(Fanfiction) #2 Break Up ?

break up cover

Title : #2 Break Up ?

Cast : Kim Ryeowook Super Junior, Shin Minrin dBrinds

Genre : Romance, sad, life

Rating : PG 15

Length : 2922 words

Author : d’Roseed / @elizeminrin

Disclaimer : I just have the story and the poster. Don’t Copy paste my story ^^

A/N : Ini agak melenceng dari ideku semula. Awalnya Cuma mau bikin yang simple yang terdiri 2-3 part aja, tapi sepertinya bakalan lebih dari 3 part -__-. Dan saya juga tidak tahu kenapa memunculkan masalah ini di saat Ryeomin terancam benar-benar bubaran .. ); mungkin banyak typo, jadi tolong dimaklumi ya …

Well, happy reading guys~~! Leave your comment please.. ~~^^

 

February 13th 2013

At Super Junior’s dorm

“Apa kau tidak terlalu berlebihan bicara seperti itu, ha?” Sungmin mulai berkomentar ketika akhirnya Ryeowook buka suara tentang semuanya. Termasuk alasan kenapa akhir-akhir ini Ryeowook tidak pernah lagi pergi menemui Minrin secara pribadi.

Awalnya Sungmin memang sangat terkejut menerima kenyataan bahwa salah satu adik kesayangannya ini baru saja berpisah dengan kekasihnya. Dan yang lebih mengejutkan lagi, dirinya adalah satu dari sedikit orang yang tahu hal ini di antara member Super Junior.

Sejak kapan Ryeowook berpisah dari Minrin? Dan kenapa Sungmin sendiri yang bisa dibilang banyak menghabiskan waktu dengan Ryeowook justru tidak tahu appaun soal itu.

Tapi itu semua tidak penting sekarang. Satu-satunya yang penting dan jujur saja membuat Sungmin heran adalah alasan Ryeowook berpisah dari Minrin. Bagaimana mungkin Ryeowook mengatakan bahwa Minrin mungkin saja tidak benar-benar menyukainya. Astaga.. dari mana dia mempunyai hipotesa seperti itu?

Satu-satunya yang Sungmin tahu adalah seberapa pun orang mengatakan Ryeowook dan Eunhyuk selalu menjadi nomor terakhir dalam hal visual, tapi yeoja itu selalu mengatakan Ryeowook yang pertama dan Eunhyuk yang kedua. Bahkan Kyuhyun saja kalah dari dua orang itu. Lalu bagaimana bisa Ryeowook mempunyai pemikiran seperti itu?

“Ryeowook-ah..!!”

“Aku tidak bermaksud menyakitinya. Aku hanya mengatakan apa yang aku pikirkan.” Ujar Ryeowook kemudian. Sama sekali tidak membuat Sungmin senang atau bahkan menjawab tanda tanya di kepalanya.

Tidak bermaksud menyakitinya dan hanya mengungkapkan isi pikirannya. Ya, baiklah jawaban itu benar-benar Ryeowook. Sungmin menghela nafasnya kemudian ia pun melirik Ryeowook. Adiknya ini memang selalu keras, apapun yang ada dipikirannya akan begitu saja diutarakan. Tidak heran kadang Ryeowook lebih cocok dijuluki sharp comment ketimbang Kyuhyun.

“Tapi Kau tidak seharusnya juga memutuskan berpisah karena alasan seperti itu.” Sungmin kembali membalasnya.

Minrin satu-satunya yeoja yang berhasil membuat Ryeowook move on dari yeoja yang dicintainya dulu. Dan kalau saja Ryeowook melepaskan Minrin begitu saja, Sungmin yakin adiknya ini sudah melepaskan orang yang seharusnya dia genggam erat keberadaanya.

“Kadang-kadang Kau tidak harus mengikuti pikiranmu, tapi hatimu juga harus dipertimbangkan.” Sungmin melanjutkan. Dia kembali memperhatikan Ryeowook dari ekor matanya.

Ryeowook terlihat enggan mendengar nasihat hyungnya itu dan memilih mengambil ponselnya kemudian tidak berapa lama ia pun mulai berkutat dengan benda mati itu. Tapi Sungmin tahu Ryeowook mendengar ucapannya tadi. Hanya saja mungkin Ryeowook agak tidak suka mendengarnya, karena itu dia bersikap cuek seperti itu.

“Aku tidak mau terlibat dalam masalah kalian, hanya saja Kau perlu berpikir ulang, Wook.” Ucap Sungmin lagi.

Kali ini Ryeowook melirik Sungmin tidak mengerti. “Kau ingat, siapa orang yang berhasil membuatmu lupa dengan yeoja yang kau sukai sejak lima tahun yang lalu?” Sungmin menghela nafasnya kemudian melanjutkan. “Kurasa kalau Kau tidak bertemu dengan Minrin, sampai sekarang bayang-bayang yeoja itu masih menghuni pikiranmu.”

Mendadak Ryeowook menghentikan aktivitas tangannya di atas ponsel touchscreen itu dan menoleh pada Sungmin. Wajahnya menunjukkan keheranan namun juga sedikit ketidaksukaan. “Ini tidak ada hubungannya dengan gadis itu.” ucapnya agak kesal.

“Baiklah ini memang tidak ada hubungannya dengan gadis itu. Tapi aku benar kan kalau Kau sebenarnya masih menyukai Minrin?” pertanyaan Sungmin itu langsung membuat Ryeowook benar-benar meninggalkan fokusnya pada ponsel di tangannya.

 

                       

In the Morning

Ryeowook kembali melayangkan pandangannya menatap langit-langit kamarnya. Pikirannya tidak karuan sejak tadi, apalagi setelah pembicaraannya dengan Sungmin semalam. Semua hal yang mereka bicarakan tiba-tiba menjadi satu-satunya focus utama di otaknya, dan bahkan bayangan ekspressi hyungnya yang begitu serius ikut membuatnya kehilangan hal lain untuk dipikirkan.

Satu-satunya yang sampai sekarang sangat mengganggu pikirannya adalah ucapan Sungmin yang seakan menyalahkan keputusannya yang katanya hanya berdasarkan pemikiran tanpa perasaan yang mengimbangi. Sebenarnya tidak bisa juga dibilang menyalahkan tetapi hanya tidak membenarkan.

Jujur saja, Ryeowook juga tidak tahu kenapa dia tiba-tiba membuat keputusan itu. Padahal jelas-jelas dia sendiri tidak membenci gadis itu. Sama sekali tidak. Bagaimana mungkin Ryeowook membenci Minrin yang selalu mengulurkan tangannya untuk membantu Ryeowook, menyediakan bahunya untuk Ryeowook bersandar atau menyediakan tissue kalau-kalau Ryeowook mendadak menangis. ^^ Ya.. itu hanya hal kecil sih. Selebihnya, kehadiran Minrin lebih dari itu semua. Bagaimana menjelaskannya ya.. , Yang jelas Minrin adalah yeoja pertama yang membuatnya nyaman jika terus berada di dekatnya.

Dia itu memiliki kepribadian yang sulit ditebak. Kadang cuek, kadang bisa periang atau pendiam, dan kadang dia bisa juga sangat manja. Entahlah…yang jelas kepribadiannya itu bisa berubah sewaktu-waktu, seperti berkepribadian ganda atau orang yang berdimensi 4 seperti Heechul dan Yesung. Tapi itulah yang membuatnya unik. Dan sialnya sifat itulah yang membuat Ryeowook jatuh cinta padanya. ^^

Tapi Sifatnya yang seperti itu jugalah yang terkadang membuat Ryeowook tidak bisa menebak isi kepala Minrin, bagaimana perasaannya dan apa yang gadis itu pikirkan. Dan itu membuat Ryeowook merasa gagal menjadi orang yang seharusnya mengerti lebih dulu tentangnya.

Ryeowook tersenyum sendiri ketika pikirannya sekarang penuh dengan gadis bernama Shin Minrin itu. Tawanya yang bisa meledak-ledak, atau senyum tipis dan ala kadarnya, dan bahkan ekspresi dingin yang selalu ditampilkan. Semuanya justru membuat Ryeowook tersenyum saat ini.

Ah.. jadi, apakah Ryeowook masih menyukai Minrin?

Pertanyaan bodoh. Tentu saja masih. Dan sungguh disayangkan karena sepertinya perasaan menyebalkan itu akan bertahan lama atau mungkin sangat lama. (:

Masalahnya adalah ada sesuatu yang tidak bisa Ryeowook jelaskan yang membuatnya melepaskan Minrin. Sesuatu yang kata Sungmin hanyalah ketakutan dan kebodohan Ryeowook semata. Ini juga sulit untuk dijelaskan sebenarnya.

Ryeowook menghela nafasnya “Eottoke..??”  Ia meraih boneka jerapah, pemberian dari salah satu fansnya saat super show 4 kemarin.

Sial, Kenapa jerapah ini justru semakin mengingatkannya pada Minrin? Ia ingat Minrin selalu memanggilnya jerapah pendek. Minrin bahkan pernah bilang kalau satu-satunya jerapah yang disukainya adalah jerapah pendek bernama Kim Ryeowook. Aiihh…kekanak-kanakan bukan? Ryeowook juga berpikir seperti itu. Tapi sekarang itu terdengar ..hmm.. sweet. ^^

“Ryeowook-ah..”

Ryeowook menoleh begitu mendengar seseorang yang memanggil namanya. Ia mendapati Kyuhyun berdiri di ambang pintu kamarnya. Raut yang lesu, kurang semangat, mata berkantung menghiasi wajah tampannya. Eiy.. ada apa dengan anak itu? Jangan katakan semalam dia bermain game sampai pagi.

“Waey..??”

Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan itu dan justru berjalan mendekat dan merebahkan tubuhnya di samping Ryeowook. Ia merebut boneka jerapah yang digenggam Ryeowook dan memeluknya di dada.

“Ya, ada apa denganmu?” Ryeowook kembali menoleh menghadap Kyuhyun dan menaikkan sebelah alisnya, heran dengan kelakukan Kyuhyun barusan.

“Bangunkan aku kalau manager hyung sudah datang.” Ucapnya seenaknya. Dia sedikit memiringkan wajahnya dan setelah itu matanya perlahan menutup. Tidur.

Ryeowook bangun dari tempat tidurnya dan mengamati Kyuhyun sejenak. Dasar bocah ini seenaknya saja. Kenapa juga dia harus tidur di kamar Ryeowook. Kenapa tidak di kamarnya sendiri? Seharusnya Ryeowook bisa berpikir tenang, tapi justru diganggu makhluk evil sepertinya.

“Kenapa kau tidak tidur di kamarmu sendiri ha?”

Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya, masih dengan mata terpejam. “Gadis itu seperti berputar-putar di langit-langit kamarku, membuatku tidak bisa tidur semalam.”

Eh?

“Nuguya?”

Ryeowook kembali menautkan alisnya, semakin bingung dengan ucapan Kyuhyun yang diluar nalar seseorang. Apa yang dia maksud tadi hantu? Ah..aniya. Tidak mungkin kan evil Kyu bisa takut dengan sebangsanya :p.

“Shin Ranran. ..Song Qian.” Jawab Kyuhyun kemudian.

Ryeowook seketika itu menahan tawanya begitu mendengar jawaban jujur dari Kyuhyun.

Ah.. jadi dua gadis itu yang membuat Kyuhyun kehilangan waktu tidurnya. Sudah Ryeowook duga. Ini pasti tidak jauh-jauh dari Ranran dan Victoria. Tapi kenapa juga seseorang seperti Kyuhyun bisa sangat galau seperti itu. Kalau itu dirinya, tentulah wajar. Tapi ini Cho Kyuhyun. Salah satu member Super Junior yang Ryeowook tahu selalu baik dalam menjalani sebuah hubungan dengan seorang yeoja.

“Kenapa lagi kau memikirkan mereka? Jangan katakan padaku Kau sebenarnya masih menyukai Ranran.” Tebak Ryeowook akhirnya. Untuk saat ini entah kenapa Ryeowook bersyukur masalahnya dengan Minrin tidak serumit KyuRanQian.

Kyuhyun sekarang membuka matanya dan menoleh menghadap pada Ryeowook. “Siapa bilang aku tidak menyukai gadis itu? Tentu saja kau menyukainya.” Ucapnya jujur. “…sampai sekarang aku masih menyukainya.” Lanjut Kyuhyun yang langsung membuat Ryeowook kembali menahan tawanya.

“Apa itu lucu?” decak Kyuhyun kesal begitu melihat raut pipi Ryeowook yang sedikit menggembung karena menaha tawanya.

“Aniya…!! Aku hanya tidak menyangka Kau bisa sejujur ini, Kyu.”

“Ck..!! Aku serius.” Kyuhyun memalingkan wajahnya dan kali ini menatap langit-langit kamar. “Tapi aku bingung siapa yang lebih aku sukai antara mereka berdua.” Dia melanjutkan.

Eh? Jadi maksudnya bocah ini menyukai dua-duanya begitu?

“Kau juga menyukai Qian?”

Kyuhyun mengangguk pelan.

“Itu mudah. Siapa diantara mereka yang lebih sering kau pikirkan?” tanya Ryeowook.

Sekarang Kyuhyun menggeleng pelan. “Molla..” Sejenak dia menghela nafasnya. “Apa Kau selalu memikirkan Minrin?” Kyuhyun balik bertanya.

“Ya, aku bertanya padamu. Jangan membalikkan pertanyaan..!!”

“Eiyy..! aku yakin Kau pasti juga memikirkan yeoja lain. Iya kan?” Kyuhyun mengamati Ryeowook dengan matanya yang berkilat.

“Aniya..!!”

“Jangan berbohong, Wook-ah. Aku bisa saja memberitahu Minrin soal yooja itu” Kyuhyun tersenyum evil sekarang.

Ryeowook tersenyum getir mendengar ancaman Kyuhyun itu. Apa Minrin akan peduli soal itu? sepertinya tidak.

“Kau memberitahunya pun dia juga tidak akan peduli.” Ujar Ryeowook tanpa pikir panjang. Dia mendesah pelan.

“Mwo? ..Waeyo?”

Ryeowook menolehkan kepalanya dan kembali membaringkan tubuhnya. “Kami sudah tidak ada hubungan apapun.”

“Eh? Jinjjayo?”

“Kalian putus?” Kyuhyun kembali bertanya, semakin penasaran sekarang. “Waey..?”

“Tidak apa-apa. Aku hanya lelah. Sekarang berhentilah bertanya kalau kau masih ingin tidur.” sergah Ryeowook cepat. Dia tidak akan suka jika harus mengulang cerita yang sama dua kali. Cukuplah Sungmin yang tahu. Dan Ryeowook yakin cepat atau lambat semua juga akan tahu tanpa Ryeowook repot-repot membuat pengumuman tentang itu.

“Ah..berarti kita sama. Sexy Free and Single.” Kyuhyun tersenyum lebar sekarang. “Kau tahu, menjadi single itu menyengkan. Kita tidak perlu lagi backstreet dari fans.”

Ryeowook mengernyit. Kenapa dia justru tertawa? bukannya sedikit menyalurkan simpatinya atau sebagainya, tapi justu senyum lebar seakan ini kabar baik. Astaga. Tapi..ya ucapan Kyuhyun yang terakhir itu benar juga.

“Kau benar. Even I’m not Sexy, Kyu. Tapi itu benar kalau sekarang aku kembali menjadi laki-laki yang free dan single.” selebihnya Ryeowook juga ikut tertawa.

“Move Jagger mu itu sudah merubahmu jadi Sexy, kau tidak bisa mengelak..” Kyuhyun menambahkan.

“Mworago?”

“I got a move like jagger….” Kyuhyun menggerakkan tangannya ke atas persis yang dilakukan Ryeowook saat menyanyikan lagu Maroon5 itu.

“Ya..!!” dengan cepat Ryeowook memukul Kyuhyun dengan boneka jerapahnya.

Benar. Dia dan Kyuhyun berubah status menjadi bebas dan sendiri. Tapi apa iya, menjadi sendiri itu akan terus menyenangkan? Kenapa Ryeowook justru merasakan sesuatu yang hilang dalam hidupnya. Sesuatu yang sebelumnya selalu menjadi penyeimbang, dan saat penyeimbang itu hilang, maka ia mulai kesulitan berdiri tegak seperti semula.

Dia merindukan gadis itu.

 

                       

 

Minrin dBrinds mendapat lemparan dari fans

Salah satu member dBrinds, Shin Minrin mendapat serangan dari sesaeng fansnya. Kemarin, setelah dBrinds menghadiri acara music untuk comeback album nya, tiba-tiba seorang wanita tidak dikenal melemparkan kaleng minuman ke arahnya secara tiba-tiba.

Tidak ada luka yang serius tapi perwakilan JYP mengatakan, akibat pelemparan ini Minrin sempat mendapat perawatan. Mereka juga mengklarifikasi bahwa kejadian ini tidak ada hubungannya dengan rumor yang beredar sebelumnya bahwa salah satu member dBrinds itu tengah menjalin hubungan dengan salah satu idol dari agensi SM.

Sebelumnya, rumor beredar di kalangan netizen yang melihat Minrin keluar dari sebuah café bersama Eunhyuk Super Junior. Mereka berpendapat bahwa kedua idol itu memiliki hubungan yang khusus. Fakta itu semakin menguat setelah Kyuhyun memposting foto pesta ulang tahunnya yang memperlihatkan member dBrinds tengah berada di tengah-tengah anak-anak SM. Apalagi dalam foto tersebut, Eunhyuk terlihat merangkul pundak Minrin.

Terkait hal tersebut baik SM maupun JYP yang menaungi keduanya belum mengeluarkan pernyataan resmi. Jadi, apakah mereka benar-benar berkencan?

 

                       

 

“Kau yakin tidak apa-apa?” Suara kekhawatiran Eunhyuk terdengar jelas di telinga Minrin.

Ini sudah kelima kalinya sejak insiden pelemparan itu, Eunhyuk menghubungi Minrin untuk memastikan kondisinya baik-baiknya saja. Memang terdengar agak berlebihan tapi Minrin memakluminya. Bukankah Eunhyuk selalu melakukan perannya sebagai sahabat dengan sangat baik. Seperti biasanya.

Minrin menganggukkan kepalanya, “Hmm, Aku baik-baik saja..” lanjutnya, sadar Eunhyuk tidak akan melihat anggukan pelan di kepalanya.

“Aku akan ke tempatmu dan kupastikan sendiri kau baik-baik saja.”

“Mwo? Jangan berlebihan. Aku benar-benar baik-baik saja.” Minrin buru-buru menambahkan ketika Eunhyuk mengungkapkan keinginannya untuk datang.

“Eiiy, mereka bilang kepalamu berdarah. Mana mungkin itu baik-baik saja ha?”

Seperti biasanya, Eunhyuk selalu memaksakan dan inilah yang kadang membuat Minrin tidak habis pikir.

“Jangan protes. Pokoknya aku akan datang..!!”

Setelah itu klek. Sambungan telepon itu pun dimatikan begitu saja. Minrin memandang ponselnya dan mendengus kesal. Dasar, Lee Hyukjae memang tidak pernah berubah. Selalu saja melakukan semuanya semaunya sendiri.

Bukan berarti Minrin menolak niat baik Eunhyuk tapi dia hanya tidak ingin masalah ini semakin menjadi bahan obrolan para netizen. Sekali lagi dia kepergok bertemu dengan Eunhyuk, entahlah apa yang akan terjadi. Mungkin bukan hanya kepalanya yang mendapat lemparan tapi juga seluruh tubuhnya. Ya itu hal terkecil yang dia pikirkan. Bagaimana kalau justru seluruh member yang terkena imbas dari skandal bodoh ini? Ah.. Andwee..

Lagi-lagi dia menghela nafasnya. Matanya kemudian beralih pada secarik kertas yang terbuka sempurna, memperlihatkan isinya di atas mejanya.

Hal lain yang membuat Minrin harus berpikir dua kali sebelum bertemu Eunhyuk adalah karena surat yang tiba tadi pagi. Sebuah surat ancaman yang sengaja dikirim seseorang, mungkin orang yang sama yang melemparinya kaleng kemarin.

Dulu Ryeowook, sekarang Eunhyuk. Kau benar-benar tidak tahu malu. Menjauhlah dari mereka..!!! Atau aku akan melakukan sesuatu yang buruk padamu.

Minrin kembali memperhatikan kertas dengan tulisan huruf capital yang tergeletak di atas mejanya. Awalnya Minrin berpikir mungkin sesaeng itu adalah salah satu fans yang tidak suka dengan berita tentang dirinya dan Eunhyuk. Tapi setelah surat ini tiba dan nama Ryeowook diungkit-ungkit, Minrin yakin dia bukan fans sembarangan.

Selama ini tidak ada satu pun berita yang memperlihatkan kedekatannya dengan Ryeowook, Mereka juga tidak pernah terlihat bersama di depan public. jadi bisa dipastikan tidak ada satu pun fans ataupun netizen yang berpikir mereka menjalin hubungan.

Tapi orang ini..

Jelas dia tahu sesuatu tentang hubungannya dengan Ryeowook.

 

                       

 

Eunhyuk langsung memasukkan ponselnya ke dalam saku dan bergegas pergi. Ryeowook yang kebetulan ada di ruangan tengah memperhatikan lekat hyungnya dan tanda tanya besar tiba-tiba bersarang di otaknya. Rasa penasaran semakin memuncak ketika tadi dia juga sempat mendengar pembicaraan Eunhyuk dengan Minrin.

Minrin? Apa Eunhyuk akan menemui yeoja itu?

“Hyung, Kau mau pergi?” tanya Ryeowook akhirnya.

Eunhyuk mengangguk cepat sembari memakai sepatunya dengan tergesa.

 “Aku harus memastikan kondisi gadis itu..” Jawabnya sekenanya.

Diam-diam Ryeowook masih memperhatikan Eunhyuk sampai dia menghilang dari pandangan. Ia tidak mencoba menahan hyungnya itu semakin lama, karena dia tahu kemana Eunhyuk akan pergi, lebih tepatnya siapa yang akan dia temui.

Jelas bukan Hyehyo.

Minrin.

Ya..gadis itu lah yang akan Eunhyuk temui. Ryeowook yakin Eunhyuk sangat mengkhawatirkan keadaan Minrin pasca pelemparan itu. Bukannya Ryeowook tidak peduli dengan keadaan gadis itu, tapi dia hanya menahan diri. Ryeowook jelas ingin menemuinya, memastikan keadaannya baik-baik saja, tapi dia tidak akan melakukan itu sekarang. Dia tidak ingin menambah masalah. Tidak ada yang tahu kan apa yang akan terjadi kalau Ryeowook terlihat masuk atau keluar dari apartement gadis itu. Dan jelas ceritanya mungkin akan lebih buruk dari sekarang.

 

                       

 

“Kau bilang ini baik-baik saja?” decak Eunhyuk tidak habis pikir. Matanya terus memperhatikan Minrin dengan seksama dari ujung kaki ke kepala, memastikan wanita pelempar itu hanya melukai kepalanya saja.

Sebuah penutup luka terlihat menempel di pelipis Minrin bagian samping. Lukanya memang tidak parah, tapi mengingat benda yang dilempar adalah kaleng, jadi wajar saja bagian samping itu mengalami pembengkakan.

“Apa masih sakit?” Eunhyuk mendekat ke arah Minrin, agar bisa melihat pelipis gadis itu dengan jelas.

“Aku tidak apa-apa. Hanya luka kecil, sebentar lagi juga sembuh~!”

Minrin membalikkan tubuhnya menjauh dari Eunhyuk dan memilih duduk di sofa putih panjang di apartement itu. Seketika matanya menangkap surat ancaman itu. Ia pun buru-buru mengambil kertas itu sebelum Eunhyuk menyadarinya.

Tapi bukan Eunhyuk namanya kalau tidak tahu. “Apa itu?” tanyanya menyelidik begitu melihat Minrin menyambar kertas di mejanya dengan sangat cepat.

“Bukan apa-apa..!!” sahut Minrin cepat.

Eunhyuk ikut duduk di samping Minrin dan menyipitkan matanya, menyelidik. Jelas-jelas tadi ada tulisan di kertas itu. “Kenapa kau jadi gugup begitu sih? Itu tadi surat ya? Dari siapa?”

“Bukan surat, hanya tulisanku yang tidak penting.”

Tidak boleh. Eunhyuk tidak boleh tahu isi surat ini, atau dia akan semakin protective pada Minrin. Mungkin bukan hanya lima kali dalam sehari dia akan menelopon tapi bisa jadi sepuluh kali nantinya.

“Kau pasti bohong. Aku tahu kau akan gugup kalau sedang berbohong..”

“Berikan padaku..” Eunhyuk melanjutkan.

“Andwee~! Aku bilang bukan sesuatu yang penting.”

Eunhyuk yakin ada yang disembunyikan Minrin darinya. Dengan gerakan cepat dia menangkap tangan Minrin yang memegang surat itu dan merebutnya.

Kertas yang semula rapi berubah menjadi kusut karena sempat mengalami tarik ulur antara Minrin dan Eunhyuk. Tapi Eunhyuk lebih kuat sehingga kertas itu pun lepas dari genggaman Minrin.

Eunhyuk membaca tulisan di kertas itu. Wajahnya seketika itu berubah terkejut dan khawatir. “Dari mana kau mendapatkan ini?” Dia baru saja menyadari satu hal. Mungkin saja insiden pelemparan kemarin itu terkait dengan surat ini.

“Seseorang meletakknya di depan pintu tadi pagi.” Jawab Minrin lemah. “Sudahlah, jangan dipikirkan. Aku yakin dia hanya menggertak saja..” Minrin kembali merebut kertas itu dan meremasnya, membentuknya menjadi bola.

“Tapi dia tahu mengenai Kau dan Ryeowook..” Eunhyuk menyergah ucapan Minrin yang terdengar santai itu dengan cepat. “Aku yakin mereka orang yang sama.”

“Aku tidak tahu. sepertinya orang itu kembali lagi..” ucap Minrin sakartis. Dia memejamkan matanya dan mendesah, sementara tangannya menggenggam erat bola-bola kertas di tangannya.

“Mworago..??”

Ia membuka matanya dan menatap Eunhyuk memohon. “Dan menurutku karena dia juga tahu tentang Kau dan Aku, mungkin sebaiknya kita tidak bertemu untuk sementara ini.” Minrin semakin meremas bola kertas di tangannya semakin kuat, hingga membuat bola itu semakin kecil.

Saat ini dia sangat kesal dengan wanita pelempar itu. Apa hak yang dia punya hingga mengurusi masalah pribadinya menjadi sangat penting. Kenapa? Setelah dulu dia sempat melakukan hal yang sama agar Minrin menjauh dari Ryeowook, sekarang orang itu bahkan mencoba membuat Minrin tidak bisa bertemu dengan sahabatnya sendiri.

“Kau yakin kau akan baik-baik saja?” Eunhyuk bertanya memastikan. Jujur saja Ia sangat mengkhawatirkan Minrin saat ini. Rasa-rasanya dia ingin berada dalam jarak dekat untuk mengawasi orang-orang disekitar Minrin.

“Aku akan baik-baik saja. Jangan khawatir~! Aku pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya.”

                       

To be continued ~~

Pendek kah? mianhae.. saya tidak mood buat yang panjang-panjang. dan sepertinya bagian ini memang mentok sampai di sini. Don’t forget to leave your comment ~~^^ 

 

Advertisements

4 thoughts on “(Fanfiction) #2 Break Up ?

  1. Hufth..
    Kapan nyatu.nya sih ryeomin ini, itu jerapah satu bodoh bgt dah, gak berjuang, terkesan pasrah..
    But, nice fict..
    Keep writing ^^

    • Kapan nyatunya? udah nyatu kok tapi terpisah hehe.. 😀
      iya, si jerapah lagi galau sama kayak kyuhyun #eh ..
      anyway thanks for coming and read my ff. ~~^^

  2. Haish jinja …. Wookie kesannya cuek bgt ya disini. kkkk… Sasaeng fans ?! Oh no ! Eunhyuk protect bgt ya ke minrin? Aku msh ganjal sma kata” nya wookie yg di part 1. hehhehe… Ok next ya eonn..

  3. oppa tipikal pria berkepala dingin dan realistis sekali… sebelum bertindak perlu pemikiran yang matang dulu, orang lain menyangka oppa dibgin atau insensitif. tapi menurut saya, oppa hanya kaku dan penuh pertimbangan ㅋㅋㅋㅋ

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s