(Minyeon Story) It’s New Year and His Birthday

hbd sungmin

Title     : It’s New Year and His Birthday

Cast      : Park Sungyeon, Lee Sungmin

Genre  : Romance, fluff

Rating : 13

Length : Oneshoot (2970 words)

Author : d’Roseed (@elizeminrin)

Disclaimer : I just have story and artwork

 

Desember 31 2013

Seoul, South Korea

08.00

Pagi itu suasana dorm terlihat ramai dari biasanya. Beberapa di antara mereka sibuk menyiapkan sarapan, sementara yang lain duduk-duduk di ruang tengah untuk menunggu giliran kamar mandi. Dan diantara empat yeoja yang duduk di ruang tengah itu terlihat magnae mereka, Park Sungyeon yang sibuk memindah-mindah chanel televisi. Tindakan yang langsung mendapat amukan Sungyoung yang baru saja bergabung dengan muka paling kusut karena bangun tidur.

“Yaa, Magnae apa yang Kau lakukan? Berhenti memainkan remot itu, membuatku pusing saja.” Gerutunya. Ia mengambil bantal sofa dan langsung memeluknya, sementara Yeonie panggilan akrab Sungyeon hanya bisa diam dan menurut. Tidak ada yang lebih mengerikan dari pada mendapat amukan member seperti Sungyoung di pagi yang dingin ini.

“Aahh aku bosan..” Yeonie melempar remote di tangannya dan beralih duduk di sofa, di dekat Chany yang sedang sibuk dengan ponselnya. “Eonnie, kau sedang apa?” tanyanya mencari obrolan ringan. Kepalanya mendekat dan ikut memperhatikan layar ponsel roommate nya itu.

“Issh, pagi-pagi sudah main game..” sungut Yeonie yang menyadari eonnie nya itu tengah konsentrasi bermain game.

Sama sekali tidak minat mengganggu Chany, Yeonie bangkit dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya menuju dapur. Di sana sudah ada Nimi dan Minrin yang sedang berduet mencipatakan sarapan pagi mereka. Pemandangan yang sedikit aneh untuk Yeonie karena mendapati salah satu eonnie nya yang tidak bisa memasak, bisa menemani Nimi di dapur. Yeonie melirik Minrin dan memperhatikan sebentar.

“Minrin eonnie, tumben Kau berada di dapur.” Komentarnya. Ia mendekat dan berdiri di samping Minrin yang sedang memotong daging.

“Kau tidak tahu, dia sedang berusaha menjadi wanita yang bisa memasak?” Nimi ikut berkomentar.

“Jinjjayo?.. wae? Apa Ryeowook oppa yang memaksa eonnie?” tanya Yeonie.

Minrin diam dan tidak menggubris pertanyaan itu. Sebaliknya dia justru berkonsentrasi penuh dengan pisau di tangannya. “Issh.. kenapa susah sekali!” gerutunya.

Nimi yang melihatnya hanya terkekeh dan mendorong Minrin ke belakang, membiarkan dirinya yang menggantikan Minrin. “Ck. Tidak bisa dipercaya memotong daging saja tidak bisa.” Nimi tertawa kecil.

“Seharusnya eonnie belajar memotong dulu kalau ingin belajar memaksa.” Yeonie berkomentar lagi dan langsung mendapat tatapan tajam dari Minrin.

“Masih mending hanya daging yang kalian ributkan, dia bahkan mengataiku tidak bisa memasak hanya karena aku tidak bisa mengiris bawang.” Gerutu Minrin lagi.

Baik Nimi dan Yeonie hanya tertawa setelahnya.

“Tapi eonnie-ya, Apa yang akan kalian lakukan malam tahun baru nanti?” tanya Yeonie mengubah arah pembicaraan sebelum Minrin kembali menggerutu sebal. “Kita buat pesta saja bagiamana? Kita buat pesta tahun baru member dbrinds di dorm.” Seru Yeonie bersemangat.

“Tidak bisa Yeonie-ya. Mereka sudah ada janji sendiri untuk menghabiskan malam tahun baru ini.” Ujar Nimi kalem. Tangannya masih sibuk dengan pisau dan daging. Sementara Minrin yang duduk di depan meja makan hanya mengangguk membenarkan.

“Benarkah? Kenapa mereka tidak bilang? Apa eonnie juga sudah ada janji dengan seseorang?” tanya Yeonie lagi. Ia menatap Nimi dan Minrin bergantian.

“Hmm.. ” Minrin bergumam membenarkan pertanyaan Yeonie.

Yeonie beralih memperhatikan Minrin yang tadi menjawab dan menyipitkan matanya curiga. “Eiiyy eonnie sudah janji dengan siapa? Ryeowook oppa tidak akan ada di Korea malam tahun baru ini. Apa eonnie menemui namja lain?” tanya Yeonie yang langsung mendapat jitakan pelan di keningnya. Ia merengut dan mengusap dahinya yang baru saja mendapat jitakan dari Minrin.

“Issh, eonnie kenapa kau memukulku?”

“Makanya jangan asal bicara. Aku akan menghabiskan malam tahun baru dengan eomma dan appa.” Lanjutnya.

“Aku kira menemui Kang Min Hyuk CNBLUE.” Celetuk Yeonie menyebutkan seorang namja yang akhir-akhir ini terlihat dekat dengan Minrin.

Satu lagi jitakan mengarah ke keningnya, tapi beruntung kali ini Yeonie bisa menghindar dan terkekeh setelahnya.“Kalau eonnie, apa yang akan kau lakukan nanti?” kali ini ia beralih pada Nimi yang sejak tadi hanya tersenyum melihat tingkah kedua dongsaengnya.

“Aku?..aku juga sudah ada janji.” Jawabnya sambil tersenyum. Lagi-lagi mencurigakan bagi Yeonie.

“Nuguya? Leeteuk Oppa?” tebaknya asal.

“Hmm.. bisa dibilang begitu. Aku, Leeteuk oppa dan Inyoung eonnie.”

Yeonie menghela nafasnya dan mengambil apel di meja dan memakannya dengan rakus. Semua sudah ada janji, lalu bagaimana dengan dirinya yang bahkan tidak punya rencana apapun. Keluarganya pergi Jepang untuk merayakan tahun baru di sana. Semua member kemungkinan juga sudah ada janji. Kalau sudah begini, ia menyesal karena menolak ikut ke Jepang.

“Apa kau tidak punya rencana tahun baru, Yeonie-ya?” tanya Minrin yang tiba-tiba menangkap ekspresi kecewa dari magnaenya itu.

Yeonie menggeleng pelan. “Sepertinya aku akan menghabiskan tahun baru di dorm saja.”

“Kau yakin? Mungkin kau bisa ikut dengan Chany. Sepertinya dia akan berpesta dengan teman-temannya.” Sahut Nimi memberi masukan. Tapi lagi-lagi hanya ditanggapi gelengan kepala oleh Yeonie.

“Lebih baik di dorm dari pada diacuhkan Chany eonnie di pestanya nanti.”

“Kalau begitu kau ikut denganku saja bagaimana?” Kali ini Minrin yang memberi masukan. Yeonie menoleh ke arah eonnienya itu dan terlihat menimang-nimang. Tapi lagi-lagi dia menggeleng.

“Tidak usah, eonnie. Di sana pasti keluarga besarmu akan berkumpul. Gwaenchana, aku akan di dorm saja. Menonton film, dan mungkin sedikit bermain-main di jejaring social.”

                       

 

23.40

Yeonie melirik jam di dinding ruangan itu dan sekali lagi Ia menghela nafasnya. Ia benar-benar sendiri di dorm. Dan sejujurnya ia masih tidak percaya ia akan menghabiskan malam tahun baru sendirian di dorm seperti ini. Minrin dan Nimi sudah pergi sejak sore tadi. Sungyoung satu-satunya yang tidak libur di malam tahun baru, belum kembali dari drama musikalnya. Katanya dia akan berpesta tahun baru dengan kru dan pemain di drama musikalnya. Ahra sudah terbang ke Beijing menemui keluarganya sejak dua hari yang lalu. Sedangkan Hyehyo dan Chany pergi bersama teman-temannya. Dan Ranran, Yeonie sendiri tidak tahu apa yang dilakukan leadernya itu. Tapi tadi dia bilang akan menemui seseorang. Entah seseorang yang dimaksud itu siapa.

“Bosan..” serunya. Satu buah bantal sofa kembali dilemparkannya ke atas lalu ditangkapnya dan kemudian memeluknya. Ia bangkit dari posisi tidur dan beralih pada televisi yang sejak tadi menyiarkan konser akhir tahun.

Bicara soal konser. jika saja orang itu dan juga groupnya tidak tiba-tiba harus pergi ke China, sudah pasti Yeonie tidak akan mati bosan sendirian di dorm merayakan tahun baru. Orang yang dimaksud, tentu saja Lee Sungmin. Satu-satunya namja yang berjanji akan merayakan tahun baru bersamanya.

“Issh.. kenapa dia tidak menghubungiku?” gumamnya sendiri.

Dan mendadak sesuatu terlintas di kepalanya. Sesuatu yang sudah sejak lama tidak dilakukannya. Buru-buru ia bangkit dari tempat duduknya dan melesat ke kamarnya. Mengambil laptop kesayangannya dan langsung kembali duduk di sofa tadi.

Tangannya dengan lincah membuka situs Naver, Youtube, Twitter dan bahkan weibo. Dia membuka akun twitter dan weibo sekedar menyapa teman-temannya. Setelah puas bermain-main dengan jejaring social, ia mengecek berita di situs Naver. Satu artikel membuatnya tertarik dan dengan cepat tangannya mengarahkan cursor lalu mengkliknya.

“Treasure Island konser.” Yeonie bergumam pelan.

Ah..dia hampir lupa, namja itu baru saja menyelesaikan konser dari agensinya SMTOWN weeks dua hari yang lalu. Tangannya kemudian dengan cekatan mengetikkan beberapa kata keyword di papan search youtube.

Lee Sungmin solo Treasure Island concert.

Begitulah kalimat yang yang diketiknya. Dan tanpa hitungan, berbagai video muncul di layar laptopnya. Dia mengklik satu video dengan viewers terbanyak dengan judul Sungmin sexy dance.

“Oh.. dia melakukannya lagi.” Gumam Yeonie.

Selanjutnya yang dilakukannya adalah melihat solo stage namja itu. Sesuatu yang entah kenapa membuat Yeonie tidak suka. Ini memang bukan pertama kalinya tapi tetap saja ia tidak suka melihatnya menyentuh yeoja lain seperti itu.

Yeonie akui Sungmin sangat keren melakukan dance itu. Dan namja itu juga terlihat lebih tampan sekarang. Yeonie tersenyum sendiri melihatnya. Siapa yang menyangka wajah yang tapan itu akan segera berusia 29 tahun?

“Ah.. benar dia berulang tahun besok.”

Satu lagi hal yang dilupakan Yeonie. Bagaimana ia bisa lupa kalau tahun baru berarti ulang tahun Lee Sungmin.?

Tangannya menyambar ponselnya dengan cepat. Membuka pesan, dan mengetikkan kalimat di sana. Setiap tanggal 31 Desember semua orang di dunia menghitung mundur tahun baru, tapi baginya tidak hanya tahun baru, tetapi juga ulang tahun Sungmin. Satu hal yang hampir dilupakannya.

Yeonie melirik jam yang menunjukkan pukul sebelas lebih, dua puluh menit menuju tahun baru di Korea,

To : Lee Sungmin

Oppa …

 

                       

 

Shanghai, China

22.40

Sungmin mengambil ponsel yang tadi sempat bergetar. Beruntung belum waktunya untuk tampil, jadi dia masih punya kesempatan untuk bermain dengan ponselnya. Dahinya mengernyit dan seulas senyum tertarik begitu saja di bibirnya saat melihat siapa orang yang mengirimnya pesan.

Park Sungyeon. Gadis itulah yang baru saja membuat ponselnya bergetar. Mendadak ia merasa bersalah karena tidak bisa menempati janjinya untuk merayakan tahun baru bersama Sungyeon. Tapi kenapa dia hanya mengiriminya pesan dengan tulisan Oppa..

“Aigoo.. ada apa dengannya?” Sungmin tersenyum kecil sembari menggerakkan tangannya menekan-nekan huruf di ponselnya.

“Hyung, kenapa kau senyum-senyum begitu?” Donghae yang melihat Sungmin tersenyum sendiri mendekat ke arahnya. “Oppa..?” tanyanya heran. “Kenapa dia mengirimmu pesan seperti itu. Seharusnya dia mengucapkan selamat ulang tahun padamu, Hyung.” Donghae berkomentar, tapi Sungmin hanya melirik sekilas tanpa minat, lalu melanjutkan fokusnya di deretan huruf di ponselnya.

Tanggal satu Januari memang ulang tahunnya, tapi sekarang bahkan belum tahun baru, jadi ulang tahunnya pun belum terjadi. Lahir tepat di tahun baru memang kadang menyenangkan. Bayangkan saja, seluruh orang di dunia merayakannya dengan suka cita. Dan seperti tahun kemarin, dia berada di China dengan member lainnya, menjadi bintang tamu dan merayakan tahun baru. Tapi untuk kali ini dia ingin merayakannya dengan cara berbeda. Bersama gadis itu tentu saja. Sayangnya rencana itu gagal ketika mereka harus bertolak ke Shanghai.

Tting!.

Satu lagi pesan balasan dari Sungyeon. Sungmin buru-buru membukanya, masih dengan Donghae yang menempel di kirinya.

“Kurasa dia merindukanmu, Hyung.” Komentar Donghae lagi.

Sungmin lagi-lagi tersenyum. Bagaimana tidak tersenyum membaca pesan yang dikirim Sungyeon yang nyatanya berhasil melambungkan isi hatinya.

Tahun baru di Korea tidak terlalu menyenangkan. Aku merasa sendiri.

“Memangnya dia tidak merayakan tahun baru dengan teman-teman atau keluarganya?” tanya Donghae berusaha mencerna maksud dari pesan Sungyeon itu.

“Dia sendirian di dorm. Orang tuanya pergi ke Jepang. Dan teman-temannya itu sudah punya janji sendiri, termasuk Chany.” Sungmin menoleh pada Donghae dan menekankan nama Chany, yang langsung membuat Donghae mendengus kesal.

“Jinjjayo? Memangnya kemana bocah itu pergi?” dengusnya kesal.

“Kenapa bertanya padaku? Tanya sendiri saja..” sahut Sungmin cepat, secepat Donghae yang langsung melesat pergi mengambil ponselnya.

Diam-diam Sungmin tertawa melihat tingkah dongsaengnya itu. Astaga, apa dia terlalu takut Chany pergi dengan namja lain sementara dia harus berada di China? Sungmin menggelengkan kepalanya lalu beralih kembali pada ponselnya.

Mianhae. Apa aku harus terbang ke Korea sekarang, dan membuatmu tidak sendiri lagi?

                                   

 

Seoul, South Korea

23.50

Lagi-lagi Sungyeon tersenyum membaca pesan balasan Sungmin. Meski hanya sebuah tulisan dan tidak diucapkan langsung, tapi kenapa hatinya berdebar hebat seperti ini?

Hatinya memang selalu berdebar melihat orang itu, mendengar suaranya dan bahkan hanya membaca tulisan-tulisan romantis yang dikirimkannya.

“Tsk.. terbang ke Korea. Yah meski aku sangat ingin kau melakukannya. Tapi kurasa aku sangat egois jika seperti itu.” Sungyeon bergumam pelan membalas pertanyaan Sungmin yang menurutnya hanya bualan.

Meski hanya bualan, dan memang sejak tadi mereka hanya saling berkirim sms yang isinya bualan. Tapi dengan begini, Sungyeon tidak sendiri merayakan tahun baru.

Kuere, segera pesan tiketmu dan terbanglah ke Korea sebelum tahun baru ^^

Hampir tengah malam di sini. Di China masih satu jam menuju tengah malam kan? Aku akan mengucapkannya setelah China merayakan tahun baru.

Sent!

Dua tiga detik, bahkan sudah beberapa saat setelah pesannya terkirim, tapi tidak ada balasan dari Sungmin. Sungyeon menghela nafasnya. “Apa dia sedang tampil?” gumamnya sendiri.

Sungyeon melirik jam di ponselnya. Pukul 23.57. Hanya tinggal tiga menit sebelum tahun baru. Dan itu berarti hanya tinggal tiga menit sebelum kekasihnya itu merayakan ulang tahunnya.

24.00

“Happy new year..” Sungyeon berseru ketika jam tepat menunjukkan tengah malam. Ia meniup terompet yang tadi dibelinya.

Di luar sana cahaya kembang api terlihat berkilau. Sungyeon melihatnya dengan tersenyum di balik jendela besar dormnya. Seharusnya saat ini dia akan mengucapkan selamat ulang tahun pada Sungmin dan memberikannya hadiah yang sudah seminggu dipersiapkannya. Seharusnya mereka akan ada di atas gedung sambil menyalakan kembang api, lalu mereka juga akan mengucapkan harapan masing-masing untuk tahun 2014.

Tapi sudahlah..

Dua tahun tidak bisa merayakan tahun baru bersama, dan juga tidak bisa memberikan kejutan ulang tahun tepat di tengah malam, rasanya sedikit mengecewakan. Tapi kalau dipikir-pikir lagi semua itu tidak masalah, selama Sungmin tetap berada di sisinya.

                       

 

Shanghai, China

23.10

Selesai tampil Sungmin langsung menghampiri manager yang tadi membawa ponselnya. Saat ini sudah jam sebelas lebih yang itu berarti Korea sudah merayakan tahun baru. Lagi-lagi tidak bisa mengucapkan tahun baru tepat di tengah malam.

“Hyung, ponselku mana?” tanyanya pada manager hyung. Nafasnya masih tersengal-sengal setelah tampil tadi, dan dia harus sedikit berlari menghampiri hyungnya.

“Oh..iggeo. Banyak sekali sms yang masuk.”

“Gomawo..” Sungmin segera mengambil ponsel itu dan langsung bergegas mencari tempat yang agak sepi untuk menghubungi gadisnya.

Puluhan sms memang masuk ke kotak pesan termasuk pesan balasan dari Sungyeon. Beberapa ucapan tahun baru dan juga selamat ulang tahun, tapi Sungmin tidak menemukan ucapan selamat ulang tahun dari Sungyeon di sana.

Dia mencapai waiting room Super Junior yang kosong, karena member lainnya masih bersama managernya, mungkin untuk menyaksikan penampilan artis lain. Setelah yakin tidak ada orang yang akan mendengarnya, Sungmin pun langsung menekan angka tiga di ponselnya, itu adalah panggilan cepat untu Sungyeon. Kenapa angka tiga? Karena angka satu milik Ibunya, dan angka dua milik adiknya.

Terdengar nada tunggu beberapa detik sebelum akhirnya sebuah suara yang familiar untuknya menjawab.

“Yeobseo Oppa..”

“Happy new year. Sudah tahun baru di sana, jadi aku mengucapkannya.” Jawab Sungmin.

“Eo.. aku tidak akan membalasnya. Kau belum merayakan tahun baru.”

Sungmin tersenyum mendengar penuturan gadis itu. Ya.. dia memang belum merayakan tahun baru di sini. Karena Korea satu jam lebih awal di bandingkan China, jadi Korea akan merayakan tahun baru lebih dulu dari China.

“Aku tahu. Selamat tahun baru, Yeonie-ya. Aku berdoa untuk kebahagian dan kesehatan untukmu.”

“Untukmu juga, Oppa. Kebahagiaan dan kesehatan untuk kita berdua.”

“euhmm.. kau harus bahagia, maka aku akan bahagia. Karena kebahagiaan Lee Sungmin ada pada Park Sungyeon.” Balas Sungmin dengan serius.

Hanya terdengar suara decakan singkat, tapi bisa dipastikan Yeonie tidak sedang kesal mendengar penuturan itu. Karena Sungmin cukup tahu itu juga yang mungkin dirasakan gadis itu.

“Oh..mwoya? kau sedang menggodaku?”

“Aniya, aku serius. Tapi Yeonie-ya, Kau tidak mengucapkan selamat ulang tahun padaku?” tanya Sungmin lagi.

“Aku akan mengucapkannya satu jam lagi.”

Sungmin tersenyum dan mengangguk. Sebenarnya ia tidak terlalu peduli Sungyeon tidak mengucapkan selamat ulang tahun padanya, asalkan gadis itu tetap di sisinya, maka semua tidak masalah.

“Arraso. Pastikan kau menyiapkan kadonya setelah aku kembali ke Korea. Karena besok pagi-pagi setibanya aku di Korea aku akan langsung menemuimu.”

Kali ini terdengar nada tidak terima dengan dengusan riang dari Sungyeon. Sungmin yakin gadis itu sedang menggerutu, tapi dia juga yakin gadis itu sedang tersenyum sekarang. Begitu juga dengannya yang tidak bisa menahan senyum sejak tadi.

“Oke. Pulang dengan cepat dan aku akan memberikan kadomu.”

“Arraso..”

Tepat saat itu suara pintu yang dibuka terdengar menginterupsi, mengurungkan niat Sungmin untuk berkata lagi. Ia menoleh dan mendapati Donghae masuk ke dalam ruangan itu. Sungmin menatap Donghae menyelidik, begitu juga Donghae yang menatap Sungmin tajam.

“Wae? Kenapa diam? Teruskan saja kalau kalian mau bicara lebih banyak. Aku tidak akan mengganggu, hanya mengingatkan kau harus kembali ke sana. Sebentar lagi kita akan menghitung mundur tahun baru.” Donghae merebahkan diri di sofa samping Sungmin dan menyilangkan tangannya.

“Aku masih tidak mengerti kenapa hyung memilih menyendiri di sini, padahal member lainnya sedang bersuka cita menyambut tahun baru di sana. Lagipula besok ulang tahunmu, hyung seharusnya kau di sana.”

Sungmin menghiraukan Donghae dan beralih pada ponselnya . “Yeonie-ya, Sampai jumpa di Korea. Aku harus pergi sekarang.” Ucapnya pada Yeonie sebelum sambungan itu pun diputus.

Sekarang Sungmin beralih pada Donghae. “Aku terlalu sering melewatkan ulang tahunku bersama kalian.”

“Wae? Shirro?” tanya  Donghae tidak terima.

“Aniya.. aku hanya merindukannya, memangnya tidak boleh? Lagipula aku sudah membuatnya kecewa karena tidak bisa menempati janjiku padanya.” Potong Sungmin cepatt. Ia bergegas berdiri dan memasukkan ponselnya ke dalam saku.

“Tidak ada yang melarang kau merindukan Yeonie. Kau hanya membuat ku iri. Di saat seperti ini kalian masih bisa berkirim pesan dan saling memperhatikan. Berbeda dengan ku dan Chany. Apa yang dilakukan dan dengan siapa dia sekarang, aku sama sekali tidak tahu.”

“Bukankah itu berarti kau mempercayainya, dan dia mempercayaimu. Kalian saling percaya tidak akan melakukan sesuatu yang akan membuat pasangannya marah. Kurasa aku cukup iri dengan itu. Sedangkan aku kadang masih belum bisa memberikan kepercayaanku sepenuhnya pada Yeonie.” Sungmin berujar dan menepuk pundak Donghae pelan.

“Setidaknya kalian terlihat akur tidak sepertiku. Mungkin kami memang saling percaya, tapi Hyung tidak akan percaya kami kadang akan bertengkar hebat saat salah satu dari kita dibuat kecewa.”

“Itu wajar dalam sebuah hubungan, Hae. Sudahlah.. kajja member lainnya pasti sudah menunggu.” Sungmin menghentikan ucapan Donghae atau lebih tepatnya curhatannya, dan bergegas keluar.

                       

 

23.59

Detik-detik pergantian tahun. Semua orang menghitung mundur menuju tahun 2014. Sungmin yang berdiri di antara member dan juga artis lainnya terus saja mengumbar senyum. Bukan hanya karena ini tahun baru, karena tepat saat jam menunjukkan pukul dua belas malam, berarti usianya juga bertambah.

“Three..Two..One.. Happy new year.” Semua orang berteriak suka cita tak terkecuali Sungmin.

Ryeowook yang berdiri di sampingnya langsung merangkulnya dan mengucapkan selamat ulang tahun, begitu juga dengan Eunhyuk yang langsung memelukanya.

“Hyung, saenggil chukka hamnida.” Serunya.

Sungmin tertawa dan hanyut dalam kebahagiaan itu. Begitu juga dengan semua orang yang hadir di acara ini. Semua terlihat bahagia dan saling melempar ucapan serta doa.

Ya hari ini, tepat satu januari 2014 dia berulang tahun yang ke 29. Umur yang sudah tidak muda lagi. Dan dia berharap semua orang akan bahagia di tahun ini.

Di sela-sela suasana ramai itu, Sungmin diam-diam mundur agak kebelakang dan mengeluarkan ponselnya yang tadi dirasakannya bergetar.

Satu pesan dari Park Sungyeon.

Saengil chukka hamnida uri Lee Sungmin oppa. Dan juga happy new year. Aku berdoa kebahagian dan kesehatan untukmu. Berbahagialah, karena kebagiaan Lee Sungmin juga kebahagiaan Park Sungyeon^^

Meskipun kau bertambah tua, tapi kau tetap yang tertampan, kau yang terkeren, dan kau yang terbaik. Aku mencintaimu ❤

Ps : Aku melihat solo stagemu di konser super junior. Kau terlihat sexy, meski aku tidak suka melihat yeoja itu menyentuhmu, tapi aku menyukainya karena kau sangat keren. Lee Sungmin jjang~^^

Dan Sungmin hanya bisa tersenyum membaca pesan itu.

CUT

Akhirnya bisa juga nulis ff special buat Lee Sungmin’s birthday. Happy birthday uri king of aegyo. Umur boleh tua tapi wajah tetap babyface ^^ stay health and be happy.

Dan juga Happy New Year semuanya. Mari menjadi orang yang lebih baik di tahun 2014. Semoga semuanya akan dimudahkan di tahun ini. ^^ 

Advertisements

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s