(Fanfiction) 8 Stories 8 Loves 8 Hearts Part 2 : Two Sister

Converted_file_9e568ccf

Title : Two Sisters

Cast :

Kim Ryeowook & Shin Minrin (Ryeomin)

Cho Kyuhyun & Shin Ranran (Kyuran)

Lee Donghae & Park Chany (Haechan)

Lee Sungmin & Park Sungyeon (Minyeon)

Kim Jongwoon & Han Sungyoung (Yeyoung)

Lee Hyukjae & Park Hyehyo (Eunhye)

Park Jungsoo & Han Nimi (Teukmi)

Choi Siwon & Ahn Ahra (Wonra)

Genre : Romance, Friendship, Family, Revenge, AU

Length : 8075 words

Rating : PG 15

Author : d’Roseed (@elizeminrin)

Disclaimer :

Super Junior milik Tuhan, orang tua mereka, dan ELF ^^.  Plot milik author seorang. So, please don’t copy paste my story.

Part ini lebih focus pada duo Shin dan couple nya. ^^  beberapa cast masih belum muncul di sini, jadi sabar menunggu ya. Jika aku langsung perkenalkan semua, cerita jadi nggak seru dumzz.. hehehe ^___^ Happy Reading >< 

Part sebelumnya :

“Aku memilihnya karena dia juga puteriku.” Ucap Presdir Taewoo.

Degg!!!

“Mwo?” seru Minrin tidak percaya

 

Suasana menjadi semakin tegang. Bahkan Kyuhyun yang sejak awal tidak tertarik dengan pertemuan keluarga Shin ini mendadak menunjukkan rasa penasarannya dengan apa yang baru saja terjadi. Ini benar-benar kenyataan yang diluar dugaan. Baru beberapa minggu dia menjadi bagian keluarga ini, dan sekarang dia disuguhi kenyataan bahwa tunangannya itu mempunyai saudara perempuan yang terpisah. Lalu cerita seperti apa yang sebenarnya disembunyikan dibalik kenyataan ini? Jelas Kyuhyun mencium adanya cerita menarik terkait ini semua.

Dan ini semakin menarik, karena Kyuhyun yakin gadis bernama Shin Minrin itu tidak akan diam saja mengetahui kenyataan ini. Apalagi mengingat sifat keras kepala dan egoisnya. Gadis itu tidak bodoh, Kyuhyun tahu itu. Baginya kehadiran orang lain yang mengaku sebagai saudaranya sama saja mengancam posisinya sebagai pewaris Shin Group.

 “Appa, Iggeu mwoya?” tanya Minrin tidak mengerti. Dia menatap ayahnya sebentar kemudian beralih pada yeoja yang duduk di samping Sungmin.

“Gadis itu.. nuguya?”

“Siapa dia? Apa dia anak yang dilahirkan dari wanita lain selain eomma? Uh..? ” lanjut Minrin hampir berteriak.

Shin Taewoo hanya diam. Begitu juga dengan yang lainnya.

“Minrin-ya..” Ryeowook memberi tanda agar dia meredakan emosinya tapi diabaikan oleh Minrin.

“Appa..”

“Dia adalah kakak perempuanmu, yang dilahirkan ibumu satu tahun lebih awal darimu.” Akhirnya Shin Taewoo membuka suaranya.

“Mwo?”

“20 tahun yang lalu saat kau baru berumur satu tahun terjadi kebakaran di rumah ini. Seseorang sengaja melakukannya. Dia melakukan itu untuk menghancurkan keluarga kita, menghancurkan Shin Group yang baru aku bangun.”

Minrin sedikit menahan nafas. Jujur saja selama ini, baru kali ini dia mendengar soal kebakaran yang menimpa keluarganya 20 tahun yang lalu.

“Saat kebakaran itu, kakakmu Shin Ranran kecil terjebak di kamarnya. Kami semua berpikir dia sudah tewas. Tapi orang itu menyelamatkannya. Dia merawatnya sampai akhir hidupnya.”

Gadis yang dimaksud sebagai Ranran hanya menundukkan kepalanya. Diam-diam dia meneteskan air matanya.

“Aku sendiri tidak tahu kenapa dia melakukannya. Mungkinkah dia sengaja membakar rumah dan membawa Ranran kabur, lalu membesarkannya, dan suatu saat nanti akan menjadikannya untuk menghancurkan keluarganya sendiri. Tapi yang terpenting adalah orang itu sudah tidak ada. Sungmin menemukan Ranran yang ternyata hanya tinggal berdua dengan kakak laki-lakinya.”

Cerita itu diakhiri dengan raut penyesalan di wajah Shin Taewoo. Kyuhyun diam-diam memperhatikan itu, kemudian dia beralih pada Minrin.

“Begitukah? Apa benar yang dikatakan ayahku?” tanya Minrin dengan nada sinis pada Ranran.

Ranran mengangkat kepalanya dan menatap Minrin dengan air mata yang berlinang, kemudian dia beralih menatap Shin Taewoo.

“Apa maksudmu?” sergah Shin Taewoo cepat.

“Mungkin memang benar apa yang appa katakana. Tapi siapa tahu gadis ini hanya berpura-pura saja.” Jelas Minrin masih dengan nada menyindir.

 “Aku… Ak..”

“Ranran-ssi…” panggil Minrin tidak sabar.

“Hentikan, Minrin-ya!!” sergah Presdir Taewoo cepat.

“Aku tidak tahu tentang cerita itu. Selama ini ayah dan juga oppa tidak pernah menceritakan hal itu padaku.” Jawab Ranran akhrinya dengan bibir bergetar.

Minrin kembali memperhatikan Ranran dan menatapnya tajam. Jelas sekali raut ketidaksukaan ada di wajah Minrin ketika menatap Ranran.

Dia pun beranjak dari tempat duduknya dan bersiap pergi.

“Dia sendiri saja tidak tahu tentang cerita itu. Jadi, ku pikir kita tidak bisa mempercayai nya begitu saja, bukan?”

“Aku tidak peduli dia saudara ku atau bukan. Tapi aku tidak akan bisa menerima jika dia ikut campur tangan di Shin Group.”  Ucapnya seraya melayangkan pandangan tidak suka sekali lagi pada Ranran

 “Shin Minrin!!” teriak Shin Taewoo.

Tapi gadis itu sudah berjalan pergi.

Tidak akan pernah terjadi. Sampai kapanpun dia tidak akan menyerahkan Shin Group pada orang lain. Bukan karena Minrin gila pada harta atau apapun itu. Tapi sejak awal ayahnya sendirilah yang membuatnya menjadi seperti ini. Bukankah ayahnya yang menyuruhnya untuk melindungi Shin Group dan menyuurhnya untuk tidak percaya pada siapapun?

8 Stories 8 Love 8 Heart

December, Two weeks later

Seoul, Shin’s family House

Musim dingin di akhir tahun ini sedikit lebih dingin dari biasanya. Ranran membuka almari pakaiannya, dan terlihat beberapa mantel mahal dan berkualitas bagus berjejer di sana. Pakaian dan barang-barang yang dia miliki sekarang memang jauh berbeda dari milikny dulu. Kamarnya juga terlihat lebih besar dari pada miliknya di Jaeju. Dia mengamati sekelilingnya. Semua yang dulu dia inginkan, sekarang dengan mudah dia dapatkan. Tapi jujur bukan itu yang dia inginkan ketika menginjakkan kaki untuk pertama kalinya dua bulan yang lalu.

Dia hanya ingin mencari tahu siapa sebenarnya Shin Ranran itu. Apakah dia anak seorang keluarga sederhana di Jaeju ataukah bagian dari keluarga Shin?

“Agashi, Semua sudah menunggu.” Seorang pelayan yang sudah sangat Ranran kenal memintanya untuk segera turun.

“Ne, agesemnida.” Jawabnya.

Pelayan itu mengangguk dan segera pergi. Ranran kembali memperhatikan isi almarinya, sampai akhirnya dia mengambil mantel putih yang dia bawa dari Jaeju.

Setelah merasa penampilannya tidak terlalu buruk, dia pun keluar.

Di ruang makan terlihat begitu canggung seperti biasanya. Hanya ada Minrin, Presdir Taewoo, dan biasanya Sungmin-ssi atau Jongwoon-ssi juga ikut. Tapi pagi ini hanya terlihat Minrin dan Presdir saja.

“Annyonghasimika.” Sapa Ranran lembut yang langsung disambut senyum bahagia dari Presdir Taewoo.

“Ah.. Ran-ya, kemarilah! Kita sarapan bersama.”

Ranran mengangguk dan mengambil tempat duduk di seberang Minrin. Minrin terlihat cuek seperti biasanya.

“Aku sudah selesai. Mianhamnida” Ucap Minrin cepat

Dia mengelap ujung bibirnya dan langsung bernajak dari tempat duduknya.

“Aku pergi.” Katanya seraya membungkukkan badan.

Sejak Ranran tinggal di rumah ini, saudaranya itu memang tidak pernah menunjukkan sikap bersahabat padanya. Tapi sepertinya Presdir tidak pernah mempermasalhkan itu. Ranran juga mengerti kenapa. Ini pasti sulit untuk Minrin.

“Minrin-ya” panggil Presdir Taewoo.

Minrin menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap ayahnya itu.

“Aku ingin kau berangkat bersama Ranran. Ini hari pertama dia akan bekerja di Perusahaan.”

Minrin langsung mengalihkan tatapnnya pada Ranran.

“Aniya. Aku bisa berangkat sendiri.” Sergah Ranran cepat. DIa tahu Minrin tidak akan suka jika satu mobil dengannya.

“Appa mendengarnya sendiri bukan? Dia bisa berangkat sendiri.” Minrin tersenyum

“Shin Minrin!!” panggil Presdir Taewoo sekali lagi, kali ini dengan nada tinggi. Tapi gadis itu menghiraukannya.

Inilah yang akan dihadapai Ranran di rumah ini, ketidaksukaan Minrin padanya, belum lagi masalah lainnya. Dan oppanya…Ahh dia lupa tentang yang satu itu. Bagaimana kabar oppanya itu sekarang?

8 Stories 8 Love 8 Heart

 

Jaju, Lee Donghae’s House

Donghae memperhatikan sebentar ruangan sempit di rumahnya itu. Dulu, ruangan ini penuh kehangatan, bersama ayahnya dan juga Ranran. Tapi sekarang terasa dingin dan sunyi. Ranran… bagaimana kabar adiknya itu?

“Donghae-ya!!”

Donghae menolehkan kepalanya dan melihat Jungsoo sudah berdiri di depan pintunya.

“Ne, Hyung aku akan menyusul.” Ucapnya

Hari ini dia memang memutuskan untuk ke Seoul, dan dia beruntung Jungsoo bersedia mengantarnya ke bandara. Tujuannya ke Seoul bukan hanya untuk mencari adiknya, Ranran tapi juga untuk menjelaskan semuanya. Tentang masa lalunya, tentang bagaimana dulu Ranran menjalani hidupnya.

Setelah puas memperhatikan ruangan itu yang mungkin untuk terakhir kalinya, Donghae pun melangkahkan kakinya keluar dari rumah sederhana itu.

“Oppa!” Teriak Yeonie tiba-tiba begitu Donghae sudah di luar rumah. Kepala yeoja itu menyumbul dari balik kaca mobil dan melambaikan tangannya pada Donghae.

Donghae hanya mengernyitkan dahinya pelan ketika melihat adik Jungsoo yang juga sahabat Ranran itu tersenyum lebar.

“Yak, Park Sungyeon sedang apa kau di sana?” seru Jungsoo dari jok depan, yang baru menyadari kehadiran adiknya di mobilnya itu.

“Oppa, aku akan ikut ke seoul. Anak itu, Shin Ranran, aku juga harus bertemu dengannya.” jawab Yeonie. Dia memposisikan duduknya dengan tangan terlipat di dadanya.

“Mwo? Andwee.. Kau tidak akan pergi kemana-mana Park Sungyeon!’ seru Jungsoo bersikeras.

“Shirro!!”

“Yakk!!”

Yeonie memanyunkan bibirnya. “Jebal oppa..” katanya memohon sambil mengatupkan tangannya.

“Aku yakin Hae oppa akan membutuhkan bantuanku.” Katanya lagi dengan puppy eyes yang menghiasi wajahnya.

Jungsoo terlihat berpikir. Dia melihat kea rah Donghae seakan meminta pendapat. Tapi Donghae hanya mengangkat bahunya pelan.

“Aku rasa tidak masalah.” Kata Donghae. Dia pun masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Jungsoo.

Yeonie yang mendengar hal itu langsung tersenyum lebar sekarang.

“See? Hae oppa saja tidak keberatan. Sudahlah, oppa kajja kita berangkat!! Kita bawa pulang si bodoh Ranran itu.” Seru Yeonie girang.

“Aigoo..”

Jungsoo hanya menggelengkan kepalanya pasrah. Dia hanya bisa berharap adiknya itu tidak berbuat macam-macam di Seoul nanti.

8 Stories 8 Love 8 Heart

Seoul, Kyuhyun’s Home

Jam di dinding kamar itu sudah menunjukkan pukul 7 pagi, tapi si empunya kamar bukannya bangun justru bersiap untuk tidur. Tidak ada yang heran dengan kelakuan Kyuhyun itu, bahkan orang tuanya juga tidak heran, karena ini adalah akhir pekan.

Biasanya namja itu selalu menghabiskan waktunya di akhir pekan bersama Hyukjae melakukan hal-hal yang bisa dibilang tidak penting, bermain game, minum soju atau hanya sekedar menemani Hyukjae melihat wanita-wanita cantik. Tapi bukan hal-hal seperti itu yang dia lakukan semalam. Lagi pula temannya itu sedang sibuk dengan gadis yang tiba-tiba datang dihidupnya dan katanya membuat hidupnya kacau.

Semalam, Kyuhyun sibuk bermain dengan PSP nya hingga pukul 5 pagi tadi. Semua itu dia lakukan gara-gara pikirannya sedikit penat karena masalah yang membelit tunangannya, Shin Minrin. Sebenarnya dia tidak harus merasa pusing seperti itu, tapi masalahnya adalah sejak kehadiran gadis bernama Ranran itu, entah kenapa dia merasa akan terjadi sesuatu dengan keluarga itu. Dia mengkhawatirkan Shin Minrin. Akan seperti apa hidup gadis itu sekarang? Oh… apa dia sedang mencoba-coba menjadi peramal?

Kyuhyun menggelengkan kepalanya pelan dan menutupnya dengan bantal. Sepertinya dia harus mengosongkan pikirannya agar bisa tidur. Memikirkan orang-orang itu justru semakin membuatnya susah untuk tidur.

Akhirnya dia pun meraih earphone dan memasangnya di telinganya, menyetel lagu favoritenya dengan volume yang lumayan tinggi dan memejamkan matanya. Beruntung usahanya tidak sia-sia, tidak sampai setengah jam dia sudah berada di alam mimpi pagi yang dingin ini.

“Apa Kyuhyun sudah bangun?”

Tiba-tiba saja suara samar orang yang bebincang  tidak jelas memasuki telinganya.

“Ah ne, biar aku yang membangunkannya.”

Dan Brakk!!

Pintu kamarnya dibuka dengan sedikit menggunakan tenaga, membuatnya mengeluarkan suara yang lumayan keras.

“Kyuhyun-ah..” Suara Hyukjae terdengar jelas sekarang.

Kyuhyun menyipitkan matanya yang baru terpejam beberapa saat dan menggumam tidak jelas. Siapa yang berani menganggu waktu tidurnya sekarang?

Tapi Kyuhyun mengabaikan suara itu dan justru menarik selimutnya agar menutupi seluruh tubuhnya. Matanya sudah mulai kembali terpejam jika sebuah tangan tidak menggoncangkan tubuhnya.

“Yak, Bangunlah!!  Dasar pemalas..” Hyukjae menarik selimut putih itu.

Kyuhyun tidak bergeming dan masih berusaha melanjutkan tidurnya. Tapi tidak sampai disitu usaha Hyukjae membangunkan sahabatnya itu.

“Yak, Kyuhyun-ah irona!!”

Kali ini Hyukjae memukul Kyuhyun dengan guling di sampingnya.

Bukk!!

“Argh… ada apa sih Hyung? Kau menggangguku.” Seru Kyuhyun tidak terima.

Kyuhyun bangun dan menatap Hyukjae dengan mata setengah terpejam. Sedangkan Hyukjae hanya nyengir memamerkan gusinya.

“Aniya..aku hanya ingin mampir. Lagipula kenapa kau semarah itu ha? ” Katanya sambil terus tersenyum.

Kyuhyun menghembuskan nafasnya dengan pasrah dan kembali merebahkan tubuhnya dan menarik selimut sampai menutupi kepalanya.

“Lakukan apapun yang kau mau di sini, tapi jangan mengagangguku.” Katanya.

“Ya, Cho Kyuhyun… aissh jeongmal! Kau ini..”

Kyuhyun tidak lagi menghiraukan ucapan Hyukjae dan justru benar-benar kembali tidur. Hyukjae memperhatikan Kyuhyun dan akhirnya ikut merebahkan diri di samping Kyuhyun.

“Kau ingat gadis yang aku ceritakan padamu?” Tanya Hyukjae kemudian.

“Dia bilang akan tinggal di rumahku sampai perjanjian itu berakhir.”

Sebenarnya tujuan namja itu datang ke rumah Kyuhyun di pagi hari ini adalah untuk meminta bantuan sahabatnya itu.  Tapi nyatanya Kyuhyun benar-benar mengabaikannya.

“Yak, Cho Kyuhyun..kau mendengarku?”

Kyuhyun membuka matanya, dan menyibakkan selimutnya. Sepertinya agenda tidur hari ini memang benar-benar harus dia hapus. Lee Hyukjae pasti tetap akan mengganggunya, setidaknya dengan ceritanya itu.

“Eo..Gadis seperti preman itu?” Kata Kyuhyun memotong kata-kata Hyukjae.

Hyukjae mengangguk. “Kuere, gadis itu..”

“Aishh, aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana lagi. Dia membuat hidupku kacau.” Keluhnya.

Kyuhyun memiringkan kepalanya dan memandang sahabatnya itu sejenak. Dia datang ke rumahnya, menganggu tidurnya hanya untuk curhat tentang gadis preman itu? benar-benar pengganggu.

“Lalu?” tanya Kyuhyun berusaha sabar.

“Lalu.. apa yang harus aku lakukan sekarang, Kyuhyun-ah?” tanya Hyukjae meminta saran.

Seorang Lee Hyukjae meminta saran padanya? Apa itu tidak salah? Kyuhyun memang mempunyai banyak teman wanita, tapi tentu saja keahliannya itu masih jauh dari pada si Anchovy Lee Hyukjae.

“Kau nikahi saja dia.” ucapnya enteng

“Mwo? Yak, dia tidak seperti itu. Mana mungkin aku pernah melakukan hal itu padanya.” Seru Hyukjae tidak terima.

“Maksudku adalah apa yang harus aku lakukan untuk membuatnya keluar dari rumahku.” Lanjut Hyukjae lagi.

“Itu sama saja Hyung, kalian satu rumah sekarang. Kau pikir akan menjadi apa seorang namja dan yeoja yang tinggal serumah dan hanya berdua saja?”

Hyukjae terlihat berpikir. Ya..itu memang mungkin saja terjadi, mengingat dirinya yang cassanova. Tapi dengan yeoja bernama Hyehyo itu, sama sekali tidak terlintas di benaknya. Melihat kehadiran yeoja itu di rumahnya saja membuatnya tidak betah, dan lagi jangan lupa  bagaimana perilaku Hyehyo yang menyebalkan itu.

“Aniya… dia itu berbeda dari yeoja lain.”

“Tapi Hyung, Kau sendiri bukan yang membuat perjanjian itu dan membuatnya tinggal dneganmu.” Sergah Kyuhyun cepat.

Hyukjae tercengang, yang satu itu juga benar. Saat itu memang dia sendiri yang membuatnya dengan terpaksa tinggal di rumahnya. Tapi membuatnya pergi tidaklah semudah membuatnya tinggal. Dia bersikeras akan tinggal sampai perjanjian mereka beakhir. Bodohnya kenapa dulu Hyukjae menawarkan perjanjian bodoh itu. Seandainya saja dia tidak ingat sudah terlibat kecelakaan kecil dengan mobil yeoja itu, dan sendainya dia tidak menyadari yeoja itu juga telah berbuat salah padanya, perjanjian konyol itu tidak akan ada.

“Arrggghh… Eottoke!!!” Teriak Hyukjae uring-uringan. Dia menggulingkan tubuhnya ke kanan dan kiri.

“Aigoo… nikmati saja hidupmu itu. Siapa tahu dia gadis yang akan membuatmu bertekuk lutut.” Ujar Kyuhyun sedikit jengkel, karena sekarang dia harus kembali terjaga.

8 Stories 8 Love 8 Heart

Shin’s Building

“Apa yang dia lakukan di tempat seperti ini?” gumam Sungmin ketika melihat Minrin tengah duduk di taman dekat gedung Shin Group.

Sungmin menghampiri gadis itu dan berdiri di depannya, membuat Minrin mengangkat kepalanya.

“Pengacara Lee…”

“Apa yang membuat Anda berada di sini?” tanyanya dengan bahasa formal.

Minrin menggelengkan kepalanya. “ Aniya..aku hanya butuh udara segar.” Katanya

Sungmin mengangguk. “Kuere, Di sini memang lebih baik dari pada di dalam.”

Keduanya diam kemudian. Sungmin menoleh dan memperhatikan Minrin sebentar. Sahabatnya itu pasti sedang memikirkan sesuatu. Dan Sungmin yakin salah satu alasannya adalah kehadiran Ranran.

“Gwaenchanayo?” tanya Sungmin kemudian.

Minrin menggeleng pelan.  “Sebenarnya tidak.”

“Apa kau yakin kalau yeoja itu kakak perempuanku?” tanya Minrin kemudian. Dia menatap Sungmin berharap sahabatnya sejak kecil itu bisa membuatnya mengerti tentang semua yang terjadi.

“Itu yang aku tahu. Presdir sendiri yang menyuruhku untuk menjemputnya.”

“Uh? Jeongmalyo?”

Sungmin mengangguk.

“Huh…. Ini aneh. Lalu apa yang akan Appa lakukan sekarang? anak pertamanya hadir. Bukankah itu berarti dia yang akan menjadi penerus Shin Group?”

Minrin menghela nafasnya. “Haruskah aku senang, oppa? Ini membuatku tidak punya beban tanggung jawab terhadap perusahaan. … Tapi ini membuat apa yang aku lakukan selama ini tidak berarti lagi.” lanjutnya.

Minrin menengadah ke atas, menatap langit yang bisa dibilang tidak cerah. Ya..tentu saja tidak cerah. Apa yang kau harapkan pada langit di saat musim dingin seperti ini?

“Sajangnim..” panggil Sungmin.

“Semua tahu tentang kemampuanmu. Mereka juga tahu siapa yang layak menempati posisi presdir kelak.”

Minrin menolehkan kepalanya menghadap Sungmin dan tersenyum mendengar kalimat itu. “Arra. Nan arrayo. Aku lebih tahu tentang Shin Group dibandingkan dengannya, bukan?”

Apapun yang terjadi sejak Ayahnya memintanya untuk menjaga Shin Group, Minrin sudah bertekad akan melakukan yang terbaik semampu yang dia bisa. Dan itu lah yang akan dia lakukan. Tidak peduli apapun yang akan orang lain katakan, tidak peduli apa yang akan terjadi padanya nanti, Minrin sudah berjanji akan melakukannya.

Minrin ingat bagaimana terpukulnya dia saat kematian Ibunya. Saat itu ayahnya menyuruh untuk tidak menangis dan tetap menatap ke depan. Dia bilang masalah yang akan Minrin hadapi bisa lebih buruk dari pada ini.

Ya.. ayahnya yang mengajarkan itu padanya selama ini.

“Sejangnim..” panggil seseorang tiba-tiba

Seorang wanita muda seumuran dengan Minrin berjalan menghampiri mereka berdua. Sekretaris Park. Dia adalah sekretaris Minrin sejak dia menjadi direktur di perusahaan ini.

“Chany-ah, waegure?” tanya Minrin ketika sekretarisnya itu datang dengan nafas yang tidak beraturan.

Apa ada berita buruk sehingga dia datang begitu terburu-buru.

“Wae?”

“Presdir menyuruh Anda ke ruangannya.” Jawab Chany masih dengan mengatur nafasnya.

“Ah… Baiklah. Hanya itu? lalu kenapa wajahmu seperti itu ha?” tanya Minrin heran pada Chany yang terlihat berbeda.

“Ne, hanya itu.” jawabnya ragu.

Minrin tersenyum dan mengangguk “Kuerom, kalau begitu aku akan segera ke sana.”

Tapi sebelum Minrin pergi, Chany menahan tangannya.  “Chakamanyo, Sejangnim..” cegahnya

Minrin menghentikan langkahnya dan menatap Chanie. “Ada apa lagi?” tanya Minrin tidak sabar.

“Sejangnim, berjanjilah kau tidak akan melawan kata-kata Presdir. Apapun yang dia katakana aku mohon kau menurutinya.” Jawabnya meminta yang justru membuat Minrin semakin bingung, begitu juga dengan Sungmin

“Waeyo?”

Sekali lagi Chanie terlihat ragu.

“Apa terjadi sesuatu?” tanya Sungmin kemudian.

“Apa yang akan Presdir katakan adalah mengenai pernikahan. Sepertinya pernikahan itu akan dipercepat karena ku dengar kondisi Presdir akhir-akhir ini sedang tidak baik.” Jelas Chanie

Minrin terdiam kemudian. Sementara Sungmin melirik sahabatnya itu. Khawatir. Sungmin yakin Minrin terkejut dengan berita itu. Tapi beruntungnya gadis itu tidak mendengarnya langsung dari Presdir, atau dia akan meledak-ledak seperti biasanya. Emosinya sedikit labil akhir-akhir ini, apalagi sejak kehadiran Ranran. Beberapa kali Sungmin melihat pertengkarannya dengan Presdir. Dan masalah yang menimbulkan pertengkaran itu kalau tidak masalah Ranran pasti masalah pernikahan.

“Minrin-ya..” Sungmin meraih lengan Minrin.

“Aku akan menemui ayah.” Katanya, memaksa Sungmin melepaskan genggamannya dan Minrin pun langsung pergi begitu saja

Pernikahannya akan dipercepat? Tidak. Ini tidak boleh terjadi. Bagaimana bisa ayahnya melakukan hal ini padanya. Dia tidak bisa menikah dengan Cho Kyuhyuh. Ayahnya tidak tahu seperti apa Cho Kyuhyun itu. Dan lagi …. Dia sangat membenci Kyuhyun. Jadi, mana mungkin dia menikah dengan orang yang dia benci selama ini.

Minrin terus berjalan dengan tergesa-gesa menuju ruangan ayahnya. Nafasnya menderu menahan amarah ketika sampai di depan pintu ruangan itu. Terdengar percakapan dari dalam. Apa itu Kyuhyun? Ah… bagus sekali jika orang itu ada di dalam. Sekalian saja Minrin akan menjelaskan semuanya, siapa itu Kyuhyun dan membatalkan pernikahan bodoh ini.

“Appa..” Minrin membuka pintu rungan itu dan mendapati ayahnya itu tengah bersama Ryeowook dan juga Jongwoon.

“Waegure, Rin-ah?” tanya Presdir Taewoo melihat seklias kea rah Minrin, tidak terlalu peduli. Dia justru kembali serius membicarakan sesuatu pada Jongwoon.

Minrin  memandang sekilas kearah Ryeowook, kemudian dia pun menghampiri ayahnya. Harusnya dia akan membeberkan semuanya sekarang, dan memintanya untuk membatalkan pernikahan itu. Tapi tidak dia sangka justru bertemu Ryeowook di sini.

Namja itu, Kim Ryeowook..bagaimanapun juga dia adalah salah satu alasan kenapa Minrin tidak bisa menyetujui pernikahan ini.

“Chany bilang Appa akan mempercepat pernikahanku dengan Kyuhyun. Wae? Aku sudah bilang pada Appa kalau aku tidak akan melakukan itu. Meskipun Appa menyuruhku demi eomma, tapi aku tetap tidak bisa. Appa tidak tahu seperti apa Kyuhyun itu…”

 “Apa yang kau pikir tentang Kyuhyun itu salah. Lagipula kenapa kau tidak bisa menikah dengannya? eommamu yang menyuruhku untuk menikahkanmu dengan namja itu.” Presdir Taewoo memotong ucapan Minrin.

Minrin diam. Dia menatap ayahnya tidak mengerti. Kenapa semua orang bilang pemikirannya tentang Kyuhyun selama ini salah. Jelas-jelas Minrin tahu selama ini Kyuhyun berusaha menghancurkan Shin Group. Apalagi semua orang juga tahu Shin Group dan Cho Coorporation selalu bersaing dalam produk yang dikeluarkan. Minrin juga yakin karyawan di kedua perusahaan itu pasti juga heran kenapa tiba-tiba terjadi ikatan pertunangan antara penerus kedua perusahaan itu.

“Kenapa tidak menjawab? Apa kau mempunyai hubungan khusus dengan orang lain selama ini? Karena itulah kau menolak untuk menikah dengan Kyuhyun.”

Tidak ada satupun kalimat yang Minrin ucapkan setelahnya. Dia sedikit terkena pukulan atau semacamnya. Dia melirik kearah Ryeowook dan bisa dia rasakan Ryeowook juga tengah menatapnya. Eottoke?

Minrin kembali diam. Dia terlihat berpikir. Posisinya benar-benar sulit. Dihadapkan dua pilihan yang tidak tahu harus memilih yang mana. Haruskah dia mengatakan namja yang berdiri di samping Jongwoon itu yang membuat pikirannya tidak focus setiap memikirkannya. Tapi bagaimana jika itu justru akan memperburuk semuanya?

“Aku … aku menyukai orang lain, Appa.” Ucap Minrin akhirnya.

Baiklah ini sudah terlanjur, Jadi apa boleh buat. Minrin melirik Ryeowook, tapi bukan ekspresi bahagia yang ditunjukkan Ryeowook.

“Nuguya? Siapa yang membuatmu jatuh cinta?”

Bukannya menjawab pertanyaan itu, Minrin justru sibuk mencerna ekspresi Ryeowook. Dia benar-benar tidak mengerti dengan ekspresi yang ditunjukkan namja itu. Minrin memang tidak pernah mengatakan suka pada Ryeowook, tapi jelas namja itu tahu bagaimana perasaan Minrin padanya.

Tapi itu bukan eskpresi bahagia, kenapa? Seharusnya Ryeowook senang, karena Minrin mengalahkan semuanya untuk menunjukkan pada ayahnya sendiri Namja yang dicintainya dan menolak menikah dengan Kyuhyun. Atau selama ini dirinya salah mengartikan kebaikan Ryeowook padanya?

“Kau tidak menjawab pertanyaan Appa? Siapa namja itu? Apa dia laki-laki brengsek yang waktu itu?” ulang Presdir Taewoo terdengar tidak setuju.

“Aniya Appa..” Jawab Minrin bersikeras.

“Dia.. Kim Ryeowook-ssi.” Lanjut Minrin, yang langsung membuat semua orang di ruangan itu membelalakan matanya terkejut.

“Mwo?” seru Presdir tidak percaya.

8 Stories 8 Love 8 Heart

Minrin keluar dari ruangan ayahnya dengan pikiran yang kacau. Dia tidak mengerti, sama sekali tidak mengerti. Kenapa tidak satupun kalimat yang Ryeowook katakan, sekedar untuk membela perasaan Minrin. Namja itu bahkan hanya diam saja melihat pernyataan cintanya di depan ayahnya sendiri ditanggapi dengan kebisuan.

“Paboya..” ujar Minrin lemah.

Dia mengalahkan semua ego dalam dirinya hanya untuk mengatakan laki-laki itu yang dia cintai, tapi apa yang terjadi? Ryeowook bahkan terkesan tidak peduli. Apa Ryeowook tidak tahu betapa malunya Minrin di dalam tadi? Ya… gadis itu menahan rasa malunya hanya untuk mengakui ada seorang namja yang menarik hatinya di depan ayahnya sendiri. Dan apa yang Ryeowook lakukan? Hanya diam.

“Minrin-ssi..” Panggilan seseorang itu membuat Minrin tersadar. Dia menghentikan langkahnya dan melihat Ranran berdiri di depannya sekarang.

Gadis itu terlihat berbeda dari pertama kali Minrin bertemu dengannya. Dia terlihat lebih dewasa dengan blus itu. Oh ayolah… apa yang ada dipikiran Minrin sekarang ini? benar-benar bodoh.

“eo.. Ranran-ssi, Annyonghaeseo..” ucap Minrin ramah dengan senyum yang menghiasi wajahnya. Senyum palsu tentu saja.

“Kau terlihat tidak baik. Gwaenchanayo?” Tanya Ranran khawatir.

Tapi pertanyaan kekhawatiran itu justru dibalas dengan nada sindiran oleh Minrin. “Ne, gwaenchanayo. Waeyo? Apa itu terdengar buruk untukmu? Ah..aku tahu, kau pasti akan merasa senang jika kondisiku tidak baik, dengan begitu kau bisa menggantikan posisiku kapan saja. Bukankah begitu Ranran-ssi?”

“Aniya..tentu saja bukan seperti itu. Sama sekali tidak ada niat untuk ku menempati posisimu sekarang, Minrin—ssi.” Dia ingin menjelaskan bahwa bukan itu yang Minrin pikirkan selama ini. Karena memang tidak pernah terlintas dalam benak Ranran untuk merebut posisi Minrin sebagai pewaris Shin’s Group.

“Ah…itu mungkin saja, tapi tidak akan pernah tahu hati seseorang bukan?” balas Minrin dingin.

“Jeongsohamnida, tapi aku harus pergi sekarang.” lanjutnya. Minrin tersenyum sekilas sebelum melangkahkan kakinya pergi, meninggalkan Ranran yang kini terpaku di tempatnya.

“Oh… ada apa dengan gadis itu? kenapa dia selalu seperti itu padaku?” Gerutu Ranran kemudian, ketika Minrin sudah benar-benar menghilang di belokan itu.

“Dasar….baru kali ini aku melihat gadis keras kepala, egois, dan menyebalkan sepertinya. Dan kenapa aku bisa mempunyai adik sepertinya huh? Apa salahku, Tuhan??”

Ranran terus menggerutu di sepanjang koridor itu. Mungkin akan terus begitu jika dia tidak sengaja menabrak seseorang yang tengah berlari dengan tergesa-gesa.

Bugh..!!

“Jeongsohamnida.” Ucapnya refleks, dia membungkuk dalam

 “Oh… Ryeowook-ssi.” Ujarnya terkejut, ternyata orang yag dia tabrak adalah Kim Ryeowook.

“Kau tahu di mana Shin Minrin?” tanya Ryeowook kemudian, mengabaikan keterkejutan Ranran.

“Minrin-ssi? Aku tadi berpapasan dengannya. Sepertinya dia kembali ke ruangannya.” Jawab Ranran.

“Kuere..gomapta, Ranran-ssi.” Dan setelah itu pun Ryeowook langsung pergi mengejar Minrin.

Ranran memperhatikan Ryeowook sebentar. “Apa yang terjadi?” gumamnya lirih.

8 Stories 8 Love 8 Heart

Ryeowook mendapati Minrin memang berada di ruangannya. Gadis itu berdiri di dekat jendela, menatap ke luar. Apa kejadian tadi mengaganggunya?

“Minrin-ya..” panggil Ryeowook pelan.

Gadis itu terlonjak, tapi berhasil menguasai diri. Jantungnya berdetak cepat, sekuat tenaga dia menahan amarah dan kekecewaan yang sedari tadi menyelimutinya. Ingin rasanya dia meluapakan perasaan itu, dengan berteriak di depan Ryeowook, tapi dia menahannya.

“Gwanchanayo. Kau ingin bertanya itu bukan? Na..gwaenchana.” Ujar Minrin kemudian dengan nada dingin, tanpa sedikitpun membalikkan badannya menghadap Ryeowook.

Ryeowook diam. Tidak pernah sebelumnya Minrin berbicara dengannya dengan nada seperti itu.

“Jinjjayo…kenapa aku bisa melakukan hal bodoh seperti tadi huh? Kau bahkan tidak mengatakan apapun. Kau pikir aku tidak serius huh? Memalukan sekali..”

Ryeowook kembali diam, tidak ada stau pun kata yang bisa dia ucapkan untuk membalas ucapan Minirn itu.

“Hmm… tapi baiklah, semua sudah terjadi, toh Appa tidak setuju bukan? Sampai di sini saja aku menyukaimu, Ryeowook-ssi. Sekarang kau bisa pergi, kecuali kau bisa tinggal jika ingin bertemu Kyuhyun sebentar lagi.” ucap Minrin lagi.

Ryeowook mengerti dengan ucapan yang terakhir itu. Gadis itu sedang membutuhkan waktunya sendiri.

“Kuerom, aku akan pergi sekarang.” ucap Ryeowook. Dia membungkukkan kepalanya singkat dan dia pun memilih pergi dari hadapan Minrin.

Sedangkan Minirn hanya menatap Ryeowook dengan sedikit tidak percaya.

Pernyataan cintanya menggantung tanpa ada jawaban sama sekali. Benar-benar memalukan.

“Kenapa aku bisa sangat bodoh seperti ini huh?” tanyanya pada diri sendiri.

8 Stories 8 Love 8 Heart

“Ryeowook-ah..”

Ryeowook menolehkan kepalanya mendengar suara panggilan itu. Kim Jongwoon terlihat berjalan mendekat ke arahnya.

“Hyung, waegure?” tanya Ryeowook.

Jongwoon diam sesaat dan justru menepuk pundak Ryeowook pelan. Sebuah senyum dan tepukan kebanggakan pada seorang adik (?)  Mungkin bisa diartikan seperti itu. Entahlah.. tapi Kim Jongwoon sejak awal memang terlihat seperti orang kepercayaan Presdir Taewoo yang misterius.

“Aku benar-benar terkejut dengan kata-kata Shin Minrin tadi. Dia mencintaimu, ini diluar dugaanku. Pantas saja selama ini dia terus menolak menikah dengan Cho Kyuhyun.” Ujar Jongwoon absurd.

Ryeowook memincingkan matanya, mencerna ucapan Jongwoon  barusan. Ya..itu benar. Shin Minrin memang mengatakan mencintainya, di depan Presdir Taewoo. Dan ini juga mengejutkan bagi Ryeowook. Gadis itu melangkah terlalu jauh padanya. Dia hanya baik padanya, hanya itu. Tidak ada kata-kata seperti cinta atau perasaan spesial untuk gadis itu. Tapi sepertinya Shin Minrin sudah salah mengartikan selama ini.

“Jadi bagaimana? Aku yakin kau sudah menemuinya bukan?” tanya Jongwoon lagi.

Ya..itu juga benar. Ryeowook memang sudah menemuinya. Tapi yang dia dapat adalah penolakan akan kehadirannya di rungan Minrin tadi. Sejujurnya ini bukan masalah bagi Ryeowook. Lebih cepat gadis itu pergi dari sekitarnya lebih baik. Dan mungkin akan lebih baik lagi, jika pernikahannya dengan namja bernama Cho Kyuhyun itu segera dipercepat.

“eo..aku menemuinya. Dan kurasa dia akan mematuhi kata-kata Presdir kali ini.” Jawab Ryeowook tenang.

Jongwoon tersenyum. “Hmm… begitu rupanya. Dia lelah mengejarmu? Ahh.. padahal permainan ini lebih menarik jika seekor tikus tidak begitu saja terjebak untuk mendapatkan kejunya. Tapi yang menarik bukan hanya satu tikus tapi dua.”

8 Stories 8 Love 8 Heart

Seoul, Shin’s Family House

Ranran merebahkan tubuhnya yang begitu penat di atas sofa ruangan tengah rumah keluarga Shin. Seharian ini adalah hari paling melelahkan dalam dua bulan dia menjalani hidup di Seoul. Dan untuk pertama kalinya dia menjalankan perannya sebagai representative baru di Shin’s Group, atau kau bisa juga menyebutnya Direktur. Posisi yang sama yang diduduki Minrin saat ini, bedanya Minrin adalah Direktur tertinggi yang kemungkinan besar akan menggantikan Presdir Taewoo sebagai pemimpin Shin’s Group. Hebat bukan? Gadis berumur 20 tahunan seperti Shin Minrin cepat atau lambat akan menjadi seorang Presdir Shin’s Group.

Jika Ranran memang benar puteri keluarga Shin yang hilang saat kebakaran itu, maka dia mungkin saja bisa menempati posisi itu, seperti yang Minrin selalu katakan. Tapi itu hanya seandainya. Toh, jika pun itu benar, bukankah Minrin tidak akan begitu saja menyerahkan posisinya? Meskipun jika benar Ranran adalah kakaknya.

“eo..aku mengerti. Aku akan menunggunya kalau begitu. Gamsahamnida, ahjumma.”

Tiba-tiba suara seorang namja di pintu luar terdengar samar di telinga Ranran. Seseorang tengah berjalan kemari.

Buru-buru Ranran bangkit dari tempat duduknya, dan menghampiri Ahjumma di Rumah ini, yang selalu mengurusi semua hal di rumah ini.

“Ahjumma, siapa yang datang?” Belum juga pertanyaan itu dijawab, Ranran sudah menemukan jawabannya. Seorang namja yang jelas Ranran kenal. Cho Kyuhyun.

“Cho Kyuhyun-ssi..” sapa Ranran

8 Stories 8 Love 8 Heart

Ranran memandangi sekilas namja yang duduk di depannya itu. Cho Kyuhyun. Ini memang bukan pertama kalinya Ranran bertemu dengannya tapi kenapa dia terlihat berbeda dari sebelumnya uh? Tampan? . Oh..tidak kenapa namja itu terlihat sangat berbeda bagi Ranran? Selama ini yang dia tahu laki-laki yang memiliki wajah tampan dan sempurna hanya Oppanya, Lee Donghae. Tapi namja ini…Cho Kyuhyun…ahh…

“Wae? Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya Kyuhyun tiba-tiba. Ranran buru-buru mengalihkan wajahnya pada majalah di tangannya.

Kenapa Kyuhyun bisa tahu Ranran tengah memperhatikannya? Bukankah dia tadi sedang sibuk dengan ponselnya ya?

“Aku tahu aku tampan. Kita bisa saja berkencan, tapi kau harus ingat aku calon adik iparmu..Nunna..” ujar Kyuhyun.

Ranran mengerucutkan bibirnya sebal. Bukan karena ucapan pertama Kyuhyun, tapi yang terakhir. Apa dia tadi bilang? Nunna? Ya Ampun..Minrin belum menikah dengannya, dan lagi Kyuhyun jelas lebih tua dari Ranran. Dia tidak suka dipanggil Nunna seperti itu.

“Ck…kau percaya diri sekali, Kyuhyun-ssi.” Balas Ranran.

Dia kembali menyibukkan diri dengan majalahnya, meskipun jujur entah kenapa hatinya berdegup kencang sekarang. Dan bukan Kyuhyun namanya jika tidak mengetahui itu. Ya…  Kyuhyun memang tidak seperti Lee Hyukjae, tapi dia cukup tahu tentang kebiasaan yeoja jika bertemu namja yang menarik seperti dirinya. Bukannya bersikap narsis atau percaya diri, tapi sebagian wanita yang Kyuhyun temui selama ini memang mengatakan dirinya menarik. Itu bukan salahnya, karena sejak lahir Kyuhyun memang ditakdirkan mempunyai wajah yang menarik. -____-

“Kau tahu, Aku bisa mendengar degup jantungmu itu.” celetuk Kyuhyun menggoda yang langsung membuat Ranran melototkan matanya.

“Mwo?”

Kyuhyun hanya tersenyum kemudian. Kyuhyun akui Ranran berbeda dari Minrin. Minrin yang egois, dingin, keras kepala. Sedangkan Ranran lebih terlihat manusiawi dengan sikap polosnya itu. Manis. ^^

Kyuhyun memperhatikan lagi gadis di depannya itu, tapi yang ada justru sebuah majalah melayang ke wajahnya. Beruntung dia berhasil menangkap majalah itu.

“Yakk!!” serunya. Beruntung dia berhasil menangkap majalah itu.

“Oopss, aku tidak sengaja nae dongsaeng..” Ranran nyengir.

Kyuhyun berniat melempar balik majalah itu, bahkan Ranran sudah bersiap dengan bantal sofa yang akan dia gunakan sebagai tameng, tapi …

“Ehem..” Minrin muncul dari arah pintu dan berdehem pelan, membuat mereka berdua terdiam seketika.

“Apa yang sedang kalian lakukan?” tanya Minrin dengan nada menyelidik, dia menatap Ranran kemudian beralih pada Kyuhyun.

Baik Kyuhyun maupun Ranran hanya diam, sehingga ini semakin membuat Minrin menatap mereka berdua dengan curiga.

“Kau pikir apa? Aku bosan menunggumu, jadi aku bermain sebentar dengan Nunna..” Terang Kyuhyun kemudian memecah keheningan. Dia berjalan ke arah Minrin dan merangkul pundak gadis itu. Minrin memicingkan matanya kea rah Kyuhyun dan beralih pada Ranran.

“Dia menunggu cukup lama, Minrin-ssi. Karena itu..”

“Kalian bermain lempar-lemparan begitu? Ahh… menarik sekali. Saudaraku dan tunanganku terlihat begitu dekat, bahkan lebih dari itu kurasa.” Potong Minrin cepat. Dia menyingkirkan tangan Kyuhyun dari pundaknya dan tersenyum sinis pada Ranran.

Setelah mengatakan itu Minrin pun memilih pergi  dari ruangan itu. Sedangkan baik Kyuhyun maupun Ranran hanya terpaku begitu saja.

8 Stories 8 Love 8 Heart

Benar-benar hari yang sial untuk Minrin. Pernyataannya cintanya diabaikan begitu saja oleh Ryeowook. Ayahnya ingin mempercepat upacara pernikahan. Dan sekarang dia melihat Kyuhyun yang berstatus sebagai tunangannya justru terlihat begitu akrab dengan saudaranya. Keakraban mereka berdua tadi tidak seperti kedekatan yang biasa saja. Bukankah Ranran belum lama bertemu dengan Kyuhyuh, dan setahu Minrin hanya beberapa kali mereka bertemu, tapi tidak disangka sudah sedekat itu.

Ini bukan berarti Minirn cemburu atau apapun itu. Dia bahkan tidak peduli jika itu benar. Masalahnya adalah dua orang yang merusak hidupnya tersenyum seperti itu, benar-benar membuatnya kecolongan. *?*

Minrin lelah, sangat lelah. Dia memilih membaringkan tubuhnya begitu saja ketimbang mengganti pakaiannya terlebih dahulu. Matanya mencoba untuk terpejam, namun sia-sia. Pikirannya tentang Ryeowook bergelayut di otaknya, memaksanya untuk terjaga.

“Kenapa dia tidak mengatakan apapun uh?” Gumamnya.

8 Stories 8 Love 8 Heart

District Gangnam, Lee Hyukjae’s House

Lee Hyukjae terlihat tengah duduk dengan santai di sofa ruang tengah rumahnya itu, sementara seorang yeoja yang sudah dua minggu tinggal di rumah ini terlihat duduk agak jauh dari Hyukjae, membuat suasana benar-benar terasa canggung dan asing.

Hal seperti ini sudah sering tejadi sejak mereka tinggal bersama. Dan jangan berpikir yang aneh-aneh mendengar kata ‘tinggal bersama’. Tinggal bersama dalam hal ini bukan seperti yang kalian kira. Mereka bukan suami istri, tapi juga bukan sepasang kekasih. Tapi juga jangan berpikir macam-macam akan hal itu. Segila-gilanya Lee Hyukjae pada wanita, dia tidak akan mengajak wanita tinggal bersama dengannya. Masalahnya adalah Dia dan Yeoja ini terlibat semacam perjanjian. Errhh…sebut ssaja seperti itu. Perjanjian konyol sebenarnya.

Yeoja yang dimaksud adalah Park Hyehyo. Yeoja yang datang tiba-tiba dalam hidupnya. Yeoja yang selalu menjadi bahan keluhan Hyukjae pada Kyuhyun. Yeoja tomboy, berperilaku buruk, kasar, sama sekali tidak ada sisi lembut atau pun manis dalam dirinya. Dia juga terkesan seperti preman, setidaknya itulah yang ada dipikiran Hyukjae.

Masalahnya dengan Hyehyo berawal tiga bulan yang lalu ketika Hyehyo tidak sengaja menabrak mobil Hyukjae pada bagian depan motornya, menyebabkan bemper mobil itu penyok dan tak berbentuk lagi. Masalah memang selesai setelah itu, karena baik Hyehyo dan Hyukjae entah kenapa sedang tidak punya mood untuk memperpanjang masalah. Bahkan Hyukjae dengan ikhlasnya melepaskan Hyehyo begitu saja. Tentu itu bukan style seorang Lee Hyukjae.

Tapi ini yang dinamakan takdir atau apalah itu, dua minggu yang lalu Hyehyo tiba-tiba menghampiri Hyukjae di klabnya, dan di situlah semua berawal. Gadis itu marah-marah di depan Hyukjae dan meminta pertanggung jawabannya, karena sudah mencampakkan Park Seerin. Dan tebak siapa itu Park Seerin? Ya… dia adalah eonnienya.

Siapa sangka hobby Lee Hyukjae suka berganti wanita justru membawanya pada bencana harus tinggal bersama seorang preman wanita selama tiga bulan ke depan. Benar-benar buruk. Sebenarnya memang Hyukjae yang menawarkan perjanjian konyol itu. Meminta Hyehyo tinggal di rumahnya, membersihkan rumahnya, merawat choco selama 3 bulan untk mengganti bemper mobilnya, dan sebagai balasannya dia akan meminta maaf dengan tulus bahkan jika perlu melakukan semua yang Park seerin minta. Konyol sekali. Dia seperti menggali lubang kuburnya sendiri. ^^

“Yakk, Lee Hyukjae-ssi Jauhkan Choco dariku!!” teriakan Hyehyo seketika itu membuyarkan ingatan Hyukjae tentang kejadian itu.

Choco, anjing Chihuahua milik Hyukjae tengah menjulurkan lidahnya dengan manja dan duduk di pangkuan Hyehyo, membuat gadis itu bergidik geli. Paling tidak ada yang membuat Hyukjae bisa mengerjai Hyehyo selama ini. Gadis itu tidak suka dengan anjing jenis apapun, dan berada di dekatnya seperti ini adalah hal yang paling tidak dia sukai.

“Lee Hyukjae-ssi!!!” teriak Hyehyo lagi.

Hyukjae menggelengkan kepalanya melihat tingkah Hyehyo yang sekarang sudah berdiri di atas sofa. Bukannya menoleng, tapi Hyukjae justru menikmati pemandangan ini.

Seketika itu Hyehyo melotok ke arahnya. “Oke arraso…. “ ucap Hyukjae menyerah.

Choco-ya, come here baby ..” Choco pun langsung berlari menuju pelukan tuannya itu, sedangkan Hyehyo langsung menghembuskan nafasnya dengan lega.

“Kenapa kau takut sekali dengan choco, ha? Lihat dia begitu manis..” Hyukjae mengelus bulu-bulu tebal si Choco dan mengajaknya bermain, atau berbicara ..entahlah .

Hyehyo hanya menatap kelakuan namja itu dengan heran. Binatang reptile sekelas ular bagi Hyehyo tidak masalah, tapi tidak dengan makhluk bernama anjing atau pun kucing. Ishh..benar-benar geli dibuatnya.

“Aku benci anjing.” Jelas Hyehyo. Sudah berapa kali dia mengatakan ini, tapi Hyukjae sama sekali tidak peka.

Dan lagi hal paling buruk dalam hidupnya ketika menerima perjanjian ini adalah karena dia harus merawat, memberi makan makhluk kecil yang ada digendongan Hyukjae itu ketika tuannya tidak di rumah. Kalau bukan karena eonnienya, sudah dari dulu dia menolaknya. Dia lebih baik menghabiskan uang tabungannya untuk mengganti bemper mobil yang dia tabrak dari pada menghabiskan tiga bulan hidupnya bersama anjing. Arrrgghh…

“Tapi salah satu tugasmu adalah merawatnya, Hyehyo-ssi. Kalau dia mati bagaimana? Ha..” Hyukjae meletakkan Choco di lantai dan membuat anjing kecil itu berlari dengan riang ke sana kemari.

“Kalau dia mati ya..kau tinggal menguburnya kan?” Jawab Hyehyo enteng. Dia memperhatikan kelakuan anjing itu, mengantisipasi jika binatang itu menghampirinya tiba-tiba seperti tadi.

“Yakk… kau ini benar-benar keteraluan! Kalau dia mati, maka hidupmu di penjara ini akan ku tambah menjadi enam bulan, bagaimana?” seru Hyukjae tidak terima.

“Mwo!!!” pekik Hyehyo

“Kuere…enam bulan. Dan ketika itu terjadi aku akan membeli tiga buah anjing dan tiga buah kucing. Kau harus merawat mereka setelah itu, menarik bukan?” Hyukjae tertawa puas setelahnya.

“Yakk!! Kau ingin mati ha??”

Buggh!

Sebuah bantal melayang dan mendarat dengan sempurna di kepala Hyukjae, membuat namja itu meringis kesakitan.

“Aissh… Kau ini kasar sekali.” Gerutu Hyukjae sambil mengelus kepalanya.

Tidak sampai disitu, Hyehyo bahkan mengampiri namja itu dan menendang kakinya dengan keras.

“Owh…Yakk, Park Hyehyo!!!”

Tapi Hyehyo sudah langsung berlari ke kamarnya, sebelum mendapat amukan dari Lee Hyukjae.

8 Stories 8 Love 8 Heart

 

Shin’s Building, early morning

Sebuah mobil hitam melaju dengan pelan di depan sebuah bangunan tinggi dan besar bertuliskan Shin’s group. Laki-laki yang mengemudikan mobil itu mengamati dengan seksama bangunan itu.

“Jadi, Kau yakin dia memang ada di tempat ini?” tanya laki-laki itu, Lee Donghae.

Park Sungyeon mengangguk yakin. “Dia bilang dia bekerja di sini.”

Donghae menepikan mobilnya dan berhenti. Sejak kedatangan mereka berdua di Seoul beberapa hari yang lalu, Donghae dan Yeonie memang baru bisa mencari Ranran hari ini. Banyak hal yang harus diurus, selain itu Donghae juga masih menetapkan hatinya untuk menemui adiknya itu.

“Oppa, eottoke? Apa kita harus masuk ke sana?” tanya Yeonie kemudian.

Donghae terlihat berpikir sejenak. Apa ini waktu yang tepat?

“Kau tahu dimana dia tinggal?” Donghae balik menanyai Yeonie.

“Dia bilang laki-laki yang menjemputnya saat itu membawanya ke sebuah rumah besar…”

“Laki-laki?” ulang Donghae penasaran. “Nuguya?”

“Mollasoyo, ku dengar dia salah satu orang dari Shin’s group itu.”

Laki-laki yang bekerja di Shin’s Group? Kenapa adiknya itu harus dijemput jauh-jauh di Jaju hanya untuk bekerja di perusahaan ini. Ini terdengar aneh.

“Ranran hanya pernah bilang, laki-laki bernama Lee Sungmin itu membawanya pada keluarga aslinya. Keluarga Shin..” jelas Yeonie lagi.

“Mwo!!” refleks Donghae menolehkan kepalanya pada Yeonie.

Jadi, adiknya itu sudah tahu? Ranran sudah tahu apa yang terjadi 20 tahun yang lalu?

“Oppa, apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya Yeonie yang menangkap ketidakberesan antara kakak beradik ini.

Donghae tidak menjawab pertanyaan itu, namun justru sibuk dengan pikirannya sendiri. Kenyataan bahwa Ranran bukan benar-benari bagian keluarganya, kenyataan bahwa ayahnya yang membawanya dua puluh tahun yang lalu ternyata sudah diketahui oleh Ranran dari orang lain.

“Oppa..”

Kemudian tiba-tiba sebuah mobil CV-R hitam melaju di samping. Donghae memperhatikan mobil itu, dan seorang yeoja berada di dalamnya. Ranran. Mobil itu berhenti di depan gedung itu, dan benar saja Ranran keluar dari mobil itu. Donghae kembali memperhatikannya.

“Ohh…. Bukankah itu Ranran?” tanya Yeonie memastikan.

Ya..itu memang Ranran. Dia terlihat berbeda sekarang. Apalagi dengan blus dan celana yang tidak biasa dia kenakan itu. Dia bukan lagi Ranran yang polos dan kekanak-kanakan, tapi Ranran yang terlihat dewasa.

“Sebaiknya kita pergi saja, Yeonie-ya.” Ujar Donghae memutuskan setelah berpikir sejenak.

“Tapi Oppa…”

Belum sempat kalimat penolakan itu dilontarkan Yeonie, Donghae sudah melajukan mobilnya lagi. Kali ini dengan kecepatan yang lumayan tinggi, 80 Km/jam.

8 Stories 8 Love 8 Heart

Ranran turun dari mobilnya. Dia menolehkan kepalanya sebentar ke arah belakang. Entah kenapa sepertinya ada sesuatu di dekat jalan itu tadi. Itu hanya perasaannya saja ataukah dia benar-benar merasakan kehadiran Oppanya?

Entahlah. Ranran pun melangkahkan kakinya memasuki gedung besar itu. Ini memang bukan pertama kalinya, tapi tetap saja Ranran merasa gugup dan canggung, apalagi kalau karyawan perusahaan mengamatinya ketika dia berjalan di depan mereka.

“Sejangnim…” Kim Jongwoon terlihat berjalan mendekat ke arah Ranran.

Dia menoleh pada Jongwoon dan tersenyum “Annyonghaeseo, Pengacara Kim.”

“Annyonghaeseo.” Jongwoon membalas.

“Anda benar-benar terlihat seperti seorang direktur sekarang.” Jongwoon memperhatikan penampilan Ranran yang memang berbeda dari biasanya itu. Blus putih dipadukan dengan celana kain dan tas berwarna cokelat menggantung di tangannya. Benar-benar terlihat dewasa.

Ranran tersenyum. “ Kuereyo? Apa kau yakin ini tidak berlebihan?”

“Animida..” Jongwoon menggelengkan kepalanya, dia terlihat puas dengan perubahan penampilan Ranran kali ini.

“Ini berkat bantuanmu, Pengacara Kim.” Ujar Ranran berterimakasih. Kalau bukan saran Jongwoon padanya untuk mengubah penampilannya, Ranran pasti masih mengenakan pakaian yang biasa melekat padanya dulu.

Tidak lama kemudian, Minrin muncul dari bersama Presdir Taewoo. Dan seperti biasanya entah kenapa Ranran menjadi tidak suka jika harus bertemu Minrin.

“Ran-ya..”

Ranran dan Jongwoon langsung membungkukkan badannya begitu melihat Presdir datang menghampiri mereka berdua.

“Presdir, apa yang membawa Anda datang sepagi ini? Bukankah kesehatan Anda sedang tidak baik. ” tanya Jongwoon berbosa-basi.

Presdir Taewoo tertawa terkekeh “Ini rapat direksi tentang penetapan Ranran sebagai Direktur tetap, tentu saja aku harus hadir bukan?”

Ah..benar. Ranran hampir lupa tentang rapat itu. Jika dewan direksi menyetujui, maka tidak hanya Direktur Shin Minrin yang di hormati sebagai pemegang posisi Direktur tertinggi, tapi juga dirinya.

“Appa, sebaiknya kita masuk dulu.” Kata Minrin memotong pembicaraan Jongwoon dan Presdir Taewoo.

“Ah kuere..kalau begitu kita bertemu nanti Ran-ya..” ucap Presdir kemudian. Dia pun berjalan lebih dulu menuju lift.

Sedangkan Minrin tidak langsung mengikuti Appanya itu dan justru memperhatikan Ranran sebentar. “Kau terlihat berbeda. Ahh…Kau benar-benar menyiapkan diri untuk menjadi Direktur, ya? Yeppoda, Eonnie..” ujarnya, sebelum dia juga ikut meninggalkan Ranran dan Jongwoon.

“Huft… apa dia selalu seperti itu?” ujar Ranran ketika pintu lift yang dinaiki Minrin dan Presdir Taeowoo tertutup.

Jongwoon mengangguk membenarkan “Semua juga tahu sifat Minrin-ssi..”

8 Stories 8 Love 8 Heart

Hari ini memang akan diadakan rapat direksi untuk menentukan apakah Ranran pantas menduduki jabatan sebagai direktur. Semua orang sudah tahu kalau Shin Ranran adalah puteri pertama Keluarga Shin’s Group yang hilang saat terjadi kebakaran 20 tahun yang lalu. Berita itu bahkan menjadi headline di beberapa majalah bisnis di Korea. Dan yang paling membuat masyarakat penasaran adalah siapa yang sebenarnya akan menggantikan posisi Presdir Taewoo nanti, apakah itu Shin Minrin atau justru Shin Ranran? Apalagi rumor kondiri Presdir Taewoo yang memburuk sudah menyeruak, karena itulah rapat direksi ini dilaksanakan.

“Sejangnim, rapat akan segera dimulai. Sebaiknya Anda segera ke sana.” Chany memperingatkan Minrin

Minrin mengangguk mengerti dan dia pun bangkit dari tempat duduknya.

“Arraso, kajja kita pergi.”

Minrin berjalan dengan bersemangat menuju ruangan rapat. Dari arah berlawanan dia melihat Ranran juga tengah berjalan menuju tempat yang sama. Ini seperti sebuah pertempuran kakak beradik yang tidak ingin melepaskan apa yang sudah digenggam.

Suasana dingin menyelimuti keduanya, termasuk melalui tatapan mereka berdua. Minrin tersenyum sinis pada Ranran dan dibalas dengan senyum serupa dari Ranran. Bagi Ranran, dia hanya bisa meladeni apa yang Minrin mau. Gadis itu ingin pertempuran, maka itu juga yang akan Ranran berikan.

“Kita lihat apa kau bisa mendapatkan posisi itu, Ranran-ssi..” Minrin mendekat satu langkah.

“Kuere, kita lihat saja nanti.” Balas Ranran tak kalah.

8 Stories 8 Love 8 Heart

Suasana rapat terasa lebih dingin dari biasanya. Aura tidak mau kalah seakan keluar dari Minrin maupun Ranran. Ini hanyalah salah satu area pertempuran mereka berdua. Hanya salah satu. Karena mungkin setelah ini akan banyak pertempuran yang akan terjadi diantara keduanya.

“Dan sesuai pertimbangan dari dewan direksi yang lainnya, Shin Ranran akan menduduki posisi sebagai Direktur.”

Akhirnya keputusan itu dikeluarkan. Dan ini benar-benar membuat Minin geram. Gadis ini mengepalkan tanganya kuat dan menahan kemarahan dalam dirinya. Direktur? Huh…itu berarti ayahnya sudah merencanakan untuk menjadikan pewaris Shin’s Group.

“Tapi dengan syarat, proyek pembangunan resort di Jeju akan dilimpahkan padanya. Jika proyek itu gagal, maka Shin Ranran dengan rela harus melepaskan kesempatan untuk menduduki posisi Presdir. Selain itu, Direktur Shin Minrin diharuskan memperbaiki kesalahan karena kegagalan peluncuran pakaian musim dingin bulan lalu.”

Senyum bahagia yang tadi Ranran tunjukkan berubah menjadi mimpi buruk seketika itu. Proyek resort? Bagaimana dia bisa melakukan itu. Dia menatap ke arah Minrin. Dan berbeda dari sebelumnya, Minrin justru terlihat lega dengan keputusan itu.

Ya..Minrin memang sedikit menarik nafas lega setelahnya. Itu berarti kesempatan mereka berdua 50:50 sekarang.

8 Stories 8 Love 8 Heart

 

Ranran menelungkupkan kepalanya di atas meja ruangannya setelah rapat direksi itu selesai. Kepalanya berdenyut-denyut jika memikirkan tanggung jawab yang harus dia pikul. Apa yang tadi dia dengar? Pengembangan proyek resort di Jeju? Ya..sepertinya itu yang tadi dia dengar.

“Eottoke??” Dia menekan-nekan keningnya pada permukaan meja dengan pelan.

Bagaimana dia bisa melakukan itu? Dia sama sekali tidak punya kemampuan untuk menangani hal seperti itu. Itu bukan keahliannya. Dia sama sekali tidak tahu apa-apa tentang proyek resort yang harus dia kerjakan.

Kira-kira siapa yang bisa dia mintai tolong di tempat ini? Presdir Taewoo? Ah..tidak. Kalau dia meminta bantuan Presdir, itu berarti sama saja dia tidak bisa melakukan apapun. Lalu siapa? Lee Sungmin? Cho Kyuhyun-ssi?

Ya ampun kenapa nama yang terakhir itu muncul begitu saja di otaknya. Tidak ..tidak.

“Butuh bantuan?” Suara Jongwoon yang tiba-tiba sukses membuat Ranran tersadar.

Gadis itu mengangkat kepalanya “Oh..Jongwoon-ssi.”

Jongwoon terlihat berdiri di depan pintu ruangan Ranran dan tersenyum ke arahnya. Entah kenapa tapi otak Ranran langsung berjalan begitu melihat Jongwoon. Namja itu mungkin bisa membantunya. Ayolah….Jongwoon sendiri kan yang pertama menawarkan bantuan?

“Jadi, apa yang ingin kau tanyakan mengenai proyek itu? Pembangunan Resort di Jeju.?” Jongwoon memulai.

“Neo..jinjjayo? kau benar-benar mau membantuku?” Tanya Ranran tidak percaya.

“Apa aku terlihat tidak serius, Sejangnim?”

Ranran menggeleng cepat.

“Baiklah, kalau begitu ceritakan padaku semuanya tentang proyek itu. Kapan proyek itu dimulai dan apa yang menyebabkan pembangunan resort itu dihentikan. Ceritakan semuanya.” Tiba-tiba saja Ranran menjadi bersemangat.

“Proyek itu dimulai enam bulan yag lalu. Tujuan pembangunan itu adalah dalam bidang pariwisata. Kau tahu kan kalau Shin’s Group sangat menaruh perhatian yang besar pada bidang itu? Karena itulah resort itu dibangun di pulau yang menarik wisata banyak di Korea, yaitu Jeju. Tapi pembangunan itu dihentikan karena masalah pembelian tanah warga belum selesai. Mereka tidak mau menjual tanahnya.” Jongwoon menjelaskan pada Ranran.

Gadis itu mengangguk-angguk mengerti. “Lalu Jeju bagian mana yang kau maksud? Aku pernah tinggal di Jeju, mungkin aku bisa melakukan sesuatu untuk membujuk warga.”

“Sebuah desa di Seogwipo, dekat air terjun Cheonjiyeon.” Jawab Jongwoon.

“Mwoo? Air terjun Cheonjiyeon?” Ranran menolehkan kepalanya tidak percaya.

“Waegure? Apa ada masalah?”

Ranran ingat sekarang. Satu tahun yang lalu, ada yang berniat membangun resort di desa tempat tinggalnya. Tapi pembangunan itu memang dihentikan karena warga menolak memberikan tanahnya, dan ayahnya juga oppa nya termasuk orang yang menolak pembangunan resort itu.

Jadi, sekarang dia yang harus melanjutkan pembangunan itu? menghancurkan tempat tinggalnya selama ini.

“Aku mengenal tempat itu.” Ranran menahan dirinya untuk tidak menceritakan kenyataan itu.

“Ah…Kuereyo? Aku rasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan sejauh ini. Aku yakin Anda akan lebih mudah untuk membujuk warga untuk menyerahkan tanahnya.”

“Kuere..”

8 Stories 8 Love 8 Heart

Tidak hanya Ranran yang langsung bergerak setelah rapat itu. Hal serupa juga dilakukan Minrin. Dan langkah yang gadis itu ambil sekarang adalah menemui Ahn Ahra. Karena dialah yang perancang busana untuk design pakaian musim dingin bulan lalu. Namun karena sedikit kekacauan di department fashion, membuat design itu tidak bisa selesai tepat waktu.

“Yak, Ahra-ya. Minrin Sejangnim ingin bertemu denganmu.” Begitulah yang dikatakan bawahan Ahra ketika Minrin tiba.

Gadis bernama Ahra itu menoleh dan langsung menghampiri Minrin.

“Sejangnim, apa yang membawa Anda kemari?” tanya Ahra yang sedikit terkejut dengan kedatangan Minrin secara langsung dan mendadak.

Minrin memperhatikan ruangan tempat bagian design bekerja. Ruangan yang cukup artistic menurut Minrin. “Ada yang harus aku bicarakan denganmu.” Ucapnya.

“nde?”

Ini benar-benar kejutan bagi Ahra. Selama ini jika membahas proyek baru atau pun terjadi masalah, selalu dia yang menemui Minrin di ruangannya. Tapi sekarang justru Minrin yang datang sendiri menemuinya.

“Tentang peluncuran winter clothes bulan lalu. Apa masih bisa diperbaiki? Ini masih awal Desember dan aku berencana untuk memperkenalkan produk itu sebelum natal.” Ucap Minrin.

Ahra terlihat berpikir. “Tapi Sejangnim, jika ini berhasil produk hanya bisa bertahan paling lama dua bulan. Kurasa itu justru bisa merugikan perusahaan.”

“Aku tahu itu. Tapi jika dalam dua bulan itu penjualan terus meningkat, bukankah itu keuntungan yang besar. Dan begitu penjualan di pasaran tinggi, kita akan segera meluncurkan produk untuk musim semi.”

Ahra memperhatikan penjelasan atasannya itu dan mengangguk mengerti. Apa lagi yang bisa dia lakukan. Itu perintah dan Minrin bosnya di sini.

“Agaesemnida, Sejangnim..”

“Aku tahu Kau bisa kuandalkan. Dan jangan lupa satu minggu dari sekarang, aku berharap kau sudah memberikan laporan sejauh mana design itu, kau mengerti?”

Ahra mengangguk. “Ne, aku mengerti.”

“Baiklah, kalau begitu aku pergi sekarang.”

Ahra membungkukkan badannya sedikit. Dan dia langsung menghembuskan nafasnya dengan berat begitu Minrin pergi.

Ini mimpi buruk baginya. Bagaimana bisa dia menyelesaikan design itu dalam waktu satu minggu.

“Aigoo… Apa dia tidak tahu apa yang terjadi di tempat ini sekarang? Astaga..” Ahra menggerutu. Dia benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran Direktur tadi.

Ya..departement Fashion memang belum lama didirikan, perusahaan juga baru satu tahun ini melirik pasar fashion. Lalu bagaimana dia bisa menarik pembeli dan bersaing dengan produk yang lebih terkenal seperti SPAO.

Masih bisa bertahan selama satu bulan ini karena berita penjiplakan design, benar-benar sebuah keajaiban. Lalu Dia harus bergerak lagi untuk membuat produk baru di saat krisis seperti ini?

“Ehem…Kau terlihat buruk. Waegure?” Ahra yang semula menyenderkan kepalanya di bantalan tempat duduknya refleks menolehkan kepalanya.

“Ah..Kau sudah datang?” Ahra berdiri dari tempat duduknya.

“Kenapa lama?”

Namja itu tersenyum dan mengangkat bahunya kecil. “Ada sedikit masalah tadi. Jadi, apa Minrin-ssi yang membuatmu terlihat begitu buruk?”

Ahra kembali duduk dan menatap namja di depannya itu dengan pasrah “Kuere, dan aku tidak tahu harus bagaimana sekarang.”

Namja itu hanya tersenyum dan  menghampiri Ahra. Dia duduk di samping gadis itu dan merangkul pundaknya. “Kau bisa melakukannya. Karena Kau adalah Ahn Ahra.” Ucapnya memberi semangat.

Ahra diam sesaat “Yeah, tentu saja aku bisa. Baiklah lupakan soal Minrin, kita bahas yang lain saja. Kau bilang akan mengajakku pergi hari ini. Eoddie?” Ahra bertanya riang.

“Hmm.. Namsan? Distrik Gangnam? Myeongdong? Kau mau kemana?” Namja itu balik bertanya pada Ahra, membuat gadis itu mengerucutkan bibirnya sebal.

“Kuerom, belikan aku hadiah untuk ulang tahunku saja bagaimana?”

Namja itu telrihat berpikir sejenak. “Eiiyy, jangan bilang kau melupakan ulang tahunku? Aigoo… itu bahkan sudah bulang lalu.” Ucap Ahra cepat.

“Ahh… aku lupa soal itu. Baiklah kalau begitu, apapun yang kau mau hari ini, agashi”

“Jeongmalyo? Ahh… Gomapta Ryeowook-ah” Ahra bergerak memeluk namja itu.

8 Stories 8 Love 8 Heart

CUT!

A/N : Ok ini benar-benar di luar dugaan. Part ini 37 halaman dengan total words 8075 kata. Ran eonnie, jangan katakan ini kurang panjang.. huft -_____-

Part selanjutnya akan lama publish. Karena dua minggu ini author UAS jadi mau hiatus sebentar 😀 don’t worry I’ll continue write this gaje story. ^^

Ah.. akhir kata, just guess who is the real nappun person here? K k k k 

jangan lupa coment ya .. 

Advertisements

10 thoughts on “(Fanfiction) 8 Stories 8 Loves 8 Hearts Part 2 : Two Sister

  1. ninggalin jejak dulu^^

    gatau harus bilang apa…k k k k k *karena smakin lama smkin bingung aq*
    ini coupleny masih randomny???krna seingatku kan kalian ada couple sndri2…hohohoho
    masih banyak cast yg blm kluar nih….

    ok….I’ll be patient wait it^^

  2. Pingback: (Fanfiction) 8 Stories 8 Loves 8 Hearts Part 6 : New Life | Angelic Voice Room

Please Leave Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s