(Fanfiction) #1 Break Up ?

break up cover

Title : #1 Break Up?

Cast : Ryeowook Super Junior, Minrin dBrinds

Genre : Romance, angst

Rating : PG 15

Length : 3317 words

Author : d’Roseed / @elizeminrin

Disclaimer : I just have the story and workart here. The cast belong to their self

A/N : Di drabble Missing You versi Ryeomin juga sedikit dibahas mereka lg break. Begitu juga Di Good Bye My Love aku nyempilin dikit cerita mereka yang masih tetep break dari awal Januari sampai awal februari. One Month??? Oh My.. Jadi sekarang aku putuskan buat reveal the problem between this couple.

Happy Reading ..><

 “Kita akhiri saja sampai di sini..”

Minrin terhenyak di tempatnya. Tubuhnya menegang dan pandangannya mulai kabur karena air mata. Pegangan tangannya pada ponsel yang menempel di telinganya mengendur seketika. Kalimat itu akhirnya dia dengar juga. Meski tidak secara langsung tapi tetap saja efeknya pada Minrin sama saja. Kalimat itu dengan sukses meruntuhkan pertahanannya, melukai hatinya.

Ah.. Appo..

“Kuere..”

Setelah itu sambungan berakhir dan ponsel di tangan Minrin terlepas begitu saja. Gadis itu menghela nafasnya dengan sangat keras, sementara setets demi tetes air matanya berjatuhan dengan pelan di kedua pipinya. Ia terduduk di lantai dan menundukkan kepalanya dalam. Menangis.

                       

 

February 3rd 2013

“Eiiy, waegure, Minrin-ya?” Eunhyuk baru saja menepuk pundak Minrin ketika gadis itu tengah melempar pandangannya  ke luar jendela.

Minrin menolehkan kepalanya dengan malas “Aniya. Kau tidak membantu yang lainnya?” Ia sekarang mengarahkan pandangannya pada beberapa member Super Junior lainnya dan juga Exo di taman belakang.

“Lihat dirimu..!!” Eunhyuk menghiraukan pertanyaan itu dan justru memperhatikan Minrin dari atas ke bawah dan menggeleng pelan. “Kau terlihat buruk, Minrin-ya. Kenapa tidak menemuinya? Bicara padanya..”

Gadis itu mendengus kesal. Ia tahu apa yang dimaksud Eunhyuk barusan. Sesaat dia memperhatikan Ryeowook bersama Luna yang terlihat tertawa bersama. Sesuatu yang tidak pernah dia lakukan bersama namja itu. Paling tidak mereka tidak pernah lagi terlihat seperti itu sejak Minrin di Jepang.

Ya .entahlah. sebenarnya Minrin juga bingung kenapa mereka bisa berada dalam jarak yang jauh seperti ini, padahal jelas Minrin masih bisa melihat Ryeowook di depannya. Tapi tetap saja, Minrin seakan tidak bisa menjangkau namja itu.

Lalu, keputusan Ryeowook beberapa hari yang lalu tentang berakhirnya hubungan mereka, pada akhirnya benar-benar membuat Minrin berada jauh darinya. Ia seperti berada di tempat yang berbeda dengan Ryeowook, padahal saat ini mereka berdua jelas berada dalam satu ruang, di bawah atap yang sama, menghirup udara yang sama pula.

“Ya..!!” Eunhyuk mengibaskan tangannya di depan Minrin, membuat gadis itu mengedipkan matanya beberapa saat.

Minrin buru-buru mengalihkan pandangannya ke arah lain, beruntung Hyehyo datang menghampiri mereka. “Hyo..!!” panggilnya.

Eunhyuk ikut memperhatikan Hyehyo dan ia pun tersenyum lebar melihat yeoja nya datang. “Eonnie, kajja.. yang lain sudah menunggu.” Hyehyo menarik tangan Minrin dan bahkan bersikap seakan tidak melihat Eunhyuk di sana.

“Ya..!! Park Hyehyo..!” seru Eunhyuk begitu Hyehyo sudah berjalan bersama Minrin.

Minrin menoleh singkat ke arah namja yang selalu mengatakan sebagai sahabatnya itu dan terkikik. “Sepertinya kau yang perlu bicara..” Ia sedikit berteriak pada Eunhyuk dan tentu saja membuat orang itu mendengus kesal sekarang.

“Jangan pedulikan dia, eonnie. Aku sedang memberinya pelajaran.” Hyehyo berujar. Minrin hanya mengangguk sembari masih menahan tawa.

Setidaknya dia masih bisa tertawa. Beruntungnya dia juga tidak lupa bagaimana tertawa itu.

 

                       

 

Pesta kecil untuk merayakn ulang tahun Kyuhyun ini sepertinya tidak bisa dikatakan kecil. Lihat saja berapa banyak orang yang datang. Setahu Minrin beberapa staff mereka juga ada di sini, entah berada di mana yang Minrin lihat sekarang ini hanyalah Kyuhyun yang berdiri di pinggir pintu kaca, tengah memperhatikan ke luar.

Eh? Siapa yang dia perhatikan?

Minrin mengikuti arah pandang Kyuhyun dan mendapati Ranran berada dalam focus penglihatan namja itu.

“Aigoo..”

“Waeyo?” Hyehyo ikut penasaran.

“Sepertinya Kyuhyun dan Ran eonnie juga butuh bicara.” Ujar Minrin pelan.

Jujur saja kalau dipikir-pikir ini terdengar aneh. Bagaimana mungkin mereka berdua mempunyai masalah yang hampir bersamaan dan sialnya di waktu comeback mereka juga.

“Kurasa tidak, Ran eonnie lebih dekat dengan Jongin sekarang, dan Kyuhyun…”

Belum juga ucapan Hyehyo itu dilanjutkan, Vicoria terlihat menghampiri Kyuhyun dan mengajak namja itu masuk.

“Kyuhyun seperti kembali pada cinta pertamanya.” Eunhyuk berkomentar. Ia juga ikut mengamatai Kyuhyun dan juga Victoria.

Hyehyo dan Minrin menolehkan kepala mereka ke sumber suara. Benar. Kyuhyun dan Victoria memang sejak dulu sudah dekat, tapi Minrin tidak pernah tahu mereka sedekat ini.

Baiklah, ini bukan saatnya mengurusi permasalahan cinta orang lain. Masalahnya sendiri saja belum selesai bagaimana mungkin Ia bisa memikirkan masalah orang lain. Tapi setidaknya ada kesamaan antara dirinya dan juga Ran eonnie. Mereka berdua sama-sama orang bebas sekarang. Bedanya eonninya itu sudah menemukan orang lain, ya.. paling tidak orang yang bisa membuatnya move on. Sedangkan dirinya? Entahlah..sampai sekaran pun Minrin tidak tahu kenapa tidak bisa melupakan Ryeowook.

“Sudahlah..kajja!!” Eunhyuk mengajak mereka dan hanya diikuti anggukan dari Hyehyo dan Minrin

Mereka mengikuti Donghae ke ruang tengah, dan di sana terlihat beberapa orang berkumpul. Beberapa ada yang sibuk bermain kartu, yang lainnya terlihat mengobrol, sebagian lagi masih berada di luar, lalu sisanya duduk di bawah, mengelilingi satu meja. Sebuah botol ada di atas meja itu. Melihat itu semua cukup membuat Minrin berpendapat mereka sedang melakukan semacam permainan.

Ia bukan salah satu yang suka melakukan permainan, dan ia pun memilih duduk agak jauh dari orang-orang itu. Sedetik kemudian Ia melihat Ryeowook berjalan ke arahnya. Ah..bukan ke arahnya tapi lebih tepatnya menghampiri member Super Junior lainnya dan mereka yang terlibat dalam permainan konyol itu.

Sesaat, untuk sesaat Minrin terus memperhatikan Ryeowook, hanya berharap mungkin namja itu juga akan menatap ke arahnya. Tapi ternyata tidak.

“Eonnie, kau tidak ikut?” Chany mengagetkan Minrin dan langsung dijawab gelengan cepat.

“Aniya. Aku tidak suka bermain.” Ia tersenyum lebar.

Menyakitkan bukan, bahwa ternyata Ryeowook pun tidak peduli sama sekali jika ada Minrin duduk di sana. Sekedar menoleh seperti yang lainnya pun tidak, apalagi memperhatikan Minrin.

Sepertinya Minrin memang harus membiasakan diri bahwa mereka berdua sudah berakhir.

                       

 

Botol yang tadi diputar sekarang mengarah pada Eunhyuk. Dan namja itu langsung senang mendapat giliran.

“Ryeowook-ah..” Eunhyuk menyebut nama Ryeowook sebagai orang yang akan dia tanyai.

Semua orang memusatkan perhatiannya pada Ryeowook, tak terkecuali Minrin. Setelah tadi Kyuhyun yang mendapat pertanyaan yang sedikit memojokkannya dari Donghae sekarang giliran Ryeowook. Tiba-tiba saja Minrin menahan nafasnya, Ia menatap Eunhyuk tajam. Jangan sampai namja itu bertanya yang aneh-aneh sekarang. Bukan apa-apa, hanya saja jika Eunhyuk bertanya yang menyangkut dirinya dan juga Ryeowook, maka Minrin tidak mau mendengarnya.

Bukan karena malu, tapi dia takut mendengarnya. Seperti apa yang terjadi pda Kyuhyun tadi. Jika saja Ranran eonnie mendengar bahwa Kyuhyun lebih memilih sahabat dibandingkan kekasih, tentu saja eonnienya itu akan terhenyak. Dan Minrin tidak ingin seperti itu.

Jadi, awas kalau Lee Hyukjae itu menanyakan yang aneh-aneh.

Sekali lagi Minrin mengawasi Eunhyuk.

“hmm.. dari semua yeoja yang ada di sini..” Eunhyuk memperhatikan sekelilingnya. “Apa ada yang kau sukai?” lanjutnya.

Minrin mencelos. Sial. Umpatnya.

“Eiyy.. pertanyaan apa itu? tentu saja ada..” sergah Changmin cepat sebelum Ryeowook sempat menjawabnya.

“Kuere, semua di sini juga sudah tahu jawabannya seperti apa.” Sulli ikut berkomentar.

“Ya.. aku hanya ingin tahu. Bukankah dia harus menjawab jujur?” Eunhyuk membela diri dan Minrin semakin salah tingkah sekarang. Sekali lagi dia mengarahkan pandangan membunuh pada Eunhyuk.

Sementara itu Ryeowook hanya tersenyum pelan, seakan-akan itu semua bukan masalah untukknya.

“Yak, sudahlah.. biarkan Ryeowook hyung menjawabnya.” Si mata sipit Henry akhirnya menengahi.

Semua diam dan mengarahkan pandangannya pada Ryeowook seorang. Eunhyuk menahan nafasnya, karena dia tahu jawaban yang akan Ryeowook berikan ini adalah hidup mati hubungan Minrin dan Ryeowook. Sesaat tadi Eunhyuk melihat Minrin yang menegang dan khawatir.. mungkin. Tapi sudahlah..

“Obseo..” jawab Ryeowook pelan.

“Eh?”

“Mworago?”

“Apa Minrin eonnie tidak di sini?” Krystal memperhatikan sekeliling.

“Aku yakin dia tadi duduk di sofa itu.”

“Ya, hyung jangan bercanda.!! Kalau Minrin mendengar ini, aku yakin seluruh benda di tempat ini melayang ke arahmu.” Henry berteriak terkejut.

Satu-satunya orang yang tidak terkejut dengan ucapan Ryeowook barusan hanyalah Eunhyuk dan juga Hyehyo. Tapi mereka berdua cukup baik menyembunyukan keterkejutan itu dan justru hanya terlihat biasa saja.

“Sepertinya Minrin tadi pergi sebelum Ryeowook menjawab.” Eunhyuk menengahi komentar-komentar keterkejutan dari semua orang yang ada di tempat itu.

“benarkah?”

“Pantas saja..”

“Kau beruntung hyung..”

Ryeowook berusaha tersenyum dan sebisa mungkin bersikap biasa, sementara Eunhyuk hanya melirik adiknya itu. Pandangannya jelas mencari tahu tentang jawaban Ryeowook tadi. Jelas-jelas Ryeowook tahu Minrin tadi di sini, Eunhyuk yakin itu. Tapi ya.. beruntung Minrin sudah menghilang ketika Ryeowook menjawab, atau semua orang di sini akan tahu apa yang terjadi dengan dua orang ini.

                       

 

Minrin diam-diam langsung keluar ketika suara ribut orang-orang itu saling bersahutan. Ia sebenarnya sangat ingin mendengar jawaban pertanyaan Eunhyuk tadi, tapi sepertinya hatinya tidak akan siap menerimanya. Entahlah…hanya saja ia punya semacam perasaan yang tidak enak.

Ia berjalan dengan pelan menyusuri teras belakang rumah Siwon, ia melihat D.O masih sibuk dengan alat pemanggang sementara Yeonie dan Sungmin tengah berbicara serius. Lalu ia juga melihat Ranran yang duduk agak jauh dari tempatnya berdiri dengan kepala menunduk dan Jongin yang berjongkok di depannya.

Apa dia sedang menangis? Waaeyo? Apa karena mendengar jawaban Kyuhyun tadi?

Ah..itu juga yang Minrin takutkan terjadi padanya. Beruntung Ranran mempunyai Jongin, sedangkan dirinya? Siapa yang akan menenangkan Minrin kalau dia menangis mendengar jawaban Ryeowook yang tidak ingin ia dengar? Bagaimana pun juga sebutan crybaby yang melekat padanya tidak hilang begitu saja. Sekuat apapun Minrin berusaha baik-baik saja, tetap saja Ia tidak bisa membohongi hati dan perasaannya. Ia juga tidak akan kuasa menahan diri untuk tidak meneteskan air mata.

“Aku pikir kau pulang, ternyata kabur ke sini?” Minrin menolehkan kepalanya dan mendapati Nimi melipat tangan di dadanya tengah mengamati dirinya. “Gwaenchana?”

Minrin mengangguk “Bukan masalah besar. Kenapa dengan Ran eonnie?” ia mengalihkan pembicaraan dan melayangkan pandangan sekali lagi pada Ranran dan Jongin.

Minrin tahu Nimi sedang berusaha mencari tahu apa Ia baik-baik saja karena kejadian di dalam tadi. Tapi saat ini Ia sedang tidak ingin membahas apapun tentang Kim Ryeowook.

“Ku rasa dia mendengar ucapan Kyuhyun tadi. Jangan dipikirkan, dia akan baik-baik saja. Aku lebih mengkhawatirkan dirimu, kau tahu kan?” Nimi kembali memperhatikan adiknya ini.

Minrin menghela nafasnya dengan berat. ia bergerak bersender pada dinding dan Nimi pun melakukan hal yang sama.

Bagus sekali. Apa sekarang dirinya benar-benar terlihat buruk?

“Jangan berlebihan. Aku hanya tidak mau suasana jadi canggung. Semua tidak tahu aku dan Ryeowook sudah berakhir kecuali eonnie, Hyehyo dan Eunhyuk.” Ia menundukkan kepalanya, menggerak-gerakkan kakinya pelan dan sesekali kembali menghela nafas.

Tidak ada yang tahu jika hubungan nya dengan Ryeowook sudah berakhir. Minrin tidak mau menjadi bahan pembicaraan dan pusat perhatian karena hal ini, terlebih lagi di sini banyak orang.

“Arra.. tapi apa kau tidak penasaran bagaimana jawabannya tadi?” Nimi melirik Minrin dan gadis itu hanya menjawab dengan gelengan pelan.

“Tidak. Aku tidak peduli dengan jawabannya.”

Ia mengangkat kepalanya dan menerawang ke langit yang perlahan berubah gelap. Sepertinya matahari hampir tenggelem sekarang, dan langit yang abu-abu itu menandakan demikian. Semoga saja hatinya tidak berubah abu-abu secara tiba-tiba.

Ia tidak peduli dengan jawaban Ryeowook. Itu benar. Apapun jawabannya tidak ada hubungannya dengan dirinya. Meskipun dalam hatinya terbesit keinginan untuk tahu. Tapi dia lebih memilih diam. Atau sebenarnya dia sedang meyakinkan dirinya sendiri untuk tidak mau tahu itu lebih baik.

“Kurasa dia tidak sungguh-sungguh ingin berpisah denganmu.” Ujar Nimi kemudian.

Tapi Minrin hanya menanggapi kalimat itu biasa saja. Entahlah, Ia sendiri tidak tahu mengenai itu. Satu-satunya hal yang mesti dia yakinkan adalah bahwa apapun yang orang lain katakan, kenyataannya dia dan Ryeowook benar-benar sudah tidak ada hubungan yang spesial.

“Sudahlah, eonnie. Jangan membahas itu lagi..”

Biarlah saja seperti ini. Minrin juga tidak akan mencari tahu kemungkinan itu. Jika memang begitu, pasti ada cara untuk membuat namja itu kembali padanya.

                       

 

Hari benar-benar sudah gelap ketika mereka mulai pesta barbeque. Beberapa orang masih sibuk bercanda dan bermain, sementara masih ada yang di luar memanggang daging.

Sementara yang lain sibuk masing-masing, minrin justru memilih duduk di sofa ruang tengah sembari menikmati sebotol cola di tangannya. Ia lebih suka menyendiri dan menghindari mereka yang mendatanginya untuk menceritakan kejadian tadi sore. Lebih tepatnya lagi ia sedang menghindar untuk bertemu atau bahkan berada dalam jarak dekat dengan Ryeowook. Untuk sesaat Ia merasa tidak nyaman di tempat ini. Ia sedikit bosan.

“Kenapa kau berada di sini sendiri ha?” Eunhyuk menghampiri Minrin dan menghempaskan tubuhnya duduk di samping Minrin.

Gadis itu melirik sejenak, tapi kemudian kembali acuh. Ia meminum cola yang tinggal setengahnya dan kemudian beralih pada Eunhyuk. “Ya.. aku tidak suka kau mencampuri urusanku seperti tadi.”

“Waeyo? Aku hanya membantumu, Minrin-ya..” Eunhyuk tersenyum lebar.

Minrin kembali melirik Eunhyuk tajam. “Bantuan? Kau hampir mempermalukanku dan menjadikanku bahan gossip yang menarik, itu yang kau sebut bantuan?” Desisnya agak jengkel, tapi Minrin tahu Eunhyuk akan menanggapinya dengan cengiran seperti biasanya.

Lihat saja.. dan benar kan namja itu hanya nyengir lebar. “Mianhae, aku tidak bermaksud seperti itu.” ujarnya.

“Itu sama saja, Hyukjae-ssi. Ah.. beruntung aku tadi langsung pergi.”

Eunhyuk terdiam dan mengamati sahabatnya ini. Benar sekali, beruntung dia cepat menghindar tadi. Kalau saja Minrin ada di sana saat itu, bukan hanya menjadi bahan gossip orang-orang di sini tapi mungkin juga akan menyakiti hatinya.

“Kau tidak penasaran apa jawabannya?” Eunhyuk bertanya kemudian, kali ini dengan raut yang serius.

Sedangkan Minrin mulai tidak suka dengan pembicaraan ini. Ayolah kenapa harus ditanyakan lagi?

“Obseo.. itu jawabannya.”

Deg.!!

Minrin terhenyak begitu saja mendengarnya. Ia tidak siap, benar-benar tidak siap sampai-sampai otaknya tiba-tiba blank begitu saja.

Ah.. kenapa tiba-tiba menyesakkan sekali di sini. Tidakkan udara di sini semakin berkurang? Kenapa paru-parunya tiba-tiba kekurangan oksigen dan kenapa jantungnya harus bekerja keras untuk memompa darahnya.

Eunhyuk merangkul pundak Minrin dan menepuknya pelan beberapa kali, seakan tahu gadis di sampingnya ini baru saja mendapat serangan yang mendadak yang tepat melukai hatinya yang semula terjaga baik.

“Maaf, seharusnya aku tidak mengatakan itu.” Sekarang Eunhyuk merasa bersalah. Bukan maksudnya untuk menyakiti gadis ini, tapi dia hanya ingin membantu. Meskipun Ia sendiri tidak tahu bantuan seperti apa yang tengah diberikan.

Minrin tersenyum simpul dan ia hanya bisa menggeleng pelan. “Jadi itu jawabannya? Dia melakukannya dengan baik..”

“Ya..!! berhentilah bertingkah seakan kau baik-baik saja.”

Lagi-lagi Minrin menggelengkan kepalanya. “Aku baik-baik saja. Kenapa kalian semua sangat mengkhawatirkanku?”

“Bagaimana tidak mengkhawatirkanmu ha? Ck..” Eunhyuk melepaskan rangkulannya di pundak Minrin dan mengalihkan pandangannya ke arah lain. “ Aku bisa membawamu ke tempat lain kalau kau ingin menangis..” lanjutnya kemudian.

Minrin diam di tempatnya. Ia menundukkan kepalanya dan diam-diam air matanya akhirnya lolos begitu saja. Dia menangis. Setelah beberapa hari ini dia berusaha baik-baik saja, tapi nyatanya dia memang tidak baik-baik saja. Perasaannya benar-benar menyesakkan dan dia senang akhirnya bisa meluapkannya dengan air mata ini.

Eunhyuk kembali memperhatikan Minrin dan kembali merangkul pundaknya, mencoba menenangkannya. Jujur saja, Eunhyuk lebih senang Minrin menangis seperti ini di hadapannya dari pada memendamnya sendiri. Ia yakin bahkan pada membernya sendiri, Minrin belum tentu akan seperti ini.

“Hyung..!!”

Eunhyuk dipaksa menolehkan kepalanya mendengar panggilan itu. Di belakangnya Henry berdiri dengan agak terkejut, apalagi ketika mendapati Eunhyuk tidak duduk sendiri melainkan bersama yeoja, dan jelas itu bukan Hyehyo.

Aissh..! Kenapa mochi itu datang di saat yang tidak tepat sih..!

Minrin yang menyadari kehadiran Henry, buru-buru menghapus sisa air matanya.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Eunhyuk agak sewot dengan tatapan tajam.

Henry balas menatap hyungnya itu heran “Eiiyy, seharusnya aku yang bertanya. Apa yang hyung lakukan dengan Minrin?” Ia menyipitkan matanya menjadi semakian sipit,

“Bukan urusanmu. Sudah sana pergi..!!” Eunhyuk berusaha mengusir si magnae asli itu tapi Henry justru semakin penasaran dengan tingkah hyungnya ini.

“Aigoo.. ketahuan Hyehyo-ssi baru tahu rasa. Kenapa rangkul-rangkul begitu?” Henry menunjuk tangan Eunhyuk yang masih merangkul pundak Minrin. Buru-buru Eunhyuk melepaskannya.

Aishh, si mata sipit ini memang kadang datang tiba-tiba dan selalu membuat masalah. “Aku akan bilang pada Hyehyo..” Henry sudah berbalik namun dengan cepat Eunhyuk mengejarnya dan mencegah orang itu berjalan lebih jauh.

“Ya..!”

Eunhyuk menarik tangan Henry dan memaksanya berhenti. “Jebal..” ucapnya sekarang dengan sedikit memelas.

“Aku sudah tahu itu. Kau berselingkuh dengannya kan?” Henry menunjuk-nunjuk muka Eunhyuk.

“Apa sih..!”

“Kalau bukan lalu apa? Aigoo.. Ingat Hyung dia itu milik Ryeowook hyung.”

Eunhyuk melepaskan cengkraman tangannya di pergelangan tangan Henry dan mendesah pelan. Benar. Minrin memang milik Ryeowook, dan Ryeowook milik yeoja ini. Tapi itu dulu, sebelum Ryeowook yang memutuskan untuk berpisah.

“Kami hanya bicara. Lagipula kenapa kau jadi seperti wartawan begitu..bertanya terus.”

“Hey, aku hanya mengingatkanmu hyung. Ckck.. kenapa juga bicara harus rangkul-rangkulan?”

Minrin yang sedari tadi mengamati dua orang itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, dan akhirnya merasa jengah juga.  “Ya..Kalian berdua berhentilah..!!”

Baru setelah itu Henry dan Eunhyuk diam. Keduanya melayangkan pandangan ke arah Minrin. “Minrin-ya, Kau tidak mencoba selingkuh dengan Eunhyuk Hyung kan?”

“Ya..!!” Eunhyuk sudah hampir frustasi sekarang. Kenapa juga di membernya ada orang seperti Henry yang selalu ingin tahu masalah orang. Aigoo..

“Apa yang kalian lakukan?”

Bukannya menjawab pertanyaan tidak masuk akal dari Henry, Minrin justru terfokus pada seseorang yang datang tiba-tiba diantara pembicaraan mereka bertiga. Entah sejak kapan orang itu berdiri di sana. Tapi yang jelas kehadirannya membuat Minrin terpaku dalam diamnya

“Hyung..!”

Ryeowook memperhatikan Minrin sekilas kemudian beralih pada Eunhyuk dan Henry. “Hyung, Ku rasa kau harus mengawasi Anchovy yang satu ini. Dia mungkin saja merebut pacarmu.” Henry mulai kembali berbicara. Meskipun sebenarnya dia hanya bercanda tapi situasi yang ada justru sebaliknya.

Bukan suasana yang penuh canda tapi justru sedikit ketegangan di sana. Ryeowook hanya diam menanggapi ucapan Henry itu dan bahkan tidak berniat untuk melanjutkan candaan magnae SJ M itu. Matanya kembali terfokus pada Minrin. Sedangkan gadis itu tiba-tiba menjadi salah tingkah. Dia bingung harus menatap ke arah mana.

Sedangkan Eunhyuk mungkin satu-satunya orang yang menyadari suasana yang tidak menyenangkan ini. Ia pun langsung merangkul Henry “Ya..Kajja. Kau membuat situasi semakin buruk.” Ujarnya lirih. Dengan cepat dia menarik Henry yang kebingungan menjauh dari Minrin dan Ryeowook.

                       

 

Detik jarum jam kembali berjalan untuk entah yang keberapa kalinya sejak keduanya hanya diam. Minrin semakin merasa sulit berada dalam posisinya saat ini, apalagi dengan tatapan Ryeowook yang masih mengarah padanya. Dia bahkan merasa menjadi terdakwa dalam sebuah aksi kejahatan yang tak termaafkan.

Sementara itu detak jantungnya menjadi tidak karuan sekarang. Ternyata berada dalam jarak dekat dengan Ryeowook masih menimbulkan efek yang sama padanya, padahal jelas seharusnya Minrin tidak lagi merasakan ini, tapi sepertinya hatinya menolak.

Sesaat Minrin berusaha membalas menatap Ryeowook, ingin tahu kenapa namja itu tetap memandanginya tanpa mengatakan sepatah katapun. Kenapa? Apa dia marah? Sepertinya tidak. Untuk apa Ryeowook marah pada Minrin.

“Kau seharusnya mencari orang lain dan bukannya Eunhyuk hyung.” Ujarnya kemudian. Refleks Minrin mengangkat kepalanya dan sekarang dia berani menatap Ryeowook.

Kenapa?

“Aku yakin Kau tidak ingin membuat Hyehyo salah paham padamu.” Lanjutnya.

Dan sekarang Minrin benar-benar merasa sebagai terdakwa, ah.. bukan mungkin sudah tersangka yang harus bersiap menerima hukuman.

Tidak. Minrin tidak bermaksud mendekati EUnhyuk atau apapun yang ada di pikiran Ryeowook. Dan dia juga tidak mau membuat kesalah pahaman apalagi pertengkaran hebat dengan adik satu groupnya itu. Dia hanya membutuhkan teman. Itu saja. Dan saat Ryeowook memilih mundur, maka satu-satu orang yang bisa Minrin yakini bisa mendengar keluh kesahnya hanyalah Eunhyuk, karena orang itulah yang selalu melakukannnya selama ini.

“Aniyo. Kami hanya berteman, Kau tentu tahu itu..”

“Itu yang dulu aku tahu.” Ryeowook memotong ucapan Minrin cepat. “Aku tahu Kau bersahabat dengannya, dan sebenarnya dulu pun aku tidak mempermasalahkannya.”

Minrin diam kemudian, berusaha mencerna maksud dari ucapan Ryeowook padanya. Dulu, yang Minrin yakini mungkin kedekatannya dengan Eunhyuk lah yang membuat Ryeowook memilih keputusan untuk berpisah. Karena tidak ingin merusak hubungan persaudaraan dalam groupnya dank arena tidak ingin menciptakan permasalahan dengan hyung yang sudah bersamanya 10 tahun ini.

“Lalu kenapa?” tanya Minrin kemudian. Ia rasakan matanya memanas dan sudah pasti air matanya cepat atau lambat akan merembes keluar.

“Karena Kau yang belum mengerti dengan hatimu sendiri. Karena itulah lebih baik kita akhiri saja.”

Deg..!!

Baiklah, sekarang hatinya benar-benar mendapat hantaman benda keras. Mendadak paru-parunya sulit untuk mengembang dan Jantungnya kembali harus bekerja keran memompa darahnya.

Apa yang sebenarnya tidak dimengerti Minrin? Dia mengerti dengan hatinya. Sangat mengerti. Satu-satunya yang dia tahu, sampai sekarang hatinya tetap menginginkan Ryeowook dan masih sama seperti dulu.

“Apa Kau benar-benar menyukaiku?” tanya Ryeowook kemudian yang kembali membuat Minrin mendapat serangan dadakan.

“Aku yang selama ini selalu membantumu selain Eunhyuk Hyung, karena itu kau mempunyai perasaan itu. Dan perasaanmu yang seperti itu bukan hanya pernah kau berikan padaku tapi juga pada Eunhyuk hyung, atau mungkin pada namja lain..”

Minrin kembali terhenyak. Bagaimana mungkin dirinya seperti itu. Aniya. Dia yakin dengan perasaanya, dia yakin dengan hatinya. Mungkin benar dulu dia seperti itu, tapi sekarang..

Satu hal yang Minrin sadari paling tidak setelah jarak antara dirinya dan Ryeowook agak jauh adalah bahwa dia memang tidak bisa melepaskan diri dari namja ini. Medan magnet yang Ryeowook ciptakan pada akhirnya selalu membuat Minrin kembali pada lintasannya yang semula. Dan itu bukan hanya terjadi satu dua kali, tapi selalu seperti itu.

 

                       

 

I know I become so labil these days -__-

Well, Don’t forget to leave your comment here. Gamsahamnida ><

Advertisements

6 thoughts on “(Fanfiction) #1 Break Up ?

  1. Annyeong author 🙂 Aku readers baru disini. hehehe.. Salam kenal 🙂 Dapet blog mu ini dari mbah Google. kkkk… Ijin baca” ya eonn…

    Huh akhirnya dapet juga ff cast nya si wookie… I like this… Asli eonn…
    Read next part 🙂 Keep writing and fighting author 🙂

  2. hi… baru ketemu wp yang isinya oppa semua ♡
    ㅋㅋㅋㅋ salam kenal
    oppa lagi galau deh… keras kepala pula…

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s