi kurasa tujuan dari pernikahan ini adalah untuk kebaikan perusahaan. Jika itu memang soal perusahaan, aku ingin Ranran-ssi yang menikah dengan Kyuhyun.”

“Mworago!” ucap ayahnya dengan nada tinggi yang tertahan. Tatapan lembut dan penuh senyum itu pun berubah mengerikan saat ayahnya beralih menatap Minrin dengan tajam. “Apa yang kau bicarakan?”

 “Pernikahanku dan Kyuhyun, aku ingin membatalkannya, Aboji..”

Air muka ayahnya menjadi sangat murka begitu kalimat itu meluncur bebas dari mulut Minrin. “Wae? Apa karena laki-laki itu? Dia bukan orang yang pantas untukmu.” Seru ayahnya lagi.

Minrin tahu siapa yang dimaksud, dan lagi-lagi dia menggeleng. “Aniya.. tidak ada hubungannya dengan Ryeowook, Aboji. Aku ingin membuktikan kalau Kyuhyun lah orang dibalik kegagalan proyek kita. Aku tidak tahu bagaimana melaporkannya, tapi kurasa dial ah orang yang berencana menghancurkan Shin’s Group.” Ucap Minrin tenang.

Plaak!

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Minrin. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia mendapat tamparan dari ayahnya sendiri. Perih. Tapi dihiraukannya. Air matanya tiba-tiba sudah menggenang, dan dia hanya bisa tersenyum dengan bibir bergetar.

“Apapun yang kau pikirkan, pernikahan akan tetap berlangsung. Jangan pernah berpikir untuk membatalkannya” Ucap ayahnya tegas.

Laki-laki paruh baya itu berdiri dan langsung pergi, membiarkan Minrin yang masih menahan emosinya dalam-dalam. Tangisnya pecah tertahan. Kedua tangannya mencengkeram kuat-kuat. Untuk pertama kalinya ia seakan merasa kalah. Apa yang harus dilakukannya setelah ini?

8 Stories 8 Love 8 Heart

 

Jeju

09.00 AM

Café itu tidak terlalu ramai oleh pengunjung. Dan itu melegakan untuk Donghae. Laki-laki itu berjalan masuk dan hanya mendapati Leeteuk yang tengah berjaga di meja kasir. Terlihat tiga orang pengunjung yang ketiganya duduk agak jauh di sebelah kiri. Donghae menghampiri Leeteuk yang sibuk dengan map berisi kertas.

“Apa kalian benar-benar akan bercerai?” sapa Donghae tiba-tiba. Leeteuk yang menyadari kedatagan Donghae langsung menutup surat-surat perceraiannya dengan Nimi.

“Kau datang lagi? Apa kau tidak sibuk sampai-sampai sering sekali mampir ke sini?.” Tidak berusaha menjawab pertanyaan itu, Leeteuk langsung menyingkirkan map di tangannya.

“Hyung, Apa masalah kalian tidak bisa diselesaikan baik-baik? Tidak harus dengan bercerai kan? Maksudku, Han Nimi tidak sepenuhnya salah. Dia hanya..”

“Ini bukan masalah yang harus kau pikirkan, Hae. Ngomong-ngomong bagaimana perjalananmu ke Seoul. Yeonie bilang kalian bertemu dengan Ranran, tapi kau memaksa untuk tidak menyapanya. Wae?” Leeteuk memotong cepat ucapan Donghae dan beralih topic.

Donghae menghela nafasnya dan hanya menggeleng pelan. “Aku baru saja bertemu dengannya di rumah.” Uajrnya.

“Jinjjayo?”

Donghae mengangguk. “Dia bilang bahagia dengan kehidupannya yang sekarang. Jadi, aku bilang tidak usah datang lagi.”

“Wae? Apa terjadi sesuatu?” tanya Leeteuk yang menangkap hal yang tidak beres dari Donghae.

“Tidak terjadi apa-apa Hyung. Dia menemukan kehidupan yang sebenarnya jadi sudah sepantasnya dia hidup seperti itu. Aku hanya menyesal tidak memberitahunya sejak dulu.” Donghae menghela nafasnya lagi.

Tiing!

Pintu café terbuka dan memperlihatkan seorang gadis berjalan masuk dengan kesal. “Issh, apa yang sebenarnya dipikirkan anak itu? Oppa, aku tidak mengerti kenapa dia bicara seperti itu.” Seru Yeonie tiba-tiba. Gadis berambut sebahu yang selalu ceria itu tiba-tiba saja sudah muncul di balik pintu, membuat Donghae maupun Leeteuk hanya bisa tercengang memperhatikannya.

“Yaa, Yeonie-ya ada apa denganmu?” tegur Leeteuk tidak mengerti.

“Oppa, yedongsaengmu itu benar-benar menyebalkan.” Sungutnya kesal yang dilampiaskan pada Donghae. “Aku menghubunginya, dan oppa tahu apa yang dikatakannya? Dia menyuruhku untuk tidak lagi menghubunginya. Astaga, apa harta benar-benar mengubah isi otaknya? Menyebalkan.”

Donghae yang semula tidak mengerti akhirnya hanya diam. “Kehidupan kita dan Ranran sudah berbeda sekarang. Jadi memang lebih baik tidak menghubunginya.” Donghae berujar pelan.

“Tapi tetap saja ini menjengkelkan. Dia sudah seperti kacang yang lupa kulitnya. Dia pikir siapa yang merawatnya selama ini? Yang berteman dengannya? Menjaganya kalau sakit dan membiayai hidupnya? Issh.. “

“Park Sungyeon, sudahlah berhenti menggerutu seperti itu.” Tegur Leeteuk yang akhirnya membuat adik perempuannya itu diam.

Setelah Sungyeon meluapkan kekesalannya barusan, suasana menjadi sepi. Donghae sibuk dengan pikirannya sendiri. Sungyeong sesekali masih menggerutu sedangkan Leeteuk hanya memperhatikan keduanya. Dia sedang ada masalah tapi kenapa dia juga harus memikirkan masalah orang lain.

“Ah.. apa itu Cho Kyuhyun? Dia yang akan menikah dengan pewaris Shin’s Group? Dua perusahaan besar di Korea disatukan dalam tali pernikahan. Tidak akan ada yang bisa mengira akan seperti apa kekuasaan dua keluarga itu.” Suara tiga orang pengunjung yang berkomentar pada acara berita di TV tiba-tiba menarik perhatian Leeteuk.

Laki-laki itu menoleh dan ikut melihat layar televise yang sedang menayangkan berita tentang upacara pernikahan pewaris dua perusahaan terkenal di Korea.

“Shin Minrin? Apa dia adiknya Ranran?” tanya Leeteuk tiba-tiba. Donghae yang semula sibuk dengan pikirannya ikut terganggu dan beralih melihat layar televise.

“Hmm,, dan Laki-laki itu yang kemarin datang bersama Ranran, benarkan oppa? Cho Kyuhyun, kalau tidak salah itu namanya.” Celetuk Yeonie dan langsung mendapat anggukan kepala oleh Donghae.

Berita itu menayangkan tentang persiapan pernikahan dari dua pewaris perusahaan yang memiliki peran penting di perekonomian Korea. Selain itu berita tentang perebutan kekuasan di Shin’s Group antara dua puteri keluarga itu juga menjadi headline utama.

“Karena Ranran mungkin akan menjadi pemimpin di perusahaan itu. Karena itulah dia berubah. Benar-benar daebag. Harta memang mengubahnya menjadi orang lain.” Komentar Yeonie.

8 Stories 8 Love 8 Heart

 

Seoul

Ranran mengamati Minrin yang terlihat sibuk memberi pengarahan pada bawahannya. Penampilannya terlihat kacau, tidak seperti biasanya. Sosok gadis angkuh, keras kepala, tapi pekerja keras. Siapa yang menyangka adiknya itu masih bersikeras bahwa Kyuhyun dan perusahaannya lah yang menjadi penyebab kegagalan beberapa proyek Shin’s Group.

Seulas senyum mengembang di bibir Ranran. Meskipun Minrin menganggapnya sebagai seorang musuh yang harus dilenyapkan, tapi sedikit pun Ranran tidak pernah tertarik dengan pertarungan memperebutkan kekuasaan. Ya.. mungkin kadang dia juga bisa egois, tapi sekembalinya dari Jeju, entah kenapa dia merindukan kehidupannya yang dulu.

Ranran hendak berbalik ketika sepasang mata coklat milik Minrin menangkapnya. Gadis berambut sebahu itu tengah menatap Ranran tajam. Tidak berselang lama, ketika akhirnya Minrin berjalan cepat ke arah Ranran, meninggalkan bawahannya yang membungkuk padanya.

“Kulihat kau semakin sibuk. Aku belum sempat menanyakan ini, tapi bagaimana pembangun Resort di Jeju?” tanya Minrin ramah, meskipun dengan tatapan mata yang terasa menusuk.

Ranran tersenyum “Semua berjalan lancar. Bagaimana dengan peluncuran winter clothes? Kudengar akhir pecan ini, setelah pernikahanmu.”

“Tentu saja semuanya dalam keadaan baik. Akan sangat menyenangkan kau bisa menghadiri peluncuran itu.”

Ranran mengangguk “Kuere, bagaimana dengan persiapan pernikahanmu? Kyuhyun bilang kau yang menyiapkan sendiri bersama wedding organizernya.” Ranran melanjutkan.

Minrin mengubah cara pandanganya dan menyupitkan matanya. “Kau bertemu dengan Kyuhyun?”

“Kami sempat minum kopi bersama di Jeju. Dia orang yang menyenangkan dan baik. Kurasa kau harus berhenti mencurigainya. Aku yakin perusahaannya tidak bermaksud mengambil alih semua proyek yang kau tangani sebelumnya. Lagi pula setelah pernikahan kedua perusahaan akan banyak bekerja sama.”

“Kau tidak akan tahu siapa musuhmu yang sebenarnya. Itu yang selalu ayah ajarkan. Kurasa kau harus banyak belajar sebelum menjadi pemimpin di perusahaan ini. Terlalu banyak orang disekitarmu yang tidak bisa kau percayai, Ranran-ssi.” Minrin tersenyum tipis dan membungkukkan badannya, lalu berlalu dari hadapan Ranran.

8 Stories 8 Love 8 Heart

 

At a Café

Minrin berjalan cepat menghampiri Sungmin yang sudah menunggunya di café itu. Setelah menerima pesan dari Sungmin tentang hasil penyelidikan yang diperintahkan Minrin sebelumnya, gadis itu langsung bergegas kemari.

Nafasnya tersengal tapi berusaha dikontrolnya ketika sudah duduk berhadapan dengan Sungmin. Namja itu menyodorkan sebuah amplop berwarna coklat pada Minrin.

“Kau sudah menadaptkan buktinya?”

Sungmin menggeleng. “Bukan bukti yang menujukkan bahwa Cho Corporation yang melakukannya, tapi orang lain.” Ucap Sungmin.

Dengan gerakan tangan yang cepat Minrin membuka amplop itu. Beberapa kertas berisi laporan tentang kegagalan winter clothes bulan lalu, dan juga kejanggalan lain di proyek Shin’s group beberapa bulan terakhir, termasuk tentang pembangunan Resort di Jeju.

“Mwoya igge?” Minrin bergumam tidak percaya.

“Aku tidak suka mengatakannya, Minrin-ya. Tapi dia adalah orang yang sama, salah satu orang di perusahaan. Dia mengetahui seluk beluk perusahaan, bagaimana jalannya proyek, apa saja yang bisa membuat proyek itu gagal, dia tahu semuanya. Kurasa dia sengaja melakukannya.”

“Siapa yang tega melakukan ini? Apa orang itu sengaja ingin membuat perusahaan bangkrut?”

“Semua rahasia perusahaan hanya kau, ayahmu yang tahu. Jika orang ini mengetahui sedetail ini. Aku yakin dia orang terdekat ayahmu, atau mungkin orang terdekatmu. Dan aku yakin orang itu bukan Cho Kyuhyun. Kyuhyun hanya beberapa kali terlihat mengobrol dengan ayahmu, dan denganmu..kau sendiri sudah bisa menjawabnya bahwa kau sendiri tidak terlalu menyukai Kyuhyun.”

Minrin menyimak dengan hati-hati ucapan Sungmin sementara matanya tidak henti-hentinya membaca laporan di tangannya. Orang yang sama, dan orang itu mungkin orang yang dikenal Minrin atau bahkan oleh ayahnya sendiri. Lalu siapa sebenarnya orang itu?

“Ada satu lagi yang ingin aku perlihatkan padamu.” Sungmin melanjutkan. Sebuah foto diserahkannya pada Minrin. Foto yang memprotet dengan jelas seorang namja yang dikenal oleh Minrin. “Foto ini diambil beberapa hari yang lalu. Salah seorang representative dari perusahaan J.L bertemu dengan Kim Ryeowook. Dan kudengar kemarin kerjasama antara Shin Group dengan perusahaan farmasi sudah dibatalkan. Kau bisa menebak kenapa mereka membatalkan kerja sama?”

“Apa mereka beralih bekerja sama dengan J.L?” tanya Minrin yang langsung diiyakan oleh Sungmin.

Hatinya mencelos tidak percaya. diperhatikannya foto itu seksama. Tidak ada yang salah dalam foto itu. Hanya saja kenapa harus Kim Ryeowook? Benarkah orang itu ..

8 Stories 8 Love 8 Heart

Minrin berjalan dengan langkah gontai. Kepalanya terlalu penat untuk berpikir. Kenyataan-kenyataan yang hadir, justru semakin membuatnya kalut. Apa yang harus dilakukannya?

Langkah kakinya berhenti di depan lift. Tidak berselang lama sebelum pintu lift itu terbuka dan memperlihatkan sosok Ryeowook di dalamnya. Minrin diam terpaku, tubuhnya menegang.

“Kau baru kembali? Aku mencarimu tadi.” Ucap Ryeowook menghentikan Minrin yang sedang berkutat dengan otaknya sendiri. Gadis itu tersenyum dan mengangguk. Sekuat tenaga dikontrolnya emosi yang bergemuruh di dadanya.

Minrin melangkah masuk ke dalam lift dan pintu itu pun tertutup. “Ada hal yang aku bicarakan dengan Sungmin oppa. Waegure? Apa ada masalah?” tanya Minrin sebisa mungkin bersikap biasa.

“Aniya, bukan masalah penting. Bagaimana persiapan pernikahanmu?” tanya Ryeowook kemudian yang langsung membuat Minrin berjengat. Matanya menatap Ryeowook tidak mengerti yang sayangnya langsung disadari Ryeowook. “Wae? Kenapa kau menatapku seperti itu?”

Lalu dengan cepat Minrin pun kembali mengarahkan pandangannya ke depan. Dia menggeleng pelan. “Kau membuatku bingung, Ryeowook-ssi.” Ucap Minrin akhirnya.

Hening kemudian. Keduanya sibuk dengan pikiran-pikiran masing-masing. Minrin tetap menatap ke depan, sementara Ryeowook memperhatikan gadis itu dari samping.

“Aku seperti orang bodoh jika berhadapan denganmu. Aku seperti kehilangan akalku untuk berpikir. Sebenarnya apa yang sudah kau lakukan padaku?” tanya Minrin, yang sayangnya semakin membuat Ryeowook terus menatapnya dari samping tanpa berusaha dijawabnya.

“Aku terus menerus bersikeras pada ayahku untuk membatalkan pernikahanku dengan Kyuhyun, bersikeras bahwa Kyuhyun orang yang akan menghancurkan perusahaan. Dan tanpa kusadari aku mempercayai orang lain.” Minrin kembali menoleh dan membuat mereka beratatapan. “Aku mempercayaimu tanpa aku sadari.” Lanjutnya.

Tiing.

Pintu lift kembali terbuka dan memperlihatkan tiga orang karyawan yang hendak masuk. Ketiganya membungkuk pada Minrin dan juga Ryeowook lalu masuk ke dalam. Ketiganya berdiri di belakang Ryeowook dan Minrin, membuat mereka berdua tidak lagi melanjutkan obrolan sebelumnya sampai mereka berpisah di lantai 10.

8 Stories 8 Love 8 Heart

 

Shin’s Family House

Keluarga itu sedang menikmati makan malamnya. Ini merupakan kali kedua Minrin makan malam bersama, satu meja dengan Ranran. Suasana masih sama canggungnya dengan pertama kali mereka duduk bersama di ruangan ini. Ayah mereka, Shin Taewoo duduk di ujung, sementara Minrin dan Ranran di kiri dan kananya. Hanya mereka bertiga.

“Besok akan menjadi hari bersejarah untuk keluarga kita. Pastikan kau tidak terlambat di upacara pernikahanmu sendiri, Minrin-ya.” Ayahnya memulai obrolan mereka malam itu.

Minrin hanya mengangguk dalam diamnya. Tidak sedikit pun dia berusaha menatap ayahnya. Sikapnya berubah berbeda. Tidak ada Minrin yang yang keras kepala malam ini, yang ada hanyalah Shin Minrin yang bersikap lembut tanpa ada kata-kata pembangkang yang keluar dari mulutnya.

“Ran-ya, bagaimana dengan resort di Jeju?” tanya ayahnya beralih pada Ranran.

“Sejauh ini semua berjalan lancar, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, aku akan melakukannya dengan baik.” Jawabnya.

Untuk kali ini juga Minrin tidak lagi menginterupsi ucapan Ranran dan memilih diam. Ranran melirik sebentar pada Minrin. Melihat adiknya yang mendadak penurut membuat Ranran tidak mengerti. Terakhir kali Ranran melihat Minrin, adiknya itu masih bersikap keras kepala, tapi sekarang kepribadiannya mendadak berubah.

“Jeongsohamnida, aku akan kembali ke kamar, masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan.” Minrin bangkit dari tempat duduknya. Ia memberi hormat sebentar pada ayahnya sebelum beranjak pergi menuju kamarnya.

“Jangan terlalu lelah, istirahat lebih awal.” Sahut ayahnya dan Minrin hanya mengangguk sebentar tanpa sedikitpun menolehkan kepalanya.

Hanya tinggal menghitung jam sebelum upacara pernikahan. Dan hanya dalam hitungan jam itu jugalah Minrin harus membuat keputusan. Melanjutkan pernikahan atau pergi. Menuruti kemauan ayahnya atau menuruti hatinya.

Ah.. kenapa bayangan laki-laki itu masih saja mengganggunya? Padahal jelas Ryeowook lah orang yang menyebabkan beberapa proyek Shin’s Group gagal, tapi kenapa Minrin seakan masih percaya pada laki-laki itu. Dan jika pun memang benar Ryeowook bersalah, kenapa dia merasa tidak terlalu masalah?

Dan ia yakin satu-satunya alasan karena ingin membatalkan pernikahan bukan lagi karena Kyuhyun akan menjatuhkan Shin’s Group tapi karena perasaannya yang mengatakan bahwa ia sangat mencintai laki-laki bernama Kim Ryeowook.

Dihelanya nafas berat, sementara matanya menatap jam di dinding kamarnya. Pukul 8 malam, yang berarti 12 jam sebelum upacara pernikahan. 12 jam antara mengikuti perasaannya atau menyerah.

Entah mendapat keberanian dari mana, tiba-tiba saja ia memutuskan bangkit dari tempatnya duduk. Gerakan tubuhnya cepat menyambar mantel dan juga kunci mobil di meja nakas. Dan dengan menghiraukan apapun yang dilaluinya, termasuk ayah dan juga Ranran yang menyerukan kalimat berhenti, Minrin terus berjalan meninggalkan rumah itu.

8 Stories 8 Love 8 Heart

Kim Ryeowook’s Apartement

09.00 PM

Ryeowook baru saja sampai di apartementnya ketika pintu apartementnya digedor dengan kekuatan yang berlebih. Suaranya yang berisik membuatnya mengurungkan niat untuk meletakkan tasnya dan segera berbalik menuju pintu apartementnya.

Dan betapa terkejutnya ia ketika mendapati Direkturnya, Shin Minrin tengah berdiri di depannya dengan penampilan yang kacau. Mantelnya agak basah oleh air hujan, begitu juga dengan rambutnya yang masih meneteskan air. Tatapannya sendu dan kosong. Entah apa yang membawanya sampai kesini, tapi Ryeowook bisa melihat betapa kacaunya gadis ini.

“Apa tawaranmu masih berlaku?” tanyanya.

Ryewook mengernyit, mencari tahu maksud pertanyaan itu dari tatapan matanya yang berubah penuh harap. Sebenarnya ada apa dengannya? Mendatanginya seperti ini disaat seharusnya ia mempersiapkan diri untuk pernikahannya esok hari.

“Aku akan membatalkannya. Aku akan membatalkan pernikahan itu. Jadi biasakah kita bersama?”

Dan Ryeowook semakin tidak mengerti dibuatnya. Apa? Gadis ini akan membatalkan pernikahannya demi bisa bersama dengan dirinya? Haruskah Ryeowook senang atau justru sebaliknya?

“Aku menyukaimu, Ryeowook-ssi. Aku mengerti sekarang kenapa aku terus memikirkanmu, dan bersikeras ingin membatalkan pernikahan ini. Bukan karena Kyuhyun mungkin saja akan menjatuhkan Shin’s Group tapi karena aku menyukaimu. Aku menyukaimu, Ryeowook-ssi.” Tekannya. Air matanya meleleh sekarang. Tangis pertama Shin Minrin yang dilihat Ryeowook. Ini pertama kalinya Ryeowook melihat Minrin begitu rapuh, mengesampingkan egonya dan juga sifat keras kepalanya untuk datang kehadapannya dan mengatakan dia menyukainya.

“Kau adalah laki-laki pertama yang membuatku seperti ini. Kehilangan akal hanya karena memikirkanmu. Kau orang pertama yang membuatku jatuh cinta, orang pertama yang tidak hanya menganggapku sebagai Diretur tapi juga sebagai seorang wanita. Kau juga orang pertama yang menciumku.” Tuturnya, sementara tatapannya berubah lembut.

Sungguh Ryeowook tidak tega melihatnya seperti ini.

“Jadi, bisakah kita bersama? Aku ingin bersama denganmu dan menikah denganmu. Bisakah itu terjadi?” tanyanya melemah.

Air matanya sudah deras mengalir ketika Ryeowook hanya bisa menatapnya tanpa bisa memberi jawaban. Shin Minrin, gadis itu menyukainya. Apa yang harus dilakukannya? Mengiyakan tapi akan membuatnya terluka ataukah membiarkannya pergi padahal dari hati kecilnya tidak ingin melakukan itu.

Maka dengan sisa akal sehatnya, Ryeowook menarik tangan gadis itu mendekat ke arahnya, dan mendekapnya erat. Dirasakannya tangis Minrin semakin pecah di pelukannya, tubuhnya bergetar hebat dan Ryeowook bahkan bisa merasakan detak jantungnya yang berpacu cepat.

“Ne, kita bersama, Minrin-ya..”

 

CUT

Huft ada yang masih ingat ff ini? Ah aku saja tidak ingat kapan terakhir kali ngepost ff ini. Draftnya sudah ada, part ini juga sudah ada sejak beberapa bulan jd penghuni di folder, tapi rasanya aku kehilangan feel nerusin ff ini. Sampai pada akhirnya kemarin ada yg menanyakan ttg ff ini, jadi aku memutuskan untuk merampungkan part ini. Seperti yang pernah aku bilang ff ini muncul gara2 habis nonton Nice Guy. Jadi mohon dimaklumi kalau scene nya ada yg hampir sama. Tapi please jangan bayangin Ryeowook kayak Maru ya.. hehe ^^  

Ya sudahlah.. terima kasih yang masih mau baca ff ga jelas ini yang katanya super rumit :D. semoga masih ada feel buat lanjutin ff ini. Sampai jumpa di post an berikutnya…. Bittersweet

Advertisements

5 thoughts on “(Fanfiction) 8 Stories 8 Loves 8 Hearts Part 4 : Love Hate 2

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s