(Fanfiction) Good Bye My Love part 2 END

cover good bye my love 2

Tittle : Good Bye My Love part 2

Cast : Kyuhyun Super Junior, Ranran dBrinds, Victoria f(x), Jongin Exo

Genre : Romance, Sad

Length : 7355 words

Rating : 15 +

Author : d’Roseed (elizeminrin)

Part  sebelumnya

“Dia bersama laki-laki lain. Dan kau tahu laki-laki tadi Jongin, dia yang membuatku melepaskan Ranran.” Kyuhyun melanjutkan.

“Kyuhyun-ah, Gwanchana?” Victoria bertanya pelan. Gadis itu menghampiri Kyuhyun yang sekarang memilih duduk dengan kepala menunduk.

Ruang yang tidak terlalu lebar milik Tuan Kim, salah satu Produser yang bekerja dengan SM untuk drama terbaru nyatanya bukan masalah untuk Kyuhyun meluapkan seperti apa perasaan yang ia rasakan. Biasanya ia hanya akan seperti ini di kamarnya atau paling tidak di dormnya tapi sepertinya tempat ini pun bukan masalah.

Victoria sekali lagi memperhatikan Kyuhyun, prihatin.

Cho Kyuhyun yang Victoria kenal sama sekali berbeda jauh dari yang ia lihat sekarang. Yang Victoria tahu Kyuhyun adalah orang yang cuek, keras kepala, dan selalu bisa baik-baik saja seberat apapun masalah yang dihadapinya. Tapi kali ini Victoria baru menyadari, kehadiran Shin Ranran di kehidupan Kyuhyun dua tahun ini sudah mengubah semuanya. Bukan perubahan dalam arti negative, tapi lebih dari positif sepertinya. Ranran mungkin satu-satunya wanita di dunia ini yang bisa membuat Kyuhyun seperti ini. Merasa Kehilangan. Satu-satunya selain ibunya dan juga kakak perempuannya.

“Ranran pernah mengatakan padaku dia menyukai Jongin.” Gumam Kyuhyun tiba-tiba.

Sejenak Victoria kembali terhenyak. Jadi itu pangkal permasalahan kenapa hubungan  2 tahun yang mereka jalin berakhir. Entah kenapa saat ini Victoria menjadi sangat benci pada Ranran. Gadis itu terlalu dalam menancapkan durinya pada Kyuhyun. Tidak pernah sekalipun Kyuhyun seperti ini karena seorang yeoja. Dan Shin Ranran mungkin yeoja pertama yang melakukan itu atau bahkan satu-satunya.

Victoria menghampiri Kyuhyun dan duduk di sampingnya. Tangannya terangkat menepuk pundak Kyuhyun pelan. Tidak satu pun kalimat yang bisa Victoria ucapkan sekarang ini. Sudahlah, mungkin Kyuhyun juga tidak akan mau mendengar nasehatnya, jadi lebih baik seperti ini saja. Demi apapun Victoria tidak akan meninggalkan tempatny dia berada selama Kyuhyun masih membutuhkan bantuannya. Setidaknya bantuan untuk meringankan rasa sakit itu.

                       

Ranran kembali menundukkan kepalanya dalam. Hatinya bergejolak hebat, jantungnya terus menerus berdetak tidak karuan. Pertama kalinya bertemu Kyuhyun ternyata masih sama seperti dulu, membuat hatinya tidak tenang. Tapi kali ini tidak seperti dulu. Kenapa rasanya menyesakkan apalagi melihat Victoria yang bersama Kyuhyun.

Ah.. sepertinya ada yang salah dengan hatinya. Seharusnya dia senang. Bukankah perpisahan ini adalah keinginannya selama ini? Seharusnya Ranran berterima kasih pada Kyuhyun yang mengabulkan keinginan itu.

Tapi kenapa ini tambah menyesakkan?

“Kau baik-baik saja?” Suara Jongin yang menyetir di sampingnya memaksa Ranran untuk mengangkat kepalanya dan menoleh.

Gadis itu menggeleng pelan. Jongin memperhatikan Ranran dari ekor matanya dan menyadari bahwa gadis di sampingnya ini memang tidak sedang baik-baik saja. Beruntung mereka memasuki area drives rest. Dengan perlahan Jongin menghentikan mobilnya di area itu. Satu hal yang pasti, dia harus memastikan kondisi Ranran.

“Aku tahu kau akan seperti ini.” ujar Jongin dengan nada yang lebih bisa dikatakan sebagai ejekan dari pada simpati.

“Aku tahu…” jawab Ranran singkat. Dan jawaban itu tidak langsung membuat Jongin senang tapi justru membuatnya bertambah khawatir.

Astaga apa yang sebenarnya membuat Ranran menjadi seperti ini? Cho Kyuhyun? “Kau masih mencintai Kyuhyun? Karena itu kau seperti ini?” tanyanya to the point. Bahkan dia menyebut Kyuhyun dengan nama tanpa embel-embel Hyung atau Sunbenim.

Oke baiklah..mungkin saat ini Jongin memang sedang kesal dengan keadaan ini. Lebih kesal lagi karena namja bernama Cho Kyuhyun itu telah membuat wanita di sampingya seperti zombie. Jangan protes, karena Ranran sekarang ini memang seperti itu. Seperti tidak mendapat suntikan semangat, dan lebih parah lagi dia hanya bicara ala kadarnya dari tadi.

“Nunna!” panggil Jongin tidak sabar.

Seharusnya kali ini Ranran memarahinya karena memanggilnya Nunna. Tapi apa yang terjadi? Dia bahkan tidak keberatan.

“Bagaimana aku masih bisa mengatakan itu, padahal aku orang yang memaksanya untuk berpisah.” Ujar Ranran kemudian.

Eh?

Jongin terdiam seketika. Ini penuturan yang terlalu jujur dan di luar dugaan. “Jadi, itu artinya kau yang ingin berpisah darinya?” tanya Jongin memastikan, dan hanya ditanggapi anggukan kecil dari Ranran.

Satu benang lurus membuatnya mengerti sekarang. Bukan Kyuhyun yang memutuskan berpisah melainkan Ranran. Tapi kenapa? Kenapa dia memilih untuk berpaling dari Cho Kyuhyun, padahal jelas sekali dia masih menginginkan namja itu.

“Waeyo?” tanya Jongin lagi.

Hembusan nafas berat dari Ranran terdengar jelas, seakan gadis itu kesulitan untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan Jongin padanya. Bukan kesulitan,  tapi lebih tepatnya dia tidak mau mengatakannya.

“Baiklah, tidak usah cerita.” Putus Jongin kemudian, seakan dia pembaca yang handal raut wajah seseorang. “Itu alasanmu sendiri. Aku tidak akan ikut campur.”

Jongin mengubah perseneling dan menginjak pedal gas, membuat mobil yang mereka kendarai kembali melajut dengan pelan. Sesekali ia melirik Ranran yang mendadak menjadi sangat diam. Ia ingin Ranran bercerita padanya, sungguh. Tentang apa yang dirasakan dan tentang alasan kenapa dia memilih berpisah dari Kyuhyun. Tapi sepertinya gadis itu sedang tidak ingin bercerita. Sudahlah..

                       

 

17.00 KST

“Kyu..” panggil Victoria lagi.

“hmm..” hanya terdengar deheman pelan dari Kyuhyun yang jujur saja tidak serta merta membuat Victoria senang. Namja itu tetap focus dengan jalan di depannya, sementara salju perlahan mulai turun.

Seharian ini, lebih tepatnya sejak kejadian tadi di kantor agensi mereka, Kyuhyun masih saja terlihat murung, kesal, dan itu tampang wajah yang menyebalkan bagi Victoria. Dan yang paling menyebalkan lagi Kyuhyun sama sekali tidak peduli dengan tanda tanya besar di kepala Victoria tentang ‘Jongin, Ranran dan Kyuhyun’. Oke sekarang Victoria merasa menjadi orang yang selalu ingin tahu.

“Ceritakan padaku. Kenapa Kau dan Ranran bisa berpisah.” Cukup sudah. Mau tidak mau Kyuhyun harus menjawab pertanyaannya.

Kyuhyun sedikit menolehkan kepalanya, melirik Victoria yang sekarang mengarahkan pandangan memaksa padanya. Sesaat kemudian hanya terdengar hembusan nafas lemah darinya. “Aku sudah mengatakan padamu soal itu.”

“Tapi tidak semuanya.” Potong Victoria cepat.

“Apa yang ingin Kau tahu?”

“Semuanya. Kenapa Jongin bisa masuk di kehidupan kalian? Kenapa Ranran yang katamu ‘menyukai Jongin’ bisa berpaling darimu? dan Kenapa Kau memutuskan Ranran? Padahal jelas kau masih mencintainya.” Pertanyaan-pertanyaan itu terus saja meluncur dari bibir Victoria, membuat Kyuhyun lagi-lagi menghembuskan nafasnya, tidak suka.

Sejujurnya Kyuhyun tidak terlalu heran kenapa Victoria menjadi seperti detektif, dan menginterogasinya seperti ini. Setidaknya Victoria pernah melakukan hal yang serupa saat ia mengatakan menyukai Ranran. Dia adalah sahabatnya. Dan sebagai seorang sahabat Kyuhyun mengerti. Ia juga pernah sesekali menginterogasi Victoria saat gadis itu dekat dengan Nickhun. Tapi ayolah, apakah Kyuhyun harus menjawab pertanyaan Victoria tadi?

“Ayolah Kyu, jangan berbohong. Aku tahu kau masih mencintai Ranran. Dan setahuku Kau bukanlah tipe orang yang akan menyerah memperjuangkan wanita yang kau sukai. Aku tahu ada yang kau sembunyikan.” Cerca Victoria lagi.

“Jujur saja aku tidak percaya Ranran menyukai Jongin. Aku mengenal Ranran, Kyu dan setahuku tidak ada namja yang dia cintai seperti dia mecintaimu.”

“Kau hanya beberapa kali bertemu dengannya dan itu tidak cukup membuatmu tahu tentangnya.” Sergah Kyuhyun cepat.

“Tapi…”

Kali ini Kyuhyun tidak suka dengan cara Victoria. Terbukti dengan cara Kyuhyun yang langsung menghentikan mobil secara mendadak di pinggir jalan. “Qian-ah, berhentilah memaksaku.–!! Kenapa urusan percintaanku menjadi sangat menarik untukmu ha?” serunya. Ia menatap Victoria tajam.

“Karena aku peduli, Kyu.” Seru Victoria tidak mau kalah. Gadis itu balas menatap Kyuhyun.

“Aku peduli. Karena itulah aku ingin membantu. Jujur saja aku tidak mau melihatmu terus seperti ini.” Kali ini Victoria melunak.

Kyuhyun mengalihkan pandangannya begitu saja. Ia memejamkan matanya sebentar sekedar mendinginkan amarah yang berkecamuk sekarang ini. Pertengkarannya dengan Victoria yang membahas hal tidak penting sedikit menguras tenaganya.

“Baiklah..”   Kyuhyun mengalah.

Sekali lagi dia mengerti bagaimana kepedulian Victoria padanya. Tapi semakin Victoria memberikan kepeduliannya itu semakian membuat Kyuhyun tidak bisa mengerti dengan hatinya.

Tidakkah Qian mengerti?

Tidakkah gadis ini mengerti bagaimana perasaan Kyuhyun selalu bimbang jika dihadapkan dengannya?

                       

Flashback

“Aku melihatmu dengan Kim Jongin kemarin. Apa yang kalian lakukan?” Kyuhyun bertanya hati-hati. Sementara Ranran yang duduk di seberang sofa hanya bisa menundukkan kepalanya.

Apa yang dimaksud Kyuhyun adalah, ketika Ranran kepergok bersama Kim Jongin, salah satu member Exo di Jepang tepat di hari yang sama Kyuhyuh memintanya untuk bertemu.. Saat itu Kyuhyun yang sedang melakukan konser di Jepang bersama KRY tidak sengaja melihatnya. Awalnya ia juga tidak akan menanyakan hal ini, tapi ketika melihat mereka sering bertemu bahkan di Korea sekalipun sedikit mengusik pikirannya.

Satu hal yang sangat-sangat mengganggu pikirannya adalah kenapa Ranran meluangkan waktunya yang begitu padat di sela-sela kegiatan di Jepang untuk bertemu Jongin sedangkan saat ia yang memintanya untuk menemuinya justru ditolak Ranran.

Kyuhyun tidak sedang merasa cemburu buta. Sama sekali tidak. Ia tahu Ranran dekat dengan banyak namja. Hanya saja kali ini gadisnya sedikit menyalahgunakan kepercayaan yang Kyuhyun berikan padanya. Bukan hanya kali ini saja sebenarnya tapi sudah beberapa kali. Dan beberpa kali yang dimaksud di sini selalu saja menyangkut satu nama. Kim Jongin.

“Kenapa tidak menjawab?”

Mendengar ucapan Kyuhyun barusan memaksa Ranran mengangkat kepalanya. Ranran jelas menghindari arah pandangnya pada Kyuhyun. Bukan tidak ingin, tapi ia hanya sedikit takut. Entahlah..

“Dia hanya menyuruhku untuk menemaninya berjalan-jalan.” Jawab Ranran agak ragu. Gadis itu merasakan aura yang tidak enak di sini. Aura kemarahan. Ia tahu betul. Kali ini Kyuhyun sedang marah padanya.

Ranran bangkit dari tempat duduknya dan berjalan perlahan menuju meja, mengambil segelas air putih dan menegaknya. Tenggorokannya tiba-iba kering dan pikirannya menjadi sedikit blank, sementara degup jantung kekhawatiran terus saja memaksanya untuk beberapa kali menarik nafas dalam.

“Jadi seperti itu? Kau sangat mempunyai waktu kosong ya saat itu sampai-sampai bisa meluangkan waktu untuk berjalan-jalan dengannya.” Kyuhyun menyindiri dengan pelan, dan sindiran itu seakan tepat mengenai Ranran.

Ranran meletakkan gelas di atas meja dan menggenggamnya dengan sedikit berlebihan. “Apa yang ingin kau katakan sebenarnya?” tanyanya. Ia tahu ada yang salah dengan Kyuhyun. Laki-laki itu sedang menyembunyikan kemarahannya.

“Lalu kenapa saat itu kau menolak bertemu denganku? Kau bilang sedang ada jadwal dengan para member, tapi aku justru melihatmu berjalan-jalan dengan Jongin. Jadi, mana yang benar? Kau berbohong padaku untuk bertemu dengan Jongin?” Kyuhyun mencerca Ranran dengan pertanyaan. Nada tinggi yang digunakan dan tatapan mata menghakimi membuat Ranran bergidik.

Ranran membalikkan badan menghadap Kyuhyun dan bersender pada meja belakangnya. Detak jantungnya semakin cepat berdetak. Sial.

“Aku..saat itu jadwal ku sudah selesai. Jadi aku bersedia menemuinya. Benar begitu.” Katanya mengelak.

Kyuhyun menyipitkan matanya. Ia tahu Ranran berbohong. “Kau bukan orang yang mudah berbohong, Ran-ya.”

“Minrin bilang saat itu kalian memang sedang tidak ada jadwal. Sekarang apa? Kau masih ingin mengelak?”

Ranran menggenggam tangannya erat, menekankan ujung-ujung kukunya kuat. Hatinya mencelos begitu mendengar ucapan Kyuhyun. Sejauh mana dia tahu tentangnya dan Jongin?

Tapi pada akhirnya Ranran hanya bisa menundukkan kepalanya. Pasrah. “Mianhae..aku sudah berbohong.” Akunya. Dia mengalah seperti biasanya.

Dilihatnya Kyuhyun hanya membuang muka, menghindari bertatap muka dengan Ranran. Itu sedikit menyakitkan.

“Kau yakin ini kebohonganmu yang pertama?” tanya Kyuhyun kemudian

Ranran seketika itu menautkan alisnya, bingung dengan arah pembicaraan Kyuhyun yang satu ini. Apa maksudnya? Apa namja ini sedang meluncurkan serangan untuk memulai pertengkaran?

“Apa kau sangat dekat dengan Kim Jongin?” kali ini Kyuhyun mengubah pertanyaannya, berharap Ranran mengerti sekarang.

Dia sedang bertanya pada Ranran sejauh mana hubungan gadisnya itu dengan namja bernama Kim Jongin. Ucapan itu membuat Ranran menjadi panas dingin.

Ranran berusaha tersenyum kecil setelahnya. “Kami hanya berteman. Kenapa kau bertanya seperti itu? Kau cemburu?” tanyanya

Kyuhyun menolehkan kepalanya, menatap Ranran. Sedetik kemudian dia sudah berdiri dan berjalan mendekati gadis itu. sangat dekat. “Aku tidak sedang cemburu. Tapi aku sedang tidak mengerti dengan jalan pikiranmu, Ran-ya.” Ucapnya dingin yang langsung membuat Ranran mengubah raut wajahnya.

“Kau pikir aku tidak tahu kau sering bertemu dengan orang itu? selama ini..bukan hanya di Jepang tapi juga di Korea. Meskipun Aku di sini pun kau sering bertemu dengannya kan? Aku penasaran apa selama aku ke luar negeri kau semakin sering bertemu dengannya?”

Deg…!!

“Pantas saja akhir-akhir ini kau selalu sulit dihubungi.”

Ranran menciut. Apa lagi sekarang? jadi sejak tadi Kyuhyun benar-benar sedang marah padanya?

Paboya, Ranran merutuki dirinya sendiri. Tentu saja Kyuhyun sedang marah. Apa sekarang ia tidak tahu bagaimana raut wajah Kyuhyun jika sedang marah?

Tapi terlepas dari itu semua, Ranran justru berontak. Sebuah rasa sakit yang lama terkunci entah sejak kapan mulai terbuka. Amarah itu jelas menyelimuti pikiran dan hati Ranran sekarang. alih-alih menundukkan kepalanya seperti biasa ketika menghadapi kekesalan Kyuhyun, dia justru menantang namja itu. Apa kemarahan yang Kyuhyun rasakan ini hanya miliknya? Dia bahkan tidak pernah tahu Ranran juga pernah mempunyai amarah itu.

 “Kenapa kau bicara seakan aku melakukan kesalahan. Waeyo? Apa aku tidak boleh bertemu dengan Jongin?” Raut wajahnya sekarang berubah penuh amarah.

Ya.. amarah ini sebenarnya sudah Ranran simpan sejak dulu. Dulu sekali. Bahkan jauh sebelum dia mengenal dekat Kim Jongin. Tapi dia selalu menekannya kuat-kuat agar tidak keluar.

Namun sekarang perasaan yang menyakitkan itu muncul lagi.

“Kau melarangku bertemu dengannya?” Ranran mengulangi pertanyaanya. Sebuah senyum sinis menghiasi wajahnya.

Sementara itu Kyuhyun mulai tidak menyukai nada ucapan Ranran sekarang. “Aku tidak pernah melarangmu. Dan itu benar kau melakukan kesalahanmu lagi. Waeyo? Kau menyukainya?” seru Kyuhyun.

Ranran tersentak. Menyukai Jongin? Seharusnya Ranran yang bertenya pada kyuhyun apakah dia menyukai Victoria.

Ya.. pada dasarnya amarah yang Ranran simpan selama ini adalah mengenai Victoria. Ranran tidak bodoh saat tahu Kyuhyun juga sangat sering bertemu Victoria. Kyuhyun bilang Victoria sahabatnya. Seharusnya Ranran bisa mengerti itu, tapi apa yang ia mengerti perlahan runtuh begitu ia menyadari Kyuhyun tidak pernah melihat Victoria sekedar sahabat.

“Kenapa kau sangat marah sekarang? Bukankah aku tidak pernah marah saat kau terlalu sering bertemu dengan Victoria eonnie?” Seru Ranran agak berteriak. Matanya mendadak panas, dan dia rasakan pandangannya mulai mengabur.

“Kau tidak suka aku bertemu dengan Jongin. Tapi selama ini aku tidak keberatan Kau menemui Song Qian. Jadi sebenarnya apa salahku?”

Yah.. semua rasa sakit, kemarahan itu akhirnya mencuat keluar. Ranran bahkan tidak peduli lagi sekarang. Ia menarik nafas dalam dan menghembuskannya dengan pelan, sementara cairan bening dari matanya juga ikut meluncur dengan pelan.

 “Dan apa yang kau bicarakan tadi? Aku menyukai Jongin? Kalau iya lalu kenapa? Kau juga akan melarangku melakukan itu” Ucap Ranran tanpa sedikit pun keraguan.

Kyuhyun refleks mundur satu langkah. “Lalu bagaimana denganmu, apa kau menyukai Song Qian? Apa selama ini aku melarangmu menyukainya?” Ranran bahkan hampir berteriak sekarang. nafasnya terengah begitu meluapkan semua beban yang membuatnya sesak akhir-akhir ini.

Aku tahu kau pernah melakukan kesalahan, namun aku diam. Tapi di saat aku yang melakukan kesalahan kenapa kau harus begitu marah? Kau tahu kan kesalahan kita sama?

                       

 

Dorm Super Junior

20.00 KST

“Kyuhyun-ah, kapan kau kembali ke China?” Shindong memperhatikan Kyuhyun yang sekarang duduk dengan ponsel di tangannya.

Sudah dua hari dia di Korea, padahal jelas kegiatan Super Junior M menunggunya di negeri seberang itu. Shindong sekarang ikut duduk di samping Kyuhyun dan menghidupkan televisi.

“Ya, SJ M benar-benar sedang tidak ada schedule sekarang?” tanya Shindong lagi, karena pertanyaannya tadi tidak juga dijawab Kyuhyun.

Kyuhyun menghentikan aktivitasnya dan hanya berdehem pelan. “Tidak ada. Mereka juga akan pulang ke Korea besok.”

Shindong menganggukkan kepalanya. “Ah..kenapa tidak ada acara yang menarik.” Ia memindah channel menjadi MBC dan kebetulan sekali sedang ada berita tentang dunia entertainment.

“Hoaah.. dBrinds comeback bulan depan?” serunya begitu acara comeback album kedua dBrinds menjadi headline di MBC itu. Kyuhyun yang awalnya penasaran diam-diam ikut memperhatikan setiap ucapan yang si pembawa berita.

 “Mereka benar-benar keren. Daebag..!! ku dengar debut mereka di Jepang juga sukses.” Shindong terus saja berkomentar, sementara Kyuhyun yang duduk di sampingnya mulai tidak suka.

Bukan tidak suka dengan comeback dBrinds, tapi lebih tepatnya tidak suka dengan nama yang sedari tadi disebut MC. Shin Ranran.

Ne, ini album kedua. Kami berharap semua orang bisa menerimanya.”  Gadis cantik berambut panjang yang menjadi leader dBrinds berkomentar di sela-sela fansmeeting  di Jepang.

Album ini berbeda dari album pertama kami. Ada beberapa kejutan di dalamnya, baik itu lagu maupun music videonya.”

Kyuhyun meletakkan ponselnya di meja dengan agak berlebihan, hingga membuat Shindong berjengat karena kaget. “Kenapa selalu dia yang diwawancarai?” ucapnya ketara sekali tidak suka.

Shindong yang awalnya begitu focus dengan berita itu refleks menolehkan kepalanya. “Waeyo?” tanyanya heran.

“Aku hanya heran kenapa harus selalu dia yang menjawab pertanyaan wartawan itu. Bagaimana dengan member lainnya? Bukankah mereka juga memiliki kesempatan yang sama untuk menjawab?”

Shindong mengernyitkan dahinya. Aigoo.. kenapa dengan bocah ini?

“Eiiiyyy… Leader..Leader, kau tahu kan dia Leader. Seperti Teukie hyung..bukankah Teuk hyung yang selalu menjawab pertanyaan?”

Diam kemudian.

“Ada apa denganmu? Sepertinya sejak kembali dari China kau semakin aneh. Waeyo? Bukankah kau masih menyukainya?” tanya Shindong kemudian.

Kyuhyun membuang mukanya, kesal. “Berhentilah membahas gadis itu, hyung.”  Ia pun begitu saja beranjak dari tempat duduknya, meninggalkan Shindong dengan tanda tanya besar di kepalanya.

Aku tidak membencimu, Tapi melihatmu seakan memutar ulang memori pertengkaran itu. memori yang aku benci selama ini

 

Kyuhyun merebahkan diri di atas tempat tidurnya. Matanya menerawang menatap langit-langit. Sesekali terdengar keluh nafas panjang darinya. Dan sekali lagi pikirannya melayang-layang.

Tentang Shin Ranran.

Entahlah.. Kyuhyun sendiri tidak tahu harus menghadapi perasaan dalam dirinya ini seperti apa. Di satu sisi dia tidak suka melihat Ranran bersama Jongin. Lebih tidak suka lagi ketika statusnya sekarang ini bukan orang yang bisa melarang kedekatan dua orang itu. Dia menyukai Ranran. Ya..Kyuhyun akui itu. Dia masih menyukai Ranran sampai saat ini.

Tapi di sisi lain ada hati lain yang terbagi. Sudah sejak lama terbagi, dan Kyuhyun baru memikirkannya saat Ranran mengatakannya padanya.

Song Qian.

Ya..gadis itulah yang membuat Kyuhyun tidak bisa memastikan hatinya sendiri. Gadis itu yang sudah membagi satu bagian utuh yang awalnya hanya dia berikan untuk Ranran menjadi sepertiga atau bahkan setengahnya.

“arrghh..” Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi. Dia meraih bantal di sampingnya dan digunakan untuk menutupi wajahnya.

Apa dia menyukai Song Qian seperti yang Ranran katakana?

Tidak tahu. Kyuhyun kembali mengerang frustasi. Dia tidak tahu sama sekali apa yang ia rasakan pada Song Qian. Hanya saja selama Qian berada di sisinya, dia selalu merasa nyaman. Kehadiran Qian selalu membuat mood nya mendadak baik. Dia tidak lagi menjadi Kyuhyun yang keras kepala dan evil, ya.. meski tidak seratus persen hilang. Tapi tetap saja, Qian selalu mempunyai caranya sendiri untuk membuat Kyuhyun menurut padanya.

Senyum menawan dan wajah cantik yang sekali pandang mampu membuat Kyuhyun hilang arah. Tapi selama ini Kyuhyun tidak pernah berpikir untuk menyukai gadis keturunan China itu. Ataukah selama ini ia sendiri yang tidak paham dengan perasaannya?

“Mereka berdua benar-benar membuatku gila..!!”

                       

 

Two weeks later

Februari 2st 2013

10.00 KST

 “Apa yang kau pikirkan sih?” Yeonie menyenggeol lengan Ranran pelan ketika mobil mereka melaju dengan tenang di jalanan kota seoul yang lumayan padat.

Sudah sejak tadi Yeonie mendapati leadernya itu melamun.

Ranran yang sedari tadi memang melayangkan pandangan keluar jendela hanya menggelengkan kepalanya pelan. “aku hanya bingung..”

Yeonie mengangkat sebelah alisnya. Bingung? Bingung kenapa lagi? karena Cho Kyuhyun oppa? ayolah mereka sudah resmi berbisah hampir satu bulan, dan eonnienya ini belum juga bisa move on? Bagaimana dengan Kim Jongin itu?

Yeonie ikut menggeleng pelan. “Jangan katakan soal Kyuhyun oppa. Ayolah, eonnie bagaimana bisa kau tidak move on eh? Lupakan dia..!! kau sendiri kan yang bilang hubungan kalian benar-benar sudah berakhir?”

“Bukan soal Kyuhyun. Tapi Jongin..”

Eh?

Yeonie menolehkan kepalanya cepat menghadap eonnienya itu. “Jongin? Kenapa bisa Jongin? Setahuku namja yang selalu membuatmu galau cuma mantan evil prince mu itu.” Alis Yeonie bertautan dan dia menunggu jawaban dari Ranran.

Kenapa bisa Jongin?

“Dia bilang menyukaiku.”

“Mwo..!!” seketika itu Yeonie membulatkan matanya, dan bahkan teriakan keterkejutan itu membuat manajer mereka yang duduk di depan menolehkan kepalanya.

“Yeon-ah, jangan berisik”  Beruntung dia tidak ingin mencari tahu lebih banya.

“Mianhae, oppa..”

Sekarang yeonie kembali memusatkan perhatiannya pada Ranran. Ada hal yang harus diluruskan kakak tertuanya ini. Bagaimana bisa Jongin melakukan itu? atau bagaimana Jongin bisa menyukai Ranran?

“Katakan padaku kenapa bisa seperti itu..”

“Eottoke, Yeonie-ah..? ini benar-benar membuatku fustrasi..” Ranran bergerak mengecak rambutnya sendiri.

 “Dia bilang karena sekarang aku dan Kyuhyun sudah tidak ada hubungan apapun, dia ingin berada di sisiku menggantikannya. Itu yang dia katakan”

Aigoo.. yeonie ikut-ikutkan memegang kepalanya. Diluar perkiraannya. Dari mana Kim Jongin bisa mendapatkan keberanian itu? Astaga, namja itu baru saja menyatakan perasaannya pada yeoja yang lebih tua darinya dan kebetulan sekali masih belum bisa move on dari pacar lamanya.

“Lalu, Eonnie jawab apa?”

Ranran menggelengkan kepalanya pelan. “Molla. Aku belum menjawabnya.”

“Kau belum memberinya jawaban?” Ranran lagi-lagi hanya menggeleng pelan.

“Aigoo..” Yeonie menghela nafasanya. “Kalau, begitu jawaban apa yang akan eonnie berikan?” Kenapa dirinya yang ikutan susah?

Ranran menyipitkan matanya dan mengarahkannya pada Yeonie. “Tidak tahu. karena itu aku bingung” gerutunya.

“Baiklah..baiklah. kenapa kau justru marah padaku ha?”

“Ya, itu salahmu yang terus saja ingin tahu.”

“Aku hanya kasihan padamu. Aigoo… belum juga berhasil move on dari Kyuhyun oppa. sekarang eonnie bahkan menghadapi masalah cinta lainnya.. ck ck ck.” Yeonie tidak mengerti. Bisa-bisanya leader mereka memiliki masalah cinta di saat comeback dBrinds di depan mata.

“Lebih baik kau segera memberinya jawab. Jangan membuatnya menunggu..!!”

Ranran hanya mendelik kesal pada adiknya itu. bukannya membantu tapi justru mengejek. Ia menghembuskan nafasnya keras. Ia sendiri bingung harus menghadapi Jongin seperti apa? Namja itu terlalu jauh melangkah. Tapi anehnya Ranran sama sekali tidak keberatan jika selama ini Jongin selalu ada di sampingnya. Kehadirannya perlahan, sedikit-demi sedikit mungkin..ehm..atau bahkan sudah ..meggantikan posisi Kyuhyun selama ini.

Sial. Kenapa dengan dirinya sekarang?

                       

 

 

One of the Room in SMent’s building

10.05 KST

Kyuhyun membuka pintu ruangan berwarna coklat itu dan seperti perkiraannya, ia akan mendapati gadis yang sejak samalam di carinya. Victoria. Gadis itu menghentikan aktifitasnya dan mematikan music yang tadi menemaninya menari. Ia menoleh pada Kyuhyun dan tersenyum.

“Cepat sekali kau menemukanku.” Ia mengambil handuk kecilnya dan mulai mengelap kening dan tangannya yang sudah banjir keringat.

“Aku selalu tahu dimana kau bersembunyi, Qian..” Kyuhyun berjalan mendekati gadis itu dan mengulurkan sebotol air mineral. “Kau pasti haus..”

“Gomawo.” Victoria langsung menerima botol itu, membuka tutupnya dan meminum isinya dengan rasa haus yang benar-benar menyelimuti.

Diam-diam Kyuhyun memperhatikan aktifitas gadis  di depannya itu. Lucu. Dan selalu berhasil membuat Kyuhyun tersenyum begitu saja. “Jadi, kenapa kau menghindariku beberapa hari ini?” Kyuhyun ikut duduk di samping Victoria dengan kaki lurus. Sama persis dengan yang dilakukan Victoria sekarang.

Victoria menghentikan kegiatannya dan mendongakkan kepalanya. “ Tidak ada alasan khusus. Hanya ingin sendiri saja” Sebuah senyum begitu saja mengembang dari bibirnya. Bukan senyum kebahagiaan yang sesungguhnya. Dan Kyuhyun tahu ada yang sedang disembunyikan gadis ini.

Kyuhyun sekali lagi memperhatikan Victoria. “Dasar tukang bohong..” Ia menjitak kepala Victoria pelan, gemas dengan kelakuan gadis ini yang sama sekali tidak pernah berubah.

“ouch..” Victoria refleks menjauhkan kepalanya. “Aku tidak bohong, Kyu..”

“Jangan memulai untuk berdebat, Qian-ah. Aku tahu kau sedang menghindariku dua minggu ini. Kau tidak menjawab telepon dari ku, dan bahkan menyuruh adik-adikmu untuk berbohong dan mengatakan kau sedang di China.”

Victoria membulatkan matanya, tidak percaya. Dari mana dia tahu?

 “Lain kali, kau harus memikirkan baik-baik sebelum berbohong. Kau tahu kan Sulli tidak pernah bisa berbohong?”

Ahh..jadi Sulli. Iya, itu benar. Seharusnya dia sudah menduga Sulli tidak akan memihaknya kali ini. Gadis itu sangat dekat dengan member Super Junior termasuk Kyuhyun. Victoria menundukkan kepalanya, merasa kalah “Aku tidak bermaksud membohongimu.” Ucapnya lemah.

Kyuhyun tersenyum. Song Qian nya memang tidak pernah bisa berbohong padanya, sama seperti Ranran. Mereka berdua sama sekali tidak bisa berbohong pada Kyuhyun. Ahh.. kenapa lagi-lagi nama Ranran?

“Qian-ah..” panggil Kyuhyun ragu.

“Hmm..”

Sial. Mendadak jantungnya berdetak cepat sekarang. Kyuhyun menarik nafas panjang. Dia harus melakukannya. Bukankah tujuan dia mencari Victoria semalam adalah untuk mengatakan sesuatu yang sejak dua minggu ini memnuhi kepalanya? Sayangnya Victoria baru bisa ditemuinya sekarang. Sepertinya gadis ini mempunyai semacam telepati yang membuatnya bisa menghindar dari pertanyaan yang akan Kyuhyun ajukan, yang mungkin akan membuat Victoria terkejut.

“Ada apa?” Kali ini Victoria menolehkan kepalanya menghadap Kyuhyun.

Tatapan Victoria yang lembut bukannya semakin mendorong Kyuhyu untuk mengeluarkan kata-kata yang mencekik lehernya tapi justru membuatnya kehilangan kepercayaan diri. Astaga. Ini lebih buruk dari pada pertama kali dia menyanyi di atas panggung.

Kyuhyun dengan cepat memegang pundak Victoria dan membalas tatapannya. “Dengarkan aku..!!”

 “Aku akan mengatakan ini sekali saja, karena itu kau harus mendengarnya dengan baik-baik. Kau mengerti?” Ucap Kyuhyun serius.

Victoria diam. Dan seakan syarafnya menerima baik ucapan Kyuhyun barusan, ia pun memasang indra pendengarannya dengan sebaik mungkin.

Apa yang akan Kyuhyun ucapkan?

“Qian-ah, aku menyukaimu..!!”

Eh?

Victoria diam di tempatnya. Tiba-tiba saja kinerja otaknya tidak lagi sebaik tadi. Bahkan untuk sesaat dia merasa pendengarannya tadi salah menerima rangsangan hingga membuat pikirannya tiba-tiba blank. Dan..hatinya, Ia tidak tahu di mana hatinya berada yang Ia bisa rasakan hanya detak jantungnya yang semakin kuat. Debaran kuat bercampur hawa panas di tekuknya.

Tidak, Qian..!!

Victoria berusaha menyadarkan diri. Dengan gerakan cepat dia melepaskan tangan Kyuhyun yang masih memegang pundaknya kuat. Ia buru-buru berdiri dan sesaat ia menatap Kyuhyun.

“A..Aku..” Alih-alih mengatakan kalimat yang sudah di ujung bibir, Victoria justru memilih menyambar tasnya dan pergi meninggalkan Kyuhyun.

“Song, Qian..!!” Kyuhyun ikut berdiri dan memperhatikan Victoria yang kabur begitu saja.

                       

“Eonnie, aku tunggu di dalam..” Chany berjalan mendahului Ranran masuk ke dalam kantor agensi mereka, sementara Ranran harus tertahan sebentar diluar karena kehadiran Jongin.

“Jangan lama-lama, Ran-ya.” Ranran mengangguk mengiyakan ucapan manager mereka. Ia melihat sesaat sampai Sungyeon dan manager mereka menghilang dibalik lift.

Sekarang hanya tinggal dirinya dan juga Jongin. Kim Jongin. Entah bagaimana Ranran bisa bertemu secara tidak sengaja dengan namja ini di kantor agensinya. Awalnya Ia sudah sangat senang karena beberapa hari ini akan sibuk mempersiapkan comeback dBrinds, tapi diluar dugaannya, bahkan di kantornya sendiri Ia masih harus berpapasan dengan Jongin.

“Kau punya kenalan di sini?” tanya Ranran kemudian. Terlihat sekali Jongin menatapnya heran. “Maksudku, aku yakin Kau kenal dengan seseorang dari staff JYP atau artis-artis di sini. Karena itu kau bisa ada di sini.” Ranran melanjutkan.

Jongin tersenyum dan mengangguk “Aku menemui teman lamaku. Dia trineer di sini.”

“Ahh..begitu rupanya.” Ranran ikut menganggukkan kepala.

Jongin memperhatikan Ranran lekat. Sebenarnya tujuan utamanya datang ke sini bukan hanya bertemu dengan teman yang tadi ia bilang. Tapi tujuannya adalah menemui Ranran. Sepertinya gadis ini memilih menghindarinya sejak kejadian tiga hari lalu. Itu sedikit membuat Jongin sedih.

“Jadi, apa yang ingin kau katakana?” Ranran bertanya tidak sabar. “Kau tahu aku tidak punya banyak waktu sekarang, jadi lebih baik kau segera mengatakan apa yang ingin kau katakan.”

Jongin tersenyum lemah. Ucapan Ranran barusan benar-benar menandakan Ia tidak ingin bertemu dengan Jongin.  Menyakitkan, bukan?

Aku ingin mendengar jawabmu, Ran-ya

Andai Jongin bisa mengatakan kalimat itu. Tapi sepertinya keinginanya sedang tidak bersahabat dengan pikirannya. “Bagaimana kalau makan siang bersama besok?”

“Tapi besok aku harus..”

“ Aku tidak menerima penolakan kali ini, Agashi..” Jongin memaksakan tersenyum. Dia maju satu langkah dan menepuk pundak Ranran beberapa kali.

Kalau hari ini Ranran masih membutuhkan waktunya, baiklah Jongin akan memberikannya. Tapi besok, gadis ini harus memastikan jawabannya. Sekali lagi Jongin tersenyum.

Apa dia sedang bertindak egois sekarang?

“Besok aku akan menjemputmu.” Setelah itu Jongin pun meninggalkan Ranran yang Ia tahu pasti sedang memikirkan banyak hal sekarang.

“Sampai jumpa besok..” ucap Jongin lagi

Maaf, Nunna…

                       

 

At f(x)’s Dorm

22.00 KST

Victoria masih membenamkan kepalanya di atas bantal. Bantal ini satu-satunya yang bisa membuat air matanya berhenti mengalir. Tapi tetap saja hatinya benar-benar kacau sekarang. ucapan Kyuhyun tadi siang jelas masih menjadi penghuni tetap di otaknya sampai sekarang. Dan sialnya Victoria sama sekali tidak punya cara untuk menyuruhnya keluar.

Kenapa Kyuhyun harus mengatakan itu? bukannya tidak senang. Jujur saja Victoria sangat senang mendengar kalimat itu dari Kyuhyuh. Senang sekali sampai-sampai dia lupa bagaimana caranya bernafas saat itu. Semua anggota badannya mendadak jadi kaku, otaknya blank dan hatinya mengawang-awang di angkasa.

Tapi masalahnya, dua minggu ini Victoria memang sengaja menghindari Kyuhyun untuk menekan perasaannya sendiri. Karena jujur saja ia juga menyukai Kyuhyun. Dan semua usahanya sia-sia begitu Kyuhyun juga mengatakan hal yang sama padanya.

Lalu? Bukankah itu tidak menjadi masalah?

Memang. Sama sekali tidak akan menjadi masalah. Tapi Victoria menyadari Kyuhyun mungkin saja hanya menjadikannya pelarian sejak berpisah dari Ranran. Victoria sangat mengenal Kyuhyun. Dia tidak akan begitu saja melupakan gadis yang dicintainya. Dan kenapa Victoria justru menghindarinya selama dua minggu ini? Karena Kyuhyun bilang salah satu alasan yang menyebabkan hubungannya dengan Ranran berakhir bukan sepenuhnya karena Jongin, tapi juga dirinya.

Karena itulah Victoria memilih mundur, memberi ruang bagi Kyuhyun berpikir bahwa sebenarnya perasaan yang dirasakan pada Victoria adalah sebuah kesalahan, dan sebenarnya orang yang Kyuhyun sukai hanya Ranran.

Oh..baiklah, kenapa sekarang Victoria yang seakan berada di posisi yang sulit? Dia terjebak dalam dua tebing yang menghimpitnya. Satu sisi perasaannya tidak bisa menolak rasa bahagia yang berkecamuk mendengar ucapan Kyuhyun tadi. Tapi di sisi lain instingnya masih bekerja baik yang memberitahukan bahwa Kyuhyun sebenarnya masih sangat mengharapkan Ranran kembali padanya.

Untuk sesaat Victoria mungkin masih dalam posisi yang sama, jika bel di luar tidak memaksanya bangun. Suara bel itu menandakan ada orang yang datang ke dormnya. Dan karena semua member f(x) sedang pulang ke rumahnya termasuk Amber yang menginap di tempat Luna, membuat Victoria satu-satunya orang yang harus membukan pintu.

Dengan langkah yang berat Victoria menghampiri pintu, dan tanpa mengecek melalui layar, Ia pun langsung membuka knop pintu.

‘QIan..”

Mata gadis itu seketika membulat begitu melihat siapa yang datang dan dengan gerakan cepat dia memilih menutup kembali pintunya. Tapi orang itu dengan cepat menahan laju pintu dengan tangannya. Victoria kembali menariknya dengan kuat, tapi sial tenaganya tidak sekuat orang itu.

“Jangan menghindariku..!!” ucap orang itu.

“Kyu..” Victoria memanggil orang itu dengan jengkel.

Tapi akhirnya Victoria mengalah dan membiarkan Kyuhyun masuk ke dormnya. Ia menghela nafas pasrah. Dua tas berwarna putih di tangan namja itu.

“Member mu sedang tidak di sini kan? bagus kalau begitu.” Ucap Kyuhyun. Ia berjalan masuk ke dalam dan dapur menjadi tujuannya.

Victoria membuntuti Kyuhyun dan sekarang berdiri di ambang pintu dapur. “Apa yang kau lakukan di sini?”

Kyuhyun mengabaikan pertanyaan itu dan justru mengeluarkan isi tas yang dibawanya. “Tentu saja merayakan ulang tahunmu, nona Song..” Sebuah kotak persegi yang ternyata berisi kue tart sekarang diletakkan Kyuhyun di atas meja.

Ulang tahunnya? Ah.. Victoria bahkan lupa kalau hari ini memang ulang tahunnya. Ia mengubah matanya dan memperhatikan Kyuhyun sejenak. Namja itu sekarang mengeluarkan beberapa box makanan dari tas lainnya. “Ibuku menyiapkan ini.” katanya.

“Kau tahu aku sedang menghindarimu, kenapa kau datang?” Victoria kembali bertanya. Sayangnya Kyuhyun lebih memilih menyibukkan diri dengan box-box makanan yang dibawanya tadi.

“Ya..!!”

Kyuhyun meletakkan chopsick dan kali ini mengarahkan pandangannya pada Victoria, tajam.  “Bagaimana kalau kita lupakan ucapanku tadi? Ayolah, Qian kau bukan anak kecil yang akan terus menghindari orang yang mengatakan suka padamu kan?”

Victoria menggerutu kesal. Kau tidak tahu, Kyu..

Victoria memang bukan anak kecil lagi, tapi entah kenapa dia seperti menjadi anak remaja yang baru saja merasaan cinta pertamanya.

“Lagipula aku hanya bilang menyukaimu, aku tidak bilang ingin jadi pacarmu.” Lanjutnya.

Sayangnya itu masalah untuk Victoria. Tidak ada orang yang tahu kapan keegoisan seseorang itu menguasai. Dan Victoria takut dia akan egois untuk memiliki Kyuhyun nantinya, sementara Kyuhyun bahkan tidak berniat menjadikan Victoria miliknya.

“Baiklah, aku yang bodoh. Jadi, kau ingin melupakannya? Oke..kita lupakan kejadian tadi.”

“Aku tidak bilang kau bodoh, Qian..”

“Kau baru saja bilang aku bukan anak kecil, itu sama saja kau seakan mengataiku bodoh dalam konteks tidak seperti orang dewasa lainnya.”

“Itu beda.”

Victoria mengerucut kesal. “Ah..sudahlah.” Kyuhyun menyerah. “Kenapa kau selalu mendebat ucapanku, ha?”

Victoria menghela nafasnya dan sedetik kemudian berjalan mendekat. Ia memilih duduk di kursi, dan memperhatikan Kyuhyun yang sekarang kembali mengatur box-box makanan itu. Mendebat ucapan Kyuhyun memang tidak pernah bisa membuatnya menang.

 “Jjaa..!!! semua sudah siap. Jam berapa sekarang?” Kyuhyun mengecek jam di tangannya dan sebuah senyum menghiasi. “Baru jam sebelas kurang. Apa yang ingin kau lakukan?” Kali ini Ia memperhatikan Victoria yang tetap diam di tempatnya.

“Kau bilang merayakan ulang tahunku. Jadi kurasa meniup lilin itu salah satu yang harus dimulai sekarang.”

Kyuhyun berjalan memutari meja dan duduk di sebelah Victoria. “Kue dan lilin hanya satu. Jadi, lebih baik meniup lilinya tepat jam 12 malam.” Ia tersenyum.

“Waey?”

“Untuk merayakan ulang tahunku tentu saja.” Sekali lagi Kyuhyun tersenyum.

“Ck…Dasar kekanak-kanakan..!!”  diam-diam Victoria menyembunyikan senyum kecilnya.

“Lihat dirimu..!! kau bahkan terlihat senang sekarang. Aku tahu kau tidak akan menolak kedatanganku.”

Victoria langsung mengubah senyum kecilnya menjadi raut wajah kesal. “Ck..!! sudahlah.” Gadis itu berdiri dan berjalan menuju ruang tengah, lagi-lagi dia tersenyum kecil.

Ya..benar. Itu benar bahwa kenyataannya dia memang tidak pernah bisa benar-benar menolak Kyuhyun tetap berada di sekitarnya. Dan lebih yang disayangkan lagi Ia justru senang jika mendapati Kyuhyun melihatnya.

Aku ingin menyerah menyukaimu sekarang. Tapi sepertinya tidak bisa. Eottoke?

 

23.58 KST

“Saengil Chukka hamnida, Qian-ah..” Kyuhyun tersenyum. Sekarang di depan mereka terdapat kue tart berselimut cream putih dan dua buah lilin menyala di atasnya. “Aku mungkin bukan yang pertama mengucapkannya. Tapi jelas di hari ini aku yang terakhir..”

Victoria tersenyum dan mungkin saja pipinya juga bersemu merah sekarang. “Kuere, Saengil Chukka hamnida, Kyuhyun-ah. Aku tidak akan menjadi yang terakhir tapi jelas aku yang pertama mengucapkan ulang tahun padamu.”

Andai, Victoria selalu menjadi orang pertama yang mengucapkan ulang tahun pada Kyuhyun. Tidak. Itu hanya khalayan belaka. “Baiklah..!! make a wish lalu kita tiup lilinnya.” Victoria memejamkan matanya pelan.

Gadis itu diam untuk beberapa saat. Hatinya bergumam pelan, membisikkan keinginan yang bisa dibilang sedikit egois di usianya yang ke 27 tahun. Tidak. itu bukan keegoisannnya. Dia hanya meminta, dan jika Tuhan tidak mengabulkannya juga tidak apa-apa.

Diam-diam Victoria menarik seulas senyum di bibirnya. “Aku ingin dia tetap berada di sisiku, aku ingin dia tahu aku menyukainya.”

Sementara itu Kyuhyun yang sedari tadi memperhatikan Victoria hanya sesekali menahan tawanya. Gadis itu terlihat lucu di matanya ketika diam seperti itu. Kemudian tanpa keraguan pun , Kyuhyun ikut menutup matanya.

Jangan pernah membiarkan orang ini pergi dari hidupku.”

Victoria membuka matanya dan tersenyum. “Kau siap?”

“Ne,”

Keduanya menarik nafas dalam. “Hana .. Dul.. Set..!!” dan lilin itu pun padam seketika.

Kyuhyun mengambil dua buah piring kecil, sementara Victoria mencabuti lilinnya dan mulai memotong kue itu. “Apa permintaanmu tadi?” tanya Kyuhyun kemudian.

Victoria menggeleng pelan. “Rahasia.” Ucapnya senang. “Bagaimana denganmu?”

Kyuhyun menyipitkan matanya. “Itu juga rahasia!!”

“Ck..” Victoria memberikan satu potong kue berukuran sedang di piring yang dibawa Kyuhyun.

Senang. Sangat menyenangkan. Victoria menyembunyikan senyumnya. Merayakan ulang tahun berdua seperti ini sama persis dengan yang pernah mereka lakukan sebelumnya. Ya..meskipun saat ini lebih tepat dikatakan merayakan ulang tahun Kyuhyun dari pada ulang tahun mereka berdua.

Stay here with me, please..

 

February 3rd 2013

At Siwon’s House

17.00 KST

Taman belakang rumah Siwon yang lumayan luas mendadak disulap menjadi arena party barbekyu oleh member Super Junior. Terlihat Semua member termasuk Henry dan Zhoumi terlihat berkumpul di salah satu rumah mewah milik keluarga Choi. Bahkan ada juga member f(x), member dBrinds, Changmin TVXQ dan juga enam orang namja dari EXO K.

Selesai Super Junior M tampil di Music Bank, mereka semua memang sengaja merayakan ulang tahun magnae Super Junior Cho Kyuhyun. Dan melihat seberapa banyak orang yang datang, bisa dibilang ini bukan pesta kecil-kecilan ^^. Meskipun yang mereka lakukan hanyalah memanggang barbekyu..benar tidak begitu tulisannya? 😀 dan juga saling bertukar cerita. Tapi tetap saja waktu yang mereka habiskan ini seperti mendapatkan satu hari untuk berlibur dari rutinitas pekerjaan mengingat setiap hari mereka semua harus menghadapi schedule yang menumpuk.

Semua bahagia, tapi mungkin tidak dengan gadis ini. Shin Ranran. Selesai makan siang dengan Jongin tadi, seharusnya dia tahu anak itu akan membawanya ke sini. Dan sialnya Ranran tidak menyadarinya dari awal. Bukan apa-apa, bukan berarti dia juga tidak mau datang, hanya saja dia belum siap menghadapi Kyuhyun. Bahkan sampai detik ini pun dia tidak berani mengucapkan selamat ulang tahun padanya.

“Eonni-ya..!!” Ranran mungkin masih duduk menyendiri di teras kalau Yeonie tidak memanggilnya. Ia menolehkan kepalanya ke sumber suara dan selebihnya Yeonie menghampiri dirinya.

“Waegure?”

Ranran menggeleng pelan. “Aku ingin pulang..” ujarnya.

“Kau tidak suka berada di sini?” Ranran mengangguk. “Lalu kenapa kau datang?” tanya Yeonie kemudian.

“Kalau bukan Jongin, aku juga tidak akan berada di sini.” Keluh Ranran. Ia memperhatikan orang-orang yang ada di sini. Semuanya menyebar entah kemana.

Sesaat Ranan berpikir, apa Kyuhyun juga merasa tidak nyaman sepertinya ya? Secara ini kali pertama mereka dalam satu tempat bersama. Atau jangan-jangan namja itu bahkan tidak peduli kalau Ranran ada di sini? Atau mungkin justru tidak tahu?

“Ya..!! cobalah menyukai suasana di sini. Kau lihat Min eonnie saja bisa berada satu tempat dengan Wook oppa..” Yeonie mengarahkan pandangannya pada Minrin yang terlihat biasa-biasa saja bercanda dengan Hyukjae dan Hyehyo di ruang tengah, padahal jelas Ryeowook tidak jauh darinya juga tengah berbicara pada Luna.

Victoria mengikuti arah pandangan Yeonie “Tentu saja. Dia terlalu baik menyembunyikan perasaannya. Aku yakin dia juga tidak nyaman di sana, apalagi Ryeowook bersama Luna. Dan kau harus tahu mereka berdua masih berhubungan sedangkan aku dan Kyuhyun sudah berakhir.”

Seharusnya dia juga tidak akan merasa tidak enak di sini. Dia adalah gadis bebas sekarang, dan tidak terikat pada hubungan pada siapapun. Kenapa dia harus memikirkan apakah Kyuhyun peduli atau tidak?

“Cari saja Jongin dan ajak dia bicara..!!” Kali ini Yeonie melayangkan pandangannya pada Jongin yang tengah bersama D.O. yang sedang berusaha membakar arang di pelataran.

Lagi-lagi Ranran mengikuti arah pandang Yeonie. Ya..benar seharusnya dia menemui Jongin. Namja itu setidaknya harus bertanggung jawab karena menyeretnya dengan paksa ke tempat ini. “Kau benar. Jja..!!”

 Ranran kemudian berdiri dari tempat duduknya. “..dan berhubung adik-adikku sedang sibuk dengan namja mereka, sepertinya tidak ada yang bisa kau lakukan.” Ia tersenyum pada Yeonie. “kau juga pergilah..He’s waiting for you I think” Ranran melirik Sungmin yang sekarang tersenyum padanya.

“Eonnie..!!”

Ranran tertawa kecil melihat semu merah di pipi Yeonie dan setelahnya dia pun pergi meninggalkan magnaenya itu.

                       

 

Kyuhyun berjalan ke luar, dan mendapati kondisi di luar sama ramainya dengan di dalam. Dia sendiri juga heran kenapa hyungnya bisa mengundang semuanya datang. Apa orang-orang ini benar-benar sedang tidak ada schedule? Ah..kalau benar berarti beruntung sekali dirinya, sahabat-sahabatnya mau datang merayakan ulang tahunnya.

Sebenarnya Kyuhyun tidak ingin merayakannya, tapi entah ide siapa, tahu-tahu saja ketika diajak Hyukjae ke sini, rumah ini sudah penuh dengan mereka semua. Kyuhyun juga sebenarnya tidak suka merayakan ulang tahunnya, perayaan kecil tadi malam di dorm f(x) cukup membuatnya senang. ^^

Namja itu kembali memperhatikan keadaan luar, sampai akhirnya ekor matanya menangkap sosok Ranran yang duduk di kursi teras, agak jauh dai kerumunan. Sesaat Kyuhyun memusatkan perhatiannya pada gadis itu.

Shin Ranran. Sudah satu bulan sekarang mereka resmi berpisah. Rasanya memang benar tidak sama seperti dulu tapi tidak terlalu buruk. Mungkin gadis itu memang menginginkan kebebasan darinya.

Kyuhyun tersenyum. Ia masih lekat memperhatikan Ranran yang sekarang berbicara pada Yeonie. Pembicaraan leader dan magnae itu sepertinya tidak tampak menyenangkan. Sesekali Ranran menggerutu.

Ah.. apa dia tidak suka berada di sini?

Kemudian arah pandang mereka berdua beralih pada dua orang namja di pelataran yang tengah sibuk membakar arang. Kyuhyun menyipitkan matanya dan mengikuti arah pandang Ranran yang ternyata mengarah pada Jongin.

“Kim Jongin..” tiba-tiba saja Kyuhyun mengepalkan tangannya.

Dan sesaat kemudian Ia melihat Ranran berjalan menghampiri Jongin dan D.O. Merasa kalah atau bisa dikatakan merasa tidak suka, Kyuhyun memilih kembali ke dalam.

Ah… kenapa dengan dirinya? Kemarin dia bilang menykai Qian dan bahkan sangat senang menghabiskan umur 25 bersama gadis itu, tapi sekarang Ia seakan cemburu melihat Jongin dan Ranran. Sial.

“Kyuhyun-ah..!!” Victoria berteriak memanggil Kyuhyun begitu Kyuhyun sudah berada di dalam. Gadis itu tersenyum dan setengah berlari ke arahnya, rambut panjang dan poni yang menghiasi dahinya bergerak-gerak sesuai arah.

Yeppo..

Aiggoo.. Cho Kyuhyun..!!! kau pasti sedang tidak waras.

Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya. Sebenarnya hatinya sekarang ini sedang memilih siapa?

“Di sini kau rupanya. Kenapa tidak bergabung dengan yang lainnya? Mereka sedang bermain game di dalam. Ayo ke sana..!!” Gadis itu menarik tangan Kyuhyun.

“Ya..!!”

“Jangan protes Tuan Cho. Sepertinya hari ini Kau harus bersiap-siap dikerjai semua orang.” Victoria tersenyum lebar masih dengan tangan menggenggam tangan Kyuhyun.

Kyuhyun hanya menghela nafas pasrah dan mengikuti saja Victoria di depannya. Diam-diam dia menyembunyikan senyumnya ketika melihat tangan mereka berpegangan seperti ini.

                       

 

Botol soju berwarna putih itu sekali lagi diputar dan berhenti mengarah pada Donghae. “Aku..?”

“Kuere.. itu kau bodoh. Sekarang bertanyalah pada siapapun yang kau mau..” Eunhyuk menyahut.

Semua diam kemudian, meskipun tidak semua orang bermian game ini tapi tetep saja suasana tegang menyelimuti setiap orang. Jangan sampai pertanyaan yang akan Donghae ajukan itu ditujukan pada mereka, karena apapun yang terjadi mereka yang mendapat pertanyaan itu harus menjawab jujur.

Donghae melihat sembilan orang di depan dan sampingnya satu persatu. Eunhyuk, Kyuhyun, Hyehyo, Chanie, Luna, Youngie, Henry, Amber, dan terakhir Ryeowook.

“Kyuhyun-ah..”

Kyuhyun mendongakkan kepalanya. Sial. Dalam hati dia mengumpat. Kenapa harus dirinya? Jangan sampai hyungnya ini bertanya yang aneh-aneh padanya.

“Kalau kau dihadapkan pada dua pilihan antara sahabat dan kekasih, mana yang akan kau pilih?”

Deg..!!

Semua mata tertuju pada Kyuhyun sekarang, bahkan mereka yang tidak ikut bermain pun sejenak meninggalkan focus mereka dan hanya memperhatikan Kyuhyun.

Sial. Sekali lagi Kyuhyun mengumpat dalam hati.

“Siapa yang harus aku pilih..?”

“Kau harus jujur Kyu..” Sungmin berkomentar sebelum Kyuhyun melanjutkan kalimatnya.

“Kuere, tell us the truth.” Henry ikut berkomentar.

Sementara Kyuhyun sekarang merasa tidak nyaman dengan tatapan semua orang di sini. Mereka seakan tahu pertanyaan itu yang sebenarnya terus menghantui Kyuhyun selama ini.

Kyuhyun berpikir sejenak. Matanya tidak sengaja menangkap sosok Ranran yang tengah tertawa bersama Jongin di luar, lalu Victoria yang duduk di sofa dan tersenyum padanya. Pilihan ini sulit.

Ia menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. “Aku memilih sahabat.” Ujarnya yang langsung membuat semua orang di ruangan itu terkejut.

“Waeyo?” Luna bertanya.

“Karena apapun yang terjadi sahabat tidak akan pergi meninggalkanmu.”

Kyuhyun tersenyum dan sekali lagi melirik Victoria. Karena Sahabat tetap bertahan di sisimu meskipun dia merasakan sakit sekalipun.

                       

“Karena apapun yang terjadi sahabat tidak akan meninggalkanmu.”

Ranran menghentikan langkahnya secara mendadak. Ia baru saja akan mengambil beberapa sayuran di dapur tapi langkahnya terhenti mendengar ucapan Kyuhyun barusan.

Karena sahabat tidak akan meninggalkanmu.

Ah..kenapa mendengar kalimat itu sedikit menyakitkan untuk Ranran?

Ia memperhatikan Kyuhyun yang sekarang tengah menatap Victoria lekat. Dan pemandangan itu semakin menyakitkan untuknya. Tiba-tiba saja ia ingin menangis. Tapi tidak di sini. Akhirnya Ia pun memilih berbalik dan mengurungkan niatnya ke dapur. Terlalu menyesakkan di dalam, dan mungkin terlalu lama di sana akan membuatnya semakin sulit bernafas.

Ranran berjalan dengan gontai menuju kursi di teras luar, agak jauh dari kerumunan. Saat ini dia butuh menenangkan hatinya yang entah kenapa tiba-tiba memberontak. Sesak, sakit, dan Ia lelah selalu merasakan ini.

Kenapa harus merasakan ini lagi? bukankah dia dan Kyuhyun sudah berakhir? Kyuhyun orang yang bebeas seperti dirinya. Namja itu berhak menentukan lengkahnya sendiri sekarang, dan tidak seharusnya Ranran mencampuri masa depan Kyuhyun lagi.

Tapi..

Air matanya perlahan mengalir membasahi kedua pipinya. Ia memejamkan matanya, membiarkan air mata itu semakin deras mengalir. Biarlah. Sekali ini saja biarlah seperti ini.

“Ran-ya..!!”

Ranran membuka matanya dan mendongakkan kepala. Dilihatnya Jongin sudah berdiri tidak jauh darinya.

“Aigoo..seharusnya aku tahu kau akan tetap seperti ini.” Namja itu berjalan pelan dan tepat berdiri di depan Ranran sekarang. “Kenapa kau menangis?” Ia berjongkok di depan Ranran, sementara gadis itu dengan cepat menghapus air matanya dengan sedikit kasar.

“Tidak apa-apa.” Ujarnya menyakinkan.

Tapi bukan Jongin namanya jika begitu saja percaya omongan gadis ini. Jelas-jelas tadi dia melihat Ranran menangis setelah berlari dari dalam. “Waeyo? Kyuhyun sanbenim?” tanyanya.

Ranran menggelengkan kepalanya dan sekali lagi Ia tidak bisa menahan rasa sesak di dadanya. “Gwaenchanayo.” Katanya lagi, sementara matanya mulai kembali mengabur.

Jongin mengulurkan tangannya dan menyentuh ujung mata Ranran, mencoba menghapus air mata yang masih tersisa di sana. “Kau jelas tidak baik-baik saja. Jangan berbohong padaku.”

“Jongin-ah, katakan padaku apa kau juga akan memilih sahabat dari pada kekasih?” tanya Ranran tiba-tiba. Dia menatap Jongin. “Jawab aku..”

Jongin menarik tangannya dan berpikir sejenak. “Hmm..bagaimana ya..”

Aku akan memilihmu. Siapapun statusmu untukku..entah itu sahabat atau kekasih.

Jongin tersenyum.“Aku mungkin juga akan memilih sahabat.” Jawabnya kemudian. “Karena sahabat tidak akan pernah meninggalkanmu..”

Ranran mengangguk pelan. “Benar. Itu benar. Dia juga bilang seperti itu.”

“Nuguya?”

Lagi-lagi Ranran menggeleng. Dia tersenyum simpul.

“Kau mau jadi sahabatku?” tanya Ranran kemudian mengabaikan pertanyaan Jongin barusan.

Eh?

Sesaat Jongin terkejut namun kemudian dia justru tersenyum. “Kita sudah bersahabat dari dulu. Apa lagi ha?” ia mengacak rambut Ranran, gemas.

“Ah..benar. kau memang sahabatku. Kalau begitu kau tidak boleh meninggalkanku, mengerti?”

Tidak akan. Jongin tersenyum dan mengangguk. Apapun yang terjadi Ia juga tidak akan tega meninggalkan gadis ini. Biarlah dia ingin sekedar sahabat, biarlah statusnya hanya menjadi sahabat untuk Jongin. Karena mungkin dengan ini membuat gadis ini tetap tersenyum.

Semua orang selalu mengatakan tidak pernah ada persahabatan antara laki-laki dan perempuan. Tapi tetap saja mereka selalu bisa bersahabat meskipun perasaan mereka sebenarnya lebih dari pada itu.

Lalu antara dirinya dan juga Ranran, cukuplah sahabat tidak apa-apa. Karena mungkin saja ucapan semua orang itu ada benarnya juga suatu saat nanti. Mungkin saja persahabatan ini juga akan berubah menjadi kisah cinta suatu saat nanti. Entahlah..

Tetap, biarlah seperti ini saja. Jongin juga tidak akan memaksa Ranran lagi menjawab pertanyaannya waktu itu tentang menjadikan gadis ini kekasihnya.

Biarlah seperti ini..

                       

Tidak pernah ada persahabatan antara laki-laki dan perempuan. Kau tentu tahu itu bukan?

Dan jika sekarang pun kau memilih hanya ingin bersahabat, aku tidak apa-apa.

Karena mungkin suatu saat nanti ucapan itu ada benarnya suatu saat nanti. Saat kau atau bahkan kita menyadari bahwa memang tidak pernah ada persahabatan antara laki-laki dan perempuan.

Jongin to Ranran

 

FIN

 

A/N : hufftt.. finally part 2 selesai. Mianhae lama postnya. ^^ karena entah kenapa dua minggu ini aku kehilangan feel menulis fanfiction. Tapi untunglah part ini selesai juga.  Mungkin ini jauh dari harapan tapi okelah saya tetap  meyakinakn diri bahwa ini tidak terlalu buruk.. *berusaha percaya diri*

Jangan lupa comment nya ya.. ^^

And..maybe I will make sequel from this story.

Advertisements

4 thoughts on “(Fanfiction) Good Bye My Love part 2 END

  1. First kah???
    Jujur…aq bingung mau blg apa…krna yg prtma ending ny jauh dri hrapanku…hehe *mianhae*
    yg kdua,krna aq ska ma penggambaran critany..jd no comment kyakny…hehehe
    Sequel,maybe?? 😀

    • i know it. ending nya emang kurang dari harapan. Tapi ya.. setelah aku pikir2 dari awal Ran and Kyu, and i dont want to separate them 😀
      gomawo dah baca.. ><
      Ps: ending kurang sepertinya gara2 aku ga mood nulis beberapa hari ini, jadinya agak memaksakan diri .. Mianhae mengecewakan.. huhu

  2. yeah, I know…they’re the couple at first before jongin enter the relationshiop between them *ditendang ranran eonni* #plakk
    semangat…mgkn itu krg smgtny gara2 mau msk kuliah itu..hehehe
    maybe bln dpn aq titip ff di blog ini…hehehe
    PS : lg sbuk ngurusin laporan PKL n lg masa2 peralihan kegiatan yg jd super duper padet ga ada istrhat+lirik2 pendaftaran maba…huhuhu

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s